Home >Documents >Proposal Terbaru

Proposal Terbaru

Date post:22-Nov-2015
Category:
View:106 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Description:
proposal
Transcript:

21

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Peningkatan kualitas hidup manusia yang menyangkut fisik dan non fisik, diperlukan sejak dini untuk meningkatkan derajat kesehatan, karena kesehatan merupakan kebutuhan dasar hidup manusia, guna memperoleh atau menciptakan manusia yang bersumber daya guna dan potensial (Adwinanty, 2004).

Peningkatan kesehatan merupakan suatu keharusan apabila bangsa Indonesia ingin mencapai pembangunan manusia yang tinggi. Kesehatan merupakan hak asasi manusia termasuk hak dasar anak yang harus dipenuhi dengan baik. Anak yang sehat akan menjadi investasi bagi modal manusia yang berkualitas di masa depan. Berdasarkan data Susenas (Survei Sensus Nasional) tahun 2004-2008 cakupan pemberian ASI ekslusif di Indonesia berfluktuasi dan cenderung mengalami penurunan. Cakupan pemberian ASI eksklusif pada bayi 0-6 bulan turun dari 62,2% (2007) menjadi 56,2% tahun 2008, sedangkan pada bayi sampai 6 bulan turun dari 28,6% (2007) menjadi 24,3% (2008).

Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 1997-2007 memperlihatkan terjadinya penurunan prevalensi ASI eksklusif dari 40,2% pada tahun 1997 menjadi 39,5% dan 32% pada tahun 2003 dan 2007. Terjadinya kerawanan gizi pada bayi disebabkan karena selain makanan yang kurang juga karena Air Susu Ibu (ASI) banyak diganti dengan susu botol dengan cara dan jumlah yang tidak memenuhi kebutuhan. Hal ini pertanda adanya perubahan sosial dan budaya yang negatif dipandang dari segi gizi (Februartanty, 2008).

Pertumbuhan dan perkembangan bayi sebagian besar ditentukan oleh jumlah ASI yang diperoleh termasuk energi dan zat gizi lainnya yang terkandung di dalam ASI tersebut. (Hendarto, 2008). Air Susu Ibu Eksklusif yang selanjutnya disebut ASI Eksklusif adalah ASI yang diberikan kepada bayi sejak dilahirkan selama 6 (enam) bulan, tanpa menambahkan dan/atau mengganti dengan makanan atau minuman lain.( PP No 33 Tahun 2012)

Hasil Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) 2010 menunjukkan persentase bayi yang menyusu eksklusif sampai dengan 6 bulan hanya 61,5 % se-Indonesia. Presentasi paling rendah ditempati oleh provinsi bali sebanyak 50,2 % dan tertinggi ditempati Provinsi Nusa Tenggara Timur sebanyak 79,4 %, sedangkan di Provinsi Kepulauan Riau sendiri hanya berkisar 55,5 %.Sebagian besar proses menyusui dilakukan pada kisaran waktu 1- 6 jam setelah bayi lahir, namun masih ada 11,1 % yang dilakukan setelah 48 jam.

Dalam pembangunan bangsa, peningkatan kualitas manusia harus dimulai sedini mungkin yaitu sejak dini dan sejak masih bayi, salah satu faktor yang memegang peranan penting dalam peningkatan kualitas manusia adalah pemberian Air Susu Ibu (ASI). (Hull D,2008). Pemberian ASI semaksimal mungkin merupakan kegiatan penting dalam pemeliharaan anak dan persiapan generasi penerus di masa depan. Akhir-akhir ini sering dibicarakan tentang peningkatan penggunaan ASI.

Hasil identifikasi berbagai studi menunjukkan bahwa peran ayah merupakan indikator terkuat dalam pengambilan keputusan pemberian ASI dan durasi menyusui Ibu yang berpendapat bahwa ayah mendukung praktik pemberian ASI akan terus menyusui hingga 6 bulan. (Roesli ,2000). Rendahnya dukungan ayah terhadap praktik menyusui berhubungan dengan penghentian pemberian ASI pada 2 minggu setelah melahirkan. (Juherman,2008).

Menurut Februhartanty (2008) bahwa sikap positif ayah terhadap pemberian ASI berasosiasi positif terhadap peran ayah dalam pencarian informasi tentang pemberian ASI dan pemberian makanan bayi, pemilihan tempat antenatal care (ANC), keterlibatan selama kunjungan ANC dan dalam berbagai kegiatan pengasuhan anak. Pengetahuan ayah yang baik mengenai ASI akan berpengaruh signifikan terhadap peran ayah, yaitu: pencarian informasi tentang pemberian ASI dan makanan bayi, keterlibatan dalam membuat keputusan tentang pemberian makanan saat ini, keterlibatan selama kunjungan ANC serta berbagai kegiatan pengasuhan anak. (Mullick,2005).

1.2 Identifikasi MasalahMasih terbatasnya studi mengenai hubungan peran ayah terhadap pemberian ASI eksklusif di Indonesia khususnya di Kota Batam dan mendorong penulis untuk melakukan analisis lebih lanjut dalam menemukan strategi pemecahan masalah yang berkaitan dengan peran ayah terhadap praktik pemberian ASI tersebut. Berdasarkan latar belakang yang diuraikan tersebut maka penulis mengajukan perumusan masalah Bagaimana Gambaran Hubungan Peran Ayah Terhadap Pemberian ASI Eksklusif di Rumah Liar (Ruli) Baloi Kebun Kota Batam Tahun 2013.

1.3 Tujuan Penelitiana) Tujuan UmumDiketahuinya hubungan antara Peran Ayah Terhadap Pemberian ASI di Rumah Liar (Ruli) Baloi Kebun Kota Batam Tahun 2013.

b) Tujuan Khusus1. Memberikan gambaran praktik pemberian ASI eksklusif di Ruli Baloi Kebun Kota Batam tahun 2013.2. Memberikan gambaran karakteristik sosioekonomi ayah, meliputi: umur,pendidikan, status pekerjaan, dan komposisi keluarga di Ruli Baloi Kebun Kota Batam tahun 2013.

1.4 Manfaat Penelitian1.4.1. Bagi Institusi KesehatanInformasi dari penelitian ini dapat digunakan oleh pengambil kebijakan untuk membuat program-program untuk memperbaiki strategi promosi pemberian ASI dimana hal tersebut hendaknya melibatkan ayah di dalamnya dan meningkatkan pengetahuan ayah mengenai ASI.

1.4.2. Bagi MasyarakatPenelitian ini memotivasi masyarakat untuk terus meningkatkan pengetahuan mengenai ASI dan bersikap positif terhadap praktik menyusui.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

ASI Secara alamiah, seorang ibu mampu menghasilkan Air Susu Ibu (ASI) segera setelah melahirkan. ASI merupakan makanan yang paling cocok bagi bayi karena mempunyai nilai gizi yang paling tinggi dibandingkan dengan makanan bayi yang dibuat oleh manusia ataupun susu yang berasal dari hewan seperti susu sapi, susu kerbau, atau susu kambing. Pemberian ASI secara penuh sangat dianjurkan oleh ahli gizi diseluruh dunia. Tidak satupun susu buatan manusia (susu formula) dapat menggantikan perlindungan kekebalan tubuh seorang bayi, seperti yang diperoleh dari susu kolostrum(Roesli,2000).

Air susu ibu selain sebagai sumber nutrisi dapat memberi perlindungan kepada bayi melalui berbagai zat kekebalan yang dikandungnya. Walaupun ibu dalam kondisi kekurangan gizi sekalipun(Riordan,2005).

Mengingat pentingnya pemberian ASI bagi tumbuh kembang yang optimal baik fisik maupun mental dan kecerdasannya, maka perlu perhatian agar dapat terlaksana dengan benar. Faktor keberhasilan dalam menyusui adalah dengan menyusui secara dini dengan posisi yang benar ,teratur dan eksklusif.

Komposisi ASIAir susu ibu (ASI) selalu mengalami perubahan selama beberapa periode tertentu. Perubahan ini sejalan dengan kebutuhan bayi: A. Kolostrum Kolostrum terbentuk selama periode terakhir kehamilan dan minggu pertama setelah bayi lahir. Kolostrum merupakan ASI yang keluar dari hari pertama sampai hari ke-4 yang kaya zat anti infeksi dan berprotein tinggi. Kandungan proteinnya 3 kali lebih banyak dari ASI mature. Cairan emas ini encer dan seringkali berwarna kuning atau dapat pula jernih yang mengandung sel hidup yang menyerupai sel darah putih yang dapat membunuh kuman penyakit. Kolostrum merupakan pencahar yang ideal untuk membersihkan mekonium dari usus bayi yang baru lahir. Volumenya bervariasi antara 2 dan 10 ml per feeding per hari selama 3 hari pertama, tergantung dari paritas ibu (Maryunani, 2012).

B. ASI peralihan/transisiMerupakan ASI yang dibuat setelah kolostrum dan sebelum ASI Mature (Kadang antara hari ke 4 dan 10 setelah melahirkan). Kadar protein makin merendah, sedangkan kadar karbohidrat dan lemak makin tinggi. Volumenya juga akan makin meningkat.

C. ASI mature ASI matang merupakan ASI yang keluar pada sekitar hari ke-14 dan seterusnya, komposisi relative konstan. Pada ibu yang sehat dengan produksi ASI cukup, ASI merupakan makanan satu-satunya yang paling baik dan cukup untuk bayi sampai umur enam bulan, Tidak menggumpal jika dipanaskan.(Riordan, 2005)

Manfaat ASIa) Manfaat ASI bagi bayiBanyak manfaat pemberian ASI khususnya ASI ekslusif yang dapat dirasakan yaitu (1) ASI sebagai nutrisi. (2) ASI meningkatkan daya tahan tubuh (3) menurunkan risiko mortalitas, risiko penyakit akut dan kronis, (4) Meningkatkan kecerdasan, (5) Menyusui meningkatkan jalinan kasih sayang (6) Sebagai makanan tunggal untuk memenuhi semua kebutuhan pertumbuhan bayi sampai usia selama enam bulan. (7) Mengandung asam lemak yang diperlukan untuk untuk pertumbuhan otak sehingga bayi yang diberi ASI Ekslusif lebih pandai. (8) Mengurangi resiko terkena penyakit kencing manis, kanker pada anak dan mengurangi kemungkinan menderita penyakit jantung. (9) Menunjang perkembangan motorik.

b) Manfaat ASI bagi ibuManfaat ASI bagi ibu antara lain (1) Pemberian ASI memberikan 98% metode kontrasepsi yang efisien selama 6 bulan pertama sesudah kelahiran bila diberikan hanya ASI saja (ekslusif) dan belum terjadi menstruasi kembali, (2) menurunkan risiko kanker payudara dan ovarium, (3) membantu ibu menurunkan berat badan setelah melahirkan (4) menurunkan risiko DM Tipe 2 (5) Pemberian ASI sangat ekonomis, (6) mengurangi terjadinya perdarahan bila langsung menyusui setelah melahirkan (7) mengurangi beban kerja ibu karena ASI tersedia dimana saja dan kapan saja (8) meningkatkan hubungan batin antara ibu dan bayi.(Stemler, 2004)

c) Manfaat ASI bagi keluargaAdapun manfaat ASI bagi keluarga (1) Tidak perlu uang untuk membeli susu formula, kayu bakar atau minyak untuk merebus air, susu atau peralatan (2) Bayi sehat berarti keluarga mengeluarkan biaya lebih sedikit (hemat) dalam perawatan kesehatan dan berkurangnya kekhawatiran bayi akan sakit, (3) Penjarangan kelahiran karena efek kontrasepsi dari ASI ekslusif, (4) Menghemat waktu keluarga bila bayi lebih sehat (5) Pemberian ASI pada bayi (meneteki) berarti hemat tenaga bagi keluarga sebab ASI selalu siap tersedia.(Juherman,2008)

ASI EksklusifPemberian

Click here to load reader

Reader Image
Embed Size (px)
Recommended