Home >Documents >Resumesiklus Regulasi Hormonal Pada Saat Menstruasi Fixx

Resumesiklus Regulasi Hormonal Pada Saat Menstruasi Fixx

Date post:26-Sep-2015
Category:
View:214 times
Download:2 times
Share this document with a friend
Description:
regulasi hormonal
Transcript:

TUGASANATOMI FISIOLOGI MANUSIAREGULASI HORMONAL SIKLUS MENSTRUASI

OLEHALLVANIALISTA IKALORE1A012004

PENDIDIKAN BIOLOGI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANUNIVERSITAS MATARAM2015

SIKLUS REGULASI HORMONAL PADA SAAT MENSTRUASI

A. PENGERTIAN SIKLUS MENSTRUASI

Istilah siklus menstruasi secara teknikal menunjuk pada pergantian siklus yang terjadi pada saat kematangan seksual, wanita tidak sedang hamil, dan memuncak pada menses. Ciri-ciinya yakni, siklus menstruasi terjadi selam 28 hari, walaupun siklus ini dapat lebih pendek sampai 18 hari pada beberapa wanita dan yang paling panjang 40 hari pada wanita lainnya. Istilah menses diturunkan dari bahasa latin yang berarti bulan. Mensis ini merupakan suatu periode pendarahan ringan, yang kira-kira terjadi satu bulan sekali, selama epitel uterine mengelupas dan terlepas dari uterus. Menstruasi adalah pemberhentian darah dan elemennya dari membrane mucus uterin (seeley, stephens, dan tate, 2003 : 1040).

Siklus menstruasi menandakan fluktuasi irama hormone hipotalamus, hipofisis dan ovarium serta perubahan morfologis yang dihasilkan pada ovarium dan endometrium uterus. Siklus menstruasi berhubungan dengan siklus ovarium dan siklus endometrium (uterus) (Sloane, 2012: 360).B. REGULASI HORMONAL PADA SIKLUS REPRODUKTIF WANITA

Sekurang-kurangnya ada 5 hormon utama yang berperan dalam pengaturan dan pengkoordinasian daur pembentukan folikel di uterus, yakni:a. GnRH (Gonadotropic Releasing Hormone) yang diproduksi oleh hipotalamus di otakb. FSH (Follicle Stimulating Hormone) yang dihasilkan oleh lobus anterior dari hipofisis.c. LH (Luteinizing Hormon) yang dihasilkan oleh lobus anterior dari hipofisis.d. Estrogen, yang dihasilkan oleh teka folikuli interna dari folikel yang sedang berkembang menjadi folikel de Graaf.e. Progesteron, yang dihasilkan oleh korpus luteum.

Gonadotropin-releasing hormone (GnRH) disekresi oleh hipotalamus dan berfungsi mengkontrol siklus ovari dan uterus. GnRH menstimulasi pelepasan follicle-stimulating hormone (FSH) dan luteinizing hormone (LH) dari pituitari anterior. Pertumbuhan folikel diinisiasi oleh FSH manakala perkembangan lanjut folikel distimulasi oleh LH. Kedua-dua hormone FSH dan LH menstimulasi folikel ovari untuk mensekresi estrogen. Androgen dihasilkan dari sel theca pada folikel yang berkembang, distimulasi oleh LH. Di bawah pengaruh FSH, androgen digunakan oleh sel granulosa pada folikel dan dikonversikan menjadi estrogen. Dipertengahan siklus, terjadi ovulasi yang dipicu oleh LH dan seterusnya menyebabkan adanya pembentukan korpus luteum. LH menstimulasi korpus luteum untuk mensekresi estrogen, progesteron, relaksin dan inhibin (Tortora and Derrickson, 2009). Estrogen yang disekresi oleh folikel ovari mempunyai beberapa peran penting yaitu memicu dan mempertahankan perkembangan struktur reproduktif wanita, karakteristik seks sekunder dan payudara. Karakteristik seks sekunder termasuklah distribusi tisu adiposa pada payudara, abdomen, mons pubis dan pinggul; kenyaringan suara, pelebaran pinggul dan pertumbuhan rambut di kepala dan tubuh. Estrogen juga meningkatkan anabolisme protein. Selain itu juga, estrogen dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Ini dapat dilihat pada wanita yang berusia di bawah 50 tahun adalah kurang berisiko mendapat penyakit arteri koroner dibandingkan dengan laki-laki yang sama usia. Kadar estrogen yang moderat juga dapat menginhibisi pelepasan GnRH dari hipotalamus dan sekresi LH dan FSH dari pituitari anterior (Sherwood, 2007).Progesteron disekresi terutama dari sel-sel pada korpus luteum. Progesteron bersama-sama estrogen membantu dalam persediaan dan pertahanan endometrium untuk implantasi ovum yang telah disenyawakan. Persediaan kelenjar mamae untuk mensekresi air susu juga dibantu oleh kedua hormon ini. Kadar progesteron yang tinggi juga akan menginhibisi sekresi GnRH dan LH. Korpus luteum menghasilkan relaksin dalam jumlah yang sedikit saat setiap siklus bulanan. Relaksin akan menginhibisi kontraksi miometrium dan menghasilkan efek relaksasi pada uterus. Inhibin pula disekresi oleh sel granulosa dari folikel yang berkembang selepas ovulasi. Inhibin menginhibisi sekresi FSH dan LH (Tortora and Derrickson, 2009).

Pada tiap siklus dikenal 3 masa utama yaitu:1. Masa menstruasi yang berlangsung selama 2-8 hari. Pada saat itu endometrium (selaput rahim) dilepaskan sehingga timbul perdarahan dan hormon-hormon ovarium berada dalam kadar paling rendah.2. Masa proliferasi dari berhenti darah menstruasi sampai hari ke-14. Setelah menstruasi berakhir, dimulailah fase proliferasi dimana terjadi pertumbuhan dari desidua fungsionalis untuk mempersiapkan rahim untuk perlekatan janin. Pada fase ini endometrium tumbuh kembali. Antara hari ke-12 sampai 14 dapat terjadi pelepasan sel telur dari indung telur (disebut ovulasi) 3. Masa sekresi. Masa sekresi adalah masa sesudah terjadinya ovulasi. Hormon progesteron dikeluarkan dan mempengaruhi pertumbuhan endometrium untuk membuat kondisi rahim siap untuk implantasi (perlekatan janin ke rahim)

Gonadrotopin Releasing Hormone (GnRH), Follicle Stimulating Hormone (FSH), dan Lutheineizing Hormone (LH).Hipotalamus mengeluarkan GnRH dengan proses sekresinya setiap 90-120 menit melalui aliran portal hipothalamohipofisial. Setelah sampai di hipofase anterior, GnRH akan mengikat sel gonadotrop dan merangsang pengeluaran FHS (Follicle Stimulating Hormon) dan LH (Lutheinizing Hormone).

