Home >Documents >Sel Dan Organel Sel

Sel Dan Organel Sel

Date post:22-Jan-2016
Category:
View:120 times
Download:7 times
Share this document with a friend
Description:
Tugas
Transcript:
  • Sel dan Organel Sel

    Oleh Gugum Permana1, Muhammad Galih Utomo2, Nur Annisa3, Ruth4, Tiara Putri L5

    11406576143, Teknologi Bioproses, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia

    21406533554, Teknologi Bioproses, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia

    31406605862, Teknologi Bioproses, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia

    41406533542, Teknologi Bioproses, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia

    51406533453, Teknologi Bioproses, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia

    Abstrak

    Semua organisme terbuat dari sel. Dalam tingkatan organisasi biologis, sel adalah komponen yang paling sederhana dari materi yang bisa hidup walaupun banyak bentuk kehidupan ada sebagai organisme bersel tunggal. Organisme yang lebih kompleks, seperti tanaman dan hewan, yang multiseluler; tubuh mereka adalah gabungan dari berbagai jenis sel khusus yang tidak bisa bertahan atau bekerja sendiri. Bahkan ketika sel-sel tersebut diatur dalam tingkat yang lebih tinggi dari organisasi, seperti jaringan dan organ, sel tetap organisme unit dasar dari struktur dan fungsi. Semua sel terkait dengan keturunan mereka dari sel sebelumnya. Namun, mereka telah berbubah dalam berbagai cara selama sejarah evolusi panjang dari kehidupan di Bumi. Meskipun sel dapat berbeda secara substansial dari satu sama lain, mereka memiliki beberapa kesamaan. Di dalam sel, terdapat banyak organel yang merupakan fungsi kerja dari sebuah sel. Organel- organel yang berada di dalam sel memiliki fungsinya masing- masing. Kerja organel bergantung kepada kebutuhan sel; pembelahan, pencernaan, dll.

    Kata kunci: Organiseme; Sel; Organel.

    1. Gambaran Umum Organel di Dalam Sel Mikroskop elektron telah mengungkapkan banyak organel dan struktur subselular lainnya

    yang tidak mungkin untuk di teliti dengan mikroskop cahaya. Tetapi, mikroskop cahaya memiliki keuntungan yang lain, terutama dalam mempelajari sel-sel hidup. Kelemahan dari mikroskop elektron adalah bahwa metode yang digunakan untuk mempersiapkan specimen akan membunuh sel, sedangkan jika kita ingin meneliti sel beserta organelnya kita harus mejaga agar sel tersebut tetap hidup. Hal tersebut dilakukan agar peneliti mengetahui kerja dari sel tersebut.

    Sitoplasma adalah lapisan tebal yang mengisi setiap sel dan tertutup oleh membran sel. Sitoplasma terdiri terutama dari air, garam, dan protein. Pada sel eukariotik, sitoplasma menyimpan semua bahan di dalam sel dan di luar inti. Semua organel dalam sel eukariotik, seperti nukleus, retikulum endoplasma, dan mitokondria terletak di sitoplasma (Gambar 1.1 dan Gambar 1.2). Bagian dari sitoplasma yang tidak terkandung dalam organel yang disebut sitosol. Meskipun sitoplasma mungkin tampak tidak memiliki bentuk atau struktur, itu sebenarnya sangat terorganisir. Sebuah kerangka perancah protein yang disebut sitoskeleton menyediakan sitoplasma dan sel dengan struktur mereka.

  • Gambar 1.1 Irisan sel hewan

    Gambar 1.2 Irisan sel tumbuhan

    (Sumber : Campbell Biology : Ninth Edition)

  • 2. Lapisan Sel 2.1. Membran Plasma

    Membran plasma (disebut juga membran sel) adalah bagian sel yang membatasi bagian

    dalam sel dengan lingkungan di sekitarnya, membran ini dimiliki oleh semua jenis sel. Membran sel

    merupakan bagian terluar sel pada sel hewan dan protozoa, namun pada sel tumbuhan dan bakteri

    terletak dibawah dinding sel. Untuk mempelajari membran plasma, para peneliti menggunakan sel

    darah merah sebagai objek penelitiannya. Sel darah merah digunakan karena tidak memiliki

    organel-organel lain sehingga tidak mengganggu proses pemisahan membran sel.

    Gambar 2.1 Reaksi membrane plasma pada sel darah merah terhadap kondisi lingkungan.

    Secara umum, membran sel berguna untuk perlindungan dan transportasi sel. Salah satu

    sifat khusus membran mendukungnya untuk melakukan tugas transportasi sel. Sifat tersebut adalah

    sifat selektif permeabel, membran ini akan menyeleksi molekul-molekul apa saja yang boleh masuk

    ke dalam sel. Beberapa molekul dapat lewat dengan mudah, namun yang lain harus melewati

    molekul transport atau bahkan tidak bisa lewat sama sekali. Transportasi molekul keluar masuk sel

    dibedakan menjadi tanspor pasif dan transpor aktif. Transpor pasif terjadi begitu saja tanpa

    membutuhkan energi, sedangkan transport aktif membutuhkan energi. Transportasi sel akan kita

    bahas pada sub bagian dibawah.

    Struktur membran plasma hampir sama untuk setiap jenis sel. Struktur membran dalam

    gambar di atas merupakan penggambaran untuk membran plasma hewan. Secara struktural,

    membran plasma tersusun atas fosfolipid bilayer yaitu dua lapisan lemak yang berikatan dengan

    fosfat. Struktur fosfolipid adalah sebagai berikut.

  • Gambar 2.2 Fosfolipid

    Fosfolipid merupakan molekul yang mirip dengan kepala dan ekor. Kepala dari fosfolipid

    merupakan molekul fosfat sedangkan ekornya adalah lemak. Gambar di atas merupakan dua lapis

    fosfolipid dimana kepala fosfatnya menghadap ke arah luar dan dalam, sedangkan ekor lemaknya

    di tengah-tengah. Kepala fosfat bersifat hidrofilik (suka air) sehingga terletak di luar, sedangkan

    bagian dalam bersifat hidrofobik (tidak suka air) sehingga terletak di tengah. Fosfolipid bilayer

    merupakan struktur utama pembentuk membran plasma, diantara fosfolipid tersebut juga terdapat

    bagian-bagian lain yang menyempurnakan kerja membran plasma. Bagian tersebut antara lain:

    a. Protein membran

    Protein membran merupakan protein yang terdapat pada membran sel. Walaupun

    penyusun membran secara struktural adalah fosfolipid, namun protein dalam fosfolipid dapat

    mencapai lebih 50% dari berat membran tersebut. Hal ini terjadi karena struktur protein yang lebih

    besar dan kompleks dibandingkan lemak.

    Protein membran terdiri dari protein integral dan protein perifer. Protein integral adalah

    protein yang menembus dua lapis fosfolipid, sedangkan protein perifer adalah protein yang tidak

    menembus dua lapis fosfolipid. Protein integral ini berperan dalam transpor molekul keluar dan

    masuk sel. Protein integral akan berperan sebagai saluran/ channel yang memungkinkan beberapa

    molekul dapat melewatinya. Protein intergral dapat juga berupa alpha-helix protein dan Protein

    perifer biasanya merupakan hormon atau enzim yang menempel sementara di membran sel untuk

    mengatur kerja dari sel tersebut.

    b. Glikolipid dan glikoprotein

    Glikolipid dan adalah molekul karbohidrat yang menempel pada lemak, sedangkan

    glikoprotein adalah molekul karbohidrat yang menempel pada molekul protein. Glikolipid dan

    glikoprotein berfungsi sebagai tanda pengenal bagi sel. Antara orang yang satu dengan orang yang

    lain memiliki jenis glikolipid dan glikoprotein yang berbeda. Glikolipid dan glikoprotein ini

    mengambil peran sebagai antibodi bagi tubuh. Dalam mendeteksi sel-sel asing yang masuk ke dalam

  • tubuh, sel akan engenalinya lewat glikoproteinnya dan glikolipidnya. Jika ditemukan perbedaan,

    berarti sel tersebut adalah sel asing.

    c. Kolesterol

    Kolesterol dalam membran plasma akan berada di antara molekul fosfolipid dengan bagian

    hidroxil yang bersifat polar akan berada di dekat kepala fosfolipid. Kolesterol memiliki fungsi yang

    penting bagi membran plasma. Saat kondisi lingkungan panas, kolesterol akan berperan dalam

    menghambat pergerakan fosfolipid sehingga mencegah fosfolipid menjadi terlalu cair. Namun saat

    suhu lingkungan dingin, kolesterol akan bekerja dengan menghambat interaksi antar lemak

    sehingga menjaga membran dari beku dan mempertahankan struktur membran cukup cair. Jadi,

    kolesterol berfungsi untuk menjaga membran sel dari kerusakan yang juga akan merusak sel

    tersebut. Kolesterol terdapat pada membran sel hewan, sedangkan pada membran sel tumbuhan

    fungsinya digantikan oleh sterol.

    d. Sitoskeleton

    Sitoskeleton atau tulangnya sel berguna untuk memperthankan bentuk sel dan posisi

    organel sel. Sitoskeleton terdiri atas dua macam, yaitu mikrotubulus dan mikrofilamen. Sitoskeleton

    bukan bagian langsung dari membran sel, hanya saja sitoskeleton akan berikatan dengan bagian

    dasar dari protein integral. Dengan mengikat protein integral di berbagai tempat, sitoskeleton akan

    mempertahankan bentuk sel sehingga tidak berubah terlalu ekstrim.

    Gambar 2.3 Membran Sel

  • Fungsi membran sel

    1. Perlindungan sel secara mekanik

    Membran sel sebagai bagian sel yang melingkupi seluruh isi sel memiliki fungsi yang sangat

    penting dalam perlindungan sel secara mekanik. Perannya dalam perlindungan mekanis nampak

    jelas pada sel hewan, karena selnya hanya dibungkus oleh membran plasma saja. Berbeda dengan

    sel tumbuhan yang memiliki perlindungan lain berupa dinding sel yang kuat dan keras.

    2. Transportasi sel

    Fungsi lain dari membran sel adalah dalam ransportasi molekul keluar dan masuk sel. Fungsi

    membran sel ini sangat penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi sel dan membuang sampah-

    sampah sisa proses metabolisme. Transpor molekul di membran sel bisa terjadi secara aktif maupun

    pasif, berbagai molekul dapat masuk dan keluar sel dengan cara sebagai berikut.

    a. Difusi

    O2 dan CO2 dapat melewati membran dengan mudah secara difusi pasif. Hal ini terjadi

    karena molekul tersebut kecil dan cenderung tidak bermuatan sehingga tidak terpengaruh oleh sifat

    polar (kepala) dan nonpolar (ekor) dari fosfolipid.

    b. Osmosis

    Air dapat masuk dan keluar sel secara osmosis, air akan berosmosis dari larutan dengan

    konsentrasi zat terlarut rendah (banyak air) menuju ke lar

Embed Size (px)
Recommended