Home >Documents >Rpp KTSP Virus Komplit

Rpp KTSP Virus Komplit

Date post:25-Jan-2016
Category:
View:102 times
Download:23 times
Share this document with a friend
Description:
virus, RPP kelas x, RPP virus
Transcript:

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Nama Sekolah

: SMA N 15 Semarang

Mata Pelajaran: Biologi

Pokok Materi

: Virus, ciri dan peranannya dalam kehidupan

Kelas/Semester: X (Sepuluh)/ 1

Pertemuan

: 1 dan 2Alokasi Waktu: 45 menit x 4 JPTahun Ajaran

: 2015Standar Kompetensi 2. Memahami prinsip-prinsip pengelompokan makhluk hidup

Kompetensi Dasar 2.1 Mendeskripsikan ciri-ciri, replikasi, dan peran virus dalam kehidupanI. Indikator Pencapaian Kompetensi

1. Mendeskripsikan ciri-ciri virus2. Menggambar struktur tubuh virus berdasarkan foto ultramikroskopis

3. Membandingkan ciri virus dan ciri hewan/tumbuhan 4. Membandingkan struktur tubuh virus satu dengan virus yang lain berdasarkan gambar tubuh virus. 5. Membuat media tiruan bentuk-bentuk virus6. Menggambar skema reproduksi virus7. Mampu menjelaskan tahap-tahap proses siklus dalam perkembangan virus

8. Mengidentifikasi peran virus bagi manusia9. Membuat kajian tentang virus dan penyakit yang disebabkannya

II. Tujuan Pembelajaran

1. Siswa mampu mendeskripsikan ciri-ciri virus melalui gambar dengan karakter komunikatif2. Siswa mampu menggambar struktur tubuh virus berdasarkan foto ultramikroskopis dengan karakter Rasa ingin tahu3. Siswa mampu membandingkan ciri virus dan ciri hewan/tumbuhan dengan karakter Rasa ingin tahu 4. Siswa mampu membandingkan struktur tubuh virus satu dengan virus yang lain berdasarkan gambar tubuh virus dengan karakter Toleransi, Tanggung Jawab, Percaya diri5. Siswa mampu membuat media tiruan bentuk-bentuk virus dengan karakter jujur, tanggung jawab, kreatif, Percaya diri, Berorientasi tugas dan hasil 6. Siswa mampu menggambar skema reproduksi virus dengan karakter Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif 7. Siswa mampu mengidentifikasi peran virus bagi manusia dengan karakter Kerja keras, Rasa ingin tahu8. Siswa mampu membuat kajian tentang virus dan penyakit yang disebabkannya dengan karakter Jujur, Kerja keras, Rasa ingin tahu, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan.

III. Materi Ajar

A. Sejarah penemuan virus

Adolf Mayer, ilmuan Jerman (1883), menemukan penyakit pada tembakau dengan ditandai bercak-bercak kekuningan. Pada 1892, seorang ilmuwan Rusia yang bernama Dimitri Ivanovsky meneliti sejenis penyakit yang menyerang tanaman tembakau. Penyakit tersebut dinamakan penyakit mosaik (Tobacco mosaic). Penyakit tersebut menyerang daun sehingga daun tampak berbintik dan keriput.

Ivanovsky mengekstrak daun yang terserang penyakit tersebut. Lalu, ekstrak tersebut disaring menggunakan saringan bakteri. Ivanovsky kemudian mengoleskan hasil saringan pada tanaman yang sehat. Tanaman sehat tersebut akhirnya terserang penyakit juga.Dari percobaannya, Ivanovsky berkesimpulan dua hal. Pertama, penyakit yang menyerang tanaman disebabkan oleh zat kimia. Zat kimia tersebut dihasilkan oleh bakteri yang tidak tersaring oleh saringan bakteri. Kedua, penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri patogen yang berukuran sangat kecil. Selama beberapa waktu, para ilmuwan masih beranggapan bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri yang berukuran sangat kecil.Eksperimen Martinus Beijerinck dari Belanda mendukung teori Iwanovski. Eksperimen yang dilakukan adalah eksperimen berjenjang terhadap penyakit mosaik tembakau. Dia juga berkesimpulan bahwa penyebab penyakit mosaik daun adalah bakteri patogen yang berukuran sangat kecil dan mampu berkembang biak.

Pada 1935, akhirnya seorang ilmuwan yang bernama W.M. Stanley berhasil mengisolasi dan mengkristalkan virus penyakit mosaik pada tembakau (Tobacco mosaic virus).

Stanley menyimpulkan bahwa virus dan bakteri itu berbeda. Hal tersebut didasarkan pada hasil dari percobaannya, yakni apabila kristal disuntikkan pada tanaman tembakau, virus yang dikristalkan tersebut menjadi aktif, kemudian memperbanyak diri dan menyerang tanaman tembakau. Hal tersebut menunjukkan bahwa virus bukanlah sebuah sel, melainkan suatu kesatuan kimia sederhana. Adapun bakteri adalah sebuah sel dan tidak dapat dikristalkan.B. ciri-ciri umum yang dimiliki oleh virus.

1. Tubuh virus bukan merupakan sel (aseluler)

2. Virus berukuran sangat kecil, Berukuran antara (20 300) milimikron. Oleh karena itu, virus hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron.

3. Tubuh virus terdiri atas selubung protein yang disebut kapsid. dan bahan inti. Bahan inti (asam nukleat) berupa RNA (Ribonucleic acid) atau DNA (Deoxiribonucleic acid).

4. Virus tidak mempunyai membran dan organel-organel sel yang penting bagi kehidupan.

5. Bersifat parasit obligat, Virus hanya dapat bereproduksi jika berada dalam sel hidup atau jaringan hidup.

6. Virus dapat dikristalkan layaknya benda mati.

7. Virus umumnya berupa semacam hablur (kristal) dan bentuknya sangat bervariasi. Bentuk bulat, batang, heliks, polihedral, seperti huruf TC. Ciri virus sebagai makhluk hidup dan benda mati

1. Dapat digolongkan sebagai benda mati, karena dapat dikristalkan dan tidak mempunyai protoplasma.

2. Dapat digolongkan benda hidup, karena memiliki kemampuan metabolisme, reproduksi, dan memiliki asam nukleat.D. Struktur Virus

Kapsid : merupakan suatu selaput yang tersusun dari unit-unit protein. Kapsid tersebut berperan untuk melindungi materi asam nuklet, membentuk macam sel yang akan dilekati oleh virion, dan membantu menyisipkan virion ke dalam sel inang.

Beberapa virus memiliki kapsid yang diselimuti oleh lipoprotein, misalnya : virus herpes, virus influenza dan virus cacar. Selaput lipoprotein berguna untuk menghasilkan materi genetik virus.

Bagian dalam virion terdiri atas satu jenis material genetik, berupa DNA saja atau RNA saja.

Tubuh virus, seperti bakteriofage terdiri atas kepala, selubung (kapsid), isi tubuh (virion), dan ekor. Kepala dan virion berisi asam nukleat berupa DNA atau RNA. Kapsid adalah selubung protein yang membungkus asam nukleat.

Virus dapat dibedakan berdasarkan bentuk dasar tubuhnya. Virus memiliki empat bentuk dasar tubuh, yakni berbentuk heliks, berbentuk bola, berbentuk polihedral, dan berbentuk kompleks T4.

E. Klasifikasi Virus Berdasarkan Ciri-ciri TertentuSebagian ahli mengelompokkan virus berdasarkan jenis asam nukleat

yang dimilikinya. Berikut adalah pengelompokan virus berdasarkan asam

nukleat yang dimilikinya.

Ribovirus, yaitu virus yang asam nukleatnya berupa RNA

Contoh virus yang termasuk kelompok ribovirus adalah

1. virus toga (penyebab demam kuning dan ensefalitis);

2. virus arena (penyebab meningitis);

3. virus picorna (penyebab polio);

4. virus orthomyxo (penyebab influenza);

5. virus paramyxo (penyebab pes pada ternak);

6. virus rhabdo (penyebab rabies);

7. virus hepatitis (penyebab hepatitis pada manusia);

8. retrovirus (dapat menyebabkan AIDS).

Deoksiribovirus, yaitu virus yang asam nukleatnya berupa DNA

Contoh virus jenis deoksiribovirus adalah

1. virus herpes (penyebab herpes);

2. virus pox (penyebab kanker seperti leukemia dan limfoma, ada pula

yang menyebabkan AIDS);

3. virus papova (penyebab kutil pada manusia/papiloma).

4. Adenovirus (penyeban penyakit saluran pernapasan)

F. Perkembangbiakan Virus

Virus tidak dapat hidup dialam secara bebas, malainkan harus berada didalam sel mkhluk hidup yang lain. Berbagai makhluk hidup dapat diserang virus misalnya manusia, hewan, tumbuhan dan bakteri.

Karena virus tidak memiliki sistem enzim dan tidak dapat bermetabolisme, maka virus tidak dapat melakukan reproduksi sendiri. Untuk berkembang biak, mereka harus menginfeksi sel inang. Inang virus berupa makhluk hidup lain yaitu bakteri, sel tumbuhan, maupun sel hewan. Didalam sel inang, virus ini akan memerintah sel inang untuk membentuk virus-virus baru.

Tahap-tahap yang dilakukan dalam reproduksi virus adalah absorpsi ( fase penempelan) pada sel inang, injeksi ( fase memasukan asam inti), sintesis ( fase pembentukan), perakitan dan lisis ( fase pemecahan sel inang).

Berdasarkan tahapan-tahapannya itu daur hidup virus dapat dibedakan menjadi daur litik dan daur lisogenik. Virus yang menyrang hewan, tumbuhan, maupun manusia pada dasarnya memilki cara perkembangbiakan yang hampir sama dengan yang dilakukan virus bakteriofage T4, yaitu melalui siklus litik dan lisogenik.

1) Daur Litik

a. Fase Adsorpsi

Fase ini ditandai melekatnya ekor virus pada dinding sel bakteri. virus menempel pada permukaan dinding sel bakteri yang memiliki protein khusus yang dapat ditempeli virus. Menempelnya protein virus pada protein dinding sel bakteri itu sangat khas seperti kunci dan gembok. Vrus dapat menempel pada sel-sel tertentu karna memiliki resptor pada ujung serabut ekor. Setelah menempel, virus mengeluarkan enzim lisozim (enzim penghancur) sehingga terbentuk lubang pada dinding bakteri atau sel inang.

b. Fase Injeksi

Setelah terbentuk lubang, kapsid virus berkontraksi untuk memompa asam nukleatnya (DNA atau RNA) masuk ke dalam sel. Jadi kapsid virus tetap berada di luar sel bakteri, jadi telah kosong, kapsid terlepas dan tidak berfungsi lagi.

c. Fase Sintesis

Virus tidak memiliki mesin biosintetik sendiri. Virus akan menggunakan mensin biosintetik inangnya (misalnya bakteri) untuk melakukan kehidupan. Karena itu, pengendalian mesin biosintetik bakteri yakni DNA bakteri. harus dihancurkan. Untuk itu DNA virus memproduksi enzim penghancur. Enzim penghancur akan menghancurkan DNA bakteri, tapi tidak menghancurkan DNA virus. Dengan demikian, bakteri tidak mampu mengendalikan mesin biosintetiknya sendiri.

Kini DNA viruslah yang berperanan. DNA virus mengambil alih kendala

Embed Size (px)
Recommended