Home >Documents >Sken.3 Ctev- Club Foot

Sken.3 Ctev- Club Foot

Date post:24-Jun-2015
Category:
View:1,022 times
Download:12 times
Share this document with a friend
Transcript:

HASIL DISKUSI SKENARIO C BLOK VIII

Disusun Oleh: Kelompok III Tutor : dr.Aida Wahab Abadi M. Aprizal Putera Nensi Rianti Dinar Kartika Hapsari M. Adhitya Nagara Randy Januar Ramadhana Khairunnisa Hendra Putri Muhammad Hadi Wijaya Aditya Nugroho Melly Ratna Sari Anil Prem Singh ` (04091401002) (04091401012) (04091401027) (04091401028) (04091401029) (04091401030) (04091401031) (04091401042) (04091401053) ( 04091401064) (04091401076)

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2010

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Berkat limpahan karunianya, kami dapat menyelesaikan laporan tutorial sekenario C dengan baik. Laporan ini bertujuan untuk memenuhi tugas tutorial pada bagian dari sistem pembelajaran KBK di Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Kami sebagai tim penulis laporan ini tidak lupa mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah membantu dalam menyusun laporan ini. Laporan ini masih belum sempurna. Oleh karena itu saran dan kritik para pembaca sangat berguna bagi revisi tim penulis.

Team Penulis

SKENARIO A mother brought her 4 months old boy in the outpatient clinic. She noticed that both of her boys leg looks excessively turned inward since he was born. There is no abnormality at other part of his body. She had normal delivery with normal weight birth. There was no history of taking medicines and illness during pregnancy. She has already brought him to a massasure (traditional healer) but there was no improvement. I. KLARIFIKASI ISTILAH 1. Outpatient clinic 2. Turned inward 3. Pregnancy 4. Massasure : klinik rawat jalan : gerakan menuju ke arah dalam : keadaan mengandung embrio atau fetus dalam tubuh : tukang urut

II. IDENTIFIKASI MASALAH 1. A mother brought her boy (4 months old) that his legs looks excessively turned inward since he was born in the outpatient clinic. 2. There is no abnormality at other part of his body. She had normal delivery with normal weight birth. There was no history of taking medicines and illness during pregnancy. 3. She has already brought him to a massasure but there was no improvement.

III.ANALISIS MASALAH 1. a. Bagaimana anatomi ekstremitas inferior?

Otot (muscle) M.Gastroknemius

M. tibialis posterior.

b. Bagaimana perkembangan ekstremitas inferior pada masa kehamilan hingga berumur 4 bulan? . EKSTREMITAS minggu ke5 paddle shaped bud mesenchym yang membungkus ectoderm apical ectodermal

ridge tumbuh & defferensiasi. minggu ke6 bagian terminal tunas datar hand & foot

plates circular constriction memisahkan dengan bagian proksimal minggu ke 12 primer cartilago ossification Epiphyseal line menentukan umur diaphysis. central ossification ( epiphysial plate) pada batas dengan epiphyses

MUSCULUS EXTREMITAS - mg ke 7 kondensasi tunas ext migrasi somatik mesoderm ke tunas - ciri khas ototnya bersegmental. Sesuai dengan asal segmennya juga innervasinya: ext. sup (C5-8,T12), ext. inf. (L4,5 & S1,2). misal: - cab. dorsal:N. Radialis m. extensor - Cab. Ventral: n.ulnaris m. flexores dan - Kombinasi cabang : n. medianus - N.spinalis(motoris&sensoris)dermatome

*Pattern dermatome berubah sesuai dengan pertumbuhan extremitas sampai dewasa.*

PERKEMBANGAN SEJAK LAHIR Femoral anteversi pada saat lahir akan memiliki sudut sekitar 30 sampai 40. Dikarenakan intrauterin biasanya hip eksternal rotasi positif, maka pada saat pemeriksaan infan akan terlihat hip lebih eksternal rotasi. Jaringan lunak hip eksternal rotasi yang kontraktur akan berkurang lebih dari 1 tahun pertama kehidupan seorang anak selanjutnya meningkat menjadi internal rotasi diharapkan femoral anteversi akan menjadi semakin terlihat. Ada penurunan secara bertahap femoral anteversi dari 30 sampai 40 pada saat lahir kemudian menjadi 10 sampai 15 pada adolesen awal dan puncak perbaikan terjadi sebelum usia 8 tahun. c. Bagaimana morfologi dari ekstremitas inferior yang mengalami turned inward? CTEV mengakibatkan deformitas dari beberapa persendian pada kaki, yakni: Inversion persendian subtalar Adduction pada persendian talonavicular Equinus pada persendian ankle d. Bagaimana mekanisme terjadinya kelainan turned inward?

Etiologi pasti masih belum diketahui. Namun berdasarkan keterangan bahwa tidak diketemukannya gangguan dalam proses kelahiran, serta tidak adanya riwayat pemakaian obat- obatan atau riwayat penyakit yang pernah diderita ibu, kemungkinan mekanisme terjadinya kelainan ada 2 macam, yakni akibat faktor kebocoran amnion serta ketidakseimbangan pertumbuhan otot rangka. Trauma atau infeksi pecahnya selaput amnion terbentuknya pita amnion menekan dan membatasi pertumbuhan struktur janin, utamanya ekstremitas dan jari. Trauma atau infeksi pecahnya selaput amnion oligohidramnion berkurangnya peredam guncangan serta keterbatasan gerak janin kelainan turned inward Faktor ketidakseimbangan pertumbuhan otot rangka ditemukan oleh para ahli barubaru ini, dimana, Secara miskroskopik, beberapa otot mengalami kemunduran dalam perkembangannya. Perbedaan tingkat kematangan dari sekelompok otot ini menyebabkan club foot dan posisi dorsofleksi dari pergelangan. Serat serat yang lebih matang memiliki tarikan yang lebih kuat sehingga deformitas mengarah pada otot yg lebih mature. 2. a. Mengapa kelainan (turned inward) hanya terjadi pada ekstremitas inferior? Hal ini berkaitan dengan mekanisme terjaidnya kelainan akibat kebocoran amnion pada masa pertumbuhan ekstremitas, dimana posisi kepala berada di atas, dan ekstremitas inferior berada di bawah.

b. Mengapa bisa terjadi turned inward, padahal kelahiran dan berat badan normal, dan tidak ada riwayat pemakaian obat-obatan serta penyakit selama kehamilan? Berdasarkan data dari riwayat si ibu mengenai proses kelahiran yang normal, tidak adanya riwayat pemakaian obat- obatan serta penyakit yang diderita selama kehamilan, kemungkinan faktor lain penyebab terjadinya kelainan ialah defisiensi asam folat. c. Apa saja obat- obatan yang dapat menyebabkan kelainan turned inward bila dikonsumsi pada saat kehamilan? - AMINOPTERIN

Aminopterin (asam 4-aminopteroic), sebuah analog 4-amino asam folat, adalah obat antineoplastik dengan sifat imunosupresif yang digunakan dalam kemoterapi. Aminopterin bekerja sebagai inhibitor enzim oleh karena bersaing untuk situs pengikatan folat dari dihydrofolate enzim reduktase. TALIDOMIDE

Thalidomide, bertindak sebagai tranquiliser efektif dan obat penghilang rasa sakit dan diproklamasikan obat berkhasiat untuk insomnia, batuk, pilek dan sakit kepala. Obat ini juga menjadi anti muntah efektif yang bekerja dalam penghambatan pada morning sickness. Dari ahsil penelitian, diyakini bahwa obat thalidomide mengikat dan menginaktivasi cereblon, yang menyebabkan efek teratogenik pada perkembangan janin.

3. a. Apakah pengobatan tradisional massasure dapat memperbaiki letak tulang? Tidak. Karena kelainan ini terjadi akibat dysplasia pada tulang, otot, bahkan fascia, serta kemungkinan faktor neurogenik. Pengobatan tradisional dengan cara pijat, umumnya berpengaruh pada kelelahan yang dialami otot, atau sebagian dalam menangani dislokasi yang terjadi pada persendian. Tidak membantu untuk memperbaiki letak tulang.

b. Mengapa setelah diurut tidak ada perkembangan? Karena diurut hanya membenarkan posisi yang salah atau hanya memperlancar sirkulasi dan metabolisme atau hanya yang sejenis itu. Namun, diurut tidak dapat mengubah panjang otot dan deformitas tulang yang telah terbentuk seiring pertumbuhan bayi. 4. a. Apa DD dari kasus ini?

b. Apa WD definisi, etiologi, epidemiologi, pathogenesis, manifestasi klinik? WD dalam kasus ini ialah Congenital Talipes Equino Varus (CTEV) Definisi PEMBA NDING Jenis kelamin Etiologi

CTEV Dominan anak laki- laki tidak diketahui. Beberapa penelitian mengungkapkan faktor genetik serta lingkungan sebagai penyebab utama.

METATARSUS ADDUCTUS Anak laki- laki dan anak perempuan tidak diketahui. Kemungkinan akibat faktor posisi janin saat berada dalam rahim metatarsal mengarah ke medial tubuh

bentuk deformita 1. Inversion persendian s subtalar 2. Adduction pada persendian talonavicular 3. Equinus pada persendian ankle

Clubfoot sering disebut juga CTEV (Congenital Talipes Equino Varus) adalah deformitas yang meliputi fleksi dari pergelangan kaki, inversi dari tungkai, adduksi dari kaki depan, dan rotasi media dari tibia (Priciples of Surgery, Schwartz). Talipes berasal dari kata talus (ankle) dan pes (foot), menunjukkan suatu kelainan pada kaki (foot) yang menyebabkan penderitanya berjalan pada ankle-nya. Sedang Equinovarus berasal dari kata equino (meng.kuda) + varus (bengkok ke arah dalam/medial). Etiologi Sampai saat ini masih banyak perdebatan dalam etiologi CTEV. Epidemiologi

Sekitar 1 dari 1000 kelahiran Anak laki- laki 2 kali lebih sering menderita kasus ini disbanding anak perempuan.

30% sampai 40% kasus terjadi secara bilateral. Patogenesis Patogenesisnya bersifat multifaktorial Banyak teori telah diajukan sebagai penyebab deformitas ini, termasuk faktor

genetic, defek sel germinativum primer, anomali vascular, faktor jaringan lunak, faktor intrauterine dan faktor miogenik. Manifestasi klinik

Gejala klinis dapat ditelusuri melalui riwayat keluarga yang menderita clubfoot atau kelainan neuromuskuler, dan dengan melakukan pemeriksaan secara keseluruhan untuk mengidentifikasi adanya abnormalitas. Pemeriksaan dilakukan dengan posisi prone, dengan bagian plantar yang terlihat, dan supine untuk mengevaluasi rotasi internal dan varus. Jika anak dapat berdiri , pastikan kaki pada posisi plantigrade, dan ketika tumit sedang menumpu, apakah pada posisi varus, valgus atau netral. Deformitas serupa terlihat pada myelomeningocele and arthrogryposis. Oleh sebab itu agar selalu memeriksa gejala-gejala yang berhubungan dengan kondisik

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended