Home >Documents >SKENARIO 2 PBL

SKENARIO 2 PBL

Date post:21-Dec-2015
Category:
View:67 times
Download:13 times
Share this document with a friend
Description:
blok 224
Transcript:

20

A. Skenario 2

Tes DNASejak DNA ditemukan pada 1985, kedokteran forensic mengalami perkembangan pesat. Tes DNA seringkali dipakai untuk menjawab keraguan atas suatu hal seperti identitas bayi yang dilahirkan, mayat yang hangus terkena ledakan bom atau korban pembunuhan. DNA, adalah rantai asam amino yang menjadi cetak biru dan mengatur sintesis protein dalam tubuh manusia. Setiap orang pasti memiliki DNA yang khas. Dengan kata lain, tak mungkin ada dua atau lebih orang yang memiliki pola basa purin pirimidin yang sama. Salah satu kelebihan tes DNA adalah dokter atau petugas lab bisa menggunakan bagian tubuh mana saja asalkan punya inti sel.

B. Klarifikasi Masalah1. Sintesis protein = proses pembentukan protein yang terjadi di dalam sel

2. DNA

= materi genetic yang membawa substansi penurunan sifat

3. Purin pirimidin = basa nitrogen penyusun DNA dan RNA. Purin (adenine, guanine) dan pirimidin (sitosis, timin)

4. Kedokteran forensic = ilmu kedokteran kehakiman, merupakan salah satu mata ajaran wajib dalam rangkaian pendidikan kedokteran

C. Rumusan Daftar Masalah1. Apa struktur penyusun DNA?

2. Apa perbedaan DNA dan RNA?

3. Apa saja fungsi dari DNA?

4. Sebutkan dan jelaskan macam-macam RNA?

5. Bagaimana proses biosintesis purin pirimidin?

6. Bagaimana proses sintesis protein?7. Enzim apa saja yang berperan dalam sintesis protein?

8. Apa saja peranan asam nukleat dalam sintesis protein?D. Analisis Masalah1. DNA tersusun atas nukleutida dan nukleutida tersususun atas deoksiribosa, gugus asam fosfat dan gugus basa nitrogen.

2. Perbedaan DNA dan RNADNARNA

1Rantai ganda ( double helix) dan panjangRantai tunggal dan pendek

2Letak di mitokondria dan nucleusLetak di sitoplasma dan ribosom

3Tempat penyimpanan informasi genetikBahan cetakan informasi genetik

4Gula = deoksiribosaGula = ribose

3. Fungsi DNA, yaitu :a. Mengontrol sifat yang menurun

b. Sintesis protein

c. Sintesis RNA4. RNA ada 3 macam, yaitu:

a. mRNA

b. tRNA

c. rRNA5. Dalam proses biosintesis dibagi menjadi 2, yaitu:

a. Biosintesis nukleutida purin

b. Biosintesis nukleutida pirimidin6. Ada 4 proses, yaitu:

a. Replikasi = menduplikasi DNA

b. Transkripsi = proses pencetakan RNAd dan RNAm dari DNA sense

c. Translasi = penerjemah kode genetic yang dibawa oleh mRNA

d. Sintesis = proses pembentukan protein di ribosom7. Enzim yang berperan adalah:

a. Enzim Aminosilsintase

b. Enzim polymerase

c. Enzim ligase

d. Enzim helicase8. Peranan asam nukleat, yaitu:a. Bahan dasar penyusun protein

b. Penyusun informasi genetic

E. Sistematika Masalah1. 1 Nukleutida

1 basa nitrogen + 1 deoksiribosa + 1 fosfat

DNA terdiri dari:

- purin = guanin

- pirimidin = timin

RNA terdiri dari:

- purin = adenin, guanin

- pirimidin = sitosis, urasil

Adenin dan timin menghasilkan 2 ikatan hydrogen, sedangkan sitosin dan guanine menghasilkan 3 ikatan hydrogen.

DNA mempunyai 3 struktur, yaitu:

a. Struktur primer

b. Struktur sekunder

c. Struktur sekunder2. Perbedaan DNA dan RNA

DNARNA

1.Purin = adenine, guaninPurin = adenine, guanin

2.Pirimidin = sitosin, timinPurimidin = sitosin, urasil

3.Letak : sentriolLetak : sitoplasma

4.Kadarnya tetapKadarnya berubah-ubah

5.Polimer lebih panjang Polimer lebih pendek

6.Pencetak informasi genetikPembawa informasi genetik

3. Fungsi DNA, yaitu:

a. Sebagai penyusun kromosom

b. Untuk mengontrol dan melakukan sintesis protein

c. Menyimpan cetak biru bagi segala aktivitas sel4. Macam-macam RNA, yaitu:

a. RNA non-genetik, yaitu:

1) mRNA (RNA messenger) = membawa pesan atau kode genetic dari kromosom yang ada di inti ke sitoplasma

2) tRNA (RNA transfer) = mengikat asam amino yang terdapat dalam sitoplasma, kemudian membawanya ke ribosom

3) rRNA (RNA ribosom) = untuk mensitesis protein dengan menggunakan basa asam amino yang menghasilkan polipeptida

b. RNA genetik => tidak mempunyai DNA, contohnya: virus5. Proses biosintesis purin pirimidin, yaitu:

a. Biosintesis nukleotida purin

1) Sintesis dari zat antara ampibolik (sintesis de novo)

2) Fosforibosilasi

3) Fosforilasi nukleotida purin

b. Biosintesis nukleotida pirimidin

Dibagi menjadi 6 tahapan6. Sasaran belajar7. Enzim yang berperan dalam sintesis protein, yaitu:

a. Enzim Aminosilsintase = mengikat asam amino pada bagian sisi asam amino, mengikat tRNA dengan anti-kodon spesifik untuk asam aminonya.

b. Enzim polymerase = polymerase nukleotida

c. Enzim ligase = penyambung DNA

d. Enzim helicase = membuka jalinan DNA double helix8. Sasaran belajarSkema

F. Sasaran Belajar

1. Jelaskan struktur kromosom!

2. Bagaimana proses sintesis protein?

3. Bagaimana proses biosintesis purin pirimidin?

Belajar Mandiri

G. Penjelasan1. Kromosom

Struktur kromosomStruktur kromosom, bila diamati lebih teliti, maka akan dijumpai bagian bagiannya yang meliputi:

a. Sentromer

Merupakan bagian kromosom yang terletak pada daerah penyempitan primer diantara lengan lengan kromosom. Sentromer ini juga dinamakan kinetokor yang merupakan pusat gerakan kromosom dalam pembelahan sel dan bagian inilah yang dihubungkan dengan benang benang fibril ke kutub kutub pembelahan sel.b. TelomerMerupakan lengan lengan kromosom yang sering juga mempunyai penyempitan sekunder yang didalamnya mengandung nucleolar zone atau nucleolar organizer yang mempunyai fungsi penting dalam pembentukan nucleolus. Ternyata tidak setiap konstriksi sekunder mempunyai nucleolar organizer, karena dalam tiap inti sel rata rata hanya dijumpai dua buah kromosom yang mempunyai nucleolar organizer.

c. Kromonemata

Merupakan spiral yang saling memutari yang sebenarnya rangkaian molekul DNA. Molekul DNA yang terdapat pada kromosom manusia mempunyai ukuran panjang 7,3 cm dan membentuk spiral yang hanya mempunyai tebal 23 nm dan panjang sekitar 1300 mikrometer.

d. Satelit

Merupakan bagian dari lengan kromosom yang letaknya pada ujung telomer dengan bentuk bulat dan dihubungkan dengan ujung telomere oleh adanya bangunan seperti benang yang disebut filament kromosom. Satelit ini tidak selalu dijumpai pada setiap kromosom tetapi hanya pada beberapa kromosom tertentu saja dan kromosom yang mempunyai satelit dinamakan Kromosom SAT. (Juwono dkk, 2003)

Jenis Kromosom

Berdasarkan letak sentromer dalam kromosom, kromosom dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:

a. Telosentrik, letak sentromernya di ujung kromosom

b. Akrosentrik, letak sentromernya di dekat ujung

c. Submetasentrik, letak sentromernya di dekat pertengahan

d. Metasentrik, letak sentromernya di tengah tengah(Juwono dkk, 2003)

Struktur DNA (Deoxyribunucleic Acid) Struktur DNA

a. Struktur Primer

DNA tersusun dari monomer monomer nukleotida. Setiap nukleotida terdiri dari basa nitrogen berupa senyawa purin atau pirimidin. Satu gula pentose berupa 2-deoksi-D-ribosa dalam bentuk furanosa, dan satu molekul fosfat. Penulisan urutan basa dimulai dari kiri, yaitu ujung 5 bebas (tidak terikat nukleotida lain) menuju ujung dengan gugus 3 hidroasil bebas atau dengan arah 5 3. (Darnell, etal, dalam T. Milanda, 1994)

b. Struktur Sekunder

Salah satu sifat biokimia DNA yang menentukan fungsinya sebagai pembawa informasi genetic adalah komposisi basa penyusun. Pada tahun 1949 1953, Edwin Chargaff menggunakan metode kromatografi untuk pemisahan dan analisis kuantitatif keempat basa DNA, yang diisolasi dari berbagai organism. Kesimpulan yang diambil dari data yang terkumpul adalah sebagai berikut:

1. Komposisi basa DNA bervariasi antara spesies yang satu dengan spesies yang lain.

2. Sampel DNA yang diisolasi dari berbagai jaringan pada spesies yang sama mempunyai komposisi basa yang sama.

3. Komposisi DNA pada suatu spesies tidak berubah oleh perubahan usia, keadaan nutrisi maupun perubahan lingkungan.

4. Hampir semua DNA yang diteliti mempunyai jumlah residu adenine yang sama dengan jumlah residu timin (A=T), dan jumlah residu guanine yang sama dengan jumlah residu Sitosin (G=C) maka A+G = C+T yang disebut aturan chargaff.

5. DNA yang di eastraksi dari spesies spesies dengan hubungan kekerabatan dekat mempunyai komposisi basa yang hampir sama.

c. Struktur Tersier

Kebanyakan DNA virus dan DNA mitokondria merupakan molekul lingkar. Konfirmasi ini terjadi karena kedua untai polinukleotida membentuk struktur tertutup yang tidak berujung. Molekul DNA lingkar tertutup yang diisolasi dari bakteri, virus, mitokondria seringkali berbentuk superkoil, selain itu DNA dapat berbentuk molekul linier dengan ujung ujung rantai yang bebas. (Prentis steve, 1990)

Struktur Primer Struktur Sekunder

Struktur Tersier

Struktur RNA

RNA mirip dengan DNA, perbedaannya terletak pada:

a. Basa utama RNA adalah Adenin, Guanin, Sitosin, dan Urasil, dengan panjang molekul 70 samapi 10.000 pb

b. Unit gula RNA adalah ribose.

c. Molekul RNA berupa untai tunggal, kecuali pada beberapa virus.

Tipe RNAa. mRNA (messenger RNA) terdapat didalam nucleus, berfungsi membawa informasi DNA dari inti sel ke ribosom. Pesan-pesan ini berupa triplet basa yang ada pada mRNA yang disebut kodon. Kodon pada mRNA merupakan komplemen dari kodogen (agen pengode), yaitu urutan basa-basa nitrogen pada DNA yang dipakai sebagai pola cetakan. Peristiwa pembentukan mRNA oleh DNA d