Home >Documents >respirasi toraks

respirasi toraks

Date post:08-Aug-2015
Category:
View:317 times
Download:28 times
Share this document with a friend
Description:
diktat
Transcript:

PENDAHULUAN Sistim Respirasi atau Saluran Napas terdiri dari :

Saluran Napas (Sistim Respirasi) Bagian Atas, misalnya cavum nasi, nasofarinks, farinks , larinks dan

Sistim Respirasi Bagian Bawah yaitu saluran napas yang berada didaerah toraks. Sistem Respirasi Bagian Bawah /penyakit: Indonesia. Sebelum menguraikan aspek radiologis dari Sistem Respirasi Bagian Bawah ini (Toraks) , terlebih dahulu mahasiswa harus mengulangi kembali kuliah Anatomi Sistim Respirasi Bagian Bawah yang meliputi Parenkim Paru, Pleura,Diafragma diagnostik yang sangat penting, untuk dan Mediastinum. menegakkan Pemeriksaan Radiologi adalah termasuk pemeriksaan penunjang membantu diagnosa , khusus kelainan Sistem Respirasi. Bermacam macam tujuan rujukan radiologis, misalnya untuk follow up dari suatu pengobatan, general check up kesehatan, disamping untuk memastikan kelainan yang secara klinis sering meragukan, Kapan suatu pemeriksaan Radiologi Sistem Respirasi dilakukan, tentu saja apabila ada keluhan keluhan / gejala gejala klinis penyakit Sistim Respirasi tersebut.1

yang akan diuraikan disini PLEURA, DIAFRAGMA di

terutama meliputi Aspek Radiologis /Gambaran Radiologis dari Kelainan PARENKIM PARU, MEDIASTINUM (Khusus Tumor) yang banyak ditemukan

Pemeriksaan Radiologi terutama yang menggunakan sinar-X harus berhati hati, sebab memilki efek biologis jangka panjang yang merusak. Oleh sebab itu selalu pada setiap pemeriksaan harus dengan PRINSIP ataupun MOTTO : The Maximum Diagnostic Value at Minimum Risk and Cost and Never produce film you cant read and You see what you look for, You look for what you know

2

RADIOLOGI SISTIM RESPIRASI BAGIAN BAWAHMetode (cara) Pemeriksaan : Metode/cara pemeriksaaan radiologi dari toraks menurut urutan pemakaian terdiri dari(11,12) I. II. III. IV. V. VI. VII. VIII. IX. X. Foto Toraks Computed Tomography( CT) Magnetic Resonance Imaging (MRI) Ultrasonografi (USG) Radioisotop scanning Angiografi Tomografi Mass Chest Survey (MCS ) Fluoroscophy Bronkografi

Ad.I .FOTO TORAKS Foto Toraks adalah cara/metode pemeriksaan Sistim Respirasi Bagian Bawah dimana dilakukan pemotretan dengan menggunakan Sinar-X dan film Roentgen.Foto toraks adalah pemeriksaan Radiologi yang paling banyak dilakukan untuk Sistem Respirasi Bagian Bawah ini, menyusul pemeriksaan dengan CT Scan jika ada kelainan yang masih diragukan .Metode pemeriksaan lainnya sangat jarang atau hampir tidak dilakukan lagi. Posisi-posisi foto yang rutin(11) 1. Posisi POSTEROANTERIOR (PA) Pada pembuatan foto dengan posisi PA ini : 3

Tagangan pesawat : 70 120 KV. Arus (mas) : 16 20 mas. Jarak focus-film : 1,5 -2 meter.

Syarat-syarat foto toraks yang baik 1. Posisi penderita harus dalam keadaan inspirasi. Untuk mengetahui bahwa posisi foto ini sudah dalam keadaan inspirasi, kita melihat letak dari diafragma kanan minimal setinggi ruang INTER-COSTAL (I.C.) KE-IX belakang. Lebih dalam inspirasi penderita, maka letak dari diafragma akan menjadi lebih rendah. 2. FOTO harus simetri : ini dapat dilihat dengan membandingkan letak dari kedua ujung medial clavicula terhadap sternum/vertebra. 3. Kondisi foto harus baik. Kondisi sebuah foto toraks dikatakan baik, bila corpus vertebra toracal hanya terlihat jelas sampai T4 T5, sebelum carina/ trachea dipercabangkan menjadi bronkus kekiri dan kekanan ; vertebra thoracal VI (T6) kebawah hanya boleh terlihat samarsamar. 4. Lapangan foto harus mencakup seluruh lapangan paru, termasuk ke-2 apex dan kedua sinus phrenicocostalis. 5. Scapula, sanggul wanita, logam-logam yang berada didalam kantong baju dan sebagainya,. tidak boleh super posisi sehingga menganggu pembacaan foto.

4

POSISI PA (11)

2.

POSISI LATERAL, biasanya LATERAL KIRI hanya dilakukan jika ada indikasi-

Pembuatan foto dengan posisi Lateral secara akademis bersifat rutin , namun dalam praktek indikasi tertentu, karena alasan ekonomis. Misalnya apabila ada sesuatu yang mencurigakan yang terletak dibelakang jantung atau pada mediastinum.

POSISI LATERAL( 11) 5

Posisi foto TORAKS lain yang tidak bersifat RUTIN adalah : 3. TOP FOTO LORDOTIK:(10,11),

Bila terdapat suatu proses di apex paru yang meragukan karena tertutup oleh iga-iga belakang dan clavicula, maka diperlukan top foto lordotik dengan posisi PA/AP , dimana penderita berdiri menghadap kaset ,perut menempel pada kaset, tangan berpegang diatas kaset dan kepala ditarik kebelakang, sehingga membentuk sudut 30 ,sinar tegak lurus terhadap kaset .

6

Foto Top lordotik 10,11 4. LEFT ATAU RIGHT LATERAL DECUBITUS :

Bila diduga ada efusi pleural yang jumlahnya masih sedikit , tetapi kita masih ragu-ragu, maka perlu dibuatkan foto dengan posisi left 7

atau right lateral decubitus (RLD/LLD), dimana penderita harus tidur dengan salah satu sisi sbb :

5. POSISI OBLIQUE belum jelas dengan

(11)

Posisi Oblik kanan kiri disamping melihat kelainan paru yang Posisi tersebut diatas, juga untuk mengevaluasi kelainan jantung (LA,RA,LV,RV)

8

OBLIK KIRI

OBLIK KANAN

Ad.II. COMPUTED TOMOGRAPHY (CT) dibalik pasien .Dengan

(14)

Pemeriksaan radiologik yang menggunakan sinar X, dan detektor bantuan komputer dapat dihitung jumlah sinar yang diabsorbsi oleh jaringan tersebut.Setiap jaringan akan mengabsorbsi sinar berbeda sehingga , sehingga kontras jaringan berdekatan akan lebih tinggi/lebih jelas. Resolusi lebih baik

WINDOW PARU

WINDOW TULANG /MEDIASTINUM

. (14)

Ad.III. MAGNETIC RESONANCE IMAGING (MRI)(7,14) Pemeriksaan yang menggunakan gelombang Medan Magnet yang tidak menyebabkan ionisasi.Keunggulan MRI yaitu dapat membuat 9

scan kesegala arah. Kontras lebih tinggi, resolusi lebih baik dari pada CT scan.

Pesawat MRI generasi terakhir, dimana gantrinya sudah terbuka(8) (3)

Ad.IV. ULTRASONOGRAPHY (USG)

Pemeriksaan yang menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi dan tidak menimbulkan ionisasi/aman, bersifat non invasif, dapat digunakan untuk melihat pergerakan organ, dapat membedakan antara jaringan cair dan padat..Pemeriksaan USG toraks biasanya dilakukan untuk menentukan adanya EFUSI PLEURA, serta menentukkan POSISI CAIRAN PLEURA sebelum DIPUNKSI.

10

Ad.V. RADIOISOTOP SCANNING tujuan diagnostic di dalam

(15)

Merupakan salah satu metode pemeriksaan thorax untuk ILMU KEDOKTERAN NUKLIR, dengan cara pemberian RADIOISOTOP sehingga setelah beberapa waktu kemudian akan terjadi uptake dari zat-zat radio isotop tersebut oleh organ paru, yang dapat dilihat pada pita pencatat khusus dari suatu alat scanning yang khusus pula.

(15) Ad.VI. ARTERIOGRAFI Dengan memasang kateter kedalam pembuluh darah sampai ke jantung & arteri pulmonalis, dengan menggunakan kontras dapat terlihat sumbatan,ataupun pelebaran dicabang-cabang arteri tersebut.

11

Ad.VII. TOMOGRAFI(10) Tomografi merupakan dasar pengembangan CT Scan.Pesawat ini tidak diproduksi lagi. Pada RS yang memilki pesawat ini dan belum ada CT Scannya, masih ada manfaatnya, pemotretan ini dilakukan dengan pesawat khusus.. pada suatu bidang irisan sesuai dengan bidang yang kita inginkan. Misalnya : bila kita mengatur focus pada jarak 3 cm. dari permukaan badan, maka hanya bidang itu yang jelas, sedangkan bidang lainnya akan menjadi kabur. TOMOGRAFI atau PLANIGRAFI disebut juga BODY SECTION RADIOGRAPHI. (10)

TOMOGRAM 12

Ad.VIII. MASS CHEST SURVEY Merupakan 10x10 cm. Cara suatu ini cara pemeriksaa dipakai toraks dengan mempergunakan sinar-X dan film ukuran kecil/rol : 7x7 cm, atau : sekarang untuk menggantikan fluoroskopi, jika kita hendak memeriksa penderita/orang dalam jumlah yang besar, misalnya pada general check-up penduduk atau calon-calon tentara/ polisi/ mahasiswa/ pelajar, Kerja sosial (Kersos) didaerah terpencil dan sebagainya jika kita hendak memeriksa penderita/orang dalam jumlah yang besar, misalnya pada general check-up penduduk atau calon-calon tentara/ polisi/ mahasiswa/ pelajar dan sebagainya.

Ad.IX. FLUOROSKOFI (CHEST FLUROSKOPY) = SINAR TEMBUS = DOORLICHTING

13

Cara

ini

sekarang

sebenarnya yang

sudah

tidak

dianjurkan

lagi efek

mengingat bahaya radiasi yang ditimbulkan ,karena menggunakan SINAR-X/SINAR PENGION banyak. ,mempunyai biologik jangka panjang.

Ad.IX. BRONKOGRAFI :

(11)

Bronkografi saat ini sudah hampir tidak dilakukan lagi, sebab dengan Foto Toraks dan CT Scan hampir semua kelainan sudah dapat didiagnosa dengan baik. Dahulu sering dipakai untuk menentukan lokasi suatu tumor bronchus./tumor paru pasien.,efek samping berbahaya untuk pasien. dengan memasukkan kontras kedalam bronchus . tapi kurang enak untuk

Bronkografi14

GAMBARAN FOTO TORAKS NORMAL (11,20)1. Parenkim paru memberikan gambaran RADIOLUSEN, densitas kedua parenkim paru haruslah relatif sama, vaskuler hanya sampai 2/3 medial dari lapangan paru, distribusi pembuluh darah yang tapering. 2. Sinus Costophrenicus kiri dan kanan tampak lancip 3. Diafragma kanan lebih tinggi atau sama dengan diafragma kiri, dengan perbedaan kurang dari 3 cm. 4. Hilus kiri lebih tinggi dari hilus kanan dengan perbedaan kurang dari 2,5 cm 5. Pleura tidak tampak 6. Jantung, bentuknya seperti buah pear, dengan Cardiacthoracic Index kurang atau sama dengan 50%.

15

NO MAL CHEST RRA DIOLUSEN A2 A1

T1

T2

DTI LA NCIP L

16

TUBERCULOSIS (TBC ) PARUSecara radiologik TBC Paru/Koch Pulmonum dibedakan atas : I. TBC ANAK : Lesi primer /focus primer terjadi pada intraaveolar parenkim paru, yang merupakan fokus pneumonic- consolidation yang terjadi pada masa infants (bayi-bayi dan anak) yang disebut GHON FOCUS.(AFEK PRIMER). Ghon Focus bisa sembuh bila daya tahan tubuh kuat.,dalam bentuk kal

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended