Home >Documents >Suluh Indonesia - Selasa, 11 Januari 2011

Suluh Indonesia - Selasa, 11 Januari 2011

Date post:20-Feb-2016
Category:
View:226 times
Download:2 times
Share this document with a friend
Description:
Suluh Indonesia - Selasa, 11 Januari 2011
Transcript:
  • Pengemban Pengamal Pancasila

    Redaksi/Sirkulasi/Iklan:GEDUNG PERS PANCASILA

    Jl. Gelora VII No. 32Palmerah Selatan Jakarta Pusat.

    Tlp: 021-5356272, 5357602Fax: 021-53670771

    No. 7 tahun VSelasa, 11 Januari 2011

    www.suluhindonesia.com

    IHSG Belum Mengkhawatirkan Dikhawatirkan Tekan Petani

    RENCANA pemerintah untukmenerapkan bea keluar minyaksawit mentah atau CPO bersifatprogresif dikhawatirkan justrumenekan petani sawit. DirekturGreenomics IndonesiaElfian Efendi di Jakarta ...hal. 3

    Tantangan Terberat Ekonomi

    DPR RI mengingatkan pemerintahbahwa tantangan terberatperekonomian Indonesia pada2011 adalah pengendalian inflasidan adanya lonjakan harga-hargakebutuhan pokok masyarakat.Saat menyampaikan ...hal. 1

    MENTERI Keuangan AgusMartowardojo mengaku belummengkhawatirkan pelemahanIndeks Harga Saham Gabungan(IHSG) Bursa Efek Indonesia yanghingga sore ini, anjlok ke level3.400 poin. Menurut dia ...hal. 2

    Megawati Tegaskan :

    PDIP Oposisi

    Suluh Indonesia/antKORUPSI - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Max Sopacua dan putranya Fernando (kiri) usai bersaksidalam sidang terdakwa mantan Sekjen Depkes Syafii Ahmad di Pengadian Tipikor Jakarta, kemarin.

    JAKARTA - Ketua UmumPDIP Megawati Soekarnoputrimenegaskan, partainya tetapmenjadi partai oposisi, meskiada komunikasi yang intensifdengan Partai Demokrat.PDIP, seperti yang saya kata-kan, tidak akan menjadi bagiandari kekuasaan yang tidak ber-pihak pada wong cilik, ka-tanya di Jakarta, kemarin.

    Ia mengatakan, koalisi meru-pakan penyakit kronis yangmuncul beberapa waktu tera-khir. Cita-cita yang melekatdalam sejarah partai kita jauhlebih besar dari sekedar urusankursi di parlemen, sejumlahmenteri, atau pun Istana Mer-deka, kata Megawati.

    Megawati menegaskan,cita-cita yang melekat dalam sejarahpartai itu jauh lebih besar darisekedar urusan kursi di parle-

    men, sejumlah menteri, ataupun Istana Merdeka. Padasaat itu dan hingga hari ini sayaberkeyakinan bahwa dalamkegotong-royongan dan per-musyawaratan dengan rakyat,masa depan PDIP akan mene-mukan puncak keemasannya,ujar Megawati.

    Karena itulah, kata Mega,sekali lagi ditegaskan kepadakader partai, bahwa harus ber-bangga bukan ketika berseku-tu dengan kekuasaan, tapi ke-tika bersama-sama menangisdan bersama-sama tertawadengan rakyat.

    Mega menilai, negara belumberhasil menciptakan kese-jahteraan rakyat dan keadilansosial. Problem dasar keg-agalan negara adalah dalampencapaian kesejahteraanrakyat dan keadilan sosial. Fak-

    APBN 2011 Tertekan SubsidiJAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yu-

    dhoyono mengingatkan APBN Tahun 2011masih mengalami permasalahan tekanan karenaangka subsidi yang besar. Dalam pengarahanpada rapat kerja dengan kepala daerah dari se-luruh Indonesia di Jakarta Convention Center,kemrin, Presiden mengatakan APBN juga masihdibebani oleh penyerapan anggaran yang be-lum maksimal sehingga menyebabkan pertum-buhan yang tidak optimal.

    Masalah APBN itu adalah salah satu daribeberapa tantangan utama yang harus dihada-pi pemerintah pada 2011. Ke depan subsidiharus tepat sasaran. Golongan masyarakat yangmampu mengapa harus disubsidi yang me-ngurangi pembelanjaan kita? ujarnya.

    Kepala negara juga mengingatkan terjadin-ya inflasi kenaikan harga pangan dan energidunia masih menjadi masalah utama pada 2011yang apabila tidak dicarikan pemecahannya bisaberdampak pada kemiskinan dan penganggu-ran. Selain itu, pemerintah juga harus fokus padamasih kurangnya infrastruktur termasuk energi

    listrik untuk memenuhi pembangunan.Termasuk masalah yang masih dihadapi pe-

    merintah, menurut Presiden, adalah masih terja-di persoalan perizinan dan kepastian hukumyang menghambat investasi di seluruh Indone-sia. Oleh karena itu saya minta pemerintah dae-rah, DPRD, semua pihak, mari kira pastikan ke-pastian hukum betul-betul tegak, ajaknya.

    Presiden dalam pidatonya di hadapan selu-ruh kepala daerah, anggota Kabinet IndonesiaBersatu II, serta seluruh Kapolda di tanah air,juga mengakui masih terjadi penyimpangan danpraktik korupsi baik di pusat dan daerah terma-suk di sektor perpajakan yang amat penting baginegara. Ingat, kalau tidak benar di perpajakan,penerimaan negara pasti berkurang. Mari kitapastikan penerimaan negara penuh kita dapat-kan termasuk penerimaan dari pajak, katanya.

    Presiden juga mencatat sejumlah praktik u-saha pertambangan dan kehutanan masih meru-sak lingkungan sehingga meminta para guber-nur untuk lebih keras terhadap praktik usahakehutanan dan pertambangan. (har)

    Polisi Periksa PerusahaanTerlibat Mafia Pajak

    JAKARTA - Penyidik Polri sudah melakukan pemeriksaanterhadap perusahaan yang diduga terlibat mafia pajak dengantersangka Gayus HP Tambunan. Ada beberapa perusahaanyang diperiksa terkait kasus dugaan mafia pajak oleh Gayus,kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) PolriKombes Pol Boy Rafli Amar di Jakarta, kemarin.

    Namun ia tidak menyebutkan nama perusahaan tersebut,hanya mengatakan ada dua orang dari perusahaan yang didugaterkait mafia pajak yang masih diperiksa. Penyidik sudahmelakukan pemeriksaan sejak tiga minggu lalu, katanya.

    Kabag Penum mengatakan, perusahaan yang diperiksa ter-kait asal-usul uang milik Gayus sebesar Rp 28 miliar.

    Mengenai adanya tiga perusahaan milik Bakrie Group, yak-ni Kaltim Prima Coal (KPC), Arutmin dan Bumi Resources yangdiduga juga terkait pajak Gayus, Boy tidak memberikan ja-wabannya. Selain itu, Polri juga sudah mengirim surat keDitjen Pajak untuk mengungkap kasus mafia pajak, kata Boy.

    Menurut dia, sampai saat ini Polri masih menunggu jawabandari Ditjen Pajak terkait hal tersebut.

    Sebelumnya, terdakwa dugaan mafia pajak, Gayus membe-berkan perusahan yang terkait mafia pajak. (ant)

    Transaksi MencurigakanTerjadi Peningkatan

    ta menunjukkan negara masihtetap jauh dari kemampuannyameletakkan pondasi dasar bagipencapaian kesejahteraanrakyat dan keadilan sosial,katanya.

    Ia menambahkan, perjuang-an mengangkat harkat-mar-tabat wong cilik adalah pilihanideologis dan sekaligus takdirsejarah sebagai partai politik.Pilihan ideologis dan takdir se-jarah ini melampaui jabatan apapun. Pada tingkat pertumbuhanekonomi yang mengagumkansecara statistikal tidak seban-ding lurus dengan peningkatantingkat kesejahteraan rakyat.Seharusnya pada saat bersa-maan pemerintah mendengarjeritan rakyat atas kenaikanharga berbagai kebutuhandasar yang sudah melebihidaya beli, katanya. (ant/har)

    JAKARTA - Jumlah laporan transaksi keuangan mencuriga-kan pada 2010 hingga 27 Desember, menunjukkan peningkatandibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

    Keterangan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transak-si Keuangan, Yunus Husein yang diterima di Jakarta, kemarin-menyebutkan, jumlah laporan transaksi keuangan mencuriga-kan (LTKM) yang disampaikan ke PPATK mencapai 63.440laporan dari 334 penyedia jasa keuangan (PJK).

    Pada 2009, jumlah LTKM mencapai 46.576 laporan yangberasal dari 302 PJK, pada 2008 mencapai 23.056 laporan dari244 PJK, pada 2007 sebanyak 12.624 laporan dari 193 PJK, danpada 2006 sebanyak 6.783 laporan dari 161 PJK.

    Jika dirinci, 334 PJK pelapor pada 2010 terdiri dari 161 bankdan 183 non bank. Non bank terdiri dari 58 perusahaan efek,empat manajer investasi, 59 pedadang valuta asing, satu danapensiun, 23 lembaga pembiayaan, 34 perusahaan asuransi,dan empat perusahaan pengiriman uang.

    Dugaan tindak pidana asal berupa korupsi pada 2010 men-capai 305 LKTM, penggelapan (54), penipuan (64), kejahatanperbankan (11), teroris (5), perjudian (4), penyuapan (20),narkotika (26), pencurian (8), dan tidak teridentifikasi (318).

    Selama 2010, tidak terdapat LTKM dengan dugaan tindakpidana asal berupa pemalsuan dokumen, penggelapan pajak,pornografi anak, pemalsuan uang rupiah, pembalakan liar, danpenyelundupan.

    Atas LKTM itu, PPATK melakukan analisis di mana hasilanalisis dugaan tindak pidana asal berupa korupsi sebanyak129 laporan hasil analisis, penggelapan (9), penipuan (37),kejahatan perbankan (6), teroris (5), perjudian (3), penyuapan(14), narkotika (7), pencurian (2), dan tidak teridentifikasi (101).

    Hingga akhir Desember 2010, secara komulatif, sejak berdi-ri, PPATK menyelesaikan sebanyak 1.425 hasil analisis yangdiolah dari 2.260 LTKM yang telah disampaikan kepada apa-rat penegak hukum.

    Jumlah itu terdiri dari 1.320 hasil analisis disampaikan kepa-da Kepolisian dan Kejaksaan, sementara 105 hasil laporan di-sampaikan hanya kepada Kejaksaan.

    Yunus Husein mengatatakan, sekalipun laporan hasil ana-lisis yang disampaikan oleh PPATK kepada penegak hukumterus meningkat dari tahun ke tahun, sejalan dengan me-ningkatnya jumlah LTKM yang disampaikan PJK kepadaPPATK, namun penyelesaian perkara tindak pidana pencu-cian uang masih relatif sedikit. Sehingga upaya pencegahandan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dianggapmasih belum optimal. Untuk itu perlu koordinasi dan kerja samayang lebih baik lagi, katanya. (ant)

    KPK DidorongTangani Kasus Gayus

    JAKARTA - Indonesia Police Watch mengharapkan Pre-siden Susilo Bambang Yudhoyono dapat mendorong KomisiPemberantasan Korupsi untuk mengambil alih kasus GayusHP Tambunan. Presiden hendaknya mendorong KPK untukmengambil alih kasus Gayus, kata Ketua Presidium IPW NetaS Pane di Jakarta, kemarin.

    Presiden perlu melakukan itu sehubungan kasus Gayussudah masuk ke ranah politik dan adanya manuver untuk sa-ling menjatuhkan. Jika kasus Gayus dibiarkan, maka hanyaramai dalam perdebatan tanpa ada penyelesaian, kata Neta.

    Bila KPK mengambil alih kasus Gayus, maka akan ter-ungkap siapa backing kuat selama ini, karena Gayus tidakmungkin berani dan tidak mampu mempecundangi begitu ba-nyak institusi penegak hukum.

    Menurut Neta, KPK ada akses masuk untuk mengungkapbacking Gayus, yakni dengan mengusut pembukaan blokirdan pencairan dana Gayus di rekening milik mantan pegawaiDirektorat Jenderal

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended