Home > Documents > Proposal BD Rudi

Proposal BD Rudi

Date post: 02-Aug-2015
Category:
Author: cintametri
View: 50 times
Download: 1 times
Share this document with a friend
Embed Size (px)
of 33 /33
PROPOSAL PRAKTIKUM BASIS DATA PERIODE I 2011/ 2012 SISTEM INFORMASI MINIMARKET Oleh : Laboratorium Bahasa Pemrograman RUDI SUSANTO 06.2008.1.04477 HENI KURNIAWAN 06.2008.1.04219 AFIFUDDIN 06.2008.1.90346
Transcript

PROPOSAL PRAKTIKUMBASIS DATA PERIODE I 2011/ 2012 SISTEM INFORMASI MINIMARKET

Oleh : RUDI SUSANTO HENI KURNIAWAN AFIFUDDIN 06.2008.1.04477 06.2008.1.04219 06.2008.1.90346

Laboratorium Bahasa Pemrograman Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi Informasi Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

2011/ 2012

KATA PENGANTARSyukur alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah Swt atas limpahan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas pembuatan rancangan proposal database dengan judul Perancangan Sistem Informasi Database Minimarket. Sistem Database Minimarket sangatlah kompleks, mengingat bukan hanya bagian internal perusahaan yang harus direncanakan desain databasenya, melainkan pihak ekstern seperti supplier. Selain itu kita juga harus merencanakan storage yang baik, sehingga bila nantinya ada pengembangan usaha, desain database ini masih bisa dan layak untuk digunakan. Selain itu, efektifitas dan efisiensi dalam perancangan desain database ini pun merupakan tolak ukur bagi kami dalam menyelsaikan proposal ini. Dalam menyelesaikan Praktikum ini, kami berpegang pada teori yang pernah kami dapatkan dari Mata Kuliah Basis Data, dan dari Dosen pengajar serta dari pihak pihak lain yang sangat membantu kami dalam mempelajari konsep dan penerapan serta aplikasi Database. Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan kami dalam pemahaman dan penguasaan materi Database. Oleh karena itu, besar harapan kami kepada Kepala Laboratorium dan Assistennya untuk membimbing dan mengarahkan kami selama mengikuti praktikum. Semoga dengan mengikuti praktikum ini kami dapat menguasai dan memahami serta dapat membuat aplikasi Database.

Surabaya, 10 Oktober 2011

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR DAFTAR ISII.

i ii 1 1 1

PENDAHULUAN I.1 LATAR BELAKANG I.2 PERMASALAHAN I.3 TUJUAN

II. LANDASAN TEORI

2 2 4 11 12 21 26 31 31 32 33 34 35 36

II.1 ORACLE II.2 DIAGRAM KONTEKS II.3 DFD LEVEL II.4 DIAGRAM BERJENJANG II.5 DOKUMEN FLOW II.6 ER - DIAGRAMIII. URAIAN SISTEM

III.1 DESKRIPSI SISTEM III.2 DIGRAM KONTEKS III.3 DFD - LEVEL III.4 CDM + PDM III.5 HIPO III.9 PENJADWALAN PRAKTIKUM

BAB I PENDAHULUAN

1.1.

LATAR BELAKANG Persaingan yang ketat diantara industri franchised seperti halnya

minimarket, mau tak mau mendorong para pelaku industri tersebut untuk memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada pelanggan, termasuk penyediaan informasi bagi para supplier, dan penyusunan jadwal distribusi produk mereka. Hal ini semakin terikat erat dengan pesatnya pula perkembangan teknologi computer yang mengubah semua proses pencatatatan dan akuntansi yang awalnya masih bersifat manual menjadi ter-komputerisasi dengan baik. Sealian di sisi sumber daya material yang sudah siap menyambut kelutnya persaingan di dunia usaha, para pelaku industry juga perlu membekali kemampuan para pekerjanya untuk bisa mengoperasikan alat-alat dan computer yang sudah disediakan sebagai media pencatat.

1.2.

PERMASALAHAN Berdasarkan pada uraian dari latar belakang, maka ada beberapa hal yang

perlu dipikirkan oleh seorang system analis database dalam menyusun database sebuah minimarket yang dipersiapkan untuk berkembang dan maju. Selain tentunya system database untuk menampung semua jenis dan detail barang yang akan dijual, namun juga perlu memikirkan system database untuk menampung data stock barang, data pembelian dan data penjualan, data karyawan dan penggajian, juga perlu memikirkan system database yang menampung data para supplier. Setelah memikirkan rancangan database, seorang system analis database juga merancang bagaimana flow kerja dari system database tersebut, serta mungkin perlu dipikirkan desain softwarenya mengingat tampilan yang user friendly memudahkan proses penginputan dan pengolahan data, sehingga meminimalisir factor kesalahan oleh human error. Mengingat begitu kompleksnya rancangan

desain database ini, melatarbelakangi kami dalam menyusun rancangan databasenya termasuk pula software yang akan menjadi input dan tampilan pertama bagi end user.

TUJUAN Adapun tujuan pembuatan Sistem Informasi Minimarket adalah sebagai berikut : 1. Membangun suatu system database yang didukung oleh software yang handal dan dibangun dengan fasilitas untuk mengolah data minimarket, dan membuat laporan yang sesuai. 2. Memperbaiki kinerja system database dari sebuah minimarket yang mungkin masih manual, sehingga membutuhkan waktu lama sehingga menjadi sebuah informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan.

BAB II LANDASAN TEORI

2.1.

Sekilas Tentang Oracle Oracle Corporation adalah salah satu perusahaan pembuat software yang

terkenal khususnya pada Database software. Perusahaan ini telah mengeluarkan banyak versi dari software mulai dari oracle 6.0, 8i, 9i hingga 10g. Produk produk tersebut biasa digunakan paa skala Enterprise (perusahaan), yang tentu saja harganya tidak murah bagi kita pengguna individual, lantas bagaimana kita bisa belajar Oracle dengan harga terjangkau , Oracle memberikan solusi untuk hal tersebut, Oracle XE merupakan versi freeware yang ditujukan bagi pemula atau pengguna individual yang ingin mempelajari oracle tanpa harus mengeluarkan biaya besar atau membajak software tersebut. Kebutuhan sistem komputer untuk pengguna widows : RAM minimum 256 namun lebih baik lebih prosesor pentium 4 sistem operasi windows XP , server 2003 dan vista. Struktur Berkas Oracle XE menggunakan Oracle sebagai aplikasi akan sangat mudah jika kita sudah memahami struktur dari oracle tersebut, banyak sekali kesulitan dalam penggunaan oracle hanya dikarenakan pola fikir yang instant , yaitu langsung ingin menggunakan sebagai aplikasi, tanpa mengerti seperti apa oracle itu sendiri. Untuk itu anda perlu melihat gambar berikut ini.

Gambar diatas memberikan ilustrasi tentang struktur database oracle , pada satu database Oracle yang sudah terinstall akan memiliki lebih dari satu tablespace. Tablespace digunakan untuk mengelompokkan data lojik. Sehingga secara adminstrasi akan lebih mudah mengelola setiap file yang berkaitan dengan aplikasi. Pada saat instalasi awal dalam direktori $ORACLE_BASE/oradata/ kita akan mendapatkan 6 buah file data yang memiliki ekstensi .DBF file tersebut berkaitan dengan Tablespace sebagai berikut.

DATA FLOW DIAGRAM Data Flow Diagram (DFD) adalah representasi grafik dari sebuah sistem. DFD menggambarkan komponen-komponen sebuah sistem, aliran-aliran data di mana komponen-komponen tersebut, dan asal, tujuan, dan penyimpanan dari data tersebut. Kita dapat menggunakan DFD untuk dua hal utama, yaitu untuk membuat dokumentasi dari sistem informasi yang ada, atau untuk menyusun dokumentasi untuk sistem informasi yang baru. Empat simbol yang digunakan :

Ada 3 (tiga) jenis DFD, yaitu ; Context Diagram (CD) DFD Fisik DFD Logis

DFD Level DFD dapat digambarkan dalam Diagram Context dan Level n. Huruf n dapat menggambarkan level dan proses di setiap lingkaran. Diagram Context Diagram Level n DFD Logis DFD Fisik

Context Diagram (CD) Diagram konteks adalah diagram yang terdiri dari suatu proses dan menggambarkan ruang lingkup suatu sistem. Diagram konteks merupakan level tertinggi dari DFD yang menggambarkan seluruh input ke sistem atau output dari sistem. Ia akan memberi gambaran tentang keseluruhan sistem. Sistem dibatasi oleh boundary (dapat digambarkan dengan garis putus). Dalam diagram konteks hanya ada satu proses. Tidak boleh ada store dalam diagram konteks. Diagram konteks berisi gambaran umum (secara garis besar) sistem yang akan dibuat. Secara kalimat, dapat dikatakan bahwa diagram konteks ini berisi siapa saja yang memberi data (dan data apa saja) ke sistem, serta kepada siapa saja informasi (dan informasi apa saja) yang harus dihasilkan sistem. Jadi, yang dibutuhkan adalah (1) Siapa saja pihak yang akan memberikan data ke sistem, (2) Data apa saja yang diberikannya ke sistem, .(3) kepada siapa sistem harus memberi informasi atau laporan, dan (4) apa saja isi/ jenis laporan yang harus dihasilkan sistem Kata Siapa di atas dilambangkan dengan kotak persegi (disebut dengan terminator), dan kata apa di atas dilambangkan dengan aliran data (disebut

dengan data flow), dan kata sistem dilambangkan dengan lingkaran (disebut dengan process).

Jenis pertama Context Diagram, adalah data flow diagram tingkat atas (DFD Top Level), yaitu diagram yang paling tidak detail, dari sebuah sistem informasi yang menggambarkan aliran-aliran data ke dalam dan ke luar sistem dan ke dalam dan ke luar entitas-entitas eksternal. (CD menggambarkan sistem dalam satu lingkaran dan hubungan dengan entitas luar. Lingkaran tersebut menggambarkan keseluruhan proses dalam sistem). Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menggambar CD; Terminologi sistem : Batas Sistem adalah batas antara daerah kepentingan sistem. Lingkungan Sistem adalah segala sesuatu yang berhubungan atau mempengaruhi sistem tersebut. Interface adalah aliran yang menghubungkan sebuah sistem dengan lingkungan sistem tersebut. Catatan: Yang masuk didalam lingkaran konteks (simbol proses) adalah kegiatan pemrosesan informasi (Batas Sistem). Kegiatan informasi adalah mengambil data dari file, mentransformasikan data, atau melakukan filing data, misalnya mempersiapkan dokumen, memasukkan, memeriksa, mengklasifikasi, mengatur,

menyortir, menghitung, meringkas data, dan melakukan filing data (baik yang melakukan secara manual maupun yang dilakukan secara terotomasi). Nama/keterangan di simbol proses tersebut sesuai dengan fungsi sistem tersebut, Antara Entitas Eksternal/Terminator tidak diperbolehkan komunikasi langsung Jika terdapat termintor yang mempunyai banyak masukan dan keluaran, diperbolehkan silang ( # ). Jika Terminator mewakili individu (personil) sebaiknya diwakili oleh peran yang dipermainkan personil tersebut. Aliran data ke proses dan keluar sebagai output keterangan aliran data berbeda. Diagram Level n / Data Flow Diagram Levelled Dalam diagram n DFD dapat digunakan untuk menggambarkan diagram fisik maupun diagram diagram logis. Dimana Diagram Level n merupakan hasil pengembangan dari Context Diagram ke dalam komponen yang lebih detail tersebut disebut dengan top-down partitioning. Jika kita melakukan pengembangan dengan benar, kita akan mendapatkan DFD-DFD yang seimbang. Sebagai contoh, gambar 1.1, gambar 1.2, gambar 1.3, gambar 1.4 dan gambar 1.5. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat DFD ialah: Pemberian Nomor pada diagram level n dengan ketentuan sebagai berikut: Setiap penurunan ke level yang lebih rendah harus mampu merepresentasikan proses tersebut dalam sepesifikasi proses yang jelas. Sehingga seandainya belum cukup jelas maka seharusnya diturunkan ke level yang lebih rendah. Setiap penurunan harus dilakukan hanya jika perlu. Tidak semua bagian dari sistem harus diturunkan dengan jumlah level yang sama karena yang kompleks bisa saja diturunkan, dan yang sederhana mungkin tidak perlu diturunkan. Selain itu, karena tidak semua proses dalam level yang sama punya derajat kompleksitas yang sama juga. untuk digambarkan lebih dari satu sehingga mencegah penggambaran yang terlalu rumit, dengan memberikan tanda asterik ( * ) atau garis

Konfirmasikan DFD yang telah dibuat pada pemakai dengan cara top-down. Aliran data yang masuk dan keluar pada suatu proses di level n harus berhubungan dengan aliran data yang masuk dan keluar pada level n+1. Dimana level n+1 tersebut mendefinisikan sub-proses pada level n tersebut.

Penyimpanan yang muncul pada level n harus didefinisikan kembali pada level n+1, sedangkan penyimpanan yang muncul pada level n tidak harus muncul pada level n-1 karena penyimpanan tersebut bersifat lokal.

Ketika mulai menurunkan DFD dari level tertinggi, cobalah untuk mengidentifikasi external events dimana sistem harus memberikan respon. External events dalam hal ini berarti suatu kejadian yang berkaitan dengan pengolahan data di luar sistem, dan menyebabkan sistem kita memberikan respon.

Jangan

menghubungkan

langsung

antara

satu

penyimpanan

dengan

penyimpanan lainnya (harus melalui proses). Jangan menghubungkan langsung dengan tempat penyimpanan data dengan entitas eksternal / terminator (harus melalui proses), atau sebaliknya. Jangan membuat suatu proses menerima input tetapi tidak pernah mengeluarkan output yang disebut dengan istilah black hole. Jangan membuat suatu tempat penyimpanan menerima input tetapi tidak pernah digunakan untuk proses. Jangan membuat suatu hasil proses yang lengkap dengan data yang terbatas yang disebut dengan istilah magic process. Jika terdapat terminator yang mempunyai banyak masukan dan keluaran, diperbolehkan untuk digambarkan lebih dari satu sehingga mencegah penggambaran yang terlalu rumit, dengan memberikan tanda asterik ( * ) atau garis silang ( # ), begitu dengan bentuk penyimpanan. Aliran data ke proses dan keluar sebagai output keterangan aliran data berbeda

Model Entity Relationship (Model ER) ERD adalah model konseptual yang mendeskripsikan hubungan antara penyimpanan (dalam DFD). ERD digunakan untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data. Dengan ERD, model dapat diuji dengan mengabaikan proses yang dilakukan. ERD pertama kali dideskripsikan oleh Peter Chen yang dibuat sebagai bagian dari perangkat lunak CASE. Notasi yang digunakan dalam ERD dapat dilihat pada Tabel di bawah ini :

Kardinalitas Relasi Dalam ERD hubungan (relasi) dapat terdiri dari sejumlah entitas yang disebut dengan derajad relasi. Derajad relasi maksimum disebut dengan kardinalitas sedangkan derajad minimum disebut dengan modalitas. Jadi kardinalitas relasi menunjukkan jumlah maksimum entitas yang dapat berelasi dengan entitas pada himpunan entitas lain. Kardinalitas relasi yang terjadi diantara dua himpunan entitas (misalnya A dan B) dapat berupa : 1. Satu ke satu (one to one/ 1-1) Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berelasi dengan paling banyak satu entitas pada himpunan entitas B, demikian juga sebaliknya. 2. Satu ke banyak (one to many/ 1- N) Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berelasi dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya. 3. Banyak ke banyak (many to many/ N N) Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berelasi dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, demikian juga sebaliknya. Tahapan Pembuatan ERD Diagram ER dibuat secara bertahap, ada dua kelompok pentahapan yang biasa ditempuh didalam pembuatan diagram ER, yaitu : 1. Tahap pembuatan diagram ER awal (preliminary design) 2. Tahap optimasi diagram ER (final design) Tujuan dari8 tahap pertama adalah untuk mendapatkan sebuah rancangan basis data minimal yang dapata mengakomodasi kebutuhan penyimpanan data terhadap sistem yang sedang ditinjau. Tahap awal ini umumnya mengabaikan anomali-anomali (proses pada basis data yang memberikan efek sampaing yang tidak diharapkan) yang menang ada sebagai suatu fakta. Anomali-anomali tersebut biasanya baru dipertimbangkan pada tahap kedua. Tahap kedua mempertimbangkan anomali-anomali dan juga memperhatikan aspek-aspek efisiensi, performasi dan fleksibilitas. Tiga hal tersebut seringkali dapat

saling bertolak belakang. Karena itu, tahap kedua ini ditempuh dengan melakukan koreksi terhadap tahap pertama. Bentuk koreksi yang terjadi dapat berupa pendekomposisian himpunan entitas, penggabungan himpunan entitas, pengubahan derajad relasi, penambahan relasi baru atau perubahan (penambahan dan pengurangan) atribut-atribut untuk masing-masing entitas dan relasi. Langkah-langkah teknis yang dapat dilakukan untuk mendapatkan ERD awal adalah : 1. Mengidentifikasi dan menetapkan seluruh himpunan entitas yang akan terlibat. 2. Menetukan atribut-atribut key (kunci) dari masing-masing himpunan entitas. 3. Mengidentifikasi dan menetapkan seluruh himpunan relasi diantara himpunan entitas-himpunan entitas yang ada beserta foreign-keynya (kunci asing/ kunci tamu). 4. Menentukan derajad /kardinalitas relasi untuk setiap himpunan relasi. 5. Melengkapi himpunan entitas dan himpunan relasi dengan atribut dekriptif (atribut yang bukan kunci)

BAB III URAIAN SISTEM3.1. Deskripsi System

Ada beberapa diskripsi yang menjelaskan Sistem Informasi Minimarket ini, yaitu : Di dalam sebuah manajemen Minimarket menyediakan beberapa macam barang untuk dijual, dan system ini akan membagi hak akses untuk menjalankan system ini, yaitu: 1. Admin, yaitu Admin dapat mengakses seluruh system yang terdapat Sistem Informasi ini, yaitu

3.2. Diagram Konteks

System informasi Minimark et

3.3. DFD LEVEL

3.4. Conceptual Data ModelBarang Petugas id_petugas Variable characters (7) nama_petugas Variable characters (20) alamat_petugas Variable characters (30) tlp_petugas Number (15) Identifier_1 id_barang Variable characters (7) nama_barang Variable characters (20) jenis_barang Variable characters (20) stok Variable characters (10) harga_jual Variable characters (20) harga_beli Variable characters (20) keterangan Variable characters (15) Identifier_2

Supplier Didapat id_supplier Variable characters (7) nama_supplier Variable characters (20) alamat_supplier Variable characters (35) tlp_supplier Number (17) Identi fier_1

Melaporkan

Mengecheck

owner id_owner Variable characters (7) nama_owner Variable characters (20) alamat_owner Variable characters (35) tlp_owner Number (17) Identifier_6 Melaksanakan Input_order order id_order Variable characters (7) tgl_order Date & Time status_order Variable characters (10) Approval Variable characters (8) id_petugas_supply Variable characters (7) tgl_supply Date & Time Identifier_7

Dilakukan_oleh

Mendetailkan

detail_order jml_barang_order Variable characters (20) jml_barang_supply Variable characters (20) harga_supply Variable characters (15)

Transaksi id_transaksi Variable characters (7) nama_transaksi Variable characters (20) jenis_transaksi Variable characters (20) jumlah_transaksi Variable characters (10) total_bayar Variable characters (15) Identifier_4

Memiliki

detail_transaksi jumlah Variable characters (20) harga_jual Variable characters (20) harga_beli Variable characters (20)

3.5. Physical Data Modelo rd e r i d _ o rd e r v a rc h a r(7 )< p k> i d _ p e tu g a s v a rc h a r(7 )< fk> tg l _ o rd e r ti m e st a m p sta tu s_ o rd e r v a rc h a r(1 0 ) A p p ro v a l v a rc h a r(8 ) i d _ p e tu g a s_ su pvp lrc h a r(7 ) ay tg l _ su p p l y ti m e st a m p

S u p p l ie r i d _ su p p l i e r v a rc h a r(7 ) < p k> i d _ o rd e r v a rc h a r(7 ) < fk> n a m a _ su p p l i e a rc h a r(2 0 ) vr a l a m a t_ su p p lvi a rc h a r(3 5 ) er tl p _ su p p l i e r n u m e ri c (1 7 ) B a ra n g i d _ b a ra n g v a rc h a r(7 )< p k> i d _ p e tu g a s v a rc h a r(7 )< fk1 > i d _ su p p l i e r v a rc h a r(7 )< fk2 > n a m a _ b a ra n a rc h a r(2 0 ) vg j e n i s_ b a ra n v a rc h a r(2 0 ) g sto k v a rc h a r(1 0 ) h a rg a _ j u a l v a rc h a r(2 0 ) h a rg a _ b e l i v a rc h a r(2 0 ) ke te ra n g a n v a rc h a r(1 5 ) d e ta i l _ o rd e r i d _ o rd e r v a rc h a r(7 )< fk> j m l _ b a ra n g _ o rdve rrc h a r(2 0 ) a j m l _ b a ra n g _ su p p lrc h a r(2 0 ) va y h a rg a _ su p p l y v a rc h a r(1 5 )

P e tu g a s i d _ p e tu g a s v a rc h a r(7 ) < p k> id _ o wn e r v a rc h a r(7 ) < fk> n a m a _ p e tu g a s rc h a r(2 0 ) va a l a m a t_ p e tu g a s h a r(3 0 ) v rc tl p _ p e tu g a s n u m e ri c (1 5 )

T ra n sa ksi owner i d _ o w n e r v a rc h a r(7 ) < p k> i d _ p e tu g a s v a rc h a r(7 ) < fk> n a m a _ o w n evra rc h a r(2 0 ) a l a m a t_ o w nvearrc h a r(3 5 ) tl p _ o w n e r n u m e ri c (1 7 ) i d _ tra n sa ksi v a rc h a r(7 )< p k> i d _ p e t u g a s v a rc h a r(7 )< fk> n a m a _ tra n sa ksi rc h a r(2 0 ) va j e n i s_ tra n sa ksi a rc h a r(2 0 ) v j u m l a h _ tra n sa ksi h a r(1 0 ) v a rc to ta l _ b a y a r v a rc h a r(1 5 )

d e ta i l _ tra n sa ksi i d _ t ra n sa ksi rc h a r(7 )< fk> va j u m l a h v a rc h a r(2 0 ) h a rg a _ j u avl a rc h a r(2 0 ) h a rg a _ b e lvi a rc h a r(2 0 )

Penjadwalan Praktikum Pertemuan I II III IV V

Kegiatan Implementasi Modul Membuat Uraian Sistem - Membuat Phisical Diagram Membuat Implementasi Desain Phisic dan Pemberian hak akses Membuat tabel sesuai project - Memberikan hak akses kepada setiap user Membuat Procedure dan Function untuk melakukan proses DML Membuat Trigger Merancang Program Aplikasi Mengkoneksikan Database ke program Aplikasi -

Pelaksana Semua Anggota

Semua Anggota

Semua Anggota Semua Anggota Semua Anggota Semua Anggota

DAFTAR PUSTAKA

1. Razaq,Abdul, 2004. Belajar Cepat Langsung Praktek VISUAL BASIC 6.0, Yogyakarta: Penerbit Indah 2. Dian, Jaya, ST, 2005. Pemrograman Visual Basic, Yogyakarta: IMKI Prima 3. Fathansyah Ir, 1999, Basis Data, Informatika, Bandung. 4. Firdaus, 2005, Pemrograman Database Visual Basic 6.0, Maxikom, Palembang. 5. Jogiyanto HM, 2005, Sistem Teknologi Informasi Edisi II, Andi, Yogyakarta 6. Kadir Abdul, 2002, Pengenalan Sisitem Informasi, Andi, Yogyakarta.


Recommended