Home >Science >Seminar akhir lpm (yuti)

Seminar akhir lpm (yuti)

Date post:12-Apr-2017
Category:
View:227 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:

DIREKTORI KLASIFIKASI TINGKAT KEMANDIRIAN LUMBUNG PANGAN MASYARAKAT

Studi Direktori Klasifikasi Tingkat Kemandirian LUMBUNG PANGAN MASYARAKAT tahun 2015

SYAHYUTIBadan Ketahanan Pangan - Kementerian PertanianJakarta, 30 November 2015

1

Alasan pentingnya pengembangan Cadangan Pangan:Masih banyak penduduk miskin, yakni 11,37 % (BPS, 2013) dan Rawan Pangan 19,46% (tahun 2012),Dampak anomali iklim sulit diprediksi, berpotensi menimbulkan ketidakpastian produksi (gagal panen, banjir, kemarau panjang) dan kejadian bencana, Masa panen tidak merata antar waktu dan daerah, mengharuskan adanya cadangan pangan.Masuk banyak daerah kabupaten yang masuk ketegori rawan pangan.Banyak kejadian darurat memerlukan adanya cadangan pangan untuk penanganan pasca bencana, penanganan rawan pangan dan bantuan pangan wilayah.

2

Pasal 32 ayat 2 UU 18 tahun 2012 tentang Pangan:

Pemerintah dan Pemerintah daerah memfasilitasi pengembangan Cadangan Pangan Masyarakat sesuai dengan kearifan lokal. Pengembangan Cadangan Pangan Masyarakat dilakukan dalam rangka pemberdayaan dan perlindungan masyarakat dari kerawanan pangan.

3

Lumbung Pangan Masyarakat (LPM)Permentan No 8 tahun 2014 tentang Pedoman Pengembangan LPM :Tujuan :Meningkatkan volume stok cadangan pangan di kelompok lumbung pangan untuk menjamin akses dan kecukupan pangan bagi anggotanya terutama yang mengalami kerawanan pangan.Meningkatkan kemampuan pengurus dan anggota kelompok dalam pengelolaan cadangan angan, dan Meningkatkan fungsi kelembagaan cadangan pangan masyarakat dalam penyediaan pangan secara optimal dan berkelanjutan.

Dilaksanakan dalam 3 tahapan:Tahap penumbuhan: identifikasi lokasi dan pembangunan fisik lumbung.Tahap pengembagan: identifikasi kelompok lumbung pangan dan pengisian cadangan panganTahap kemandirian: penguatan kelembagaan kelompok melalui pemberian dana bantuan sosial4

Sebaran kegiatan LPM tahun 2011-2013:Jumlah (unit)Jumlah propinsi32Jumlah kabupaten300Jumlah kecamatan1099LPM tahun 2011 (APBN 2009)275LPM tahun 2012 (DAK 2010)425LPM tahun 2013 (DAK 2010-2011)607Tahun 2013 (DAK 2011)247Total 1.554

5

Tujuan studi :Menyusun kriteria klasifikasi kemandirian LPM. Melakukan pengelompokan tingkat keberhasilan lumbung berdasarkan tahap kemandiriannya.Menyusun exit strategy dan keberlanjutan LPM.6

Hasil studi:7

Sebaran sampel studi LPM (unit):Prop Tahun kemandirianTotal201220132014Aceh1612836Babel 55Bali7916Banten512118Bengkulu106622DIY7512Gorontalo11920Jabar2212236Jambi147425Jateng21442994Jatim175169137Kalbar1414432Kalsel142438Kalteng52126Lampung16371164Maluku123

Prop Tahun kemandirianTotal201220132014NTB922334NTT1349971Papua336Papua Barat3115Riau33Sulsel2223550Sulteng20141044Sultra148123Sulut1220335Sumbar1317636Sumsel23362079Sumut19141144Total3394672081014

8

Rata-rata jumlah anggota berdasar tahun kemandirian:Tahun kemandirianJumlah anggota (orang)201020112012201320142012 33,9 32,7 34,9 37,2 38,8 2013 26,9 36,2 36,9 40,7 42,2 2014 23,8 38,0 36,8 47,0 48,2 Total 30,5 35,1 36,2 40,8 42,4

9

Provinsi2010 2011 2012 2013 2014 Aceh 38,4 36,5 36,0 34,8 36,9 Babel 25,0 24,3 24,3 24,0 24,0 Bali 70,8 71,9 72,4 73,0 Banten 28,3 28,2 34,1 33,6 33,3 Bengkulu DIY 50,8 66,0 68,2 62,4 Gorontalo 54,0 50,1 55,7 59,7 Jabar 46,5 40,5 48,3 49,9 54,0 Jambi 19,3 26,9 27,2 28,0 30,4 Jateng 27,5 60,5 62,8 70,6 73,6 Jatim 114,5 43,8 44,9 63,5 63,5 Kalbar 13,0 22,5 29,6 33,3 46,0 Kalsel 26,3 25,9 25,7 26,4 Kalteng 9,5 18,5 28,4 29,4 29,4 Lampung 36,0 32,4 36,2 42,1 44,7 Maluku 23,0 21,5 20,0 13,7

Rata-rata jumlah anggota (orang):Provinsi2010 2011 2012 2013 2014 NTB 26,0 15,0 25,7 NTT 25,9 24,2 24,5 24,4 Papua 21,7 22,2 22,2 22,2 Papua Barat 23,3 25,0 23,8 23,8 Riau Sulsel 22,5 22,8 21,4 22,0 21,9 Sulteng 23,8 24,4 24,8 30,2 Sultra 21,5 20,7 20,3 19,9 Sulut 20,2 19,8 19,5 18,9 Sumbar 33,0 33,3 31,2 29,3 Sumsel 21,9 26,3 31,8 34,1 34,8 Sumut 28,0 29,7 27,7 27,6 27,6 TOTAL 30,5 35,1 36,2 40,8 42,4

10

Rata-rata anggota yang menerima manfaat tahun 2010-2014 (orang): Tahun kemandirian2010 2011 2012 2013 2014 2012 23,9 28,9 30,3 31,1 37,9 2013 19,9 33,3 34,1 36,3 39,3 2014 18,3 27,3 29,4 39,1 44,5 Total 22,2 30,7 32,0 35,2 40,0

11

Rata-rata anggota yang menerima manfaat tahun 2010-2014 (orang)Propinsi 2010 2011 2012 2013 2014 Aceh 29,2 30,4 28,1 28,7 40,1 Babel 25,0 19,8 22,3 21,7 25,3 Bali 47,5 56,1 53,3 54,6 Banten 23,3 18,9 26,4 27,1 27,6 Bengkulu DIY 49,0 47,0 58,8 57,4 Gorontalo 62,5 50,3 53,3 58,2 Jabar 23,3 28,2 36,8 40,3 50,0 Jambi 17,5 47,5 42,9 40,4 42,2 Jateng 24,0 45,0 46,4 52,6 59,9 Jatim 30,7 32,4 49,5 51,8 Kalbar 20,0 29,1 29,3 51,9 Kalsel 26,0 25,5 25,8 25,8 Kalteng 9,5 19,7 22,5 22,5 22,5 Lampung 26,3 40,2 35,5 42,6 Maluku 19,0 16,7 13,7

Propinsi 2010 2011 2012 2013 2014 NTB 20,0 15,0 23,7 NTT 31,4 31,0 27,0 32,7 Papua 21,7 22,2 22,7 22,7 Papua Barat 25,0 25,0 23,8 23,8 Riau Sulsel 21,6 18,7 19,4 22,0 Sulteng 23,8 24,0 21,5 39,1 Sultra 20,9 19,3 18,6 19,2 Sulut 20,4 20,5 22,3 25,3 Sumbar 36,2 35,0 32,4 30,0 Sumsel 20,5 25,9 31,8 34,0 34,7 Sumut 20,0 20,4 17,3 18,2 18,9 Total 22,2 30,7 32,0 35,2 40,0

12

Volume gabah yang disimpan (kg) per tahun:Thn kemandirian201020112012201320142012 1.603 2.865 3.403 3.939 3.8712013 408 2.873 3.229 3.795