Home >Health & Medicine >STRESS HOSPITALISASI

STRESS HOSPITALISASI

Date post:09-Jul-2015
Category:
View:1,673 times
Download:5 times
Share this document with a friend
Transcript:

PENGERTIAN STRESS

KEPERAWATAN JIWA IDisusun Oleh: Kelompok IIDesak putu Ratih kumala DewiNurul Fath fikriyahAgil SaputraOkki RiawatiMistika PembeUlfa Mulflikha

Stress Berhubungan Dengan Dampak Hospitalisasi

PENGERTIAN STRESSSuatu keadaan yang bersifat internal yang disebabkan oleh tuntutan fisik, lingkungan dan situasi sosial yang merusak dan tidak terkontrol. Sangat bersifat individu yang bersifat merusak bila tidak ada keseimbangan antara daya tahan mental individu orang itu terhadap beban yang dirasakannya.Faktor kunci dari stress adalah persepsi seseorang dan penilaian terhadap situasi dan kemampuan untuk menghadapi atau mengambil manfaat dari situasi yang dianggap membebaninya.Faktor Penyebab Stress1.Faktor EksternalFaktor stress yang berasal dari luar : Kerjaan menumpuk ,stress karena jalanan macet2. Faktor InternalBerhubungan dengan keadaan diri sendiri: harapan yang terlalu tinggi, ketakutan akan sesuatu hal, trauma.

KONSEP DASAR HOSPITALISASI

pengertian hospitalisasiHospitalisasi merupakan suatu proses yang karena suatu alasan yang berencana atau darurat, mengharuskan klien untuk tinggal dirumah sakit, menjalani terapi dan perawatan sampai pemulangannya kembali kerumah. Selama proses tersebut anak dan orang tua dapat mengalami berbagai kejadian yang menurut beberapa penelitian ditunjukkan dengan pengalaman yang sangat traumatic dan penuh dengan stress, ( Supartini, 2004 hal : 188 ).Berbagai perasaan yang sering muncul pada anak, yaitu : cemas, marah, sedih, takut, dan rasa bersalah ( Wong, 2000, dalam Supartini, 2004, hal : 188 ). Perasaan tersebut dapat timbul karena menghadapi sesuatu yang baru dan belum pernah dialami sebelumnya, rasa tidak aman dan tidak nyaman, perasaan kehilangan sesuatu yang biasa dialaminya dan sesuatu yang dirasakan menyakitkan. Tidak hanya anak, orang tua juga mengalami hal yang sama. (Supartini, 2004 hal : 188 ).Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang tua mengalami kecemasan yang tinggi saat perawatan anaknya dirumah sakit walaupun beberapa orang tua juga dilaporkan tidak mengalami karena perawatan anak dirasakan dapat mengatasi permasalahannya (Hallstrom dan Ellander, 1997. Brewis, E. 1995, dalam Supartini 2004: 188 ).Apabila anak stress selama dalam perawatan, orang tua menjadi stress pula, dan stress orang tua akan membuat tingkat stress anak semakin meningkat ( Supartini, 2004 hal : 188 ).Anak adalah bagian dari kehidupan orang tuanya sehingga apabila ada pengalaman yang mengganggu kehidupannya maka orang tua pun merasa sangat stress ( Brewis ,1995, dalam Supartini hal : 188 ).Macam-Macam HospitalisasiHospitalisasi InformalHospitalisasi VolunterHospitalisasi InvolunterHospitalisasi Gawat DaruratRentang Respon Hospitalisasi

Menurut Supartini ( 2004, hal : 189 ), berbagai macam perilaku yang dapat ditunjukkan klien dan keluarga sebagai respon terhadap perawatannya dirumah sakit, sebagai berikut :Reaksi anak terhadap hospitalisasiReaksi keluarga terhadap hospitalisasi