Gambar 19. Pengaruh FSH dan LH terhadap pematangan sel telur Regulasi FSH dan LHModulasi pengaturan fungsi gonadotropin :a. Faktor hipotalamus melalui GnRHb. Faktor hipofisis ( regulasi autokrin )c. Umpan balik gonad ( steroid dan peptida repoduksi )Waktu paruh LH kurang lebih 30 menit sedangkan FHS sekitar 3 jam. FHS dan LH berikatan dengan reseptor yang terdapat pada ovarium dan testis, srta mempengaruhi fungsi gonad dengan berperan dalam produksi hormone seks steroid dan gametogenesis. Pada wanita selama masa ovulasi GnRH akan merangsang LH untuk menstimulasi produksi esterogen dan progesterogen. Peranan LH pada siklus pertengahan (midcycle) adalah ovulasi dan merangsang korpus luteum untuk menghasilkan progesteron. FSH berperan akan merangsang perbesaran folikel ovarium dan bersama-sama LH akan merangsang sekresi estrogen dan ovarium selama siklus menstruasi yang normal, konsentrat FHS dan LH akan mulai meningkatkan pada hari-hari pertama. Kadar FHS akan lebih cepat meningkan dibandingkan LH dan akan mencapai puncak pada fase folikuler, tetapi akan menurun sampai kadar yang terendah pada fase preovulasi karena pengaruh peningkatan kadar esterogen lalu akan meningkat kembali pada fase ovulasi. Regulasi LH selama siklus menstruasi, kadarnya akan meninggi di fase folikular dengan puncaknya pada midcycle, bertahan selama 1-3 hari, dan menurun pada fase luteal. Sekresi LH dan FSH di control GnRH yang merupakan pusat control untuk basal gonadotropin, masa ovulasi dan onset pubertasi pada masing-masing individu. Proses sekresi basal gonadotropin ini dipengaruhi oleh beberapa macam proses: a) Episode sekresi (episodic secretadon)Pada pria dan wanita, proses sekresi LH dan FSH bersifat periodic, dimana terjadinya secara bertahap dan pengeluarannya di control oleh GnRH.b) Umpan balik positif (positive feedback)Dengan meningkatnya kadar estradiol pada akhir fase proliferasi terjadi mekanisme umpan balik positif sehingga terjadi lonjakan LH dan ovulasi. Pada wanita selama siklus menstruasi estrogen memberikan umpan balik positif pada kadar GnRH untuk mensekresi LH dan FSH dan peningkatan kadar estrogen selama fase folikular merupakan stimulus dari LH dan FSH setelah pertengahan siklus, sehinga ovum menjadi matang dan terjadi ovulasi. Ovulasi terjadi hari ke 10-20 pada siklus ovulasi setelah puncak kadar LH dan 24-36 jam setelah puncak estradiol. Setelah hari ke 14 korpus luteurn akan mengalami involusi karena disebabkan oleh penurunan estradiol dan progesteron sehinga terjadi proses menstruasi.c) Umpan balik negatif (Negative feedback)Dengan rendahnya kadar estradiol terjadi mekanisme umpan balik negatif yang akan menyebabkan pelepasan LH dari hipofisis. Proses umpan balik ini memberi dampak pada sekresi gonadotropin. Pada wanita terjadinya kegagalan pembentukan gonad primer dan proses menopause disebabkan karena peningkatan kadar LH dan FSH yang dapat ditekan oleh terapi estrogen dalam jangka waktu yang lama.

C. SIKLUS MENSTRUASI

Terdapat tiga fase pada siklus menstruasi yaitu fase folikuler, fase ovulasi dan fase luteal1. Fase FolikulerSelama fase folikuler terjadi rangkaian kejadian yang teratur yang memastikan terdapat folikel dalam jumlah yang tepat yang siap mengalami ovulasi. Dalam ovarium manusia hasil akhir dari perkembangan folikel ini (biasanya) adalah satu folikel matur. Proses yang terjadi selama 10-14 hari ini menunjukkan gambaran serangkaian kerja hormon dan peptida autokrin-parakrin pada folikel, menyebabkan folikel yang akan mengalami ovulasi mengalami masa pertumbuhan awal dari suatu folikel primordial melalui berbagai tahap folikel preantral, antral, dan preovulatorik.a. Folikel PrimordialSel-sel germ primordial berasal dari dalam endodermis yolk sac, alantois, dan hindgut embrio, dan pada masa gestasi 5-6 minggu, sel-sel tersebut telah bermigrasi ke rigi genitalia. Pembelahan mitotik cepat dari sel-sel germ dimulai pada kehamilan 6-8 minggu, dan pada kehamilan 16-20 minggu, tercapai jumlah oosit yang maksimal: total 6-7 juta pada kedua ovarium. Pembentukan folikel primordial dimulai pada pertengahan masa kehamilan dan selesai segera setelah melahirkan. Folikel primordial tidak bertumbuh dan terdiri dari sebuah oosit, yang berhenti pada tahap diploten dari profase miotik, dikelilingi oleh sebuah lapisan sel-sel granulosa berbentuk batang.Sampai jumlahnya habis, folikel-folikel primordial mulai bertumbuh dan mengalami atresia dibawah semua keadaan fisiologis. Pertumbuh

Embed Size (px)
Recommended