Home >Documents >Production Possibility Frontier dan Opportunity Cost Possibility Frontier dan Opportunity Cost...

Production Possibility Frontier dan Opportunity Cost Possibility Frontier dan Opportunity Cost...

Date post:25-Oct-2020
Category:
View:1 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • Production Possibility

    Frontier dan Opportunity Cost

    Seminar Online Ekonomi Kesehatan Seri 2

    Program Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana,

    Universitas Sebelas Maret

    Prof. Bhisma Murti

  • Fungsi Produksi

    Input

    (sumber daya)

    Proses

    produksi

    Ouput

    (produk)

    1. Lahan (land) 2. Tenaga kerja (labor)

    ▪ Medis ▪ Non-medis

    3. Modal (capital) ▪ Peralatan medis

    4. Teknologi

    1. Produk kesehatan 2. Pelayanan kesehatan 3. Sumberdaya

    kesehatan 4. Kesehatan

    Production Possibility Frontier (PPF) adalah konsep menyangkut

    produksi…Jadi untuk memahami PPF perlu

    diingat kembali materi dari Seminar Ekonomi

    Kesehatan Seri 1….

    PPF merupakan konsep penting dalam ekonomi modern, yang dapat digunakan untuk

    menjelaskan berbagai aspek ekonomi: (1) kelangkaan (scarcity); (2) biaya pengorbanan

    (opportunity cost); (3) tingkat marginal transformasi (marginal rate of

    transformation); (4) efisiensi produktif (productive efficiency); (5) efisiensi alokatif

    (allocative efficiency); (6) skala ekonomi (economies of scale); dll.

    Modifying factors (moderator), misal tipe

    RS pemerintah atau swasta

    First Thing First…

  • Apakah Production Possibility Frontier?

    Production Possibility Frontier (Batas Kemungkinan Produksi) adalah kurva yang

    menunjukkan semua kemungkinan kombinasi produksi barang atau pelayanan dalam jumlah

    maksimum dengan menggunakan secara maksimal sumberdaya produktif dan

    teknologi yang tersedia.

    Contoh: PPF di sebelah kanan menunjukkan bahwa sumberdaya produktif dan teknologi yang

    ada jika digunakan maksimal akan dapat menyediakan pelayanan kesehatan kuratif di satu sisi dan pelayanan promotif-preventif di sisi lain

    untuk masyarakat sebuah kabupaten dengan berbagai kombinasi kuantitas kedua jenis pelayanan, misalnya di titik B, C dan D. Pelayanan kuratif

    Pelayanan promotif- preventif

    Di titik A, banyak sumberdaya produktif yang menganggur (tidak

    digunakan); produksi pelayanan kesehatan

    lebih rendah daripada kapasitas

    Jumlah pelayanan kesehatan kesehatan di titik X tidak mungkin dihasilkan dengan menggunakan sumberdaya

    dan teknologi yang tersedia

    Production Possibility

    Frontier (PPF)

  • Tidak bisa dicapai dengan

    sumberdaya yang ada

    Pelayanan primer

    Pelayanan sekunder

    Efisien dalam produksi

    (productively efficient)

    Inefisien dalam produksi

    (productively inefficient)

    Production Possibility

    Frontier dan Efisiensi Produksi

    Efisiensi produktif terjadi jika level output barang atau pelayanan tertentu (fixed output) diproduksi dengan

    menggunakan kombinasi input (input mix) yang berbiaya

    terendah.

    Efisiensi produktif bisa juga terjadi ketika

    penggunaan kombinasi input yang tersedia

    (fixed input) menghasilkan level

    output barang atau pelayanan yang

    maksimal.

  • Kemungkinan Produksi

    Pelayanan primer

    Pelayanan sekunder

    Opportunity Cost untuk menambah 1

    unit pelayanan primer

    Pelayanan primer

    Pelayanan sekunder

    Production Possibility Frontier

    dan Opportunity Cost

    Production Possibility Frontier

    Opportunity Cost (biaya pengorbanan) adalah manfaat yang

    hilang (yakni, yang harus dikorbankan) yang sesungguhnya bisa

    diperoleh dari suatu alternatif lainnya yang tidak dipilih, karena

    memilih menggunakan sumberdaya itu untuk suatu alternatif.

    Contoh: Ketika DKK memutuskan untuk meningkatkan produksi pelayanan primer

    dari 3 unit (titik D) menjadi 4 unit (titik E), maka sebanyak 4 unit (9-5 unit) pelayanan

    sekunder harus hilang (yakni, dikorbankan). Jadi opportunity cost= 4 unit.

    Opportunity

    Cost

    Apakah Opportunity Cost?

  • Efisien dalam produksi, tidak efisien dalam

    alokasi sumberdaya

    Kurva Preferensi Masyarakat (Social

    Indifference Curve)

    Pendidikan (education)

    Pelayanan kesehatan

    (healthcare)

    Efisien dalam produksi dan efisien dalam

    alokasi sumberdaya

    Apakah Efisiensi Alokatif?

    Efisiensi alokatif (allocative efficiency) disebut juga Pareto-

    efisiensi (Pareto-efficiency), Pareto- optimality, atau Efisiensi Sosial

    (Social Efficiency)

    Apakah Kurva Indiferens Sosial (Social Indifference Curve)?

    Production Possibility Frontier

    dan Efisiensi Alokatif

    kondisi ekonomi yang ideal di mana semua sumberdaya yang tersedia

    digunakan dengan maksimal untuk memproduksi kombinasi barang dan

    pelayanan yang diinginkan masyarakat dan tidak memproduksi barang dan pelayanan

    yang tidak diinginkan masyarakat

    Social indifference curve merupakan kurva preferensi masyarakat yang

    menunjukkan distribusi kesejahteraan warga masyarakat yang dipandang

    pembuat kebijakan memberikan tingkat kesejahteraan sosial yang sama (misal, di

    titik C dan D)

    D

  • A

    Populasi I (Banyak usia

    lanjut)

    D C

    B Populasi II (Banyak usia

    muda)

    Social Indifference

    Curve II

    Social Indifference

    Curve I

    Pendidikan (Education)

    Pelayanan Kesehatan

    (Healthcare)

    Efisiensi Alokatif I

    Efisiensi Alokatif II

    Tidak Efisiensi Alokatif

    Efisiensi alokatif dari dua populasi yang

    berbeda karakteristik sosio-demografik

    Production Possibility Frontier, Pilihan Sosial, dan Efisiensi Alokatif

    PPF

  • P

    P

    Pelayanan kuratif

    Pelayanan promotif- preventif

    Production Possibility Frontier

    Sumberdaya produktif dapat digunakan kembali secara

    penuh dan efisien, sehingga level output kombinasi kedua

    produk kembali ke posisi semua, berpindah dari titik U

    ke titik Q, R, atau S

    Problem Pengangguran,

    Rendahnya Penggunaan Sumberdaya,

    dan Dampaknya terhadap

    Production Possibility

    Frontier

    Pada masa pandemi Covid-19 di mana terdapat

    pembatasan aktivitas ekonomi (misal, lockdown), maka sumberdaya yang ada

    tidak dapat digunakan secara penuh atau tidak efisien, terjadi resesi .

    Pada masa resesi terjadi pengangguran, penurunan income, penurunan daya beli, penurunan

    penjualan, penurunan produksi, level ouput produksi rendah di titik U

    Di masa recovery (pemulihan), sesuai dengan teori makroekonomi Keynesian bahwa pemerintah perlu

    melakukan intervensi fiskal dan/ atau moneter, misalnya upaya

    meningkatkan daya beli masyarakat, maka penjualan meningkat dan

    produksi meningkat

    Ouput masa resesi

    Ouput masa

    normal

  • Pertumbuhan Ekonomi, Teknologi,

    dan Dampaknya terhadap Production

    Possibility Frontier

    Kurva PPF bergeser ke luar (ke kanan), yang

    menunjukkan peningkatan kemungkinan produksi barang dan pelayanan

    Kurva PPF semula

    Kurva PPF baru

    Ketika pertumbuhan ekonomi meningkat, maka

    jumlah sumberdaya produktif (land, labor, dan

    capital) meningkat, dan kapasitas produktif

    ekonomi akan meningkat

    Demikian juga, riset dan pengembangan menemukan teknologi baru tentang cara/ metode yang lebih baik dalam produksi,

    maka production possibility frontier akan bergeser ke kanan

    Bedanya dengan pertumbuhan ekonomi, kemajuan teknologi

    meningkatkan efisiensi produksi; dengan menggunakan jumlah

    sumberdaya yang tetap dihasilkan barang dan pelayanan

    yang lebih banyak

    Contoh, teknologi digital meningkatkan pemeriksaan suhu tubuh, detak jantung, tekanan darah, gula darah, kolesterol darah, asam urat, dll dengan

    sumberdaya yang tetap.

  • Kesimpulan PPF merupakan konsep penting dalam

    ekonomi modern, yang dapat digunakan untuk menjelaskan berbagai aspek ekonomi: (1)

    kelangkaan (scarcity); (2) biaya pengorbanan (opportunity cost); (3) tingkat marginal

    transformasi (marginal rate of transformation); (4) efisiensi produktif

    (productive efficiency); (5) efisiensi alokatif (allocative efficiency); (6) skala ekonomi (economies of scale); (7) resesi ekonomi

    (recession); (8) pemulihan ekonomi (economic recovery); (9) dampak pertumbuhan ekonomi;

    (10) dampak teknologi; dll.

  • Zoom you later…

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended