Home >Documents >Sejarah Migas

Sejarah Migas

Date post:17-Jan-2016
Category:
View:14 times
Download:1 times
Share this document with a friend
Description:
Sejarah Migas
Transcript:
  • Perkembangan Tata Kelola dan Tantangan serta Strategi Eksplorasi Migas di Indonesia Tata kelola MIGAS akan berubah besar dalam beberapa waktu dekat ini pasca pembubaran

    BPMIGAS. Dibawah ini sebgian dari tulisan yang pernah saya bawakan dalam acara Lokakarya

    Jurnalistik tentang Migas untuk Wartawan di Jawa Timur 3 Desember 2011

    Sejarah Eksplorasi Migas di Indonesia

    Perminyakan Sebelum Kemerdekaan.

    Uraian dibawah ini dikumpulkan dari berbagai sumber terutama di internet yang sumber

    asalnya tidak diketahui serta beberapa buku bacaan dan diskusi di mailist IAGI-net. Untuk

    perkembangan yuridis telah disusun oleh BPK terlampir sebagai addendum tulisan ini.

    :( Mendongeng Sejarah ya Pak Dhe ?

    Pemanfaatan dan penggunaan minyak bumi dimulai oleh bangsa Indonesia sejak abad

    pertengahan. Menurut sejarah, orang Aceh menggunakan minyak bumi untuk menyalakan bola

    api saat memerangi armada Portugis.

    Selama ini yang lebih dikenal sebagai awal eksplorasi atau pencarian migas dilakukan adalah

    pengeboran sumur Telaga tunggal oleh Zijker, namun penelitian yang dilakukan oleh salah satu

    anggota IAGI (Awang HS) menemukan bahwa usaha pengeboran pertama kali sebenarnya sudah

    dilakukan oleh Jan Reerink, tahun 1857.

  • Gambar.1 Usaha eksplorasi minyak di Indonesia dimulai menjelang abad ke20 di Jawa dan di

    Sumatera Utara. Disusul kemudian di Papua.

    Jan Reerink adalah seorang anak laki-laki saudagar penggilingan beras pada zaman Belanda di

    Indonesia pada paruh kedua abad ke-19. Reerink ditugaskan ayahnya menjaga sebuah toko

    kelontong di Cirebon. Tetapi, Reerink selalu melamunkan penemuan minyak seperti yang

    dilakukan Kolonel Drake di Pennsylvania pada tahun 1857. Akhirnya, sebuah berita ia terima

    bahwa ada rembesan minyak keluar dari lereng barat Gunung Ciremai di kawasan Desa Cibodas,

    Majalengka. Reerink berketetapan hati akan membor rembesan minyak itu.

    :( Wah ternyata mereka mencari minyak di Pulau Jawa ya ?. Lah sekarang kok malah di Jawa

    ngga banyak diketemukan Pakdhe ?

    :D Diketemukan minyak kan banyak di Jawa Timur, Thole. Daerah Cepu dan sekitarnya

    Awal sejarah perkembangan eksplorasi dan eksploitas migas secara modern di Indonesia ditandai

    saat dilakukan pengeboran pertama pada tahun 1871 ini, yaitu sumur Madja-1 di desa Maja,

    Majalengka, Jawa Barat, oleh pengusaha belanda bernama Jan Reerink diatas. Akan tetapi

    hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan dan akhirnya sumur pengeborannya ditutup.

    Akan halnya Telaga Tunggal, tokoh yang terkenal adalah Jan Zijlker (nama Jan adalah nama

    pasaran orang Belanda). Tahun 1880, ia ditugaskan atasannya mengunjungi sebuah

    perkebunan tembakau di Sumatra Utara. Jan Zijlker adalah manager of the East Sumatra

    Tobacco Company. Di sana, ia melihat penduduk setempat (Langkat) menggunakan obor dengan

    suatu zat untuk membuatnya tahan lama menyala. Zijlker mengenal zat itu sebagai minyak tanah

    Penemuan sumber minyak dengan pengeboran moderen yang pertama di Indonesia ini yang

    akhirnya lebih dikenal sebagai awal eksplorasi yang terjadi pada tahun 1883 yaitu

    diketemukannya lapangan minyak Telaga Tiga dan Telaga Said di dekat Pangkalan Brandan oleh

    seorang Belanda bernama A.G. Zeijlker.

    http://rovicky.files.wordpress.com/2012/11/1900.jpg

  • Gambar 2. Sejarah perkembangan yuridis (aturan) tentang pengelolaan migas di Indonesia

    sejak awal 1900 hingga 2011.

