Home >Documents >Spbu Lot Stock

Spbu Lot Stock

Date post:27-Dec-2015
Category:
View:81 times
Download:12 times
Share this document with a friend
Description:
SPBU
Transcript:
  • PERANCANGAN SISTEM PENGENDALIAN PERSEDIAAN BBM

    PADA SPBU DENGAN KONSEP MIN-MAX STOCK LEVEL

    DAN TIME PHASED ORDER POINT

    (STUDI KASUS SPBU 44.501.01)

    TESIS

    Untuk memenuhi sebagian persyaratan

    Mencapai derajat Sarjana S-2

    Program Studi Magister Sistem Informasi

    Oleh : MUHAMAD DANURI

    J4F009028

    PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO

    SEMARANG 2011

  • ABSTRACT

    The concept of supply chain inventory requirement has been widely used by

    companies to improve meeting the needs of its customers. The lost of selling coused from

    inventory shortage is an important thing to be avoided by the company. This research aims to

    build a inventory control system supplies fuel to the method of Distribution Requirements

    Planning (DRP) web-based on gas stations in the area of Semarang.

    The method used for planning is the ordering of distribution requirements planning

    with the stage of determining the net requirements (netting), selection Lot (lotting), the

    timing of orders (offsetting) and the determination of gross requirements for next level

    (exploision). The Time Phased Order Point and min-max stock level Consept used for

    optimalitation needs Planning. Model Design of the system is using waterfall model which

    consists of system analysis, system design, system implementation and testing programs.

    The research result of inventory control system can be used to support and improve

    inventory control at retail outlets. The results of testing the system states that the system

    developed to support inventory control, to increase the need security at gas stations supply

    needs to be better and minimize losses orders.

    Keywords: Inventory Control, Needs Planning, Time Phased Order Point, Distribution

    Requirement Planning, Design system, Waterfall model

  • ABSTRAK

    Konsep rantai pasokan kebutuhan persediaan telah banyak digunakan perusahaan untuk

    meningkatkan pemenuhan kebutuhan bagi pelanggannya. Kehilangan penjualan akibat

    kekurangan persediaan adalah hal penting yang dihindari oleh perusahaan. Penelitian ini

    bertujuan membangun sistem pengendalian persediaan BBM dengan optimalisasi titik

    pemesanan pada metode Distribution Requirement Planning (DRP) pada SPBU di wilayah

    semarang.

    Metode yang digunakan untuk perencanaan pemesanan persediaan adalah Distribution

    Requirement Planning dengan tahapan penentuan kebutuhan bersih (netting), pemilihan Lot

    (lotting), pemilihan waktu pemesanan (offsetting) dan penentuan kebutuhan kotor tingkat

    distribusi yang lebih tinggi (explosion). Optimalisasi pemesanan persediaan dilakukan dengan

    konsep min-max stock level dan Time Phased order point. Model Rancang bangun sistem ini

    menggunakan waterfall model yang terdiri dari analisa sistem, disain sistem, implementasi

    sistem dan pengujian program.

    Hasil penelitian rancang bangun ini adalah sistem pengendalian persediaan yang dapat

    digunakan untuk mendukung dan pemenuhan kebutuhan persediaan pada SPBU. Hasil

    pengujian sistem menyatakan bahwa sistem yang dikembangkan mendukung pengendalian

    persediaan pada SPBU, meningkatkan keamanan kebutuhan persediaan dan mengurangi

    losses yang terjadi pada proses pemesanan.

    Kata Kunci : Pengendalian Persediaan, perencanaan Kebutuhan, Time phased Order Point,

    Distribution Requirement Planning, Perancangan system, Waterfall Model

  • BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1. Latar Belakang

    Konsep rantai pasokan kebutuhan (supplay chain) persediaan telah banyak digunakan

    perusahaan untuk meningkatkan pemenuhan kebutuhan bagi pelanggannya. Pengembangan konsep

    ini menjadi suatu kebutuhan bagi perusahaan, seperti yang dilakukan IKEA dengan pengembangan

    supplay chain planning melalui sentralisasi perencanaan aktifitas dan pengendalian persediaan

    untuk pemenuhan kebutuhan dimasing-masing retailnya (Jonsson, 2009).

    Setiap perusahaan akan selalu berusaha untuk selalu memenuhi permintaan konsumen pada

    waktu dan jumlah yang tepat. Kehilangan penjualan akibat kekurangan persediaan adalah suatu hal

    penting yang dihindari oleh perusahaan. Kerugian yang diakibatkan karena kekurangan persediaan

    selain berupa kekurangan jumlah penjualan juga berkurangnya kepercayaan dan loyalitas pelanggan

    kepada perusahaan. Jika permasalahan ini sering terjadi dapat menimbulkan berkurangnya citra

    perusahaan dimata masyarakat yang akhirnya dapat menganggu perekonomian perusahaan

    tersebut.

    SPBU merupakan sebuah agen yang mendistribusikan BBM bagi masyarakat, pengendalian

    persediaan di SPBU menjadi faktor utama dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat. Dengan

    berkembangnya teknologi perlu adanya suatu sistem yang dapat memantau persediaan BBM untuk

    pengendalian persediaan sehingga pemenuhan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

    Distribution Requirement Planning (DRP) merupakan suatu metode yang digunakan untuk

    merencanakan distribusi pada jaringan distribusi multi eselon. Penelitian pengujian DRP untuk

    perencanaan dan pengawasan persediaan lebih konsisten untuk memenuhi kebutuhan persediaan

    (Enns, dan Suwanruji, 1999).

  • Penelitian penggunaan Min-max Stock level dan Time Phased Order Point pada metode DRP

    untuk pengendalian Persediaan lebih dapat mengantisipasi kekurangan persediaan (Thormhlen, et.

    all, 1996 ). Proses DRP menghasilkan perencanaan pemenuhan persediaan dengan proses

    perhitungan yang dimulai dari data persediaan dan penjualan yang diolah melalui proses penentuan

    kebutuhan bersih (Netting), penentuan jumlah lot kebutuhan (Lotting), rencana penjadwalan

    pemesanan (Offseting) dengan konsep min-max stock level dan Time Phased order Point serta

    pengiriman data penjualan ke tingkat distribusi yang lebih tinggi (Explosion).

    Sistem pengendalian persediaan BBM pada SPBU dapat menjadi alternatif perencanaan

    pemenuhan kebutuhan persediaan sehingga pelayanan permintaan pelanggan menjadi lebih

    optimal, serta dapat mengantisipasi terjadinya kekosongan persediaan dan kerugian akibat losses

    yang terjadi pada kegiatan pemesanan.

    1.2. Perumusan Masalah

    Berdasarkan latar belakang diatas, maka permasalahan dalam penelitian ini adalah Bagaimana

    merancang sistem pengendalian persediaan BBM Pada SPBU dengan konsep Min-max stock level

    dan Time Phased Order Point?

    1.3. Batasan Masalah

    Untuk lebih memfokuskan penelitian ini maka diberikan batasan permasalahan sebagai

    berikut

    a) Pembahasan ditekankan pada pemenuhan kebutuhan persediaan BBM jenis Premium dan

    meminimalkan losses yang terjadi pada kegiatan pemesanan dengan pengendalian persediaan

    yang dilakukan oleh SPBU sendiri sedangkan pusat distribusi bersifat Pasif.

  • b) Peramalan Penjualan dalam sistem penjadwalan ini mengunakan metode peramalan Moving

    Average, berdasar analisis peramalan yang paling sesuai untuk SPBU (Mulyandi, 2010).

    c) Sistem pengendalian persediaan dengan merencanakan titik pemesanan pada waktu yang tepat

    mengunakan min-max stock level dan Time Phased Order Point (Thormahlen, et. all., 1996) di

    dalam metode DRP.

    d) Proses pembuatan sistem informasi ini menggunakan Model pengembangan system rekayasa

    perangkat lunak Waterfall Model (Pressman, 2001) dan penggunaan Unified Modeling Language

    (Booch, 1999) sebagai perangkat Perancangannya.

    1.4. Keaslian Penelitian

    Perbedaan mendasar penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah penggunaan

    konsep min-max stock level dan Time Phased Order Point (TPOP) dalam metode Distribution

    Requirement Planning (Thormahlen, et. all.,, 1996) yang belum diaplikasikan dalam sebuah sistem

    informasi berbasis web.

    1.5. Manfaat Penelitian

    Manfaat yang dihasilkan dari penelitian ini adalah

    a) Menghasilkan alat bantu pengambil keputusan untuk memberikan alternatif pengendalian

    persediaan premium pada SPBU sehingga kebutuhannya dapat terpenuhi dan mengurangi

    losses yang terjadi pada kegiatan pemesanan.

    b) Memberikan kontribusi terhadap ilmu pengetahuan khususnya pada bidang teknologi

    informasi mengenai penggunaan Waterfall model (Pressman, 2001) dan Unified Modeling

    Language (UML) (Booch, 1999) yang digunakan dalam perancangan sistem ini. Adapun

    kontribusi dibidang ilmu Manajemen adalah penggunaan Konsep Time Phased Order point

    dalam metode Distribution Requirement Planning (DRP).

  • 1.6. Tujuan Penelitian

    Penelitian tesis ini bertujuan merancang sebuah sistem pengendalian persediaan BBM

    pada SPBU dengan konsep Min-Max stock Level dan Time Phased Order Point.

  • BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

    2.1. Tinjauan Pustaka

    Penelitian Penelitian tentang Supplay chain planning dan metode Distribution Requirement

    Planning (DRP) banyak dilakukan pada perusahaan-perusahaan yang memiliki jaringan

    pendistribusian barang multi eselon, tujuan utamanya adalah melakukan pengendalian persediaan

    yang lebih optimal dan efisien.

    Pengkajian penggunaan metode DRP untuk perencanaan dan pengawasan persediaan

    dengan hasil metode ini lebih konsisten untuk memenuhi kebutuhan persediaan (Enns, dan

    Suwanruji, 1996).

    Penelitian penggunaan Min-max Stock dan Time Phased Order Point pada metode DRP untuk

    pengendalian Persediaan lebih dapat mengantisipasi kekurangan persediaan (Thormhlen, et. all.,

    1996 ).

Click here to load reader

Reader Image
Embed Size (px)
Recommended