Home >Documents >Stop Dan Exposure

Stop Dan Exposure

Date post:16-Jan-2016
Category:
View:26 times
Download:1 times
Share this document with a friend
Description:
photografi
Transcript:
  • Tips Fotografi

    MUDAH BELAJAR STOP DAN EXPOSURE

    Ver 00, 11 May 2014

    Istilah ini pada awalnya diterapkan untuk bukaan atau Aperture lensa, yang sampai sekarang masih sering disebut sebagai F-Stop. Pada perkem-bangannya istilah Stop juga diterapkan pada nilai Exposure. Pergerakan naik +1 Stop bisa diartikan foto menjadi lebih terang 2 kali, dan seterusnya. Sebaliknya, turun -1 Stop berarti tingkat terang foto

    menjadi setengahnya, dan seterusnya. Pembahasan mengenai Exposure biasanya tidak jauh dari skema Segitiga Exposure. Akan tetapi pada artikel ini, kita akan menggunakan analogi yang lebih sederhana dengan anak tangga. Naik anak tangga berarti semakin terang, dan turun berarti semakin gelap.

    BAGIAN I. Mengenal Dasar Konsep Stop

    Menunggu Sunset, P. Handeuleum DX + 18-270mm @ 270mm, ISO 100, F/6.3, 1/2500s

    + 2 STOP+ 1 STOPISO 100, F/3.2, 1/400s- 1 STOP- 2 STOP

    Konsep Stop yang digunakan untuk mengatur Exposure merupakan salah satu warisan dari era analog yang tetap relevan diterapkan pada fotografi digital. Pada mini e-Book kali ini anda akan diperkenalkan dengan cara sederhana untuk memahami bagaimana pengaturan Exposure dengan mempertukarkan tiga param-eter (ISO, Aperture, Speed) melalui konsep Stop.

  • A. Konsep Stop dan Aperture

    Pada era analog, penerapan istilah Stop diartikan sebagai seberapa jauh aperture lensa akan menghentikan cahaya. Berikut ini gambaran sederhana korelasi konsep Stop dan Aperture.

    Sebagai contoh kita mulai dari F/4. Jika dis-ebutkan untuk naik +1 Stop, artinya kita naik 1 anak tangga ke F/2.8 dan foto menjadi lebih terang +1 Stop. Dari F/2.8, jika disebut naik +2 Stop maka artinya naik 2 anak tangga ke F/1.4, dan gambar menjadi lebih terang +2 Stop.

    Demikian juga pada arah turun, dari F/1.4, jika disebut turun -3 Stop, artinya kita turun 3 anak tangga ke F/4. Dan dari F/4, jika kita turun -2 Stop, artinya turun lagi 2 anak tangga ke F/8.

    B. Konsep Stop dan ISO

    Penerapan konsep Stop untuk ISO pada dasarnya serupa, yaitu dua kali lebih terang atau sebaliknya. Berikut ini gambaran seder-hananya.

    Sebagai contoh kita mulai dari ISO 400. Jika disebutkan untuk naik +1 Stop, artinya kita naik 1 anak tangga ke ISO 800 dan foto men-jadi lebih terang +1 Stop. Dari ISO 800, jika disebut naik +2 Stop lagi maka artinya naik 2 anak tangga ke ISO 3200, dan gambar men-jadi lebih terang +2 Stop.

    Demikian juga pada arah turun, dari ISO 3200, jika disebut turun -3 Stop, artinya kita turun 3 anak tangga ke ISO 400. Dan dari ISO 400, jika kita turun -2 Stop, artinya turun lagi 2 anak tangga ke ISO 100.

    Catatan :

    Faktor perkalian pada ISO untuk tiap Stop adalah x 2

    Parameter ISO pada kamera digital umumnya diatur dengan ketelitian 1/3 Stop untuk setiap klik pada dial

    Catatan :

    Faktor perkalian untuk tiap Stop adalah akar kuadrat 2 (sekitar 1.4), yang diturunkan dari rumus luas lingkaran

    Parameter Aperture pada kamera digital umumnya diatur dengan tingkat ketelitian 1/3 Stop untuk setiap klik pada dial

    Catatan :

    Untukmempermudahmemahamiartikelini,disarankanuntukjugamengacukeminie-booksebelumn-yamengenaiTigaFaktorExposuredanLangkahMudahMeninggalkanModeAutoyangbisaandadownloaddiwebsitewww.wdlens.net

    CakupanpembahasanStopdanExposurepadaartikelinilebihsesuaiuntukskenariodenganContinuousLight(semisalcahayamatahariataulampubohlam)

  • C. Konsep Stop dan Speed

    Untuk Shutter Speed juga tidak berbeda jauh dengan dua sub bahasan sebelumnya. Pen-ingkatan +1 Stop berarti kamera menangkap cahaya dengan waktu 2 kali lipat, dan juga sebaliknya. Berikut ini gambaran sederhana mengenai Stop dan Shutter Speed.

    Sebagai contoh kita mulai dari speed 1/250s. Jika disebutkan untuk naik +1 Stop, artinya kita naik 1 anak tangga ke 1/125s dan foto menjadi lebih terang +1 Stop. Dari 1/125s, jika disebut naik +2 Stop lagi maka artinya naik 2 anak tangga ke 1/30s, dan gambar menjadi lebih terang +2 Stop.

    Demikian juga pada arah turun, dari 1/30s, jika disebut turun -3 Stop, artinya kita turun 3 anak tangga ke 1/250s. Dan dari 1/250s, jika kita turun -2 Stop, artinya turun lagi 2 anak tangga ke 1/1000s.

    BAGIAN II. Mempraktekkan Konsep Stop

    Catatan :

    Faktor perkalian pada Shutter Speed untuk tiap Stop adalah x 2

    Parameter Shutter Speed pada kamera digital umumn-ya juga diatur dengan tingkat ketelitian 1/3 Stop untuk setiap klik pada dial

    Untuk bagian ini, disarankan untuk keluar rumah dan mencari obyek uji coba di sekitar teras rumah atau ta-man, sebagai contoh, anda bisa memotret bunga. Disarankan memilih obyek yang berada di tempat teduh, atau tidak terkena sinar matahari langsung.

    1. Persiapkan terlebih dulu kamera anda dengan Mode Auto, dan ambil foto obyek (dan jangan guna-kan Flash). Tekan tombol Play atau Review (biasanya berupa segitiga menghadap kanan berwarna hijau) untuk menampilkan foto yang baru saja diambil.

    2. Selanjutnya tekan tombol info, display, atau atas/bawah (sesuai seri kamera anda) untuk menampil-kan data teknis pemotretan yang meliputi Aperture, ISO, dan Shutter Speed. Silahkan mengacu ke buku manual untuk tombol yang bisa digunakan.

    3. Catat ketiga data teknis ini di kertas. Sebagai contoh untuk foto yang penyusun ambil, diperoleh ISO 100, F/5.6, dan Shutter Speed 1/250

    4. Langkah selanjutnya, ubah Mode kamera anda ke Manual, matikan Auto ISO, dan setting setiap parameter sesuai dengan yang telah anda catat. Gunakan Aperture, ISO, dan Shutter Speed yang sama persis.

    5. Kalau foto anda dirasa terlalu gelap, naikkan salah satu atau beberapa parameter yang diinginkan, sesuai selera anda. Begitu juga jika terlalu terang, turunkan seperlunya.

    Bunga. FX + 70-200mm F/2.8 @ 200mm, ISO 100, F/5.6, 1/250s

  • Wahyu Dharsito

    Penggemar fotografi dan penyusun beberapa buku bertema fotografi, diantaranya Basic Photography : Perfect Shot, 50+ Trik dan Ide Foto, dan Basic Lighting for Photography : Teknik dasar mengendalikan cahaya. >

    Creative Commons, Attribution, Non Commercial. Anda dipersilahkan memperban-yak, mendistribusikan, mencampur-ulang, dengan menyebutkan sumber aslinya untuk keperluan non komersial.

    6. Bayangkan anda menemui skenario dimana dibutuhkan gambar yang lebih sedikit noise. Sekarang anda ganti parameter ISO, turunkan -1 Stop (atau 3 klik), dan imbangi dengan menaikkan Aperture atau Shut-ter Speed +1 Stop. Ambil gambar, dan lihat hasilnya ... seharusnya sama terang, tetapi dengan ISO yang lebih rendah.

    7. Sekarang bayangkan anda ingin menggunakan Aperture yang lebih sempit untuk mempertebal Depth of Field. Untuk itu turunkan Aperture sejauh -3 Stop, dan imbangi dengan menaikkan ISO naik +2 Stop dan Shutter Speed naik +1 Stop, atau sebaliknya. Ambil gambar, dan bandingkan hasilnya.

    8. Selanjutnya bayangkan anda ingin membekukan pergerakan dengan menggunakan Shutter Speed cepat, semisal dengan turun -3 Stop. Untuk mengimbangi, naikkan Aperture sejauh +2 Stop, dan ISO sejauh +1 Stop (atau sebaliknya). Ambil gambar, dan bandingkan hasilnya.

    9. Ulangi langkah yang serupa dengan 6, 7, dan 8 tetapi dengan sasaran obyek yang lebih berragam dan skenario yang berbeda-beda. Terus, terus, dan terus ... kalau perlu sampai batere anda habis, hehehe.

    Selamat, anda (seharusnya) sudah berhasil menguasai konsep Exposure dan Stop. Kalau belum, anda bisa ulangi bagian praktek sampai lancar.

    Selamat mencoba :)

    Langkah ke 6 dan selanjutnya adalah bagian yang paling penting. Mindset sederhana untuk mempelajari Exposure adalah dengan membayangkan pergerakan pada anak tangga, seperti ilustrasi berikut. Jika ada parameter yang naik +1 Stop, maka perlu diimbangi parameter lain turun -1 Stop. Jika ada parameter yang turun -3 Stop, maka perlu diimbangi parameter lain dengan naik +3 Stop, dan demikian seterusnya.

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended