Home >Documents >RENCANA MUTU PEMBELAJARAN …...4. tatalaksana terapi nyeri kepala 5. tatalaksana terapi migrain 6....

RENCANA MUTU PEMBELAJARAN …...4. tatalaksana terapi nyeri kepala 5. tatalaksana terapi migrain 6....

Date post:03-Jul-2020
Category:
View:6 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • RENCANA MUTU PEMBELAJARAN FARMAKOTERAPI 2

    Disusun Oleh:

    Widarika Santi hapsari, M.Sc., Apt NIK 158408131

    PROGRAM STUDI FARMASI (S1) FAKULTAS ILMU KESEHATAN

    UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG 2017

  • UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG FAKULTAS ILMU KESEHATAN PROGRAM STUDI FARMASI (S1)

    RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER Mata Kuliah KODE Rumpu MK Bobot( sks )/ Semester Tgl Penyusunan FARMAKOTERAPI 2 KPT0605236 Ilmu Farmasi Klinik dan

    Komunitas 2/5 Agustus 2018

    OTORISASI Dosen Pengengembang RPS Koordinator MK Ka. Program Studi

    Widarika Santi Hapsari, M.Sc., Apt NIK. 158408131

    Widarika Santi Hapsari, M.Sc., Apt NIK. 158408131

    Tiara Mega Kusuma, M.Sc., Apt NIK. 108606050

    Capaian Pembelajaran Capaian Pembelajaran Lulusan

    P.01 Menguasai konsep teoritis farmasetika, farmakologi, farmakoterapi, farmasi klinik, toksikologi, farmakoekonomi, farmakovigilance, DRP (Drug Related Problems), Interaksi obat, EBM (Evidence-based Medicine), POR (Pengobatan Obat Rasional), Undang-Undang kefarmasian, Kode etik profesi farmasi.

    KK.01 Mampu mengidentifikasi masalah terkait obat dan alternatif solusinya untuk mengoptimalkan terapi

    Capaian Pembelajaran Mata Kuliah M.02 Menguasai tatalaksana terapi rasional pada berbagai kasus sistem saraf, urogenital dan muskulokeletal

    Diskripsi MK Mata kuliah ini berisi pokok bahasan mengenai tatalaksana terapi rasional pada berbagai kasus sistem

    saraf, urogenital dan muskulokeletal meliputi : depresi, ansietas, epilepsi, manajemen nyeri, nyeri kepala,

  • migrain, insomnia, kejang-demam, gout, rheumatoid artritis, osteoartritis dan osteoporosis. Mata kuliah

    ini juga membahas mengenai TDM (Therapeutic Drug Monitoring) dan EBM (Evidence Based

    Medicine) pada kasus sistem saraf, urogenital dan muskulokeletal. Kegiatan praktikum meliputi bahasan

    mengenai simulasi kasus sistem saraf, urogenital dan muskulokeletal dan penyelesaian serta presentasi

    berdasarkan literatur terbaru dan TDM.

    Materi Pemebelajaran 1. Pendahuluan tatalaksana terapi depresi

    2. tatalaksana terapi ansietas 3. tatalaksana terapi epilepsi 4. tatalaksana terapi nyeri kepala 5. tatalaksana terapi migrain 6. tatalaksana terapi gout 7. tatalaksana terapi rheumatoid artritis 8. tatalaksana terapi osteoartritis 9. tatalaksana terapi osteoporosis 10. tatalaksana terapi insomnia 11. Praktek tatalaksana terapi peyakit depresi 12. Praktek tatalaksana terapi peyakit nyeri kepala 13. Praktek tatalaksana terapi peyakit osteoartritis 14. Praktek tatalaksana terapi peyakit osteoporosis 15. Praktek tatalaksana terapi peyakit ansietas 16. Praktek tatalaksana terapi peyakit epilepsi

    Pengalaman Belajar melalui mata kuliah ini mahasiswa mampu menguasai mengenai Pedoman terapi penyakit pada sistem saraf, urogenital, dan muskuloskeletal serta TDM berdasarkan EBM

    Pustaka UTAMA 1) Wells, B., Dipiro, J.T., Schwinghammer, T.L., Dipiro, C.V., 2009.Pharmacotherapy Handbook. 7th

    Ed. Mc Graw Hill Companies. Inc. New York.

    2) Schwinghammer, T.L. & Koehler, J.M. 2009. Pharmacotherapy Casebook: A

  • Patient-Focused Approach. 7th Ed. Mc Graw Hill Companies. Inc. New York.

    3) Fletcher, A.J., Edwards, L.D., Fox, A.W., Stonier, P. 2002. Principles and Practiceof Pharmaceutical

    Medicine. John Wiley & Sons, Ltd. UK

    Pendukung -

    Media Pembelajaran PerangkatLunak : PerangkatKeras :

    LCD &Proyektor

    Team teaching Puspita Septie Dianita., M.P.H., Apt Mata KulihSyarat -

  • MATRIKS PERKULIAHAN

    Pertemuan

    ke

    Sub CP – MK ( KemampuanAkhir yang diharapkan )

    Indikator KriteriadanBentukPenilaian

    MetodePembelajaran MateriPembelajaran BobotPenilaian (%)

    1 Mahasiswa mampu menjelaskan tentang tatalaksana terapi depresi

    • Ketepatan menjelaskan tentangdefinisi terapi depresi Ketepatan

    menjelaskan tentang Epidemiologi terapi depresi

    Ketepatan

    menjelaskan tentang Etiologi terapi depresi

    Ketepatan menjelaskan tentang patofisiologi terapi depresi

    Ketepatan menjelaskan tentang Tatalaksana terapi depresi

    Kreteri: Ketepatan dan penguasaan Bentuk non-test: • Tulisan makalah • Presentasi

    • Kuliah & Diskusi, [TM:1x(2 x50”)]

    • Tutorial dan pelaporan [BT+BM: 1x(2x60”)]

    • Tugas-1: Menyusun ringkasan tentangtatalaksana terapi depresi[1x(2x60”)]

    Definisi Epidemiologi Etiologi Patofisiologi Tatalaksana terapi

    10

    2 Mahasiswa mampu • Ketepatan Kreteri: • Kuliah & Diskusi, Definisi 10

  • menjelaskan tentang tatalaksana terapi ansietas

    menjelaskan tentang definisi terapi ansietas

    • Ketepatan menjelaskan tentang epidemiologi terapi ansietas

    • Ketepatan menjelaskan tentang etiologi terapi ansietas

    • Ketepatan menjelaskan tentang patofisiologi terapi ansietas

    • Ketepatan menjelaskan tentang tatalaksana terapi ansietas

    Ketepatan dan penguasaan Bentuk non-test: • Tulisan makalah • Presentasi

    [TM:1x(2 x50”)] • Tutorial dan pelaporan

    [BT+BM: 1x(2x60”)] • Tugas-2: Menyusun

    ringkasan tentang tatalaksana terapi ansietas[1x(2x60”)]

    Epidemiologi Etiologi Patofisiologi Tatalaksana terapi

    3 • Mahasiswa mampu menjelaskan tentang tatalaksana terapi epilepsi

    • Ketepatan menjelaskan tentang definisi terapi epilepsi

    • Ketepatan menjelaskan tentang epidemiologi terapi epilepsi

    • Ketepatan

    Kreteri: Ketepatan dan penguasaan Bentuk non-test: • Presentasi • Penyusunan

    laporan kasus

    • Kuliah & Diskusi, [TM:1x(2 x50”)]

    • Tutorial dan pelaporan [BT+BM: 1x(2x60”)]

    • Tugas-3: Menyusun ringkasan tentang tatalaksana terapi epilepsi

    • [1x(2x60”)]

    Definisi Epidemiologi Etiologi Patofisiologi Tatalaksana terapi

    10

  • menjelaskan tentang etiologi terapi epilepsi

    • Ketepatan menjelaskan tentang patofisiologi terapi epilepsi

    • Ketepatan menjelaskan tentang tatalaksana terapi epilepsi

    4 Mahasiswa mampu

    menjelaskan tentang tatalaksana terapi nyeri kepala

    • Ketepatan menjelaskan mengenai definisi terapi nyeri kepala

    • Ketepatan menjelaskan mengenai epidemiologi terapi nyeri kepala

    • Ketepatan menjelaskan mengenai etiologi terapi nyeri kepala

    • Ketepatan menjelaskan mengenai patofisiologi terapi nyeri kepala

    • Ketepatan

    Kreteri: Ketepatan dan penguasaan Bentuk non-test: • Penyusunan

    laporan studi kasus

    • Presentasi

    • Kuliah & Diskusi, [TM:1x(2 x50”)]

    • Tutorial dan pelaporan [BT+BM: 1x(2x60”)]

    • Tugas-4: penyusun ringkasan tentang tatalaksana terapi nyeri kepala .[1x(2x60”)]

    Definisi Epidemiologi Etiologi Patofisiologi Tatalaksana terapi

    10

  • menjelaskan mengenai tatalaksana terapi nyeri kepala

    5 Mahasiswa mampu menguasai tatalaksana terapi migrain

    • Ketepatan menjelaskan serta menguasai definisi tatalaksana terapi migrain

    • Ketepatan menjelaskan tentang epidemiologi terapi migrain

    • Ketepatan menjelaskan tentang etiologi terapi migrain

    • Ketepatan menjelaskan patofisiologi terapi migrain

    • Ketepatan menjelaskan tentang tatalaksana terapi migrain

    Kreteri: Ketepatan dan penguasaan Bentuk non-test: • Penyusunan

    laporan studi kasus

    • Presentasi

    • Kuliah & Diskusi, [TM:1x(2 x50”)]

    • Tutorial dan pelaporan [BT+BM: 1x(2x60”)]

    • Tugas-5: Menyusun ringkasan tentang tatalaksana terapi migrain.[1x(2x60”)]

    Definisi Epidemiologi Etiologi Patofisiologi Tatalaksana terapi

    10

    6 Mahasiswa mampu menguasai mengenai tatalaksana terapi gout

    • Ketepatan menjelaskan serta menguasai tentang definisi terapi gout

    Kreteri: Ketepatan dan penguasaan Bentuk non-test:

    • Kuliah & Diskusi, [TM:1x(2 x50”)]

    • Tutorial dan pelaporan [BT+BM: 1x(2x60”)]

    Definisi Epidemiologi Etiologi Patofisiologi

    10

  • • Ketepatan menjelaskan serta menguasai tentang epidemiologi terapi gout

    • Ketepatan menjelaskan serta menguasai tentang etiologi terapi gout

    • Ketepatan menjelaskan serta menguasai tentang patofisiologi terapi gout

    • Ketepatan menjelaskan serta menguasai tentang tatalaksana terapi gout

    • Penyusunan laporan studi kasus

    • Presentasi

    • Tugas-6: Menyusun ringkasan tentang tatalaksana terapi gout[1x(2x60”)]

    Tatalaksana terapi

    7 Mahasiswa mampu menguasai mengenai tatalaksana terapi rheumatoid artritis

    • Ketepatan menjelaskan serta menguasai tentang defnisi terapi rheumatoid artritis

    • Ketepatan menjelaskan serta menguasai tentang epidemiologi terapi rheumatoid artritis

    • Ketepatan menjelaskan serta menguasai tentang

    Kreteri: Ketepatan dan penguasaan Bentuk non-test: • Penyusunan

    laporan studi kasus

    • Presentasi

    • Kuliah & Diskusi, [TM:1x(2 x50”)]

    • Tutorial dan pelaporan [BT+BM: 1x(2x60”)]

    • Tugas-7: Menyusun ringkasan tentang tatalaksana terapi rheumatoid artritis[1x(2x60”)]

    Definisi Epidemiologi Etiologi Patofisiologi Tatalaksana terapi

    10

  • etiologi terapi rheumatoid artritis

    • Ketepatan menjelaskan serta menguasai tentang patofisiologi terapi rheumatoid artritis

    • Ketepatan menjelaskan serta menguasai tentang tatalaksana terapi rheumatoid artritis

    8 Mahasiswa mampu

    menguasai mengenai tatalaksana terapi osteoartritis

    • Ketepatan menjelaskan serta menguasai tentang definisi terapi osteoartritis

    • Ketepatan menjelaskan serta menguasai tentang epidemiologi terapi osteoartritis

    • Ketepatan menjelaskan serta menguasai tentang etiologi terapi osteoartritis

    • Ketepatan menjelaskan serta menguasai tentang patofisiologi terapi osteoartritis

    Kreteri: Ketepatan dan penguasaan Bentuk non-test: • Penyusunan

    laporan studi kasus

    • Presentasi

    • Kuliah & Diskusi, [TM:1x(2 x50”)]

    • Tutorial dan pelaporan [BT+BM: 1x(2x60”)]

    • Tugas-8: Menyusun ringkasan tentang tatalaksana terapi osteoartritis[1x(2x60”)]

    Definisi Epidemiologi Etiologi Patofisiologi Tatalaksana terapi

    10

  • • Ketepatan menjelaskan serta menguasai tentang tatalaksana terapi osteoartritis

    9 Mahasiswa mampu menguasai mengenai tatalaksana terapi osteoporosis

    • Ketepatan menjelaskan serta menguasai tentang definisi terapi osteoporosis

    • Ketepatan menjelaskan serta menguasai tentangepidemiologi terapi osteoporosis s

    • Ketepatan menjelaskan serta menguasai tentang etiologi terapi osteoporosis s

    • Ketepatan menjelaskan serta menguasai tentang patofisiologi terapi osteoporosis s

    • Ketepatan menjelaskan serta menguasai tentang tatalaksana terapi osteoporosis s

    Kreteri: Ketepatan dan penguasaan Bentuk non-test: • Penyusunan

    laporan studi kasus

    • Presentasi

    • Kuliah & Diskusi, [TM:1x(2 x50”)]

    • Tutorial dan pelaporan [BT+BM: 1x(2x60”)]

    • Tugas-9: Menyusun ringkasan tentang tatalaksana terapi osteoporosis[1x(2x60”)]

    Definisi Epidemiologi Etiologi Patofisiologi Tatalaksana terapi

    10

  • 10 Mahasiswa mampu menguasai tentang tatalaksana terapi insomnia

    • Ketepatan menjelaskan serta menguasai tentang definisi terapi insomnia

    • Ketepatan menjelaskan serta menguasai tentang epidemiologi terapi insomnia

    • Ketepatan menjelaskan serta menguasai tentang etiologi terapi insomnia

    • Ketepatan menjelaskan serta menguasai tentang patofisiologi terapi insomnia

    • Ketepatan menjelaskan serta menguasai tentang tatalaksana terapi insomnia

    Kreteri: Ketepatan dan penguasaan Bentuk non-test: • Penyusunan

    laporan studi kasus

    • Presentasi

    • Kuliah & Diskusi, [TM:1x(2 x50”)]

    • Tutorial dan pelaporan [BT+BM: 1x(2x60”)]

    • Tugas-10: Menyusun ringkasan tentang tatalaksana terapi insomnia[1x(2x60”)]

    Definisi Epidemiologi Etiologi Patofisiologi Tatalaksana terapi

    10

  • 11 Mahasiswa mampu menguasai praktek tatalaksana terapi peyakit depresi

    • Ketepatan menjelaskan serta menguasai praktek SOAP terapi penyakit depesi

    • Ketepatan menjelaskan serta menguasai praktek EBM terapi penyakit depresi

    • Ketepatan menjelaskan serta menguasai praktek TDM terapi penyakit depresi

    Kreteri: Ketepatan dan penguasaan Bentuk non-test: • Penyusunan

    laporan praktikum

    • Presentasi

    Tugas-11: Studi kasus: melakukan praktek tatalaksana terapi peyakit depresi [BT+BM:1x(2x170”)]

    SOAP EBM TDM

    10

    12 Mahasiswa mampu menguasai praktek tatalaksana terapi peyakit nyeri kepala

    • Ketepatan menjelaskan serta menguasai praktek SOAP terapi penyakit nyeri kepala

    • Ketepatan menjelaskan serta menguasai praktek EBM terapi penyakit nyeri kepala

    • Ketepatan menjelaskan serta menguasai praktek TDM terapi penyakit nyeri kepala

    Kreteri: Ketepatan dan penguasaan Bentuk non-test: • Penyusunan

    laporan praktikum

    • Presentasi

    Tugas-11: Studi kasus: melakukan praktek tatalaksana terapi peyakit nyeri kepala [BT+BM:1x(2x170”)]

    SOAP EBM TDM

    10

  • 13 Mahasiswa mampu menguasai praktek terapi peyakit osteoartritis

    • Ketepatan menjelaskan serta menguasai praktek SOAPterapi penyakit osteoartritis

    • Ketepatan menjelaskan serta menguasai praktek EBM terapi penyakit osteoartritis

    • Ketepatan menjelaskan serta menguasai praktek TDM terapi penyakit osteoartritis

    Kreteri: Ketepatan dan penguasaan Bentuk non-test: • Penyusunan

    laporan praktikum

    • Presentasi

    Tugas-11: Studi kasus: melakukan praktek terapi peyakit osteoartritis[BT+BM:1x(2x170”)]

    • SOAP • EBM • TDM

    10

  • 14 Mahasiswa mampu menguasai praktek terapi peyakit osteoporosis

    • Ketepatan menjelaskan serta menguasai praktek SOAPterapi penyakit osteoporosis

    • Ketepatan menjelaskan serta menguasai praktek EBM terapi penyakit osteoporosis

    • Ketepatan menjelaskan serta menguasai praktek TDM terapi penyakit osteoporosis

    Kreteri: Ketepatan dan penguasaan Bentuk non-test: • Penyusunan

    laporan praktikum

    • Presentasi

    Tugas-11: Studi kasus: melakukan praktek terapi peyakit osteoporosis[BT+BM:1x(2x170”)]

    • SOAP • EBM • TDM

    10

    15 Mahasiswa mampu menguasai praktek terapi peyakit ansietas

    • Ketepatan menjelaskan serta menguasai praktek SOAP terapi penyakit ansietas

    • Ketepatan menjelaskan serta menguasai praktek EBM terapi penyakit ansietas

    • Ketepatan menjelaskan serta menguasai praktek TDM terapi penyakit ansietas

    Kreteri: Ketepatan dan penguasaan Bentuk non-test: • Penyusunan

    laporan praktikum

    • Presentasi

    Tugas-11: Studi kasus: melakukan praktek terapi peyakit ansietas[BT+BM:1x(2x170”)]

    • SOAP • EBM • TDM

    10

  • 16 Mahasiswa mampu menguasai praktek terapi peyakit epilepsi

    • Ketepatan menjelaskan serta menguasai praktek SOAP terapi penyakit epilepsi

    • Ketepatan menjelaskan serta menguasai praktek EBM terapi penyakit epilepsi

    • Ketepatan menjelaskan serta menguasai praktek TDM terapi penyakit epilepsi

    Kreteri: Ketepatan dan penguasaan Bentuk non-test: • Penyusunan

    laporan praktikum

    • Presentasi

    Tugas-11: Studi kasus: melakukan praktek terapi peyakit epilepsi[BT+BM:1x(2x170”)]

    • SOAP • EBM • TDM

    10

  • RANCANGAN TUGASMAHASISWA

    UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG FAKULTAS ILMU KESEHATAN POGRAM STUDI FARMASI (S1)

    RENCANA TUGAS MAHASISWA MATA KULIAH FARMAKOTERAPI 2 KODE KPT0605236 sks 2 SEMESTER 5 DOSEN PENGAMPU

    Widarika Santi hapsari, M.Sc., Apt Puspita Septie Dianita., M.P.H., Apt

    BENTUK TUGAS MAKALAH JUDUL TUGAS Tugas 1. Makalah tatalaksana terapi depresi Tugas 2. Makalah terapi ansietas Tugas 3. Makalah terapi epilepsi Tugas 4. Makalah terapi nyeri kepala Tugas 5. Makalah terapi migrain Tugas 6. Makalah terapi gout Tugas 7. Makalah terapi rheumatoid artritis Tugas 8. Makalah osteoartritis Tugas 9. Makalah osteoporosis Tugas 10. Makalah terapi insomnia SUB CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH

    1. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang terapi depresi 2. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang terapi ansietas 3. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang terapi epilepsi 4. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang terapi nyeri kepala 5. Mahasiswa mampu menguasai terapi migrain 6. Mahasiswa mampu menguasai tentang terapi gout 7. Mahasiswa mampu menguasai mengenai rheumatoid artritis 8. Mahasiswa mampu menguasai mengenai terapi osteoartritis 9. Mahasiswa mampu menguasai mengenai terapi osteoporosis 10. Mahasiswa mampu menguasai mengenai terapi insomnia

    DISKRIPSI TUGAS 1. Mahasiswa membentuk kelompok diskusi dan membahas mengenai terapi depresi 2. Mahasiswa membentuk kelompok diskusi dan membahas mengenai terapi ansietas 3. Mahasiswa membentuk kelompok diskusi dan membahas mengenai terapi epilepsi 4. Mahasiswa membentuk kelompok diskusi dan membahas mengenai terapi nyeri kepala 5. Mahasiswa membentuk kelompok diskusi dan membahas mengenai terapi migrain 6. Mahasiswa membentuk kelompok diskusi dan membahas mengenai terapi gout 7. Mahasiswa membentuk kelompok diskusi dan membahas mengenai terapi rheumatoid artritis 8. Mahasiswa membentuk kelompok diskusi dan membahas mengenai terapi osteoartritis 9. Mahasiswa membentuk kelompok diskusi dan membahas mengenai terapi osteoporosis 10. Mahasiswa membentuk kelompok diskusi dan membahas mengenai terapi insomnia

    METODE PENGERJAAN TUGAS

  • 1. Merumuskan masalah 2. Memilih dan merancang metode analisis sumber materi 3. Menyusun makalah 4. Menyusun bahan & slide presentasi makalah; 5. Presentasi dikelas.

    BENTUK DAN FORMAT LUARAN a. Obyek Garapan: Penyusunan Makalah b. BentukLuaran:

    1. Makalah ditulis dengan MS Word dengan sistematika dan format sesuai dengan standar pelaporan, dikumpulkan dengan format ekstensi (*.rtf), dengan sistimatikan nama file: (Tugas-01-Makalah –Nama Kelompok.rtf);

    2. Slide Presentasi PowerPoint, terdiri dari : Text, grafik, tabel, gambar, animasi ataupun video clips, minimun 10 slide. Dikumpulkan dlm bentuk softcopy format ekstensi (*.ppt),

    INDIKATOR, KRETERIA DAN BOBOT PENILAIAN Ringkasan hasil kajian makalah (bobot 20%)

    a. Ringkasan hasil kajian makalah (bobot 20%) Ringkasan makalah dengan sistematika dan format yang telah ditetapkan, kemutakhiran referensi (5 tahun terakhir), kejelasan dan ketajaman meringkas, konsistensi dan kerapian dalam sajian tulisan.

    b. Makalah (30%) 1. Ketepatansistematikapenyusunanmakalahsesuaidenganstandarpenuliasan Bahasa Indonesia; 2. Ketapatantatatulis makalah sesuaidenganejaanbahasaIndonesiayang benar dan sesuai dengan

    standar APA dalam penyajian tabel, gambar, penulisan rujukan dan penisansitasi; 3. Konsistensidalampenggunaanistilah,warna(jikaada)simbuldanlambang; 4. Kerapian sajian makalah; 5. Kelengkapanpenggunaanfitur-fituryangadadalamMSWorddalam penulisan dan sajian makalah.

    c. PenyusunanSlidePresentasi(bobot20%) Jelas dan konsisten, Sedehana & inovative, menampilkan gambar & blok sistem,tulisan menggunakan font yang mudah dibaca, jika diperlukan didukung dengan gambar dan vedio clip yang relevant.

    d. Presentasi (bobot30%) Bahasa komunikatif, penguasaan materi, penguasaan audiensi, pengendalian waktu (15 menit presentasi + 5 menit diskusi), kejelasan & ketajaman paparan, penguasaan media presentasi.

    JADWAL PELAKSANAAN 10 makalah

    Dilaksanakan di akhir perkuliahan LAIN LAIN Bobot penilaian tugas ini adalah 20% dari dari 100% penilaian mata kuliah ini; Akan dipilih 3 makalah terbaik;Tugas dikerjakan dan dipresentasikan secara mandiri; DAFTAR RUJUKAN

    1) Wells, B., Dipiro, J.T., Schwinghammer, T.L., Dipiro, C.V., 2009.Pharmacotherapy Handbook.

    7th Ed. Mc Graw Hill Companies. Inc. New York.

    2) Schwinghammer, T.L. & Koehler, J.M. 2009. Pharmacotherapy Casebook: A

    Patient-Focused Approach. 7th Ed. Mc Graw Hill Companies. Inc. New York.

    3) Fletcher, A.J., Edwards, L.D., Fox, A.W., Stonier, P. 2002. Principles and Practiceof

  • Pharmaceutical Medicine. John Wiley & Sons, Ltd. UK

    RANCANGAN LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM

    UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG FAKULTAS ILMU KESEHATAN POGRAM STUDI FARMASI (S1)

    RANCANGAN LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM MAHASISWA MATA KULIAH FARMAKOTERAPI 2 KODE KPT0605236 sks 2 SEMESTER 5 DOSEN PENGAMPU

    Widarika Santi hapsari, M.Sc., Apt Puspita Septie Dianita., M.P.H., Apt

    BENTUK TUGAS LAPORAN AKHIR JUDUL TUGAS Tugas11. Laporan mengenai praktek terapi depresi Tugas 12. Laporan mengenai praktek terapi ansietas Tugas 13. Laporan mengenai praktek terapi nyeri kepala Tugas 14. Laporan mengenai praktek terapi osteoartritis

  • Tugas 15. Laporan mengenai praktek terapi osteoporosis Tugas 16. Laporan mengenai praktek terapi epilepsi SUB CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH

    11. Mahasiswa mampu menguasai praktek terapi depresi 12. Mahasiswa mampu menguasai praktek terapi ansietas 13. Mahasiswa mampu menguasai praktek terapi osteoartritis 14. Mahasiswa mampu menguasai praktek terapi osteoporosis 15. Mahasiswa mampu menguasai praktek terapi nyeri kepala 16. Mahasiswa mampu menguasai praktek terapi epilepsi

    DISKRIPSI TUGAS 11. Tugas bersifat mandiri dan membahas mengenai terapi depresi 12. Tugas bersifat mandiri dan membahas mengenai terapi nyeri kepala 13. Tugas bersifat mandiri dan membahas mengenai terapi ansietas 14. Tugas bersifat mandiri dan membahas mengenai terapi osteoartritis 15. Tugas bersifat mandiri dan membahas mengenai terapi osteoporosis 16. Tugas bersifat mandiri dan membahas mengenai terapi epilepsi

    METODE PENGERJAAN TUGAS 1. Merumuskan hasil praktikum 2. Membuat pembahasan hasil praktikum 3. Membuat laporan hasil praktikum

    BENTUK DAN FORMAT LUARAN c. Obyek Garapan: Penyusunan Laporan d. BentukLuaran:

    1. Laporan ditulis dengan MS Word dengan sistematika dan format sesuai dengan standar pelaporan, dikumpulkan dengan format ekstensi (*.rtf)

    INDIKATOR, KRETERIA DAN BOBOT PENILAIAN

    a. Pretest/posttest (bobot 20%) Ketepatan menjawab soal pretest/posttest

    b. Praktikum (bobot 40%) Ketepatan mahasiswa mengikuti alur praktikum dan mendapatkan hasil praktikum

    c. Laporan (bobot 10%) 1. Ketepatansistematikapenyusunan laporan sesuaidenganmodul praktikum; 2. KetepatantatatulislaporansesuaidenganejaanbahasaIndonesiayang benar dan sesuai dengan

    standar APA dalam penyajian tabel, gambar, penulisan rujukan dan penulisansitasi; 3. Konsistensidalampenggunaanistilah,warna(jikaada)simbuldanlambang; 4. Kerapian sajian laporan; 5. Kelengkapanpenggunaanfitur-fituryangadadalamMSWorddalam penulisan dan sajian laporan

    d. Responsi (bobot 30%) Ketepatan menjelaskan dan menjawab responsi (lisan dan atau praktek)

    JADWAL PELAKSANAAN 6 laporan praktikum

    Dilaksanakan pada pertemuan 11-16 LAIN LAIN

  • DAFTAR RUJUKAN 1) Wells, B., Dipiro, J.T., Schwinghammer, T.L., Dipiro, C.V., 2009.Pharmacotherapy

    Handbook. 7th Ed. Mc Graw Hill Companies. Inc. New York.

    2) Schwinghammer, T.L. & Koehler, J.M. 2009. Pharmacotherapy Casebook: A

    Patient-Focused Approach. 7th Ed. Mc Graw Hill Companies. Inc. New York.

    3) Fletcher, A.J., Edwards, L.D., Fox, A.W., Stonier, P. 2002. Principles and Practiceof

    Pharmaceutical Medicine. John Wiley & Sons, Ltd. UK

    FORMAT PENILAIAN AKHIR

    ASPEK BOBOT TUGAS 40% UJIAN AKHIR 20% PRAKTIKUM 40% TOTAL 100%

    RANCANGAN TUGASMAHASISWA

of 21/21
RENCANA MUTU PEMBELAJARAN FARMAKOTERAPI 2 Disusun Oleh: Widarika Santi hapsari, M.Sc., Apt NIK 158408131 PROGRAM STUDI FARMASI (S1) FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG 2017
Embed Size (px)
Recommended