Home >Documents >Profil Kec. Siantar 2011

Profil Kec. Siantar 2011

Date post:06-Mar-2016
Category:
View:99 times
Download:1 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • PROFIL KECAMATAN

    SIANTAR

    2011

  • PROFIL KECAMATAN SIANTAR 2011

    ISSN : -

    No Publikasi : 12095.12.48

    Katalog BPS : -

    Ukuran Buku : B5

    Jumlah Halaman : 48 lembar

    Naskah : BPS Kabupaten Simalungun

    Gambar Kulit : BPS Kabupaten Simalungun

    Diterbitkan oleh : BPS Kabupaten Simalungun

    Dicetak Oleh : -

    Boleh dikutip dengan meyebut sumbernya

  • i

    KATA PENGANTAR

    Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa Badan Pusat Statistik

    (BPS) dan Badan Perencanaan Pembangunan Daeah (BAPPEDA)

    Simalungun dapat menyelesaikan Publikasi Profil Kecamatan

    SIANTAR Tahun 2011.

    Menyadari kebutuhan data statistik yang semakin meningkat, maka

    BPS dan BAPPEDA Simalungun diharapkan terus berusaha untuk

    meningkatkan ragam dan kualitas data, dengan harapan data yang

    disajikan semakin hari akan semakin lengkap dan akurat sehingga

    profil kecamatan diupayakan dapat terbit setiap tahun.

    Akhirnya, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang

    telah membantu hingga terbitnya publikasi ini dan kami harapkan

    kritik dan saran dalam rangka perbaikannya dimasa mendatang.

    BAPPEDA KABUPATEN SIMALUNGUN

    Kepala,

    DR. Ir.BINSAR SITUMORANG, M.Si, MAP.

    NIP. 19630602 199003 1 003

    Pematang Raya, Desember 2011

    BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN SIMALUNGUN

    Kepala,

    Drs. ASI MATANARI

    NIP.19640403 199103 1 005

  • Kata Pengantar i

    Daftar Isi ii

    Sejarah singkat 1

    Geografi 5

    Topografi 6

    Pemerintahan 8

    Kependudukan 10

    Potensi Daerah 14

    Pertanian 14

    Perkebunan 15

    Peternakan 16

    Industri 18

    Pertambangan 19

    Infrastruktur 21

    Kesehatan 21

    Pendidikan 22

    Sarana Ibadah 27

    Jalan 28

    Jaringan Listrik dan Air Minum

    30

    L A M P I R A N

    ii

  • SEJARAH BAB I

    PROFIL KECAMATAN SIANTAR 1

    Sejarah Terbentuknya Siantar

    A. Asal Mula Kerajaan Siantar

    Pada masa sebelum Indonesia memproklamirkan

    kemerdekaannya tanggal 17 Agustus 1945, wilayah Indonesia

    dipimpin oleh para raja dan sultan. Para raja dan sultan ini

    senantiasa berkeinginan memperluas wilayahnya masing-masing

    sehingga kerap terjadi peperangan antara kerajaan yang satu

    dengan kerajaan yang lain.Hal ini memberikan peluang besar bagi

    Pemerintah Belanda memasuki wilayah Indonesia.

    Setelah kedatangan Belanda ke Indonesia, perpecahan dan

    peperangan antara kerajaan semakin meningkat akibat adanya

    politik adu domba yang dijalankan oleh pemerintah Belanda.

    Demikian juga halnya di daerah Simalungun sekitar tahun 500-1290

    Masehi, menurut buku Hukum Adat Simalungun, dipimpin oleh Raja

    Nagur.

    Dari buku Raja Sangnawaluh terkutip bahwa Raja Nagur

    mempunyai anak tunggal yang bernama Raja Namartuah Damanik.

    Raja Namartuah Damanik sebelum menjadi raja menjabat sebagai

    Panglima Kerajaan Nagur wilayah Pesisir Pantai Timur yang

    bermarkas di Mariah Bandar pada lokasi Bukit Kubah (dekat Kota

    Perdagangan). Karena Raja Nagur hijrah ke hulu Sungai Pasai maka

    Panglima Namartuah Damanik pun pergi mengembara sampai ke

    daerah Sipolha dan menikah dengan putri dari sahabatnya, yaitu

    Raja Mangatur Manurung. Pada saat istrinya mengandung anak

    kedua, Panglima Namartuah Damanik mengembara sampai ke

    wilayah Kerajaan Jumorlang di Naga Huta. Dalam pengembaraan itu

    beliau menyamar sebagai seorang pandai besi dan bertempat tinggal

    di Attaran Pulo Holang. Pada suatu saat terjadi perang tanding

    antara Panglima Namartuah Damanik dan Raja Jumorlang, dengan

    perjanjian siapa yang menang maka berhak menjadi raja di Kerajaan

    Jumorlang. Akibat Raja Jumorlang tewas oleh senjatanya sendiri

    maka Panglima Namartuah Damanik menjadi raja dengan pusat

    kerajaan di Attaran Pulo Holang dan menikahi janda dari Raja

    Jumorlang terdahulu.

  • SEJARAH BAB I

    PROFIL KECAMATAN SIANTAR 2

    Attaran dalam Bahasa Simalungun berarti lapangan, karena

    Pulo Holang tempat Kerajaan Siattar pada waktu itu ideal dengan

    attaran atau lapangan. Ditambah dengan awalan si,attaran menjadi

    suatu nama tempat. Dari kata inilah asal nama Siattar yang berarti

    tempat atau lokasi yang lapang. Akibat perubahan lafaz, pengucapan

    Siattar berubah menjadi Siantar, tanpa mengurangi arti sebenarnya.

    Kerajaan Siattar mempunyai wilayah pemerintahan sebagai

    berikut:

    1. Partuanon Naga Huta, partuanon pada Kerajaan Siattar.

    2. Partuanon Sipolha, partuanon pada Kerajaan Siattar.

    3. Partuanon Marihat, partuanon pada Kerajaan Siattar.

    4. Partuanon Sidamanik, tungkot Kerajaan Siattar.

    5. Partuanon Bandar, tungkot Kerajaan Siattar.

    6. Partuanon Tuan Dolok Malela, Tuan Bangun dan lain-lain

    langsung di bawah pemerintahan Raja Siattar.

    Setelah Raja Namartuah Damanik mangkat (raib di sekitar

    Gunung Sijambak Bahir) maka secara turun temurun pemerintahan

    Kerajaan Siattar dipimpin oleh anak dan cucu-cucunya. Secara

    hiraki,Raja Kerajaan Siattar mulai dari raja pertama (Raja Namartuah

    Damanik) memiliki 15 generasi, dimana generasi ke-15 atau raja

    terakhir adalah Raja Riah Kadim Damanik. Diantara raja-raja yang

    pernah memimpin Kerajaan Siattar, Raja Sangnawaluh yang

    merupakan raja ke-14 adalah raja yang paling terkenal karena

    memiliki delapan sifat, yaitu: pengasih, pelayan, jujur, berani,

    bertanggung jawab, teguh pendirian, saling hormat menghormati dan

    membangun. Di samping kedelapan sifat tersebut, Raja

    Sangnawaluh juga terkenal karena keberaniannya menentang

    penjajahan Belanda di Indonesia, terutama di wilayah Simalungun.

    Beliau senantiasa berpendirian teguh, tidak mau tunduk dan

    kompromi dengan Pemerintahan Belanda sehingga akhirnya beliau

    dibuang ke Pulau Bengkalis bersama-sama dengan keluarga kecuali

    Tuan Riah Kadim Damanik yang menjabat sebagai Raja Siattar yang

    terakhir.

  • SEJARAH BAB I

    PROFIL KECAMATAN SIANTAR 3

    B. Zaman Setelah Kemerdekaan RI

    Setelah proklamasi kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus

    1945, Gubernur Wilayah Sumatera Tengku Muhammad Hasan

    dipercaya menyusun Pemerintahan Republik Indonesia di wilayah

    Sumatera. Khusus untuk wilayah Simalungun dihunjuk Tuan Maja

    Purba sebagai wakil pemerintah Republik Indonesia. Akibat

    kekosongan sistem pemerintahan, maka untuk sementara

    Kecamatan Siantar dipimpin oleh Poniran (1945-1946). Kedudukan

    Tuan Maja Purba pernah digantikan oleh Urbanus Pardede pada

    permulaan tahun 1947,akan tetapi diangkat kembali menjadi Kepala

    Daerah Simalungun pada bulan Juni 1947. Saat itu Kecamatan

    Siantar dipimpin oleh Sabtu Siregar.

    Pada tanggal 29 Desember 1949 terjadi penyerahan

    kedaulatan kepada Bangsa Indonesia dari Pemerintah Belanda

    dalam bentuk negara serikat, sehingga sejak 28 Desember 1950

    Tuan Maja Purba menjadi Kepala Daerah Kabupaten Simalungun

    merangkap Kepala Pemerintahan Kotapraja Pematang Siantar.

    Selama empat tahun kepemimpinan Tuan Maja Purba,

    Kabupaten Simalungun disusun pemerintahannya menjadi 3 (tiga)

    kewedanan dan 17 kecamatan, salah satu diantaranya Kecamatan

    Siantar yang berpusat di Pematang Siantar dan dipimpin oleh Sabtu

    Siregar sebagai camat hingga tahun 1953. Adapun pejabat yang

    pernah menduduki jabatan camat di Kecamatan Siantar setelah

    kepemimpinan Sabtu Siregar adalah sebagai berikut:

  • SEJARAH BAB I

    PROFIL KECAMATAN SIANTAR 4

    No. Nama Masa Jabatan

    (1) (2) (3)

    1. Frinus Saragih 1953 1957

    2. Bismar Saragih 1957 1962

    3. M. Zakaria Sinaga 1962 1966

    4. Resman Sihombing 1966 1970

    5. K.Y. Nainggolan 1970 1974

    6. A. Ernist Siahaan 1974 1979

    7. D. Kenan Purba 1979 1981

    8. Nalim Purba, BA 1981 1986

    9. Jari Muhtar Damanik 1986 1988

    10. Drs. J.M. Lumban Gaol 1988 1993

    11. Rajisman Sinaga, BA 1993 1998

    12. Jasarman Sinaga, BA 1953 2000

    13. Trisno Gunawan, BA 2000 2002

    14. Syahrun Purba, BA 2002 2003

    15. Josua, SH 2003 2006

    16. Drs. Jandris F. Damanik 2006 2010

    17. DR. Drs. Marto Silalahi, MSi 2010 2011

    18. Yan Petrus Sraragih, SH 2011 2012

    19. Drs. Sabmenta J.K. Pasaribu, MSi 2012

    Sumber: Kantor Camat Siantar

  • GEOGRAFI BAB II

    PROFIL KECAMATAN SIANTAR 5

    2. Kondisi Geografis

    Gambar 2.1 Peta Kecamatan Siantar

    Sebelah utara Kecamatan Siantar berbatasan dengan

    Kecamatan Gunung Maligas , sebelah selatan berbatasan dengan

    Kecamatan Tanah Jawa, sebelah barat berbatasan dengan Kota

    Pematang Siantar, dan sebelah timur berbatasan dengan

    Kecamatan Gunung Malela.

    Terletak antara:

    Lintang Utara : 025222" - 025956"

    Bujur Timur : 990118" - 990919"

  • TOPOGRAFI BAB III

    PROFIL KECAMATAN SIANTAR 6

    Gambar 3.1 Pintu Gerbang Simanja di Nagori Siantar Estate

    3. Kondisi Topografi

    Letak Kecamatan Siantar di atas permukaan laut adalah 151-

    750 meter. Berdasarkan topografinya, daerah ini t

Embed Size (px)
Recommended