Home >Documents >Sang Gubernur Jendral Van Der Parra- Edited

Sang Gubernur Jendral Van Der Parra- Edited

Date post:15-Jul-2015
Category:
View:41 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:

Sang Gubernur Jendral Van der Parra: "Titik Awal Kehancuran VOC" By Rizki Pradana

Historical event

089637030071

ACT I 1 Opening Act I Sekelompok Serdadu VOC yang terdiri dari 2 orang perwira berkuda dan 4 orang Serdadu rendahan berlari mengitari lapangan Balai Kota Batavia, menghampiri kumpulan-kumpulan rakyat yang sedang bercengkrama di beberapa sudut lapangan. setiap mereka sampai pada kumpulan orang, maka sang perwira membuka gulungan kertas, dan dilanjutkan dengan membaca keras2 apa yg ada di dalam kertas itu. sedangkan 4 orang Serdadu rendahan yg berjalan kaki, membuat formasi pengamanan untuk 2 orang perwiranya. PERWIRA BERKUDA1 Pengumuman!!! Dalam beberapa waktu setelah saya membacakan pengumuman ini, akan datang Gubernur JEndral Jacob Mossel yang akan melakukan inspeksi terhadap para pedagang dan rakyat yang berkeliaran disini. Oleh karena itu, semua yg ada di sini di harapkan untuk bersikap dengan baik dan dilarang teriak-teriak. Sekelompok pasukan itu kemudian berkeliling lagi, dan berbicara setiap sampai pada masing2 sudut keramaian rakyat Kota. Tak lama kemudian terlihat sekumpulan Serdadu rendahan membuka jalan dan mengamankan keadaan, dibelakangnya Gubernur Jendral Jacob Mossel bersama istri dan beberapa pejabat Direktur Jendral perdagangan VOC. JACOB MOSSEL Selamat siang semuanya!!! Bagaimana keadaan disini? apakah semua aman? adakah keluhan yang mau saudara-saudara sampaikan? PEDAGANG ARAB Selamat siang Tuan, Alhamdulillah, keadaan di sini aman terkendali, berkat patroli rutin oleh para prejurit VOC. terima kasih Tuan. Kemudian Jacob Mossel berjalan lagi menuju pusat keramaian yang lain. JACOB MOSSEL Hallo, Selamat Siang!!! Apa kabar semua? bagaimana keadaan disini?

(CONTINUED)

CONTINUED:

2.

PEDAGANG TIONGHWA Haiiyaaa, Selamat Siang juga tuwan... kita semua disini belsukul semuanya baek-baek aja. telima kasih udah siapin patroli lutin keliling daerah mari. JACOB MOSSEL Bagus, lanjutkanlah. Jacob Mossel pun melanjutkan perjalanannya memeriksa keadaan lapangan Balai Kota. 2 Scene 1 Disalah satu sudut kota Batavia, digelarlah sebuah pertemuan rahasia. Pertemuan yang mengungkap rencana seorang Dewan Hindia yang ambisius untuk menjadi Penguasa VOC di Hindia Timur. VAN DER PARRA Apapun jalannya, impian saya harus segera terwujud. dan kalian berempat harus membantu saya mewujudkannya. WILLEM FOCKENS Apa untungnya buat saya kalau saya membantu kamu mewujudkan impianmu? HENDRIK BRETON Sudah jelas harus ada imbalan buat kami yg akan membantu kamu menjadi penguasa Hindia. Apa yang kamu tawarkan? VAN DER PARRA Oooo itu sudah pasti. kalian akan mendapatkan imbalan yang setimpal. Setidaknya kalian akan menjadi bagian dari pemerintahan saya. Janganlah takut. JOHAN VOS Apa jaminannya, sehingga kami harus percaya padamu? VAN DER PARRA Hey... kalian ini saudara-saudaraku, kita masih diikat dalam ikatan keluarga. Mana mungkin saya membiarkan kalian dalam keadaan tanpa jabatan, sementara saya menjabat gubernur jendral Hindia? tidak mungkin. WILLEM FOCKENS Lalu apa rencanamu? VAN DER PARRA Begini, tanpa sebuah kesalahan tidak mungkin Dewan 17 mengganti Jacob Mosel dari posisi Gubernur Jendral VOC di Hindia. kalau kita memaksakan dia berbuat salah, rasanya tidak mungkin, karena dia cukup bersih.

(CONTINUED)

CONTINUED:

3.

HENDRIK BRETON Lalu dengan cara apa? JOHAN VOS Apa harus dibunuh? VAN DER PARRA Kalau memang itu dibutuhkan, kenapa tidak? WILLEM FOCKENS Sudah gila kau!!! kita ini bukan pembunuh!! JOHAN VOS Kenapa harus repot-repot kita buat kotor tangan kita? kita bisa suruh siapapun untuk membunuh Mosel. VAN DER PARRA Pikiran yang cerdas!! segera siapkan rencananya. kalau kalian butuh sesuatu, segera hubungi saya. pertemuan ini selesai. jangan sampai ada yang tahu. Jelas? Semua yang hadir mengangguk, dan segera meninggalkan lokasi pertemuan. kembali kepada aktifitas masing-masing. 3 Scene 2 Seorang pedagang buah tionghwa terlibat perkelahian dengan pedagang pribumi, karena sang pedagang tionghwa merasa lapak tempat ia biasa menggelar dagangan di ambil oleh pedagang pribumi itu. PEDAGANG PRIBUMI Ayo, tuan, silahkan buah dan sayurannya... langsung saya ambil dari kebon. murah tuan. silahkan di liat dulu. Pedagang Tionghwa datang membawa pikulan dengan muka kaget langsung meletakkan pikulan buahnya dan memaki. PEDAGANG TIONGHWA Woii!!! lu olang ngapain di lapak oe? enak aja lu olang ambil lapak oe.. buluan pindah!!! PEDAGANG PRIBUMI weeeittsss, gua dateng duluan, enak aja lu mau usir gua..!!! (sambil terus menawarkan dagangannya kepada yg lewat)

(CONTINUED)

CONTINUED:

4.

PEDAGANG TIONGHWA Enak aja luh!!! kalo lu mau dagang cari lapak laen.. ini lapak udah pas punya gue!!! pindah kagak lu!!! (sambil mengangkat dagangan milik pribumi) PEDAGANG PRIBUMI Eh buset!!! woi.. napa dagangan gue lu angkatin!!!! (mengangkat kembali dagangannya ke tempat semula) tak lama hadir Serdadu VOC yg kebetulan patroli SERDADU PATROLI VOC Stop het!!!! (pedagang pribumi dan tionghwa berhenti lalu mundur) Ada apa ini? apa yang kalian ributkan? PEDAGANG PRIBUMI Ini, orang saya lagi dagang, tau-tau dia dateng ngomel. PEDAGANG TIONGHWA Heh!! oe gak mungkin malah-malah kalo lu kagak ambil lapak dagang oe...!!! SERDADU PATROLI VOC Sudah-sudah, kalian semua ini bikin ribut saja... Sekarang salah satu harus ngalah, pindah aja ke lapak yg sebelah situ, kan masih kosong. kalo masih pada ribut, ya lebih baik kalian ikut saya sekarang!!! PEDAGANG PRIBUMI Nah tuh denger!!! lu buka lapak di sebelah sono aja! daripada kite dibawa ke kantor opas... gua ma ogah!!! PEDAGANG TIONGHWA Iya-iya.. puas lu!!!?? Kemudian keributan pun reda dan Serdadu patroli pun pergi meninggalkan lokasi. 4 Scene 3 Tak lama kemudian pintu gereja terbuka dan keluarlah para jemaat yang semuanya pejabat VOC. Van der Parra berada di rombongan itu. kemudian seorang pria menghampiri van der Parra JOHAN VOS Saya sudah menemukan cara yg tepat dan efektif untuk menghabisi Mossel. VAN DER PARRA Ssst jangan di sini Bodoh!! terlalu banyak orang yg tidak bisa dipercaya disini.

(CONTINUED)

CONTINUED:

5. Kemudian Van der Parra menarik Johan Vos ke salah satu sudut Gereja.

VAN DER PARRA Nah, sekarang sampaikan idemu! JOHAN VOS Kita buat Mossel sakit parah, pasti tidak akan ada yang menduga kalau dia dibunuh. VAN DER PARRA Iya bagaimana caranya? JOHAN VOS Anda undang Mossel makan malam di rumah anda. Kita utus budak untuk memasukkan racun ke dalam makanan yang dimakan oleh Mossel. VAN DER PARRA Terlalu beresiko. Nanti malam ada undangan makan malam oleh anggota dewan hindia. disana saja kita racun Mossel. apa kau bisa atur? JOHAN VOS Bisa, saudaraku. VAN DER PARRA Baiklah. lakukan. kita juga tidak bisa terlalu lama disini. Kemudian Van der Parra dan Johan Vos berpencar. Van der Parra kembali pada istrinya yang menunggu di halaman Gereja, Vos pergi dengan kuda nya. 5 Scene 4 Kuda Johan Vos berjalan melintasi lapangan Balai Kota, menghampiri beberapa pegawai dapur yang sedang menuju Staadhuis dengan barang-barang belanjaan JOHAN VOS Sukri sini kamu! SUKRI Iya tuan Vos. ada apa? JOHAN VOS Saya dengan ibu kamu sedang dalam keadaan sakit parah? SUKRI Iya tuan, dari mana tuan tahu? Ibu saya sedang dalam keadaan parah.

(CONTINUED)

CONTINUED:

6.

JOHAN VOS Jangan pikirkan dari mana saya tahu kabar itu. ini ada sedikit uang buat bantu ibu kamu. tapi kamu harus bantu saya. SUKRI Bantu apa tuan? (sambil menerima uang dalam kantong) JOHAN VOS Tolong saya masukkan ramuan ini ke makanan yang akan di makan oleh Gubernur jendral. sedikit saja, tidak usah banyak-banyak. SUKRI Tapi, tuan. JOHAN VOS Jangan takut ini ramuan tidak berbahaya, dan tidak akan membunuh Tuan Gubernur Jendral. Dan kamu saya pastikan aman. SUKRI Baik Tuan. terima kasih atas bantuannya. Sukri segera menyusul teman-temannya yang dari tadi meninggalkannya, dan Johan Vos segera berkuda menuju rumahnya. 6 Scene 5 Gubernur Jendral Jacob Mossel baru saja keluar dari Staadhuis bersama beberapa pejabat VOC. Mereka terlihat sedang sibuk berbincang-bincang hal yang penting. JACOB MOSSEL Pokoknya tuan-tuan sekalian, VOC pasti bisa segera bangkit dari berbagai permasalahan yang pernah ada. kaum tionghwa juga sudah kembali bisa bebas beraktifitas, begitu pula orang-orang Arab. VAN DER PARRA Benar, Tuan gubernur Jendral. strategi kita memberikan kebebasan bagi bangsa Tionghwa dan Arab berhasil memperbaiki hubungan VOC dan mereka yang terbantai pada tahun 1740 akibat kebodohan Valckenier. JACOB MOSSEL Tentu saja, hubungan baik ini bisa membuat keuangan VOC menjadi lebih baik. keadaan ini harus kita jaga terus. jangan sampai kepercayaan para pedagang Tionghwa, arab atau bahkan eropa menurun lagi.

(CONTINUED)

CONTINUED:

7.

VAN DER PARRA Baik, tuan. Pasti akan kami pertahankan keadaan ini. JACOB MOSSEL Bagus, sekarang kalian pulang, saya ingin menikmati udara batavia malam ini. Van der Parra pun pergi meninggalkan Jacob Mossel di ikuti oleh beberapa ajudannya dan para budaknya, dalam Hatinya Van der Parra tersenyum puas. begitupun Jacob Mossel yang kemudian berjalan berkeliling lapangan Balai Kota. 7 Scene 6 Jacob Mossel bersama beberapa pengawal dan budaknya berjalan-jalan menikmati malam yang sejuk. Beliau menghampiri beberapa perkumpulan orang yang juga sedang menikmati malam itu. Namun tiba-tiba JAcob Mossel terhuyung dan jatuh tersungkur. Segenap penjaga dan budak-budaknya dengan sigap segera menolongnya. JACOB MOSSEL Arrrgghhh.... kepala saya...! (memegangi kepala dan jatuh) AJUDAN MOSSEL Tuan Gubernur Jendral!!! (mencoba menolong Jacob Mossel) JACOB MOSSEL Kepala saya, seperti dihantam godam yang besar!! Argghh (muntah) AJUDAN MOSSEL (kepada budak) Hei kalian, bantu Tuan Gubernur Jendral. Bawa beliau langsung ke Staadhuis.. (kepada budak yang lainnya) dan kau, segera panggil dokter Van Dijk... BUDAK-BUDAK Baik tuan...!!! empat orang bud

Embed Size (px)
Recommended