Home >Documents >Referensi Bangunan Tinggi & Mixed Use

Referensi Bangunan Tinggi & Mixed Use

Date post:25-Feb-2018
Category:
View:219 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • 7/25/2019 Referensi Bangunan Tinggi & Mixed Use

    1/25

  • 7/25/2019 Referensi Bangunan Tinggi & Mixed Use

    2/25

    Bangunan tinggi mulai dibangun pada 1aktu a1al berdirinya *merika selama kebangkitan industri.

    +enggunakan bahan ringan, mereka mampu membuat bangunan bertingkat ;. *s&h Building

    memiliki "% tingkat.

    Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Bangunan_tinggi

    High Rise Building PENGER!"N Bangunan tinggi men#adi mungkin dengan

    penemuan ele$ator %li&t' dan bahan bangunan (ang lebih murah dan kuat.

    Bangunan antara )* &eet dan +,- &eet % m hingga -*0 m'1 berdasarkan beberapa

    standar1 dianggap bangunan tinggi. Bangunan (ang lebih dari +, &eet %-*0 m'

    disebut sebagai pen2akar langit atau dikenal #uga dg sebutan sk(s2raper. inggi

    rata3rata satu tingkat adalah - &eet %+ m'1 sehingga bangunan setinggi ), &eet %+m' memiliki 4 tingkat. 5eskipun de6nisi tetapn(a tidak #elas1 ban(ak badan

    men2oba mengartikan arti high rise building: 7 !nternational 8on&eren2e on 9ire

    Sa&et( in High3Rise Buildings mengartikan bangunan tinggi sebagai struktur

    apapun dimana tinggi dapat memiliki dampak besar terhadap e$akuasi 7 New

    Shorter ;aws mengartikan

    bangunan tinggi lebih tinggi dari )0 &eet %- m' 7 Ban(ak insin(ur1 inspektur1 arsitek

    bangunan dan pro&esi se#enisn(a mengartikan bangunan tinggi sebagai bangunan

    (ang memiliki tinggi setidakn(a )* &eet % m'. Bahan (g digunakan untuk

    sistem struktural bangunan tinggi adalah beton kuat dan besi. Ban(ak pen2akarlangit berga(a "merika memiliki bingkai besi1 sementara blok menara penghunian

    dibangun tanpa beton. Struktur bangunan tinggi memiliki tantangan desain

    untuk pembangunan struktural dan geoteknis1 terutama bila terletak di wila(ah

    seismik atau tanah liat memiliki &aktor resiko geoteknis seperti tekanan tinggi atau

    tanah lumpur. 5ereka #uga menghadapi tantangan serius bagi pemadam kebakaran

    selama keadaan darurat pada struktur tinggi. =esain baru dan lama bangunan1

    sistem bangunan seperti sistem pipa berdiri bangunan1 sistem H?"8 %Heating1

    ?entilation and "ir 8onditioning'1 sistem pen(iram api dan hal lain seperti e$akuasi

    tangga dan ele$ator mengalami masalah seperti itu. Bangunan tinggi mulai

    dibangun pada waktu awal berdirin(a "merika selama kebangkitan industri.

    5enggunakan bahan ringan1 mereka mampu membuat bangunan bertingkat @.

    S!SE5 SRAAR B"NGAN"N !NGG! Ansur3unsur struktur dasar bangunan

    adalah : 3 Ansur >inear1 berupa kolom dan balok (ang mampu menahan ga(a aksial

    dan ga(a rotasi 3 Ansur Permukaan1 terdiri dari dinding dan plat 3 Ansur Spasial1

    merupakan pembungkus &asade atau 2ore %inti' dengan mengikat bangunan agar

    berlaku sebagai satu kesatuan. (pe sistem struktur bangunan bertingkat tinggi : -.

    =inding pendukung se#a#ar Pararel bearing wall . !nti dan dinding pendukung

    https://id.wikipedia.org/wiki/Bangunan_tinggihttps://id.wikipedia.org/wiki/Bangunan_tinggi
  • 7/25/2019 Referensi Bangunan Tinggi & Mixed Use

    3/25

    &asade 8ore and &asade bearing wall . Boks Berdiri sendiri Sel& support bo< +. Plat

    terkantile$er 8antile$ered slab *. Plat rata 9lat slab 4. !nterspasial interspatial ).

    Gantung suspention @. Rangka Selang Seling Staggered truss ,. Rangka aku Rigid

    &rame -0. Rangka aku dan !nti Rigid &rame and 2ore --. Rangka russed russed

    &rame -. Rangka Belt trussed dan inti Belt trussed &rame and 2ore -. abung

    dalam tabung ube in tube -+. umpulan tabung Bundled tube Pemilihansistem struktur bangunan tinggi tidak han(a berdasarkan atas pemahamana

    struktur dalam konteksn(a semata1 tetapi lebih kepada &aktor &ungsi terkait dengan

    kebutuhan buda(a1 sosial1 ekonomi dan teknologi. Beberapa &aktor dalam

    peren2anaan sistem pembangunan struktur bangunan tinggi adalah : -.

    Pertimbangan umum ekonomi . ondisi tanah . Rasio tinggi lebar suatu bangunan

    +. Pertimbangan &abrikasi dan pembangunan *. Pertimbangan mekanis %sistem

    utilitasn(a' 4. Pertimbangan tingkat baha(a kebakaran ). Pertimbangan peraturan

    bangunan setempat @. etersediaan dan harga bahan konstruksi utama P;N="S!

    Penggunaan pondasi tiang dewasa ini semakin sering di#umpai1 karena

    pertumbuhan ekonomi pada akhir3akhir ini berdampak pada meningkatn(a

    pembangunan di segala bidang1 termasuk bidang 6sik1 dengan pembangunan

    gedung3gedung tinggi. Pondasi (ang biasa digunakan untuk pembangunan

    gedung3gedung tersebut adalah pondasi tiang1 terutama bila kondisi tanah di mana

    bangunan tersebut didirikan tidak terlalu baik1 sehingga tanah tidak akan mampu

    menahan beban dari bangunan tersebut bila pondasi (ang digunakan adalah

    pondasi dangkal. en(ataan (ang ada di lapangan menun#ukkan kepada kita

    bahwa #arang sekali di#umpai suatu pondasi (ang han(a terdiri dari satu tiang. Cang

    sering dilakukan adalah menggunakan beberapa tiang (ang membentuk suatu

    group pondasi. Hal ini biasan(a disebabkan karena:-.=a(a dukung - tiang sa#a tidak

    2ukup untuk memikul beban (ang ada. . Penggunaan beberapa tiang dalam suatu

    group akan lebih mampu menahan ga(a lateral dan ga(a gempa lebih stabil. =alamsuatu group pondasi1 karena adan(a o$erlapping dari garis3garis tegangan bulb o&

    pressure di sekitar tiang3tiang di dalam tanah1 maka da(a dukung dari group

    tersebut tidak akan sama dengan da(a dukung masing3masing tiang dikalikan

    dengan #umlah tiang dalam group (ang bersangkutan. 9enomena ini biasa disebut

    dengan group a2tion. Sebagai akibat dari group a2tion tersebut1 maka perlu di2ari

    angka e6siensi1 dimana angka ini nantin(a harus dikalikan dengan kapasitas group

    pondasi awal kapasitas (ang didapat dari pen#umlahan kapasitas tiang3tiang

    anggota group tersebut. 5enurut SN! -)4 001 !ndonesia telah ditetapkan

    sebagai wila(ah (ang terbagi dalam 4 daerah %Dona' gempa1 dimana wila(ah

    gempa ! adalah wila(ah kegempaan paling rendah dan wila(ah gempa 4 memilikitingkat resiko kegempaan paling tinggi. Perbedaan wila(ah ini berpengaruh pada

    peren2anaan pembangunan sebuah gedung. Sehingga ada beberapa hal (ang

    harus diperhatikan1 salah satun(a adalah struktur bawah (ang biasa dikenal dengan

    pondasi. Pondasi tiang pan2ang pada dasarn(a #uga diperlukan untuk menahan

    beban lateral (ang berupa beban gempa dan beban angin1 serta beban aksial (ang

    dihasilkan beban struktur dari atas. =ari ga(a3ga(a luar tersebut akan

    menghasilkan ga(a3ga(a dalam pada pondasi (ang berupa ga(a $ertikal ke atas1

  • 7/25/2019 Referensi Bangunan Tinggi & Mixed Use

    4/25

    ga(a horisontal dan ga(a momen. 5odel gedung F dianalisa untuk di setiap Dona

    gempa di !ndonesia dengan menggunakan metode elemen hingga sebagai metode

    pen(elesaian tersebut. Program S"P000 digunakan untuk mendapatkan ga(a

    dalam pada struktur bangunan bawah dan program 5ath2ad -- digunakan untuk

    menghitung besarn(a displa2ement node % pergeseran titik ' pada pondasi tiang

    pan2ang di daerah Dona gempa di !ndonesia. Penelitian ini bertu#uan untukmengetahui keamanan pembangunan gedung di setiap Dona gempa di !ndonesia.

    Pada ona gempa 4 memiliki ga(a dalam (ang paling besar daripada Dona gempa

    (ang lain di !ndonesia sehingga menghasilkan nilai displa2ement node paling besar.

    Namun dengan nilai displa2ement node (ang dihasilkan1 bangunan gedung F

    masih bisa dibangun di setiap Dona gempa di !ndonesia karena tidak melebihi batas

    maksimum displa2ement node %kurang dari - in2hi'.

    Sumber: http://wind(tiia.blogspot.2o.id/0-0/-0/sistem3struktur3bangunan3

    tinggi.html

    Karakteristik Gedung High Rise Building

    Posted on

  • 7/25/2019 Referensi Bangunan Tinggi & Mixed Use

    5/25

    Gambar Gedung &igh 'ise uilding di Jakarta

    Gedung high rise building akhirnya dapat dikategorikan sebagai proyek dengan

    kompleksitas yang tinggi. isini akan dirangkum beberapa karakteristik struktur

    gedung high rise building yang dapat berguna dalam perencanaan maupun

    pelaksanaan.

    1. Tinggi Bangunan. Seperti julukannya, tentu saja gedung ini tinggi dan menjulang.

    Kita dapat mengkategorikan ketinggian gedung berdasarkan jumlah lantainya.

    *alaupun tidak sepenuhnya benar karena bisa saja jumlah lantai banyak tapi tinggi

    floor to floor rendah. Jika dianggap tinggi floor to floor adalah +.- m (standart), maka

    suatu gedung dapat dikategorikan high rise building apabila memiliki jumlah lantai di

    atas / lantai. erdasarkan pengamatan, umumnya gedung di Jakarta berada pada

    ketinggian / 0 +- lantai. i atas +- lantai masih sedikit.

    http://manajemenproyekindonesia.com/wp-content/uploads/2012/02/qskiru.blogspot.com_.jpg
  • 7/25/2019 Referensi Bangunan Tinggi & Mixed Use

    6/25

    Gedung "l1urj ubai yang menjulang tinggi

    2. Luas per lantai. ujuan gedung high rise building adalah menambah ruang

    dengan keterbatasan lahan. Sehingga bangunan ini cenderung memiliki luas tapak

    bangunan yang kecil. 2mumnya memiliki luas per lantai berkisar pada -/ m 0 3-//

    m.

    3. Type struktur. ype struktur ada tiga yaitu open frame, flat1slab, dan bearing #all

    system. ari ketiga jenis struktur tersebut, system open frame yang paling banyak

    dipakai, diikuti oleh system flat1slab.

    4. Typical. Struktur pada gedung high rise building umumnya typical kecuali pada

    elemen 4ertikal yang mengecil pada kenaikan lantai tertentu. &al ini karena kondisi

    beban di tiap lantai relatif sama. Gaya geser akibat gempa saja yang berbeda namun

    gaya tersebut ditopang oleh elemen struktur shear#all. Kondisi yang typical akanmemudahkan dalam perencanaan dan pelaksanaan.

    Gambar gedung high rise building yang

    typical

    http://manajemenproyekindonesia.com/wp-content/uploads/2012/02/mgz-83_high-rise-building_320x240.jpghttp://manajemenproyekindonesia.com/wp-content/uploads/2012/02/burj-dubai-worlds-tallest3.jpg
  • 7/25/2019 Referensi Bangunan Tinggi & Mixed Use

    7/25

    5. Keterbatasan lahan. Gedung high rise building umumnya menghadapi masalah

    keterbatasan lahan baik dalam rangka perencanaan parking area dan landscape

    maupun pelaksanaan sebagai tempat site installation.

    6. Pengaruh angin dan gempa yang tinggi. Gedung ini, karena bentuk fisiknya

    yang langsing dan tinggi, secara alamiah sangat terpengaruh oleh aspek angin dan

    goyangan gempa.

    Gambar pemodelan pengaruh angin terhadap

    gedung

    . !isik" tinggi.Pada pelaksanaan proyek ini, risiko yang mmungkin terjadi cukup

    banyak dengan probability yang tinggi. Perlu antisipasi sejak a#al pelaksanaan.

    #. K"mpleksitas tinggi. Proyek gedung memiliki item pekerjaan yang banyak,

    melibatkan banyak pihak, durasi pelaksanaan yang seharusnya lebih panjang, risikoyang tinggi, ketidakpastian tinggi, serta melibatkan disiplin ilmu yang banyak. Gedung

    high rise building bisa jadi salah satu bangunan yang memiliki kompleksitas yang

    tertinggi.

    $. %"lume peker&aan yang besar.Gedung high rise building memiliki jumlah

    lantai di atas / pada umumnya. &al ini menyebabkan 4olume pekerjaan yang harus

    dilakukan dalam jumlah yang besar.

    1'. (chedule pelaksanaan ketat.Pada pelaksanaan proyek gedung high rise

    building, schedule pelaksanaan sangat ketat. 5ukup banyak proyek gedung mengalami

    keterlambatan karena sebenarnya #aktu yang dibutuhkan tidaklah memadai. &al ini

    disebabkan oleh masih cukup tingginya risiko dan ketidakpastian dalam

    pelaksanaannya serta ketergantungan terhadap cuaca.

    11. Target biaya yang ketat.arget biaya hampir selalu ketat. &al ini dapat

    disebabkan oleh tingkat kompetisi yang tinggi oleh pengembang maupun kontraktor.

    http://manajemenproyekindonesia.com/wp-content/uploads/2012/02/castle-20wind-20model.jpg
  • 7/25/2019 Referensi Bangunan Tinggi & Mixed Use

    8/25

    12. Target mutu yang tinggi. Gedung high rise building adalah icon dan lambang

    prestise bagi pemiliknya. Sehingga dituntut memiliki kualitas yang tinggi baik dari sisi

    spesifikasi maupun pelaksanaannya.

    Gambar untutan Kualitas esign 67terior

    13. Tuntutan sa)ety yang tinggi.Gedung high rise building memiliki risiko bahaya

    ketinggian. Semakin tinggi akan semakin bahaya. Sehingga tuntutan safety akan makin

    tinggi jika ketinggian gedung bertambah.

    14. Ketergantungan alat T* dan P+. iperlukan alat angkat dan transportasi yang

    memadai pada gedung high rise building. anpanya maka pelaksanaan akan sangat

    sulit.

    http://manajemenproyekindonesia.com/wp-content/uploads/2012/02/gedung283629.jpg
  • 7/25/2019 Referensi Bangunan Tinggi & Mixed Use

    9/25

    Gambar o#er 5rane Saat Pelaksanaan

    Gedung

    15. Bentuk arsitektural. &al ini disebabkan bah#a gedung high rise building

    menjadi icon lambang prestise sehingga diperlukan design arsitektur yang cantik.

    http://manajemenproyekindonesia.com/wp-content/uploads/2012/02/Tower-Crane-Q6015-.jpg
  • 7/25/2019 Referensi Bangunan Tinggi & Mixed Use

    10/25

    Gambar

    Gedung &igh 'ise uilding dengan esign "rsitektur yang 8ena#an

    16. ,ilai k"ntrak yang besar. ingginya 4olume pekerjaan dan banyaknya item

    pekerjaan membuat nilai kontrak pekerjaan gedung high rise building cukup besar.

    Sumber: http://mana#emenpro(ekindonesia.2om/pI-++0

    http://manajemenproyekindonesia.com/?p=1440http://manajemenproyekindonesia.com/wp-content/uploads/2012/02/cormiami2.jpghttp://manajemenproyekindonesia.com/?p=1440
  • 7/25/2019 Referensi Bangunan Tinggi & Mixed Use

    11/25

    *P* 8'= >[email protected] [email protected] B=8038A/ 5a( ,1 0-Jb(wiralandJin building. J

    =alam konteks urban1 bangunan tinggi multi fungsi1 dikenal dengan istilah Kmixed-use

    buildingadalah suatu bangunan (ang mengakomodasi beberapa &ungsi sekaligus1 umumn(a

    &asilitas komersial (ang meliputi mall1 perkantoran. perbankan1 perhotelan1 kondominium1

    apartemen1 rekreasi1 auditorium1 2ineple

  • 7/25/2019 Referensi Bangunan Tinggi & Mixed Use

    12/25

    kompetisi antar &asilitas sehingga se2ara kolaborati& dapat memberikan kontribusi

    pendapatan (ang baik.

    Penerapan bangunan tinggi ini diutamakan pada area lahan strategis (ang han(a

    menempati lahan (ang relati$e ke2il1 umumn(a di pusat kota. Pengalamam empiris

    pada beberapa kota1 implementasi konsep mi

  • 7/25/2019 Referensi Bangunan Tinggi & Mixed Use

    13/25

    Contoh bangunan Mixused

    Anjung SaliharaPosted on December 17, 2014 by Editorin Mixed-Use// 0 Comments

    "n#ung Salihara hadir untuk mendukung tiga unit bangunan utama (angsudah lebih dulu berdiri1 (aitu eater Salihara1 Galeri Salihara1 dan ruangperkantoran. =esain "n#ung Salihara diper2a(akan oleh Goenawan 5ohamadkepada arsitek =ann( Li2aksono dari Studio =asar.

    http://buildingindonesia.co.id/?author=1http://buildingindonesia.co.id/?cat=18http://buildingindonesia.co.id/wp-content/uploads/2014/12/AnjungSalihara1.jpghttp://buildingindonesia.co.id/?author=1http://buildingindonesia.co.id/?cat=18
  • 7/25/2019 Referensi Bangunan Tinggi & Mixed Use

    14/25

    "n#ung Salihara hadir untuk menun#ang berbagai kegiatan pertun#ukan (angberlangsung di kompleks Salihara. =i sini ada studio musik1 studio tari1wisma seni dan gudang untuk peralatan teateratau workshoserta!m"te!teruntuk pentas (ang berada di atas atau di atapbangunan .

    http://buildingindonesia.co.id/wp-content/uploads/2014/12/AnjungSalihara1.jpg
  • 7/25/2019 Referensi Bangunan Tinggi & Mixed Use

    15/25

    "n#ung Salihara mempun(ai misi utama mengedepankan pendidikan seni.5ulai dari teater1 musik1 tari1 #urnalistik1 dan semua unsur kesenian lainn(a.eberhasilan pembangunan "n#ung Salihara sepenuhn(a didukung dari danaswada(a omunitas Salihara.

    http://buildingindonesia.co.id/wp-content/uploads/2014/12/AnjungSalihara2.jpg
  • 7/25/2019 Referensi Bangunan Tinggi & Mixed Use

    16/25

    "n#ung Salihara membutuhkan luasan ruang sekitar -.00mM. Ruang3ruangitu diperuntukkan bagi gudang pen(impanan barang3barang teater1 studio

    http://buildingindonesia.co.id/wp-content/uploads/2014/12/AnjungSalihara3.jpeg
  • 7/25/2019 Referensi Bangunan Tinggi & Mixed Use

    17/25

    musik untuk latihan studio rekaman1 studio latihan tari1 wisma untukpenampil1 ruang arsip1 ruang audio $isual1 hingga ruang 6tnes. =ari luastanah *00mM (ang dimiliki1 mengikuti peraturan bangunan1 maka han(a00mM (ang dibangun.

  • 7/25/2019 Referensi Bangunan Tinggi & Mixed Use

    18/25

    Antukmewu#udkan "n#ung Salihara1 arsitek berupa(a maksimal membuatdesain (ang e&ekti& dan e6sien. "palagi "n#ung Salihara merupakan

    http://buildingindonesia.co.id/wp-content/uploads/2014/12/AnjungSalihara4.jpeg
  • 7/25/2019 Referensi Bangunan Tinggi & Mixed Use

    19/25

    bangunan baru dari tiga bangunan di komunitas seni itu. =ann( men(adari1menambahkan sebuah bangunan di dalam sebuah kompleks (ang sudahada1 membutuhkan etika tersendiri agar tidak merusak harmoni (ang ada.

    "n#ung Salihara berwarna abu3abu selaras dengan bangunan3bangunan dikompleks Salihara. Bentukn(a pun sederhana. Ruang3ruang sirkulasiditempatkan semaksimal mungkin1 diluar tanah utama (ang seluas 00mM."kses tangga diletakkan diseberang batas tanah baru. angga dan teras ini

    diekspresikan apa adan(a1 tanpa niat untuk membuatn(a terlihat lebihmenarik dari bentuk wa#ar mereka.

    http://buildingindonesia.co.id/wp-content/uploads/2014/12/AnjungSalihara5.jpeg
  • 7/25/2019 Referensi Bangunan Tinggi & Mixed Use

    20/25

    Ruang teras3teras terbuka diletakkan di antara batas tanah baru dan tangga.Ele$ator diletakkan diluar bangunan1 menggunakan ele$ator (ang biasadigunakan pada bangunan (ang masih dalam tahap konstruksi. adi1menghemat bia(a untuk pembangunan struktur core ele$ator.ugamenghemat ruang seluas O -mM.

    http://buildingindonesia.co.id/wp-content/uploads/2014/12/AnjungSalihara6.jpeg
  • 7/25/2019 Referensi Bangunan Tinggi & Mixed Use

    21/25

  • 7/25/2019 Referensi Bangunan Tinggi & Mixed Use

    22/25

    "n#ung Salihara memiliki dua sisi bangunan. Satu sisi menghadap kekompleks komunitas Salihara. =imana1 arsitek membuat balkon3balkon semiterbuka1 (ang #uga bisa ber&ungsi sebagai teras untuk duduk3duduk.Sedangkan satu sisi lain(a menghadap ke pemukiman penduduk.

  • 7/25/2019 Referensi Bangunan Tinggi & Mixed Use

    23/25

    http://buildingindonesia.co.id/wp-content/uploads/2014/12/AnjungSalihara8.jpg
  • 7/25/2019 Referensi Bangunan Tinggi & Mixed Use

    24/25

    Pada sisi (ang menghadap ke pemukiman ini dibuat lebih baik1 dan enakuntuk dilihat. "n#ung Salihara memiliki #e#eran #endela ka(u dengan krep(akdi sisi bawahn(a.

    eberadaan #endela ka(u di "n#ung Salihara #uga memudahkan dalampembersihan ka2adan bisa dilakukan setiap hari. Selain #uga lebih ekonomis.rep(ak (ang dibuat dengan sudut kemiringan 40 dera#at1 memungkinkanudara masuk dan mengalir1 sehinggaproses sirkulasi udara berlangsung

    dengan baik.

    >epas dari kepuasan pengguna bangunan1 dan penduduk (ang tinggal disekitar bangunan1 arsitek mengakui bahwa pen(elesaian detil "n#ungSalihara masih kurang terolah dan kurang terselesaikan dengan baik. Haltersebut tak lepas dari dana (ang pas3pasan1 tenaga ker#a (ang kurangperhatian dan kurang terampil. 5asih ditambahkontrol kualitas peker#aandari mandor amat minim.

    http://buildingindonesia.co.id/wp-content/uploads/2014/12/AnjungSalihara9.jpeg
  • 7/25/2019 Referensi Bangunan Tinggi & Mixed Use

    25/25

    Lokasi"n#ung Salihara1 di kompleks omunitas Salihara1 akartaSelatanArsitek Studio=asar. Websitewww.studiodasar.2om Principal=ann(Li2aksono Fungsistudio musik1 studio tari1 wisma seni dan gudang untukperalatan teater atau workshoserta !m"te!teruntuk pentas (ang berada di

    atas atau di atap bangunan. Foto=o2. Studio =asarSumber : http://buildingindonesia.2o.id/[email protected]

    http://buildingindonesia.co.id/?cat=18http://buildingindonesia.co.id/?cat=18
of 25/25
Bangunan Tinggi  adalah istilah untuk menyebut suatu bangunan yang memiliki struktur tinggi. Penambahan ketinggian bangunan dilakukan untuk menambahkan fungsi dari bangunan tersebut. Contohnya bangunan apartemen tinggi  atau  perkantoran tinggi . Bangunan tinggi menjadi ideal dihuni oleh manusia sejak penemuan elevator  (lift) dan bahan bangunan yang lebih kuat. Berdasarkan beberapa standard, suatu bangunan biasa disebut sebagai bangunan tinggi jika memiliki ketinggian antara 75 kaki dan !" kaki (#$ m hingga "5% m). Bangunan yang memiliki ketinggian lebih dari !# kaki ("5% m) disebut sebagaipen&akar langit. 'inggi ratarata satu tingkat adalah "$ kaki (meter), sehingga jika suatu bangunan memiliki tinggi 7! kaki (#m) maka idealnya memiliki tingkat. Bahan yang digunakan untuk sistem struktural bangunan tinggi adalah beton kuat dan besi. Banyak pen&akar langit bergaya  *merika memiliki bingkai besi, sementara blok menara penghunian dibangun tanpa beton. +eskipun definisi tetapnya tidak begitu jelas, banyak lembaga men&oba mengartikan pengertian bangunan tinggi, antara lain- International Conference on Fire Safety in High-Rise Buildings mengartikan bangunan tinggi sebagai struktur apapun dimana tinggi dapat memiliki dampak besar terhadap evakuasiNew Shorter !ford "nglish #ictionary  mengartikan bangunan tinggi sebagai bangunan yang memiliki banyak tingkat+assa&husetts /eneral 0a1s mengartikan bangunan tinggi lebih tinggi dari 7% kaki (#" m) Banyak insinyus, inspektur, arsitek bangunan dan profesi sejenisnya mengartikan bangunan tinggi sebagai bangunan yang memiliki tinggi setidaknya 75 kaki (#$ m). 2truktur bangunan tinggi memiliki tantangan desain untuk pembangunan struktural dan geoteknis, terutama bila terletak di 1ilayah seismik atau tanah liat memiliki faktor risiko geoteknis seperti tekanan tinggi atau tanah lumpur . 'a ntangan yang tidak kalah besar lainnya adalah bagaimana pemadam kebakaran bertugas selama keadaan darurat pada struktur tinggi. 3esain baru dan lama bangunan, sistem bangunan seperti sistem pipa berdiri bangunan, sistem 4*C(4eating, ent ilation and *ir Conditioning), sistem penyiram api dan hal lain seperti evakuasi tangga dan elevator  mengalami masalah seperti itu. 2alah satu &ontoh peristi1a tantangan terhadap pemadam kebakaran yang pernah terjadi adalah ketika pemadam kebakaran diarahkan ke sebuah hotel tinggi di 0e6ington, entu&ky dengan laporan adanya asap pada bangunan tersebut. etika pemadam men&ari sumbernya, mereka menemukan asap di lorong, bukan di kamar tamu. 8ni membantu pemadam mengetahui bah1a masalahnya berasal dari sistem 4*C dan bahaya asli tidak terjadi. 9butuh ru$ukan:
Embed Size (px)
Recommended