s t r o k e

Date post:05-Jul-2015
Category:
View:1,045 times
Download:5 times
Share this document with a friend
Transcript:

STROKEdr. Soetjipto H. Sp.S dr. Sholihul Muhibbi, Sp.S, M. Si. MedSeiring dengan bertambahnya baiknya angka harapan hidup didunia jumlah pasien stroke dari tahun ke tahun semakin meningkat dan stroke merupakan penyebab kecacatan nomor satu serta penyebab kematian nomor tiga di dunia. Menurut WHO Stroke didefinisikan sebagai suatu gangguan fungsional otak yang terjadi secara mendadak dengan tanda dan gejala klinis baik fokal maupun global yang berlangsung lebih dari 24 jam, atau dapat menimbulkan kematian, disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak Secara praktis, stroke dapat dikenal dari gejala klinisnya yang bersifat : onset mendadak, dengan gejala klinis baik fokal (seperti : paresis, sulit bicara, buta, dll) maupun global (gangguan kesadaran) dan berkembang cepat serta mencapai maksimal dalam waktu beberapa menit sampai beberapa jam. Setelah mencapai gejala maksimal, bila penderita tetap hidup gejala klinis dapat membaik sebagian atau seluruhnya. Berdasarkan lama gangguan tersebut dapat dibagi bila gejala klinis membaik seluruhnya tanpa sisa dalam waktu kurang dari 24 jam disebut Transient Ischemic Attack (TIA), 24 jam sampai 3 minggu disebut Reversible Ischemic Neurologic Deficit (RIND) dan bila lebih dari 21 hari disebut sebagai stroke. GEJALA KLINIS Gejala defisit neurologik yang timbul tergantung pada daerah pembuluh darah yang terkena. Terdapat beberapa sindroma sesuai dengan arteri yang terkena. Sistem pembuluh darah karotis : 1. Sindroma arteri serebri media - Hemiparese kontra-lateral. Kadang-kadang hanya mengenai otot wajah dan lengan, tungkai tidak terkena atau lebih ringan. - Hemihipestesia kontralateral - Afasia motorik, sensorik atau global bila mengenai hemisfer dominan. - Gangguan penglihatan pada 1 mata (amaurosis fugax) atau pada 2 belahan mata (hemianopsi homonim) - Bila mengenai daerah subkortikal gejala hanya gangguan motorik murni 2. Sindroma arteri serebri arterior - Monoparese tungkai kontralateral, kadang-kadang lengan bagian proksimal dapat terkena. - Inkontinesia urine - Grasp refleks (+) - Apraksia dan gangguan cognitif lainnya. Sistem pembuluh darah vertebro-basiler : 1. Sindroma arteri serebri posterior - Gangguan penglihatan pada 1 atau 2 mata berupa kesukaran - pengenalan terhadap objek, wajah, warna, simbol. - Hemihipestesia, kadang-kadang dysestesia atau nyeri spontan. riannofiansyah@yahoo.co.id | 1

2. Sindroma arteri vertebro-basiler - Hemiparese kontralateral - Kelumpuhan saraf otak ipsilateral - Gangguan fungsi serebellum (ataksia, hipotoni, vertigo, nystagmus, muntah). - Hemihipestesia KLASIFIKASI Berdasarkan typenya, Stroke dibagi dalam: 1. Infark otak (Non Hemorrhagic Stroke) 2. Perdarahan Intra Serebral (PIS) 3. Perdarahan Sub Arachnoidalis (PSA) 1. Infark otak (Non Hemorrhagic Stroke) Berdasarkan mekanisme terjadinya, infark otak dibagi: a. Trombotik b. Embolik c. Hemodinamik Terjadinya infark otak diakibatkan aliran darah otak (ADO) regional yang tidak mencukupi. Dalam keadaan normal aliran darah otak adalah 50 ml/100 gr otak/menit. Keadaan ini akan tetap dipertahankan oleh kemampuan autoregulasi pembuluh darah otak. Bila tekanan ADO menurun antara 20-50 ml/100 gr/menit, maka terjadi penambahan pemakaian oksigen oleh jaringan otak tanpa disertai gangguan dari fungsinya. Bila penurunan ADO mencapai 10-20 ml/100 gr/menit, terjadi kegagalan aktivitas listrik neuronal dan sebagian struktur intra sel berada dalam proses desintregrasi dan terjadi edema intraseluler. Pada keadaan ini timbul defisit neurologik. Kematian sel otak terjadi bila ADO kurang dari 10 ml/100 gr/menit diakibatkan oleh kegagalan energi sehingga K+ keluar dan CA+ + masuk kedalam sel. Berkurangnya ADO oleh trombosis, emboli atau hemodinamik akan menyebabkan keadaan iskemia di suatu bagian otak. Adanya kolateral dari pembuluh darah disekitarnya dan adanya mekanisme vasodilatasi memungkinkan terjadinya beberapa hal keadaan berikut ini: a. Sumbatan yang kecil dan dapat dikompensasi oleh sistem kolateral atau vasodilatasi lokal. Secara klinis dikenal sebagai TIA. b. Sumbatan lebih besar, daerah iskemia lebih luas, tetapi masih dapat dikompensasi dengan mekanisme seperti di atas walaupun membutuhkan waktu lebih dari 24 jam sehingga secara klinis dikenal sebagai RIND. c. Bila sumbatan cukup besar sehingga mekanisme di atas tidak dapat mengkompensasi maka akan terdapat gejala klinis yang lebih menetap. Pada daerah iskemia otak yang luas biasanya terdapat inti yang sangat iskemik dan mengalami nekrosis, diluarnya terdapat daerah iskemik yang sudah tidak dapat berfungsi tetapi belum mati, daerah ini dikenal dengan nama daerah penumbra yang masih dapat diselamatkan dengan resusitasi dan penatalaksanaan yang tepat. Edema otak akan timbul bila ADO kurang dari 20 ml/100 gr/menit. Terdapat 2 macam edema otak :

riannofiansyah@yahoo.co.id | 2

Pada fase dini terjadi edema otak citogenik dimana terdapat pengeluaran K+ intra seluler secara besar-besaran disertai masuknya Na+ dan Ca++ sehingga sel menjadi bengkak dan ruangan ekstra seluler mengecil. fase lanjut diikuti oleh edema otak vasogenik akibat Pada peningkatan permeabilitas endotel kapiler sehingga cairan keluar ke ruang extra vaskuler .

2. Perdarahan Intra Serebral (PIS) Perdarahan intra serebral terjadi karena pecahnya pembuluh darah otak didalam parechym otak. Pecahnya pembuluh darah disebabkan kerusakan dindingnya akibat arteriosclerosis, peradangan (sifilis), trauma atau kelainan kongenital (aneurisma, malformasi arteri-vena). Hal ini dipermudah bila terjadi peninggian tekanan darah secara tiba-tiba. Perdarahan intra serebral juga sering timbul akibat pecahnya mikro aneurisma (Charcot - Bouchart) akibat hipertensi lama dan paling sering terjadi didaerah subkortikal, serebellum, dan pons. Perdarahan didaerah korteks sering akibat tumor yang berdarah atau malformasi pembuluh darah yang pecah. 3. Perdarahan Sub Arachnoidalis (PSA) Perdarahan disini terutama pada sirkulus Willisii & berasal dari aneurisma kongenital yang pecah. Biasa terjadi pada usia lebih muda. Perdarahan sering berulang dan menimbulkan vasospasme hebat sehingga terjadi infark otak. Aneurisma kongenital biasa terjadi pada percabangan arteri dan berbentuk seperti buah berry. Penyebab lain adalah malformasi arterivena yang pecah atau PSA sekunder yang berasal dari PIS yang masuk kedalam ruang sub arachnoidalis. Secara klinis PSA digolongkan dengan Hunt & Hess Scale

FAKTOR RESIKO Faktor resiko utama Stroke adalah: 1. Hipertensi Hipertensi berperanan penting untuk terjadinya infark dan perdarah-an otak yang terjadi pada pembuluh darah kecil. Hipertensi mempercepat arterioskleosis sehingga mudah terjadi oklusi atau emboli pada/dari pembuluh darah besar. riannofiansyah@yahoo.co.id | 3

Hipertensi secara langsung dapat menyebabkan arteriosklerosis obstruktif, lalu terjadi infark lakuner dan mikroaneurisma. Hal ini dapat menjadi penyebab utama PIS. Baik hipertensi sistolik maupun diastolik, keduanya merupakan faktor resiko terjadinya stroke. 2. Penyakit Jantung Pada penyelidikan di luar negeri terbukti bahwa gangguan fungsi jantung secara bermakna meningkatkan kemungkinan terjadinya stroke tanpa tergantung derajat tekanan darah. Penyakit jantung tersebut antara lain adalah: - Penyakit katup jantung - Atrial fibrilasi - Aritmia - Hipertrofi jantung kiri (LVH) - Kelainan EKG Dalam hal ini perlu diingat bahwa stroke sendiri dapat menimbulkan beberapa kelainan jantung berupa: - Edema pulmonal neurogenik - Penurunan curah jantung - Aritmia dan gangguan repolarisasi 3. Diabetes Mellitus Diabetes Mellitus merupakan faktor resiko untuk terjadinya infark otak, sedangkan peranannya pada perdarahan belum jelas. Diduga DM mempercepat terjadinya proses arteriosklerosis, biasa dijumpai arteriosklerosis lebih berat, lebih tersebar dan mulai lebih dini. Infark otak terjadi 2,5 kali lebih banyak pada penderita DM pria dan 4 kali lebih banyak pada penderita wanita, dibandingkan dengan yang tidak menderita DM pada umur dan jenis kelamin yang sama. 4. Merokok Merokok meningkatkan risiko terkena stroke empat kali lipat, hal ini berlaku untuk semua jenis rokok (sigaret, cerutu atau pipa) dan untuk semua tipe stroke terutama perdarahan subarachnoid dan stroke infark, merokok mendorong terjadinya atherosclerosis yang selanjutnya memprofokasi terjadinya thrombosis arteri 5. Riwayat keluarga. Kelainan keturunan sangat jarang meninggalkan stroke secara langsung, tetapi gen sangat berperan besar pada beberapa factor risiko stroke, misalnya hipertensi, penyakit jantung, diabetes dan kelainan pembuluh darah. Riwayat stroke dalam keluarga terutama jika dua atau lebih anggota keluarga pernah menderita stroke pada usia 65 tahun. 6. Faktor resiko lainnya : cholesterol tinggi, asam urat, kurang olah raga, usia, jenis kelamin, ras, dll. DIAGNOSIS Untuk menegakkan diagnosis Stroke pencitraan CT-Scan (Computerised Tomography Scanning) yang merupakan pemeriksaan baku emas (Gold Standart). Mengingat bahwa alat tersebut saat ini hanya dijumpai di kota riannofiansyah@yahoo.co.id | 4

tertentu, maka dalam menghadapi kasus dengan kecurigaan stroke, langkah pertama yang ditempuh adalah menentukan lebih dahulu apakah benar kasus tersebut kasus stroke, karena abses otak, tumor otak, infeksi otak, trauma kepala, juga dapat memberikan kelainan neurologis yang sama, kemudian menentukan jenis stroke yang dialaminya. Dengan perjalanan waktu, gejala klinis stroke dapat mengalami perubahan. Untuk membedakan stroke tersebut termasuk jenis hemoragis atau non hemoragis. antara keduanya, dapat ditentukan berdasarkan : 1. Anamnesis 2. Pemerikasaan klinis neurologis 3. Algoritma dan penilaian dengan skor stroke 4. Pemeriksaan dengan menggunakan alat bantu 1. Anamnesis Langkah ini tidak sulit karena kalau memang stroke sebagai penyebabnya, maka sesuai dengan definisinya, kelainan saraf yang ada timbulnya adalah secara mendadak. Bila sudah ditetapkan sebagai penyebabnya adalah stroke, maka lan

Embed Size (px)
Recommended