Home >Documents >SUARA SATWA - profauna.net · Pemanfaatan Satwa Liar Pandangan Islam dalam Pemanfaatan Satwa Liar...

SUARA SATWA - profauna.net · Pemanfaatan Satwa Liar Pandangan Islam dalam Pemanfaatan Satwa Liar...

Date post:09-Mar-2019
Category:
View:254 times
Download:5 times
Share this document with a friend
Transcript:

Volume XVI No. 3/Juli-September 2012Volume XVI No. 3/Juli-September 2012

h: 32.536

v: 18.081

SSN 1411-4879SSN 1411-4879

Sulitnya Menemukan Landak danLabi-labi di Alam

30 Ekor Ular Cobra DibantaiDalam Sehari

Bahaya Zoonosis pada Satwa Liar

Pandangan Budha terhadapPemanfaatan Satwa Liar

Pandangan Islam dalamPemanfaatan Satwa Liar

Sulitnya Menemukan Landak danLabi-labi di Alam

30 Ekor Ular Cobra DibantaiDalam Sehari

Bahaya Zoonosis pada Satwa Liar

Pandangan Budha terhadapPemanfaatan Satwa Liar

Pandangan Islam dalamPemanfaatan Satwa Liar

SUARA SATWAMedia Informasi ProFauna Indonesia

Perdagangan Satwa Liar danBagian-bagiannya SemakinTak Terkendali

Perdagangan Satwa Liar danBagian-bagiannya SemakinTak Terkendali

Pemimpin Redaksi:

Redaktur Pelaksana:

Tim Redaksi:

Layout:

Email:

Rosek Nursahid

Radius Nursidi

Butet A. SitohangCandrika Citra SariEben HaezerIsma PrasthaniFitri AmaliaSuwarnoSwasti Prawidyamukti

Tandiyo Utomo

[email protected] (0341) 569506

Volume XVI No. 3/Juli-September 2012

Supporter dan pembacasuara satwa yangbudiman. Berbagai upayaterus dilakukan oleh ProFaunauntuk mengajak masyarakatsemakin peduli akankelestarian satwa liar, karenasatwa liar adalah satu kesatuanutuh yang melengkapi pulafitrah manusia sebagaikhalifah di muka bumi.Beberapa upaya telahmemberikan hasil baik dalambentuk suatu perubahan dimasyarakat, dan ada pulabeberapa upaya yang sampaisaat ini masih terus ProFaunalakukan untuk memberikanperubahan yang baik bagimasyarakat dan nasib satwaliar indonesia. Salah satuupaya yang sampai saat initerus dilakukan oleh ProFaunaadalah mendorong penegakanhukum.

Meskipun penegakanhukum perdagangan satwa liartelah menjadi salah satu isuprioritas di kementeriankehutanan dan juga dikepolisian, akan tetapi sampaisaat ini perdagangan satwa liartetap masih tinggi. Hal initerbukti dari surve yang baru-baru ini dilakukan olehProFauna. Meskipun surveisecara resmi hanya dilakukanoleh ProFauna di dua kotayaitu Palembang dan Jakarta,namun berdasarkan dariinformasi supporter ProFaunayang tersebar di seluruhIndonesia, fenomena yangsama juga terjadi di daerahtempat tinggal supporterProFauna tersebut. Pada edisikali ini, redaksi secara khususmenyoroti hal tersebut sertadimensi yangmempengaruhinya. Untuk

kampanye ini dilakukansebagai upaya semakinmenggugah kesadaranmasyarakat Indonesia untuklebih arif dan bijaksana dalammemanfaatkan binatang,terutama satwa liar. (RN)

Dari Redaksi

Redaksi

lebih melengkapi haltersebut, redaksi jugamencoba memberikanpandangan pada pembacasetia suara satwa tentangbeberapa dampak konsumsisatwa liar bagi kesehatan jikaditelisik secara medis. Dalamedisi kali ini redaksi jugasecara khusus menyorotitentang aturan agama dalampemanfaatan satwa liarsehingga diharapkanmasyarakat Indonesia sebagaiorang beragama mendapatkaninformasi pengetahuan yangbermanfaat.

Edisi kali ini juga menjadiistimewa karena juga diisiinformasi-informasimengenai kegiatan ProFauna.Sebagai organisasi Indonesiayang terdepan dalamkampanye, ProFauna jugamelakukan beberapa kegiatankampanye yang tersebar dibanyak kota besar sepertiJakarta, Malang, Bali, danSidoarjo. Kesemua kegiatan

Aktivis ProFauna Indonesia melakukan kampanye di Sidoarjo, Jawa Timur,untuk menghimbau masyarakat agar tidak membeli satwa liar yang diperdagangkan.

Surat Pembaca 1

Tanya:

Jawab:

Tanya:

Dear, ProFauna Indonesia.Langsung saja, saya inginmengajukan beberapapertanyaan diantaranya adalah1. Saya ingin bergabung dalam

ke-anggotaan ProFaunaIndonesia, tetapi sayamendapat kendala dalampendaftaran via online diwebsite ProFauna Indonesia.Bisakah membantu sayauntuk mengirimkan soft-copy formulir ke-anggotaanProFauna Indonesia melaluiemail?

2. Apa perbedaan antaraSuporter dengan AnggotaBulanan/Tahunan ?

Perdhana Putra - Kalimantan

Dear Mas Perdana,1. Untuk pendaftaran diluar

kota Malang bisa melaluihttp://goo.gl/qVzbX

2. Untuk sebutan Supporterkini disamakan jadi tidakada istilah Anggota bulananatau tahunan.

Selamat malam,saya sebagaiwarga Kota Bandung, sekali-gus sebagai penyayang hewanmerasa sangat prihatin dengannasib kera ekor panjang yangdieksploitasi untuk kepenting-an masyarakat, terutamasebagai doger monyet di daerahperkotaan. Karena penangkap-an kera ekor panjang tersebutdapat dikatakan kejam/sadis.Saya sangat bersyukur karenamasih ada lembaga yang peduliterhadap nasib satwa2 liar,karena selama ini saya tidaktahu untuk lapor kepada siapa.Saya hanya warga biasa yangtidak bisa berbuat banyak.

Untuk lebih lengkapnya diKota Bandung banyak sekalieksploitasi kera ekor panjangyang dapat ditemukan hampirdi setiap persimpangan jalan,seperti jalan Pasteur, BuahBatu, Asia-Afrika, Cipaganti,dan masih banyak lagi. Sayasangat berharap agar ProFaunadapat menghentikan fenomenaini, Semoga usaha kalianselalu diberkati dan dibalasoleh Allah yang maha kuasa.

Dear Stefanus,Terima kasih atas email dankepedulian anda tersebut.Sampai saat ini ProFauna tetapberusaha untuk mengedukasidan memberikan pemahamankepada masyarakat untuk tidakmenjadikan satwa liar sebagaitontonan melalui pemutaranfilm tentang kekejamandibalik sirkus satwa. ProFaunajuga terus melakukan edukasikepada masyarakat denganmemberikan pemahamanmengenai dampak burukberinteraksi dengan satwa liar.Misalnya kemungkinantertular penyakit yang dideritaoleh kera tersebut sepertiTBC, Hepatitis, Herpes dll.ProFauna akan sangatberterima kasih, jika anda jugamau melakukan upayapenyadaran minimal dilingkungan terdekat anda yaitukeluarga. Kami juga mengajakanda untuk menjadi bagiandari ProFauna dengan menjadiSupporter sehingga anda bisamenjadi bagian dari upayapenyelamatan dan pelestariansatwa liar di Indonesia.Demikian informasi dari kami,semoga bermanfaat

Jawab:

Tanya:

Perkenalkan, Saya PraditaSeti Rahayu, mahasiswijurusan Ilmu Komunikasi,FISIP UI. Saya dan dua orangteman saya, yakni SariOktavia dan ShintaSulistianingsih, sedangmembuat tugas terkait matakuliah "Liputan Investigasi"dan mengambil aperdagangan burung paruhbengkok dari Maluku danPapua yang melibatkanoknum aparat, seperti TNI.Kami pun telah melaksanakanwawancara terhadap pihakTNI, pihak Pasar Burung diPasar Pramuka, dan tentunyaIbu Irma dari ProFauna.Untuk itu, dan atas saran dariIbu Irma selaku perwakilanProFauna Jakarta, kamimemohon data-data terkaithal tersebut dari ProFaunapusat. Data-data ini akankami gunakan sebagai bahanpendukung liputan kami.Data yang kami butuhkanyaitu: 1. Laporan "TerbangTanpa Sayap" Bagian 1, 2 danyang terbaru jika adaPraditya Jakarta

Terima kasih telah menghu-bungi ProFauna Indonesia.Namun biasanya kami hanyamemberikan data kepadakolega dan SupporterProFauna saja.Untuk itu saya sarankan andamendaftar saja dulu menjadiSupporter ProFaunaIndonesia, agar permintaananda kemungkinan besar bisadipenuhi.Untuk pendaftaran SupporterProFauna bisa dilihat di linkberikut: http://goo.gl/DcITG

ngle

Jawab:

Volume XVI No. 3/Juli-September 2012

2

Pada bulan Maret-Mei2012 ProFaunaIndonesia telah melakukansurvey di beberapa kotabesar di Indonesia terutamaPalembang dan Jakarta.Survei ini dilakukanProFauna untuk mengungkapperdagangan primatakhususnya dan satwa liarlainnya secara umum. Hasilsurvei ProFauna tersebutdiharapkan dapat digunakanoleh para pihak terkait untukmengambil tindakanpenegakan hukum terhadapperdagangan primata dansatwa liar.

ProFauna Indonesiasebagai salah satu organisasiterdepan yang menangani isuperdagangan satwa liar,sudah sejak lama mendorongpemerintah untuk melakukanoperasi-operasi penegakanhukum mengingat tingginyatingkat perdagangan satwaliar. Berdasarkan wawancaradengan ProFaunaIndonesia, Rosek Nursahid,beliau menyebutkan bahwadalam kurun 5 tahun inipraktik perdagangan satwaliar di Indonesia justrusemakin mengalamipeningkatan. Jika dirangkingberdasarkan tingginyatingkat perdagangan satwaliar, yang saat ini sangattinggi diperdagangkanadalah spesies reptil sepertibiawak dan ular, hal initerungkap dari temuanProFauna tentang adanyapermintaan pengiriman 30ton reptil dari Jawa Timur ke

Chairman Pulau Bali. Kedua, padaspesies trenggiling danlandak. Ketiga pada spesiesprimata seperti lutung dankera ekor panjang, dan yangterakhir pada spesies penyu,demikian ungkap Rosek.

Untuk spesies trenggilingsendiri, Rosek mengatakanbahwa pada tahun 2008mabes polri berdasarkaninformasi dari beberapaorganisasi termasukProFauna berhasilmengungkap perdagangantrenggiling sebanyak 13, 8ton daging trenggilingdengan nilai kerugian negara

sekitar 36,4 milyar rupiah.Selanjutnya pada tahun 2011hingga tahun 2012pemerintah dan kepolisianjuga berhasil menggagalkanperdagangan trenggilingsebanyak lebih dari 12 ton.Meskipun saat iniperdagangan trenggilingsedikit tidak terlihat, namunProFauna meyakini jumlahperdagangan trenggilingtetap masih sangat tinggihanya saja saat ini dilakukanoleh para mafia dengan lebihtertutup dan rapih. Rosekmengungkatkan bahwaProFauna sejauh ini tetap

Perdagangan Satwa Liar dan Bagian-bagiannyaSemakin Tak Terkendali

Cover Story

Volume XVI No. 3/Juli-September 2012

mendapatkan informasimengenai perdagangantrenggiling tersebut.Sedangkan untuk landak,sampai saat ini perdagangantertinggi untuk jenis satwaberduri ini masih didominasioleh restoran yangmemperdagangkan daginglandak sebagai menuutamanya, seperti untuk satedan krengseng.

Lebih lanjut lagi, selainketiga spesies satwa tersebutdi atas Rosek jugamengungkapkan bahwaperdagangan satwa yangmasih sangat tinggi dijumpai

adalah primata, seperti lutungjawa, kera ekor panjang danjuga kukang. Tingginyaperdagangan jenis-jenisprimata ini selain untukdijadikan hewan peliharaan,juga diyakini memilikikhasiat obat jika dikonsumsi.Berdasarkan laporan hasilinvestigasi ProFauna,terungkap bahwa sate monyetdipercaya bisa meningkatkanvitalitas tubuh. Abon monyetuntuk menambah nafsumakan, dan untuk otakmonyet sendiri diyakini olehorang-orang yangmempercayainya dapat

mengatasi gangguan lemahsahwat. Namun semua itutetap memerlukan pengujiansecara medis.

