Home >Documents >Regulasi Sistem Percernaan

Regulasi Sistem Percernaan

Date post:22-Oct-2015
Category:
View:118 times
Download:2 times
Share this document with a friend
Description:
Fisiologi Regulasi Sistem Pencernaan berisi bagaimana sistem pencernaan diatur oleh sistem saraf dan endokrin.
Transcript:
  • dr. Nuraiza Meutia,M.BiomedDepartemen Fisiologi FK USU

  • Aktivitas saluran cerna untuk menjalankan proses percernaan diatur oleh sistem saraf dan endokrin.Saluran cerna memiliki kemandirian untuk kedua sistem tersebut.Terjadi aktivitas terintegrasi antara kedua sistem mengatur aktivitas motorik dan sekretorik *

  • Pada akhir perkuliahan, anda harus dapat :Menjelaskan anatomi fungsional dinding GITMenjelaskan aktivitas utama GITMenjelaskan persarafan otonom yang mengatur GITMenjelaskan letak dan fungsi pleksus saraf di GITMenyebutkan nama dan efek neurotransmitter yang bekerja di ENSMenjelaskan peran hormon dalam kontrol GIT (nama hormon, sumber, target dan efek)Menjelaskan proses integrasi sistem saraf dan endokrin di GITMenjelaskan perbedaan refleks lokal dan refleks sentral dalam regulasi kerja GITMenjelaskan aktivitas listrik pada otot polos GITMenjelaskan mekanisme kontraksi dan jenis motilitas GITMenjelaskan contoh-contoh refleks GIMenjelaskan regulasi aktivitas lambung, usus halus, usus besar, pankreas dan kandung empedu.*

  • *Struktur Dinding GIT

  • Aktivitas GIT : MotilitasSekresiDigesti Absorbsi

    *

  • Fungsi sistem regulasi di GIT :Mengatur aktivitas motilitas dan sekresiMengatur aliran darah ke GITMenerima dan menyampaikan informasi melalui neuron sensori (aferen) , dari reseptor-reseptor yang menerima stimulus mekanikal, thermal, osmotik dan kimiawi.

    *

  • GIT NEURAL CONTROL*

  • *Terdiri dari :- Divisi parasimpatetik - Divisi simpatetik- Enteric Nervous System (ENS)

  • *ParasimpatetikN. Vagus & N.pelvikNeuron preganglionik panjang; postganglionik pendek, bersinaps dengan neuron ENSStimulasi eksitasi aktivitas ENSMengandung serat sensori aferen (80 %)N.Vagus bersinaps ke neuron ENS di esophagus, lambung,usus halus, sebagian kolon, kandung empedu, & pankreasN.Pelvik bersinaps dengan ENS di usus besarNeurotransmitter : Ach

  • Parasympathetic Nervous SystemCraniosacral*

  • * SimpatetikSerat simpatetik ke GIT berasal dari medula spinalis segmen T-5 sampai L-2.Neurotransmitter : norepinefrinAktivitas simpatetik inhibisi motilitas dan sekresi GIT, konstriksi sfinkter dan pembuluh darah.

  • Sympathetic Nervous SystemThoracolumbar*

  • *Enteric Nervous System Enteric Nervous System (ENS) terdapat di seluruh dinding GIT, mulai esophagus sampai anus. Terbentuk dari 100 juta neuron (mengimbangi spinal cord).Memiliki 3 jenis neuron : sensori, motorik, & interneuron ENS tersusun atas 2 pleksus utama :(1) Myenteric plexus atau Auerbach's Plexus: berada di antara lapisan otot sirkular dan longitudinal (outer plexus). Fungsi : mengontrol motilitas GIT(2) Submucosal Plexus atau Meissner's plexus : berada di lapisan submukosa (inner plexus). Fungsi : mengatur sekresi dan aliran darah lokal, sensing perubahan lumen, dan gerak pelipatan mukosa.

  • *

  • ENS dapat berfungsi secara mandiri, terlepas dari pengaturan sistem simpatetik dan parasimpatetik. Meskipun, persarafan ekstrinsik dapat sangat mempengaruhi ENS, menyebabkan inhibisi atau eksitasi fungsi GIT.Ujung saraf sensori mengirimkan serat aferen ke kedua pleksus ENS, dan juga ke : (1) ganglia prevertebral sistem simpatetik, (2) spinal cord, dan (3) nervus vagus menuju batang otak. Informasi sensorik dapat menimbulkan refleks lokal dan sentral

    *

  • *

  • *Figure 62-4; Guyton & Hall

    Kuliah Pengantar Fisiologi-Program Biomedik

  • *Neurotransmitters and Neuromodulators in the ENS

  • *

  • GIT HORMONAL CONTROL*

  • GIT merupakan kelenjar endokrin terbesarHormon dihasilkan oleh sel enteroendokrin yang tersebar di antara sel-sel epitel mukosa lambung dan usus Enteric Endocrine System.

    Sekresi hormon terjadi akibat stimuli tertentu, dan berhenti bila stimuli lenyap.Sel-sel GIT menghasilkan regulator peptida, yang berfungsi secara parakrin atau sebagai Nts, untuk mempengaruhi motilitas, aliran darah, dan pertumbuhan mukosa GIT.*

  • GIT Hormones*

    HORMONEORIGINSTIMULUSACTIONS

    GastrinG cells of the stomachSmall peptides and amino acids Distention of the stomach Vagal stimulation (GRP) Gastric H+ secretion Stimulates growth of gastric mucosa

    Cholecystokinin (CCK)I cells of the duodenum and jejunumSmall peptides and amino acids Fatty acids Pancreatic enzyme secretion Pancreatic HCO3- secretion Stimulates contraction of the gallbladder and relaxation of the sphincter of Oddi Stimulates growth of the exocrine pancreas and gallbladder Inhibits gastric emptying

    Secretin S cells of the duodenumH+ in the duodenum Fatty acids in the duodenum Pancreatic HCO3- secretion Biliary HCO3- secretion Gastric H+ secretion Inhibits trophic effect of gastrin on gastric mucosaGlucose-Dependent Insulinotropic Peptide (GIP)K cells of the Duodenum and jejunumFatty acids Amino acids Oral glucose Insulin secretion from pancreatic cells Gastric H+ secretionMotilinM cells of the duodenum and jejunumFatAcidNerve Stimulates:Gastric motilityIntestinal motility

  • GIT NEURALHORMONAL CONTROL INTEGRATION

    Nervous and hormonal influences do not function independentlyNeural activity release of hormonesHormones neural activitySimultaneous effects

    *

  • 3 tipe refleks GI : 1. Refleks yang terintegrasi seluruhnya di dinding GIT (ENS): mengatur sekresi dan motilitas secara lokal.2. Refleks dari GIT ke ganglia prevertebral simpatetik kembali ke GIT. Sehingga respon terjadi di bagian lain GIT. Misal : r.gastrokolik, r.enterogastrik, & r.kolonoileal.3. Refleks dari GIT ke spinal cord atau batang otak kembali ke GIT. Misalnya : (1) refleks dari lambung & duodenum ke Bt.otak, kembali melalui N.Vagus untuk mengatur aktivitas sekresi dan motorik lambung. (2)refleks nyeri yang mengakibatkan inhibisi GIT.(3)refleks defekasi. *

  • Nerves Reflex or Hormone secretion*

  • *Regulasi Aliran Darah ke GITVasodilator : CCK, Secretin, Gastrin, VIP; kinin(kallidin & bradykinin)Penurunan konsentrasi oksigen peningkatan aliran darah 50-100 %Pengaruh persarafan otonom :

    Stimulation of the Parasympathetic nerves going to the stomach and lower colon increases local blood flow at the same time that it increases glandular secretion. Sympathetic stimulation, by contrast, has a direct effect on essentially all the gastrointestinal tract to cause intense vasoconstriction of the arterioles with greatly decreased blood flow. But the local metabolic vasodilator mechanisms override the sympathetic vasoconstiction effects, returning the normal blood flow to GI muscle and glands...autoregulatory escape

  • Stres atau cemas dapat menginduksi : inhibisi aktivitas saluran cerna bagian atas - dan stimulasi fungsi motorik saluran cerna bagian bawah

    Disebabkan pengaruh corticotropin-releasing factor (CRF) endogen terhadap reseptor CRF di sistem saraf pusat. Interaksi CRF pada reseptor CRF-2 menyebabkan inhibisi pengosongan lambung .Sedangkan reseptor CRF-1 berperan dalam menghasilkan respon peningkatan motilitas kolon saat stres.

    *

  • *Aktivitas Listrik pada Otot polos GITDi sepanjang otot polos GIT terjadi fluktuasi potensial membran sepanjang waktu.Perubahan potensial ini menyebabkan otot polos dapat berkontraksi. Aktivitas listrik ini 2 jenis : (a) slow waves (b) spikes.

  • *a. Slow Waves Bukan potensial aksi, fluktuasi depolarisasi dan repolarisasi .Amplitudo 5-15 mVFrekuensi berbeda di berbagai bagian GIT : lambung 3 x/mnt ; duodenum 12 x/mnt; ileum terminal 8-9 x/mnt.Berperan untuk mensinkronkan irama kontraksi di sepanjang GIT.

    Origin of slow waves. They may originate in the interstitial cells of Cajal (the GI pacemaker), which are abundant in the myenteric plexues. These interstitial cells form a network with each other and are interposed between the smooth muscle layers, with synaptic-like contacts to smooth muscle cells.

  • Source of Slow Waves in GIT Muscles*

  • *b. Spike Potential Apabila pada suatu tempat, potensial membran istirahat meningkat, maka slow wave dapat mencetuskan potensial aksi (spike potential) kontraksi otot.Faktor yang dapat mendepolarisasi membran :Peregangan ototAchStimulasi parasimpatetikStimulasi hormonalFaktor yang meng-hiperpolarisasi membran :Norepinephrine Stimulasi simpatetik

  • *Figure 62-3; Guyton & Hall

  • Peristalsis Penjalaran gelombang mendorong bolus

    Segmentasi Gerakan mencampur dan mengaduk bolus.

    *

  • Mass movements

    Peristaltik haustra *

    Kuliah Pengantar Fisiologi-Program Biomedik

  • *The main functions of the upper part of the stomach (Reservoir part ):To maintain a continuous compressionTo accommodate the received food without significant gastric wall distention or pressure (Storage of food)

  • Gastric secretion is controlled by both neural and hormonal mechanismsUnder normal conditions the gastric mucosa creates as much as 3 liters of gastric juice every dayGastric juice is an acid solution that has the potential to dissolve nails*

  • Nervous control is regulated by long (vagus nerve mediated) and short (local enteric) nerve reflexesWhen the vagus nerves actively stimulate the stomach, secretory activity of virtually all of its glands increaseThe sympathetic nerves depress secretory activity *

  • Hormonal control of gastric secretion is largely from the presence of gastrinGastrin stimulates the secretion of both enzymes and HCL in the stomachHormones produced by the small intestine are largely gastrin antagonists*

  • Stimuli acting at three distinct sites, the head, stomach, and small intestine, provoke or inhibit gastric secretory activityAccordingly the three phases a