Home >Documents >Radioterapi Tumor Otak

Radioterapi Tumor Otak

Date post:02-Jul-2015
Category:
View:411 times
Download:4 times
Share this document with a friend
Transcript:

Telaah Ilmiah

RADIOTERAPI PADA TUMOR OTAK

Oleh Arinanda Kurniawan, S. Ked Irwansyah, S. Ked

Pembimbing: dr. Djasril Jahiddin, Sp. Rad k. (onk)

DEPARTEMEN

RADIOLOGI

RUMAH SAKIT MUHAMMAD HOESIN PALEMBANG FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA2010

1

HALAMAN PENGESAHAN

Telaah Ilmiah yang berjudul Radioterapi pada Tumor Otak

oleh

Arinanda Kurniawan Irwansyah

telah diterima sebagai salah satu syarat dalam mengikuti Kepaniteraan Klinik Senior (KKS) di bagian Radiologi Rumah Sakit dr. Moh. Hoesin Palembang Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Palembang, Desember 2010 Pembimbing

dr. Djasril Jahiddin, Sp. Rad (onk

2

BAB I PENDAHULUAN

Tumor otak adalah suatu pertumbuhan jaringan yang abnormal di dalam otak yang terdiri atas tumor otak benigna dan maligna. Tumor otak benigna adalah pertumbuhan jaringan abnormal di dalam otak, tetapi tidak ganas, sedangkan tumor otak maligna adalah kanker di dalam otak yang berpotensi menyusup dan menghancurkan jaringan di sebelahnya atau yang telah menyebar (metastase) ke otak dari bagian tubuh lainnya melalui aliran darah. Tumor otak dibagi menjadi dua tipe yaitu tumor primer dan sekunder. Tumor primer, yaitu tumor yang berasal dari dalam otak sendiri. Bisa berasal dari astrosit, oligodendrosit, ependimosit, fibroblast arakhnoidal, neuroblas-meduloblas. Sedangkan tumor sekunder, yaitu tumor yang berasal dari karsinoma metastasis yang terjadi di bagian tubuh lainnya, contohnya yang paling sering adalah yang berasal dari tumor paru-paru pada pria dan tumor payudara pada wanita. Tumor susunan saraf pusat ditemukan sebanyak 10% dari neoplasma seluruh tubuh, dengan frekwensi 80% terletak pada intrakranial dan 20% di dalam kanalis spinalis. Di Amerika di dapat 35.000 kasus baru dari tumor otak setiap tahun, sedang menurut Bertelone, tumor primer susunan saraf pusat dijumpai 10% dari seluruh penyakit neurologi yang ditemukan di Rumah Sakit Umum. Di Indonesia data tentang tumor susunan saraf pusat belum dilaporkan. Insiden tumor otak pada anak-anak terbanyak dekade 1, sedang pada dewasa pada usia 30-70 dengan pundak usia 40-65 tahun. Insidens tumor otak primer terjadi pada sekitar enam kasus per 100.000 populasi per tahun. Dimana tumor otak primer tersebut kira-kira 41% adalah glioma, 17% meningioma, 13% adenoma hipofisis dan 12% neurilemoma. Pada orang dewasa 60% terletak supratentorial sedang pada anak 70% terletak infratentorial. Pada anak yang paling sering ditemukan adalah tumor serebellum yaitu meduloblastoma dan astrositoma, sedangkan pada dewasa adalah glioblastoma3

multiforme. Diagnosa tumor otak ditegakkan berdasarkan pemeriksaan klinis dan pemeriksaan penunjang yaitu pemeriksaan radiologi dan patologi anatomi. Dengan pemeriksaan klinis kadang sulit menegakkan diagnosis tumor otak apalagi membedakan yang benigna dan yang maligna, karena gejala klinis yang ditemukan tergantung dari lokasi tumor, kecepatan pertumbuhan masa tumor dan cepatnya timbul gejala tekanan tinggi intrakranial serta efek dari masa tumor kejaringan otak yang dapat menyebabkan kompresi, invasi dan destruksi dari jaringan otak. Walaupun demikian ada beberapa jenis tumor yang mempunyai predileksi lokasi sehingga memberikan gejala yang spesifik dari tumor otak. Dengan pemeriksaan radiologi dan patologi anatomi hampir pasti dapat dibedakan tumor benigna dan maligna. Radioterapi merupakan salah satu modalitas penting dalam penatalaksanaan proses keganasan. Berbagai penelitian klinis telah membuktikan bahwa modalitas terapi pembedahan akan memberikan hasil yang lebih optimal jika diberikan kombinasi terapi dengan kemoterapi dan radioterapi. Sifat dan lokasi tumor otak seringkali menimbulkan proses desak ruang yang akan meningkatkan tekanan intrakranial, terlebih pada kasus metastasis tumor ganas pada intrakranial akan cepat menimbulkan edema serebri yang akan memperburuk tekanan intrakranial.

4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

II.1 ANATOMI HISTOLOGI OTAK Otak, merupakan merupakan bagian dari susunan saraf pusat yang terletak di cavum cranii, otak dibentuk oleh cavum neuralis yang membentuk 3 gelembung embrionik primer, yaitu prosenchephalon, mesensephalon, rhombhencephalon, untuk selanjutnya berkembang membentuk 5 gelombang embrionik sekunder, yaitu telencephalon, dienchephalon, mesencephalon, metenchepalon, dan

myelencephalon. Telencephalon membentuk Hemispaherum cerebri, corteks cerebri. Diencephalon membentuk epithalamus, thalamus, hipothalamus,

subthalamus, dan methatalamus. Didalam diencephalon terdapat rongga; vebtriculus tertius yang berhubungan dengan ventriculus lateralis melalui foramen interventriculare (Monroi). Mesencephalon membentuk corpora quadgemina dan crura cerebri, dalam mesencephalon terdapat kanal sempit aquaductus sylvii yang menghubungkan ventriculus tertius dengan ventriculus quartus. Metencephalon membentuk cerebellum dan pons, sedangkan Myelencephalon membentuk medulla oblongata. Berat otak saat lahir 350 gram, dan berkembang hingga saat dewasa seberat 1400-1500 gram. Otak di bungkus oleh meninges yang terdiri dari 3 lapis. Di dalam otak terdapat rongga : systerna ventricularis yang berisi liquors erebrospinalis yang lanjut ke rongga antar meninges, cavum subarachnoidea. Fungsi utama liquorserebrospinalis yaitu melindungi dan mendukung otak dari benturan. Hemisphaerum cerebri jumlahnya sepasang, dipisah secara tidak sempurna oleh fissura longitudinalis superior dan falx serebri, belahan kiri dan kanan dihubungkan oleh corpus callosum. Hemisphaerum cerebri dibentuk oleh cortex cerebri, substantia alba, ganglia basalis, dan serabut saraf penghubung yang dibentuk oleh axon dan dendrit setiap sel saraf. Cortex cerebri terdiri dari selapis

5

tipis substantia grissea yang melapisis permukaan hemisphaerum cerebri. Permukaannya memiliki banyak sulci dan gyri, sehingga memperbanyak jumlah selnya.diperkirakan terdapat 10 milyar sel saraf yang ada pada cortex cerebri. Hemispaerum cerebri memiliki 6 lobus; lobus frontalis, lobus parietalis, lobus temporalis, lobus occipitalis, lobus insularis dan lobus limbik. Lobus frontalis, mulai dari sulcus sentralis sampai kapolus centralis, terdiri dari gyrus precentralis, girus frontalis superior, girus frontalis media, girus frontalis inferior,girus recrus, dirus orbitalis, dan lobulus paracentralis superior. Lobus parietalis, mulai dari sulcus centralis menuju lobus occipitalis dan cranialis dari lobus temporalis, terdiri dari girus post centralis, lobulus parietalis superior,dan lobulus parietalis inferior-inferior-posterior. Lobus temporalis, terletak antara polus temporalis dan polus occipitalis dibawah sulcus lateralis. Lobus occipitalis terletak antara sulcus parieto occipital dengan sulcus preoccipitalis, memiliki dua bangunan, cuneus dan girus lingualis. Lobus insularis, tertanam dalam sulcus lateralis. Lobus limbik, berbentuk huruf C dab terletak pada dataran medial hemisfer cerebri. Lobus oksipitalis yang terletak di sebelah posterior (di belakang kepala) bertanggungjawab untuk pengolahan awal masukan penglihatan. Sensasi suara mula-mula diterima oleh lobus temporalis, yang terletak di sebelah lateral (di sisi kepala) Lobus parietalis terutama bertanggungjawab untuk menerima dan mengolah masukan sensorik seperti sentuhan, tekanan, panas, dingin, dan nyeri dari permukaan tubuh. Sensasi-sensasi ini secara kolektif dikenal sebagai sensasi somestetik (perasaan tubuh). Lobus parietal juga merasakan kesadaran megenai posisi tubuh, suatu fenomena yang disebut propriosepsi. Kesadaran sederhana mengenai sentuhan, tekanan, atau suhu dideteksi oleh thalamus, tingkat otak yang lebih rendah. Thalamus membuat anda sadar bahwa sesuatu yang panas versus sesuatu yang dingin sedang menyentuh badan anda, tetapi tidak memberitahu dimana atau seberapa besar intentitasnya.

6

Lobus frontalis bertanggungjawab terhadap tiga fungsi utama: (1) aktivitas motorik volunteer (2) kemampuan berbicara (3) elaborasi pikiran. Daerah di lobus frontalis belakang tepat di depan sulkus sentralis akhir di neuron-neuron motorik eferen yang mencetuskan kontraksi otot rangka. Area Broca yang betanggungjawab untuk kemampuan berbicara, terletak di lobus frontalis kiri dan berkaitan erat dengan daerah motorik korteks yang mengontrol otot-otot penting untuk artikulasi. Daerah Wernicke yang terletak di korteks kiri pada pertemuan lobus-lobus parietalis, temporalis, dan oksipitalis berhubungan dengan pemahaman bahasa. Daerah ini berperan penting dalam pemahaman bahasa baik tertulis maupun lisan. Selain itu, daerah ini bertanggung jawab untuk memformulasikan pola pembicaraan koheren yang disalurkan melalui seberkas saraf ke daerah Broca, kemudian mengontrol artikulasi pembicaraan. Daerah motorik, sensorik, dan bahasa menyusun hanya sekitar separuh dari luas korteks serebrum keseluruhan. Daerah sisanya, yang disebut daerah asosiasi berperan dalam fungsi yang lebih tinggi (fungsi luhur). Korteks asosiasi prafrontalis adalah bagian depan dari lobus frontalis tepat di anterior korteks motorik. Peran sebagai: (1) perencanaan aktivitas volunteer (2) pertimbangan konsekuensi-konsekuensi tindakan mendatang dan penentuan pilihan (3) sifat-sifat kepribadian. Korteks asosiasi parietalis-temporalis-oksipitalis dijumpai pada peetemuan ketiga lobus. Di lokasi ini dikumpulkan dan diintegrasikan sensasi-sensasi somatic, auditorik, dan visual yang berasal dari ketiga lobus untuk pengolahan persepsi yang kompleks. Korteks asosiasi limbic di bawah dan dalam antara kedua lobus temporal. Daerah ini berkaitan dengan motivasi dan emosi. Pembentuk susunan saraf pusat adalah neuron yang jumlahnya mencapai 100 milyar, didukung oleh sel glia yang jumlahnya 10 kali lipat dari neuron. Setiap7

neuron memiliki tonjolan panjang , akson yang berfungsi membawa informasi keluar dari neuron (serabut eferen). Selain itu

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended