Home >Documents >SKKNI Bidang Akupunktur

SKKNI Bidang Akupunktur

Date post:30-Dec-2016
Category:
View:269 times
Download:15 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • 1

    MENTERITENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI

    REPUBLIK INDONESIA

    KEPUTUSAN MENTERITENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI

    REPUBLIK INDONESIA

    NOMOR : KEP. 205/MEN/V/2007

    TENTANG

    PENETAPAN SKKNISEKTOR KESEHATAN

    SUB SEKTOR JASA KESEHATAN LAINNYABIDANG AKUPUNKTUR

  • 2

    LAMPIRAN

    KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI

    REPUBLIK INDONESIA

    NOMOR : KEP. / MEN / / 2007

    TENTANG

    PENETAPAN STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA

    SEKTOR JASA KESEHATAN

    SUB SEKTOR JASA KESEHATAN LAINNYA

    BIDANG AKUPUNKTUR

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. LATAR BELAKANG

    Dewasa ini dunia menjadi semakin padat penduduknya serta semakin meningkatkanupaya globalisasi yang meniadakan batas antar negara. Keadaan ini akan memberimanfaat yang sangat besar kepada umat manusia di dunia, namun juga menimbulkanmunculnya iklim persaingan yang sangat ketat. Dengan demikian dibutuhkan suatu kerjasama dan kemitraan yang mantap dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dunia.

    Di samping itu terjadi pergeseran pola penyakit dari penyakit infeksi menjadi penyakitdegeneratif, dari paradigma upaya pelayanan kesehatan yang bersifat kuratif menjadiupaya kesehatan yang bersifat preventif dan promotif. Dengan demikian dibutuhkansarana pelayanan kesehatan yang dapat memenuhi tuntutan dan kebutuhanmasyarakat. Sarana pelayanan kesehatan saat ini dituntut untuk memiliki kemampuanuntuk menanggulangi penyakit-penyakit degeneratif dan kronis yang terdapat dimasyarakat.

    Salah satu upaya pelayanan kesehatan alternatif yang ditawarkan adalah akupunkturatau tusuk jarum. Pelayanan kesehatan tradisional akupunktur telah semakin diminatioleh masyarakat di seluruh dunia termasuk Indonesia. Dengan demikian agarmasyarakat dapat memperoleh manfaat sebesar-besarnya dari upaya pelayanankesehatan dengan akupunktur, maka perlu disusun kompetensi kerja yang baku untuksetiap praktisi akupunktur atau akupunkturis di seluruh Indonesia (Standar KompetensiKerja Nasional Indonesia).

    Dengan disusunnya dan diberlakukannya kompetensi kerja baku akupunkturis ini, makalembaga pendidikan akupunktur dapat menggunakannya untuk membentuk akupunkturisyang handal, profesional, dan mampu menolong masyarakat yang menderita, sertamasyarakat akan terlindungi dari praktek tenaga-tenaga akupunkturis yang tidakprofesional. Juga pemerintah dapat menggunakannya sebagai acuan untukmerumuskan kebijakan dalam mengembangkan sumber daya manusia secara makro.

    B. TUJUAN

    Penyusunan kompetensi baku sektor akupunktur bertujuan mengembangkan sumberdaya manusia yang khusus bergerak di bidang pelayanan kesehatan dengan

  • 3

    akupunktur, sehingga mampu mencukupi keperluan masyarakat pengguna danpemerintah, yaitu :

    1. Institusi pendidikan dan pelatihanSebagai acuan dalam penyelenggaraan pelatihan dan pengembangan kurikulum.

    2. Rumah sakit, puskesmas, klinik akupunkturSebagai acuan dalam penyelenggaraan pelayanan akupunktur.

    3. Masyarakat umumSebagai upaya sosialisasi dan keterbukaan yang lebih luas, sehingga memberiwawasan masyarakat di samping memberi kesempatan menjadi tenagaakupunkturis.Sebagai pedoman bagi masyarakat yang memerlukan pelayanan akupunktur untukmenilai dan memperoleh pelayanan kesehatan oleh tenaga akupunkturis yangprofesional.

    4. Institusi penyelenggara ujian dan sertifikasiSebagai acuan untuk penyelenggaraan ujian dan pemberian sertifikasi sebagaiakupunkturis.

    5. PemerintahSebagai acuan untuk membuat kebijakan dan penyusunan peraturan yangterakit dengan pelayanan akupunktur.

    C. PENGGUNAAN STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA

    Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia yang telah disusun dan telahmendapatkan pengakuan oleh para pemangku kepentingan akan dirasakan bermanfaatapabila telah terimplementasi secara konsisten. Standar Kompetensi Kerja digunakansebagai acuan untuk : Menyusun uraian pekerjaan. Menyusun dan mengembangkan program pelatihan dan sumber daya manusia. Menilai unjuk kerja seseorang. Sertifikasi profesi di tempat kerja.

    Dengan dikuasainya kompetensi sesuai standar yang telah ditetapkan maka seseorangakupunkturis memiliki kemampuan untuk : Mengerjakan suatu tugas atau pekerjaan dalam pelayanan kesehatan dengan

    akupunktur. Mengorganisasikan agar pekerjaan pelayanan akupunktur dapat dilaksanakan. Menentukan langkah apa yang harus dilakukan pada saat terjadi sesuatu yang

    berbeda dengan rencana tata laksana akupunktur dalam penanggulangan penyakityang semula.

    Menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk memecahkan masalah ataumelaksanakan tugas pelayanan akupunktur dengan kondisi yang berbeda.

    D. FORMAT STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA

    Format Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Jasa Kesehatan SubSektor Jasa Kesehatan Lainnya Bidang Akupunktur mengacu kepada :1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pada

    undang-undang ini dijelaskan bahwa pengembangan kurikulum dilakukan denganmengacu pada standar nasional. Kurikulum pada semua jenjang dan jenispendidikan dikembangkan dengan prinsip-prinsip diversifikasi sesuai dengan satuanpendidikan, potensi daerah dan peserta didik.

    2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan, yang menyatakanbahwa tenaga kesehatan dalam melakukan tugasnya berkewajiban untuk memenuhistandar profesi dan menghormati hal pasien (Pasal 53 ayat 2).

  • 4

    3. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatanmenyatakan bahwa setiap tenaga kesehatan dalam melakukan tugasnya wajibmemenuhi standar profesi (Pasal 21), sedangkan yang dimaksud Standar Profesiadalah (1) Falsafah dan Definisi Profesi, (2) Standar Kompetensi, (3) StandarPendidikan, (4) Standar Sertifikasi, (5) Sumpah Profesi, (6) Kode Etik Profesi, (7)Registrasi, (8) Lisensi, dan (9) Standar Praktek Profesi.

    4. Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor : 232/U/2000 tentangPedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil BelajarMahasiswa, dijelaskan secara prinsip untuk beban studi Program Diploma Tiga (D-3)sekurang-kurangnya berjumlah 110 SKS dan sebanyak-banyaknya 120 SKS.Seluruh beban studi dapat dijadwalkan 6 semester dan dapat ditempuh dalam waktukurang dari 6 semester dan selama-lamanya 10 semester setelah sekolah lanjutanatas.

    5. Peraturan Menteri Kesehatan yang dituangkan dalam PermenkesNo.1186/MENKES/PER/XI/1996 tentang Pemanfaatan Akupunktur di SaranaPelayanan Kesehatan.

    6. Keputusan Menteri Kesehatan No. 1076/MENKES/SK/VII/2003 tentangPenyelenggaraan Pengobatan Tradisional.

    7. Keputusan Menteri Kesehatan No. 1277/MENKES/SK/VIII/2003 tentang TenagaAkupunktur.

    8. Peraturan Menteri Kesehatan No. 1192/MENKES/PER/X/2004 tentang PendirianDiploma Bidang Kesehatan.

    9. Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. KEP -227/MEN/2003tentang Tata Cara Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia.

    10. Keputusan Kepala Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan Nomor : HK.00.06.1.2.1189tentang Kurikulum Pendidikan Diploma III Akupunktur.

    11. Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor: 11028/2005 tentang Pemberlakuan Standar Teknis Pelayanan Akupunktur diProvinsi DKI Jakarta.

    12. Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No. KEP - 69/MEN/V/2004 tentang PerubahanLampiran Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. KEP-227/MEN/2003, sebagai berikut :

    Kode : Kode Unit diisi dan ditetapkan dengan mengacu pada formatkodifikasi SKKNI.

    Judul Unit : Mendefinisikan tugas/pekerjaan suatu unit kompetensi yangmenggambarkan sebagian atau keseluruhan standarkompetensi.

    Deskripsi Unit : Menjelaskan judul unit yang mendeskripsikan pengetahuan danketerampilan yang dibutuhkan dalam mencapai standarkompetensi.

    Elemen Kompetensi : Mengidentifikasi tugas-tugas yang harus dikerjakan untukmencapai kompetensi berupa pernyataan yang menunjukkan

    mailto:Nomor.232/U/@000

  • 5

    komponen-komponen pendukung untuk kompetensi sasaranapa yang harus dicapai.

    Kriteria Unjuk Kerja : Menggambarkan kegiatan yang harus dikerjakan untukmemperagakan kompetensi di setiap elemen, apa yang harusdikerjakan pada waktu menilai dan apakah syarat-syarat darielemen dipenuhi.

    Batasan Variabel : Ruang lingkup, situasi dan kondisi dimana kriteria unjuk kerjaditerapkan. Mendefinisikan situasi dari unit dan memberikaninformasi lebih jauh tentang tingkat otonomi perlengkapan danmateri yang mungkin digunakan dan mengacu pada syarat-syarat yang ditetapkan, termasuk peraturan dan produk ataujasa yang dihasilkan.

    Panduan Penilaian : Membantu menginterpretasikan dan menilai unit denganmengkhususkan petunjuk nyata yang perlu dikumpulkan, untukmemperagakan kompetensi sesuai dengan tingkat keterampilanyang digambarkan dalam Kriteria Unjuk Kerja, yang meliputi : Pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk

    seseorang dinyatakan kompeten pada tingkatan tertentu. Ruang lingkup pengujian menyatakan dimana, bagaimana

    dan metode apa pengujian seharusnya dilakukan. Aspek penting dari pengujian menjelaskan hal-hal pokok dari

    pengujian dan kunci pokok yang perlu dilihat pada waktupengujian.

    Kompetensi Kunci : Keterampilan umum yang diperlukan agar kriteria unjuk kerjatercapai pada tingkatan kinerja yang dipersyaratkan untuk peran/ fungsi pada suatu pekerjaan.

    Kompetensi Kunci meliputi : Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi. Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi. Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas. Bekerja dengan orang lain dan kelompok. Menggunakan ide-ide dan teknik matematika. Memecahkan masalah. Menggunakan teknologi.

    Kompetensi Kunci dibagi dalam tiga tingkatan :

    Tingkat 1 harus mampu :a. Melaksanakan proses yang telah ditentukan.b. Menilai mutu berdasarkan kriteria yang tela