Home >Documents >STRUKTUR SEL TUMBUHAN

STRUKTUR SEL TUMBUHAN

Date post:02-Jan-2016
Category:
View:684 times
Download:148 times
Share this document with a friend
Description:
STRUKTUR SEL TUMBUHAN. Perbedaan dengan sel hewan:. 1. Adanya dinding sel yang tebal. 2. Adanya plasmodesmata. 3. Vakuola besar. 4. Badan mikro. 5. Diktiosom. 6. Kloroplas. KOMPONEN PROTOPLASMA. Struktur sel tumbuhan terdiri atas:. 1. Dinding Sel. Bahan polisakarida (selulosa). - PowerPoint PPT Presentation
Transcript:
  • STRUKTUR SEL TUMBUHANPerbedaan dengan sel hewan:1. Adanya dinding sel yang tebal2. Adanya plasmodesmata3. Vakuola besar4. Badan mikro5. Diktiosom 6. Kloroplas

  • KOMPONEN PROTOPLASMA

  • Struktur sel tumbuhan terdiri atas:1. Dinding SelBahan polisakarida (selulosa)Fungsi: melindungi membran sitoplasma dan sitoplasma

  • Karakter Dinding Sel Tumbuhan- Fleksible dan terkadang sangat padat- Posisi di luar membran sel- Sebagai pendukung, pelindung, penyaring, dan sebagai penekan pembuluh untuk mencegah over expansion saat air masuk sel- Fleksible dan terkadang sangat padat- Dinding primer bersifat semipermeabel,

  • Loosening of cell wall

  • Cell elongation in response to auxinExpansinCELL WALLCell wall enzymesCross-linking cell wall polysaccharidesMicrofibrilH+H+H+H+H+H+H+H+H+ATPPlasma membranePlasmamembraneCellwallNucleusVacuoleCytoplasmH2OCytoplasm

  • Dinding Sel PrimerBeberapa fungsi dinding sel primer:Pendukung struktural dan mekanik Mengatur dan menetukan ukuran sel Menahan tekanan internal turgor sel Mengendalikan laju dan arah pertumbuhan Bertanggung jawab terhadap arsitektur dan bentuk tumbuhan Mengatur difusi bahan melalui apoplas Penyimpan karbohidrat dinding biji dapat dimetabolisme Pelindung dari patogen, dehidrasi, and faktor lingkunganSumber aktif molekul sinyal biologi Interaksi antar sel - mengalami pemanjangan- mengandung sedikit lignin dan ikatan silang fenol

  • Transport routes between cells. At the tissue level, there are three passages: the transmembrane, symplastic, and apoplastic routes. Substances may transfer from one route to another.

  • Dinding Sel Sekunder- Tidak mengalami pemanjangan- Mengandung banyak lignin- Tumbuh ke arah dalam, persis di atas membran sel

  • Beberapa reaksi mikrokimia terhadap dinding sel :

    1) Selulosa S + ZnCl-J ungu S + JKJ + H2SO4 biru2) HemiselulosaHS + ZnCl-J biru pucat3) Lignin Zat kayu yang terdapat pada dinding sel yang telah mengkayu. L + ZnCl-J kuning L + anilin + H2SO4 kuning L + floroglusin + asam pikrat merah L + fuchsin + asam pikrat merah4) Suberin Terdapat pada dinding sel gabus S + sudan III merah S + ZnCl-J coklat S + KOH kuning

  • 5) Protopektin P + ZnCl-J kuning coklat P + asam encer larut dalam alkali6) Pektin Dapat ditemukan pada dinding sel dari buah yang mengandung banyak gula. Bila buah dimasak tampak beberapa zat gelatin7) Kitin Dapat ditemukan pada dinding sel Fungi (jamur)8) Kersik (SiO2) Pada dinding sel batang Gramineae, Cyperaceae, Equisetinae, Diatomae9) Kapur Misal pada dinding sel ganggang Chara sp

  • PENEBALAN DINDING SEL Menurut cara penebalannya, dapat terjadi secara :APOSISIYaitu dengan cara menempelkan/melapis-lapiskan bahan penebalan (zat selulosa) pada lamela tengah (substansi interseluler), biasanya pada dinding primer. Contoh : sel parenkim, floemINTUSUSEPSIPenebalan yang terjadi dengan menyisipkan bahan-bahan penebalan di antara mikrofibril

  • Menurut arah penebalannya :SENTRIPETAL :Yaitu penebalan ke arah pusat sel/dalam. Contoh : pada sel epidermis daunberingin (Ficus sp), terdapat tangkai selulosa yang akan memanjang dankemudian dideposisikan zat CaCO3 yang makin lama makin banyaksel akan melebar dan disebut litokis. Penebalannya disebut sistolit.SENTRIFUGALYaitu penebalan ke arah luar. Contoh : pada polen (ss), terdapat tonjolan-tonjolan yang merupakan penebalan ke arah luar. pada rambut daun (trikoma), misal : daun Artocarpus communis mempunyai rambut-rambut pelindung pada daunnya. Penebalannya terjadi secara intususepsi.

  • According to the accepted current theory, known as the fluid mosaic model, the plasma membrane is composed of a double layer (bilayer) of lipids, oily substances found in all cells (see Figure 1). Most of the lipids in the bilayer can be more precisely described as phospholipids, that is, lipids that feature a phosphate group at one end of each molecule. Phospholipids are characteristically hydrophilic ("water-loving") at their phosphate ends and hydrophobic ("water-fearing") along their lipid tail regions. In each layer of a plasma membrane, the hydrophobic lipid tails are oriented inwards and the hydrophilic phosphate groups are aligned so they face outwards, either toward the aqueous cytosol of the cell or the outside environment. Phospholipids tend to spontaneously aggregate by this mechanism whenever they are exposed to water.

  • Fig. 2. The diagrammatic representation of an earlywood bordered pit in section transverse to the pit membrane. On the left, (A) Aspect in unaspirated situation, (B) Aspiration of a bordered pit during drying, i.e. the torus is pulled across the pit chamber by surface tension forces. On the right, the structure of a typical dimensions of an earlywood bordered pit: 1 tracheid wall (secondary wall), 2 middle lamella (and primary wall), 3 margo strands, 4 torus, 5 pit aperture, 6 pit chamber (after Petty, 1970).

  • 2. PlastidaDiameter 4 6 mikronBerwarna (kromoplas) dan tidak berwarna (leukoplas)Leukoplas: amiloplas & lipoplasKromoplas yang mengandung klorofil adalah kloroplas

  • Plastida dikenal dalam berbagai bentuk:

    proplastida, bentuk belum "dewasa" leukoplas, bentuk dewasa tanpa mengandung pigmen, ditemukan terutama di akar kloroplas, bentuk aktif yang mengandung pigmen klorofil, ditemukan pada daun, bunga, dan bagian-bagian berwarna hijau lainnya kromoplas, bentuk aktif yang mengandung pigmen karotena, ditemukan terutama pada bunga dan bagian lain berwarna jingga amiloplas, bentuk semi-aktif yang mengandung butir-butir tepung, ditemukan pada bagian tumbuhan yang menyimpan cadangan energi dalam bentuk tepung, seperti akar, rimpang, dan batang (umbi) serta biji. elaioplas, bentuk semi-aktif yang mengandung tetes-tetes minyak/lemak pada beberapa jaringan penyimpan minyak, seperti endospermium (pada biji) etioplas, bentuk semi-aktif yang merupakan bentuk adaptasi kloroplas terhadap lingkungan kurang cahaya; etioplas dapat segera aktif dengan membentuk klorofil hanya dalam beberapa jam, begitu mendapat cukup pencahayaan.

  • kloroplas

  • 3. VakuolaPada sel tumbuhan besar dan jelasVakuola tumbuhan dikelilingi membran tunggal (tonoplas)Berisi air, fenol, antosianin, alkaloid dan protein

  • druserafidasilikatoksalatBatu ginjal

  • Sitoskeleton Tumbuhan

  • Angiosperm structureThree basic organs:Roots (root system) fibrous: mat of thin roots taproot: one large, vertical rootStems (shoot system) nodes: leave attachment internodes: stem segments axillary bud: dormant, vegetative potential terminal bud: apex of young shoot apical dominance: inhibits axillary budsLeaves (shoot system)bladepetiole

  • Summary of primary & secondary growth in a woody a stemApicalmeristemof stemPRIMARY PRIMARY LATERAL SECONDARYMERISTEMSTISSUES MERISTEM TISSUESProtodermEpidermis Secondary phloem Primary phloem Vascular Procambiumcambium SecondaryPrimary xylem xylem

    GroundmeristemGroundPith &tissue:CortexCork cambium CorkPeriderm

of 37/37
Embed Size (px)
Recommended