Home >Documents >sindrom metabolik 1

sindrom metabolik 1

Date post:04-Aug-2015
Category:
View:26 times
Download:1 times
Share this document with a friend
Transcript:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Konsep Dasar Keluarga

1. Pengertian keluarga Keluarga adalah sekumpulan orang dengan ikatan perkawinan, kelahiran, dan adopsi yang bertujuan untuk menciptakan, mempertahankan budaya, dan meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional serta social dari tiap anggota keluarga (Duvall dan Logan dalam Setyowati, 2008). Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari suami istri, atau suami istri dan anaknya, atau ayah dan anaknya, atau ibu dengan anaknya (UU No. 10 tahun 1992 dalam Suprajitno, 2004). Dari kedua definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa karakteristik keluarga adalah : a. Terdiri dari dua atau lebih individu yang diikat oleh hubungan perkawinan atau adopsi. b. Anggota keluarga biasanya hidup bersama atau jiaka terpisah mereka tetap memperhatikan satu sama lain. c. Anggota keluarga berintaeraksi satu sama lain dan masing- masing mempunyai peran sosial suami, istri, anak, kakak, adik. d. Mempunyai tujuan ; 1) menciptakan dan mempertahankan budaya, 2) meningkatkan perkembangan fisik, psikologis, dan sosial anggota. Dari uraian di atas menunjukkan bahwa keluarga juga merupakan suatu sistem. Sebagai sistem keluarga mempunyai anggota yaitu : Ayah, ibu, dan anak atau semua individu yang tinggal di dalam satu rumah tangga tersebut. Anggota keluarga tersebut saling berinteraksi dan

1

interdependensi (saling ketergantungan) untuk mencapai tujuan bersama. Keluarga merupakan system terbuka sehingga dapat dipengaruhi oleh supra sistemnya, yaitu lingkungan (masyarakat) dapat mempengaruhi masyarakat ( Supra Sistem ). Oleh karena itu betapa pentingnya peran dan fungsi keluarga dalam membentuk keluarga sebagai titik sentral pelayanan keperawatan. Diyakini bahwa keluarga yang sehat akan mempunyai anggota yang sehat dan mewujudkan masyarakat yang sehat. Dapat dicontohkan apabila satu anggota keluarga menderita sakit, maka semua anggota keluarga akan merasakannya, dan ini akan mempengaruhi juga di dalam masyarakat.

2. Tipe Keluarga Keluarga yang memperlukan pelayanan kesehatan berasal dari berbagai macam pola kehidupan. Sesuai dengan perkembangan sosial maka tipe keluarga berkembang mengikutinya. Agar dapat mengupayakan peran serta keluarga dalam meningkatkan derajat kesehatan maka perawat perlu mengetahui bebagai tipe keluarga. Berikut ini tipe keluarga menurut Murwani (2007) : a. Tipe Keluarga Tradisional 1) Keluarga inti, yaitu suatu rumah tangga yang terdiri dari suami istri,dan anak ( kandung atau angkat ). 2) Keluarga besar, yaitu keluarga inti ditambah dengan keluarga yang lain Keluarga inti, yaitu suatu rumah tangga yang terdiri dari suami, istri, yang mempunyai hubungan darah, misalnya : kakek,nenek, keponakan, paman bibi. 3) Keluarga Dyad, yaitu suatu rumah tangga yang terdiri dari suami dan istri tanpa anak.

2

4) Single Parent, yaitu suatu rumah tangga yang terdiri dari satu orang tua (ayah/ibu) dengan anak (kandun g/angkat). Kondisi ini dapat disebabkan oleh perceraian atau kematian. 5) Single Adult, yaitu suatu rumah tangga yang hanya terdiri seorang dewasa (misalnya seorang yang telah dewasa kemudian tinggal kost untuk bekerja atau kuliah). b. Tipe Keluarga Non Tradisional 1) Commue Family, yaitu lebih satu keluarga tanpa pertalian darah hidup serumah. 2) Orang tua (suami istri) yang tidak ada ikatan perkawinan dan anak hidup dalam satu rumah tangga. 3) Homoseksual, yaitu dua individu yang sejenis (laki laki) hidup atau rumah tangga.

3. Fungsi keluarga Friedmann (1986) mengidentifikasi lima fungsi dasar keluarga, sebagai berikut : a. Fungsi afektif Fungsi afektif berhubungan erat dengan fungsi internal keluarga, yang merupakan basis kekuatan keluarga. Fungsi afektif berguna untuk pemenuhan kebutuhan psiko sosial. Keberhasilan melaksanakan fungsi afektif tampak pada kebahagiaan dan kegembiraan dari seluruh anggota keluarga. Tiap anggota keluarga saling mempertahankan iklim yang positif. Hal tersebut dapat dipelajari dan dikembangkan melalui interaksi dan hubungan dalam keluarga. Dengan demikian, keluarga yang berhasil melaksanakan fungsi afektif, seluruh anggota keluarga dapat mengembangkan konsep diri positif. Komponen yang perlu dipenuhi oleh keluarga dalam melaksanakan fungsi afektif adalah :

3

1) Saling mengasuh ; cinta kasih, kehangatan, saling menerima, saling mendukung antar anggota keluarga, mendapatkan kasih sayang dan dukungan dari anggota yang lain. Maka, kemampuan untuk memberikan kasih sayang akan meningkat, yang pada akhirnya tercipta hubungan yang hangat dan saling mendukung. Hubungan intim didalam keluarga merupakan modal besar dalam memberikan hubungan dengan orang lain diluar keluarga / masyarakat 2) Saling menghargai. Bila anggota saling menghargai dan mengakui keberadaan dan setiap hak anggota keluarga serta selalu mempertahankan iklim yang positif, maka fungsi afektif akan tercapai. 3) Ikatan dan identifikasi ikatan keluarga dimulai sejak pasangan sepakat memulai hidup baru. Ikatan anggota keluarga

dikembangkan melalui proses identifikasi dan penyesuaian pada berbagai aspek kehidupan anggota keluarga. Orang tua harus mengembangkan proses identifikasi yang positif sehingga anakanak dapat meniru tingkah laku yang positif dari kedua orang tuanya. b. Fungsi sosialisasi. Sosialisasi adalah proses pengembangan dan perubahan yang dilalui individu, yang menghasilkan interaksi sosial (Friedmann 1986). Sosialisasi dimulai sejak manusia lahir. Keluarga merupakan tempat individu untuk belajar bersosialisasi, misalnya anak yang baru lahir dia akan menatap ayah, ibu, dan orang orang yang disekitarnya. Kemudian beranjak balita dia mulai belajar bersosialisasi dengan lingkungan sekitar meskipun demikian keluarga tetap berperan penting dalam bersosialisasi. Keberhasilan perkembangan individu dan keluarga dicapai dalam interaksi atau hibungan antar anggota keluarga yang diwujudkan dalam sosialisasi. Anggota keluarga belajar disiplin, belajar norma-norma, budaya, dan prilaku melalui hubungan dan interaksi keluarga.

4

c. Fungsi reproduksi Keluarga berfungsi untuk meneruskan keturunan dan menambah sumber daya manusia. Maka dengan ikatan suatu perkawinan yang sah, selain untuk memenuhi kebutuhan biologis pada pasangan tujuan untuk membentuk keluarga adalah untuk meneruskan keturunan. Dalam hal ini keluarga juga berfungsi untuk memelihara dan membesarkan anak. d. Fungsi ekonomi Fungsi ekonomi merupakan fungsi keluarga untuk memenuhi kebutuhan seluruh anggota keluarga seperti memenuhi kebutuhan seluruh anggota keluarga seperti memenuhi kebutuhan akan makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Banyak pasangan sekarang kita lihat dengan penghasilan yang tidak seimbang antara suami dan istri hal ini menjadikan permasalahan yang berujung pada perceraian. e. Fungsi perawatan kesehatan Keluarga juga berperan atau berfungsi untuk melaksanakan praktek asuhan kesehatan, yaitu untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan, dan atu merawat anggota keluarga yang sakit. Kemampuan keluarga dalam memberikan asuhan kesehatan mempengaruhi status kesehatan keluarga. Kesanggupan keluarga melaksanakan

pemeliharaan kesehatan dapat dilihat dari tugas kesehatan keluarga yang dilaksanakan. Keluarga yang dapat melaksanakan tugas kesehatan berarti sanggup menyeleseikan masalah kesehatan. Tugas kesehatan keluaraga adalah sebagai berikut : (Friedmann 1998)

5

1) Mengenal masalah kesehatan Ketidaksanggupan keluarga dalam mengenal masalah pada diabetes mellitus salah satu faktor penyebabnya adalah karena kurang pengetahuan tentang diabetes mellitus. Apabila keluarga tidak mampu mengenal masalah diabetes mellitus,ppenyakit tersebut akan mengakibatkan komplikasi. 2) Membuat keputusan tindakan kesehatan yang tepat. Ketidaksanggupan keluarga dalam mengambil keputusan yang tepat dalam melakukan tindakan disebabkan karena tidak memahami tentang sifat,berat,dan luasnya masalah yang dihadapi dan masalah tidak begitu menonjol. Penyakit diabetes mellitus yang tanpa penanganan akan mengakibatkan komplikasi. 3) Memberikan perawatan pada anggota yang sakit. Ketidakmampuan dalam merawat anggota keluarga disebabkan karena tidak mengethui keadaan penyakit,misalnya keluarga tidak mengetahui tentang pengertian, tanda dan gejala,penyebabnya dan pengelolaan pada diabetes mellitus. 4) Mempertahankan atau menciptakan suasana rumah yang sehat. Ketidaksanggupan keluarga dalam memelihara lingkungan yang dapat berpengaruh terhadap kesehatan. Ketidakmampuan ini disebabkan karena sumber-sumber dalam keluarga tidak mencukupi,diantaranya adalah biaya. 5) Mempertahankan hubungan dengan (menggunakan) fasilitas kesehatan masyarakat. Hal ini sangat penting sekali untuk keluarga yang mempunyai masalah diabetes mellitus. Agar penderita dapat memeriksakan kesehatannya secara rutin.

6

4. Dimensi dasar struktur keluarga Menurut Friedmann struktur keluarga terdiri atas : a. Pola dan proses komunikasi Pola interaksi keluarga yang bersifat terbuka dan jujur, Selalu menyeleseikan konflik keluarga berpikiran positif, dan tidak mengulang ulang isu dan pendapat sendiri. Karakteristik komunikasi keluarga berfungsi untuk : 1) Karakteristik pengirim : a) Yakin dalam mengemukakan sesuatu atau pendapat. b) Apa yang disampaikan jelas dan berkualitas. c) Selalu meminta dan menerima umpan balik. 2) Karakteristik penerima : a) Siap mendengarkan masukan dan pendapat dari anggota keluarga b) Memberikan umpan balik dari setiap pendapat yang di kemukakan angota keluarga. c) Melakukan validasi b. Struktur Peran Peran adalah serangkaian perilaku yang diharapkan sesuai dengan posisi social yang di berikan. Yang dimasksud dengan posisi atau status adalah posisi individu dalam masyarakat misalnya sebagai

suami, istrri, anak dan sebagainya. Tetapi terkadang pera ini tidak dapat di jalankan oleh masing-masing individu dengan baik. Ada beberapa anak yang terpaksa memenuhi kebutuhan anggota keluarga yang lain

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended