Home >Documents >RPP smt1 word03

RPP smt1 word03

Date post:06-Jul-2015
Category:
View:187 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:

RENCANA PELAKSANAAN PELAJARAN ( RPP 1 ) Sekolah Kelas/Semester Mata Pelajaran Kompetensi Dasar Indikator manusia. 2. Mendiskripsikan fungsi alat-alat ekskresi pada manusia. 3. Mendata contoh kelainan dan penyakit pada system eskresi yang biasa di jumpai dalam kehidupan sehari-hari. 4. Menyadari pentingnya menjaga kesehatan organ system ekskresi Alokasi Waktu : 4 x 40 menit ( 4 jampel) : SMP Taruna Bhakti : IX / 1 ( Gasal) ) : IPA : 1.1. Mendiskrisikan sistem ekskresi pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan. : 1. Mendiskripsikan karateristik macam-macam organ penyusun system ekskresi pada

Standar Kompetensi : Memahami berbagai sistem dalam kehidupan sehari-hari.

A. Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu 1. Menjelaskan macam alat-alat eksresi pada manusia 2. Menyebutkan fungsi alat-alat eksresi pada manusia 3. Menyebutkan kelainan dan penyakit pada system ekskresi 4. Menyebutkan usaha-usaha yang di lakukan untuk menjaga kesehatan organ sistem ekskresi. B. Materi Pelajaran 1. Macam-macam alat ekskresi pada manusia 2. Fungsi alat-alat ekskresi pada manusia 3. Kelaianan dan penyakit ekskresi pada manusia 4. Usaha-usaha yang di lakukan untuk menjaga kesehatan organ sistem ekskresi.

C. Metode Pembelajaran 1. Model. : Kooperatif learning 2. Metode : Diskusi informasi, Tanya jawab, Pengamatan D. Langkah-langkah 1. Pertemuan 1 dan 2 ( 4 x 40 ) a. Kegiatan pendahuluan Motivasi : Menanyakan pada peserta didik apakah semua zat yang masuk ke dalam

tubuh kita bermanfaat bagi kita. (Arahkan jawaban siswa : ada zat-zat sisa yang harus dibuang) * Pengetahuan prasarat : Mengapa zat sisa itu harus dibuang ( arahkan jawaban siswa : jika tidak dibuang akan menjadi racun bagi tubuh kita) b. Kegiatan Inti Guru menyajikan informasi mengenai sistem ekskresi. Guru membagi siswa dalam kelompok kelompok Eksplorasi: Guru meminta siswa untuk mengamati charta organ-organ tubuh yang berfungsi dalam sistem ekskresi. Guru meminta siswa mengerjakan LKS yang di buat oleh guru ( tentang bagianbagian alat ekskresi dan fungsinya) Elaborasi : Peserta didik memprestasikan hasil kerja kelompok Konfirmasi : Diskusi kelas membahas/membandingkan hasil kerja kelompok c. Kegiatan Penutup Membimbing siswa dalam merangkum pelajaran Post test Memberi tugas kepada kelompok untuk membuat tulisan tentang salah satu penyakit yang berhubungan dengan sistem ekskresi dan upaya mengatasinya E. Sumber Belajar 1. Buku Paket IPA Kelas IX 2. Charta

3. Buku sumber lain yang relevan F. Penilaian 1. Teknik Penilaian : - Tes tertulis - Penugasan 2. Bentuk Instrumen - Tes isian - Tes uraian - Tugas kelompok 3. Contoh Instrumen a. Tes Pilihan Ganda 1. Organ ekskresi bentuknya mirip kacang-kacangan berwarna merah adalah a. jantung b. paru-paru b. Tes Isian Jelaskan fungsi sistem ekskresi yang di miliki oleh manusia ! c. Tugas membuat tulisan tentang salah satu penyakit yang berhubungan dengan sistem ekskresi dan upaya mengatasinya. Perhatikan gambar !Sebutkan dan Jelaskan fungsi bagian ginjal seperti gambar sebelah kanan

c. ginjal d. hati

Rubrik No 1 2 3 4 5 Aspek Keaktifan dalam kelompok Prestasi Menanggapi pertanyaan Laporan Kesimpulan siswa Jumlah skor Skor 20 20 30 10 20 100

Mengetahui Kepala SMP Taruna Bhakti

Depok, Juli 2009 Guru Mata Pelajaran I P A

H. Nurdin Toyib, S.Pd NIP. 195501311979031005

Ita Nuraita K, S.Pd

RENCANA PELAKSANAAN PELAJARAN ( RPP 2 ) Sekolah Kelas/Semester Mata Pelajaran : SMP Taruna Bhakti : IX / 1 ( Gasal) ) : IPA

Standar Kompetensi : Memahami berbagai sistem dalam kehidupan sehari-hari. Kompetensi Dasar : 1.2. Mendiskripsikan sistem reproduksi dan penyakit yang berhubungan dengan sistem reproduksi pada manusia. Indikator : 1. Menyebutkan macam-macam organ penyusun, sistem reproduksi pada manusia 2. Mendiskripsikan fungsi sistem reproduksi pada manusia 3. Menuliskan arikel tentang cara penularan dan pencegahan penyakit yang berhubungan dengan sistem reproduksi melalui surat kabar/media masa/madding sekolah 4. Menyadari pentingnya menjaga kesehatan organ sistem reproduksi Alokasi Waktu : 6 x 40 ( 6 jampel ) A. Tujuan Pembelajaran 1. Menyebutkan 2 macam organ penyusun sistem organ reproduksi pada pria 2. Menyebutkan 4 macam organ penyusun sistem organ reproduksi pada wanita. 3. Mendiskripsikan fungsi organ penyusun sistem reproduksi pada pria 4. Menuliskan artikel tentang cara penularan dan pencegahan penyakit yang berhubungan dengan sistem reproduksi.

5. Menulis artikel tentang cara penularan dan pencegahan penyakit yang berhubungan dengan sistem reproduksi melalui surat kabar/ media masa/madding sekolah. 6. Membuat laporan pentingnya menjaga kesehatan sistem organ reproduksi 7. Menyebutkan 2 jenis penyakit yang sering menyerang sistem organ reproduksi. B. Materi Pembelajaran Organ penyusun sistem reproduksi pada manusia C. Metode Pembelajaran 1. Model : Direct Instruction (DI), Kooperatif learning 2. Metode : Diskusi kelompok, pengamatan D. Langkah-langkah Kegiatan 1. Pertemuan Pertama a. Kegiatan Pendahuluan Motivasi dan apresiasi * Mengajukan pertanyaan : Mengapa makhluk hidup dapat menghasilkan keturunan (arahkan jawaban siswa pada : karena memiliki kemampuan untuk berkembangbiak). Prasarat pengetahuan * Apakah yang di maksud reproduksi ? * Apakah tujuan makhluk hidup melakukan reproduksi b. Kegiatan Inti Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok Eksplorasi : Guru meminta siswa berdiskusi mengerjakan lembar kerja siswa. Siswa membandingkan organ reproduksi pria dan wanita melalui diskusi kelompok. Elaborasi : Guru memanggil nomor diri siswa untuk menjawab pertanyaan dan hasil diskusi siswa. Guru meminta siswa dari kelompok lain untuk menanggapi jawaban. Konfirmasi : Guru menanggapi jawaban siswa dan memberikan informasi yang benar. c. Kegiatan Penutup Guru bersama siswa membuat kesimpulan dari hasil kegiatan pembelajaran.

Post test 2. Pertemuan ke Dua a. Kegiatan Pendahuluan Motivasi dan Apresiasi Secara klasikal guru memberikan pertanyaan pada siswa fungsi dari organ reproduksi. Prasarat pengetahuan Guru menunjukkan gambar / charta organ reproduksi, siswa di minta untuk menyebutkan nama organ tersebut. b. Kegiatan Inti Eksplorasi : Guru meminta siswa berdiskusi menemukan konsep-konsep mengenai fungsi organ reproduksi dan kaitannya dengan proses reproduksi. Elaborasi : Guru melaksanakan tanya jawab mengenai hasil diskusi. Konfirmasi : Games Bingo Guru dan siswa membahas pertanyaan-pertanyaan yang terdapat pada games. Guru membimbing menuju konsep yang benar c. Kegiatan Penutup Guru bersama siswa membuat kesimpulan Guru menugaskan siswa berdiskusi untuk mencari informasi tentag cara penularan dan

pencegahan penyakit organ reproduksi dari media cetak/ surat kabar atau melalui studi internet. Post test Pertemuan Ketiga 1. Kegiatan Pendahuluan a. Motivasi Menurutmu, apa yang terjadi jika kamu tidak menjaga kebersihan alat reproduksi? b. Pengetahuan Prasyarat Siswa telah memahami organ organ sistem reproduksi manusia.

2. Kegiatan Inti a. Siswa duduk sesuai dengan kelompoknya masing - masing. Eksplorasi : b. Guru membagikan artikel kepada tiap kelompok mengenai penyakit yang berhubungan dengan sistem reproduksi.c. Tiap kelompok mendiskusikan mengenai penyebab, gejala, dan upaya penanganan

terhadap penyakit yang ada pada artikel. Elaborasi :d. Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusinya.

Konfirmasi : e. Guru membimbing menuju konsep yang benar melalui diskusi kelas 3. Kegiatan Penutup a. Guru membimbing siswa membuat kesimpulan. b. Post test. E. Sumber Belajar a. Buku Paket Biologi b. Buku Refrensi c. Alat peraga/ charta / Turso F. Penialaian Hasil Belajar a. Teknik Penilaian * Tes tertulis * Penugasan b. Bentuk Instrumen * Isian dan PG * Tugas Rumah * Angket c. Contoh Instrument Contoh tes PG 1. Salah satu organ yang menyusun sistem reproduksi pada laki-laki adalah a. testis a. testis b. Ovarium b. Ovarium c. Oviduct c. Uterus d. uterus d. tuba fallopi 2. Bagian alat kelamin jantan yang menghasilkan sperma di sebut

Kunci : Skor : Contoh soal uraian : Jelaskan fungsi uterus yang terdapat dalam sistem reproduksi wanita. Kunci : Skor : Contoh soal Penugasan : Buatlah tulisan tenta penularan dan pencegahan penyakit yang berhubungan dengan sistem reproduksi. Charta : ORGAN REPRODUKSI WANITA BAGIAN DALAM

ORGAN REPRODUKSI LAKI-LAKI

Gambar : BERBAGAI PENYAKIT PADA ORGAN REPRODUKSI DAN PENYAKIT KELAMIN Kanker Rahim dari Stadium 1 sampai dengan Stadium 4

Beberapa contoh Penyakit Kelamin 1. Sipilis :

Pada Payudara

Pada kelamin wanita

Pada kelamin pria

Penyakit spilis yang dapat menyebabkan kebutaan

2. Herves :

Herves pada penis Herves pada vagina Herves pada penis 3. Gonore Rubrik No 1 2 3 4 5 Aspek Keaktifan dalam kelompok Prestasi Menanggapi pertanyaan Laporan Kesimpulan siswa Jumlah skor Skor 20 20 30 10 20 100

Mengetahui Kepala SMP Taruna Bhakti

Depok, Juli 2009 Guru Mata Pelajaran I P A

H. Nurdin Toyib, S.Pd NIP. 195501311979031005

Ita Nuraita K, S.Pd

RENCANA PELAKSANAAN PELAJARAN ( RPP 3 ) Sekolah Kelas/Semester Mata Pelajaran : SMP Taruna Bhakti : IX / 1 ( Gasal) ) : IPA

Standar Kompetensi : Memahami berbagai sistem dalam kehidupan sehari-hari. Kompetensi Dasar : 1.3. Mendiskripsikan sisitem Koordinasi dan alat indra pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan. Indikator : 1. Menyebutkan bagian organ bagian dan/atau organ penyusun sistem saraf pada manusia. 2. Mendiskripsikan fungsi otak, fungsi sumsum tulang belakang, dan sel saraf dalam sistem koordinasi. 3. Menunjukkan bagian-bagian alat indera dan fungsinya.4. Mendata contoh kelainan dan penyakit pada alat indera yang biasa dijumpai dalam

kehidupan sehari-hari dan upaya mengatasinya. Alokasi Waktu : 10 x 40 menit (10 jampel)

A. Tujuan Pembelajaran Pertemuan Pertama Peserta didik dapat : 1. Menunjukkan bagian organ dan/atau organ penyusun sistem saraf pada manusia 2. Mndekripsikan bagian organ dan/atau organ pada otak dan fungsinya Pertemuan ke dua Peserta didik dapat : 3. Mendekripsikan bagian sel saraf dan fungsinya 4. Menunjukkan pada model mata bagian iris dan pupil dan menjelaskan fungsinya Pertemuan ke tiga Peserta didik dapat : 2. Mendeskripsikan fungsi bagian organ dan/atau organ penyusun telinga 6. Membuat kliping tentang penyakit pada alat indera yang biasa di jumpai dalam Kehidupan sehari-hari B. Materi Ajar Sistem koordinasi dan alat indera pada manusia dan hubunganya dengan kesehatan C. Model dan Metode Pembelajaran 1. Model : Direct Instruction (DI) - Cooperatif learning (CL) 2. Metode : diskusi kelompok, picture and picture, PBM D. Langkah-langkah Pembelajaran : I. Pertemuan Pertama (2 x 40) a. Kegiatan pendahuluan * Motivasi Guru memanggil salah seaorang siswa, dan ketika siswa yang bersangkutan menoleh, guru meminta siswa lain memperhatikan peristiwa tersebut. Guru mengajak siswa mendiskusikan peristiwa tersebut dengan mengajukan pertanyaan misalnya mengapa temannya menoleh ketika dipanggil? Siapa yang memerintah otot lehernya agar menoleh dan seterusnya. Diskusi diarahkan sehingga siswa memahami bahwa peristiwa dapat berlangsung karena ada sistem saraf di dalam tubuh siswa itu.

* Prasarat Pengetahuan : Dalam tubuh terdapat sistem-sistem yang saling bekerjasama dan saling mempengaruhi. Sistem tersebut dikendalikan oleh otak sebagai sistem koordinasi. * Guru menyampaikan tujuan pembelajaran b. Kegiatan Inti - Guru mengawali pelajaran dengan menempel charta/gambar/turso sistem saraf. - Guru meminta siswa secara berpasangan menentukan bagian organ penyusun sistem saraf berdasarkan referensi. - Guru meminta perwakilan siswa menentukan bagian organ penyusun sistem sistem saraf pada gambar. - Guru memperbaiki jawaban siswa yang masih salah - Guru meminta siswa membuat bagan sistem saraf pada manusia - Guru membimbing siswa membuat bagan saraf pada manusia c. Kegiatan Penutup - Guru bersama siswa membuat kesimpulan - Guru memberikan pelatihan lanjutan pada siswa untuk menentukan fungsi dari bagian penyusun sistem saraf bedasarkan referensi yang dibaca (buku siswa) II. Pertemuan ke dua ( 2 x 40 ) a. Kegiatan pendahuluan * Motivasi Guru mengajukan pertanyaan : Bagaimana pesan dapat sampai dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh yang lainnya * Prasyarat Pengetahuan Guru meminta salah satu siswa bagian penyusun saraf pada manusia * Guru menyampaikan tujuan pembelaajaran b. Kegiatan Inti - Guru memberikan informasi tentang bagian-bagian sel saraf dengan mempelihatkan gambr beserta fungsi dari tiap bagiannya. - Guru meminta salah satu siswa mengulang kembali penjelasan guru - Guru memperbaiki jawaban siswa yang masih salah - Guru meminta siswa lain mengulang kembali Eksplorasi :

- Guru meminta siswa berpasangan mendiskusikan arah jalannya rangsang yang dapat menghasilkan gerakan (gerak biasa dan gerak refleks) Elaborasi : - Guru meminta siswa mengemukakan hasil diskusinya Konfirmasi : - Guru memimpin diskusi kelas untuk membahas arah jalannya rangsang yang dapat menghasilkan gerakkan. c. Kegiatan Penutup- Guru membimbing siswa menyimpulkan hasil pembahasan - Guru menugaskan kepada siswa untuk mencari informasi tentang alat indera dan bagian-

bagiannya melalui studi referensi. III. Pertemuan ke Tiga ( 2 x 40 ) a. Kegiatan Pendahuluan * Motivasi Mengapa telinga dapat mendeteksi adanya getaran ? Mengapa mata kita dapat mendektesi adanya cahaya ? Mengapa kulit kita dapat mendektesi adanya sentuhan, panas , dingin, dan tekanan ? (Arahkan jawaban siswa pada organ/indera bisa mendeteksi rangsang karena ada sel-sel reseptor ) * Prasarat Pengetahuan - Macam-macam alat indera dan fungsinya - Fungsi sel-sel reseptor b. Kegiatan Inti Eksplorasi : - Guru menempel charta/gambar berbagai alat indera dan nama-nama bagian tiap alat indera secara acak.- Guru meminta siswa memasangkan nama nama bagian tiap alat indera yang sesuai

berdasarkan studi referensi yang telah dilakukan siswa. Elaborasi : - Guru menanyakan kepada siswa alasan siswa memasangkan gambar tersebut Konfirmasi : - Guru bersama siswa membahas dan mendiskusikan jawaban siswa c. Kegiatan Penutup

- Guru membimbing siswa menyimpulkan hasil pembelajaran

- Guru menegaskan kepada siswa secara berkelompok membuat kliping tentang penyakit pada sistem saraf dan alat indera yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. IV. Pertemuan Ke empat 1. Kegiatan Pendahuluan a. Motivasi Menanyakan kepada siswa, ketika kalian dihadapkan pada situasi yang menegangkan, bagaimana degup jantung dan ritme nafas kalian? Apa yang mempengaruhinya? (Arahkan jawaban siswa, adrenalin yang mempengaruhinya) b. Pengetahuan Prasyarat Siswa telah memahami sistem syaraf dan indera manusia.

2. Kegiatan Inti a.b.

Siswa duduk sesuai dengan kelompoknya. Dengan bantuan charta dan bimbingan guru, siswa melakukan diskusi tentang

Eksplorasi : sistem hormon pada manusia, dan menjawab pertanyaan pada lembar kerja siswa. Elaborasi : c. d. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi. Guru memimpin diskusi kelas dan membimbing menuju konsep yang benar Konfirmasi : 3. Kegiatan Penutup a. Guru membimbing siswa membuat kesimpulan. b. Post test. V. Pertemuan Ke lima 1. Kegiatan Pendahuluan a. Motivasi Bagaimana akibatnya jika tukang punggung seseorang patah akibat suatu kecelakaan ?

b. Pengetahuan Prasyarat Siswa telah memahami sistem saraf dan indera 2. Kegiatan Inti a. b. c. Siswa duduk sesuai dengan kelompoknya. Guru membagikan artikel yang membahas mengenai penyakit dan kelainan Siswa dengan bimbingan guru melakukan diskusi tentang kelainan dan Elaborasi : yang terdapat pada sistem saraf dan indera. penyakit pada sistem koordinasi manusia. Elaborasi : d. e. Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusinya Guru membimbing diskusi kelas untuk menuju konsep yang benar Konfirmasi : 3. Kegiatan Penutup a. Guru membimbing siswa membuat kesimpulan. b. Post test. E. Sumber Belajar a. Buku Paket Biologi b. Buku refrensi lainnya c. Charta/turso F. Penilaian Untuk Pertemuan 1 dan 2 1. Teknik Penilaian : Tes Tertulis 2. Bentuk Instrumen : Pilihan Ganda - Uraian 3. Contoh Instrumen 1. Perhatikan gambar sistem saraf dibawah ini !

Bagian otak kecil dan sumsum lanjutan ditandai dengan nomor a. 1 dan 2 c. 3 dan 4 b. 2 dan 3 d. 4 dan 1 2. Bagian otak yang berfungsi mengatur kecepatan pernapasan adalah a. otak besar c. sumsum lanjutan b. otak kecil d. sumsum tulang belakang 3. Otak kecil berfungsi untuk mengatur a. keseimbangan c. denyut jantung b. getaran mata d. suhu tubuh 4. Perhatikan gambar sel saraf berikut !

2 Bagian yang ditunjukan berturut-turut adalah a. dendrit, sel schwan, inti sel, neurit b. sel schwan, inti sel, dendrite, neurit c. neurit, inti sel, sel schwan, dendrite d. inti sel, dendrite, neurit, sel schwan 2. Fungsi neurit pada sel saraf adalah a. mengolah rangsangan dan menenggapinya b. meneruskan rangsangan ke badan sel c. menghubungkan sel saraf yang satu dengan yang lainnya d. meneruskan rangsang dari badan sel saraf 6. Deskripsikan fungsi otak besar ! Pertemuan 3 1. Teknik penilaian : Tes unjuk kerja - Penugasan 2. Bentuk : Uji petik kerja

- Tugas rumah 3. Contoh Instrumen a. Dengan menggunakan model mata, tunjukkan dan deskripsikan fungsi bagian pupil dan retina. b. Buatlah kliping tentang penyakit pada alat indera yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. 4. Skoring a. Rubrik uji petik kerja No. 1. 2. Aspek Ketepatan menunjukkan bagian indera Mendiskripsikan fungsi bagian yang ditunjuk Skor 50 50 100 Skor 40 30 30 100

dengan benar Jumlah b. Rubrik tugas kliping No. 1. 2. 3. Aspek Relevansi materi dengan hasil karya siswa Ketepatan penjelasan gambar Kerapian dan kebersihan Jumlah

Perhatikan gambar amati charta dan jelaskan masing masing fungsinya ? GAMBAR SISTEM SARAF

Tambahan Informasi : Lebih kurang 20.000 saraf melintas di seluruh tubuh. Sistem ini memiliki 2 bagian utama Otak dan Saraf spinal membentuk sistem sarf pusat, dan sisanya berupa jaringan saraf si seluruh tubuh adalah sistem kedua yang disebut sistem saraf perifer Sistem saraf ferifer

memiliki 2 tife saraf, yaitu sensorik membawa pesan pesan keotak dari mata, telinga, kulit, dan organ-organ sensor lainnya. Saraf motorik membawa sinyal dari otak ke otot-otot untuk membuat tubuh bergerak.

TAMBAHAN INFORMASI FUNGSI OTAK SEBELAH KANAN DAN OTAK SEBELAH KIRI.

CHARTA ALAT INDERA

Mengetahui Kepala SMP Taruna Bhakti

Depok, Juli 2009 Guru Mata Pelajaran I P A

H. Nurdin Toyib, S.Pd NIP. 195501311979031005

Ita Nuraita K, S.Pd

RENCANA PELAKSANAAN PELAJARAN ( RPP 4 ) Sekolah Kelas/Semester Mata Pelajaran : SMP Taruna Bhakti : IX / 1 ( Gasal) ) : IPA

Standar Kompetensi : Memahami kelangsungan hidup makhluk hidup. Kompetensi Dasar : 2.1. Mengidentifikasi kelangsungan hidup makhluk hidup melalui adaptasi, seleksi alam, dan perkembangbiakan. Indikator hidup. 2. Memprediksikan punahnya beberapa jenis makhluk hidup akibat seleksi alam hubungannya dengan kemampuan yang dimiliki. . 3. Mendiskripsikan hubungan interspesifik (antar populasi dengan seleksi alam. 4. Menjelaskan peran perkembangbiakan bagi kelangsungan hidup. 5. Mendiskripsikan cara perkembangbiakan pada tumbuhan dan hewan. Alokasi Waktu : 6 x 40 menit ( 6 jampel) A. Tujuan Pembelajaran : Peserta didik mampu 1. Menyebutkan cara hewan kutub beradaptasi terhadap musim dingin 2. Menjelaskan cara ikan air laut beradaptasi terhadap kadar garam 3. Menjelaskan sebab punahnya badak bercula satu 4. Menjelaskan peristiwa seleksi alam yang terjadi pada burung finch. 5. Menjelaskan cara-cara perkembangbiakan makhluk hidup. B. Materi Pembelajaran : 1. Adaptasi 2. Seleksi alam 3. Perkembangbiakan : 1. Mengaitkan perilaku adaftasi hewan tertentu dilingkungannya dengan kelangsungan

C. Metode Pembelajaran 1. Model : Cooperative Learning, DI 2. Metode : Diskusi kelompok - Diskusi informasi - Games D. Langkah Kegiatan : 1. Pertemuan 1 ( 2 x 40 ) a. Pendahuluan : Motivasi : Apa yang kamu lakukan, jika udara terasa dingin? (Arahkan jawaban siswa pada : mengenakan pakaian yang tebal) Lanjutkan pada pertanyaan : - Apa yang terasa olehmu jika udara panas ? ( Arahkankan jawaban siswa pada : mengeluarkan banyak keringat dan terasa haus) - Apa yang kamu lakukan untuk menghindari kekuarangan cairan karena udara yang panas ? Ciri hidup apakah yang ditanyakan pada contoh tersebut? (Kemampuan menyesuaiakan diri dengan lingkungan/adaptasi) Prasarat Pengetahuan : Siswa telah mengetahui salah satu cirri makhluk hidup adalah mampu beradaptasi b. Kegiatan Inti :- Guru mengemukakan tujuan pembelajaran

- Guru memberikan informasi tentang macam-macam adaftasi pada makhluk hidup Eksplorasi : - Guru meminta tiap kelompok untuk melakukan studi refrensi tentang contoh-contoh adaftasi makhluk hidup. - Guru membimbing siswa dalam games tentang adaptasi morfologi pada hewan terhadap habitat dan cara hidupnya. Elaborasi :- Guru meminta siswa mempresentasikan hasil kerjanya.

Konfirmasi :- Guru membimbing siswa untuk melakukan diskusi kelas.

- Guru membimbing siswa menuju konsep yang benar. c. Kegiatan Penutup - Guru bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran - Post test Pertemuan ke dua ( 2 x 40 ) a. Kegiatan pendahuluan : Motivasi : Memperlihatkan tempelan kupu-kupu dari kertas Koran dan kupu-kupu dari kertas warna lain di atas kertas koran. Guru mengajukan pertanyaan : Kupu-kupu manakah yang sekiranya lebih dulu dimangsa oleh pemangsanya. Mengapa ? Prasarat Pengetahuan : Apa yang akan terjadi pada kupu-kupu koran jika keadaan itu berlangsung terus (kupu-kupu tersebut akan punah) b. Kegiatan Inti : - Guru memberikan informasi tentang pengertian seleksi alam, faktor-faktor yang menjadi penyeleksi. Eksplorasi : - Siswa berdiskusi secara berkelompok dalam mengerjakan lembar kerja siswa Elaborasi : - Guru dan siswa melakukan diskusi kelas untuk membahas hasil temuan siswa dalam berdiskusi menjawab LKS Konfirmasi : - Guru membimbing siswa menuju konsep yang benar. c. Kegiatan Penutup - Guru bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran - Guru memberikan tugas rumah sebagai pelatihan lanjutan. Pertemuan ke tiga ( 2 x 40) a. Kegiatan Pendahuluan : Motivasi Mengapa manusia dari zaman dahulu sampai saat ini tetap ada ?

(Arahkan jawaban siswa pada : berkembangbiak) Prasarat Pengetahuan : Siswa telah mengetahui tujuan makhluk hidup berkembangbiak b. Kegiatan Inti : Eksplorasi : - Guru meminta siswa secara berpasangan melakukan studi referensi tentang cara-cara perkembangbiakan pada tumbuhan dan hewan. - Guru meminta siswa melengkapi ide tentang perkembangbiakan pada tumbuhan atau hewan. - Guru membimbing siswa melengkapi peta ide. Elaborasi : - Guru dan siswa melakukan diskusi kelas untuk membahas hasil temuan siswa dalam berdiskusi melengkapi ide Konfirmasi : - Guru membimbing siswa menuju konsep yang benar. c. Kegiatan Penutup : - Guru membimbing siswa dalam menyimpulkan hasil kegiatan pembelajaran. - Guru menugaskan siswa membuat table cara perkembangbiakan pada tumbuhan dan hewan. E. Sumber Belajar : 1. Buku Paket Biologi 2. Buku Refrensi lainnya F. Penilaian Pertemuan 1 a. Teknik : Tes tertulis b. Bentuk : Pilihan Ganda c. Contoh Instrumen 1. Untuk menjaga kelangsungan hidupnya, banyak hewan kutub di musim dingin melakukan a. hibernasi b. Reproduksi c. adaptasi d. estivasi 2. Pernyataan berikut ini yang tidak berhubungan dengan adaptasi makhluk hidup adalah a. kupu-kupu memiliki tipe mulut pengisap

b. berubahnya warna tubuh bunglon sesuai dengan lingkungannya c. katak mengalami metamorfosis dalam hidupnya d. rayap memakan kembali kulit kelupasan tubuhnya. 3. Setiap makhluk hidup perlu menyesuaikan diri dengan lingkungannya agar dapat a. memperoleh makanan yang lebih banyak b. menghasilkan keturunan yang lebih baik c. bersaing dengan makhluk hidup yang lainnya d. bertahan hidup dan tetap lestari 4. Cara adaptasi ikan air laut terhadap kadar garam yang tinggi adalah a. sedikit minum, banyak mengeluarkan urine yang encer b. banyak minum dan banyak mengeluarkan urine yang encer c. sedikit minum, dan sedikit mengeluarkan urine yang pekat d. banyak minum, dan sedikit mengeluarkan urine yang pekat Pertemuan 2 a. Teknik : Tes tertulis b. Bentuk : Uraian c. Contoh Instrumen : 1. Badak bercula satu hamper punah karena selain hanitatnya rusak juga disebabkan 2. Jelaskan peristiwa seleksi alam pada burung finch Pertemuan 3 a. Teknik : Tes tertulis - Penugasan b. Bentuk : Uraian - Tugas rumah c. Contoh Instrumen a. Jelaskan peran perkembangbiakan pada makhluk hidup b. Buatlah tabel cara perkembangbiakan pada hewan dan tumbuhan Penilaian ini dilakukan dengan mengamati seluruh kegiatan siswa satu per satu. Hasilnya dicatat untuk dimasukkan dalam tabel penilaian. Format penilaian kinerja sebagai berikut. Hari/Tanggal : .... Kelas/Semester : ....

No 1. 2. 3. 4. dst Keterangan

Nama

Aspek Penilaian Keterampilan Keterampilan Keterampilan bertanya berdiskusi merangkum (0-30) (0-30) (0-30)

Jumlah

1. Keterampilan bertanya: merumuskan 5 pertanyaan dengan baik skor 30; merumuskan 4 pertanyaan dengan baik skor 24; merumuskan 3 pertanyaan dengan baik skor 18; merumuskan 2 pertanyaan dengan baik skor 12; merumuskan 1 pertanyaan dengan baik skor 6. Keterampilan berdiskusi: mengungkapkan 5 pendapat dengan baik skor 30; mengungkapkan 4 pendapat dengan baik skor 24; mengungkapkan 3 pendapat dengan baik skor 18; mengungkapkan 2 pendapat dengan baik skor 12; mengungkapkan 1 pendapat dengan baik skor 6. 3. Keterampilan merangkum konsep penting: merumuskan 5 rangkuman konsep penting dengan baik dan benar skor 40; merumuskan 4 rangkuman konsep penting dengan baik dan benar skor 30; merumuskan 3 rangkuman konsep penting dengan baik dan benar skor 20; merumuskan 2 rangkuman konsep penting dengan baik dan benar skor 10; merumuskan 1 rangkuman konsep penting dengan baik dan benar skor 5; tidak dapat merumuskan rangkuman dengan baik dan benar skor 0. Mengetahui Kepala SMP Taruna Bhakti Depok, Juli 2009 Guru Mata Pelajaran I P A

H. Nurdin Toyib, S.Pd NIP. 195501311979031005

Ita Nuraita K, S.Pd

RENCANA PELAKSANAAN PELAJARAN ( RPP 5) Sekolah Kelas/Semester Mata Pelajaran : SMP Taruna Bhakti : IX / 1 ( Gasal) ) : IPA

Standar Kompetensi : Memahami kelangsungan hidup makhluk hidup. Kompetensi Dasar : 2.2 Mendeskripsikan konsep pewarisan sifat pada makhluk hidup 2.3. Mendiskripsikan proses pewarisan dan hasil pewarisan sifat beserta penerapanya Indikator :

1. Menentuan gamet dari genotip tetua /induk / parental 2. Menentukan rasio hasil persilangan monohibrid 3. Menentukan rasio hasil persilangan dihibrid. Alokasi Waktu : 6 x 40 menit ( 6 jampel)

A.Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu : 1. Menentukan genotif induk 2. Menentukan gamet genotif induk 3. Menentukan genotif keturunan pertama dari induk yang disilangkan 4. Menentukan rasio hasil persilangan monohibrida dengan menggunakan diagram persilangan. 5. Menetukan rasio hasil persilangan dihibrida dengan menggunakan diagram persilangan. B.Materi pembelajaran 1. Persilangan Monohibrida

2. Persilangan Dihibrida C.Model dan Metode Pembelajaran Model : CTL Metode : DI, Eksperimen, Diskusi kelompok, games D.Langkah-langkah Kegiatan Pertemuan I ( 2 x 40 ) 1. Kegiatan Pendahuluan Motivasi Memberikan pertanyaan : - Pernahkah kamu melihat sifat jenis bunga yang mempunyai beraneka warna ? (Guru memberikan satu contoh : bunga pukul empat atau mawar) - Bagaimanakah jika tanaman dengan bunga warna merah diserbukan/ dikawinkan dengan bunga warna putih ? (arahkan jawaban siswa merah atau putih) Prasarat Pengetahuan : - Pengertian hybrid/sifat beda, hibridisasi, monohibrida, dihibrida. Pra eksprimen : - Teliti dengan cermat dalam penghitungan kancing genetika 2..Kegiatan Inti - Guru memberikan informasi tentang mohibrida Eksplorasi : - Guru membagi siswa dalam kelompok - Guru mendemostrasikan percobaan dengan menggunakan kancing genetika dua warna. - Guru meminta salah satu siswa untuk mengulang demostrasi guru- Guru meminta siswa melakukan kegiatan percobaan dengan menggunakan kancing

genetika dua warna - Guru meminta siswa menghitung rasio persilangan kancing dua warna - Guru membimbing siswa melakukan kegiatan Elaborasi : - Guru bersama siswa mendiskusikan hasil perhitungan tiap kelompok Konfirmasi :

- Guru membimbing menuju konsep yang benar c. Kegiatan Penutup - Guru bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran. - Post test

Pertemuan 2 (2 x 40) Kegiatan Pendahuluan Motivasi Memberikan pertanyaan : Apakah sifat yang tampak pada wajah atau tubuhmu seluruhnya mirip dengan ayahmu saja ? (arahkan jawaban siswa : ada yang mirip dengan ibu atau gabungan dari keduanya). Prasarat Pengetahuan - Istilah-istilah yang sering digunakan dalam pewarisan sifat (terminologi). b.Kegiatan Inti Eksplorasi : Guru meminta siswa untuk duduk berkelompok. Guru meminta siswa studi referensi dan mendiskusikan mengenai sifat resesif, dominan

dan intermediet. Guru

membimbing

siswa

dalam

eksperimen

persilangan

monohybrid

dengan

menggunakan koin. Elaborasi : Membahas hasil diskusi melalui games talking stick. Konfirmasi Guru membimbing menuju konsep yang benar c. Kegiatan Penutup - Guru bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran. - Post test Pertemuan 3 (2 x 40) a. Kegiatan pendahuluan Motivasi

Memberikan pertanyaan : Apakah kalian pernah melihat bunga warna warni dengan jenis buah dan biji yang berbeda-beda pula? Apakah ketika kita menyilangkan tumbuhan, hanya akan mewariskan satu sifat saja? Prasarat Pengetahuan Siswa telah mengetahui mengenai persilangan monohibrid.

b. Kegiatan Inti

Guru menyajikan informasi mengenai persilangan dihibrid. Siswa duduk sesuai dengan kelompoknya. Guru membimbing siswa dalam kegiatan eksperimen dihibrid, dengan menggunakan Melalui studi pustaka dan diskusi siswa melaksanakan eksperimen. Masing-masing perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya dan

Eksplorasi :

model gamet. Elaborasi : membandingkan dengan kelompok lain. Konfirmasi : Guru membimbing diskusi kelas. Guru membimbing siswa menuju konsep yang benar. Guru membimbing siswa dalam membuat kesimpulan Post test

c. Kegiatan Penutup

E. Sumber pelajaran 1. Buku paket IPA 2. Buku referensi yang relevan 3. Kancing genetika 4. Model gamet persilangan dihibrid F. Penilaian a. Teknik : Tes tertulis, Uji Petik Kerja b. Bentuk : Isian, performance

c. Instrument 1. Isian 1.Tentukan macam gamet dari induk yang bergenotif MM dan Mm ! 2. Uraian 1. Organisme yang berfenotif bulat (bulat dominant terhada kisut) bergeneotif Bb di silangkan dengan sesamanya. Tentukan perbandingan genotif dan fenotif keturu nannya ! 2. Kacang ercis berbiji bulat berwarna kuning homozygote (BBKK) disilangkan dengan kacang ercis berbiji kisur warna hijau(bbkk), Menghasilkan keturunan kacang yang semua bijinya bulat berwarna kuning. Tentukan perbandingan fenotif dan geotif dari hasil persilangan keturunannya. Rubrik No 1 2 3 4 5 Aspek Keaktifan dalam kelompok Prestasi Menanggapi pertanyaan Laporan Kesimpulan siswa Jumlah skor Skor 20 20 30 10 20 100

Mengetahui Kepala SMP Taruna Bhakti

Depok, Juli 2009 Guru Mata Pelajaran I P A

H. Nurdin Toyib, S.Pd NIP. 195501311979031005

Ita Nuraita K, S.Pd

RENCANA PELAKSANAAN PELAJARAN ( RPP 6 ) Sekolah Kelas/Semester Mata Pelajaran : SMP Taruna Bhakti : IX / 1 ( Gasal) ) : IPA

Standar Kompetensi : Memahami kelangsungan hidup makhluk hidup. Kompetensi Dasar Indikator : 2.4. Mendiskripsikan penerapan bioteknologi dalam mendukung kelangsungan hidup manusia melalui produksi pangan. :1. Mendiskripsikan keuntungan pemanfaatan bioteknologi dalam produksi pangan 2. Mendata produk-prodk bioteknologi konvensional dan modern di lingkungan

sekitarnya. 3. Membuat produk bioteknologi sederhana yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari ( membuat tempe, fermentasi sari buah. Penanaman secara hidroponik dan aeroponik.) Alokasi Waktu : 4 x 40 menit ( 4 jampel) A. Tujuan Pembelajaran : Peserta didik mampu : 1. Mendifinisikan pengertian Bioteknologi 2. Mendiskripsikan keuntungan pemanfaatan bioteknologi dalam produksi pangan3. Menyebutkan dan menjelaskan contoh-contoh bioteknologi konvensional di bidang

pangan 4. Menyebutkan dan menjelaskan contoh-contoh bioteknologi modern 5. Menjelaskan pengertian hidroponik, aeroponik, kultur jaringan pada tumbuhan

6. Membuat/produk bioteknologi sederhana yang dapat dimanfaatkan dalam keidupan sehari-hari. B. Materi Ajar Penerapan bioteknologi dalam mendukung kelangsungan hidup manusia melalui produksi pangan. C. Model dan Metode Pelajaran 1. Model : Direct Instruktion (DI) - Cooperative learning (CL) 2. Metode : Eksprimen D. Langkah-langkah Kegiatan Pertemuan 1 (2 x 40 ) 1. Kegiatan pendahuluan Motivasi - Merperlihatkan kepada siswa salah satu bahan hasil bioteknologi ( tempe /tapai ) - Menanyakan kepada siswa behan dasar tempe / tapai dan proses pembuatannya. Prasarat Pengetahuan - Menanyakan pada siswa apakah arti bioteknologi - Bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern 2. Kegiatan Inti - Guru membagi siswa dalam kelompok - Guru meminta kelompok siswa melakukan studi pustaka mengenai manfaat bioteknologi dalam produksi pangan baik konvensional maupun modern . - Guru memimpin diskusi. 3. Kegiatan penutup - Guru bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran- Guru menugaskan siswa mendata produk-produk bioteknologi konvensional dan

modern di lingkungan sekitarnya. Pertemuan 2 ( 2 x 40) a. Kegiatan Pendahuluan Motivasi

Guru menanyakan produk-produk yang digunakan dalam pembuatan bahan pengan secara Prasarat pengetahuan Macam-macam mikroorganisme yang digunakan dalam pembuatan bahan pangan secara bioteknologi konvensional. b. Kegiatan inti - Guru mengorganisasikan siswa dalam kelompok - Guru meminta kelompok siswa untuk merancang pembuatan bahan pangan secara biotek konvesional. ( tempe, tapai singkong, tapai ketan) - Guru meminta perwakilan kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompok - Guru memberi penghargaan kepada kelomok yang telah memprentasikan hasil kerjanya dengan baik c. Kegiatan penutup- Guru menugaskan pada tiap kelompok untuk membuat bahan pangan dengan

bioteknologi konvesional di rumah. E. Sumber Belajar 1. Buku paket siswa 2. Buku IPA yang relevant 3. Lingkungan 4. LKS F. Penilaian 1. Teknik penilaian : Tes tertulis - Penugasan 2. Bentuk Instrumen : Uraian - Tugas rumah 3. Instrument Uraian 1. Jelaskan pengertian bioteknologi 2. Sebutkan keuntungan pemanfaatan bioteknologi dalam poduksi 3. Sebutkan dan jelaskan contoh-contoh bioteknologi konvensional di bidang pangan 4. Jelaskan pengertian hidroponik, kultur jaringan pada tumbuhan 5. Sebutkan dan jelaskan contoh-contoh bioteknologi modern

Penugasan 1. Buatlah produk bioteknologi sederhana yang dapat di manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari !

Mengetahui Kepala SMP Taruna Bhakti

Depok, Juli 2009 Guru Mata Pelajaran I P A

H. Nurdin Toyib, S.Pd NIP. 195501311979031005

Ita Nuraita K, S.Pd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP 7) Sekolah Kelas/Semester Mata Pelajaran : SMP Taruna Bhakti : IX / 1 ( Gasal) ) : IPA sehari-hari. Kompetensi Dasar : 3.1 Mendeskripsikan muatan listrik untuk memahami gejala-gejala listrik statis serta kaitannya dalam kehidupan sehari-hari. Indikator 1. Menjelaskan benda dapat bermuatan listrik bila dilakukan dengan cara tertentu. 2. Memberi contoh peristiwa yang menghasilkan benda bermuatan listrik. 3. Melakukan percobaan sederhana untuk menunjukkan sifat muatan listrik. 4. Menjelaskan secara kualitatif hubungan antara besar gaya listrik, besar muatan listrik dan jarak antara benda bermuatan listrik. Alokasi Waktu : 6 x 40 menit (6 jampel) A. Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat: 1. Membedakan muatan listrik positif dan muatan listrik negatif. 2. Membedakan listrik statis dan listrik dinamis. 3. Membedakan model atom Dalton, Thomson, dan Rutherford. 4. Membedakan proton, elektron, dan neutron. 5. Menjelaskan muatan sebuah benda. 6. Membedakan konduktor dan isolator. 7. Menyebutkan contoh konduktor dan isolator.

Standar Kompetensi : 3. Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan

8. Menjelaskan beberapa cara untuk memberi muatan. 9. Menjelaskan pengertian gaya elektrostatis. 10. Menyelidiki gaya elektrostatis. 11. Menentukan gaya elektrostatis suatu muatan. 12. Menjelaskan pengertian medan listrik. 13. Menjelaskan cara menggambar garis-garis medan listrik. 14. Menjelaskan medan listrik di sekitar muatan positif, muatan negatif, muatan dan .pasangan 15. Menjelaskan prinsip kerja elektroskop. 16. Mengetahui jenis muatan dengan elektroskop. 17. Membuat muatan induksi dengan elektroskop. 18. Menjelaskan gejala dan penerapan listrik statis Alokasi Waktu : 6 x 40 menit ( 6 jampel) B. Materi Pembelajaran Listrik Statis C. Metode Pembelajaran1 1. Model : Direct Instruction (DI) - Cooperative Learning 2. Metode : Diskusi kelompok - Eksperimen - Observasi D. Langkah-langkah Kegiatan PERTEMUAN PERTAMA a. Kegiatan Pendahuluan Motivasi dan Apersepsi: Guru menanyakan kepada siswa mengapa di alam semesta terjadi halilintar? b. Kegiatan Inti Eksplorasi : Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok. Guru membimbing siswa dalam kegiatan kelompok melakukan percobaan muatan listrik.

Elaborasi :

Perwakilan peserta didik diminta untuk memaparkan hasil percobaannya.

Konfirmasi : Guru membimbing diskusi kelas membahas hasil percobaan. Guru membimbing menuju konsep yang benar.

c. Kegiatan Penutup Guru membimbing siswa menyimpulkan kegiatan pembelajaran. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal. PERTEMUAN KEDUA a. Kegiatan Pendahuluan Motivasi dan Apersepsi: Apa yang terjadi, jika dua benda bermuatan listrik di dekatkan Prasyarat pengetahuan: - Apakah yang dimaksud dengan gaya elektrostatis? - Apakah yang dimaksud dengan medan listrik? Pra eksperimen: - Berhati-hatilah menggunakan alat dan bahan praktikum. b. Kegiatan Inti Eksplorasi : Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian gaya elektrostatis. Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil dua buah mistar, dua potongan kaca, secarik kain wol, secarik kain sutra, dan seutas tali. Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen menyelidiki gaya

elektrostatis. Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru. Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru menentukan gaya elektrostatis dari dua buah muatan.

Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan gaya elektrostatis dari dua buah muatan yang disampaikan oleh guru. Elaborasi : Guru memberikan beberapa soal menentukan gaya elektrostatis dari dua buah muatan untuk dikerjakan oleh peserta didik. Konfirmasi : Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih ada peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian medan listrik. Peserta didik memperhatikan cara menggambar garis-garis medan listrik yang disampaikan oleh guru. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai medan listrik di sekitar muatan positif, muatan negatif, dan pasangan muatan. c. Kegiatan Penutup Guru membimbing siswa membuat rangkuman. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal. PERTEMUAN KETIGA a. Kegiatan Pendahuluan Motivasi dan Apersepsi : - Mengapa pada gedung yang tinggi dilengkapi dengan penangkal petir? Prasyarat pengetahuan: - Apakah yang dimaksud dengan elektroskop? - Bagaimana proses terjadinya petir? b. Kegiatan Inti Eksplorasi : Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan prinsip kerja elektroskop.

Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil sebuah elektroskop, sebuah sisir plastik, potongan karet ban, secarik kain wol, pembakar bunsen, mistar plastik, potongan kaca, dan secarik kain sutra. Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen mengetahui jenis muatan dan membuat muatan induksi dengan elektroskop. Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru. Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan. Elaborasi : Peserta didik diminta untuk membuat kesimpulan dari hasil eksperimen yang telah dilakukan. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal. Konfirmasi : Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya. c. Kegiatan Penutup Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal. E. Sumber Belajar a. Buku IPA Terpadu Kelas IX b. Buku referensi yang relevan c. Alat dan bahan praktikum F. Penilaian Hasil Belajar a. Teknik Penilaian: - Tes unjuk kerja - Tes tertulis b. Bentuk Instrumen: - Uji petik kerja prosedur - Tes PG - Tes isian

- Tes uraian c. Contoh Instrumen: - Contoh tes PG Ebonit yang digosok dengan kain wol akan bermuatan negatif karena . a. elektron dari ebonit ke kain wol b. proton dari ebonit ke kain wol c. elektron dari wol ke ebonit d. proton dari wol ke ebonit - Contoh tes isian Sebuah benda digosok pada benda lain sehingga sebagian elektronnya berpindah ke benda yang digosok. Dalam peristiwa ini, benda yang digosok menjadi bermuatan . - Contoh tes uraian Dua buah benda bermuatan listrik sejenis masing-masing 1 C dan 1 C terpisah sejauh 0,15 cm satu sama lain. Berapakah besar gaya elektrostatis yang timbul? Rubrik Kerja (kinerja ilmiah) No Urut Nama Siswa Aspek Yang dinilai A B Jumlah Skor

No A B

Aspek yang dinilai Cara menyiapkan alat dan bahan ( penggaris plastik, kain wool ) Cara menggosok penggaris plastik dengan kain woll

Kriteria skor ( Rubrik ) : 3: Jika tepat, jika cara menggosoknya ke satu arah dimana penggaris plastik digosok dengan kain woll dan kaca digosok dengan kain sutera. 2: Kurang tepat, jika menggosoknya kadang satu arah kadang semabarang arah, namun cara menggosok penggaris plastic digosok dengan kain woll dan kaca digosok dengan kain sutera ( sudah benar )

1: Tidak tepat ( salah ), jika cara menggosoknya salah dan penggaris plastik digosok kain sutera, kaca digosok dengan kain woll ( terbalik ) Skor Yang diperoleh NILAI = --------------------------- X 100 Skor Maksimal Pemahaman konsep berkomunikasi : No Urut Nama Siswa A Aspek yang dinilai B C D E F Jumlah Skor

Keterangan aspek yang dinilai : A. Kemampuan menyampaikan informasi B. Kemampuan memberikan pendapat/ide C. Kemampuan mengajukan pertanyaan D. Kemampuan mengajukan argumentasi untuk menolak pendapat teman E. Kemampuan menggunakan bahan yang baku F. Kelancaran berbicara Cara Penilaian (Rubrik) 1 : Tidak baik, jika salah baik cara menyampaikan impormasi maupun memberi idedst 2 : Baik , jika baik cara menyampaikan impormasi maupun memberi ide dst sudah benar tetapi kurang jelas. 3 : Sangat baik, jika baik cara menyampaikan impormasi maupun memberi ide dst sudah benar dan sangat jelas Penilaian Kerja Ilmiah No Urut Nama Siswa Aspek yang dinilai A B C D Jumlah Skor

No A B C D

Aspek yang dinilai Cara menyiapkan alat dan bahan (penggaris plastik, kain wool, kaca, kain sutra) Cara menggosok penggaris plastic dengan kain wol, kaca dengan kain sutra Cara menggantungkan salah satu benda, misalnya plastic atau kaca Cara mendekatkan dua benda yang telah digosok

Kriteria skor ( Rubrik ) : 4 : Jika tepat

3: Jika agak tepat 2: Kurang tepat 1: Tidak tepat Skor Yang diperoleh NILAI = --------------------------- X 100 Skor Maksimal

Mengetahui Kepala SMP Taruna Bhakti

Depok, Juli 2009 Guru Mata Pelajaran I P A

H. Nurdin Toyib, S.PdNIP. 195501311979031005

Ita Nuraita K, S.Pd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP 8) Sekolah Kelas/Semester Mata Pelajaran Standar Kompetensi 3. Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Kompetensi Dasar 3.2 Menganalisis percobaan listrik dinamis dalam suatu rangkaian serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Indikator 1. Menjelaskan konsep arus listrik dan beda potensial listrik. 2. Membuat rangkaian komponen listrik dengan berbagai variasi baik seri maupun paralel. 3. Menggambarkan arus listrik dan beda potensial dalam bentuk tabel dan grafik. 4. Menyelidiki hubungan antara arus listrik dan beda potensial dalam suatu rangkaian (hukum Ohm). : SMP Taruna Bhakti : IX / 1 ( Gasal) ) : IPA

5. Menemukan perbedaan hambatan beberapa jenis bahan (konduktor, isolator dan semikonduktor). 6. Menggunakan Hukum I Kirchoff untuk menghitung tegangan dan arus dalam rangkaian. 7. Menghitung hambatan pengganti rangkaian listrik seri dan paralel. Alokasi Waktu : 6 x 40 menit ( 6 jampel) A. Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat: 1. Menjelaskan pengertian arus listrik. 2. Menjelaskan pengertian kuat arus listrik. 3. Mengukur kuat arus listrik. 4. Menjelaskan pengertian beda potensial listrik. 5. Membedakan rangkaian terbuka dan rangkaian tertutup. 6. Menjelaskan fungsi saklar dan sekring. 7. Membedakan rangkaian seri dan rangkaian pararel. 8. Menyebutkan bunyi hukum Ohm. 9. Menemukan hubungan antara kuat arus dengan beda potensial. 10. Menjelaskan cara mengukur hambatan listrik. 11. Membedakan konduktor, isolator, dan semikonduktor. 12. Menyebutkan beberapa contoh konduktor, isolator, dan semikonduktor. 13. Menentukan hubungan antara hambatan listrik, ukuran, dan jenis benda. 14. Menentukan besarnya hambatan dari suatu bahan. 15. Menyebutkan bunyi hukum I Kirchhoff. 16. Memahami hukum I Kirchhoff pada rangkaian bercabang. 17. Menyebutkan jenis-jenis resistor. 18. Membedakan rangkaian resistor seri dan rangkaian resistor pararel. 19. Memahami rangkaian resistor seri. 20. Memahami rangkaian resistor pararel. 21. Menentukan hambatan total dalam rangkaian resistor seri dan resistor paralel. B. Materi Pembelajaran Listrik Dinamis

C. Metode Pembelajaran1 1. Model : Direct Instruction (DI) - Cooperative Learning 2. Metode : Diskusi kelompok - Eksperimen - Observasi D. Langkah-langkah Kegiatan PERTEMUAN PERTAMA a. Kegiatan Pendahuluan Motivasi dan Apersepsi: - Mengapa burung yang duduk di kabel bertegangan tinggi tidak tersengat listrik? - Manakah yang lebih terang dua lampu yang dirangkai secara seri ataukah secara pararel?

Prasyarat pengetahuan: - Apakah yang dimaksud dengan kuat arus listrik? - Apakah keuntungan rangkaian seri? b. Kegiatan Inti Eksplorasi : Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian arus listrik. Perwakilan peserta didik diminta untuk menjelaskan pengertian kuat arus listrik. Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil dua buah baterai, sebuah lampu pijar 3 V beserta dudukannya, sebuah ammeter, sebuah saklar, dan kabel secukupnya. Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen mengukur kuat arus listrik Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru. Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.

Elaborasi : Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk membedakan rangkaian terbuka dan rangkaian tertutup. Perwakilan peserta didik diminta untuk menjelaskan fungsi saklar dan sekring dalam rangkaian listrik. Konfirmasi : Guru membimbing menuju konsep yang benar. c. Kegiatan Penutup Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal. PERTEMUAN KEDUA a. Kegiatan Pendahuluan Motivasi dan Apersepsi: - Mengapa konduktor (logam) mudah menghantarkan arus listrik?

Prasyarat pengetahuan: - Faktor apakah yang mempengaruhi besar kecilnya hambatan listrik? - Apakah yang dimaksud dengan konduktor? b. Kegiatan Inti Eksplorasi : Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan hukum Ohm. Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil lima buah baterai, sebuah lampu beserta dudukannya,sebuah ammeter, sebuah voltmeter, dan kabel secukupnya. Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen menemukan hubungan antara kuat arus dengan beda potensial listrik Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru. Elaborasi : Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.

Peserta didik memperhatikan contoh soal penerapan hukum Ohm yang disampaikan oleh guru. Guru memberikan beberapa soal penerapan hukum Ohm untuk dikerjakan oleh peserta didik. Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih ada peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan. Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan kegunaan hambatan listrik dalam rangkaian elektronika. Konfirmasi : Guru membimbing menuju konsep yang benar. c. Kegiatan Penutup Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

PERTEMUAN KETIGA a. Kegiatan Pendahuluan Motivasi dan Apersepsi: Apakah besar arus yang masuk ke titik percabangan sama dengan arus yang keluar dari titik percabangan? Prasyarat pengetahuan: - Sebutkan bunyi hukum I Kirchhoff. b. Kegiatan Inti Eksplorasi :

Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan Hukum I Kirchhoff. Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil empat buat amperemeter, Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen memahami Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah

beberapa buah hambatan, sebuah baterai, sebuah saklar, dan kabel secukupnya. hukum I Kirchhoff pada rangkaian bercabang (Kegiatan 2.19 h.55). kerja yang telah dijelaskan oleh guru.

Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan

dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan. Elaborasi : Peserta didik memperhatikan contoh soal penerapan hukum I Kirchhoff yang Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan jenis-jenis resistor. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai perbedaan rangkaian resistor Guru memberikan beberapa soal menentukan hambatan total dalam rangkaian resistor disampaikan oleh guru.

seri dan rangkaian resistor pararel. seri dan rangkain resistor paralel untuk dikerjakan oleh peserta didik. Konfirmasi : Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih ada peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.

c. Kegiatan Penutup Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

E. Sumber Belajar a. Buku IPA Terpadu Kelas IX b. Buku referensi yang relevan c. Alat dan bahan praktikum F. Penilaian Hasil Belajar a. Teknik Penilaian: - Tes unjuk kerja - Tes tertulis - Penugasan b. Bentuk Instrumen: - Uji petik kerja produk - Tes isian

- Tes uraian - Tes identifikasi - Tugas rumah c. Contoh Instrumen: - Contoh tes isian Besaran yang menyatakan jumlah muatan listrik yang mengalir setiap detik disebut . - Contoh tes uraian Tiga buah hambatan masing-masing 4 ohm, 6 ohm, dan 8 ohm dirangkai secara pararel. Tentukan hambatan totalnya. - Contoh tes identifikasi Tentukan bahan-bahan yang termasuk ke dalam konduktor, isolator, dan semikonduktor dari bahan-bahan yang tersedia berikut: kertas, besi, karet, baja, arsen, silikon, plastik, dan perak. - Contoh tugas rumah Buatlah grafik yang menunjukkan hubungan antara besarnya arus listrik dan beda potensial.

Pemahaman konsep berkomunikasi : No Urut Nama Siswa A Aspek yang dinilai B C D E F Jumlah Skor

Keterangan aspek yang dinilai : A. Kemampuan menyampaikan informasi B. Kemampuan memberikan pendapat/ide C. Kemampuan mengajukan pertanyaan D. Kemampuan mengajukan argumentasi untuk menolak pendapat teman E. Kemampuan menggunakan bahan yang baku F. Kelancaran berbicara Penilaian Kerja Ilmiah No Urut Nama Siswa Aspek yang dinilai A B C D Jumlah Skor

Kriteria skor ( Rubrik ) :

4 : Jika tepat 3: Jika agak tepat 2: Kurang tepat 1: Tidak tepat Skor Yang diperoleh NILAI = --------------------------- X 100 Skor Maksimal

Mengetahui Kepala SMP Taruna Bhakti

Depok, Juli 2009 Guru Mata Pelajaran I P A

H. Nurdin Toyib, S.PdNIP. 195501311979031005

Ita Nuraita K, S.Pd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP 9) Sekolah Kelas/Semester Mata Pelajaran Standar Kompetensi 3. Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Kompetensi Dasar 3.3 Mendeskripsikan prinsip kerja elemen dan arus listrik yang ditimbulkannya serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Indikator 1. Menjelaskan konsep gaya gerak listrik (ggl) sumber arus listrik. 2. Mengukur tegangan antara kutub-kutub sumber tegangan dan tegangan jepit (tegangan terpakai). : SMP Taruna Bhakti : IX / 1 ( Gasal) ) : IPA

3. Menjelaskan susunan dan cara kerja elemen listrik primer dan elemen listrik sekunder. Alokasi Waktu : 4 x 40 menit (4 jam pelajaran) A. Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat: 1. Menjelaskan pengertian beda potensial listrik. 2. Menyebutkan fungsi kapasitor. 3. Menyebutkan syarat terjadinya arus listrik. 4. Membedakan arah aliran arus listrik di dalam rangkaian dan di dalam sumber arus. 5. Membedakan gaya gerak listrik (ggl) dan tegangan jepit. 6. Menjelaskan cara mengukur gaya gerak listrik (ggl). 7. Menjelaskan cara mengukur tegangan jepit. 8. Mengukur beda potensial listrik. 9. Menjelaskan pengertian elemen listrik. 10. Membedakan elemen listrik primer dan elemen listrik sekunder. 11. Menyebutkan beberapa contoh elemen listrik primer dan elemen listrik sekunder. 12. Menjelaskan karakteristik dan prinsip kerja beberapa contoh elemen listrik primer dan elemen listrik sekunder. B. Materi Pembelajaran Listrik Dinamis C. Metode Pembelajaran 1. Model : Direct Instruction (DI) - Cooperative Learning 2. Metode : Diskusi kelompok - Eksperimen - Observasi D. Langkah-langkah Kegiatan PERTEMUAN PERTAMA a. Kegiatan Pendahuluan Motivasi dan Apersepsi: - Dapatkah kamu menyebutkan alat elektronik yang tidak menggunakan sumber arus listrik?

Prasyarat pengetahuan: - Apakah yang dimaksud dengan elemen listrik? b. Kegiatan Inti Eksplorasi : Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian beda potensial. Peserta didik memperhatikan cara mengukur gaya gerak listrik (ggl) dan tegangan jepit yang disampaikan oleh guru. Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil dua buah baterai, sebuah lampu pijar 3 V beserta dudukannya, sebuah voltmeter, sebuah saklar, dan kabel secukupnya. Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen mengukur beda

potensial listrik Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru.

Elaborasi : Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan. Konfirmasi : Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya. c. Kegiatan Penutup Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman. Guru memberikan tugas kelompok mencari informasi dari berbagai sumber. Pertemuan Ke dua a. Kegiatan Pendahuluan Motivasi dan Apersepsi: Bagaimanakah alat-alat televisi/ lampu senter/ ponsel dapat berfungsi ? Prasyarat pengetahuan: - Apakah yang dimaksud dengan elemen listrik?

b. Kegiatan Inti Eksplorasi : Guru membagi tugas kelompok: - 2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan karakteristik dan prinsip kerja elemen volta. - 2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan karakteristik dan prinsip kerja baterai. - 2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan karakteristik dan prinsip kerja akumulator (aki). - 2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan karakteristik dan prinsip kerja dinamo. - 2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan karakteristik dan prinsip kerja sel surya. (* Tugas kelompok diberikan 1 minggu sebelum proses pembelajaran dilaksanakan) Elaborasi : Setiap kelompok diminta melaporkan hasil pengamatannya dalam bentuk karya tulis. Setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelompok yang lain. Konfirmasi : Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya. c. Kegiatan Penutup Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal. E. Sumber Belajar a. Buku IPA Terpadu Kelas IX b. Buku referensi yang relevan c. Alat dan bahan praktikum d. Lingkungan F. Penilaian Hasil Belajar a. Teknik Penilaian: - Tes tertulis - Tes unjuk kerja b. Bentuk Instrumen: - Tes PG - Tes uraian

- Uji petik kerja produk c. Contoh Instrumen: - Contoh tes PG Sel yang prinsip kerjanya berdasarkan keluarnya elektron-elektron dari permukaan material ketika material dikenai cahaya adalah . a. sel natrium-sulfida c. fuell cell b. sel foto d. sel surya - Contoh tes uraian Jelaskan apa yang dimaksud dengan gaya gerak listrik (ggl). Penilaian Rubrik kerja No Urut Nama Siswa A Aspek yang dinilai B C D E F Jumlah Skor

Keterangan aspek yang dinilai : A. Kemampuan menyampaikan informasi B. Kemampuan memberikan pendapat/ide C. Kemampuan mengajukan pertanyaan D. Kemampuan mengajukan argumentasi untuk menolak pendapat teman E. Kemampuan menggunakan bahan yang baku F. Kelancaran berbicara Mengetahui Kepala SMP Taruna Bhakti Depok, Juli 2009 Guru Mata Pelajaran I P A

H. Nurdin Toyib, S.PdNIP. 195501311979031005

Ita Nuraita K, S.Pd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP 10) Sekolah Kelas/Semester Mata Pelajaran Standar Kompetensi 3. Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Kompetensi Dasar 3.4 Mendeskripsikan hubungan energi dan daya listrik serta pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari. Indikator 1. Menjelaskan hubungan antara beda potensial (V) dan kuat arus (I ) dengan energi listrik. 2. Menunjukkan perubahan energi listrik menjadi energi bentuk lain. 3. Menjelaskan hubungan antara daya listrik dan energi listrik. : SMP Taruna Bhakti : IX / 1 ( Gasal) ) : IPA

4. Menerapkan konsep energi dan daya listrik dalam perhitungan penggunaan listrik di rumah tangga. 5. Mempraktikkan penghematan energi dalam kehidupan sehari-hari dan mengemukakan alasannya. Alokasi waktu : 6 x 40 menit (6 jam pelajaran) A. Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat: 1. Menjelaskan faktor-faktor yang menentukan energi listrik. 2. Mengamati hubungan antara kalor dengan beda potensial. 3. Mengamati hubungan antara kalor dengan kuat arus listrik. 4. Mengamati hubungan antara kalor dengan lama aliran arus listrik. 5. Menjelaskan rumusan energi listrik. 6. Menyebutkan asas Black. 7. Menjelaskan penerapan asas Black dalam kehidupan sehari-hari. 8. Menyebutkan alat-alat pengubah energi listrik. 9. Menjelaskan karakteristik dan prinsip kerja beberapa alat pengubah energi listrik. 10. Menjelaskan pengertian daya listrik. 11. Menjelaskan hubungan antara daya listrik dan energi listrik. 12. Menjelaskan langkah-langkah untuk menentukan energi listrik dalam satuan kWh. 13. Menyebutkan kesetaraan nilai antara kWh dan joule. 14. Menjelaskan cara melakukan penghematan dalam menggunakan energi. B. Materi Pembelajaran Energi dan Daya Listrik C. Metode Pembelajaran 1. Model : Direct Instruction (DI) - Cooperative Learning 2. Metode : Diskusi kelompok - Eksperimen - Observasi

D. Langkah-langkah Kegiatan PERTEMUAN PERTAMA a. Kegiatan Pendahuluan Motivasi dan Apersepsi: Bagaimanakah besarnya tagihan listrik yang kamu bayarkan jika semua peralatan listrik kamu nyalakan 24 jam sehari? Prasyarat pengetahuan: - Sebutkan besaran yang menentukan nilai energi listrik. b. Kegiatan Inti Eksplorasi : Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan faktor-faktor yang menentukan energi listrik. Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil kawat nikelin sepanjang 1 m, lima

buah baterai, sebuah hambatan geser, sebuah ammeter, sebuah saklar, sebuah voltmeter, sebuah stopwatch, sebuah termometer dan kabel secukupnya. Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen mengamati hubungan antara kalor dengan beda potensial, kuat arus listrik, dan lama aliran arus listrik Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru. Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan. Elaborasi : Peserta didik diminta untuk membuat kesimpulan dari hasil eksperimen yang telah dilakukan. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal. Konfirmasi : Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru menentukan rumusan energi listrik. Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan energi listrik yang disampaikan oleh guru.

Guru memberikan beberapa soal menentukan energi listrik untuk dikerjakan oleh peserta didik. Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih ada peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan. c. Kegiatan Penutup Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal. PERTEMUAN KEDUA a. Kegiatan Pendahuluan Motivasi dan Apersepsi: - Mengapa elemen pemanas alat-alat listrik umumnya berupa lilitan? Prasyarat pengetahuan: - Sebutkan alat-alat pengubah energi listrik.

b. Kegiatan Inti Eksplorasi : Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok. Guru membagi tugas kelompok: - 2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan karakteristik dan prinsip kerja setrika listrik. - 2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan karakteristik dan prinsip kerja kompor listrik. - 2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan karakteristik dan prinsip kerja solder listrik. - 2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan karakteristik dan prinsip kerja kipas angin. - 2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan karakteristik dan prinsip kerja bel listrik. Elaborasi : Setiap kelompok diminta melaporkan hasil pengamatannya dalam bentuk karya tulis. Setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelompok yang lain. Konfirmasi : Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya. c. Kegiatan Penutup

Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal. PERTEMUAN KETIGA a. Kegiatan Pendahuluan Motivasi dan Apersepsi: - Bagaimana PLN menghitung biaya energi listrik yang dipakai pada sebuah rumah? - Mengapa lampu TL lebih hemat pemakaiannya dibandingkan lampu pijar? Prasyarat pengetahuan: - Bagaimana langkah-langkah untuk menentukan energi listrik dalam satuan kWh? - Bagaimana cara melakukan penghematan dalam menggunakan energi listrik? b. Kegiatan Inti Eksplorasi : Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan langkah-langkah untuk Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan daya listrik yang disampaikan

menentukan energi listrik dalam satuan kWh. oleh guru. Elaborasi : Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan kesetaraan nilai antara kWh dan Guru memberikan beberapa soal menentukan daya listrik untuk dikerjakan oleh Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih joule. peserta didik. ada peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan. Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan cara melakukan penghematan Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal. dalam menggunakan energi listrik. Konfirmasi : Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya. c. Kegiatan Penutup Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.

Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal. E. Sumber Belajar a. Buku IPA Terpadu Kelas IX b. Buku referensi yang relevan c. Lingkungan d. Alat dan bahan praktikum F. Penilaian Hasil Belajar a. Teknik Penilaian: - Tes unjuk kerja b. Bentuk Instrumen: - Uji petik kerja prosedur - Tes PG - Tes uraian - Tugas rumah c. Contoh Instrumen: - Contoh tes PG Sebuah mesin pendingin 500 watt dipasang selama 10 menit menimbulkan kalor . kalori a. 300.000 b. 72.000 c. 5.000 d. 1.200 - Contoh tes uraian Jelaskan dan berikan contoh perubahan energi listrik menjadi: a. energi gerak - Contoh tugas rumah Lihatlah kWh meter yang ada dirumahmu, kemudian hitunglah penggunaan energi listrik yang terpakai selama 1 bulan. - Contoh proyek Buatlah sebuah artikel mengenai cara melakukan penghematan energi listrik dalam kehidupan sehari-hari. Penilaian Rubrik kerja No Urut Nama Siswa A Aspek yang dinilai B C D E F Jumlah Skor b. energi kalor - Tes tertulis - Penugasan

Keterangan aspek yang dinilai : A. Kemampuan menyampaikan informasi B. Kemampuan memberikan pendapat/ide C. Kemampuan mengajukan pertanyaan D. Kemampuan mengajukan argumentasi untuk menolak pendapat teman E. Kemampuan menggunakan bahan yang baku F. Kelancaran berbicara Mengetahui Kepala SMP Taruna Bhakti Depok, Juli 2009 Guru Mata Pelajaran I P A

H. Nurdin Toyib, S.PdNIP. 195501311979031005

Ita Nuraita K, S.Pd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Sekolah Kelas : SMP Negeri 2 Bobotsari : IX (Sembilan)

Mata Pelajaran : IPA FISIKA Standar Kompetensi 4. Memahami konsep kemagnetan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Kompetensi Dasar 4.1. Menyelidiki gejala kemagnetan dan cara membuat magnet. Indikator 1. Menunjukkan sifat kutub magnet. 2. Menjelaskan cara membuat magnet dan sebab-sebab hilangnya sifat kemagnetan suatu bahan. 3. Memaparkan teori kemagnetan bumi. 4. Menunjukkan medan magnet di sekitar penghantar berarus listrik. A. Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat:

1. Menjelaskan pengertian magnet. 2. Menyebutkan macam-macam magnet. 3. Membedakan bahan feromagnetik, paramagnetik, dan diamagnetik. 4. Menyebutkan contoh bahan feromagnetik, paramagnetik, dan diamagnetik. 5. Mengamati arah gerak magnet batang. 6. Membedakan magnet alam dan magnet buatan. 7. Menjelaskan cara membuat magnet buatan. 8. Menjelaskan sebab-sebab hilangnya sifat kemagnetan suatu bahan. 9. Menjelaskan pengertian medan magnet. 10. Menjelaskan pengertian garis gaya magnet. 11. Mengamati gaya antar-kutub magnet dan medan magnet. 12. Menjelaskan medan magnet bumi. 13. Membedakan sudut deklinasi dan sudut inklinasi. 14. Menjelaskan pengertian kuat medan magnet. 15. Menyebutkan faktor yang mempengaruhi besarnya medan magnet. 16. Mencari hubungan antara arah arus, medan magnet, dan kuat arus listrik. 17. Menjelaskan cara menentukan arah medan magnet. 18. Mengamati arah medan magnet di sekitar kawat lurus berarus listrik. 19. Mengamati medan magnet kumparan berarus. B. Materi Pembelajaran Kemagnetan C. Metode Pembelajaran 1. Model : Direct Instruction (DI) - Cooperative Learning 2. Metode : Diskusi kelompok - Ceramah - Eksperimen - Observasi D. Langkah-langkah Kegiatan PERTEMUAN PERTAMA a. Kegiatan Pendahuluan Motivasi dan Apersepsi: - Apakah aluminium tergolong bahan feromagnetik atau paramagnetik? - Apakah kita dapat membuat magnet?

Prasyarat pengetahuan: - Apakah yang dimaksud dengan bahan paramagnetik? - Bagaimana cara membuat magnet? Pra eksperimen: - Berhati-hatilah dalam melakukan praktikum. b. Kegiatan Inti Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian magnet. Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan macam-macam magnet. Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan perbedaan bahan feromagnetik, paramagnetik, dan diamagnetik. Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyebutkan contoh bahan feromagnetik, paramagnetik, dan diamagnetik. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal. Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya. Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil sebuah magnet batang, sebuah statif, dan seutas benang. Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen mengamati arah gerak magnet batang (Kegiatan 4.3 h.101). Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru. Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan perbedaan magnet alam dan magnet buatan. Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan cara membuat magnet dan hal-hal yang dapat menghilangkan sifat kemagnetan suatu bahan. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal. Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian medan magnet dan garis gaya magnet.

Guru memberikan instruksi kepada peserta didik untuk melakukan eksperimen mengamati gaya antar-kutub magnet batang dan medan magnet (Kegiatan 4.7 h.105 dan Kegiatan 4.8 h 106). Peserta didik secara berkelompok melakukan eksperimen dengan menggunakan dua buah magnet batang, sebuah statif, seutas benang, selembar kertas HVS, dan sejumput serbuk besi. Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan. c. Kegiatan Penutup Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik. Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal. PERTEMUAN KEDUA a. Kegiatan Pendahuluan Motivasi dan Apersepsi: - Bagaiamana cara menentukan sudut inklinasi? - Bagaimana hubungan antara kuat medan magnet dan kuat arus listrik? Prasyarat pengetahuan: - Apakah yang dimaksud dengan inklinasi? - Faktor apakah yang mempengaruhi besarnya medan magnet? Pra eksperimen: - Berhati-hatilah dalam melakukan praktikum. b. Kegiatan Inti Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan medan magnet bumi. Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan perbedaan sudut deklinasi dan sudut inklinasi. Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menjelaskan cara menentukan sudut deklinasi dan sudut inklinasi. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal. Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian kuat medan magnet.

Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan faktor yang mempengaruhi besarnya medan magnet. Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil sebuah kompas, kawat lurus sepanjang 20 cm, hambatan geser, sebuah ammeter, sebuah baterai 9 V, kabel penghantar secukupnya, sebuah saklar, dan dua buah penumpu. Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen mencari hubungan antara arah arus, medan magnet, dan kuat arus listrik (Kegiatan 4.11 h.111). Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru. Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan cara menentukan arah medan magnet. Guru memberikan instruksi kepada peserta didik untuk melakukan eksperimen mengamati arah medan magnet di sekitar kawat lurus berarus listrik dan mengamati medan magnet kumparan berarus (Kegiatan 4.12 h.112 dan Kegiatan 4.13 h.114-115). Peserta didik secara berkelompok melakukan eksperimen dengan menggunakan kawat lurus panjang 20 cm, sebuah kompas kecil, selembar karton seukuran kuarto, sebuah baterai 9 V, sebuah saklar, kabel penghantar secukupnya, sebuah magnet batang, kawat tembaga sepanjang 20 cm, dan serbuk besi secukupnya. Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan. c. Kegiatan Penutup Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik. Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal. E. Sumber Belajar a. Buku IPA Fisika Jl.3 (Esis) halaman 99-115 b. Buku referensi yang relevan c. Lingkungan d. Alat dan bahan praktikum

F. Penilaian Hasil Belajar a. Teknik Penilaian: - Tes tertulis - Tes unjuk kerja b. Bentuk Instrumen: - Tes PG - Tes uraian - Tes isian - Uji petik kerja produk c. Contoh Instrumen: - Contoh tes PG Andaikan kutub utara dan kutub selatan bumi tepat berada di khatulistiwa, maka . a. sudut inklinasi selalu 00 c. sudut deklinasi selalu 00 b. sudut inklinasi selalu 900 d. sudut dekklinasi selalu 1800 - Contoh tes isian Sudut yang dibentuk oleh penyimpangan arah utara-selatan kutub magnet jarum kompas terhadap arah utara-selatan geografis bumi disebut . - Contoh tes uraian Mengapa bahan plastik tidak dapat dijadikan magnet dengan cara apapun? Bobotsari , Juli 2008 Mengetahui Kepala Sekolah Amtorunajah,S.Pd. NIP. 131286267 Guru Mata Pelajaran R.Alexander Herry W,S.Pd. NIP.131854090 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Sekolah Kelas : SMP Negeri 2 Bobotsari : IX (Sembilan)

Mata Pelajaran : IPA FISIKA Standar Kompetensi 4. Memahami konsep kemagnetan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Kompetensi Dasar 4.2. Mendeskripsikan pemanfaatan kemagnetan dalam produk teknologi.

Indikator 1. Menjelaskan cara kerja elektromagnetik dan penerapannya dalam beberapa produk teknologi. 2. Menemukan penggunaan gaya Lorentz pada beberapa alat listrik sehari-hari. 3. Menyadari pentingnya pemanfaatan kemagnetan dalam produk teknologi. A. Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat: 1. Menjelaskan pengertian elektromagnet. 2. Menyebutkan faktor yang mempengaruhi kekuatan medan magnet yang dihasilkan elektromagnet. 3. Menjelaskan aplikasi elektromagnet dalam beberapa produk teknologi. 4. Menjelaskan pengertian gaya Lorentz. 5. Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya gaya Lorentz. 6. Menentukan besar dan arah gaya Lorentz. 7. Menjelaskan aplikasi gaya Lorentz dalam kehidupan sehari-hari. B. Materi Pembelajaran Kemagnetan C. Metode Pembelajaran 1. Model : Direct Instruction (DI) - Cooperative Learning 2. Metode : Diskusi kelompok - Ceramah - Observasi D. Langkah-langkah Kegiatan PERTEMUAN PERTAMA a. Kegiatan Pendahuluan Motivasi dan Apersepsi: - Mengapa medan magnet dapat timbul pada magnet yang dialiri arus listrik? Prasyarat pengetahuan: - Apakah yang dimaksud dengan elektromagnet? b. Kegiatan Inti Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 3-4 siswa laki-laki dan perempuan yang berbeda kemampuannya.

Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian elektromagnet. Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan faktor mempengaruhi kekuatan medan magnet yang dihasilkan elektromagnet. Guru membagi tugas kelompok: - 2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan prinsip kerja bel listrik. - 2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan prinsip kerja relai. - 2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan prinsip kerja pesawat telepon. - 2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan prinsip kerja motor listrik. - 2 kelompok diberi tugas untuk menjelaskan prinsip kerja multimeter. Tugas kelompok diberikan 1 minggu sebelum proses pembelajaran dilaksanakan. Setiap kelompok diminta melaporkan hasil pengamatannya dalam bentuk karya tulis. Setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelompok yang lain. Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya. c. Kegiatan Penutup Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik. Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal. PERTEMUAN KEDUA a. Kegiatan Pendahuluan Motivasi dan Apersepsi: - Faktor apakah yang mempengaruhi besarnya gaya Lorentz? Prasyarat pengetahuan: - Apakah yang dimaksud dengan gaya Lorentz? b. Kegiatan Inti Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian gaya Lorentz. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya gaya Lorentz. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai cara menentukan arah gaya Lorentz. Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan gaya Lorentz pada kawat yang berarus yang disampaikan oleh guru.

Guru memberikan beberapa soal menentukan gaya Lorentz pada kawat yang berarus untuk dikerjakan oleh peserta didik. Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan aplikasi gaya Lorentz. Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan aplikasi gaya Lorentz dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal. Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya. c. Kegiatan Penutup Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik. Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal. E. Sumber Belajar a. Buku IPA Fisika Jl.3 (Esis) halaman 115-130 b. Buku referensi yang relevan c. Lingkungan F. Penilaian Hasil Belajar a. Teknik Penilaian: - Tes tertulis - Penugasan b. Bentuk Instrumen: - Tes PG - Tes uraian - Tugas rumah c. Contoh Instrumen: - Contoh tes PG Di bawah ini adalah alat yang memanfaatkan prinsip elektromagnet, kecuali . a. bel listrik b. rice cooker b. pesawat telepon d. relai - Contoh tes uraian

Sebutkan tiga macam alat dapur yang menggunakan prinsip kerja motor listrik. Jelaskan cara kerja masing-masing alat itu. - Contoh tugas rumah Datalah alat-alat listrik yang ada dirumahmu dan kelompokkan yang prinsip kerjanya menggunakan gaya Lorenzt.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Sekolah Kelas : SMP Negeri 2 Bobotsari : IX (Sembilan)

Mata Pelajaran : IPA FISIKA Standar Kompetensi 4. Memahami konsep kemagnetan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Kompetensi Dasar 4.3 Menerapkan konsep induksi elektromagnetik untuk menjelaskan prinsip kerja beberapa alat yang memanfaatkan prinsip induksi elektromagnetik. Indikator 1. Menjelaskan hubungan antara pergerakan garis medan magnetik dengan terjadinya gaya gerak listrik induksi melalui percobaan. 2. Menjelaskan prinsip kerja generator dan dinamo secara sederhana. 3. Menjelaskan secara kualitatif prinsip sederhana cara kerja transformator. 4. Mendeskripsikan kegunaan trafo dalam kehidupan sehari-hari. A. Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat: 1. Menjelaskan pengertian induksi elektromagnet. 2. Menjelaskan pengertian arus listrik induksi. 3. Mengamati timbulnya arus listrik oleh magnet. 4. Membedakan arus listrik searah (DC) dan arus listrik bolak-balik (AC). 5. Menjelaskan pengertian arus riak. 6. Menjelaskan manfaat arus riak dalam kehidupan sehari-hari. 7. Menjelaskan pengertian Gaya Gerak Listrik (GGL) induksi. 8. Membedakan kumparan primer dan kumparan sekunder.

9. Membedakan arus primer dan arus sekunder. 10. Memahami GGL induksi dua kumparan. 11. Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya GGL induksi. 12. Menyebutkan penerapan GGL induksi dalam kehidupan sehari-hari. 13. Membedakan prinsip kerja generator listrik DC dan generator listrik AC. 14. Menjelaskan fungsi transformator. 15. Memahami prinsip kerja trafo. 16. Menyebutkan syarat trafo ideal. 17. Membedakan trafo step-up dan trafo step-down. 18. Menjelaskan pengertian efisiensi trafo. 19. Menjelaskan kegunaan trafo dalam kehidupan sehari-hari. B. Materi Pembelajaran Induksi Elektromagnetik C. Metode Pembelajaran 1. Model : Direct Instruction (DI) - Cooperative Learning 2. Metode : Diskusi kelompok - Ceramah - Observasi - Eksperimen D. Langkah-langkah Kegiatan PERTEMUAN PERTAMA a. Kegiatan Pendahuluan Motivasi dan Apersepsi: - Apakah listrik dapat menghasilkan magnet? - Apakah perbedaan generator DC dan generator AC? Prasyarat pengetahuan: - Apakah yang dimaksud dengan induksi elektromagnet? - Apakah yang dimaksud dengan generator? Pra eksperimen: - Berhati-hatilah dalam melakukan praktikum. b. Kegiatan Inti Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian induksi elektromagnet.

Perwakilan peserta didik diminta untuk menjelaskan pengertian arus listrik induksi. Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil dua buah magnet batang yang berbeda ukurannya, sebuah galvanometer, dan dua buah kumparan kawat. Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen mengamati timbulnya arus listrik oleh magnet (Kegiatan 5.1 h.132). Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru. Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai perbedaan arus listrik searah (DC) dan arus listrik bolak-balik (AC). Peserta didik memperhatikan pengertian dan manfaat arus riak dalam kehidupan sehari-hari yang disampaikan oleh guru. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian Gaya Gerak Listrik (GGL) induksi. Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan perbedaan kumparan primer dan kumparan sekunder. Peserta didik mendiskusikan dengan kelompoknya mengenai perbedaan arus primer dan arus sekunder. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal. Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya. Guru memberikan instruksi kepada peserta didik untuk melakukan eksperimen memahami GGL induksi dua kumparan (Kegiatan 5.3 h.136-137). Peserta didik secara berkelompok melakukan eksperimen dengan menggunakan dua buah kumparan, sebuah galvanometer, sebuah inti besi, sebuah baterai 9 V, sebuah saklar, dan kabel penghubung secukupnya. Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya GGL induksi.

Perwakilan peserta didik diminta untuk menyebutkan penerapan GGL induksi dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik memperhatikan perbedaan prinsip kerja generator listrik DC dan generator listrik AC yang disampaikan oleh guru. c. Kegiatan Penutup Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik. Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal. PERTEMUAN KEDUA a. Kegiatan Pendahuluan Motivasi dan Apersepsi: - Alat apakah yang paling berperan untuk mengubah tegangan listrik? - Bagaimana cara menghitung efesiensi trafo? Prasyarat pengetahuan: - Apakah yang dimaksud dengan transformator? - Apakah yang dimaksud dengan efesiensi trafo? Pra eksperimen: - Berhati-hatilah dalam melakukan praktikum. b. Kegiatan Inti Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian transformator. Perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk mengambil dua buah trafo kecil (500 mA) yang masing-masing berupa trafo step-up dan trafo step-down, sebuah pembangkit sinyal, sebuah sumber arus listrik DC (misalnya baterai, aki, atau catu daya), dan sebuah osiloskop. Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen memahami prinsip kerja trafo (Kegiatan 5.5 h 141). Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan oleh guru. Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai prinsip kerja trafo. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan syarat trafo ideal.

Peserta didik memperhatikan perbedaan trafo step-up dan trafo step-down yang disampaikan oleh guru. Peserta didik (dibimbing oleh guru) mendiskusikan pengertian efisiensi trafo. Peserta didik memperhatikan contoh soal menentukan efisiensi trafo yang disampaikan oleh guru. Guru memberikan beberapa soal menentukan efisiensi trafo untuk dikerjakan oleh peserta didik. Guru mengoreksi jawaban peserta didik apakah sudah benar atau belum. Jika masih terdapat peserta didik yang belum dapat menjawab dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan. Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan aplikasi trafo dalam kehidupan seharihari. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal. Guru menanggapi hasil diskusi kelompok peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya. c. Kegiatan Penutup Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik. Peserta didik (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal. E. Sumber Belajar a. Buku IPA Fisika Jl.3 (Esis) halaman 131-158 b. Buku referensi yang relevan c. Lingkungan d. Alat dan bahan praktikum F. Penilaian Hasil Belajar a. Teknik Penilaian: - Tes tertulis - Tes unjuk kerja - Penugasan b. Bentuk Instrumen: - Tes PG - Tes uraian - Uji petik kerja produk

- Tugas rumah c. Contoh Instrumen: - Contoh tes PG Faktor berikut dapat memperbesar ggl induksi yang dihasilkan generator atau dinamo, kecuali . a. mempercepat putaran b. menggunakan kumparan dengan lilitan kawat yang lebih banyak c. menggunakan magnet yang lebih kuat d. menggunakan kawat lilitan yang berukuran penampang lebih besar - Contoh tes uraian a. Mengapa trafo berdaya rendah menggunakan lilitan kawat berpenampang kecil sedangkan trafo berdaya tinggi menggunakan lilitan kawat berpenampang besar? b. Mengapa trafo yang berarus listrik rendah memiliki jumlah kawat yang lebih banyak daripada trafo yang berarus listrik tinggi? - Contoh tugas rumah Buatlah artikel tentang pemanfaatan transformator pada peralatan elektronika.

Embed Size (px)
Recommended