Super Alloy

Date post:29-Jul-2015
Category:
View:33 times
Download:2 times
Share this document with a friend
Transcript:

Superalloy berbasis nikel banyak digunakan dalam mesin pesawat terbang dan turbin karena mempunyai kemampuan untuk mempertahankan kekuatan struktur(creep,fatigue)dan kestabilan permukaan(oksidasi korosi)pada suhu tinggi.

Ruthenium (Ru) merupakan unsur potensial yang dapat menekan terbentuknya fasa TCP(Topologically Closed Pack ) yang merugikan pada suhu tinggi dan meningkatkan kekuatan creep.

Ru sebagai unsur paduan mempunyai pengaruh positif yaiitu: - Menurunkan tingkat segregasi unsurunsur refraktori. - Meningkatkan kelarultan Re(Rhenium) dalam Ni. - Mengubah rasio partisi partisi unsur-unsur refraktori.

Empat buah komposisi paduan superalloy berbentuk button ingot dibuat dengan peleburan busur listrik(Arc Melting) dalam atmosfir gas Ar. Komposisi superalloy dengan perbedaan pada kandungan Ru yang berkisar dari 0%w/w sampai dengan 6 %w/w

Struktur mikro setelah dia agging pada 1324K, 72 jam pada superalloy yang mengandung (a) 0%Ru (b) 2% Ru (c) 4% dan (d) 6% Ru

Gambar diatas menunjukan ;pada hasil SEM terlihat keempat superalloy memiliki presipitat (fasa yang berwarna lebih gelap) berbentuk kuboid. Pada superalloy yang mengandung Ru memiliki tingkat kuboid lebih tajam dengan ukuran yang relatif lebih kecil dibandingakan dengan yang tidak mengandung Ru ( 0%Ru). Semakin besar kandungan Ru maka semakin besar tingkat ketajaman kuboid dan ukuran.

Dari hasil pengujian kekerasan mikro terlihat bahwa penambahan Ru 6% Ru menaikan kekerasan sampai hampir dua kali lipat kekerasan superalloy.

Strukturmikro setelah aging pada 1.324K 72jam superalloy yang mengandung (a) 0% (b) 2% (c) 4% dan (d) 6%

Pengamatan struktur mikro terhadap daerah yang lebih luas ada superalloy yang mengandung 6% menunjukan adanya presipitasi fasa ketiga.

Dari tabel terlihat bahwa fasa ketiga memiliki kandungan Al dan Ru yang tinggi dengan konsentrasi yang relatif sama antara kedua unsur tersebut (31.85% Al dan 31,73% Ru. Dari komposisi ini dapat disimpulakn fasa ketiga merupakan intermetalik berbasis RuAl (Ruthenium Aluminide).

Pengaruh Ru terhadap struktur mikro superalloy berbasis nikel telah diteliti. Ru menyebabkan fasa memiliki bentuk kuboid yang lebih tajam dengan ukuran yang lebih keci9l. Penambahan 6% Ru pada superalloy menyebabkan adanya presipitasi fasa ketiga yang teridentifikasi sebagai intermetalik berbasis RuAl berdasarkan analisis komposisi kimia dengan EDX.