Home >Documents >Simulasi Jaringan Menggunakan Cisco Packet Tracer 5.3.3

Simulasi Jaringan Menggunakan Cisco Packet Tracer 5.3.3

Date post:03-Jan-2016
Category:
View:74 times
Download:2 times
Share this document with a friend
Transcript:

Simulasi Jaringan Menggunakan Cisco Packet Tracer 5.3.3

By Syamsul Jamal

Polieteknik Negeri Sriwijaya

Cisco Packet Traceradalah sebuah software simulasi jaringan dimana kita dapat melakukan konfigurasi jaringan yang sesungguhnya (mengaktifkan fungsi masing-masing device hardware) terlebih dahulu sebelum praktek langsung . Simulasi ini sangat bermanfaat jika kita ingin membuat sebuah jaringan yang kompleks namun hanya memiliki komponen fisik yang terbatas.

1.1. Membangun Jaringan Peer to Peer (Menggunakan program simulasi Jaringan Packet Tracer 5.3.3)

Tugas:1. Buatlah Jaringan sederhana peer to peer antara dua PC.

2. Masukkan IP address pada masing-masing PC dengan double klik PC>Dekstop>IP Configuration.

- Pilih Dekstop

- Pilih IP Configuration

3. Lakukan tes koneksi.

Langkah 1:a. Buatlah dua PC seperti gambar di atas.b. Lakukan koneksi diantara dua PC di atas.c. Masukkan IP address pada masing-masing PC seperti yang diatas.ComputerIP AddressSubnet Mask

PC-15192.168.0.1255.255.255.0

PC-16192.168.0.2255.255.255.0

Langkah 2:

A. Klik pada jendela Simulation untuk memulai skenario.B. Tambahkan SimplePDU yang terletak di panel sebelah kanan dan klik PC pengirim dan klik satu lagi PC untuk penerima.

C. Klik Auto Capture/Play untuk mengetes konektifitas diantara dua PC.

1.2. Membangun Jaringan Berbasis Hub (Menggunakan program simulasi jaringan Packet Tracer 5.3.3)

Tugas:

1.Buatlah Jaringan sederhana menggunakan Dua Hub antara Enam PC.

2. Hubungkan tiga PC ke satu Hub kemudian hubungkan Hub ke Hub menggunakan Connection.

3. Masukkan IP address pada masing-masing PC dengan cara double klik PC>Dekstop>IP Configuration.- Pilih Dekstop.

4. Pilih IP Configuration lalu masukkan IP Address

5. Lakukan tes koneksi.

Langkah 1:1. Buatlah Jaringan Sederhana pada gambar diatas.2. Lakukan koneksi pada PC tersebut.3. Masukkan IP address pada masing-masing PC seperti yang diatas.ComputerIP AddressSubnet Mask

PC-3192.168.0.5255.255.255.0

PC-4192.168.0.6255.255.255.0

PC-5192.168.0.7255.255.255.0

PC-6192.168.0.8255.255.255.0

PC-7192.168.0.9255.255.255.0

PC-8192.168.0.10255.255.255.0

Langkah 2:A. Klik pada jendela Simulation untuk memulai skenario.B.Tambahkan Simple PDU yang terletak di panel sebelah kanan dan klik PC pengirim dan klik satu lagi PC untuk penerima.

C. Klik Auto Capture/Play untuk mengetes konektifitas diantara banayak PC.(Hub tidak menyaring lalu-lintas data, melainkan menyalurkan ke semua workstation yang terhubung jaringan.)

1.3. Membangun Jaringan Berbasis Switch (Menggunakan program simulasi jaringan Packet Tracer 5.3.3)

Tugas:

1.Buatlah Jaringan sederhana menggunakan Dua Hub antara Enam PC.

2. Hubungkan tiga PC ke satu Switch kemudian hubungkan Switch ke Switch menggunakan Connection.

3. Masukkan IP address pada masing-masing PC dengan cara double klik PC>Dekstop>IP Configuration.- Pilih Dekstop.

4. Pilih IP Configuration lalu masukkan IP Address

5. Lakukan Tes Koneksi.

Langkah 1:1. Buatlah Jaringan Sederhana pada gambar diatas.2. Lakukan koneksi pada PC tersebut.3. Masukkan IP address pada masing-masing PC seperti yang diatas.ComputerIP AddressSubnet Mask

PC-3192.168.0.11255.255.255.0

PC-4192.168.0.12255.255.255.0

PC-5192.168.0.13255.255.255.0

PC-6192.168.0.14255.255.255.0

PC-7192.168.0.15255.255.255.0

PC-8192.168.0.116255.255.255.0

Langkah 2:A. Klik pada jendela Simulation untuk memulai skenario.B.Tambahkan Simple PDU yang terletak di panel sebelah kanan dan klik PC pengirim dan klik satu lagi PC untuk penerima.

C. Klik Auto Capture/Play untuk mengetes konektifitas diantara banayak PC.

Perbedaan Penggunaan Hb dan Switch

Perbedaan penggunaan Hub dan Switch, di dalam hub tidak ada proses apa-apa dalam menangani traffic jaringan. Hub hanya mengulang sinyal yang masuk ke seluruh port yang ada pada hub tersebut. Ini akan sangat berbeda dengan switch, di dalam switch setiap port berfungsi juga sebagai suatu bridge. Jika suatu port terhubung dengan suatu device maka secara prinsipal setiap device akan bersifat independen terhadap device lainnya. Perbedaan lainnya lagi adalah bahwa 10/100 ethernet hub hanya bekerja secara half-duplex, ini artinya adalah sebuah device hanya dapat mengirim atau menerima data pada suatu waktu tertentu. Switch mampu bekerja secara full-duplex yang artinya mampu menerima dan mengirimkan data pada saat yang bersamaan. Ini semua bisa dilakukan karena switch dapat secara pintar melakukan forward traffic paket data khusus hanya kepada device-device yang terlibat saja.

Embed Size (px)
Recommended