Home >Data & Analytics >Sistem Regulasi Hormon

Sistem Regulasi Hormon

Date post:21-Jul-2015
Category:
View:441 times
Download:2 times
Share this document with a friend
Transcript:

Kelompok 7 : 1. Achmad Najib Ibrahim

Kelompok 7 :1. Achmad Najib Ibrahim2. Della Rizkyana3. Kharis Joko Wibowo4. Maryam Nabila Bilqisthi

Kelas XI IPA 6MAN 1 SemarangTahun Ajaran 2014/2015SISTEM REGULASIHORMONHORMONHormon berasal dari bahasa homaein yang berarti memacu. Hormon mengontrol fungsi tubuh dalam berbagai cara. Hormon merangsang atau menghambat pelepasan hormon lain dan mengontrol fungsi sistem tubuh seperti sistem kekebalan tubuh, sistem pencernaan, sistem reproduksi, sistem saraf, dll Hormon menentukan tingkat metabolisme dan pola kesehatan dan perilaku keseluruhan individuTabel perbedaansistem saraf dengan hormonSistem SarafSistem HormonMengantarkan rangsangan dengan cepatMengantarkan rangsangan dengan lambatMengantarkan rangsangan secara kurang teraturMengantarkan rangsangan secara teraturRangsangan melalui serabut sarafRangsangan melalui darahHormon dihasilkan oleh kelenjar endokrin. Kelenjar endokrin tidak mempunyai saluran khusus sehingga juga disebut kelenjar buntu. Hormon dihasilkan oleh sel-sel kelenjar endokrin bila ada rangsangan saraf yang sesuai. Hormon diproduksi dalam jumlah yang sangat sedikit. Kemudian hormon diangkut oleh darah menuju ke sel, jaringan, atau organ target. Pada organ target, hormon mempengaruhi aktivitas enzim khusus, sehingga dapat mengatur berbagai aktivitas tubuh seperti metabolisme, reproduksi, pertumbuhan, dan perkembangan. Kelenjar endokrin pada manusia meliputi kelenjar hipofisis, tiroid, paratiroid, kelenjar adrenal, kelenjar kelamin, dan pankreas (kelenjar pulau-pulau langerhans).LANJUTANA. Kelenjar Hipofisis (Hipotalamus)Hipotalamus memainkan peranan penting dalam koordinasi sistem saraf dan hormone. Misalnya, otak mengirimkan informasi sensoris mengenai perubahan musim dan ketersediaan pasangan kawin ke hipotalamus melalui sinyal saraf. Kemudian, hipotalamus akan memicu pembebasan hormon reproduksi yang diperlukan untuk perkawinan.Kelenjar hipofisis terletak di dasar otak, ukurannya sebesar biji ercis. Meskipun ukurannya kecil, kelenjar hipofisis berperan penting dalam sistem koordinasi tubuh. Kelenjar hipofisis mensekresikan berbagai macam hormon yang mengatur berbagai kegiatan dalam tubuh (mastergland).

A. Kelenjar Hipofisis (Hypotalamus)

Kelenjar Hipofisis (Hipotalamus)Hipotalamus menyekresikan dua buah hormone, yaitu hormon pembebas (releasing hormone) yang memacu kelenjar hipofisis untuk menyekresikan hormon-hormonnya dan hormon penghambat (inhibiting hormone) yang membuat kelenjar hipofisis berhenti menyekresikan hormon. Setiap hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar hipofisis dikontrol oleh paling tidak satu hormone pembebas dan penghambat yang dihasilkan oleh hipotalamus.Kelenjar hipofisis terdiri atas tiga lobus, yaitu lobus anterior, intermediate, dan posterior. Ketiga lobus ini menghasilkan banyak hormon yang sangat penting bagi tubuh kita. Karena itu, kelenjar hipofisis disebut juga master of gland.Hormon-hormon yang dihasilkanKelenjar HipofisisHormonFungsiLobus anteriorHormone pertumbuhanMemicu pertumbuhan dengan meningkatkan laju pembentukan protein di dalam sel.Laktotropik hormone (LTH)Merangsang produksi air susuThyroid stimulating hormone (TSH)Mengontrol sekresi hormone oleh kelenjar tiroidAdrenocorticotropic hormone (ACTH)Mengontrol sekresi hormone oleh korteks adrenalFollicle stimulating hormone (FSH)Pada wanita, merangsang perkembangan folikel pada ovarium dan sekresi estrogenPada pria, memicu testis untuk menghasilkan spermaLuiteinizing hormone (LH)Pada wanita, menstimulasi ovulasi dan sekresi progesteronePada pria, menstimulasi sel interstisial untuk menghasilkan testosteronHormon-hormon yang dihasilkanKelenjar HipofisisLobus IntermediatMelanosit stimulating hormone (MSH)Mempengaruhi pigmentasi kulitLobus posteriorHormon antidiuretik (ADH) atau vasopresinMenurunkan volume urin dengan cara menyerap air dari ginjal dan meningkatkan tekanan darahOksitosinMemacu kontraksi uterus selama proses melahirkan dan kelenjar susu agar mengeluarkan air susu.B. Kelenjar TiroidKelenjar tiroid di leher bagian depan dan terdiri atas dua lobus. Kelenjar tiroid menyekresikan hormon tiroksin dan kalsitonin. Fungsi dari kedua hormon ini dapat dilihat pada tabel berikut ini.Dalam memproduksi tiroksin, kelenjar tiroid memerlukan iodium. Kekurangan iodium dalam jangka waktu yang lama mengakibatkan pembesaran kelenjar.Hipotirioditisme (Kekurangan produksi hormon tiroksin menyebabkan penyakit kretinisme (kerdil pada anak-anak) dan miksedema (pada orang dewasa). Miksedema ditandai dengan laju metabolisme rendah, berat badan berlebihan, rambut rontok, dan bentuk tubuh menjadi kasar. Kelebihan hormon tiroksin menyebabkan penyakit basedow, yang ditandai mudah gugup, nadi dan napas cepat dengan tidak teratur, mulut menganga, dan mata lebar.

Hormon-hormon yang dihasilkan olehKelanjar TiroidHormonFungsiTiroksinMengatur metabolisme tubuh (memacu kecepatan reaksi kimia dalam sel tubuh, sehingga meningkatkan metabolisme tubuh)KalsitoninMenurunkan kadar kalsium darah dengan cara meningkatkan penimbunan kalsium pada tulang keras, mengurangi pengambilan kalsium dalam usus, atau mengurangi pengambilan kalsium dalam ginjal.

C. Kelenjar Paratiroid (Kelenjar Anak Gondok)Kelenjar paratiroid terletak di dekat kelenjar tiroid dan menghasilkan hormon paratiroid (parathormon). Parathormon berperan untuk meningkatkan pengeluaran fosfor oleh ginjal dan meningkatkan penyerapan kalsium dari tulang.

D. Kelenjar AdrenalKelenjar adrenal berupa struktur kecil yang terletak di atasginjal, sehingga disebut juga kelenjar anak ginjal (suprarenalis). Kelenjar adrenal terdiri dari bagian luar dan bagian dalam. Bagian luar (korteks) menghasilkan hormon kortison yang terdiri dari mineralokortikoid dan glukokortikoid. Mineralokortikoid berfungsi untuk membantu metabolisme garam natrium dan kalium serta menjaga keseimbangan hormon kelamin. Glukokortikoid berfungsi membantu metabolism karbohidrat. Kekurangan hormon kortison menyebabkan penyakit adison yang ditandai dengan kelelahan, nafsu makan berkurang, mual, dan muntah-muntah.Bagian dalam (medula) menghasilkan hormon adrenalin(epinefrin). Hormon adrenalin memengaruhi peningkatandenyut jantung, kecepatan pernapasan, dan meningkatkan tekanan darah (menyempitkan pembuluh darah). Adrenalinbersama insulin berpengaruh terhadap perubahan glikogen(gula dalam otot) menjadi glukosa (gula dalam darah).Kelenjar Adrenal

E. Kelenjar Pulau-Pulau LangerhansKelenjar pulau-pulau langerhans merupakan sekelompok sel yang terletak di dalam kelenjar pankreas. Hormon yang dihasilkan adalah insulin dan glukagon. Hormon insulin dan glukagon bekerja sama untuk mengatur kadar glukosa dalam darah. Bila kadar glukosa dalam darah tinggi, insulin disekresikan sehingga glukosa diubah menjadi glikogen. Sebaliknya, jika kadar glukosa dalam darah menurun, glukagon disekresikan yang akan mengubah glikogen menjadi glukosa. Kekurangan hormon insulin akan menyebabkan penyakit diabetes melitus (kencing manis) yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa dalam darah. Kelebihan glukosa akan dikeluarkan bersama urin. Tanda-tanda diabetes melitus yaitu sering mengeluarkan urin dalam jumlah banyak, sering merasa haus dan lapar, serta badan terasa lemas.Kelenjar Pulau-Pulau Langerhans

F. Kelenjar KelaminKelenjar kelamin terdiri atas testis sebagai kelenjar kelamin jantan (pria) dan ovarium sebagai kelenjar kelamin betina (wanita). Jadi testis dan ovarium mempunyai kegiatan endokrin selain fungsi utamanya untuk memproduksi selsel kelamin.

1) Ovarium, menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. Sekresinya diatur oleh hormon yang dihasilkan kelenjar hipofisis. Estrogen berfungsi untuk menimbulkan dan mempertahankan tanda-tanda kelamin sekunder pada wanita, misalnya perkembangan pinggul, payudara, serta kulit menjadi halus. Progesteron berfungsi untuk mempersiapkan dinding uterus agar dapat menerima ovum yang sudah dibuahi.Ovarium

2)Testis, menghasilkan hormon testosteron yang berfungsi merangsang pematangan sperma (spermatogenesis) dan pembentukan tanda-tanda kelamin sekunder pada pria, misalnya pertumbuhan kumis, janggut, bulu dada, jakun, dan membesarnya suara. Sekresi hormon tersebut juga dirangsang oleh hormon yang dihasilkan oleh hipofisis.LANJUTAN

Penyakit Akibat Kelainan PadaSistem HormonPenyakit AddisonTerjadi karena sekresi yang berkurang dari glukokortikoid. Hal ini dapat terjadi misalnya karena kelenjar adrenal terkena infeksi atau oleh sebab autoimun.Gejala gejalanya berupa : Kelemahan otot dan kelelahan, Berat badan dan nafsu makan menurun, Terlihat gelap pada kulit Anda (hiperpigmentasi), Tekanan darah rendah, bahkan pingsan, Gula darah rendah (hipoglikemia), Mual, diare atau muntah, Nyeri otot atau nyeri sendi

2. Sindrom CushingKumpulan gejala gejala penyakit yang disebabkan oleh sekresi berlebihan dari glukokortikoid seperti tumor adrenal dan hipofisis. Juga dapat disebabkan oleh pemerian obat obatan kortikosteroid yang berlebihan.Gejalanya berupa : Otot otot mengecil dan menjadi lemah karena katabolisme protein, Osteoporosis, Luka yang sulit sembuh, Gangguan mental misalnya euphoria (terasa segan)LANJUTAN

3.Sindrom AdrenogenitalKelainan dimana terjadi kekurangan produksi glukokortikoid yang biasanya akibat kekurangan enzim pembentuk glukokotikoid pada kelenjar adrenal. Akibatnya kadar ACTH meningkat dan zona retikularis dirangsang untuk mensekresi androgen yang menyebabkan timbulnya tanda tanda kelainan sekunder pria pada seorang wanita

4.PeokromositomaTumor adrenal medulla yang menyebabkan hipersekresi adrenalin dan noradrenalin dengan akibat sebagai berikut :a.Basa metabolisme meningkatb.Glukosa darah meningkatc.Jantung berdebard.Tekanan darah meninggie.Berkurangnya fungsi saluran pencernaanf.Keringat pada telapak tanganLANJUTAN6.Diabetes MellitusDiabetes Mellitus (DM) adalah penyakit yang disebabkan oleh kalainan hormon yang mengakibatkan sel sel

Embed Size (px)
Recommended