Home >Documents >Sel Darah MANUSIA 25.11.10

Sel Darah MANUSIA 25.11.10

Date post:31-Jan-2016
Category:
View:231 times
Download:9 times
Share this document with a friend
Description:
Sel darah manusia
Transcript:

Pusat Informasi Obat Universitas Gadjah Mada

Darah oh Darah

Sel darah merah

Darah merupakan cairan yang sangat penting bagi kelangsungan hidup kita, dengan komponennya berupa sel darah (eritrosit, leukosit, dan trombosit) dan plasma darah yang dapat melarutkan enzim, mineral, hormon, lemak, dan air. Darah merupakan sistem transportasi pada manusia yang penting untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Oleh pemompaan jantung, darah beredar mengangkut zat-zat makanan dan oksigen yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.

Fungsi-fungsi darah akan terhambat ketika terjadi gangguan, salah satunya anemia yang merupakan suatu kondisi dimana tubuh kekurangan hemoglobin (komponen darah yang membawa oksigen). Gejala anemia antara lain berupa lemah, letih, lesu, kepala seperti melayang, dan kurang bertenaga. Anemia dapat disebabkan karena pendarahan hebat (misal akibat kecelakaan, pembedahan, tumor ginjal, wasir), berkurangnya pembentukan sel darah merah (akibat kekurangan zat besi, vitamin B12, vitamin C, asam folat), dan keadaan ketika sumsum tulang belakang tidak dapat memproduksi sel darah lagi. Anemia dapat diobati dengan mencukupi kebutuhan vitamin B12, vitamin C, asam folat, dan zat besi. Gangguan darah lainnya seperti hemofilia yaitu kelainan pada darah yang menyebabkan darah sukar membeku. Penyakit ini bersifat menurun artinya gen pembawa hemophilia dapat diturunkan dari orang tua ke anaknya. Penyakit ini disebabkan karena kekurangan faktor pembekuan darah dan juga akibat kekurangan vitamin K.

Selain beberapa fungsi yang telah disebutkan, darah juga berperan dalam membersihkan sisa hasil metabolisme yaitu dengan mengangkutnya menuju ke ginjal (filter zat-zat yang tidak dibutuhkan tubuh). Selanjutnya, ginjal akan mengeluarkan zat kotor yang berasal dari darah tadi melalui air seni. Dengan demikian, zat-zat yang tidak berguna tersebut tidak diedarkan kembali oleh darah ke seluruh tubuh dan tubuh terlindungi dari zat-zat yang bersifat racun.

Namun, ada saatnya zat-zat yang tidak berguna ini dapat tertinggal dan mengendap pada ginjal. Apabila hal ini terjadi dalam jangka waktu lama dapat mengakibatkan terbentuknya batu ginjal. Oleh karena itu, sangat penting untuk memperhatikan pola makan karena semakin banyak kita mengkonsumsi zat-zat makanan yang tidak baik bagi tubuh, semakin banyak pula zat tersebut diedarkan oleh darah dan membawa dampak buruk bagi tubuh. Selain itu, kerja ginjal akan semakin berat untuk menyaring zat tersebut sehingga dapat mengakibatkan kerusakan pada ginjal dan tentu saja hal ini dapat berakibat fatal. Kita dapat menjaga kesehatan ginjal kita dengan cukup minum air putih, berolahraga, memperhatikan pola makan, dan menghindari minuman beralkohol serta minuman lain yang menyebabkan kerja ginjal menjadi berat.

Sel darah (dalam hal ini sel darah putih) juga berfungsi dalam mekanisme pertahanan tubuh terhadap bakteri, virus, atau benda yang dianggap asing oleh tubuh. Fungsi ini juga dapat terhambat apabila terjadi gangguan seperti leukemia (biasa disebut kanker darah). Pada leukemia, jumlah sel darah putih melimpah melebihi jumlah normal sehingga menyerang sel darah merah normal. Kondisi ini menyebabkan penderita mengalami anemia, mudah terserang infeksi, dan pendarahan, yang merupakan beberapa gejala dari leukemia.

Leukemia biasanya muncul sejak penderita masih kecil. Pada keadaan normal, sumsum tulang memproduksi sel darah putih ketika tubuh memberikan signal. Untuk penderita leukemia, signal dari tubuh tidak ditanggapi oleh sumsum tulang belakang sehingga produksi sel darah putih menjadi tidak terkontrol. Untuk leukemia kronis, perkembangan penyakit penderita tidak begitu cepat, sehingga mereka dapat bertahan untuk beberapa tahun. Penyebab leukemia belum dapat diketahui secara pasti sampai saat ini. Namun insidensi penyakit ini dapat disebabkan karena keturunan, radiasi, zat kimia (racun benzena, insektisida, obat-obat kemoterapi), dan virus (HTLV-1, retrovirus, virus leukemia feline).

Penderita leukemia biasanya mengalami anemia, karena sel darah putih menyerang sel darah merah sehingga jumlahnya berkurang dan peredaran oksigen pada tubuh juga berkurang, Sebagai akibatnya penderita leukemia tampak pucat, bernafas cepat, dan mudah lelah. Penderita leukemia juga mudah terserang infeksi karena sel darah putih yang terbentuk bersifat abnormal sehingga tidak dapat menjalankan tugas untuk melindungi tubuh terhadap penyakit. Gejala lain yaitu terjadinya pendarahan karena berkurangnya jumlah trombosit akibat diserang oleh sel darah putih yang diproduksi melimpah sehingga tampak spot merah pada kulit. Penderita juga mengalami pembengkakan pada leher, dada, bawah lengan, akibat dari pembengkakan kelenjar lympa dimana sel darah putih terbendung. Nyeri tulang dan perut juga dialami oleh penderita, karena sel leukemia terkumpul pada sumsum, empedu, ginjal, dan hati, sehingga biasanya nafsu makan penderita akan berkurang.

Sampai saat ini leukemia ditangani dengan kemoterapi, transplantasi sumsum tulang, transfus sel darah merah dan trombosit, serta obat-obat penghambat produksi sel darah putih yang abnormal.[Dhaniar]

Sel Darah Merah

30 Okt

Pada vertebrata umumnya sel darah merah berbentuk lonjong, bikonvek, dengan inti lonjong kecuali pada mamalia berbentuk bundar bikonkaf (cekung di kedua sisi), tidak berinti dan warnanya merah karena mengandung hemoglobin (Hb), yaitu protein rangkap yang mengandung Fe terdiri atas hemin dan globin, berdiameter 78 mm. Setiap 1 mm3 darah mengandung 4-6 juta, banyaknya sel darah merah pada laki-laki dewasa 5 juta/mm3, sedangkan wanita dewasa 4,5 juta mm3. Orang-orang yang tinggal di dataran tinggi umumnya memiliki eritrosit lebih banyak, contoh orang hidup di Peru, pada ketinggian 6.000 m dari permukaan laut memiliki sel darah merah kurang lebih 8 juta/mm3.

Kadar hemoglobin pada laki-laki sehat 14-16%, sedangkan pada wanita sehat 12-14%. Jika kadar Hb seseorang 14%, artinya dalam 100 mm3 darah terdapat 14gr Hb. Kadar hemoglobin ini dapat diukur dengan alat spektrofotometer. Kadar hemoglobin seseorang dapat berkurang dan disebut anemia. Hal ini terjadi karena seseorang menderita panyakit, antara lain malaria, cacing tambang, kanker darah, TBC yang kronis atau karena kecelakaan. Hemoglobin berfungsi mengangkut O2 ke seluruh tubuh dan mengangkut CO2 dari sel-sel tubuh ke paru. Hemoglobin mengangkut O2 dalam bentuk oksihemoglobin dan mengikat CO2 dalam bentuk karboksihemoglobin.

Hb + O2 HbO2 (oksihemoglobin)Hb + CO2 HbCO2 (karboksihemoglobin)

Eritrosit pada orang dewasa dibentuk di dalam sumsum merah tulang, sedangkan pada embrio dibentuk di dalam hati dan limpa. Usia eristrosit 120 hari, sel yang sudah tua akan mati dan dirombak di dalam hati dan limpa oleh sel-sel histiosit. Hemoglobin dilepas, Fe diambil dan disimpan di hati selanjutnya dikirim ke sumsum merah tulang untuk membentuk hemoglobin kembali. Globin digunakan lagi untuk membentuk hemoglobin baru. Hemin diubah menjadi bilirubin dan biliverdin (zat warna empedu) kemudian dikeluarkan di usus, seterusnya keluar tubuh bersama feses.

DI MANA PABRIK DARAH DI TUBUH KAMU?

HYPERLINK "javascript:void window.open('http://b0cah.org/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=637', 'win2', 'status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no');"

HYPERLINK "javascript:void window.open('http://b0cah.org/index2.php?option=com_content&task=view&id=637&Itemid=40&pop=1&page=0', 'win2', 'status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=640,height=480,directories=no,location=no');"

HYPERLINK "javascript:void window.open('http://b0cah.org/index2.php?option=com_content&task=emailform&id=637', 'win2', 'status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=400,height=250,directories=no,location=no');"

Written by b0cah

Oct 11, 2008 at 07:00 AM

KAMU sudah tahu bahwa di dalam tubuh kamu terdapat darah. Dan kamu juga tahu bahwa darah merupakan zat penting bagi kehidupan manusia. Jantung adalah alat penting juga yang membuat darah bisa beredar ke seluruh tubuh kamu. Tapi tahukah kamu dimanakah darah itu dibuat dan dibentuk? Apakah di Jantung? Atau di tempat lain? Dimanakah itu?

Darah kita terdiri dari Dua bagian besar yaitu Sel darah dan Plasma darah. Sel darah sendiri terdiri dari Sel darah Merah (eritrocyt), Sel darah Putih (leukocyt) dan Keping-keling darah (trombocyt). Plasma darah adalah cairan yang didalamnya larut beberapa zat yang berguna bagi tubuh seperti mineral, enzym, hormon. Lemak, dan air.

Bagian Sel darah tadi tidak hidup selamanya, yang paling lama dalah Sel darah merah yang masa tugasnya hingga 3 bulan, sel darah putih yang hanya 2 minggu, serta keping-keping darah yang hanya 1 minggu saja. Kebutuhan sel darah tadi dipenuhi oleh Sumsum tulang.

Lantas bagaimana nasib sel-sel darah merah yang sudah tua tersebut? Tenang, itu sudah menjadi urusananggota tubuh kamu yaitu Hati atau Lever. Hati akan menyaring darah-darah yang lanjut usia. Sel darah yang rusak itu akan di simpan dan di daur ulang menjadi darah lagi atau untuk penyokong empedu.

Bagitulah sumber kehidupan yang terus mengalir di tubuh kamu, setiap hari ada jutaan sel darah yang di keluar dari pabriknya, dan jutaan pula yang disaring serta di atur supaya jumlah sel yang ada di lalu lintas pembuluh darah kamu tidak kurang atau berlebihan.

Jagalah kesehatan tubuh kamu , tidak bosan-bosannya b0cah selalu mengingatkan tentang pentingnya menjaga dan sayang terhadap tubuh dan kesehatan kamu.***

(dari berbagai sumber)

(foto istimewa)

DBD

Akhir-akhir ini para perawat dan dokter Rumah Sakit di Batam disibukkan dengan banyaknya penderita penyakit Demam Berdarah Dengue atau l

Embed Size (px)
Recommended