Home >Documents >Stress Test.docx

Stress Test.docx

Date post:29-Nov-2015
Category:
View:371 times
Download:6 times
Share this document with a friend
Description:
makalah yang menjelaskan mengenai stress test sebagai tugas mata kuliah IT QA. Dalam makalah ini dijelaskan mengenai pengertian, guna, dan pelaksanaan contoh stress test menggunakan tool stress test dari Microsoft.
Transcript:

BAB IPENDAHULUANSeiring dengan peningkatan kebutuhan pengolahan informasi via internet dan jumlah web server, mengakibatkan kualitas web server itu menjadi dipertanyakan. Web server, sebagai pengolah informasi dalam skala besar, tentunya harus memiliki kualitas yang baik, karena tentu saja informasi yang diolah dibutuhkan oleh para penggunanya. Untuk memastikan kualitas dari web server itu sendiri, diperlukan sebuah test yaitu stress test. Stress test merupakan salah satu jenis pengujian di mana pada suatu aplikasi dilakukan proses pengujian sampai menemui kondisi yang tidak normal, misalnya dengan meload data dalam jumlah sangat besar, akses secara bersamaan, dan lain-lain. Maka dari itu, stress test perlu dilakukan pada web server yang seringkali diakses para penggunanya yang tersebar di seluruh penjuru Negara, bahkan sampai seluruh penjuru dunia. Makalah ini akan menjelaskan mengenai stress test dan bagaimana contoh penerapannya yang dilakukan pada salah satu web server di Indonesia yang notabene masih banyak memiliki lubang yang perlu diperbaiki. 1.1 Latar BelakangKebutuhan akan otomatisasi proses dengan menggunakan teknologi informasi yang terus bertambah, mengakibatkan pertumbuhan berbagai macam jenis aplikasi meningkat. Hal ini juga berlaku pada peningkatan jumlah web server sebagai pengelola informasi via internet. Apakah berbagai macam jenis web server itu telah memiliki kualitas yang baik, merupakan hal yang penting untuk dipertimbangkan. Apabila sebuah web server tidak memiliki kualitas yang baik, hampir pasti dapat dipastikan bahwa informasi yang dapat diolah pun tidak akan maksimal, bahkan dapat berakibat merugikan user pemakai web server tersebut. Maka dari itulah, testing sangat perlu dilakukan. Ada banyak jenis testing yang dapat dilakukan dalam rangka pendeteksian ada tidaknya error pada sebuah aplikasi. Dalam hal web server, jenis testing yang sangat perlu dilakukan adalah stress test. Apakah peranan stress test ini dalam pengujian terhadap web server, tentu saja menjadi hal yang menarik untuk diketahui lebih dalam.

1.2 Rumusan MasalahApakah stress test, bagaimana penerapannya? Mengapa perlu dilakukan stress test? Apakah pada setiap software / aplikasi baru perlu dilakukan stress test? Demikianlah pertanyaan-pertanyaan itu akan menjadi bahanpembahasan dalam makalah ini.

1.3 Tujuan PenulisanAdapun tujuan dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:1. Mengetahui dan memahami lebih dalam mengenai stress test.2. Mengetahui salah satu cara penerapan stress test dalam web server.3. Melakukan kajian dan analisa dari penerapan stress test pada sebuah web server.

1.4 Ruang Lingkup KajianMengetahui pengertian dan tujuan dari stress test. Memberikan contoh penerapan stress test pada salah satu web server di Indonesia.

1.5 Sistematika PenulisanMakalah ini disusun dalam beberapa bagian, antara lain sebagai berikut:a. Bab I PendahuluanBagian ini berisikan latar belakang, tujuan penulisan, rumusan masalah, ruang lingkupkajian, dan sistematika penulisan.b. Bab II PembahasanBagian ini terdiri dari pembahasan tema pokok dari makalah ini, yakni mengenai apa yang dimaksud dengan stress test itu sendiri, dan pengenalan mengenai Webserver stress tool.c. Bab III AnalisaPada bagian ini penulis akan menganalisa cara pengoperasian pada Webserver Stress Tool.d. Bab IV PenutupBab ini merupakan bagian akhir dari makalah ini yang berisikan kesimpulan dan saran dari makalah ini.BAB IILANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Stress TestStress Test, dalam kaitannya dengan dunia Teknologi Informasi, ialah salah satu jenis test yang dilakukan pada suatu aplikasi / software, biasanya dilakukan pada aplikasi server (bisa juga dilakukan pada hardware), yang dilakukan pada sebuah lingkungan yang memerlukan resources dalam jumlah yang tidak normal, baik dari segi frekuensi maupun volume.Test ini biasanya dilakukan untuk mengetahui ketahanan dari sebuah aplikasi (ataupun hardware) dengan melakukan hal yang tidak normal dilakukan oleh user biasa terhadap aplikasi / software (atau hardware) tersebut. Tujuan dilakukannya stress test adalah untuk memperkirakan jumlah maksimum load yang dapat disupport oleh webserver tertentu.

2.2 Pengenalan Terhadap Webserver Stress Tool 7Webserver Stress Tool merupakan salah satu jenis tool yang dapat digunakan untuk melakukan stress test terhadap aplikasi webserver yang ada.Sistem requirement pada Webserver Stress Tool antara lain:Windows 2000 (Workstation ataupun Server)Windows XP (32bit dan 64bit)Windows 2003 ServerWindows Vistadapat digunakan pada versi 32bit dan 64bitSebagai tambahan, jaringan berdasar TCP/IP dan mesin test client yang handal juga dibutuhkan.Webserver Stress Tool 7 dapat digunakan: Ketika kondisi load jaringan yang lebih dari 500 MBit/s. Mengunjungi lebih dari 1.000.000 halaman web per jamnya. Akses oleh 10.000 user secara bersamaan.Meski begitu, kondisi load sebenarnya tergantung pada network infrastruktur, client/server hardware, ukuran files dan aplikasi web yang diuji.Selain digunakan untuk stress test, Webserver Stress Tool 7 juga dapat digunakan untuk beberapa jenis test lain, seperti Performance Tests, Load Tests, Ramp Tests.

2.3 Elemen-elemen Pengujian pada Webserver Stress Tool 7Beberapa elemen pengujian yang ada pada Webserver Stress Tool 7 antara lain: Click TimeClick time di sini dimaksudkan ketika user melakukan click mouse untuk mengirim request pada website tertentu, baik itu mungkin berupa redirect, frames, maupun image(jika ada). Click time dihitung sebagai waktu antara user melakukan click dan ketika server menerima request dengan segala items yang dimaksud. Average Clik TimeNilai rata-rata per URL, per user, ataupun per website. Time for DNSWaktu untuk memecah URL domain name menggunakan sistem client DNS server yang terkonfigurasi. Time to connectWaktu untuk membuat koneksi ke server. Time to first byte (TFB)Waktu antara menginisiasi sebuah request dan menerima data byte pertama dari server. Request Time (TLB, Time to last Byte)Waktu untuk sebuah HTTP Request(contoh frames, images, halaman HTML, dll.) User/Server BandwithJumlah bandwith yang dapat digunakan oleh user/server. Sent RequestJumlah request yang dikirim ke server dalam satu waktu. Received RequestJumlah jawaban / respon yang dikirim oleh server dalam satu waktu. Open RequestJumlah open request dalam waktu tertentu. Error ratesJumlah request yang gagal per satuan waktu, per user, ataupun per URL.

2.4 Bentuk Laporan dalam Webserver Stress Tool 7Beberapa jenis laporan yang dapat langsung dihasilkan oleh Webserver Stress Tool 7 di antaranya:GrafikSummary Log, terdiri dari waktu dan tanggal pengujian, hasil singkat dari keseluruhan waktu uji, hasil singkat dari keseluruhan pengujian, dan glossary.Detailed Log, terdiri dari test setup data(URLs, jumlah user, dll.), proses informasi pengujian(penungguan waktu), hasil detail dari keseluruhan waktu uji, request-request yang gagal, hasil detail dari keseluruhan pengujian, glossary, lokasi di mana log file tersimpan.User Log untuk masing-masing user, teridiri dari aktivitas log dan data seluruh click, request, dll., Time to first byte, Time to connect and data-data sejenis untuk tiap request, HTML data, cookie data, image URLs dan frames URLs.Machine readable request log (CSV) Raw graph data (CSV)

2.5 Konfigurasi pada Webserver Stress Tool 7Beberapa konfigurasi umum yang ada pada Webserver Stress Tool 7 adalah:

2.5.1 Pemilihan Jenis Test dan Jumlah User

Webserver Stress Tool dapat mendukung 3 jenis test: CLICKS: pengujian selsesai ketika masing-masing user telah menginisiasi jumlah click. Merupakan pilihan yang baik untuk menguji URLs yang berurutan.TIME: pengujian yang berjalan dalam jumlah menit yang telah ditentukan. Pengujian ini sering dilakukan untuk burn in tests, contohnya untuk membiarkan server berada pada full load sepanjang 10 jam.RAMP: Ramp tests juga berjalan pada waktu yang telah ditentukan, tetapi dengan menyertakan peningkatan load dari 1 user ke jumlah user tertentu yang mencapai 80% dari jumlah wajtu test. Menjelang 20% sisa waktu, keseluruhan jumlah user akan aktif. Ramp Test adalah cara yang baik untuk menemukan batasan dari webserver atau aplikasi web.Simulasi user, digunakan untuk menentukan jumlah user yang aktif pada saat pengujian berlangsung. Jumlah user dapat bernilai antara 1 sampai 10.000. Nilai Click Delay juga harus dimasukkan untuk user yang aktif. Semakin kecil nilai yang ditentukan, semakin besar level stress yang dilakukan pada webserver.Project scenario, comment, operator, dapat digunakan untuk memasukkan informasi tentang pengujian yang dilakukan. Comment ini akan dimasukkan ke laporan. 2.5.2 Penggunaan URLs Sequence yang Sederhana

Pemilihan URL Sequencing, ada 4 pilihan: Users select URL for each click randomly: webserver akan memilih salah satu URL untuk masing-masing click secara acak. Users always click the same URL: masing-masing user memilih sebuah URL dan click hanya URL selama pengujian. Users follow complete sequence: semua user akan menggunakan pilihan URL sesuai dengan urutan. Users visit first X URLs, then random, then last X URLs: semua user akan menggunakan URL pertama yang dispesifikasikan, kemudian URL berikutnya adalah URL yang dipilih secara acak.URL Recorder, digunakan untuk melakukan pencatatan secara otomatis terhadap URL-URL yang dikunjungi. 2.5.3 Pengaturan Parameter Browser

Webserver Stress Tool mensimulasikan sebuah browser dari sudut pandang server, tetapi tidak mensimulasikan mengubah client scree atau mengeksekusi client side scripts.Jika ada proxy server, Pilih Proxy Server dan masukkan alamat dan port dari proxy. Jika proxy membutuhkan autentikasi, pilih Use Proxy User dan masukkan username dan password. User agent string dapat dikirim ke server ketika User Agent dipilih. Untuk menambahkan parameter ke HTTP request header, aktifkan Addtl. Headers dan masukkan data. Use Timeout dapat digun

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended