Home > Documents > Regular verbs

Regular verbs

Date post: 29-Jun-2015
Category:
Author: be-friend
View: 2,682 times
Download: 12 times
Share this document with a friend
Embed Size (px)
of 34 /34
Regular verbs, yang dalam bahasa Indonesia disebut “Kata Kerja Beraturan“, adalah kata-kata kerja dimana bentuk verb1 ke verb2 atau ke verb3 berubah dengan menambahkan imbuhan -ed, atau hanya dengan menambahkan imbuhan -d saja jika verb-nya diakhiri dengan huruf e. Misalnya: dare – dared – dared (berani, lancang); encourage – encouraged – encouraged (mendorong/memicu semangat), dst. Sebaliknya, irregular verbs (Kata Kerja Tidak Beraturan) adalah kata-kata kerja yang perubahan dari verb1 ke verb2 atau ke verb3 tidak dengan menambahkan imbuhan -ed, atau -d. Kata- kata kerja ini berubah secara tidak beraturan. Mengingat jumlah kata kerja sangat banyak dan sebagian besar merupakan regular verbs, maka yang perlu dihafalkan adalah irregular verbs. Kata-kata dalam tabel berikut adalah common irregular verbs atau kata kerja tidak beraturan yang sering digunakan baik dalam speaking maupun writing. Ver b1 Ver b2 Ver b3 Pen ggu naa n ari se aro se ari sen aw ake aw oke aw ake n Clic k be be bee n is wa s bee n am wa s bee n are wer e bee n bec om e bec am e bec om e be gin be ga n be gu n blo ble blo
Transcript

Regular verbs, yang dalam bahasa Indonesia disebut Kata Kerja Beraturan, adalah katakata kerja dimana bentuk verb1 ke verb2 atau ke verb3 berubah dengan menambahkan imbuhan -ed, atau hanya dengan menambahkan imbuhan -d saja jika verb-nya diakhiri dengan huruf e. Misalnya: dare dared dared (berani, lancang); encourage encouraged encouraged (mendorong/memicu semangat), dst. Sebaliknya, irregular verbs (Kata Kerja Tidak Beraturan) adalah kata-kata kerja yang perubahan dari verb1 ke verb2 atau ke verb3 tidak dengan menambahkan imbuhan -ed, atau d. Kata-kata kerja ini berubah secara tidak beraturan. Mengingat jumlah kata kerja sangat banyak dan sebagian besar merupakan regular verbs, maka yang perlu dihafalkan adalah irregular verbs. Kata-kata dalam tabel berikut adalah common irregular verbs atau kata kerja tidak beraturan yang sering digunakan baik dalam speaking maupun writing. Verb1 arise awake be is am are become begin blow break bring build burst buy catch choose come cut deal do drink drive eat fall feed feel fight find fit fly forbid Verb2 arose awoke be was was were became began blew broke brought built burst bought caught chose came cut dealt did drank drove ate fell fed felt fought found fit flew forbade Verb3 Penggunaan arisen awaken Click been been been been become begun blown broken brought built burst bought caught chosen come cut dealt done Click drunk driven eaten fallen fed felt fought found fit flown forbidden

forget forgive freeze get give go grow have hear hide hit hold hurt keep know lay lead leave let lie lose make meet pay quit read ride ring rise run say see seek sell send set shake shine sing sit sleep speak spend spring stand

forgot forgave froze got gave went grew had heard hid hit held hurt kept knew laid led left let lay lost made met paid quit read rode rang rose ran said saw sought sold sent set shook shone sang sat slept spoke spent sprang stood

forgotten forgiven frozen got, gotten given gone grown had heard hidden hit held hurt kept known laid led left let lain lost made met paid quit read ridden rung risen run said seen sought sold sent set shaken shone sung sat slept spoken spent sprung stood

Click

st l swi swi t t t t ll t i t w st w w wi w it

st l sw sw t t t t t l t t t w st w w w w t

st l sw sw t t t t t l t t t w st w w w w itt

How to memorize irregul r verbs?Agar ti ak cepat l pa, salah sat caranya adalah dengan membuat kalimatkalimat sendiri Buatlah kalimat yang menimbulkan kesan, sebab kesan akan selalu lebih lama melengket dalam memori anda. Kalimat anda juga akan berkesan, jika anda tuliskan di bagianLeave a Reply or Questions di bawah ini. Tulisan anda akan direvisi, jika perlu direvisi. Sepuluh (10) tahun mendatang anda akan masih ingat karena Oya, dulu di Swara Bhaskaras English aku pernah nulis begini. Kali atnya waktu itu salah dan seharusnya begini . Please try!

Nouns (Part 1): Gambaran UmumMay 22nd, 2009 | Author: Swara Bhaskara

Noun (kata benda) adalah kata-kata yang menyatakan materi-materi yang ada di alam semesta baik mahluk hidup maupun benda mati, baik nyata maupun abstrak. Pada tabel berikut diberikan beberapa contoh noun. Untuk menambah vocabulary,silakan buat tabel dan setiap kali kamu menemukan kata baru, tambahkan kata baru tersebut pada tabel. Dan akan lebih baik jika setiap kata baru tersebut dibuatkan contoh kalimatnya masing masing.

1. Living things (mahluk hidup).Kata-kata dalam tabel berikut adalah noun yang tergolong mahluk hidup.y y y y y y

dog (anjing) cat (kucing) tiger (hari au) bat (kelelawar) spider (laba-laba) snake (ular)

y y y y y y

cockroach (kecoak) ant (semut) cock (ayam jantan) tree (tumbuhan) plant (tanaman) mango (mangga)

y y y y y

Rice crop (tanaman padi) cocconut (kelapa) jasmine (melati) grass (rumput) lion (singa)

y y

mosquito (nyamuk) mouse (tikus)

y y

rambutan (rambutan) rose (mawar)

2. Non-living things (benda mati)Kata-kata dalam tabel berikut adalah noun yang tergolong mahluk tak hidup.y y y y y y y y y y

3. Kata benda ang dibentuk melalui perubahan kata.Kata benda (noun) dapat dibentuk dari kata sifat (adjective) dan kata kerja (verb). a. Perubahan adjectives menjadi nouns Kata benda (noun) dapat dibentuk dari kata sifat (adjective) melalui cara-cara berikut: 1. Dengan menambahkan ness diakhir kata sifat. Contoh: y y y

s (sedih) s ess (kesedihan) happy (bahagia) happiness (kebahagiaan) !!! y mad (gila) madness (kegilaan)

i

2. Dengan menghilangkan akhiran ful pada kata sifat. Contoh:y y

beautiful (cantik) beauty (kecantikan).!!! huruf i s rrowful (menderita) sorrow (penderitaan)!