    Penemuan-penemuan selanjutnya juga dilakukan dengan pengeboran sumur ini kemudian disusul

    oleh penemuan lain yaitu di Pangkalan Brandan dan Telaga Tunggal. Penemuan lapangan Telaga

    Said oleh Zeijlker menjadi modal pertama suatu perusahaan minyak yang kini dikenal sebagai

    Shell. Pada waktu yang bersamaan, juga ditemukan lapangan minyak Ledok di Cepu, Jawa

    Tengah, Minyak Hitam di dekat Muara Enim, Sumatera Selatan, dan Riam Kiwa di daerah

    Sanga-Sanga, Kalimantan.

    Menjelang akhir abad ke 19 terdapat 18 prusahaan asing yang beroperasi di Indonesia. Pada

    tahun 1902 didirikan perusahaan yang bernama Koninklijke Petroleum Maatschappij yang

    kemudian dengan Shell Transport Trading Company melebur menjadi satu bernama The Asiatic

    Petroleum Company atau Shell Petroleum Company. Pada tahun 1907 berdirilah Shell Group

    yang terdiri atas B.P.M., yaitu Bataafsche Petroleum Maatschappij dan Anglo Saxon. Pada

    waktu itu di Jawa timur juga terdapat suatu perusahaan yaitu Dordtsche Petroleum Maatschappij

    namun kemudian diambil alih oleh B.P.M.

    Awal masuknya Amerika dalam industri Migas di Indonesia. Pada tahun 1912, perusahaan minyak Amerika mulai masuk ke Indonesia. Pertama kali dibentuk

    perusahaan N.V. Standard Vacuum Petroleum Maatschappij atau disingkat SVPM. Perusahaan

    ini mempunyai cabang di Sumatera Selatan dengan nama N.V.N.K.P.M (Nederlandsche

    Koloniale Petroleum Maatschappij) yang sesudah perang kemerdekaan berubah menjadi P.T.

    Stanvac Indonesia. Perusahaan ini menemukan lapangan Pendopo pada tahun 1921 yang

    merupakan lapangan terbesar di Indonesia pada jaman itu.

    http://rovicky.files.wordpress.com/2012/11/f2.png

  • Gambar 3. Masuknya investor ke Indonesia dimulai sejak terbentuknya perushaan migas

    Belanda yang disusul oleh perusahan berasal dari Amerika sekitar 1920-1940.

    Untuk menandingi perusahaan Amerika, pemerintah Belanda mendirikan perusahaan gabungan

    antara pemerintah dengan B.P.M. yaitu Nederlandsch Indische Aardolie Maatschappij. Dalam

    perkembangan berikutnya setelah perang dunia ke-2, perusahaan ini berubah menjadi P.T.

    Permindo dan pada tahun 1968 menjadi P.T. Pertamina.

    Pada awalnya Pemerintah Hindia Belanda memberlakukan pembedaan antara Shell dengan

    perusahaan lain. Pada tahun 1920 masuk dua perusahaan Amerika baru yaitu Standard Oil of

    California dan Texaco. Pada tahun 1920 ini di Amerika diundangkan General Lisencing Act

    yang mengusulkan untuk non discriminasi.

    :( Wah Pakdhe, Amerika sudah ngugrek0ngugrek Indonesia sejak 1920 ya ?

    :D Indonesia itu potensinya besar Thole. Semua juga tertarik untuk menduduki Indonesia

    Kemudian, pada tahun 1930 dua perusahaan ini membentuk N.V.N.P.P.M (Nederlandsche

    Pasific Petroleum Mij) dan menjelma menjadi P.T. Caltex Pasific Indonesia, sekarang P.T.

    Chevron Pasific Indonesia. Perusahaan ini mengadakan eksplorasi besar-besaran di Sumatera

    bagian tengah dan pada tahun 1940 menemukan lapangan Sebangga disusul pada tahun

    berikutnya 1941 menemukan lapangan Duri. Di daerah konsesi perusahaan ini, pada tahun 1944

    tentara Jepang menemukan lapangan raksasa Minas yang kemudian dibor kembali oleh Caltex

    pada tahun 1950.

    Pada tahun 1935 untuk mengeksplorasi minyak bumi di daerah Irian Jaya dibentuk perusahaan

    gabungan antara B.P.M., N.P.P.M., dan N.K.P.M. yang bernama N.N.G.P.M. (Nederlandsche

    Nieuw Guinea Petroleum Mij) dengan hak eksplorasi selama 25 tahun. Hasilnya pada tahun 1938

    berhasil ditemukan lapangan minyak Klamono dan disusul dengan lapangan Wasian, Mogoi, dan

    Sele. Namun, karena hasilnya dianggap tidak berarti akhirnya diseraterimakan kepada

    perusahaan SPCO dan kemudian diambil alih oleh Pertamina tahun 1965.

    http://rovicky.files.wordpress.com/2012/11/f3.jpg

  • Gambar 4. Pasca PD II dan kemerdekaan, mulai munculnya perusahaan lokal dan dibentuknya

    PERMINA sebagai perusahaan nasional yang pertama. Merupakan cikal bakal PERTAMINA.

    Setelah perang kemerdekaan di era revolusi fisik tahun 1945-1950 terjadi pengambilalihan

    semua instalasi minyak oleh pemerintah Republik Indonesia. Pada tahun 1945 didirikan P.T.

    Minyak Nasional Rakyat yang pada tahun 1954 menjadi perusahaan Tambang Minyak Sumatera

    Utara (PT MTMSU). Perusahaan ini bersifat lokal. Operasinya belum secara nasional. Pada

    tahun 1957 didirikan P.T. Permina oleh Kolonel Ibnu Sutowo yang kemudian menjadi P.N.

    Permina pada tahun 1960. Pada tahun 1959, N.I.A.M. menjelma menjadi P.T. Permindo yang

    kemudian pada tahun 1961 berubah lagi menjadi P.N. Pertamin. Pada waktu itu juga telah berdiri

    di Jawa Tengah dan Jawa Timur P.T.M.R.I (Perusahaan Tambang Minyak Republik Indonesia)

    yang menjadi P.N. Permigan dan setelah tahun1965 diambil alih oleh P.N. Permina.

    :( Laah, ini kan cikal bakalnya PERTAMINA kan Pakdhe ?

    Pada tahun 1961 sistem konsesi perusahaan asing dihapuskan diganti dengan sistem kontrak

    karya. Tahun 1964 perusahaan SPCO diserahkan kepada P.M. Permina. Tahun 1965 menjadi

    momen penting karena menjadi sejarah baru dalam perkembangan industri perminyakan

    Indonesia dengan dibelinya seluruh kekayaan B.P.M. Shell Indonesia oleh P.N. Permina. Pada

    tahun itu diterapkan kontrak bagi hasil (production sharing) yang menyatakan bahwa seluruh

    wilayah Indonesia merupakan daerah konsesi P.N. Permina dan P.N. Pertamin. Perusahaan asing

    hanya bisa bergerak sebagai kontraktor dengan hasil produksi minyak dibagikan bukan lagi

    membayar royalty.

    http://rovicky.files.wordpress.com/2012/11/f4.jpg

  • Gambar 5. Jeda antara saat ditemukan (discovery) hingga puncak produksi dicapai dalam 20-30

    tahun. Saat ini sekitar diperlukan waktu 10 hingga 15 tahun utk memproduksikan lapangan

    baru.

    Tahun 1960 anjungan pengeboran (Jack-up Rig) mulai beroperasi secara massal. Dan sSejak

    tahun 1967 eksplorasi besar-besaran juga dilakukan di Indonesia baik di darat maupun di laut

    oleh P.N. Pertamin dan P.N. Permina bersama dengan kontraktor asing. Tahun 1968 P.