Selanjutnya, jenis satwayang sampai saat ini jugamasih tinggi diperdagangkansalah satunya adalah penyu.Sebagai salah satu satwayang telah dilindungi olehUU di Indonesiaperdagangan penyu ini masihterbilang tinggi khususnyauntuk konsumsi. Meskipunsaat ini sudah sangat jauhpenurunannya jikadibandingkan 10 tahun yanglalu, akan tetapi perdagangansatwa ini tetap masih terjadisecara sembunyi-sembunyi.Sehingga perlu upaya lebihkeras lagi untuk mengungkapdan menghentikanperdagangannya.

Dari semua yangdisampaikan tersebut terlihatbahwa saat ini perdagangansatwa liar telah jugamengalami perubahan. Dariyang awalnya untuk hobi danpemeliharaan, kini menjadikonsumsi. Oleh karena itu,ProFauna Indonesia berharapkementrian kehutanan jugadapat lebih jeli lagi denganmelakukan kontrol rutin kerestoran-restoran yangdisinyalir menyediakanmenu daging satwa liar.Selain itu pemerintah jugadiharapkan dapat menindaktegas para pelakuperdagangan satwa liartersebut sesuai dengan aturanperundang-undangan yangberlaku, ungkap Rosek.

Cover Story 3

Volume XVI No. 3/Juli-September 2012

Selain berbagai hidangandari Landak, Bulus, danBiawak, depot tersebutternyata juga menjual minyakbulus dan minyak biawakyang menurut ibu itukhasiatnya tidak jauh berbedadari olahan dagingnya.Minyak bulus berkhasiatuntuk mengangkat sel-sel kulitmati dan menghaluskan kulit,Sedangkan minyak biawaksangat manjur untukmenyembuhkan penyakit kulitdan luka bakar. Minyak bulusharganya 50 rb/ 30 cc kalauminyak biawak harganyamulai 25 ribu rupiah, ungkapsi pemilik warung. Tidakhanya sekedar menjual, wanitatersebut mengakumenyembelih sendiri hewan-hewan yang dijadikan bahan

Jika anda dalam perjalananmemasuki kawasanKabupaten Malang, dapatdipastikan anda akanmenjumpai sebuah depotdengan papan nama cukupbesar dengan tulisan Landakyang pasti akan mengusik rasapenasaran. Rasa penasaran itupulalah yang mendasari timredaksi SS untuk menggaliinformasi. Ternyata, papannama itu milik sebuah warungmakan yang menjual beranekakuliner satwa liar seperti: satebiawak, sate landak, satebulus, krengsengan landak,krengsengan bulus,krengsengan biawak dll. Menumakanan yang ditawarkandepot tersebut tentunya tidakwajar bagi sebagian orang.Terlebih lagi, di salah satu

sudut ruangan terpajangtengkorak dan karapasberbagai macam binatang.

Dari informasi yangdiperoleh tim redaksi darisang pemilik, depot tersebuttelah berdiri sejak 7 tahunlalu. Wanita setengah bayatersebut menuturkan bahwamenu makanan dari landak,biawak, dan bulus memangterdengar ekstrim dan takbiasa, namun menu ini tetapdicari karena konon memilikikhasiat bagi kesehatanterutama untuk penyakit asma,gatal-gatal, dan juga untukmenghaluskan kulit. Dengankisaran harga Rp. 17.500 -25.000 satwa-satwa liartersebut diolah menjadiberbagai hidangan seperti sate,krengsengan, dan sup.

SulitnyaMenemukan Landak dan Labi-labi di Alam

Cover Story

Volume XVI No. 3/Juli-September 2012

4

Cover Story

baku masakannya. Keputusanuntuk menyembelih sendiridiambil dengan pertimbanganagar keaslian daging dapatlebih dipertanggungjawabkan.

Dia juga menambahkanjika pelanggan depotnyadidominasi oleh bapak-bapakyang datang berombongan.Sebagian besar dengan tujuanpengobatan. Untuk tujuantersebut pulalah beberapa kaliada tamu dari kota-kota besarseperti Jakarta dan Bali yangrela datang jauh-jauh ke depotini.

Masih dari sumber yangsama, hambatan yangdirasakan saat ini adalahbahan baku yang semakinsusah diperoleh. Saat ini,kiriman bahan baku untukwarung ini berasal dari

beberapa pemasok yangmendapatkan hewan-hewanyang dilindungi itu dari hutan,sungai, dan rawa-rawa yangada di sekitar Malang.

Selain makanan-makananaekstrim yang berbahan bakulandak, bulus, dan biawak,depot ini juga menjualmakanan yang berbahan bakuayam, kambing, dan kelinci.Namun, menurut penuturanibu pemilik depot, makananyang terlaris adalah yangberbahan baku landak, bulus,dan biawak.

Hal ini menunjukkanbahwa perdagangan dagingsatwa liar yang dilindungimasih marak di Indonesia.Pengobatan tradisional kadangdijadikan tabir untukmembenarkan tindakan

mereka. Apapun alasannya,tetap saja tindakan merekatak dapat dibenarkan karenatindakan mereka bisamenjadi salah satu faktorpendorong punahnya satwa-satwa liar yang dilindungi.Seharusnya pemerintahmemberikan sanksi yangtegas kepada pelaku-pelakuperdagangan atau perburuansatwa liar di hutan. Lebihdari itu, solusi yang baikjuga sangat diperlukan.Tidak hanya untukmenghentikan perburuanserta perdagangangan satwaliar sampai keakarnya, tetapijuga untuk menumbuhkankesadaran dalam dirimasyarakat akan pentingnyamemelihara kelestariansatwa dan habitatnya.

Volume XVI No. 3/Juli-September 2012

5

Itulah kalimat yang pertamakali diucapkan oleh pakAgus, pemilik sebuah rumahmakan yang menyediakanolahan daging cobra di daerahSingosari, Malang. Rumahmakan yang sudah berdirisejak tahun 1969 itu memilikibanyak penggemar dan bisamenghabiskan setidaknya300-500 ekor ular cobra dalamseharinya pada tahun 70sampai 80an. Meski sekarangpengunjungnya tidak seramaidulu, pria berdarah Cina yangmerupakan generasi ke-4 inimengaku dalam seharinyamemotong sekitar 20-30 ekorular cobra berbagai jenis.Selain ular cobra, rumahmakan yang buka mulai pukul8 pagi ini juga menyediakanmasakan berbahan dasardaging trenggiling dan bulus.

Daging cobra mampu iaolah menjadi beragam jenismasakan mulai dari asemmanis, krengsengan, digoreng,dijadikan sate dan masihbanyak lagi. Lebih mirisnyalagi, pria yang sudah 9 kalitergigit ular cobra (namunmasih terselamatkan berkatobat ramuannya sendiri) inimengungkapkan bahwa untukmeyediakan satu porsi sajahidangan di meja makandibutuhkan 4 sampai 5 ekorular cobra dengan mematokharga Rp 20.000,- sampai Rp25.000,- per porsinya.Berwacana dari ungkapan ular

cobra ibarat pohon kelapa tadi,lantas tidak hanya dagingyang diolah menjadi makananmelainkan empedu, darah,(empedu dan darah banyakdikonsumsi dengan alasansebagai pengobatan alternatif)dan bahkan kulit ular yangsudah ia sulap menjadiberagam aksesoris seperti tas,dompet, tempat perhiasanserta ikat pinggang jugatersedia di rumah makan itu.Setiap minggunya rumahmakan ini mendapatkanpasokan ular cobra yangmencapai 200 ekor daribeberapa pemburu ular cobradi Malang Selatan. Hanya ularcobra berukuran minimum 1,2meter saja yang dia belidengan harga Rp 37.500,- perekornya. Sedangkan untukbulus dan trenggiling ia belidengan harga yang cukupmahal yaitu mencapai Rp600.000,- per ekor. Olehkarena itu olahan daging bulusdan trenggiling tidak tersediasetiap waktu.

30 Ekor Ular Cobra Dibantai Dalam Sehari

Ular cobra itu ibarat pohonkelapa, semua yang ada

pada tubuhnya bisadimanfaatkan.

Saat ditanya mengenaikeamanan dan kelegalanmengonsumsi daging satwaliar ini, dengan penuhkepercayaan diri pak Agusmemberikan secarik kertasyang berisi mengenai khasiatempedu ular cobra sertabeberapa jenis penyakit yangyang berhasil disembuhkanberkat mengonsumsi baikempedu, darah, maupundaging ular cobra. Yang lebihmengejutkan lagi, beliaumengaku bahwa rumah makanmiliknya telah mengantongiijin untuk menjual satwa liarbaik dalam bentuk hasilolahan maupun yang masihdalam keadaan hidup. Ia jugaberpendapat bahwa usahaseperti ini tidak perlu terlaludipermasalahkan karena ularcobra memiliki banyakmanfaat bagi kesehatanmanusia dan lagipulamenurutnya populasi ularcobra di Jawa Timurkhususnya Malang Selatanmasih sangat banyak.

Sumber: rumahfirman.com

Cover Story

Volume XVI No. 3/Juli-September 2012

6

Meningkatnya permintaandaging reptil untukkonsumsi di berbagai daerahberbanding lurus denganpotensi penularan infeksipathogen dari reptil kemanusia. Sebuah studimenunjukkan, hewan reptilyang dikonsumsi memilikibeberapa resiko kesehatanterhadap masyarakat. Hasilpenelitian yang diterbitkandalam

menggungkapkan banyakresiko kesehatan yang akanmuncul mana kala manusiamengonsumsi daging reptil.

The European FoodSafety authoity Journal

Konsumsi reptil berbahayadikarenakan reptil merupakansalah satu jenis satwa liar yangsecara alami di dalam tubuhnyaterdapat bakteridan parasit

dan Trichinella.Semua agen biologis

tersebut bersifat zoonosis ataudapat menular ke manusiaujar Olivier Andreoletti, yangdi sampaikan dalam

, Kamis(18/10/07). Hal ini didukungoleh pernyataan drh. Nur PurbaPriambada sebagai seorangdokter hewan yang di

Salmonella. SpSpirometra,

pentastomids

ScientificOpinion of the Panel onBiological Hazards

concern

dunia satwa liar mengatakanbahwa Reptil merupakan agentransmisi penyakit zoonosiskarena bakteri seperti

merupakan floranormal bagi mereka ditambahparasit serta virus yangdibawanya. Beliaumenghimbau untukmenghentikan mengonsumsidaging satwa lari seperti reptil,primata, atau satwa-satwa liarlainnya karena merupakanbentuk kegiatan yangmenciderai kesejahteraanhewan sekaligus memperbesarpeluang menyebaran penyakitzoonosis dan mengganggukeseimbangan ekosistem.Sehingga sangat disayangkanjika ada orang yangmengonsumsi satwa liar apalagiyang dilindungi.

Mengonsumsi daging ularmemberikan pengaruh negatifbagi kesehatan. Beberapasumber melaporkan bahwalebih dari 90 % kasus manusiayang terinfeksi pentastomiasis,sejenis cacing dalam bentuk

yang banyak ditemukanpada daging ular mentah.Cacing ini akan menginfeksiseluruh bagian tubuh manusiaseperti sistem pencernaan, liver,paru-paru hingga ke mata.Kebanyakan infeksi tidakmenunjukkan gejala danditemukan secara kebetulan.Namun, konsekuensi yang fataltelah dilaporkan dalambeberapa kasus. Sejauh inibelum ada pengobatan khususuntuk menyakit ini sesuaiseperti yang di sampaikanDennis Tappe, seorang penelitidari Jerman (24/02/09).

salmonella

nymphs

Bahaya Zoonosis Pada Satwa Liar

Cover Story

Volume XVI No. 3/Juli-September 2012

7

Senada dengan apa yangdiyakini oleh agamaIslam, budha pun sebagaisuatu ajaran agama yangdiakui di Indonesia jugamengajarkan umatnya untukbersikap welas asih kepadamahluk hidup, hal ini sepertitertuang pada janji harianpenganut Budha yangberbunyi: Panati pataweramani sikha padang

samma diyami. (Aku berjanjimelatih diri menghindaripembunuhan makhluk hidup).

Dari hasil perbincangandengan bapak Haryono,Sekretaris WALUBI MalangRaya, pada hari Selasa,(24/7/12) tim redaksi SuaraSatwa mendapat beberapainformasi baru terkaitpandangan Buddha (agama)terhadap satwa liar. Buddha

selama ini sering diidentikkandengan vegetarian, namunsebetulnya dalam kitab tidakada teks yang melarangpengikutnya untukmengonsumsi hewan, yangada hanyalah bahwa kitadilarang melakukan perbuatanmenyiksa, menyakiti, danmembunuh. Seiringberkembangnya zaman, tekstersebut kemudian dipahami

Selama ini begitu banyakinformasi yang beredarbaik didunia nyata maupundunia maya mengenaikhasiat satwa liar untukkesehatan, terutama satwa-satwa yang tergolong satwaliar yang buas, seperti ularkobra, biawak, atau spesiessatwa lainnya. Sebagainegara yang mewajibkanbagi warganya untukmemeluk agama, tentunyaada batasan-batasan agamapula yang harus dijadikanpegangan selain undang-undang mengenaiperlindungan jenis satwa liaryang telah dibuat olehpemerintah. Oleh karenaadanya batasan agamatersebut, maka perlu puladiketahui seperti apapandangan agama terhadappenggunaan satwa liar untukkonsumsi ini. Dengan

diketahuinya pandanganagama tentunya diharapkanada perubahan dalammasyarakat yangberagama di Indonesia initerkait pemanfaatan satwaliar sebagai obat ataukuliner.

Islam meyakini bahwapemanfaatan satwadiperbolehkan sesuai dengantuntunan al qur'an sepertipada ayat berikut ini :

Dan dia telahmenundukkan untukmuapa yang di langit danapa yang di bumisemuanya, sebagairahmat daripada-Nya.Sesungguhnya pada yangdemikian itu benar-benarterdapat tanda-tandakekuasaan Allah bagikaum yang berfikir.(Q.S. Al-Jasiyah, 45:13)

Sementara itu, selain diberikeluasan untukmemaanfaatkan tersebut,Allah juga memerintahkanmanusia untuk tidak berbuatkerusakan, yaitu :

Dari dua ayat Al Qur'antersebut telah jelas terlihatbahwa selain memiliki hakuntuk memanfaatkan, manusiajuga memiliki tanggung jawabuntuk menjaga.

Dan janganlah kamumembuat kerusakan dimuka bumi, sesudah(Allah) memperbaikinyadan berdo'alah kepada-Nyadengan rasa takut (tidakakan diterima) danharapan (akan dikabulkan).Sesungguhnya rahmatAllah amat dekat kepadaorang-orang yang berbuatbaik.(Q.S Al-A'raf:56)

Pandangan BudhaTerhadap Pemanfaatan Satwa Liar

Cover Story

Pandangan Islamdalam Pemanfaatan Satwa Liar

Volume XVI No. 3/Juli-September 2012

8

Cover Story

Selain dari adanya ayat Al-Qur'an yang membolehkanpemanfaatan, Islam jugamemiliki tata aturan yangmengatur bentuk-bentukpemanfaatan, yaitu :perburuan, jual beli satwa,pemanfaatan satwa untukpengobatan, pemeliharaansatwa liar untuk hobi,pemanfaatan satwa untuksirkus, dan adu satwa.

Keenam hal yangsemuanya berhubungan ini,dapat dijelaskan bahwa Islamsecara tegas melarangmembunuh mahluk yangbernafas jika tidak ada alasanyang masuk akal. Selanjutnya,jual beli satwa, meskipunhukum jual beli adalah halal,akan tetapi jika jual belitersebut terkait dengan barangyang diharamkan sepertimenjual satwa buruan makahukum jual beli tersebut

menjadi haram. Sedangkanpemanfaatan satwa untukpengobatan islam secara tegasjuga mengatakan bahwadiharamkan untukmenggunakan obat darisesuatu yang haramdikonsumsi. Namun, ada hal-hal khusus yangmemperbolehkan jikamemang tidak ditemui lagiobat-obatan yang halal dan itupun masih harus mendapatkanrekomendasi dari seorangdokter ahli. Lebih lanjut lagiterkait dengan pemeliharaansatwa untuk hobi, padadasarnya seluruh jenisbinatang boleh dipelihara,namun usaha untuktercapainya pemanfaatan itujuga tidak boleh bertentangandengan syara'. Sedangkanberkaitan dengan sirkus satwa,pada dasarnya hokum asalsirkus satwa itu

diperbolehkan, namun dengansyarat tidak merubah karakteralamiah satwa, tidak boleh adaunsur menyakiti hewan yangdilatih dalam pelatihansirkusnya, dan tidak boleh adaunsur menyakiti dalampertunjukannya. Dengandemikian jika dalam satwa ituterdapat unsur menyakitibinatang maka sirkus satwatersebut menjadi haramhukumnya. Karena faktamenunjukkan bahwa satwasirkus itu umumnya dilatihdengan cara-cara menyakitibinatang. Begitu pun halnyadengan adu satwa. Jika adusatwa ini dalam bentukmenyabung, maka Islammengharamkan hal tersebut.Namun Islam membolehkanperlombaan hewan selama haltersebut ditujukan untukmelatih atau untuk kesehatanhewan tersebut.

oleh sebagian umat sebagailarangan mengonsumsi hewanbaik kita turut sertamembunuhnya maupun tidak(misalnya membeli dagingsiap masak).

Dalam aliran BuddhaTantrayana yang dianutnya,pokok ajaran terletak padajanji pribadi untuk tidakmenyakiti makhluk lain,karena setiap makhluk punya

hak untuk berbahagia.Selama itu menjadi alternatifeterakhir dan kita tidak turuntangan langsung dalam prosespenyembelihan, maka tidakjadi masalah karenadiharapkan setelahmengonsumsi obat tersebutkita bisa sembuh dan kembaliberbuat kebaikan. Namun, halitu kembali pada pemikiranmasing-masing individu

karena dalam keseharian,kita juga terikat oleh aturannegara yang melarangkonsumsi satwa liarterutama yang berstatusdilindungi. Perbuatan adalahharta kita, maka harusnyadiisi dengan penuh kebaikandan cinta kasih. Sabhe sattabhawantu sukhitata(Semoga semua makhlukberbahagia).

Volume XVI No. 3/Juli-September 2012

9

Wanita manapun pastiingin selalu tampilcantik secara fisik. Untukmenunjang penampilannya,para wanita biasanyamenggunakan riasan wajahmaupun pernak-pernik atauaksesori. Istilah

sendiri sudah adasejak abad ke-19 yangtentunya keberadaan aksesoriini sudah menunjangpenampilan nenek-nenekmoyang kita jauh sebelumnya.Pada jaman dahulu ketikateknologi belum menyentuhperadaban manusia, sebagianpakaian dan aksesori wanitabisa saja berasal dari bagiantubuh satwa liar seperti kulit,

fashionaccessory

tulang, cangkang dansebagainya. Namun demikian,ketika kemajuan zaman sudahsemakin canggih dan manusiamampu menciptakan benda-benda kebutuhannya denganbantuan teknologi, masihkahkita, terutama para wanita,menggunakan aksesori yangberasal dari bagian-bagiantubuh satwa liar untukmempercantik diri? Jikademikian, bukan saja kitamenyamakan diri dengannenek moyang yang, maaf,biadab atau belum beradab;tetapi sama halnya jugadengan kita membunuh satwaliar tersebut karena untukmemperoleh bagian-bagian

tubuh satwa liar yang semakinpunah itu harus dibunuh ataudisembelih terlebih dahulu.

Inilah salah satu alasan yangmelatar belakangi ProFaunaIndonesia untuk menggelarkampanye unik di kota-kotabesar di Indonesia dan mengajakmasyarakat khususnya kaumwanita agar turut membantupelestarian satwa liar. Dalamkampanye bertajuk TampilCantik Tanpa Membunuh SatwaLiar itu, ProFauna menyerukanagar para wanita tidak membeliperhiasaan atau kerajinan yangmengandung bagian tubuhsatwa. Bagian tubuh satwa yangsering digunakan untukkerajinan dan perhiasan itu

Tampil CantikTanpa Membunuh Satwa Liar

ProFauna News

Volume XVI No. 3/Juli-September 2012

10

ProFauna News

adalah sisik penyu. Padahalsemua jenis penyu diIndonesia sudah dilindungiUndang-undang.

Survei ProFaunamenunjukan bahwa di Bali,Yogyakarta, Banyuwangi,Pangandaran dan Jakarta,penjualan perhiasaan ataukerajinan yang mengandungsisik penyu masih saja terjadi.Kerajinan itu dalam bentukgelang, kalung, kipas, kotaktempat perhiasaan dan anting-anting. Dan konsumenterbesar dari barang-barang ituadalah kaum wanita.

Kampanye dilakukan dipusat-pusat keramaian kotayang rawan terjadinya

perdagangan perhiasan yangmengandung bagian tubuhsatwa. Dalam kampanye itu,tim ProFauna yang terdiri dariwanita-wanita cantikmembentangkan spandukbertuliskan Tampil CantikTanpa Harus MembunuhSatwa Liar. Ketua ProFaunaIndonesia, Rosek Nursahid,menyatakan, Sungguh tidakberadab jika ada orang yangmempercantik dirinya namundengan membunuh satwa liar,karena untuk mengambil sisikpenyu yang digunakanperhiasan itu pasti akanmembunuh penyu.

Seperti kampanyeProFauna yang dilakukan di

Kota Malang pada tanggal 26April 2012, aktivis ProFaunamampu menyedot perhatianmasyarakat dan media massa.Apalagi yang melakukankampanye itu adalah wanita-wanita cantik yang mengajakmasyarakat untuk turut peduliakan pelestarian satwa liarIndonesia.

Perdagangan bagian tubuhsatwa dilindungi seperti penyuitu dilarang oleh undang-undang. Menurut UU No 5tahun 1990 tentangKonservasi Sumber DayaAlam Hayati danEkosistemnya, pelakuperdagangan satwa dilindungitermasuk bagian tubuhnya itubisa diancam hukumanpenjara 5 tahun dan denda Rp100 juta. ProFauna jugamengajak kaum wanita untuktidak membeli satwa liarseperti kukang, burung nuri,elang, primata dan jenislainnya. Dengan tidakmembeli satwa liar itu berartiakan membantu menghentikanperdagangan satwa liar karenalebih dari 95% satwa liar yangdiperdagangkan itu adalahhasil tangkapan dari alam.

Dengan jumlah populasiwanita di Indonesia yang lebihdari 127 juta jiwa, peranwanita dalam pelestariansatwa liar sangat vital. Apalagisecara umum wanita Indonesialebih punya kedekatan dengananak atau keluarga, sehinggalebih punya peluang besaruntuk mendidik anaknya agarturut peduli akan pelestariansatwa liar Indonesia.

Volume XVI No. 3/Juli-September 2012

11

Perdagangan satwa liarmenjadi ancaman palingserius bagi kelestarian satwaliar Indonesia setelah ancamansemakin menyempitnyahabitat. Survei ProFaunaIndonesia selama bertahun-tahun menunjukan bahwasebagian besar satwa liar yangdiperdagangkan di Indonesiaadalah hasil tangkapan darialam, bukan hasilpenangkaran. Hal inimenyebabkan terjadinyakepunahan lokal pada beberapajenis satwa endemik Indonesia.Salah satu penyebab masihmaraknya perdagangan satwalangka yang dilindungi adalahrendahnya penegakan hukum.Meski demikian beberapaaparat penegak hukum diberbagai daerah terlihatmempunyai komitmen untukmemerangi perdaganganillegal satwa liar. Sayangnya,banyak petugas penegakhukum yang kurangmemahami identifikasi jenissatwa liar yang dilindungi.Untuk itulah ProFaunaIndonesia dengan didukungoleh Born Free Foundationmencetak poster dan(buku kecil) tentangidentifikasi jenis sawa liarIndonesia yang seringdiperdagangkan.Poster dan itudibagikan secara gratis kepetugas penegak hukum yaitupolisi dan DepartemenKehutanan. Di beberapatempat, ProFauna juga

booklet

booklet

melakukan pelatihan langsungke petugas tentang identifikasisatwa yang diperdagangkan.Petugas di lapanganmenyambut baik adanyaposter dan tersebutkarena mereka seringkesulitan untukmengidentifikasi jenis satwaliar yang diperdagangkan.Poster tersebut oleh petugasjuga dipasang di pasar burungyang menjadi lokasiperdagangan satwa liar,dengan harapan para pedagangakan mengetahui jenis satwaliar yang tidak bolehdiperdagangkan.Rosek Nursahid, KetuaProFauna Indonesia,mengatakan, ProFauna

booklet

Indonesia selalu mendukungupaya penegakan hukumuntuk membasmi perdaganganilegal satwa liar Indonesia.Tanpa penegakan hukum yangtegas, perdagangan satwalangka akan semakin menjadi-jadi yang bisa mengancamkelestarian satwa liarIndonesia. Selain melakukanpelatihan dan membagikanposter tentang identifikasisatwa liar yangdiperdagangkan, ProFaunajuga aktif melakukanivestigasi untuk mengungkapperdagangan ilegal satwa liar.Hasil investigasi itu banyakditidaklanjuti oleh petugashukum dengan melakukanpenyitaan dan proses hukum.

Poster dan BookletIdentifikasi Satwa yang Diperdagangkanuntuk Petugas Penegak Hukum

ProFauna News

Volume XVI No. 3/Juli-September 2012

12

Untuk kesekian kalinya,ProFauna Indonesiamembantu Taman NasionalMerubetiri untukmeningkatkan kemampuanpetugasnya dalam halpengelolaan taman nasional.Pada tanggal 21-22 Februari2012 ProFauna bekerja samadengan Petungsewu WildlifeEducation Center (P-WEC)melatih petugas TamanNasional Merubetiri tentanginventarisasi burung dan jugapengembangan eko wisata.Dalam pelatihan yangdiadakan di P-WEC tersebut,petugas dari divisi PengendaliEkosistem Hutan (PEH)tersebut belajar praktis tentangsensus burung. Ini penting

karena Taman NasionalMerubetiri menjadi habitatlebih dari 180 spesies burung.

Pelatihan inventarisasiburung itu diberikan olehAsep Purnama, staf P-WECyang punya pengalamandalam hal sensus burung danjuga primata. Selainmeningkatkan kemampuandalam hal inventarisasiburung, petugas tamannasional itu juga mendapatkanpelatihan tentangpengembangan ekowisatayang diberikan oleh RosekNursahid, ProFaunaIndonesia. Rosek yangberulang kali berkunjung keTeman Nasional Merubetiri itumemberikan masukan tentang

chairman

pengembangan wisata alamdengan obyek berupa satwaliar, karena di taman nasionalini menjadi habitat lebih dari217 jenis satwa.

ProFauna mempunyaiperhatian serius terhadappengelolaan kawasankonservasi alam seperti tamannasional, karena kawasankonservasi alam idealnyamenjadi rumah yang amanbagi satwa liar. Selainmendukung Taman NasionalMerubetiri denganmengadakan pelatihan,ProFauna juga membantukawasan konservasi alamlainnya seperti TamanNasional Baluran dan TamanHutan Raya R Soerjo.

ProFauna LatihPetugas Taman Nasional Merubetiritentang Sensus Burung

ProFauna News

Volume XVI No. 3/Juli-September 2012

13

Meluasnya perkebunansawit yang mengikishutan di Kalimantan memicuterjadinya konflik antaraperkebunan sawit dan satwaliar khususnya orangutan.Orangutan seringkali dianggaphama, sehingga orangutandibantai secara sistematisseperti dalam kasus di KutaiKartanegara, KalimantanTimur. Untungnya pelakupembantai orangutan di Kutaitersebut akhirnya divonisbersalah, meskipun denganhukuman ringan yaitu hanya 8bulan penjara pada tanggal 18April 2012. Seharusnyapelaku pembantai orangutanitu divonis dengan hukumanmaksimal yaitu penjara 5tahun seperti yang disebutkandalam UU no 5 tahun 1990tentang Konservasi SumberDaya Alam Hayati danEkosistemnya.

Selain pentingnyapenegakan hukum, dalamkasus konflik orangutan dansawit, perlu juga dilakukanpedekatan secara langsung kemasyarakat lokal dan pihakperkebunan sawit. ProFaunaIndonesia memandang sangatpenting untuk meningkatkankesadaran masyarakat lokaldan perkebunan sawit untukmenjaga kelestarianorangutan. Untuk ituProFauna Indonesia bekerjasama dengan Yayasan Palung(organisasi lokal yang aktif diKalimantan Barat) dengandukungan dari Humane

Society International (HSI)mulai bulan Mei 2012melakukan serangkaiankampanye dan pelatihan diKetapang, Kalimantan Barat,untuk meredam konflik antarasawit dan orangutan.

Kabupaten Ketapangmerupakan kabupaten terluasdari 14 kabupaten di ProvinsiKalimantan Barat dengan luaswilayah sebesar 31.588 km2atau 21,8% dari luas totalwilayah Kalimantan Baratyang sebesar 146.807 km2.Kabupaten Ketapangdaerahnya penuh denganhutan yang terdiri terdiri daritaman nasional, cagar alam,Hutan Produksi Terbatas(HPT), Hutan Lindung (HL)dan Hutan Produksi. Kawasanhutan yang ada di Ketapangmenjadi habitat berbagai jenissatwa langka seperti orangutan( ), bekantan( ), kelimpau( ), kelasi( ),beruang madu (

), trenggiling( ), kukang

Pongo pygmaeusNasalis larvatusHylobates muelleriPresbytis rubicunda

HelarctosmalayanusManis javanicus

( ) dansebagainya. Namunkeberadaan satwa tersebutkhususnya orangutanterancam akibat semakinberkurangnya hutan karenaberubah menjadi lahanpertanian dan perkebunankelapa sawit.

Adanya lahan pertanian danperkebunan tersebut memicuterjadinya konflik antara satwadan manusia. Pada tahun 2011saja tercatat ada 5 kasuskonflik antara masyarakat danorangutan. Konfik denganorangutan tersebut melibatkanbeberapa perusahaan kelapasawit. Di Kabupaten Ketapangdan sekitarnya sedikitnya ada75 perusahaan kelapa sawit.Pada tahun 2010-2011ditemukan kerangkaorangutan di areal PT LimpahSejahtera dan penangkapanbayi orangutan di PT AndesSawit Lestari. Pada rentangtahun yang sama ditemukan 3orangutan di areal landclearing PT Kayang AgroLestari.

Perdagangan orangutan dan

Nycticebus sp

Mengurangi KonflikOrangutan dan Sawit di Kalimantan BaratMelalui Pelatihan dan Penyuluhan

ProFauna News

Volume XVI No. 3/Juli-September 2012

14

kelempau di Ketapang jugacukup tinggi. Survei yangdilakukan oleh YayasanPalung pada tahun 2004-2010tercatat ada sedikitnya 98 ekororangutan dan 89 ekorkelempau yang dipeliharasecara ilegal di KabupatenKetapang.

Tim ProFauna Indonesiadan Yayasan Palung dengandidukung oleh HSI terjunlangsung ke lapangan denganmengadakan penyuluhan danpelatihan bagi masyarakatdesa dan pekerja perkebunan

Kampanye Langsung diMasyarakat Lokal danPerusahaan Sawit

sawit di Ketapang,Kalimantan Barat. ProFaunamelatih kepada pekerjaperkebunan sawit tentangpenanganan orangutan yangmasuk ke perkebunan sawit,sehingga orangutan tidakdibunuh atau dilukai. Padabulan Juni 2012, tim sudahmelaksanakan pelatihan danpenyuluhan untuk duaperusahaan. Sejauh ini sudahada beberapa perusahaan sawityang tertarik mengikutipelatihan ini dan berkomitmenuntuk tidak membunuhorangutan yang masukperkebunan sawit mereka.

Sedangkan untukmasyarakat lokal, timProFauna dan Yayasan Palung

berkunjung ke desa-desa yangada di sekitar perkebunansawit untuk meningkatkankesadaran mereka tentangpelestarian orangutan.Termasuk diantaranya adalahDesai Sungai Besar, DesaSungai Pelang dan DesaIndotani. Hingga tulisan inidibuat pada akhir Juli 2012,tim masih dan akanmelaksanakan kunjungan kebeberapa desa lainnya.

Semoga pendekatanpelatihan dan penyuluhan keperusahaan sawit danmasyarakat desa ini bisamengurangi pembunuhanorangutan di Kalimantan,khususnya di KetapangKalimantan Barat.

Green Warrior,Tim Khusus ProFauna untuk Kampanye

Untuk mempergencarkampanye tentangperlindungan hutan dansatwa liar Indonesia,ProFauna membentuk timkhusus yang akan melakukankampanye isu tersebut. Timkhusus yang diberi namaGREEN WARRIOR itudiseleksi secara ketat dariSupporter ProFaunaIndonesia yang berasal dariberbagai daerah. GREENWARRIOR akan menjadi timinti ProFauna dalammelakukan kampanye-kampanye yang unik, atraktifdan berani tentangperlindungan satwa liar danhabitatnya.

Sebelum bergabungmenjadi tim GREENWARRIOR, anggota tim

dilatih secara intensif tentangtehnik kampanye, bela diridan juga evakuasi satwa.Selain melakukan kampanye,tim GREEN WARRIOR jugaakan menjadi tim inti dalamprogram penyelamatan satwaliar yang dilakukan olehProFauna, khususnya ketikaterjadi bencana alam.Sebelumnya, setiap adabencana alam seperti kasustsunami Aceh, gempa bumi diSumatera Barat, GunungMerapi yang meletus dangempa bumi di Yogyakarta,ProFauna selalu mengirimkantim untuk melakukan upayapenyelamatan satwa korbanbencana alam.

Anggota GREENWARRIOR semuanya bekerjasecara sukarela. Mereka

direkrut dan diseleksi dariSupporter ProFauna yangtersebar luas di seluruhIndonesia. SupporterProFauna adalah para relawandengan latar belakang dan asalyang berbeda. Adanya timGREEN WARRIOR ini akansemakin memperkuat gerakanperlindungan satwa liar diIndonesia yang dilakukan olehProFauna. Kini ProFaunamenjadi organisasi terdepandibidang perlindungan satwaliar Indonesia. ProFaunaorganisasi yang kecil secarakeuangan, namun sangatefektif dan dinamis karenadidukung oleh ribuanSupporternya yang terlibatsecara langsung dalamkampanye-kampanyeProFauna.

ProFauna News

Volume XVI No. 3/Juli-September 2012

15

Edukasi Konservasi Nuri dan Kakatua di Maluku Utara

ProFauna selalu aktif dalammengampanyekanperlindungan atau konservasiburung Nuri dan Kakatua sejaktahun 2000. Di habitat asliburung paruh bengkok tepatnyadi Maluku, ProFauna bersamaperwakilannya, IskandarAbdullah, gencar melakukankampanye edukasi kepadamasyarakat dan generasi muda.Pada bulan Mei 2012, ProFaunamelakukan pemutaran filmkonservasi buatan organisasitersebut dihadapan anggotaPramuka Penggalang diTernate, Maluku Utara.

Film pertama yang diputarberjudul Pesan MathiasMuchus untuk HutanIndonesia. ProFauna Malukuingin menyampaikan betapa

pentingnya hutan sebagaihabitat burung Nuri danKakatua yang juga menyanggakehidupan manusia. Filmberdurasi 6 menit tersebutmampu menggugah para siswayang berasal dari SMP Islam 1Ternate dan SMP Negeri 2Tidore Kepulauan untuk ikutperduli dan turut serta dalammenjaga hutan.

Film kedua adalah tentangkumpulan cuplikan pesanperlindungan burung Nuri danKakatua yang disampaikan olehtokoh-tokoh agama dan adatMaluku Utara. Setelahmenonton film dengan judulSuara Masyarakat MalukuUtara tersebut para siswamenyampaikan keprihatinannyaatas penangkapan dan

ProFauna News

pemeliharaan burung Nuri danKakatua yang masih sajadilakukan oleh tetangga ataukeluarga di sekitar mereka.Salah satu siswa menyampaikanpendapatnya kepada ProFaunaMaluku, Masyarakat perlukegiatan penyadaran sepertiyang dilakukan ProFauna. Filmini harus diputar di sekolah-sekolah dan tempat-tempatlainnya. Kami akan cerita keteman-teman bahwa Nuri danKakatua di Maluku harusdilindungi. Pernyataan tersebutdiamini oleh Iskandar yanglantas menambahkan komentarbahwa jika Nuri dan Kakatuaserta hutan di Maluku terusdilindungi maka bisamendatangkan pendapatan darikegiatan wisata alam.

ProFauna Evakuasi 2 Ekor Orangutan di Pasuruan

Pada akhir Juni ProFaunamendapat telpon dariBareskrim satuan 4 SumdalingPolda Jawa Timur. Dalamtelpon tersebut Sat 4Sumdaling Polda Jatimbermaksud meminta bantuanProFauna untuk mengidentifi-kasi satwa di pasuruan terkaitstatus hukum dan metode yangharus diterapkan dalammengevakuasi satwa tersebut.Satwa tersebut dimiliki oleh H.Soekamto seorang pengusahadi Kota Pasuruan. Setelahdilihat ternyata satwa tersebutadalah 2 ekor orangutan yangsudah dewasa. Dari pengakuanpemiliknya orangutan tersebutdibeli karena kasihan.

Setelah dilakukanpengecekan kondisi, akhirnya

disepakati bahwa polisi akanmengevakuasi orangutantersebut pada hari Senin. Halitu dilakukan karena masihmenunggu kepastian lokasipenitipan satwa dari BBKSDAJawa Timur. Namun karenatempat penitipan yang belumjelas akhirnya evakuasi tersebuttertunda sampai tanggal 10 juli2012.

Dalam evakuasi tersebut,peran ProFauna lebih menjadipengawas yang mengawasiproses evakuasi yang dilakukanoleh tim dari Maharani Zoo.Meskipun berjalan sedikit alot,proses evakuasi berjalan lancarwalaupun memerlukan waktulebih lama karena kesulitandalam membius orangutantersebut. Akhirnya setelah lebih

dari 2 jam orangu-tan tersebutdapat dievakuasi. Berdasarkaninformasi dari BKSDA,orangutan tersebut akandititipkan sementara waktu diMaharani Zoo, Lamongan.Dalam proses evakuasi ini jugaterlihat bahwa pemilik orangu-tan tersebut sangat kooperatif.

Informasi yang diterimaredaksi Suara Satwa bahwaproses evakuasi tersebut jugaberlanjut pada proses hukum,karena H. Soekamto sebagaipemilik orangutan tidak bisamenunjukkan surat izin yangmenjadi bukti kepemilikansecara sah. Dari informasiterbaru yang redaksi SuaraSatwa terima saat ini, proseshukum masih pada tahap prosespemberkasan kasus.

Volume XVI No. 3/Juli-September 2012

16

Salah satu hal yangmembanggakan untukmenjadi aktivis ProFaunaadalah menyuarakankepentingan konservasimelalui aksi-aksi kampanyeuntuk mengajak masyarakatagar perduli terhadappelestarian satwa liar danhabitatnya. ApalagiProFauna Indonesia sudahdikenal dengan aksi-aksidalam demonstrasi yangdamai tetapi unik danatraktif. Dalam bulan Juli2012, para aktivis ProFaunakembali berjuang dalamrangkaian aksi yang digelardi tiga kota besar diIndonesia.

Aksi demonstrasi pertamadilakukan di Jakarta pada 4Juli 2012. Para aktivisProFauna melakukandemonstrasi di pintu masukmenuju Gedung DepartemenKehutanan di Ibukota untukmemprotes maraknyaperdagangan daging primata.Dalam aksinya, aktivisProFauna meletakan sebuahmeja dengan seorang wanitayang tubuhnya sepertiberlumuran darah berbaringdi atasnya. Di hadapan meja,duduk beberapa pria yangterlihat menyantap satedengan mulut yang jugaberlumuran darah. Aksi uniktersebut merupakan cerminbahwa perdagangan daging

Jakarta:Protes PerdaganganDaging Primata

ProFauna News

primata itu kejam dan tidakubahnya seperti memakanmanusia, karena secarabentuk dan fisiologi primatadan manusia tidaklah terlalujauh berbeda.

Investigasi ProFaunamenunjukkan bahwa di kotaPalembang, SumateraSelatan dan Jakarta masihterjadi perdagangan dagingdan otak primata.Konsumen utama otakprimata di Palembangadalah pelaut asing asalTaiwan, Cina, Korea danVietnam. Daging dan otakprimata dipercaya bisameningkatkan vitalitaskaum pria. Tentu saja hal inihanya mitos, karena tidakada bukti ilmiah yangmenguatkannya.

Setelah demonstrasi, timProFauna diterima olehpejabat dari DepartemenKehutanan. Dalampertemuan itu ProFaunamendesak agar pemerintahmenindak tegasperdagangan primata,apalagi perdagangannya itujuga meliputi jenis primatayang dilindungi sepertikukang dan siamang.

Di tempat terpisah KetuaProFauna Indonesia, RosekNursahid, mengatakan,"ProFauna memandangpenting kampanyepenyadaran masyarakatuntuk memutus rantaiperdagangan primata. Jikapembeli berkurang makaotomatis perdaganganprimata juga akan turun".

Bali:Protes Kuliner dari SatwaLiar

Berselang hanya seminggudari aksi pendahulunya, kaliini giliran para aktivisProFauna di Pulau Bali yangmemprotes seni memasak ataukuliner dari satwa liar. Belasanaktivis ProFauna Balimengecam maraknyasejumlah restoran di Indonesiayang menyuguhkan sajiankuliner dari satwa liar. Hampirsama dengan aksi di Jakarta,para aktivis tampil denganmelaburi dirinya dengancairan mirip darah sebagaisimbol kekejaman dibalikkuliner dari satwa liar, diLapangan Puputan BadungDenpasar, pada Rabu, 11 Juli2012.

Koordinator ProFauna BaliJatmiko Wiwoho mengatakan,hasil survei pihaknyamenunjukkan bahwa aksikonsumsi satwa liar itu sudahmemprihatinkan. Jatmikomenambahkan, satwa liaryang dikonsumsi adalahmonyet, trenggiling, penyu,lutung, ular, biawak danlandak. "Itu baru yangterdeteksi oleh kami,kemungkinan masih adarestoran lainnya yangmenyuguhkan menu yangsama namun belumdiketahui," ujarnya.

Perdagangan daging satwaliar di restoran-restoran itumenjadi masalah konservasikarena asal satwa liar ituadalah hasil tangkapan dari

Rangkaian Aksidi Bulan Juli

Volume XVI No. 3/Juli-September 2012

17

alam. Jika penangkapansatwa liar di alam dilakukantanpa kontrol yang ketat,dikuatirkan akan memicukepunahan satwa liar secaralokal. Apalagi ada banyakjenis satwa liar yangdikonsumsi itu belumterdata dengan baik tentangpopulasinya di alam.Mengkonsumsi dagingsatwa liar juga tidak etis,karena seringkali satwa liaritu ditangkap dengan carakejam dan juga dibunuhsecara tidak manusiawi.

Salah satu cara untukmemutus rantaiperdagangan daging satwaliar itu adalah denganmengajak konsumen untukpeduli dengan cara tidakmembelinya. Indonesiamempunyai banyakalternatif makanan yanglezat dan sehat, tanpa harusmembunuh satwa liar yangkian langka keberadaannyadi alam. Saatnya menikmatimakanan yang sehat, lezatdan pro terhadap konservasisatwa liar.

Menyeberang kembalike Pulau Jawa, tepatnya diSidoarjo - Jawa Timur,aktivis ProFaunaberdemonstrasi untukmenghimbau masyarakatagar tidak membeli satwaliar yang diperdagangkan.Dalam aksi kampanye yangdilakukan pada hariMinggu, 15 Juli 2012 itupuluhan aktivis ProFaunabertiduran di tepi jalan dikawasan Taman Pinang

Sidoarjo:Jangan Beli Satwa Liar!

Juni 2012, menunjukanSurabaya masih menjadisalah satu kota yang palingbanyak menjual burung nuridan kakatua. Di ketigapasar burung itu denganmudah dijumpai berbagaijenis burung nuri dankakatua antara lain kesturiternate ( ),kakatua putih (

), nuri kalung ungu( ), nuri kepalahitam ( ), perkicipelangi (

), betet biasa( ), nurimaluku ( ),bayan ( ).Burung tersebutkebanyakan merupakantangakapan dari alam diPapua dan Maluku.

Para aktivis ProFaunabergabung denganorganisasi yang didirikansejak 1994 itu, berjuanguntuk perlindungan satwaliar dan habitatnya melaluiaksi demonstrasi damai danunik untuk mengajakmasyarakat agar lebihperduli terhadap konservasidan bertindak nyata melaluicara yang paling sederhanayakni berhenti membeli dantidak lagi mengonsumsisatwa liar dan bagian-bagian tubuhnya.

Dari rangkaiankampanye tersebut,berdasarkan informasi yangditerima oleh redaksi suarasatwa diketahui bahwatidak lama berselang darikampanye yang dilakukandi Jakarta aparat penegakhukum melakukan operasipenertiban di pasar burung16 ilir Palembang.

Lorius garrulousCacatua

albaEos squamata

Lorius lorryTrichoglossus

haematodusPsittacula alexandri

Eos borneaEclectus roratus

ProFauna News

sebagai simbol kepunahansatwa liar akibatdiperdagangkan.

Juru kampanyeProFauna Indonesia, RadiusNursidi, mengatakan,"Perdagangan satwa liar itumenjadi pemicu utamakepunahan satwa liar dialam setelah rusaknyahabitat, karena sebagianbesar satwa liar yangdiperdagangkan itu adalahhasil tangkapan dari alam".Radius menambahkan,"untuk itu ProFaunamengajak masyarakat untukmembantu menghentikanperdagangan satwa liar inidengan cara tidakmembelinya, hal ini untukmemutus rantaiperdagangannya".

Survey ProFauna diSidoarjo di dua tempat yaitudi Pasar Larangan danGading Fajar menunjukanbahwa adanya perdagangansatwa dilindungi di tempattersebut. Dalam sebuahsurvey bulan Juli 2012,ProFauna menjumpai satwalangka yang dijual ditempat tersebut yaitukakatua jambul kuning( ) danburung nuri bayan (

). Burung kakatuadan bayan itu ditawarkanseharga Rp 1,5 juta perekor. Dikuatirkan jika tidaksegera ditangani, makaperdagangan satwa liar diSidoarjo itu akan semakinmarak.

Sementara itu surveyProFauna di sejumlah pasarburung di Surabaya yaituKupang, Bratang dan Turiyang dilakukan pada bulan

Cacatua sulphureaEclectus

roratus

Volume XVI No. 3/Juli-September 2012

18

17International

KUALA LUMPUR: Paraaktivis hak asasi hewan diMalaysia merasa prihatin atassebuah laporan terbaru yangmegungkapkan fakta bahwasepanjang pesisir Johor Malaysia telah menjadi pintumasuk bagi penyelundupansatwa eksotis asal Indonesia.

Menurut laporan kantorberita Malaysia, Bernama,pada 6 Juli 2012; disebutkanbahwa daerah pesisir tersebutmenjadi transit bagiperdagangan ilegal untuk satwaeksotis sebelum masuk kenegara-negara Asia lainnya,terutama Cina.

Hal ini sangatlah tidakdibenarkan dan Polisi harussegera bertindak untukmemecahkan masalahperdagangan ilegal ini,Usmanah Tarak, seorangaktivis hak asasi hewanmengatakan padaBikyamasr.com.

Jika pemerintah(Malaysia, .) mengetahuihal ini masih terjadi, sayaheran mengapa mereka tidakberusaha untuk mengakhiripenyelundupan ini untukmelindungi satwa dan jugamenjaga wilayah perbatasan,wanita ini menambahkan.

Kantor Berita Bernamamenyatakan bahwa sejumlahsindikat kejahatan satwamemanfaatkan wilayah pesisirJohor yang cukup panjang danmayoritas tidak dijaga, untukmenyelundupkan danmengekspor binatang ke Cinadan negara-negara Asialainnya.

Menurut pengakuan salahseorang pelaku investigasiperdagangan satwa ilegal,kedekatan antara wilayahpesisir Johor dengan Indonesiamenjadikannya pintu masukutama untuk penyelundupansatwa dari Indonesia.

redJohor saat ini menjadi

transit bagi sindikatpenyelundupan satwa eksotisdari Indonesia, kata sumberyang menolak disebutkannamanya karena dia memilikiinformasi penting seperti yangdilaporkan Bernama pada 6Juli 2012 tersebut.

Sumber tersebutmengatakan bahwa trenggilingmerupakan salah satu jenissatwa yang paling banyakdicari. Untuk 1 kilogramdaging trenggiling bisamencapai 300 RinggitMalaysia/RM (setara 900.000IDR).

Karena tingginyapermintaan, para sindikatpenyelundup ini bekerja duakali lebih keras untukmenyeludupkan dagingtrenggiling dari Indonesia keMalaysia, imbuh sumbertersebut.Sumber: Bikyamasr.com

Maraknya Penyelundupan TrenggilingAsal Indonesia Melalui Daerah Perbatasandi Johor Malaysia

Sumber: images.detik.com

Volume XVI No. 3/Juli-September 2012

19

SDN Tunjungsekar 1 belajar di P-WEC. HariSabtu, 5 Mei 2012, siswa-siswi kelas 3sekolah dasar itu sangat antusias ketika sampaidi Pusat Pendidikan Konservasi Alam yang adadi Malang ini. Sekitar 78 siswa usia 8-9 tahunitu tak sabar ingin segera bermain outbound diP-WEC.

Yang menarik dalam sekolah iniadalah aktivitas yang beragam yang diberikanoleh fasilitator P-WEC. Diawali denganedukasi alam, siswa-siswi diajak berkelilingP-WEC untuk melakukan pengamatan pohon.Siswa belajar tentang beragam jenis pohonyang ada di P-WEC dengan mengamati secaralangsung sehingga siswa paham bagaimanabentuk kayu, kulit dan daunnya. Yang lebihpenting adalah siswa dapat memahami fungsidan manfaat pohon bagi kehidupan manusia.Edukasi alam tidak hanya sampai disitu, di P-WEC siswa dapat melihat langsung beberapasatwa seperti burung, kupu-kupu juga tupaiyang melompat kesana-kemari mencari makan.Pemandangan unik dan lucu ini membuat siswaRSBI ini tertawa riang.

Materi baru yang dikembangkan P-WECjuga materi pengamatan matahari. Dengansebuah alat yang disebut , siswa

outing

solarschope

dapat melihat matahari dengan aman dan tidakmelukai mata bagi yang melihatnya. Denganalat ini nampak fenomena yang ada di matahariyaitu atau bintik matahari. Bintikmatahari ini muncul karena terjadinyaperbedaan suhu pada area tertentu jikadibandingkan daerah sekitarnya. Bintikmatahari itu ukurannya bisa lebih besar dariukuran bumi namun tampak sangat kecil jikadibandingkan dengan matahari. Siswa menjaditahu jika bumi kita sangat kecil ukurannya. Jikaada 1,3 juta Planet Bumi dijadikan satu makaukurannya sama dengan matahari. Ternyatabumi yang kita tempati sangat kecil. Jadi, marikita melindungi Planet Bumi kita dengan tidakmembuat kerusakan, polusi, pencemaran dansebagainya.

Selepas belajar alam dan matahari, parasiswa sekolah adiwiyata ini mulai bermainoutbound dengan riang gembira. Flyingfoxadalah yang ditunggu-tunggu, tapi merekaharus menyelesaikan dua jembatan tali dulu diketinggian. Ada yang awalnya takut namunakhirnya bisa dan berhasil. Dan akhirnya semuaanak-anak senang telah belajar tentang alam,melihat keajaiban matahari dan bermainoutbound.

black spot

Siswa SDN Tunjungsekar 1 MalangOutbound, Edukasi Alam dan Pengamatan Matahari

News P-WEC

Volume XVI No. 3/Juli-September 2012

20

Fenomena transit Venus yang terjadi padaRabu (6/6/2012) selain dirayakan olehbanyak komunitas astronomi, juga dirayakanoleh P-WEC. Sebagai salah satu pusatpendidikan konservasi alam P-WEC jugamengajak masyarakat untuk jugamemperhatikan fenomena alam yang sangatlangka ini. Planet Venus yang hampir setiaphari dapat kita lihat pada malam dan dini hari,saat ini, dapat kita amati pada siang hari saatmatahari telah terbit. Ini karena planet keduadalam susunan tata surya kita sedang melintastepat di depan matahari, dan dapat diamatidari Bumi. Fenomena ini dikatakan langkasebab kita baru bisa mengamati lagi padatahun 2117 atau 2125 H.

Beruntung kita tinggal di Indonesia, dapatmengamati fenomena ini karena hanya dibeberapa bagian bumi saja dapat teramati.Para peneliti astronomi dan beberapakelompok masyarakat di Indonesiamelakukan pengamatan di daerah masing-masing. Di Malang, tepatnya di pusatpendidikan konservasi alam PetungsewuWildlife Education Center (P-WEC), edukatorP-WEC bersama beberapa kelompokmasyarakat dan pelajar juga mengamatifenomena alam ini. Fenomena ini berlangsungsekitar 6 jam, dari pukul 05.00 wib hinggapukul 11.30 wib.

Untuk mengamati kejadian ini tidakdiperbolehkan dengan melihat matahari denganmata telanjang.

Sangat berbahaya, mata kita bisa terbakar,kata Qodirul, Edukator P-WEC yang memandupengamatan. Kita harus menggunakanperlengkapan yang aman seperti ' 'ini, sambungnya.

Dengan menggunakan yangdimiliki P-WEC, semua yang hadir sangatterpukau setelah mengamati Planet Venus saatmelintasi Matahari.

Ini sangat luar biasa. Kita benar-benarditunjukkan kebesaran Sang Pencipta, ujarPak Jamil, Kepala Sekolah MTs Wahid HasyimDau yang juga ikut mengamati.

Pesan yang ingin disampaikan oleh P-WECadalah dengan mengamati perbandingan ukuranvenus dan matahari, kita bisa membandingkanbesarnya bumi jika dibandingkan denganmatahari.

Ukuran Venus tidak jauh berbeda denganukuran Bumi. Kita bisa bayangkan ternyataBumi yang kita tinggali ini sangat kecil jikadibandingkan dengan alam semesta. Dan sudahsepatutnya jika kita sebagai penduduk di Bumiyang kecil ini menunjukkan kearifan kita untukmenjaga Bumi kita dari kerusakan dankehancuran, Kata Project Manager yang akrabdisapa Mas Irul Ini.

solarschope

solarschope

MengamatiTransit Venus di P-WEC

News P-WEC

Volume XVI No. 3/Juli-September 2012

21

Petungsewu WildlifeEducation Center (P-WEC) kembali melakukanpelatihan konservasi alamdan satwa liar (PEKA-SL).Pelatihan angkatan keduaini dilaksanakan di P-WECselama tiga hari (8-10/6/2012). Pelatihan inidiikuti 38 pesertamahasiswa dan aktivislingkungan dari seluruhIndonesia.

Pelatihan ini bertujuanuntuk meningkatkan peranserta masyarakat,mahasiswa, pecinta alamdan organisasi mahasiswayang bergerak dalambidang pelestarian alam.Pelatihan ini pentingdilakukan sehingga paragenerasi muda tersebutmemiliki bekalpengetahuan praktis dalammengawal pelestarian alamdan satwa liar Indonesia.Peningkatan pemahaman,

wawasan dan ketrampilanini mutlak diperlukan olehgenerasi muda sebagaibekal dalam melaksanakankegiatan konservasi alamdan satwa liar khususnya diIndonesia.

Pelatihan ini sebagaibentuk kepedulian P-WECsebagai pusat pendidikaninformal akan generasimendatang untuk peduliterhadap lingkungan danpenyelamatan satwa, selainitu kegiatan tersebutdiharapkan mampumemfasilitasi para aktivislingkungan, penggiatkonservasi dan pecintaalam agar memilikiketrampilan danpengetahuan lebih dalambidang konservasi sehinggadapat terjalin komunikasiyang baik antar aktivis dariberbagai daerah diIndonesia yang peduliterhadap pelestarian alam.

PEKA-SL, Ajak Aktivis Lingkungan Peduli Satwa

Dalam pelatihan duatahunan ini lebih difokuskanpada praktik dilapang,seperti sensus daninventarisasi burung,

,fotografi alam danpendidikan lingkunganmenjadi topik menarikselama pelatihan.

Pelatihan seperti inisangat penting bagimahasiswa, pecinta alamdan praktisi gunameningkatkan pengetahuandalam bidang konservasikata Ganjar Cahyadi, pesertadari Biologi ITB.

Senada dengan Ganjar,menurut Beni Maliansyahperwakilan dari pecinta alamUnmuh Bengkulu inimenambahkan bahwatraining seperti ini sangatmembantu menambahwawasan mahasiswa karenatidak pernah didapatkanselama di perkuliahan.

ecotourism guiding

News P-WEC

Perpaduan Outbound Training dan CSRPT. Arthawena Sakti Gemilang Malang

PT. Arthawena SaktiGemilang Malang melatih120 staf untuk meningkatkankekompakan dan kerjasamatim dalam bentuk

yang dipadu dengankepedulian perusahaan kepadamasyarakat (CSR/

) yangdilakukan di tiga dusun yanglayak mendapatkan bantuanyakni di Desa Tulungrejo danNgenep Karangploso, DusunGumuk Dau (13/5/2012).

outboundtraining

corporatesocial respocibility

Pelatihan ini jugamengikutsertakanperusahaan dan pejabat desa.

Ada yang berbeda dalamkali ini, selain tidak

banyakseperti yang

dilakukan sebelumnya,pelatihan ini juga dilakukan didesa yang layak mendapatkanbantuan dan renovasi fasilitassecara fisik.

Sebelum melakukan analisadi lapangan hingga pengerjaan

owner

traininggames team work

building training

program, fasilitator P-WECtelah memberikan motivasi dan

yangdapat memacu semangat danmeningkatkan kekompakandalam bekerjasama tim.

Untuk mendapatkan proyekyang akan dikerjakan, pesertaharus melakukan analisakebutuhan desa dan melakukanperhitungan kebutuhan tenagadan biaya yang keseluruhannyadilakukan dilapang.

Guna member tantanganlebih pada peserta diberikanwaktu terbatas dalampenyiapan bahan dan alat sertapengerjaan proyek. Dalam

game teamwork building

Volume XVI No. 3/Juli-September 2012

22

Petungsewu WildlifeEducation Center (P-WEC)selain dikenal sebagai pusat

edukasi konservasi alam

ProFauna, tempat ini juga

menjadi tujuan rekreasi alam

bagi sebagian orang. Karena

lokasinya yang berada di kaki

Gunung Kawi; P-WEC yang

memiliki berbagai fasilitas

akomodasi, pertemuan, dan

menawarkan

kesejukan dan kesegaran alam

dari pepohonan dengan aneka

satwa seperti burung-burung

berkicau yang mengelilinginya.

Untuk mencapai P-WEC,

pengunjung akan melalui

ladang dan perkebunan di

daerah perbukitan yang

termasuk dalam wilayah Desa

Petungsewu dan Sumberbendo

sekitar 12 kilometer ke arah

Barat dari pusat Kota Malang.

Pada rute yang sama inilah para

penggemar sepeda gunung

mengayuh sepedanya.

Beberapa komunitas sepeda

outbound;

gunung telah menjadikan P-

WEC sebagai tempat melepas

penat setelah lelah bersepeda.

Sudut favorit mereka adalah di

balai makan P-WEC yang lebih

dikenal dengan nama Cafe

Primata. Cafe Primata tidak saja

menyajikan sajian makanan yang

sehat karena tidak menggunakan

penyedap buatan dan bahan

kimia, para pengunjung terutama

penggemar sepeda gunung, juga

bisa dimanjakan dengan berbagai

jamu tradisional yang

menyehatkan seperti: beras

kencur, kunir asam, temulawak

dan lain lain yang berfungsi

untuk kesegaran dan

memulihkan stamina. Selain itu,

karena letaknya yang berada di

ketinggian, balai makan yang

mampu menampung hingga 150

orang ini memberikan panorama

hutan dan ladang yang luar biasa.

Tempat ini sangat cocok

sekali untuk menjadi tempat

transit sebelum melanjutkan

perjalanan, kata Rofiq, salah

Melepas Penat di Primata P-WEC Sehabis BersepedaCafe

satu anggota penggemar sepeda

gunung, yang diikuti anggukan

tanda setuju dari teman-

temannya.

Berbeda dengan cafe pada

umumnya dengan musik-musik

modern yang mungkin

memekakkan telinga, musik

latar yang di sini adalah suara

kicauan burung diselingi cicitan

tupai melompat dari pohon-

pohon yang mengelilingi Cafe

Primata ini. Suasana yang pasti

sangat jarang ditemui di daerah

perkotaan. Yang lebih

istimewa, para penggemar

sepeda gunung dan pengunjung

pada umumnya tidak perlu

membayar tiket masuk untuk

mendapatkan sensasi alam

tersebut. Selain sebagai tempat

istirahat untuk makan dan

minum, Cafe Primata juga

menjadi tempat yang tepat

untuk mengadakan acara-acara

lainnya seperti pertemuan

informal, diskusi, arisan, reuni,

dan lain-lain bagi siapa saja.

News P-WEC

melakukan ini diperlukanmanajemen dan kerjasama timyang serta kekompakanhinggan proyek berhasildikerjakan.

Di tiga lokasi yang berbeda,peserta berhasil merenovasimushola, pos kamling, MCKumum dan pipanisasi.Harapannya adalah, pesertadapat belajar secara langsungdan masyarakat mendapatkanmanfaat dari program tersebut.Hal ini seperti yangdiungkapkan koordinatorpelatihan, Musyafak, bahwapelatihan ini sengaja didesainberbeda dengan dan

solid

training

teamwork building padaumumnya. Pelatihan inilangsung diterapkan dalamkinerja di lapang dan dinilaioleh perusahaan bagaimanakerja dan kinerja staf secaraperorangan dalam bekerjadalam sebuah tim kecil dengantarget yang harus dicapai.

Harapannya, dari pelatihanini dapat diketahui karakter danjiwa kepemimpinan karyawandalam menjalankanperusahaan, imbuh Musyafakdisela penilaiannya selama dilokasi proyek.

Senada dengan Musyafak,salah satu karyawan

mengungkapkan bahwadengan seperti ini kitadapat mengetahui kinerjamasing-masing orang karenalangsung dihadapkan denganpengerjaan proyek secaralangsung dan analisa masalahhingga penyusunan programdilakukan oleh kelompok. Halini menuntut jiwakepemimpinan dan beranidalam mengambil keputusanmeski metode inidianggap baru bagi pesera,dengan adanya target dan hasilakhir menjadikan dankompetisi ini menjadi lebihmenarik.

training

training

training

Volume XVI No. 3/Juli-September 2012

23

News Umum

Padang pada Kamis, 28 Juni2012, BKSDA Sumatera Baratmelepas 31 ekor trenggiling( ) di TamanRaya Bung Hatta (TRBH),Padang. "Trenggiling ini kitalepas di Taman Hutan RayaBung Hatta, Ladang Padi usaimenjalani pemeriksaan," kataKasat Polhut Balai KonservasiSumber Daya Alam (BKSDA)Sumbar Nurjono di Padang,Rabu. Menurut dia, trenggilingyang dilepas tersebut temuandari pihak kepolisian ketika busPO Putra Simas BD nomorpolisi (Nopol) BD 7031 ANjurusan Bengkulu-Medanterbalik di daerah KubuKarambia, Batipuh KabupatenTanah Datar.

Perlu upaya lebih serius lagidari pihak penegak hukumuntuk menghentikanperdagangan satwa liar jenistrenggiling ini. Jikadiperhatikan, terjadi perubahanmodus yang sangat signifikandibandingkan denganperdagangan yang terjadi padatahun 2008.

Manis javanica

konservasi sumber daya alamhayati dan ekosistemnya,disamping itu juga ada PPnomor 7 tentang perlindungantumbuhan dan satwa liar.

Tak lama berselang daripemusnahan yang terjadi diKetapang, TEMPO.CO jugamerilis upaya pemusnahantrenggiling yang dilakukanoleh Menteri Kehutanan,Zulkifli Hasan, Jumat, 15 Juni2012. Barang bukti dagingtenggiling yang dimusnahkansebanyak 12.677,18 kilogramdan sisiknya 96,96 kilogram."Ini adalah program unggulankami untuk perlindunganterhadap satwa. Dulu memangTenggiling di Sumaterabanyak. Sekarang hampirpunah," kata Zulkifli, Jumat,15 Juni 2012. Programtersebut merupakan hasil kerjasama dengan DirektoratJenderal Bea Cukai,Kementerian Pertanian,Kejaksaan Agung, dankepolisian.

Selanjutnya seperti dilansiroleh ANTARA News di

SuaraSatwa, Trenggilingsebagai salah satu satwadilindungi di Indonesia, saatini masih menjadi salah satuprimadona perdaganganillegal satwa liar. Hal initerbukti dengan masihbanyaknya operasi dan upayaperdagangan yang berhasildigagalkan oleh kepolisian RI.Salah satu bukti perdagangantersebut adalah adanya upayapemusnahan barang bukti olehkepolisian dan pemerintah.Salah satunya yang dilakukanoleh Polres Ketapang yangdisaksikan kejaksaan negeridan petugas Balai KonservasiSumber Daya Alam (BKDSA)Ketapang yang memusnahkan100 ekor daging trenggilingbeku hasil sitaan, pada Kamis(24/5/2012) yang lalu. Dagingtrenggiling ini adalah hasilsitaan pada 7 Mei 2012 daritangan seorang tersangka,Heriyanto alias Apin, di GangBayan Jl. DI PanjaitanKecamatan Delta PawanKabupaten Ketapang.

Kapolres Ketapang, AKBPIwayan Sugiri, mengatakanbahwa tersangkanyamelarikan diri pada saat kitagrebek kediamannya, namundia kita sudah tetapkansebagai daftar pencarianorang, kendatipun barangbukti sudah kita musnahkanbukan berarti yangbersangkutan bebas darihukum. Di tempat yang sama,Junaidi selaku Kepala SeksiWilayah I BKSDA Ketapangseperti yang dilansirTribunenews.com mengatakanbahwa treggiling termasukhewan yang dilindungi olehUndang-undang nomor 5tahun 1990, tentang

Trenggiling Masih MarakDiperdagangkan

Sumber: image.tempointeraktif.com

Volume XVI No. 3/Juli-September 2012

24

Begitu juga pada kasuspenyitaan puluhan awetansatwa liar oleh DirektoratTindak Pidana KhususBareskrim Mabes Polri pada17 Juli 2012 lalu, ProFaunamemberikan apresiasinya.Seperti yang dilansir dariKompas.com, Polisi telahmenemukan sejumlah awetansatwa di sebuah perumahan diDepok, Jawa Barat. Barangbukti termasuk awetan 14 ekorharimau, satu ekor singa, duamacan tutul, satu ekor macandahan, tiga ekor beruang, satuekor tapir, empat kepala rusa,dan satu ekor kepala harimauyang diduga akandiperdagangkan.

Pada kasus ini tersangkatelah melanggar Undang-

undang Nomor 5 tahun 1990tentang Konservasi SumberDaya Alam Hayati danEkosistemnya. Maksimumancaman hukumannya adalahpenjara 5 tahun dan denda 100juta Rupiah. ProFaunameyakini bahwa temuanberbagai awetan satwadilindungi ini hanyalah sepertifenomena puncak gunung esdimana banyak kasus yangbelum terungkap dan negaratelah dirugikan milyaranrupiah. Oleh karena ituProFauna mendorong agarpolisi bisa menjatuhkanhukuman yang seberat-beratnya untuk menimbulkanefek jera dan demi terjaganyakelestarian satwa liar diIndonesia.

ProFauna Indonesia dalamkegiatannya untukmelindungi satwa liar danhabitatnya meliputi evakuasidan penyelamatan satwa,survei perdagangan, kampanye,edukasi, advokasi, dan bantuanpenegakkan hukum. Pada pointerakhir, ProFauna telahbanyak bekerja sama denganaparat penegak hukum sepertikepolisian, DepartemenKehutanan, Balai Karantina,dan badan pemerintah terkaitlainnya dalam bentuk bantuaninformasi, operasipenangkapan dan penyitaan,serta pelatihan. TentunyaProFauna memberikandukungan sepenuhnya kepadaupaya penegakkan hukum yangdilakukan pemerintah.

Penyitaan Puluhan AwetanHarimau dan Satwa Liar Lainnya

Sumber: images.detik.com

News Umum

Volume XVI No. 3/Juli-September 2012

25

susah, orang berjuangdengan penuh resiko, namuntidak ada duitnya. Apamungkin? Hal ini menjadimungkin kalau di ProFaunayang prinsip sukarelawanmemang begitu kuat!

Di akhir juni 2012, sayaselama 3 hari bersama calonanggota GREEN WARRIORdala sebuah pelatihan yangdalam. Ini tiga hari yangmelelahkan, paling tidak buatcalon anggota GREENWARRIOR. Bagaimana tidakmelelahkan, karena sejak pagihingga malam, merekadihajar di P-WEC. Merekadilatih tentang tehnikkampanye, bukan kampanyebiasa, namun kampanye luarbiasa yang banyak beresikotinggi. Mereka juga dilatihpanjat memanjat, karena iniakan berguna untuk kampanyedan juga evakuasi satwakorban bencana alam. Setelahdihajar dengan latihanmemanjat, mereka masihdihajar lagi dengan tehnikbela diri praktis.

Lho koq ada latihanbeladirinya? ApakahProFauna akan bertempur ?Kalau bertempur itukonotasinya adalah kekerasanfisik, tentu saja tidak, karenamelakukan kekerasan dalamkegiatannya adalah haramhukumnya di ProFauna. TimGREEN WARRIOR dilatihjuga bela diri karena untukmembela diri ataumenyelamatkan diri daritindakan-tindakan kekerasandari lawan. Lho

Tiga Hari BersamaGreen Warrior

Sudah lama sayamemimpikan adanyadi tubuh

ProFauna. Ini bukan sepertipasukan khusus di tentara yangdilatih untuk menjadi mesinpembunuh yang sempurna atauseperti pasukan khusus yangsiap menangkal seranganteroris. Bukan seperti itu.Namun adalah tim yang punyakemampuan, komitmen dankeberanian khusus untukberjuang demi kelestarian alam.Syukurlah, mimpi saya itumulai terwujud ketika ProFaunamembentuk tim GREENWARRIOR di tahun 2012!

GREEN WARRIORmemang khusus. Paling tidakada 3 hal yang masuk kategorikenapa dibilang khusus.Pertana, anggota GREENWARRIOR terbuka khusushanya untuk supporterProFauna, jadi orang lain tidakbisa gabung. Kedua, anggotayang terpilih harus punyakeberanian, loyaltas danketangguhan yang khusus, aliasdiatas rata-rata. Sehingga taksalah jika slogan tim GREENWARRIOR itu adalah BLT,bukan Bantuan Langsung tunai,namun kepanjangan dari

. Kekhususanyang ketiga adalah, anggotaGREEN WARRIOR itu bersifatrelawan, tidak dibayar! Nah inikhan yang

special force

Brave,Loyal and Tough

siapa lawan ProFauna itu?Lawan ProFauna adalah orang-orang yang diuntungkan daribisnis illegal eksploitasi alamdan oknum di tubuhpemerintah yang korupsidengan menjual secara illegalsumber dalam alam.

Dengan tugas yang beratyang diemban tim GREENWARRIOR, menjadi sebuahkeharusan mereka untukmenjadi tim yang tangguh.Tidak ada kata cengeng,pengecut dan mellow diProFauna, apalagi di timGREEN WARRIOR. Ibaratmusik, tim GREEN WARRIORitu beraliran heavy metal ataubahkan death metal, bukan laguyang mendayu-dayu dan penuhlinangan air mata.

Selama tiga hari bersamatim GREEN WARRIOR sayabisa merasakan gelorasemangat yang luar biasa. Sayabisa menyerap energi yang bisameledak dahsyat ketikadikelola dengan baik. Saya bisamerasakan ketulusan danpengorbanan. Ya memangharus tulus karena ini memangtidak dibayar, bahkan dituntutuntuk berkorban untuk sebuahcita-cita yang mulia.

Saya merasa bangga danterharu bisa berbagi dengan timGREEN WARRIOR angkatanpertama. Tiga hari yangdahsyat. Dan semoga inimenjadi sebuah awal yang baikbagi ProFauna untukmelakukan kampanyeperlindungan hutan dan satwaliar dengan lebih dahsyat lagi!Maju ProFauna!

Oleh: Rosek NursahidFounder and ChairmanProFauna Indonesia

Suara Hati

Volume XVI No. 3/Juli-September 2012

Suara Supporter

Musim libur lalu,tepatnya pada bulanJuni-Juli ProFaunamemberikan suatu penawaranuntuk paraProFauna yang ingin mengisihari libur mereka dengankegiatan yang bermanfaatyaitu dengan menjadi

atau staff magang diP-WEC (Petung SewuWildlife Education Center).Mendengar hal tersebut sayayang belum memiliki rencanasama sekali akan apa dankemana liburan kali itu lantasmenjadi sangat antusias danberniat untuk segeramendaftarkan diri. Rupanyabukan hanya saya yangmerespon tawaran tersebut,salah satu ProFaunadari Sidoarjo, Riza Medianajuga mendaftarkan dirinyasebagai dan bahkan

supporter

volunteer

supporter

volunteer

udara dan bersentuhan denganair es di kamar mandi, sayaakan menyempatkan dirimenyapa duo koki P-WEC, buFat (Fatimah) dan bu Nik(Parnik) di dapur untukmendapatkan segelas tehpanas (serta kue jikaberuntung hehe) sebelummengikutibersama David. Davidmerupakan yangdikirim olehyaitu sebuah NGO dariPerancis sehingga dia sudahdiamanahi beberapa programoleh pengirimnya untukdilakukan selama di P-WEC,antara lainserta bagikaryawan P-WEC. Berbedadengan David, Andrew yangdatang sendiri ke P-WEC danmenjadi mandiritanpa dibekali suatu programmaka jadilah ia seperti sayadan lain. Selainmengikuti kedua kelas yangdiusung David tersebut kamimelakukan berbagai pekerjaanyang sangat menyenangkanseperti menjadi fasilitatordalam kegiatan dan

mengikuti mobilbaca, bergabung dalamkegiatan mem-bantu pak Pake berkebun, ikutmeramaikan acara memasakdi dapur, mengunjungi danmemberi makan Lucky simonyet korban perburuan liaryang berhasil diselamatkan,membagikan kuisioner kemasyarakat desa sekitar P-WEC, menemani mbak Titindan mbak Ayu di kafe Primata

marketing class

volunteerPlanete Urgence

marketing classEnglish class

volunteer

volunteer

fun gamesoutbond,

school visit,

Pengalaman Magangdan Keluarga Baru di P-WEC

supporter

volunteer

volunteer

yang berprofesisebagai guru di salah satuSMK di Sidoarjo ini memulailebih dulu kegiatanmagangnya daripada saya :)

Pagi itu di hari pertamasaya resmi menjadi seorang

, kesibukan pertamasaya adalah berkeliling P-WEC dan berkenalan denganbeberapa staff serta karyawanP-WEC. Saya sangatberuntung karena selain RizaMediana, di waktu yang samaterdapat dua orangasing yaitu David Amelin dariPerancis dan Andrew Krienkedari Inggris serta satu orangmahasiswi Brawijaya yangsedang men-jalani programPKL (Praktek Kerja Lapang)di P-WEC.

Hari-hari berikutnyasetelah setiap pagi saya harusberjuang melawan dinginnya

Volume XVI No. 3/Juli-September 2012

27

serta masih banyak lagi yanglain. Selain berbagai pekerjaantersebut, kami juga memilikitugas membuat sebuah mediaedukasi yang akhirnyaterealisasikan dalam bentukmading.

Selama magang di P-WECbanyak sekali pengalaman-pengalaman berharga danmenarik yang saya alamiseperti mencicipi arena

di P-WEC, membuatkue ala Perancis di

bersama Davidsampai menjadi monyetyang kata teman-teman lebihmirip beruang ketimbangmonyet saat kegiatan mobilbaca ke SDN Bedalisodo III.Terlepas dari berbagai ilmuserta pengalaman-pengalamanmenarik tadi, ada satu halyang tidak kalah berkesanbagi saya selama menjadi

di P-WEC. Hal ituadalah sisi kebersamaan sertakekeluarga-an yang sangatkental saya rasakan dariseluruh staff dan karyawan P-WEC. Saya sangat senang

outbondEnglish

cooking class

volunteer

dapat mengenal mereka lebihjauh, dari yang awalnya hanyasekedar mengetahui namanyasampai mengerti kebiasaan,keunikan dan keusilan darimasing-masing orang yang adadi sana. Contohnya saja sepertikebiasaan beberapa staff dankaryawan yang sangat kompakmembohongi karyawan laindengan maksud bercanda yangjuga berhasil menjadikan sayasebagai salah satu korbannya,namun pemegang rekor korbanterparah tindak pembohongantetap berada di tangan bu Fatsi juru masak P-WEC yanglatah itu.

Hari demi hari selamamenjadi kami laluidengan penuh semangat dankeceriaan, sampai akhirnyadatanglah hari dimana kitamengadakanuntuk merayakan acaraperpisahan padatanggal 13 Juli 2012. Dimalam perpisahan itu beberapakaryawan P-WEC serta para

mempersembahkanpertunjukan seperti menyanyi

volunteer

farewell party

volunteer

volunteer

Suara Supporter

dan juga menari bersama.Kemudian acara dilanjutkandengan penyampaian kesanpesan yang mengharukan dariperwakilan beberapa staff dankaryawan P-WEC serta para

. Tak ketinggalanpula, pak Rosek yang jugahadir dalam acara tersebutmemberikan sambutan dansertifikat yang selanjutnyadisusul pemberian dari pihak P-WEC berupagulungan kanvas berisi foto-foto kegiatan kami selama disana, maka semakin lengkaplah kegembiraan sertakeharu-biruan kami malamitu. Setelah kegiatan magangini, saya dan yanglain menjadi semakintergerak dan bersemangatuntuk bisa berbuat lebihbanyak bagi satwa liar danhabitatnya. TerimakasihProFauna, terimakasih untukpengalaman yang sangatberharga danmempertemukan saya dengankeluarga baru di P-WEC!.(PIMPIM)

volunteer

surprise

volunteer

Volume XVI No. 3/Juli-September 2012

28

ProFauna Indonesia

Mengucapkan Terima KasihKepadaKepada

Joseph D. Regan - USABenjamin Pape - JermanJoseph D. Regan - USABenjamin Pape - Jerman

Atas Donasinya untuk PerlindunganSatwa Liar & Hutan IndonesiaAtas Donasinya untuk PerlindunganSatwa Liar & Hutan Indonesia

Pendiri ProFauna Indonesia :

Advisory Board:

Ketua/ :

Sekretaris/ :

Bendahara/ :

ProFauna Indonesia:

Bali Representative:

Jakarta Representative:

Australia Representative:

ProFauna UK:

ProFauna International:

Petungsewu WildlifeEducation Center (P-WEC):

Rosek NursahidMade Astuti

Prof. David Pinault, Ph.DProf. Herawatie Susilo, Ph.D

Dr. Stewart MetzHiltrud Cordes, Ph.D

Joe YaggiHerlina Agustin, S.Sos, MT

Rustam, M.PDaniel Sugama, MM, MSA, Ak.Arief Setyanto, S.Pi, M.App, Sc

drh. Wita WahyudiDr. Endang Arisoesilaningsih

Rosek Nursahid

Darmanto

Made Astuti

Email: [email protected]

[email protected]

[email protected]

PO. Box 264Northwood HA6 9AP, UK

Email: [email protected]: www.profauna.net

Jl. Margasatwa No. 1Ds.Petungsewu, Kec.Dau, Kab.

Malang, Jawa TimurTel. 0341-7066769,

Email: [email protected]: www.p-wec.org

Chairman

Secretary

Finance

Jl. Raya Candi II No. 179Klaseman, Karangbesuki,Malang, Indonesia 65146

Tel 0341-570033, Fax 569506,Email: [email protected]

Website: www.profauna.net

Email:

Email: [email protected]

Email:

Maluku Representative:

Bantu Kami MenghentikanEksploitasi Satwa Liar Indonesia

Satwa liar tidak bisa bicara,kita bisa bicara dan berbuat untuk mereka

Banyak cara yang dapat kita lakukanuntuk mewujudkan kepedulian kitaterhadap pelestarian alam dan satwa liar,salah satunya adalah dengan menjadi

.Sebagai Supporter ProFauna kita dapatterlibat aktif dalam berbagai kegiatanProFauna, baik dalam programkampanye perlindungan satwa liar,pendidikan dan lain sebagainya. Kitajuga memperoleh majalah Suara Satwa,

publikasi-publikasi lainnya yang diterbitkan oleh ProFauna danmemperoleh potongan harga dalam pembelian suvenir ProFauna.

Syarat menjadi Supporter ProFauna Indonesia adalah dengandonasi minimal sebesar Rp 50.000,-* berlaku selamanya dancalon supporter bukanlah seorang eksploitator satwa liar.

Supporter ProFauna Indonesia

Pendaftaran Supporter ProFauna terbuka setiap waktu,formulir pendaftarannya dapat dicopy di halaman 30 dari

majalah Suara Satwa ini. Anda juga Formulir online diwebsite www.profauna.net

Volume XVI No. 3/Juli-September 2012

T-shirt Logo ProFauna (Hitam)Reg S, M, L, XL, XXL

(TS101)

T-shirt Logo Lady (Ungu)Lady M, L, XL

(TS121)

T-shirt Logo Lady (Biru Turkis)Lady M, L, XL

(TS122)

T-shirt ProFauna Doreng Save WildlifeReguler M, L, XL, XXL

(TS228)

Rp 70.000,-Rp. 70.000,-

Rp 70.000,-Rp. 70.000,-

Rp. 70.000,-Rp. 70.000,-

Rp. 70.000,-Rp. 70.000,-

Rp. 80.000,-Rp. 70.000,-

Rp. 500,-Rp. 7.000,-

Rp. 45.000,-Rp. 45.000,-

Rp. 60.000,-Rp. 60.000,-

www.profauna.net

Katalog ProdukProFauna2012

T-shirt Bali Island lets save Sea TurtleLady S, M, L

(TS224)

T-shirt Iam Happier (Jingga)Anak-anak L, XL

(TS307)

T-shirt Panjang Wildlife (Hitam)M, L, XL

(TS230)Reguler

T-shirt Keep Orangutan in the WildLady S, M, L

(TS225)

T-shirt Penyu (Biru Turkis)Anak-anak L, XL

(TS307)

T-shirt Extinct Is Forever (Hitam)Reguler M, L, XL

(TS231)

T-shirt Save Sea TurtleReguler S, M, L, XL

(TS227)

T-shirt Save Rain ForestReguler S, M, L, XL

(TS223)

KoleksiStiker ProFauna

T-shirt Iam HappierReguler S, M, L, XL

(TS226)

Batik ProFaunaReguler S, M, L, XL

(TS117)

KoleksiPin & Gantungan Kunci

Rp. 2.000,-Rp. 6.000,-

Rp. 2.000,-

Rp. 1.500,-

of 32/32
Volume XVI No. 3/Juli-September 2012 Volume XVI No. 3/Juli-September 2012 h: 32.536 v: 18.081 SSN 1411-4879 SSN 1411-4879 Sulitnya Menemukan Landak dan Labi-labi di Alam 30 Ekor Ular Cobra Dibantai Dalam Sehari Bahaya Zoonosis pada Satwa Liar Pandangan Budha terhadap Pemanfaatan Satwa Liar Pandangan Islam dalam Pemanfaatan Satwa Liar Sulitnya Menemukan Landak dan Labi-labi di Alam 30 Ekor Ular Cobra Dibantai Dalam Sehari Bahaya Zoonosis pada Satwa Liar Pandangan Budha terhadap Pemanfaatan Satwa Liar Pandangan Islam dalam Pemanfaatan Satwa Liar SUARA SATWA Media Informasi ProFauna Indonesia Perdagangan Satwa Liar dan Bagian-bagiannya Semakin Tak Terkendali Perdagangan Satwa Liar dan Bagian-bagiannya Semakin Tak Terkendali
Embed Size (px)
Recommended