y

b. Perubahan verbs menjadi nouns Kata benda (noun) dapat bentuk dari kata kerja (verb) melalui cara-cara berikut: 1. Dengan menambahkan akhiran ment pada kata kerja. Contoh:

bedroom (kamar tidur) book (buku) broom (sapu) chair (kursi) clay (tanah liat) cup (cangkir) door (pintu) eraser (penghapus) fertilizer (pupuk) floor (lantai)

y y y y y y y y y y

fork (garpu) glass (gelas) house (rumah) kitchen (dapur) lime (kapur) mirror (cermin) nutrient (hara) pen (pulpen) pencil (pensil) paper (kertas)

y y y y y y y y y y

pillow (bantal) plate (piring) sand (pasir) sofa (sofa) soil (tanah) spoon (sendok) table (meja) tile (tegel) water (air) window (jendela), dst

y y y

monkey (monyet) bee (lebah) ant (semut), dst

y y y

develop (mengembangkan) development (perkembangan) state (menyatakan) statement (pernyataan) move (bergerak) movement (pergerakan)

2. Dengan menambahkan akhiran tion pada kata-kata kerja yang berakhiranate. Sebelum disisipkan akhiran -tion, huruf te terakhir dari kata kerja tersebut dihilangkan. Contoh :y y y y y

transmigrate (pindah ke pulau lain) transmigration (trasmigrasi) initiate (memulai) initiation (permulaan) demonstrate (mendemonstraskan) demonstration (demonstrasi) immigrate (berimigrasi) immigration (imigrasi) emigrate (beremigrasi) emigration (emigrasi)

3. Dengan menambahkan akhiran sion pada kata kerja yang berakhiran de atau d. Contoh :y y y y

collide (bertabrakan) collision (tabrakan) include (menyertakan) inclusion (penyertaan) exclude (tidak menyertakan, mengeluarkan) exclusion (pengeluaran) extend (memperpanjang) extension (perpanjangan)

4. Dengan menambahkan suffix ant/ent. Contoh :y y y y

assist (membantu) assistant (pembantu) pollute (mencemarkan) pollutant (polutan) immigrate (berimigrasi) immigrant (imigran) emigrate (beremigrasi) emigrant (emigran)

5.Dengan menambahkan suffix ance/ence. Contoh :y y y y y y

assist (membantu) assistance (bantuan) resist (membangkang, melawan) resistance (pembangkangan, perlawanan) ignore (mengabaikan, mengacuhkan) ignorance (keacuhan) depend (tergantung) dependence (ketergantungan) prefer (lebih suka) preference (preferensi) interfere (mencampuri) interference (campur tangan)

6. Dengan menambahkan er/or. Contoh :

y y y y y y y

intrude (menusup) intruder (penysusup) make (membuat) maker (pembuat) write (menulis) writer (penulis) borrow (meminjam) borrower (peminjam) edit (mengedit) editor (editor) act (bertindak) actor (aktor) err (membuat kesalahan) error (kesalahan, galat)

7. Dengan menambahkan suffix al. Contoh :y y y y y

refuse (menolak) refusal (penolakan) deny (menyangkal) denial (penyangkalan) betray (menghianati) betrayal (penghianatan) propose (mengusulkan) proposal (usulan) dismiss (membubarkan, memecat) dismissal (pembubaran, pemecatan)

8. Dengan menambhakan akhiranery. Contoh:y y y

deliver (mengantarkan) delivery (pengantaran) rob (merampok) robbery (perampokan) forge (memalsukan) forgery (pemalsuan)

9. Dengan menambahkan suffix sis. Contoh:y y y

photosynthesize (berfotosintesa) photosynthesis (fotosintesis) diagnose (mendiagnosa) diagnosis (diagnosis) analyze (menganalisa) analysis (analisis)

10. Dengan menambahkan suffix dom. Contoh:y y

bore (membuat bosan) boredom (kebosanan) free (membebaskan) freedom (kebebasan)

11. Dengan menambahkan suffix age. Contoh :y y y y

break (memecahkan, merusakkan) breakage (kerusakan) link (menghubungkan) linkage (hubungan) stop (menghentikan) stoppage (pemberhentian) pack (mengemas, membungkus) package (kemasan, bungkusan)

12. Dengan menambahkan i noun disebut gerund. Contoh :

13. Disamping itu, banyak kata kerja lainnya yang juga berfungsi sebagai kata benda tanpa melalui perubahan bentuk. Contoh:H Fy y y y y

Note: Dengan memperhatikan akhiran dari sebuah kata sering kita dapat menentukanbahwa kata tersebut adalah noun. Seperti kita lihat di atas, jika sebuah kata berakhiran dengan ness, -ment, -tion, -sion, -ery, -ance/-ence, -sis, -dom, atau -age, pada umumnya adalah noun. Memahami hal ini dengan baik sering sangat membantu (misalny dalam ujian), ketika a dihadapkan untuk menentukan class kata yang tepat tapi kata tersebut belum pernah dilihat atau didengar sebelumnya. Namun perlu juga diingat bahwa Bahasa Inggris adalah raja perkecualian. Tidak semua kata yang berakhiran -mentsuppl m t adalah noun. Salah satu contohnya adalah . Selain berfungsi sebagai noun, kata ini juga dapat berfungsi sebagai verb.

Compound-Complex SentencesMay 22nd, 2009 | Author: Swara Bhaskara

Pada tulisan sebelumnya anda sebenarnya sudah banyak melihat contoh -contoh kalimat sederhana (simple sentences), kalimat majemuk (compound sentences), dan kalimat kompleks (complex sentences). Tulisan ini hanya mereview sedikit apa perbedaan antara ketiga jenis kalimat tersebut. Jika anda butuh contoh kalimat tambahan, dapat anda baca di topik Connjunctions dan penggunaannya Are you ready? Lets start from simple sentences. .

Simple sentencesSimple sentence (kalimat sederhana), juga disebut independent clause, adalah kalimat yang memiliki satu subject dan satu verb (predicate), dan sudah dapat mengekspresikan suatu kejadian/aktivitas secara utuh. Kalimat yang menggunakan subject majemuk (seperti pada contoh 2) atau verb majemuk (seperti pada contoh 3) juga dikatagorikan sebaga kalimat i sederhana. Contoh:

I

P

G

act (undang-undang) call (panggilan telepon) copy (salinan) cut (potong) rest (istirahat)

y y y y

sleep (tidu study (pembelaja an penelitian supplement (tambahan view (pemandangan

RQ Q

ED

7

[email protected]

y y y

act (b p an d d pan a a acting (a swim (b nang swimming (b nang writing (tu an write (menu

d d pan a

a aga

0(

4

3 &%) (

% ' '2(

C A B @9 565 1 &%) ( 0

$ " #

diakhir kata kerja. Verb + ing yang di ungsikan sebagai

8 7 % '

56 5 &% &%

1. I am going to study Japanese next year. 2. Jenny and Joni went to the shopping mall last night. 3. Ronny goes to the library and reads everyday.

Note: Contoh 2 memiliki subject majemuk yaitu Jenny dan Joni, sedangkan Contoh 3 memiliki verb majemuk yaitu goes dan reads.

Compound sentencesCompound sentence (kalimat majemuk) adalah kalimat yang mengandung sekurang kurangnya dua independent clause yang dihubungkan oleh coordinating conjunctions, correlative conjunctions, atau semicolon (i.e. ; ). Contoh:1. Some of the campers went into the woods to find dry tree branches for cooking, and the others built the tents. 2. Rini and Rere are chitchatting by the door, John is reading his book, Dodo is flattering Angelina on the class corner, but Didit is sleeping on his desk. (chitchat = ngobrol, flatter = merayu). 3. I had nothing to do last night, so I went out to see a movie by myself. (by myself = alone = sendirian, tanpa teman). 4. Neither my parents nor I heard of my cousin s accident. (Baik orang tua saya maupun saya tidak mendengar tentang kecelakaan (yang dialami) sepupu saya). 5. My parents went to Puncak for their vacation; my brother and I went to Bali for ours. Note Kalimat ini mengandung dua independent clause yang dihubungkan oleh semicolon. Penggunaan semicolon merupakan alternatif untuk menggabungkan independent clause tanpa menggunakan conjunction. Kalimat ini juga dapat ditulis menjadi: My parents went to Puncak for their vacation, but my brother and I went to Bali for ours. (i.e. semicolon diganti dengan tanda koma dan coordinating conjunction but).

Complex sentencesComplex sentence (kalimat kompleks) adalah kalimat yang memiliki satu main clause/independent clause dan sekurang-kurangnya satu anak kalimat/dependent clause (subordinating clause). Anak kalimat biasanya berupa adverbial clause (i.e. clause yang diawali oleh subordinating conjunction (i.e. although, because, ect.) atau berupa adjective clause (i.e. clause yang diawali oleh relative pronoun (i.e. who, that, which, ect.). Pada kalimat kompleks, jika kalimat pokoknya (main clause) dihilangkan, anak kalimat akan memiliki makna yang belum lengkap. Contoh:1. Because I didn t go to school last week, I didn t know (that) there would be an exam today. 2. I was studying English when my friend came. (Saya sedang belajar bahasa Inggris ketika temanku datang). 3. I seldom get good grades although I always study hard. (Saya jarang dapat nilai bagus walaupun saya selalu belajar dengan keras). 4. Besides we have to study grammar, we also must know how to speak fluently. (Selain kita harus belajar tatabahasa, kita juga harus tahu bagaimana cara berbicara dengan fasih).

S

5. I have received the letter that you s nt me last week. (Saya telah menerima surat yang kamu kirim minggu lalu). 6. My dad bought this book, which is a hund ed pa es long, in Jakarta. (Papa saya membeli buku ini, yang tebalnya 100 halaman, di Jakarta). 7. The person whom you met yesterday is my sister. (Orang yang kamu temui kemarin adalah adik (perempuan) saya). 8. Because she is a nice person, she has many friends who are willing to help her. (Karena dia orang yang baik, dia punya banyak teman yang sudi menolongnya). 9. My dad bought this book, which is a hundred pages long, when he was in Jakarta. 10. Even though he is a good looking person, I will never be attracted to him because the girl whom he just dumped is my sister. (dump = campakkan).

Note: a) Contoh 1-4 adalah adverbial clause, contoh 5-7 adalah adjective clause. Contoh 8 10 masing-masing mengandung 2 anak kalimat. Coba t ntukan mana adverbial clause dan e mana adjective clausenya. b). Gunakan relative pronoun which jika adjective clausenya hanya merupakan informasi tambahan yang tidak begitu penting (i.e. jika dihilangkan tidak merubah makna kalimat) dan, ingat, tanda koma dibutuhkan sebelum dan sesudah adjective clause tersebut.

Compound-complex sentencesJika sebuah kalimat mengandung sekurang -kurangnya dua independent clause dan sekurang kurangnya satu dependent clause, kalimat tersebut disebut compoundcomplex sentence. Please try to make at least 3 compound-complex sentences!

Nouns (Part 3): UncountableMay 22nd, 2009 | Author: Swara Bhaskara

Selain countable nouns, ada benda-benda yang tidak dapat atau sangat sulit dihitung. Katakata-benda yang tergolong ke dalam kategori ini disebut uncountable nouns. Jumlah uncountable nouns cukup banyak, yang dapat dikelompokkan ke dalam benda berbentuk cair, padat (bermakna massa), gas, partikel, benda yang terbuat dari materi materi sejenis, abstrak, bahasa, bidang ilmu, aktivitas yang dinyatakan dengan gerund, permainan/games, dan nama penyakit. Tabel berikut menyajikan contoh uncountable nouns berdasarkan kategori yang disebutkan di atas.

1. Contoh uncountable nounsBerbentuk Cair ink (tinta) soup (sup) milk (susu) coffee (kopi Berbentuk Padat gold (emas) iron (besi) sil er (perak)W

juice (jus) tea (teh) water (air) blood (darah), soap (sabun) bread (roti) butter (mentega)

V

U

T

beer (bir) oil (minyak) kerosene (minyak tanah) gasoline (bensin), etc paper (kertas) wood (kayu) cotton (kapas)

cheese (keju) meat (daging)

steel (baja) wool (wol) glass (kaca) ice (es), etc Berbentuk Gas steam (uap panas) nitrogen (nitrogen) smog (kabut asap) air (udara) helium pollution (polusi) oxygen (oksigen) smoke (asap) etc Berbentuk Partikel hair (rambut) dirt (lumpur) pepper (merica/lada) rice (nasi, beras) grass (rumput) salt (garam) corn (jagung) dust (debu) sand (pasir) wheat (gandum) powder (bedak) sugar (gula) flour (tepung) chalk (kapur) Benda yang terbuat dari materi-materi sejenis furniture (furnitur) baggage (bagasi) equipment (peralatan) food (makanan) luggage (bagasi) jewelry (perhiasan) fruit (buah) garbage (sampah) junk (rongsokan) money (uang) hardware (piranti keras) scenery (pemandangan) cash (uang cash) clothing (pakaian) traffic (lalulintas) mail (surat) makeup (makeup) machinery (permesinan) Abstrak time (waktu) advice (nasihat) space (ruang angkasa) beauty (kecantikan) information energy (energi) confidence (keyakinan) news (kabar/berita) homework (PR) courage (keberanian) work (pekerjaan) evidence (bukti) education (pendidikan) proof (bukti) grammar (tata bahasa) enjoyment (kesukacitaan) knowledge (pengetahuan) slang (bahasa gaul) fun (kesenangan) luck (keberuntungan) vocabulary health (kesehatan) laughter (tawa) sleep (tidur) help (bantuan) music truth (kebenaran) honesty (kejujuran) patience (kesabaran) significance (signifikansi) hospitality (keramahan) piece (kedamaian) violence (kekerasan) importance (pentingnya) pride (rasa bangga) wealth (kekayaan) intelligence (kecerdasan) progress (kemajuan) sadness (kesedihan) justice (keadilan) recreation (rekreasi) dislike (antipati), etc. Bahasa English Japanese (bahasa Jepang) Spanish (bahasa Spanyol) Indonesian German Arabic Javanese (bahasa Jawa) Chinese etc. Bidang ilmu mathematics economics physics (fisika) literature chemistry (kimia) psychology, ect Permainan/games football basketball bridge soccer (sepakbola) tennis poker badminton chess (catur) etc, Aktivitas yang dinyatakan dengan gerund advertising (pengiklanan) shopping sleeping

driving swimming weather (cuaca) wind (angin) dew (embun) fog (kabut) rain hail (hujan es) mumps (gondok) measles (gondok)

studying fishing Fenomena alam heat (panas) humidity (kelembaban) lightning (halilintar) snow (salju) thunder (guntur) darkness Nama penyakit (disease) flu cold (flu)

traveling marketing, etc light sunshine electricity fire gravity etc cancer appendicitis (radang usus buntu)

2. Penggunaan uncountable nounsGeneral rules penggunaan uncountable nouns adalah sebagai berikut: a. Uncountable nouns tidak dapat dipluralkan dengan menambahkan suffix s atau es. INCORRECT jika:1. The teacher gave us a lot of homeworks. 2. My mom has put too much salts on the soup. It s so salty.

b. Jika uncountable noun berfungsi sebagai subject kalimat, verb yang mengikutinya harus dalam bentuk singular. Perlu diperhatikan bahwa beberapa uncountable nouns pada tabel di atas diakhiri dengan huruf s. Uncountable nouns tersebut perlu dihafalkan, agar (misalnya kalau ujian) anda tidak salah karena mengira plural noun. Contoh:1. Homework has to be done regularly. (PR harus dikerjakan secara reguler). 2. Blood is important for transporting oxygen into each cell in our body. (Darah penting untuk mentransport O2 ke dalam tiap sel di dalam tubuh kita). 3. News from Jakarta about the increased gasoline price has increased people dislike to the government. (Berita dari Jakarta tentang harga bensin yang dinaikkan telah meningkatkan ketidaksukaan masyarakat kepada pemerintah). 4. Physics is studied by all high school students. (Fisika dipelajari oleh semua murid sekolah lanjutan).

c. Determiners yang digunakan untuk menerangkan uncountable nouns antara lain: some, a lot of, any, much, amount of, a little of, less, more, etc. Walaupun diawali dengan determiners, jika uncountable nouns berfungsi sebagai subject kalimat, verbs yang mengikutinya tetap dalam bentuk singular. Contoh:1. Much more money is needed to reduce poverty in Indonesia. (Jauh lebih banyak uang dibutuhkan untuk mengurangi kemiskinan di Indonesia). 2. Some new evidence has been discovered. (Beberapa bukti baru telah ditemukan).

3. Heavy traffic during rush hours always makes me stressful. (Lalu lintas yang padat selama jam-jam sibuk selalu membuat saya stress).

d. Uncountable nouns dapat dikuantitatifkan dengan menggunakan takaran atau container tertentu. Contoh:1. I am so thirsty. I need three big glasses of water. (Saya begitu haus. Saya butuh 3 gelas besar air). 2. Because Didit is so small, he needs to eat ten plates of rice every day. (Karena Didit begitu kecil (badannya), dia perlu makan 10 piring nasi tiap hari). 3. Milk is very important for our health. We must drink at least three glasses of milk every day. (Susu adalah sangat penting bagi kesehatan kita. Kita mesti minum paling sedikit 3 gelas susu setiap hari).

Note: Yang dipluralkan adalah penakarnya. Pada contoh di atas, kata glass dan plate mengalami pluralisasi, sedangkan uncountable noun-nya tidak berubah. e. Jika takaran atau containernya plural (lebih dari satu), dan dalam kalimat berfungsi sebagai subject, maka verb atau to be yang mengikutinya juga dalam bentuk plural. Contoh:1. Three big glasses of water are needed to reduce my thirst. (Tiga gelas besar air dibutuhkan untuk mengurangi rasa haus saya). 2. Four glasses of milk were drunk by my brother this morning. (Empat gelas susu diminum oleh kakak saya pagi ini). 3. Two plates of rice are not enough for me. (Dua piring nasi tidak cukup buat saya). 4. Two trucks of paper have been stolen from the warehouse. (Dua truk kertas telah dicuri dari gudang). 5. Two portions of meal always make my breath short. (Dua porsi makanan selalu membuat nafas saya sesak).

3. Perkecualiana. Uncountable nouns terdiri dari beberapa noun sejenis. Misalnya, fried rice, pizza, spaghetti, etc adalah tergolong dalam food, sedangkan apples, durians, mangoes, etc. tergolong fruit, dan begitu juga untuk uncountable noun lainnya. Untuk menyatakan/menekankan tipe atau perbedaan tipe nouns yang tergolong dalam uncountable noun tertentu, maka uncountable noun tersebut dapat digunakan sebagai countable noun. Contoh:1. Fried rice is one of my favorite foods. (Nasi goreng adalah salah satu makanan favorit saya). 2. For his thesis, he studied meats such as beef, pork, and chicken. (beef = daging sapi, pork = daging babi, chicken = daging ayam). 3. Indonesia produces many different fruits, including apples, durians, mangoes, mangosteens, jackfruits, rambutans, and so on. (mangosteen = manggis, jackfruit = nangka).

b. Advertising/advertisement, clothing/cloth Advertising dan clothing adalah uncountable nouns, sedangkan advertisement dan cloth adalah countable nouns. Jika ingin menyatakan tipe iklan atau tipe pakaian gunakan , advertisement atau cloth. Contoh:1. Advertising is what he does for living. (Periklanan adalah apa yang dia lakukan untuk hidup/periklanan adalah pekerjaannya). 2. Cigarette advertisements are almost everywhere. (Iklan-iklan rokok hampir ada di setiap tempat). 3. Clothing is one of the basic needs of human being. (Pakaian adalah salah satu kebutuhan dasar manusia). 4. Mr. Warjo, a homeless, doesn t have enough clothes to wear. (Pak Warjo, seorang tuna wisma, tidak punya cukup pakaian untuk dipakai).

c. Time/times Kata time dapat uncountable noun dan countable noun. Jika berarti waktu maka kata time adalah uncountable noun. Tetapi jika berarti kali, maka kata time adalah countable noun. Contoh:1. Although we have spent so much time on this homework, we re still unable to finish it. (Walaupun kita telah habiskan begitu banyak waktu pada (untuk mengerjakan) PR ini, kita masih belum bisa menyelesaikannya). 2. We have already gone to Bali five times. (Kami telah pergi ke Bali 5 kali).

Nouns (Part 4): Indefinite QuantityMay 22nd, 2009 | Author: Swara Bhaskara

Jika kuantitas suatu noun dinyatakan dengan angka atau bilangan (seperti 1, 2, 3, seribu, dst.) maka disebut definite quantity. Namun, jika kuantitas noun dinyatakan dengan ka ta-kata seperti: sedikit, banyak, cukup, dst, maka ini disebut indefinite quantity. Hal ini karena kuantitas noun yang dimaksudkan tidak begitu jelas, tidak terukur secara pasti atau tidak berlaku secara universal. Sebagai contoh, jika seorang pegemis punya uang Rp 1000.000, maka dia akan berkata, Saya punya sangat banyak uang. Tapi orang kaya akan mengatakan, Saya punya sedikit uang, atau bahkan Saya tidak punya uang. Tulisan ini membahas perbedaan penggunaan many/much, a lot of, a few/a little, some/any, a large number/a large amount, dan enough seperti disajikan pada tabel berikut: Diikuti oleh Countable Noun many too many a few fewer .than Diikuti oleh Uncountable Noun much too much a little less . than Meanings banyak terlalu banyak sedikit/beberapa lebih

sedikit

more than a lot of a (large) number of some any enough

more than a lot of a large amount of some any enough

lebih banyak banyak sejumlah (besar)/banyak beberapa/sedikit beberapa/sedikit cukup

Perlu diperhatikan beberapa indefinite quantity bisa diikuti oleh countable dan uncountable nouns. Indefinite quantity yang tidak bisa digunakan untuk keduanya harus dihafal agar nantinya tidak tertukar dalam penggunaannya. Contoh:y y

Budi has many books. (Budi punya banyak buku). Budi has many books because he has much money. (Budi punya banyak buku karena dia punya banyak uang). I didn t like going to the shopping center because there were too many people. (Aku tidak suka pergi ke mall karena terlalu banyak orang). I didn t like going to the shopping center because there was too much noise. (Aku tidak suka pergi ke mall karena terlalu ribut). A few people left early. (Beberapa orang pergi duluan). I would like a little salt on my soup. (Saya mau/suka sedikit garam dalam sup saya). There are fewer students in this room than in the next room. (Lebih sedikit siswa di kelas ini dibandingkan dengan di kelas sebelah). There is less homework this week than last week. (Lebih sedikit PR minggu ini dibanding minggu lalu). Ronaldo scored more goals than Rooney. (Ronaldo mencetak gol lebih banyak dari Rooney). Rooney got less money than Ronaldo. (Rooney memperoleh lebih sedikit uang dibanding Ronaldo). There were a lot of rumors about her on TV. (Ada banyak gosip tentang dia di TV). There was a lot of news about her on TV. (Ada banyak berita tentang dia di TV). Note: news adalah uncountable noun, dan selalu berakhiran dengans. A large number of students marched to the legislative building. (Banyak siswa berarakarakan ke gedung DPR). A large amount of lava came out from Mount Merapi. (Banyak lahar keluar dari Gunung Merapi). I want to make some new friends. (Aku mau cari beberapa teman baru). I want to drink some water. (Aku ingin minum beberapa/sedikit air). I don t have any friends now. (Aku idak punya teman sekarang). I don t need any water now. (Aku tidak butuh air sekarang). The policemen hadn t had any information about how the accident took place, so they asked many people to get some information. (Polisi-polisi itu belum punya informasi tentang

y y

y y y y

y y

y y

y y

y y y y y

bagaimana kecelakaan itu terjadi, oleh karena itu mereka bertanya kepada banyak orang untuk mendapatkan beberapa informasi).

Note: Some digunakan untuk kalimat positif, sedangkan any digunakan untuk kalimat negatif dan kalimat tanya.y y

Do you have enough people to finish the job? (Apakah kamu punya cukup orang untuk menyelesaikan pekerjaan itu?). Do you have enough time to finish the job? (Apakah kamu punya cukup waktu untuk menyelesaikan pekerjaan itu?).

Penggunaan Kata NoneMay 22nd, 2009 | Author: Swara Bhaskara

Arti kata none adalah tidak ada atau tidak satu pun. Jika diletakkan di depan kalimat, none dapat diikuti oleh singular atau plural verb. Hal ini ditentukan oleh bentuk noun yang langsung mengikuti kata none tersebut.

a. None + of the + uncountable nounJika none of the diikuti oleh uncoutable noun (kata benda tak dapat dihitung), maka digunakan pola berikut: None + of the + uncountable noun + singular verb Contoh:X

1.

one of the counterfeit money has been found. (Tak ada dari uang palsu itu yang telah ditemukan). 2. None of the food tastes good. (Tak ada dari makanan itu yang rasanya enak). 3. None of the water has been contaminated. (Tak ada dari air itu yang telah terkontaminasi).

b. None + of the + plural nounTetapi, jika none of the diikuti oleh plural noun (benda jamak), maka formula berikut yang berlaku: None + of the + plural count noun + plural verb Contoh:1. None of the students have finished the e am yet. (Tak ada (tak satu pun) dari siswa-siswa itu yang telah selesai ujian). 2. None of the workers are happy. (Tak ada dari pekeja-pekerja itu yang bahagia). 3. None of the boys are interested in me. (Tak ada dari pria itu yang tertarik padaku).Y

Sekarang mungkin timbul pertanyaan,Bolehkah noun setelahof the dalam bentuk singular?. Jawabannya adalah tidak boleh. Jadi, hindari menulis kalimat sebagai berikut:1. None of the student have finished the e am yet. INCORRECT 2. None of the worker are happy. INCORRECT 3. None of the boy are interested in me. INCORRECT`

Kata-kata lain yang mengikuti pola seperti ini telah dibahas di topik Penggunaan kata depan OF.

c. Penggunaan None di akhir kalimatKata none juga dapat digunakan di akhir kalimat. Dalam hal ini, none pada umumnya tidak diikuti oleh nouns. Contoh:1. Maria has a lot of friends, but Ani has none. (Maria punya banyak teman, tetapi Ani tidak punya satu pun). Dalam hal ini, none = no friends). 2. Although he has many things to do, he has done none. (Walaupun dia punya banyak hal yang harus dikerjakan, tak ada satu pun yang telah dikerjakannya). 3. Due to his intelligence, my older brother has received a lot of trophies. Due to my stupidity, on the other hand, I have received none. (Karena kepintarannya, kakakku telah menerima banyak tropy. Di lain pihak, karena kebodohanku, aku belum pernah menerima tropy).

Penggunaan Kata NoMay 22nd, 2009 |y y

Author: Swara Bhaskara

Do you get bored reading articles on this blog? (Apakah kamu bosan membaca artikel artikel di blog ini? No, I don t.

Penggunaan kata No untuk menjawab yes/no question seperti di atas sudah jamak dan sudah dipahami dengan mudah. Oleh karena itu, tulisan ini tidak menyinggungnya lagi. Topik ini membahas tentang penggunaan No jika langsung diikuti oleh nouns (tidak diikuti tanda koma seperti pada contoh conversation di atas), dan bentuk verb yang tepat mengikutinya, serta penggunaannya dalam kalimat negatif. Kata No dapat diikuti baik oleh singular verb maupun plural verb, tergantung dari nouns yang langsung mengikuti kata No tersebut. Ketentuan (rules) tentang penggunaan kata No adalah sebagai berikut:

a. No + uncountable nouns/singular nounsJika No diletakkan di awal kalimat dan langsung diikuti oleh uncountable noun atau oleh singular noun (benda tunggal) maka bentuk ver yang mengikutinya harus dalam bentuk b singular dengan mengikuti pola berikut: No + singular noun + singular verb

No + uncountable noun + singular verb Contoh:1. No example is relevant to this case. (Tak ada contoh yang relevan dengan kasus ini . Note: ) to be yang digunakan adalah are, jika kata bendanya plural (yaitu, examples), seperti pada contoh b.1 di bawah). 2. No water here is safe to drink without being boiled first. (Tak ada air di sini yang aman diminum tanpa dididihkan terlebih dulu). 3. No drug dealer who has been sentenced a death penalty has been executed yet. (Tak (belum) ada pengedar narkoba yang telah divonis mati yang telah dieksekusi). Perhatikan perbedaannya dengan contoh b.2. 4. No good method sufficiently decreases poverty in Indonesia. (Tidak (belum) ada metode yang baik yang secara efisien (dapat) menurunkan kemiskinan di Indonesia ). Perhatikan perbedaannya dengan contoh b.3.

b. No + plural nounsJika No diletakkan di awal kalimat dan langsung diikuti oleh plural noun (benda jamak) maka bentuk verb yang mengikutinya harus dalam bentuk plural, dengan pola sebagai berikut: No + plural noun + plural verb Contoh:1. No examples are relevant to this case. (Tak ada contoh-contoh yang relevan dengan kasus ini). 2. No drug dealers who have been sentenced death penalties have been executed yet. (Tak (belum) ada pengedar-pengedar narkoba yang telah divonis mati yang telah dieksekusi). 3. No good methods sufficiently decrease poverty in Indonesia. (Tidak (belum) ada metodemetode yang baik yang secara efisien (dapat) menurunkan kemiskinan di Indonesia).

c. Penggunaan No dalam kalimat negatifSebelum membahas penggunaan No dalam kategori ini, terlebih dahulu perhatikan contoh kalimat negatif berikut:1. I don t have money. (Aku tidak punya uang). 2. He doesn t need any help. (Dia tidak butuh bantuan). 3. The police hasn t caught the criminals. (Polisi belum menangkap penjahat-penjahat itu).

Selain bentuk di atas, kalimat negatif juga dapat dibuat dengan menggunakan kata no. Ketiga contoh di atas dapat dituliskan (dan artinya tidak berubah) menjadi:1. I have no money. (Aku tidak punya uang). 2. He needs no help. (Dia tidak butuh bantuan). 3. The police has caught no criminals. (Polisi belum menangkap penjahat-penjahat itu).

Berdasarkan contoh ini, penggunaan no dalam kalimat negatif mengikuti ketentuan berikut:

y

Kalimat pokok harus dalam bentuk positif. Note: walaupun in speaking sering kita temukan penggunaan kata no sebagai berikut:b a

1. I don t have no money. 2. He doesn t need no help. 3. The police hasn t caught no criminals.

Tetapi, penulisan atau penggunaan no seperti itu adalah GRAMATICALLY INCORRECT. Ini dalam bahasa Inggris disebut double negation, dan harus dihindari dalam membuat tulisan-tulisan formal.y

No harus diikuti oleh nouns, yang dapat berupa uncountable nouns, singular nouns, atau plural nouns. Hal ini berbeda dengan penggunaan kata none (part c) yang umumnya tidak diikuti oleh noun.

Perbedaan Noun Clause dan Adjective ClauseOctober 31st, 2009 | Author: Swara Bhaskara

Question:Tolong terangkan mengenai NOUN CLAUSE dan ADJECTIVE CLAUSE. Apa perbedaan mendasar dari kedua clause tersebut?

Answer:Baik noun clause maupun adjective clause dua-duanya sama-sama memiliki pola:

relative pronoun + subject + verb + Relative pronoun yang digunakan dalam noun clause antara lain:dy y y y

that, kata tanya (i.e: which , who, whom, where, when, what, when, wh , what, how) kata tanya + adjective/noun/determiner (i.e. how old, what kind, how man , who e + noun, dst). conjunctions (i.e. whether, if, dst)f e

Relative pronoun yang digunakan dalam adjective clause (atau relative clause) jumlahnya lebih sedikit, antara lain:y

that, whi h, who, whom, where, when, who e + noun.

Contoh:y y y y

what she is reading that she is reading what you did last summer that you did last summer

h

c

g

Nah sekarang, bagaimana kita membedakan bahwa clause tersebut adalah sebuah noun clause atau adjective clause? 1. Fungsi. Noun clause adalah clause (klausa) yang difungsikan sebagai noun. Seperti halnya single noun (i.e. book, person, dst) dan noun phrase (i.e. this book, the one, dst), noun clause juga dapat digunakan sebagai subject kalimat dan object kalimat. Sebaliknya, adjective clause adalah klausa yang digunakan sebagai adjective. Sebagai adjective, adjective clause digunakan sebagai modifier yaitu untuk menerangkan noun dan pronoun, tetapi tidak pernah digunakan sebagai object kalimat. Contoh:Subject verb 1I I 2 She She 3I I like like object what she is reading the book that she is reading modifier Ket. noun clause adjective clause noun clause whom she loves more adjective clause noun clause that you did last summer adjective clause

doesn t know whom she loves more doesn t know the one still remember what you did last summer still remember the killing

Sedangkan pada tabel berikut adalah contoh noun clause yang ditempatkan sebagai subject, dan adjective clause yang digunakan untk menerangkan noun yang posisinya sebagai subject kalimat.Subject 1 What she is reading modifier verb is modifier very interesting very interesting happy happy Ket. noun clause adjective clause noun clause adjective clause noun clause

-

The book

that she is reading

is will be

2 Whom she loves more The one What you did last summer

whom she loves more will be will never be forgotten

3

-

The killing

that you did last summer

will never be forgotten

adjective clause

2. Noun clause menjawab pertanyaan what (apa) dan who/whom. Ketiga pasang contoh kalimat pada tabel 1 menggunakan noun clause yang berturut-turut menjawab pertanyaan:y y y

apa yang I suka? (What do I like?) apa yang she tidak tahu? (What doesn t she know?) apa yang I masih ingat? (What do I still remember?)

sedangkan adjective clause-nya berfungsi sebagai modifier yang berturut-turut menerangkan the book, the one, the killing. Pada tabel 2, noun clause-nya menjawab pertanyaan:y y y

what is interesting? (Apa yang menarik?) who will be happy? (Siapa yang akan bahagia?) what will never be forgotten? (Apa yang tidak akan pernah dilupakan?)

Di lain pihak, adjective clause menjawab pertanyaan which one:y y y

Which book? (Buku yang mana?) Which person? (Orang yang mana?) Which killing? (Pembunuhan yang mana?)

3. Pronoun it dapat digunakan untuk menggantikan noun clause, tetapi tidak dapat digunakan untuk menggantikan adjective clause.y y y y

I like it. CORRECT. It di kalimat ini (Tabel 1 no 1) menggantikan what she is reading . I like the book it. IN ORRE T jika it digunakan untuk menggantikan that she is reading . I still remember it.CORRECT. It di kalimat ini (Tabel 1 no 3) menggantikan what you did last summer . I still remember the killing it. IN ORRE T jika digunakan it untuk menggantikan that you did last summer .p p i i

Selain it, subject pronoun dan object pronoun juga dapat digunakan untuk menggantikan noun clause. Hal inti tentu saja tergantung dari kanteks kalimatnya. Sebaliknya, pronoun ini tidak dapat menggantikan adjective clause.y y y

Andini doesn t know whom they are. Andini doesn t know them. I still remember Mr. Dadang who first taught me English. Di kalimat ini, him tidak dapat menggantikan adjective clause who first taught me English .

4. Arti (terjemahan) untuk relative pronoun that pada noun clause adalah bahwa, sedangkan arti untuk relative pronoun yang lainnya adalah sama seperti ketika digunakan dalam kalimat tanya (i.e. what = apa, when = kapan, where = dimana, dst). Sebaliknya, semua relative pronoun dalam adjective clause umumnya diterjemahkan menjadi: yang. Contoh tambahan: Note: Kata-kata di dalam [...] adalah noun clause, sedangkan dalam () adalah adjective clause.1. [That the planet Earth is round] is well known. (Bahwa planet Bumi bundar adalah diketahui hampir semua orang). Noun clause. 2. It is well known [that the planet Earth is round]. (Diketahui oleh hampir semua orang bahwa planet Bumi itu bundar). Noun clause. 3. They always work hard to accomplish [what they want]. (Mereka selalu kerja keras untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan). Noun clause. 4. Have I told you lately [that I love you]? Noun clause. 5. We live [where people care each other]. Noun clause. 6. I need the book (that you borrowed from me last week). (Aku butuh buku yang kamu pinjam dari aku minggu lalu). Adjective clause. 7. I need [what you borrowed from me last week]. Noun clause. 8. I don t know [[how I should tell her] [that I love her]]. How I should tell her that I love her adalah noun clause yang mengandung noun clause that I love her . 9. Maria (whose cellphone got stolen last week) just bought a new cellphone last night. (Maria yang HP-nya dicuri minggu lalu baru saja membeli HP baru tadi malam). Adjective clause. 10. SBY, (the president of Indonesia right now), stated [that we had to get together to achieve our goals].

5. Karena adjective clause menerangkan noun, maka noun yang diterangkannya selalu ada di depan adjective clause tersebut. Jika nounnya dihilangkan, clause tersebut menjadi noun clause.y

I still remember the day when we first met.

the day adalah noun yang diterangkan oleh adjective clause when we first met. Jika the day dihilangkan, maka clause ini berubah menjadi noun clause.y

I still remember when we first met.

Inilah 5 cara yang paling mendasar dalam membedakan noun clause dan adjective clause. Penjelasan yang lebih detail tentang noun clause dapat dibaca di topik: Noun clauses dan Conjunctions dan penggunaannya. Sedangkan untuk penjelasan tentang adjective clause, please stay tuned! Dan jika masih bingung tentang perbedaan kedua clause ini, don t hesitate to leave further questions.

Penggunaan WHO, WHOM, WHOSENovember 17th, 2009 | Author: Swara Bhaskara

A. Penggunaan WHO vs WHOMRelative pronoun who dan whom dua-duanya berarti siapa kalau digunakan dalam kalimat tanya dan noun clause. However, who dan whom dua-duanya akan berarti yang kalau digunakan dalam adjective clause. Dalam formal writing or speaking, penggunaan who dan whom sedikit berbeda.a. Penggunaan WHO vs WHOM dalam kalimat tanya

Dalam kalimat tanya (interrogative), who digunakan untuk menanyakan subject kalimat. Pola penggunaan who adalah sebagai berikut:

Who + verb + object + ?1. Who has this great car? (Siapa punya mobil bagus ini?). 2. Who was the first human to set foot on the moon surface? (Siapa orang yang pertama kali menginjakkan kaki di permukaan bulan?). 3. Who will accompany you to the party? (Siapa yang akan menemani kamu ke pesta itu?).

Kalau ketiga kalimat tanya di atas dijawab, maka akan terlihat bahwa who memang menggantikan subject kalimat.1. My father has this great car. Atau disingkat: My father does. 2. Neil Armstrong was the first human to set foot on the moon surface. Atau : Neil Armstrong was. 3. My cousin will. (Sepupuku).

Whom dalam kalimat tanya (interrogative) digunakan untuk untuk menanyakan object kalimat. Whom tidak pernah digunakan untuk menggantika subject kalimat. Pola n penggunaan whom adalah sebagai berikut:

Whom + auxiliar /kata bantu + subject + verb + ?1. Whom do you love more? (Siapa yang lebih kamu cintai?). 2. For whom did he buy that necklace? For his girl friend? (Untuk siapa dia membeli kalung itu? Untuk pacarnya?). 3. With whom will you go to the party? (Dengan siapa kamu akan pergi ke pesta itu?).

Walaupun letak whom di awal kalimat, whom ini sebenarnya menanyakan atau menggantikan object kalimat. Perhatikan jawaban dari ketiga pertanyaan di atas berikut ini. (Yang dicetak tebal adalah kata-kata yang digantikan oleh whom dan berfungsi sebagai object kalimat.1. I love you more. (Aku lebih mencintai kamu). 2. No, It was not for his girl friend. He bought that necklace for his sister. (Bukan, kalung itu bukan untuk pacarnya. Dia membeli kalung itu untuk adiknya). Dalam kalimat ini that necklace adalah direct object, sedangkan his sister adalah indirect object. 3. I will go to the party with my cousin. (Aku akan pergi ke pesta itu dengan sepupuku).

b. e

O

O

m o

c

e

jec

ec

Penggunaan who dalam noun clause dan adjective clause adalah sama dengan penggunaan who pada kalimat tanya, yaitu untuk menggantikan orang yang posisinya sebagai subject kalimat.1. Would you tell me who has this car? (noun clause) 2. Neil Armstrong, who was the first human to set foot on the moon surface, is from the United States. (adjective clause). 3. I d like to know who will accompany you to the party. (noun clause).

Dan begitu juga dengan penggunaan whom. Pada noun clause dan adjective clause, whom digunakan untuk menggantikan orang yang posisinya sebagai object kalimat. Bedanya dengan kalimat tanya adalah tidak digunakannya atau tidak dilakukan inversi auxiliary ke depan subject kalimat. Dengan kata lain, setelah whom langsung diikuti oleh subject kalimat. Pola ini telah banyak dibahas pada topik: How to Address Questions dan Cara Membuat Embedded Questions.1. Please tell me whom you love more! (Tolong kasi tahu aku siapa yang lebih kamu cintai). Noun clause. Perhatikan: kata bantu DO dihilangkan karena kata bantu DO tidak digunakan dalam embedded question. 2. Do you know for whom he bought that necklace? (Apakah kamu tahu untuk siapa dia membeli kalung itu?). Noun clause. 3. My cousin with whom I will go to the party is very pretty? (Sepupuku orang yang akan aku ajak ke pesta itu adalah sangat cantik). Adjective clause.

Remember: Selalu gunakan rules di atas in FORMAL writing or formal speaking (misalnya dalam ujian di sekolah dan test TOEFL). In informal writing or speaking, however, native English speakers lebih sering menggunakan who untuk menggantikan object kalimat.1. Please tell me who you love more!

t y u

x

t t u ru y u r r

v t v uu w yx w ruur ssr q

e

2. Do you know who he bought that necklace for ? 3. My cousin who I will go to the party with is very pretty?

Selain itu, bule juga sering menggunakan THAT untuk menggantikan orang yang posisinya sebagai subject dan object kalimat.1. The first human that set foot on the moon surface was Neil Armstrong. Adjective clause. 2. You d better get dressed now because the beautiful girl that you told me last night will come over to our place in less than an hour. (Kamu sebaiknya ganti pakaian sekarang sebab cewek cantik yang kamu bilang ke aku tadi malam akan mampir ke tempat (rumah) kita dalam waktu kurang dari satu jam).

B. Penggunaan WHOSERelative pronoun whose jika digunakan dalam kalimat tanya juga berarti siapa, sedangkan jika digunakan dalam noun clause dan adjective clause biasanya diterjemahkan menjadi nya. Hal ini tergantung pada konteks kalimat.a. e

aan WHOSE dalam kalimat tanya

Berbeda dengan penggunaan who dan whom, penggunaan whose pada umumnya diikuti oleh noun (i.e. whose + noun), dan digunakan untuk menyatakan kepemilikan (siapa yang punya) noun tersebut. Pola kalimat tanya yang menggunakan whose adalah:

Whose noun + verb + object + ? (jika yang ditanyakan adalah subjectkalimat; Lihat contoh1&2 di bawah)

Whose noun + auxilliar /kata bantu + verb + object + ?(jika yang ditanyakan adalah object kalimat; Lihat contoh 3-4)1. Whose car is this? (Mobil siapa ini?) = Who has this car? 2. Whose money got stolen? (Uang siapa yang dicuri?) = Who has the money that got stolen? 3. Whose book did you copy? (Buku siapa yang kamu copy?) = Who has the book (that) you copied? 4. Whose cloth are you wearing? (Bajunya siapa yang sedang kamu pakai?) = Who has the cloth (that) you are wearing?

b. Penggunaan WHOSE dalam noun clause dan adjective clause

Dalam noun clause dan adjective clause, makna whose pada prinsipnya sama dengan his, her, its, dan their.1. I know the man whose car was parked in front of your house. (Aku tahu cowok yang mobilnya diparkir di depan rumahmu). Adjective clause. whose car = his car. 2. The juries are still debating whose performance was the best. (Para juri masih sedang berdebat performa siapa yang terbaik). Noun clause. whose performance = his/her performance. 3. Some Indonesian people have historic sculptures whose values are inestimable in their house. (Beberapa orang Indonesia punya patung-patung bersejarah yang nilainya tidak

dapat diprediksi (saking mahalnya) di rumah mereka). Adjective clause. whose values = their values. 4. We will leave the apartment whose rent will soon be sharply increased . (Kami akan meninggalkan (pindah dari) apartement yang sewanya akan segera dinaikkan secara tajam. whose rent = its rent.


Recommended