Home >Documents >SAP KB Komplit

SAP KB Komplit

Date post:24-Sep-2015
Category:
View:41 times
Download:6 times
Share this document with a friend
Description:
SAP KB Komplit
Transcript:

SATUAN ACARA PENYULUHAN KELUARGA BERENCANA (KB)

A. Pokok Bahasan

Keluarga berencana B. Sub Pokok Bahasan

Keluarga berencana (KB)C. Sasaran

Ibu-ibu di Dusun KalanganD. WaktuSelasa 10 April 2012, pukul 18.30 WIBE. Tempat

Rumah Ibu RT 06F. Tujuan

1. Tujuan Instruksional Umum

Setelah mengikuti penyuluhan tentang Keluarga Berencana (KB) diharapkan ibu-ibu di RT 06 dapat memahami tentang Keluarga Berencana.

2. Tujuan Instruksional KhususSetelah mengikuti ceramah interaktif warga dusun Kalangan diharapkan:

a. Mampu menjelaskan kembali dan memahami tentang pengertian Keluarga Berencana

b. Mengerti manfaat keluarga berencana

c. Jenis-jenis KBd. Keuntungan, kerugian dan efek samping KB.G. Materi

1. Pengertian Keluarga Berencana ( KB )2. Manfaat Keluarga Berencana ( KB )3. Jenis-jenis KB4. Keuntungan, kerugian, dan efek samping KB( Terlampir )H. Metode

1. Ceramah Interaktif

2. Tanya jawab

I. MedialeafletJ. Kegiatan

NoKegiatanMetodeWaktu

1Pembukaan

1. Salam dan perkenalan

2. Penyampaian tujuan penyuluhan. Ceramah2 menit

2Inti

1. Pengertian KB2. Manfaat KB3. Jenis-jenis KB

4. Keuntungan, kerugian, dan efek samping KBCeramah10 menit

31. Melakukan evaluasi

2. Membuat kesimpulan

3. Menutup dengan salamTanya jawab3 menit

K. Evaluasi

1. Apakah pengertian KB secara umum2. Sebutkan manfaat KB secara umum3. Jelaskan metode keluarga berencana

Jawab:

1. Menurut UU NO 10 Tahun 1992: Upaya Kepedulian dan peran serta masyarakat di dalam

a) Pendewasaan Usia Perkawinan

b) Pengaturan kelahiran

c) Peningkatan ketahanan Keluarga

d) Peningkatan Kesejahteraan Keluarga Untuk mewujudkan Keluarga kecil bahagia dan Sejahtera

2. Manfaat KB

a) Perbaikan kesehatan badan karena tercegahnya kehamilan yang berulang

b) Peninngkatan kesehatan mental dan sosial yang dimungkinkan oleh adanya waktu yang cukup untuk mengasuh anak-anak, untuk beristirahat dan menikmati waktu terulang serta melakukan kegiatan-kegiatan

c) Anak yang dilahirkan dapat tumbuh secara wajar

d) Sesudah lahir anak tersebut akan memperoleh perhatian, pemeliharaan dan makanan yang cukup

e) Memberikan kesempatan agar perkembangan fisiknya lebih baik

f) Perkembangan mental dan sosialnya lebih sempurna

3. Metode-metode KB a. Metode Sederhana1) Tanpa alat atau obata) Senggama terputusb) KB alami2) Dengan alat atau obat

a) Kondom

b) Diafragma atau cap

b. Metode elektif

1) Pil KB

2) AKDR/IUD

3) Suntik KB

4) Implant

c. Metode kontrasepsi mantap

1) Tubektomi untuk wanita

2) Vasektomi untuk pria

L. Daftar PustakaHartanto, Hanafi, dr.2004. Keluarga Berencana dan Kontrasepsi. Jakarta. Pustaka Sinar Harapan.http://woolanayu.multiply.com/journal/item/17/Bingung_pilih_alat_kontrasepsihttp://yuwielueninet.wordpress.com/2008/03/24/mengenal-lebih-dalam-aneka-alat-kontrasepsi/Lampiran materi

KELUARGA BERENCANA (KB)

1. Pengertian

Menurut UU NO 10 Tahun 1992: Upaya Kepedualian dan peran serta masyarakat di dalam 1) Pendewasaan Usia Perkawinan

2) Pengaturan kelahiran

3) Peningkatan ketahanan Keluarga

4) Peningkatan Kesejahteraan Keluarga Untuk mewujudkan Keluarga kecil bahagia dan Sejahtera

2. Manfaat KB

1) Perbaikan kesehatan badan karena tercegahnya kehamilan yang berulang

2) Peninngkatan kesehatan mental dan sosial yang dimungkinkan oleh adanya waktu yang cukup untuk mengasuh anak-anak, untuk beristirahat dan menikmati waktu terulang serta melakukan kegiatan-kegiatan

3) Anak yang dilahirkan dapat tumbuh secara wajar

4) Sesudah lahir anak tersebut akan memperoleh perhatian, pemeliharaan dan makanan yang cukup

5) Memberikan kesempatan agar perkembangan fisiknya lebih baik

6) Perkembangan mental dan sosialnya lebih sempurna

3. Metode KB

A. Metode Sederhana

1) Tanpa alat atau Obat

a. Sistem Kelender (Pantang Berkala)

Metode ini disebut juga dengan The Rhythm Method. Jika cara ini jadi pilihan maka pengetahuan Anda tentang masa subur atau fertility awareness harus tinggi. Anda harus mengetahui dengan tepat masa subur atau saat yang paling memungkinkan Anda mengalami kehamilan. Bila Anda memang ingin menunda kehamilan, maka pada saat tubuh memasuki masa subur tundalah keinginan berhubungan intim dengan pasangan. Atau Anda dan pasangan tetap melakukan hubungan seksual tapi menggunakan kondom. "Perhatikan terlebih dahulu siklus mentruasi Anda selama 3 bulan kalau perlu 6 bulan guna mendapatkan perhitungan waktu siklus mentruasi yang tepat, menurut Dr. Prima masa "aman" seorang wanita adalah 2 hari setelah mentruasi hingga 14 hari menjelang mentruasi berikutnya buat yang memiliki siklus haid pendek.

Jika siklus menstruasi Anda panjang, maka masa "aman" 2 hari setelah haid hingga 16 hari menjelang menstruasi yang akan datang. Namun perlu di ingat sebenarnya masa subur sangat sulit ditebak dengan pasti jadi masih ada kemungkinan Anda mengalami "kebobolan"

Efektif: Bagi wanita dengan siklus mentruasi teratur. Buat mereka yang siklus haidnya tidak teratur akan sulit untuk menggunakan metode ini, karena kesulitan menentukan masa suburb. Metode Suhu Basal 1). Syarat

Ibu dapat mengenali masa subur dg mengukur suhu badan scr teliti dg thermometer khusus yg bisa mencatat perubahan suhu sampai 0,1o C2). Instruksi un tuk klien

a) Ukur suhu Ibu pd waktu yg hampir sama setiap pagi (sebelum bangkit dari tempat tidur) dan catat suhu Ibu.b) Pakai catatan suhu pada kartu tersebut untuk 10 hari pertama dari siklus haid Ibu untuk menentukan suhu tertinggi dari suhu yang normal, rendahc) Tarik garis pada 0,05-0,10C di atas suhu tertinggi dari suhu sepuluh hari: COVER LINEd) Masa tak subur mulai pd sore setelah hari ketiga berturut-turut suhu berada di atas garis pelindung tersebut (aturan perubahan suhu).c. Metode lender serviks ( Billings)

1). Dasar

Perubahan siklis dari lender serviks yang terjadi karena perubahan kadar estrogen

Peranan lender serviks

Lender serviks yang diatur oleh hormone estrogen dan progesterone ikut berperan dalam reproduksi

Pada setiap siklus haid diproduksi 2 macam lender serviks oleh sel-sel serviks yaitu

a). Lendir tipe E ( estrogenic )

1) diproduksi pada fase aktif pra ovulasi dan fase ovulasi

2) sifat-sifat

a. banyak, tipis seperti air ( jernih ) dan viskositas rendah

b. spinnbarkeit ( elastisitas ) besar. Spinnbarkeitt = sampai seberapa jauh lender dapat diregangkan sebelum putus.

c. bila dikeringkan terjadi bentuk seperti daun pakis

3. spermatozoa dapat menembus lender inib). Lendir tipe G ( gestogenik )

1) diproduksi pada fase awal pra-ovulasi dan setelah ovulasi

2) sifat-sifat

a. kental

b. viskositas tinggi

c. keruh

3). dibuat karena peninggian kadar progestine

4). spermatozoa tidak dapat menembus lender ini

c. Metode Simtotermal1). Syarat

a) Ibu harus mendpt intruksi untuk metode lendir serviks dan suhu basal.b) Ibu dapat menentukan masa subur ibu dengan mengamati suhu tubuh dan lendir servik.c) Setelah darah haid berhenti, ibu dpt bersenggama pd malam hari pada hari kering dengan berselang sehari selama masa tak subur: ATURAN SELANG HARI KERINGd) Masa subur mulai ketika ada perasaan basah atau munculnya lendir: ATURAN AWALe) Pantang bersenggama sampai HARI PUNCAK & ATURAN PERUBAHAN SUHU telah terjadi f) Apabila aturan ini tidak mengidentifikasi hari yang sama sebagai akhir masa subur, selalu ikuti aturan yg paling konservatif, yaitu aturan yg mengidentifikasi masa subur yg paling panjang d. Metode Amenorhoe Laktasi (MAL)1). Syarat

a) full breast feeding atau hampir penuh (hanya sesekali diberi 1-2 teguk air)

b) Bayi menghisap secara langsung

c) Menyusui dimulai dari -1 Jam stlh bayi lahir

d) Kolostrum diberikan kpd bayi

e) on demand dan dari kedua payudara

f) Menyusui selama 24 jam termasuk pada malam hari

g) Hindari jarak menyusui lebih dari 4 jam

h) Umur bayi kurang dari 6 bulan

i) 56 hari post partum ibu belum mengalami haid

2). Efektifitas

Keberhasilan 98 % sampai enam bulan pascapersalinan

3). Keterbatasan

a) Perlu persiapan sejak perawatan kehamilan agar segera menyusui dalam 30 menit pasca persalinan

b) Mungkin sulit dilaksanakan karena kondisi sosial

c) Efektivitas tinggi hanya sampai kembalinya haid atau sampai 6 bulan

d) Tidak melindungi terhadap IMS termasuk virus hepatitis B/HBV dan HIV/ AIDS

4). Yang dapat menggunakan MAL

Ibu yang menyusui secara ekslusif, bayinya berumur kurang dari 6 bulan & belum mendapat haid setelah melahirkan.

5). Yang tidak dapat menggunakan MAL

a) Sudah mendapat haid

b) Tdk menyusui secara ekslusif

c) Bayinya sudah berumur >> 6 bulan

d) Bekerja & terpisah dari bayinya lebih dari 6 jam

e. Coitus Interruptus (Sanggama Terputus)

Aksi ini dapat mencegah terjadinya pembuahan yang berujung pada kehamilan. Coitus Interruptus dapat diartikan sebagai senggama terputus atau dalam artian penis dikeluarkan dari vagina sesaat seblum ejakulasi terjadi. Dengan cara ini diharapkan cairan sperma tidak akan masuk kedalam rahim serta mengecilkan kemungkinan bertemunya sperma dengan sel telur yang dapat mengakibatkan terjadinya pembuahan.

Teknik ini membutuhkan pastisipasi yang besar dari pasangan Anda . Selain itu juga menuntut jiwa yang besar dari Anda dan pasangan alias siap me

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended