Home >Documents >Presentasi Powerpoint Modul 2 Psm Jaga - Jaga

Presentasi Powerpoint Modul 2 Psm Jaga - Jaga

Date post:02-Aug-2015
Category:
View:77 times
Download:2 times
Share this document with a friend
Transcript:

SISTEM PRODUKSIOleh:1.Teddy Gunarso S (0932115015) 2.Sugeng Riyadi (0932010003) 3. Astaldhita (0932215020) 4. Dony (0932015004) 5.Rokhim (0932015011)

LATARBELAKANG Perkembangan industri baik industri jasa maupun yang menghasilkan produk berkembang sangat pesat, perusahaan saling bersaing untuk mencari pasar konsumen yang tepat. Dalam menghadapi permasalahan - permasalahan industri yang semakin tidak pasti dan saling kait - mengkait dengan lingkungannya maka diperlukan satu pendekatan yang mampu dipakai untuk memecahkan permasalahan tersebut secara tepat.

TUJUAN PRATIKUM Mengetahui tingkat kualitas produk dari hasil produksi dibandingkan dengan standart kualitas. Mampu mempertahankan kualitas yang sudah tinggi dan mengurangi jumlah produk yang rusak. Mampu mengidentifikasi kecacatan dan tingkat kualitas dengan menggunakan metode seven tools dan eight step. Mengetahui kerugian kerugian karena kerusakan bahan dan produk hasil produksi. Mampu membuat rencana persediaan ( EOQ ) Mampu membuat rencana produksi pada tahap perencanaan kebutuhan material ( MRP ).

BATASAN MASALAH Masalah ini dibatasi pada pengendalian kualitas dengan menggunakan metode seven tools dan eight step. Sebagai derajat / tingkatan kualitas produk yaitu produk yang memenuhi persyaratan dari quality standart yaitu norma norma yang harus dicapai sehingga diharapkan dapat memperoleh hasil output yang ergonomic dengan pengerjaan yang dilakukan secara efektif dan efisien. Data yang diambil dari sesion Rabu sore, Selasa I, Selasa II, dan Rabu I.

Penjelasan Flow chart : Mulai. Berisi tentang kegiatan yang dilakukan Perumusan dan tujuan praktikum. Dalam perumusan dan tujuan praktikum ini kita mengidentifikasi tingkat kecacatan, membuat rencana persediaan, membuat perencanaan kebutuhan material. Identifikasi masalah. Dalam menyelesaikan masalah, akan mengetahui tujuan dari praktikum ini, salah satunya mampu menyelesaikan masalah kecacatan barang Mengolah data pengolahan data menggunakan seven tools antara lain : chek sheet, diagaram batang, diagram sebab akibat, histogram, diagram pareto, peta kontrol X dan R. Mencari penyebab. Dapat diketahui penyebab penyebab utama dalam kecacatan produk. Membuat rencana perbaikan Setelah diketahui penyebab kecacatan dari produk maka dibuat rencana perbaikan untuk memperbaiki Memeriksa hasil perbaikan Membuat rencana perbaikan maka dilakukan pemeriksaan hasil perbaikan

Hasil baik Kalau hasi baik lanjutkan,kalao hasil tidak baik maka kembali membuat rencana perbaikan. Membuat standarisasi setelah didapat hasil yang baik maka selanjutnya membuat standarisasi produk tersebut. Menentukan permasalahan berikutnya Misal : Permasalahan pertama kita adalah pada bagian pemotongan apabila perbaikan yang kita lakukan dapat mengurangi cacat yang disebabkan pada bagian pemotongan mka kita dapat menentukan permasalahan berikutnya.Apa ada masalah berikutnya Apakah ada masalah berikutnya Kalau tidak ada masalah lanjutkan, ada masalah maka kembali mencari penyebab masalah. Analisa dan Perbaikan Dalam hal ini kita melakukan analisa terhadap masalah setelah itu kita melakukan perbaikan. Kesimpulan dan saran Pada pembahasan ini berisi tentang kesimpulan dan saran. 14. Selesai

4.1.1 Karakteristik Standart Kualitas Sandal Pemotongan Kap dan Garis kap Bekas bolpoin Miring Panjang garis kap

Pemasangan kap Ketepatan ukuran (pakai kasbut) Miring

Pengeleman Bercak bercak lem pada sandal

Rolling Sandal Melengkung Ada Gelembung Lem kurang rekat

Finishing Kerataan Penggerindaan

Pemakaian ( ergonomis ) Enak dan nyaman

Analisa : Dari lembar pengecekan (Check Sheet) diatas diketahui jumlah cacat dari jenis kecacatan pada proses pembuatan sandal motif sebagai berikut : pada bagian Pemotongan terdapat 179 cacat dengan ratarata ( ) sebesar 11,18 dan range (R) sebesar 15, pada bagian Pemasangan Jepit terdapat 121 cacat dengan rata-rata ( ) sebesar 7,56 dan range (R) sebesar 9, untuk bagian Pengeleman terdapat 102 cacat dengan rata-rata ( ) sebesar 6,375 dan range (R) sebesar 24, pada bagian Rolling terdapat 114 cacat dengan rata-rata ( ) sebesar 7,125 dan range (R) sebesar 28. Bagian Finishing terdapat 119 cacat dengan rata-rata ( ) sebesar 7,437 dan range (R) sebesar 20. Bagian Pemakaian terdapat 48 cacat dengan rata-rata ( ) sebesar 3 dan range (R) sebesar 7. Dengan jumlah jenis cacat keseluruhan sebesar 683 cacat, jumlah rata-rata ( ) keseluruhan sebesar 42,67 dan jumlah Range (R) keseluruhan sebesar 103

Analisa : Dari diagram diatas dapat diketahui bawa cacat terbesar hdala pemotongan garis kap dan penyebab penyebab kecacatanya : lingkungan, material, metode, manusia dan peralatan.

4.2.1 Karakteristik Standart Kualitas Sandal. Pemotongan alas motif Proposional Garis jepit Lubang jepit

Pemasangan jepit Miring Jepit terbalik

Pengeleman Bercak bercak lem pada sandal

Rolling Sandal Melengkung Ada gelembung Lem kurang rekat

Finishing Kerataan penggerindaan

Kanan dan kiri. Depan dan belkang. Pemakaian ( ergonomis ) Enak dan nyaman Ukuran

Analisa : Dari lembar pengecekan (Check Sheet) diatas diketahui jumlah cacat dari jenis kecacatan pada proses pembuatan sandal motif sebagai berikut : pada bagian alas motif terdapat 115 cacat dengan rata-rata ( ) sebesar 19,16 dan range (R) sebesar 19 pada bagia Pemasangan jepit terdapat 57 cacat dengan rata-rata ( ) sebesar 3,56 dan range (R) sebesar 7, untuk bagian Pengeleman terdapat 66 cacat dengan rata-rata ( ) sebesar 4,125 dan range (R) sebesar 10, pada bagian Rolling terdapat 79 cacat dengan rata-rata ( ) sebesar 4,937 dan range (R) sebesar 20. Bagian Finishing terdapat 85 cacat dengan rata-rata ( ) sebesar 5,312 dan range (R) sebesar 14. Bagian Pemakaian terdapat 60 cacat dengan rata-rata ( ) sebesar 3,75 dan range (R) sebesar 9. dengan jumlah jenis cacat keseluruhan sebesar 462 cacat, jumlah rata-rata ( ) keseluruhan sebesar 40,84 dan jumlah Range (R) keseluruhan sebesar 79.

Analisa : Pada diagram batang sandal motif jumlah cacat pada setiap session adalah sebagai berikut; Session Rabu Sore kelompok 1 sebanyak 22, kelompok 2 sebanyak 24, kelompok 3 sebanyak 18, dan keompok 4 sebanyak 12. Session Selasa 1 kelompok 1 sebanyak 24, kelompok 2 sebanyak 37, kelompok 3 sebanyak 21 dan keompok 4 sebanyak 40. Session Selasa 2 kelompok 1 sebanyak 22, kelompok 2 sebanyak 27, kelompok 3 sebanyak 57 dan keompok 4 sebanyak 23. Session Rabu 1 kelompok 1 sebanyak 24, kelompok 2 sebanyak 52, kelompok 3 sebanyak 43dan keompok 4 sebanyak 16. Dari diagram, jumlah cacat terbesar adalah sesion selasa 2 kelompok 3 sebesar 57 an dari diagram, jumlah cacat terkecil adalah sesion Rabu sore kelompok 4 sebesar 12.

Analisa : Histogram sandal motif diatas nilai yang sering muncul adalah : Batas kelas antara 1-3 nilai tengahnya 2 dengan banyaknya frekuensi 29. Batas kelas antara 4-6 nilai tengahnya 5 dengan banyaknya frekuensi 35. Batas kelas antara 7-9 nilai tengahnya 8 dengan banyaknya frekuensi 21. Batas kelas antara 10-12 nilai tengahnya 11 dengan banyaknya frekuensi 7. Batas kelas antara 13-15 nilai tengahnya 12 dengan banyaknya frekuensi 1. Batas kelas antara 16-18 nilai tengahnya 17 dengan banyaknya frekuensi 1. Batas kelas antara 19-21 nilai tengahnya 20 dengan banyaknya frekuensi 2. Batas kelas antara 22-24 nilai tengahnya 23 dengan banyak frekuensi 0 Maka frekuensi terbesar berada pada interval 5 sebesar 35 dan frekuensi terkecil berada pada interval 23 sebesar 0.

4.3 Delapan Step dan analisa a. Identifikasi masalah Dalam pembuatan sandal ini terdapat satu masalah yang penting yaitu mengenai cacat produk. Untuk mengevaluasi hal ini diberikan beberapa criteria kecacatan beserta parameter parameternya Sandal polos Pemotongan Kap dan Garis kap Bekas bolpoin Miring Panjang garis kap Ketepatan ukuran (pakai kasbut) Miring Bercak bercak lem pada sandal Sandal Melengkung Ada Gelembung Lem kurang rekat Kerataan Penggerindaan Enak dan nyaman

Pemasangan kap

Pengeleman Rolling

Finishing

Pemakaian ( ergonomis )

Sandal motif Pemotongan alas motif Proposional

b. Garis jepit Lubang jepit

Pemasangan jepit Miring Jepit terbalik

Pengeleman Bercak bercak lem pada sandal

Rolling Sandal Melengkung Ada gelembung Lem kurang rekat

Finishing Kerataan penggerindaan

Kanan dan kiri. Depan dan belkang. Pemakaian ( ergonomis ) Enak dan nyaman Ukuran

Dari kelima criteria jenis cacat ini nantinya akan diketahui cacat produk dari masing masing criteria sehingga dapat diketahui jenis cacat mana yang paling banyak.

b. Menganalisa data Setelah kita mengetahui masalah yang ada dalam pembuatan sandal ini maka langkah selanjutnya adalah menganalisis masalah. Menganalisis masalah ini tentunya berhubungan dengan data-data dan hal ini kita lakukan dengan menggunakan lembar data, diagram pareto maupun histogram yang semuanya itu saling terkait. Dari sini kita sudah dapat kita ketahui bahwa untuk sandal polos cacat yang paling dominan adalah pada bagian pemotongan kap sedangkan pada sandal motif cacat yang paling dominan adalah pada bagian finishing. Dari cacat yang paling dominan itulah nantinya akan dilanjutkan pada langkah ketiga.

c. Mencari penyebab masalah Untuk sandal polos, kami melihat bahwa cacat yang paling dominan adalah pada bagian pemotongan kap sedangkan pada sandal motif terdapat pada bagian finishing yang disebabkan oleh beberapa factor antara lain : 1. Manusia 2. Mesin 3. Alat-alat 4. Material 5. Lingkungan, serta 6. Metode yang digunakan Hal ini dapat digambarkan lebih jelas melalui fishbone diagram. Misalnya untuk factor manusia biasanya ditinjau dari skill yang kurang teliti dan kurang terampil. Untuk factor alat/mesin kita ketahui bahwa jumlah sangat terbatas sehingga dalam penggunaannya kita cend