Home >Documents >S T A T I S T I K

S T A T I S T I K

Date post:07-Jan-2016
Category:
View:90 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Description:
S T A T I S T I K. MASALAH HUBUNGAN ANTAR VARIABEL (TEHNIK ANALISIS KORELASIONAL). A. Pengertian korelasional Korelasi artinya hubungan antara dua variabel Ada dua macam vaiabel yaitu : var bebas dan var terikat. B. Arah Korelasi Korelasi satu arah (korelasi positif) - PowerPoint PPT Presentation
Transcript:
  • S T A T I S T I KMASALAH HUBUNGAN ANTAR VARIABEL(TEHNIK ANALISIS KORELASIONAL)

  • A. Pengertian korelasionalKorelasi artinya hubungan antara dua variabelAda dua macam vaiabel yaitu : var bebas dan var terikatB. Arah KorelasiKorelasi satu arah (korelasi positif)Korelasi berlawanan arah(korelasi negatif)C. Peta Korelasi -Korelasi positif maksimal-Korelasi negatif maksimal-Korelasi positif yang tinggi atau kuat-Korelasi negatif yang tinggi atau kuat-Korelasi yang cukup atau sedang, korelasi rendah, atau lemah

  • D. Angka Korelasi: 1. Pengertian: Tinggi rendah suatu korelasi tergantung pada besar kecilnya angka korelasi ( Angka indek korelasi)

    2. Lambangnya: rxy : korelasi product moment : (Rho) korelasi tata jenjang : (Phi) korelasi Phi C KK : Kontingensi3. Besarnya: antara -1 dan +1, kalau nol berarti tanpa korelasi4. Tandanya: + : maka berarti korelasi positif - : maka berarti korelasi negatif5. Sifatnya: rxy=0.75 sedangkan rxz=0.25. bukan berarti bahwa rxy = 3 kali lipat rxz atau rxz = 1/3 kali rxy

  • E. Tehnik Analisis Korelasional 1. Pengertian: Tehnik analisis hubungan antara dua atau lebih variabel. 2. Tujuan:- ingin mencari bukti hubungan- hubungan itu kuat, cukupan atau rendah- Hubungan itu meyakinkan atau tidak meyakinkan 3. Penggolongannya: tehnik analisis korelasi Bivariat atau multivariat.

    4. Analisis Korelasi Bivariat: 1. Tenik Korelasi Product Momen 2. Tehnik Korelasi Tata Jenjang 3. Tehnik Korelasi Koefisien Phi 4. Tehnik Korelasi Kontingensi 5. Tehnik Korelasi Point Biserial

  • F Tehnik Korelasi Pruduct M0ment

    a. Interpretasi terhadap angka indeks Korelasi r Pruduct M0ment secara kasar (sederhana)

    Besarnya r Prodyct Moment r xyInterpretasi0,00 0,20Sangat lemah dan sangat rendah(diabaikan dianggap tidak ada0,20 0.40Lemah atau rendah0,40 0,70Sedang atau cukupan0,70 0,90Kuat atau tinggi0,90 1,00Sangat kuat atau sangat tinggi

  • b. Interpretasi terhadap angka indeks Korelasi r Pruduct Moment dengan jalan berkorelasi dengan tabel nilai r product moment. dengan cara:Merumuskan hipotesis alternatif (Ha) dan hipotesis Nihil atau hipotesis nol (Ho) Ha nya adl ada(terdapat) korelasi positif (atau korelasi negatif ) yang signifikan (meyakinkan) antara var X dan var Y.Ho nya adl Tidak ada (atau tidak terdapat) korelasi positif (atau korelasi negatif) yang signifikan antara var X dan var Y.Menguji kebenaran atau kepalsuan.membandingkan antara r o atau r xy dengan r t ( r tabel dengan df=N-nr, ( df=derajat kebebasan) dengan taraf signifikansi 5 % atau 1 %.

  • - Jika r o sama dengan atau lebih besar dari r t maka hipotesis alternatif (Ha) disetujui (diterima). sebaliknya, Hipotesis Nihil (Ho) tidak dapat diterima.Artinya ada korelasi positif (kor negatif) yang signifikan antara var X dan var Y

    - Jika r o kurang dari r t maka hipotesis nol (Ho) diterima sebaliknya, Hipotesis alternatif (Ha) tidak dapat diterima. Artinya tidak ada korelasi positif (kor negatif) yang signifikan antara var X dan var Y .

  • 6 cara mencari angka indeks korelasi r Product moment dan caramembuat interpretasinya.

    1. Data tunggal dgn N kurang dari 30, dgn terlebih dahulu menghitung SD Rumus:

    Keterangan:r xy = Angka indeks korelasi R PMxy= jumlah hasil kali dari x dan yx = X-Mx dan y = Y-My dengan My = rata-rata dri var YSDx = Deviasi standart dari X, dengan SDy = Deviasi standar dari YN= number of case

  • Dari data pada tabel 1, diperoleh kesimpulan bahwa:r o atau r xy= 0,310 ,sedangkan dengan df=20-2=18 dan r t pada taraf signifikansi 5% = 0,444r t pada taraf signifikansi 1% = 0,561Jadi r o kurang dari r t, sehingga Ha ditolak sedang Ho diterima.Kesimpulan: Korelasi positif antara prestasi studi di fakultas dan prestasi studi di SLTA( secara matematik) disini bukanlah merupakan korelasi positif yang meyakinkan

  • 2. Data tunggal dgn N kurang dari 30, dengan tidak usah menghitung SD Rumus:

    Dengan:r xy = Angka indeks korelasi r PMx^2= jumlah deviasi skor X setelah dikuadratkany^2= jumlah deviasi skor Y setelah dikuadratkan

    Hasil dari r xy = 0,310 (pada tabel 1) , hasilnya persis sama dengan rumus nomor satu,Interpretasi: sama dengan diatas.

  • 3. Data tunggal dari N kurang dari 30, dengan mendasrkan diri pada skor aslinya.Rumus:

    Keterangan:r xy = Angka indeks korelasi R PMXY= jumlah hasil kali antara skor X dan skor YX= jumlah seluruh skor XY= jumlah seluruh skor YN = Number of caseContoh dan Perhitungan pada tabel.1 sheet.2

  • 4. Data tunggal dari N kurang dari 30, dengan mendasrkan diri pada skor aslinyaRumus:

    Keterangan:r xy = Angka indeks korelasi R PMXY= jumlah hasil kali antara skor X dan skor YMx = Mean dari skor variabel XMy = Mean dari skor variabel YMx ^2= kwadrat dari Mean skor variabel XMy = Kwadrat dari Mean skor variabel YX^2 = kwadrat dari mean skor variabel XY^2 = kwadrat dari mean skor variabel YY= jumlah seluruh skor YN = Number of caseContoh dan perhitungan pada Tabel.1 sheet.3

  • 5. Data tunggal dari N kurang dari 30, dengan mendasarkan diri pada skor aslinya. Rumus:

    Keterangan:

    2 adalah bilangan konstanta

  • 6. Data tunggal dari N kurang dari 30, dengan mendasarkan diri pada selisih skornya (selisih ukuran kasarnya) Rumus:

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended