Home >Documents >Referat Tht FIXXX

Referat Tht FIXXX

Date post:11-Nov-2015
Category:
View:49 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Description:
re
Transcript:

BAB I

PENDAHULUANNeuritis Vestibular adalah suatu keadaan yang ditandai dengan onset akut dari vertigo, nausea, dan muntah, yang tidak diikuti dengan tinitus atau gangguan pendengaran.(1, 2) Penyebab dari penyakit ini masih belum diketahui dengan jelas. Awalnya, peradangan pada nervus vestibuler dan iskemia labirin diajukan sebagai penyebab neuritis vestibular. Baru-baru ini, teori infeksi virus dikatakan sebagai penyebabnya. Lebih lanjut, atrofi dari nervus vestibuler dan epitel sensorik, yang mirip dengan penemuan hasil histopatologik dari herpes zoster otikus, juga telah dilaporkan.(3)Neuritis Vestibular adalah penyebab utama dari vertigo akut di praktek umum dan departemen kegawatdaruratan. Biasanya, gejala berlangsung selama beberapa hari atau minggu tetapi untuk alasan yang tidak sepenuhnya jelas, sampai setengah dari jumlah penderita terus menderita gejala pusing, kegoyangan dan disorientasi spasial lama setelah pemulihan dari penyakit. Meskipun gejala kronis tidak parah atau mengancam nyawa, penyakit ini menghambat penderita secara signifikan dalam kehidupan personal dan sosial.(4)

EPIDEMIOLOGINeuritis Vestibular adalah penyebab kedua terbanyak dari vertigo perifer setelah Benign Paroxysmal Postional Vertigo. Insidensi Neuritis Vestibular mencapai angka 3,5 per 100.000 penduduk. Usia rata-rata onset berkisar antara 30 hingga 60 tahun, dan usia rata-rata kejadian berkisar di umur 40 hingga 50 tahun. Penyakit ini terdapat di seluruh dunia dan tidak dipengaruhi regio geografis suatu wilayah. Tidak ada perbedaan yang signifikan di jenis kelamin tertentu, dan 30% dari penderita terkena penyakit pilek sebelum terkena penyakit ini.(2, 3, 5)

BAB II

ANATOMISistem vestibuler manusia terdiri dari tiga komponen: komponen sensorik perifer, sistem saraf pusat (SSP), dan mekanisme motorik. Komponen sensorik perifer terdiri atas sekelompok sensor pergerakan yang mengirimkan informasi ke SSP, secara spesifik ke kompleks nukleus vestibular dan cerebellum. SSP akan mengolah informasi ini dan menggabungkan mereka dengan informasi sensorik lainnya untuk memperkirakan orientasi kepala dan tubuh. Output dari SSP dikirim ke otot-otot okular dan korda spinalis untuk memfasilitasi tiga refleks penting, yaitu refleks vestibulookular (VOR), refleks vestibulokolik (VCR), dan refleks vestibulospinal (VSR). VOR akan menghasilkan pergerakan mata yang memungkinkan penglihatan yang jelas selagi kepala bergerak. VCR berperan dalam otot-otot leher untuk menstabilisasi kepala. VSR berperan dalam pergerakan tubuh untuk menjaga stabilitas kepala dan tubuh sehingga mencegah jatuh.(6)Sistem vestibular perifer terdiri atas labirin tulang dan labirin membran dan juga sensor pergerakan dari sistem vestibular, yaitu sel rambut. Sistem vestibular perifer berada di telinga dalam. Dibatasi oleh telinga tengah di bagian lateral dan tulang temporal di bagian medial, lalu dibatasi oleh koklea di posterior.(6)

Gambar 1. Anatomi sistem vestibular perifer (dari sumber 6)

Labirin tulang terdiri atas tiga kanalis semisirkularis (KSS), koklea, dan vestibulum. Labirin tulang berisi perilimfe, yang mana memiliki komposisi yang mirip dengan cairan serebrospinal. Perilimfe berhubungan dengan cairan serebrospinal melalui saluran di koklea. Karena adanya hubungan ini, adanya gangguan yang mengubah tekanan cairan spinal (seperti lumbal punksi) juga dapat mempengaruhi fungsi telinga dalam.(6)Labirin membran berada di dalam labirin tulang. Labirin ini memiliki 5 organ sensorik : bagian membran dari ketiga KSS dan dan organ otolit, utrikulus dan sakulus. Setiap ujung dari tiap KSS mengalami pelebaran dan membentuk ampulla. Labirin membran berisi endolimfe. Dibandingkan dengan perilimfe, komposisi endolimfe menyerupai dengan cairan intrasel. Dalam kondisi normal, tidak ada hubungan langsung antara kompartemen perilimfe dan endolimfe.(6)

Gambar 2. Labirin membran dan labirin tulang (dari sumber 6)

Sel-sel rambut terdapat dalam tiap ampulla dan organ otolit adalah sensor biologik yang merasakan sensasi pemindahan akibat gerakan kepala dan mengubahnya menjadi sinyal listrik. Sel-sel rambut di ampulla terletak di kumpulan pembuluh darah, serabut saraf, dan jaringan penyokong yang disebut krista ampullaris. Sel-sel rambut dari sakulus dan utrikulus; makula, terletak di dinding medial dari sakulus dan di dasar utrikulus. Sel-sel rambut ini dapat digolongkan menjadi dua tipe, yaitu tipe 1 dan tipe 2. Sel rambut tipe 1 bersesuaian dengan rambut dalam dari organ korti, memiliki dasar yang bundar, bagian leher yang tipis, dan puncak yang lebar. Sel rambut tipe 2 bersesuaian dengan rambut luar organ korti dan berbentuk seperti silinder, dengan dasar yang rata dan ditutupi oleh kutikula.(6, 7) Tiap sel rambut diinervasi oleh neuron aferen yang berasal dari ganglion vestibulum (Scarpas), yang berada dekat dengan ampulla. Sebuah membran diafragmatik yang fleksibel yang disebut kupula berada tepat di atas krista dan menutupi ampulla dari vestibulum yang berdekatan. Berhubungan dengan gerakan angular kepala, tekanan endolimfe menjadi terdiferensiasi sepanjang kupula yang menyebabkannya berayun ke depan dan belakang, sehingga menstimulasi sel-sel rambut.(6)

Gambar 3. Sel-sel rambut organ vestibularNervus vestibulokoklear terdiri atas dua nervus yang berbeda (nervus koklear dan nervus vestibular) dan terpisah yang bersatu dalam suatu selubung jaringan ikat. Kedua nervus mengirimkan informasi dari sel-sel rambut ke SSP.(8) Badan sel sensorik bipolar dari nervus vestibular berada di dalam ganglion vestibularis (ganglion Scarpa) yan terletak di meatus akustikus interna. Dari ganglion Scarpa, keluar neuron-neuron yang terbagi menjadi dua grup superior dan inferior. Grup superior akan menginervasi krista kanalis superior/anterior dan lateral, makula utrikulus dan bagian anterosuperior dari makula sakulus. Grup inferior menginervasi krista dari kanalis posterior dan bagian lain dari makula sakulus. Medial terhadap ganglion vestibular, kedua grup ini akan bersatu menuju ke batang otak.(7, 8)

Gambar 4. Inervasi nervus vestibulokoklearis ke dalam KSS dan koklea

Sebagian besar serabut aferen dari sel rambut berakhir pada nukleus vestibular yang terletak di dasar ventrikel empat. Beberapa neuron vestibular akan langsung menuju ke serebellum, secara spesifika di lobus flokulookular dan vermis. Di nukleus vestibuler, terdapat 4 kelompok badan sel, yaitu nukleus vestibular superior (NVS) Bechterew, nukleus vestibular lateral (NVL) Dieter, nukleus vestibular media (NVM) Schwalbe, dan nukleus vestibular desendens (NVD).(6, 7)

Gambar 5. Nukleus vestibularis di batang otak

Ramus asendens serabut saraf utrikulus berakhir sebagian besar pada sepertiga NVL bagian ventral; beberapa melanjutkan diri ke medial dan berakhir pada setengah bagian rostral dari NVM. Ramus desendens dari serabut utrikulus berakhir pada asepertiga rostral dari NVD. Beberapa cabang asendens dari sakulus menginervasi area yang kecil di NVL. Ramus desendens-nya berakhir pada tempat yang sama dari ramus desendens utrikulus.(7)Cabang asendens dari serabut kanalis anterior dan lateral berakhir pada bagian rostral dari NVS. Sisa dari cabang asendens ini akan melanjutkan diri langsung ke serebellum. Serabut yang berasal dari krista kanalis posterior akan terbagi dua cabang lebih medial, dan cabang asendens akan berakhir di bagian sentral dan medial dari NVS dan juga mungkin melanjutkan diri ke serebellum. Cabang desendens dari serabut yang berasal dari ketiga krista kanalis berakhir sebagian besar pada NVM, dan sisanya pada NVL dan NVD.(7)Nukleus vestibular kemudian akan berproyeksi ke serebellum, nukleus extraokular, dan korda spinalis. Nervus dari NVS berlanjut secara asendens menuju ke nukleus otot ekstraokular ( nervus cranialis 3 dan 4). Proyeksi ini hampir, jika tidak semua, mencapai nukleus-nukleus mata ipsilateral melalui jalur fasikulus medial longitudinal. NVL adalah satu-satunya nukleus yang berlanjut ke traktus vestibulospinal. Serabut ini berakhir pada prosesus anterior medula spinalis dan memediasi reflex otot-otot tubuh dan extremitas.(7)NVD tampaknya adalah nukleus yang memiliki hubungan yang sangat jelas terhadap serebellum. NVM menerima jaras aferen dari KSS dan utrikulus; proyeksinya bersifat asendens dan desendens di fasikulus medial longitudinal. Jalur asendens-nya secara bilateral menuju ke otot-otot ekstraokular, dan jalur asendensnya menuju ke segmen servikal korda spinalis.(7)Area vestibular di korteks serebral belum ditentukan secara anatomis. Studi elektrofisiologi mengindikasikan bahwa area vestibular terletak di dalam lobus temporal di dekat korteks auditori. Studi menggunakan MRI fungsional dan Possitron Emission Tomography mengimplikasikan insula sebagai area vestibular di korteks serebral.(7)

FISIOLOGIKeseimbangan dan orientasi tubuh seseorang terhadap lingkungan di sekitarnya tergantung pada input sensorik dari reseptor vestibuler di labirin, organ visual dan proprioseptif. Gabungan informasi ketiga reseptor sensorik tersebut akan diolah di SSP, sehingga menggambarkan keadaan posisi tubuh saat itu.(6, 9) Tiga jenis pengaturan ruang spasial mencirikan arah KSS. pertama, tiap bidang dari KSS dalam tiap labirin adalah saling tegak lurus terhadap bidang KSS lainnya. Kedua, tiap pasangan dari KSS antara labirin kiri dan kanan bersesuaian terhadap masing-masing bidang. Enam KSS secara mandiri akan menjadi tiga pasangan ko-planar : (1) KSS lateral kanan dan kiri, (2) KSS anterior kiri dan KSS posterior kanan, (3) KSS posterior kiri dan KSS anterior kanan. Ketiga, bidang dari tiap kanalis berada dekat dengan bidang otot-otot ekstraokular yang mana memberikan koneksi yang relatif sederhana antara neuron sensorik (berhubungan dengan tiap kanalis) dan neuron motorik (berhubungan dengan tiap otot okular). (6)

BA

Gambar 6. (A) Gambaran dimensi bidang Kanalis Semisirkularis, (B) ko-planar

Click here to load reader

Reader Image
Embed Size (px)
Recommended