Manfaat HospitalisasiMenurut Supartini (2004, hal : 198) manfaat hospitalisasi, sebagai berikut:Membantu perkembangan keluarga dan pasien dengan cara memberi kesempatan keluarga mempelajari reaksi pasien terhadap stresor yang dihadapi selama perawatan di Rumah sakitHospitalisasi dapat dijadikan media untuk belajar. Untuk itu perawatan dapat memberi kesempatan pada keluarga untuk belajar tentang penyakit, prosedur, penyembuhan, terapi, dan perawatan pasien.

c. Untuk meningkatkan kemampuan kontrol diri dapat . akan kemampuan kontrol diri dapat dilakukan dengan memberi kesempatan pada pasien mengambil keputusan, tidak terlalu bergantung pada orang lain dan percaya diri. d. Fasilitasi klien untuk tetap menjaga sosialisasinya dengan sesama klien yang ada, teman sebaya atau teman sekolah. Berikan kesempatan padanya untuk saling kenal dan membagi pengalamannya. Demikian juga interaksi dengan petugas kesehatan dan keluarga harus difasilitasi oleh perawat karena selama dirumah sakit klien dan keluarga mempunyai kelompok yang baru.

Dampak HospitalisasiMenurut Asmadi (2008, hal : 36) secara umum hospitaisasi menimbulkan dampak pada lima aspek,yaitu privasi,gaya hidup,otonomi diri,peran,dan ekonomi.PrivasiGaya HidupOtonomiPeranhospitalisasi pada anakHospitalisasi adalah suatu keadaan krisis pada anak, saat anak sakit dan dirawat di rumah sakit. Keadaan ini terjadi karena anak berusaha untuk beradaptasi dengan lingkungan asing dan baru yaitu rumah sakit, sehingga kondisi tersebut menjadi faktor stressor bagi anak baik terhadap anak maupun orang tua dan keluarga (Wong, 2000).Hospitalisasi merupakan suatu proses karena alasan berencana atau darurat yang mengharuskan anak untuk tinggal di rumah sakit untuk menjalani terapi dan perawatan. Meskipun demikian dirawat di rumah sakit tetap merupakan masalah besar dan menimbulkan ketakutan, cemas, bagi anak (Supartini, 2004). Hospitalisasi juga dapat diartikan adanya beberapa perubahan psikis yang dapat menjadi sebab anak dirawat di rumah sakit (Stevens, 1999).Stressor pada Anak yang Dirawat di Rumah Sakit A. STRESSOR PADA INFANTa. pengertianPada usia 6 bulan akan memperlihatkan Separation Anxiety dimana bayi menenagis keras jika ditinggal ibunya. Perlukaan dan rasa sakit : ekspresi wajah tidak menyenangkan, pergerakan tubuh yg berlebihan dan menangis kuat.b. Separation anxiety ( cemas karena perpisahan ) -Pengertian terhadap realita terbatas hubungan dengan ibu sangat dekat-Kemampuan bahasa terbatasc. Respon Infant akibat perpisahan dibagi tiga tahapTahap Protes ( Fase Of Protes )Tahap Putus Asa ( Phase Of Despair )Tahap Menolak ( Phase Detachment / Denial ) d. Kehilangan Fungsi dan KontrolHal ini terjadi karena ada persepsi yang salah tentang prosedur dan pengobatan serta aktivitas di rumah sakit, misalnya karena diikat/restrain tangan, kaki yang membuat anak kehilangan mobilitas dan menimbulkan stress pada anake. Gangguan Body Image dan NyeriInfant masih ragu tentang persepsi body imageTetapi dengan berkembangnya kemampuan motorik infant dapat memahami arti dari organ tubuhnya, missal : sedih/cemas jika ada trauma atau luka.Warna seragam perawat / dokter ( putih ) diidentikan dengan prosedur tindakan yang menyakitkan sehingga meningkatkan kecemasan bagi infant.

B. STRESSOR PADA ANAK USIA AWAL ( TODDLER & PRA SEKOLAHReaksi emosional ditunjukan dengan menangis, marah dan berduka sebagai bentuk yang sehat dalam mengatasi stress karena hospitalisasi. Pada usia 6 bulan akan memperlihatkan Separation Anxiety dimana bayi menangis keras jika ditinggal ibunya.Perlukaan dan rasa sakit : ekspresi wajah tidak menyenangkan, pergerakan tubuh yg berlebihan dan menangis kuat.Respon prilaku yang anak sesuai dengan tahapannya yaitu :1. Tahap protes 2. Tahap putus asa 3. Tahap denialA. Pengertian Anak Tentang Sakit:Anak mempersepsikan sakit sebagai suatu hukuman untuk perilaku buruk, hal ini terjadi karena anak masih mempunyai keterbatasan tentang dunia di sekitar mereka.Anak mempuyai kesulitan dalam pemahaman mengapa mereka sakit, tidak bias bermain dengan temannya, mengapa mereka terluka dan nyeri sehingga membuat mereka harus pergi ke rumah sakit dan harus mengalami hospitalisasi.Reaksi anak tentang hukuman yang diterimanya dapat bersifat passive, cooperative, membantu atau anak mencoba menghindar dari orang tua, anak menjadi marah.B. Separation /perpisahanAnak takut dan cemas berpisah dengan orang tuaAnak sering mimpi buruk

C. Kehilangan Fungsi Dan KontrolDengan adanya kehilangan fungsi sehubungan dengan terganggunya fungsi motorik biasanya mengakibatkan berkurangnya percaya diri pada anak sehingga tugas perkembangan yang sudah dicapai dapat terhambat. Hal ini membuat anak menjadi regresi; ngompol lagi, suka menghisap jari dan menolak untuk makan.Restrain / Pengekangan dapat menimbulkan anak menjadi cemas

D. Gangguan Body Image Dan NyeriMerasa tidak nyaman akan perubahan yang terjadiKetakutan terhadap prosedur yang menyakitkan

STRESSOR PADA USIA PERTENGAHAN

Restrain atau immobilisasi dapat menimbulkan kecemasana.Pengertian tentang sakit- anak usia 5 7 tahun mendefinisikan bahwa mereka sakit sehingga membuat mereka harus istirahat di tempat tidur- Pengalaman anak yang terdahulu selalu mempengaruhi pengertian anak tentang penyakit yang di alaminya. b.Separation /Perpisahan- Dengan semakin meningkatnya usia anak, anak mulai memahami mengapa perpisahan terjadi.- Anak mulai mentolerir perpisahan dengan orang tua yang berlangsunng lama.- Perpisahan dengan teman sekolah dan guru merupakan hal yang berarti bagi anak sehingga dapat mengakibatkan anak menjadi cemas.c.Kehilangan Fungsi Dan Kontrol- Bagi anak usia pertengahan ancaman akan harga diri mereka sehingga sering membuat anak frustasi, marah dan depresi.- Dengan adanya kehilangan fungsi dan control anak merasa bahwa inisiatif mereka terhambat.d.Gangguan body image dan nyeri- anak mulai menyadari tentang nyeri- Anak tidak mau melihat bagian tubuhnya yang sakit atau adanya luka insisi.

D. STRESSOR PADA ANAK USIA AKHIRa.pengertian:Anak mulai mulai memahami konsep sakit yang bias disebbkan oleh factor eksternal atau bakteri, virus dan lain-lain. Mereka percaya bahwa penyakit itu bisa dicegahb.Separation / Perpisahan- Perpisahan dengan orang tua buakan merupakan suatu masalah- Perpisahan dengan teman sebaya / peer group dapat mengakibatkan stress- Anak takut kehilangan status hubungan dengan temanc.Kehilangan fungsi controlAnak takut kehilangan control diri karena penyakit dan rasa nyeri yang dialaminya.d.Gangguan body Image- Anak takut mengalami kecacatan dan kematian- Anak takut sesuatu yang terjadi atau berpengaruh terhadap alat genitalianya

E. STRESSOR PADA ADOLESCENT/REMAJA

a.Pengertian tentang sakit- Anak mulai memahami konsep yang abstrak dan penyebab sakit yang bersifat kompleks- Anak mulai memahami bahwa hal-hal yang bias mempengaruhi sakit.b.Separation / Perpisahan- Anak r

Embed Size (px)
Recommended