Home >Education >Sudut pandang

Sudut pandang

Date post:20-Jun-2015
Category:
View:10,019 times
Download:9 times
Share this document with a friend
Description:
Definition of "Sudut Pandang Pengarang"
Transcript:
  • 1. Sudut PandangSudut Pandang (SP) merupakan salah satu unsur fiksi yang dapatdigolongkan sebagai sarana cerita. Meski begitu unsur ini tidak bisadianggap remeh.Apa yang Anda lihat dan rasakan ketikamenyaksikan sebuah mobil menabrak sepeda motor, tentu akanberbeda dengan yang dilihat dan dirasa oleh si pengendara mobilyang menabrak, atau si pengendara sepeda motor yang menjadikorban tabrakan. Akibat dari peristiwa itu pun akan berbeda bagianda, si pengendara mobil, dan si pengendara motor. Sebab itu,pemilihan SP tidak saja akan mempengaruhi penyajian cerita,tetapi jugamempangaruhialur cerita.SP sendiri memiliki pengertian sebagai cara pengarangmenempatkan dirinya di dalam cerita. Dengan demikian, SP padahakikatnya merupakan teknik atau siasat yang sengaja dipilihpenulis untuk menyampaikan gagasan dan ceritanya, melalui kacamata tokohatau tokoh-tokohdalam ceritanya..

2. Ragam Sudut PandangFriedman (dalam Stevick, 1967:118)mengemukakanpertanyaan-pertanyaanyang jawabannya bisa digunakan untukmembedakan SP. Salah satu pertanyaan ituadalah siapa yang berbicara kepadapembaca (pengarang dalam persona ketiga,atau pertama)? Pembedaan SP yang akansaya kemukakan berikut berdasarkan ataspertanyaan tersebut. Secara garis besar adadua macam SP, yakni, SP orang pertama danSP orang ketiga. Hanya kemudian darikeduanya terbentuk variasi-variasai yangmemiliki konsekuensi berbeda-beda. 3. 1. SP Orang Pertama Tunggal Pengarang dalam sudut pandang ini menempatkan dirinya sebagai pelaku sekaligus narator dalam ceritanya. Menggunakan kata ganti Aku atau Saya. Namun begitu, SP ini bisa dibedakan berdasarkan kedudukan Aku di dalam cerita itu. Apakah dia sebagai pelaku utama cerita? atau hanya sebagai pelaku tambahan yang menuturkan kisah tokoh lainnya? . 4. a.AkutokohutamaPengarang menempatkan dirinya sebagai tokoh didalam cerita yang menjadi pelaku utama. Melaluitokoh Aku inilah pengarang mengisahkan kesadarandirinya sendiri (self consciousness); mengisahkanperistiwa atau tindakan. Pembaca akan menerimacerita sesuai dengan yang diketahui, didengar, dialami,dan dirasakan tokoh Aku. Tokoh Aku menjadinarator sekaligus pusat penceritaan.Apabila peristiwa-peristiwa di dalam cerita andaterbangun akibat adanya konflik internal (konflik batin)akibat dari pertentangan antara dua keinginan,keyakinan, atau harapan dari tokoh cerita, SP inimerupakan pilihan yang tepat. Karena anda akanleluasa mengungkapkan apa yang dirasakan dandipikirkan oleh tokoh cerita anda. 5. Sambil bermain aku melirik topi lakenku. Kulihatsebuah kursi roda. Duduk di kursi roda itu, seorang tuayang wajahnya tak bisa kulihat dengan jelas karenamemakai topi laken seperti aku. Rambutnya gondrongdan sudah memutih seperti diriku, namun ketuaannyabisa kulihat dari tangannya yang begitu kurus dankulitnya yang sangat keriput. Tangan itulah yangterangkat dan tiba-tiba menggenggam sebuah gitarlistrik yang sangatindah.(Cerpen Ritchie Blackmore karya Seno GumiraAjidarma dalam buku Kematian Donny Osmond)Perhatikan kata: kulihat pada penggalan cerita di atas.Tokoh Aku hanya menyampaikan apa yang terlihatoleh matanya. Begitulah, jika anda memilih SP ini,anda tidak mungkin mengungkapkan perasaan ataupikiran tokoh-tokoh lain, selain tokoh Aku. 6. Kebanyakan penulis yang menggunakan SP ini,seringkali terlalu asyik menceritakan (tell) keseluruhancerita, tanpa berusaha menunjukkan (show) ataumemperagakannya. Akibatnya cerita menjadi kurangdramatis. Bahkan bukan tidak mungkin, apabila andamemilih SP ini, anda akan kesulita memperkenalkantokoh, apakah seorang perempuan atau lelaki. SenoGumira Ajidarma cukup piawai melukiskan tokohAku lewat adegan dalam penggalan cerita di atas.Namun, karena cerita dituturkan oleh tokoh Aku,anda harus menulis dengan bahasa tokoh Aku, sesuaidengan karakter yang telah anda tetapkan. Apabilatokoh anda lebih tua atau lebih muda dari usia anda,akan mempengaruhi bahasa yang bisa anda gunakan.Sebab itu, mengenali dengan baik karakter tokoh andamenjadi sebuah keharusan. 7. b. Aku tokoh tambahanPengarangmenempatkandirinyasebagai pelaku dalam cerita, hanya sajakedudukannya bukan sebagai tokohutama. Keberadaan Aku di dalamcerita hanya sebagai saksi. Dengandemikian, tokoh Aku bukanlah pusatpengisahan. Dia hanya bertindaksebagai narator yang menceritakankisah atau peristiwa yang dialami tokohlainnya yang menjadi tokoh utama. 8. Tetangga saya orangnya terkenal baik. Suka menolong orang. Selalu memaafkan.Apa saja yang kita lakukan terhadapnya, ia dapat mengerti dengan hati yanglapang, bijaksana, dan jiwa yang besar. Setiap kali ia mengambil putusan, sayaselalu tercengang karena ia dapat melakukan itu dengan kepala yang kering,artinya sama sekali tidak ketetesan emosi. Tidak hanya terhadap persoalan yangmenyangkut orang lain, untuk setiap persoalan pribadinya pun ia selalubertindak sabar dan adil. Banyak orang menganggapnya sebagai orang yangberhati agung.(Cerpen Pencuri karya PutuWijayadalambuku Protes)Dalam penggalan cerita karya Putu Wijaya di atas, terlihat tokoh Sayamengomentari atau memberikan penilaian pada tokoh utamatetangganya. SPini memang mirip dengan SP orang ketiga. Hanya saja narator ikut terlibat didalam cerita. Sebab itu dia menjadi sangat terbatas, tidak bersifat mahatahu.Sebagai narator, tokoh Saya hanya mungkin mengomentari apa yang dilihatdan didengar saja. Narator melalui tokoh Aku bisa saja mengungkapkan apayang dirasakan atau dipikirkan tokoh Dia, namun komentar itu hanya berupadugaan dari tokoh Aku. Atau kemungkinan berdasarkan apa yang diamati darigerak tubuh tokoh Dia atau karakter dari tokoh Dia yang memang telahdiketahui secara umum. 9. 2. SP Orang Pertama JamakBentuk SP ini sesungguhnya hampirsama dengan SP orang pertamatunggal. Hanya saja menggunakankata ganti orang pertama jamak,Kami. Pengarang dalam sudutpandang ini menjadi seseorangdalam cerita yang bicara mewakilibeberapa orang atau sekelompokorang. 10. ContohKami bekerja sebagai juru masak di sebuah restorancontinental yang brengsek. Kami sebut restoran inibrengsek, sebab kami diwajibkan memasak sambilmenangis. Bayangkan! Kami mengaduk kuah buntutsambil menangis. Kami memasak nasi goreng,merebus aneka pasta, membuat adonan pizza,memotong daging ayam, mengupas kentang, semuaitu kami lakukan sambil menangis. Begitulah. Setiaphari selalu ada saja airmata yang meluncur darisepasang mata kami; mengalir membasahi pipi, dagu,dan menetes ke dalam setiap masakan kami.(Cerpen Resep Airmata karya Noor H. Dee dalam bukuSepasang Mata untuk Cinta yang Buta) 11. Dalam SP ini, pembaca mengikuti semua gerak dantindakan satu orang atau beberapa orang melalui kacamata sebuah kelompok. Narator dalam cerita yangberbicara mewakili kelompoknya (Kami), tidakpernah mengungkapkan jati dirinya kepada pembaca,seakan-akan dia tidak mempunyai jati diri, selain jatidiri kelompoknya. SP orang pertama jamak ini bisaanda pilih, jika anda ingin membuat cerita dengan latarsebuah komunitas kecil seperti sekolah, masjid,keluarga, restoran, dll. Anda bisa memusatkanpenceritaan pada seorang tokoh yang memilikimasalah dengan lingkungan sekitarnya. Jika ini yangdipilih, maka Kami hanya menjadi tokoh tambahanyang menuturkan konflik yang dialami oleh tokohutama. Atau justru sekelompok orang itu (Kami)yang memiliki masalah dengan lingkungannya, sepertiyang bisa kita lihat pada cerpen Resep Airmata, karyaNurhadiansyah. Dengan demikian, Kami di dalamcerita sekaligus menjadi tokoh utama, sebagai pusatpenceritaan. 12. 3. SP Orang Kedua Pengarang menempatkan dirinya sebagai narator yang sedang berbicara kepada orang lain, menggambarkan apa-apa yang dilakukan oleh orang tersebut. SP ini menggunakan kata ganti orang kedua, Kau, Kamu atau Anda yang menjadi pusat pengisahan dalam cerita. 13. Kedua lututmu terasa lemas saat kau bersandar pada pemadamapi yang baru saja dicat merah, putih, dan biru. Nalurimu inginberlari mendekati mereka, berteriak, aku juga! Aku juga! Sekarangkau bisa merasakan penyangkalan yang sudah lama sekalikaulakukan; kau ingin berlari dan mengatakan kepadanya tentangkehidupanmu selama tiga puluh satu tahun tanpa dirinya, danmembuatnya berteriak dengan kepastian tanpa dosa: Oh, kausungguh putri yang cantik!(Cerpen Main Street Morning karya Natalie M. Patesch, pengarangcerpenasal Amerika)Pada SP ini pembaca seolah-olah diperlakukan sebagai pelakuutama. Pembaca akan merasa seperti seseorang yang tengahmembaca kiriman surat dari kerabat atau orang terdekatnya.Sehingga membuat pembaca menjadi merasa dekat dengan cerita,karena seolah-oleh dialah pelaku utama dalam cerita itu. 14. 4. SP Orang Ketiga Tunggal Pengarang menempatkan dirinya sebagai narator yang berada di luar cerita, atau tidak terlibat dalam cerita. Dalam SP ini, narator menampilkan tokoh-tokoh cerita dengan menyebut namanya, atau kata gantinya; Dia atau Ia SP orang ketiga dapat dibedakan berdasarkan tingkat kebebasan dan keterikatan pengarang terhadap cerita. Pada satu pihak, pengarang atau narator dapat bebas mengungkapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan tokoh Dia. Di pihak lain, pengarang atau narator tidak dapat leluasa menguangkapkan segala hal yang berhubungan dengan tokoh Dia, atau dengan kata lain hanya bertindak sebagai pengamat. 15. a. SP Orang Ketiga Mahatahu SP ini sering juga disebut SP mata tuhan. Sebab dia berlaku seperti tuhan terhadap tokoh-tokoh di dalam ceritanya. Pengarang atau narator mengetahui segala hal tentang tokoh- tokohnya, peristiwa, dan tindakan, termasuk motif yang melatarbelakanginya. Diabebas berpindah dari satu tokoh ke tokoh lainnya. Bahkan, pengarang bebas mengungkapkan apa yang ada dipikiran serta perasaan tokoh-tokohnya. 16. Ya ampun, luar biasa mimpiku ini, kata Tomas sambilmenghela napas, kedua tangannya memegang setir,memikirkan roket, wanita, wiski yang aromanya menyengat,rek kereta api di virginia, dan pesta tersebut.Sungguh visi yang aneh, pikir makhluk Mars itu, sambilbergegas membayangkan festival, kanal, perahu, parawanita dengan mata berkilauan b

Embed Size (px)
Recommended