Home >Documents >PRAKTIKUM PIROLISIS

PRAKTIKUM PIROLISIS

Date post:10-Apr-2016
Category:
View:104 times
Download:46 times
Share this document with a friend
Description:
PRAKTIKUM PIROLISIS
Transcript:

Daftar Isi

DAFTAR ISI ............................................................................................................. 1BAB I LATAR BELAKANG ................................................................................ 2BAB II PERUMUSAN MASALAH ...................................................................... 3BAB III ANALISIS KEBUTUHAN DESAIN ........................................................... 43.1 KRITERIA ALTERNATIF DESAIN ............................................................ 4BAB IV ALTERNATIF DESAIN DAN PEMILIHAN DESAIN FINAL ................................. 64.1 ALTERNATIF DARI USULAN DESAIN .................................................... 64.2 PEMILIHAN BIOMASSA ...................................................................... 74.3 AHP ................................................................................................... 84.4 PERBANDINGAN DENGAN KELOMPOK LAIN ....................................... 6BAB V PENDALAMAN DESAIN ............................................................................... 65.1 SKEMA / GAMBAR DESAIN ................................................................. 75.2 CARA KERJA DESAIN ........................................................................... 75.3 STRATEGI REALISASI DESAIN .............................................................. 75.4 PERHITUNGAN YANG RELEVAN .......................................................... 7BAB VI PRAKTIKUM REALISASI DESAIN .................................................................. 76.1 ALAT DAN BAHAN PRAKTIKUM .......................................................... 86.2 PROSEDUR PRAKTIKUM ..................................................................... 86.3 HASIL PENGAMATAN ......................................................................... 8BAB VII ANALISIS TEKNO-EKONOMI .................................................................... 87.1 BIAYA BAHAN .................................................................................... 97.2 BIAYA TUNGKU SEBAGAI INVESTASI ................................................... 97.3 MASSA ARANG YANG DIHASILKAN ..................................................... 97.4 BEP ..................................................................................................... 9BAB VIII ANALISI KEGAGALAN ............................................................................... 9BAB IX KESIMPULAN DAN SARAN .............................................................. 10DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................ 11

1BAB ILatar Belakang

Kebutuhan manusia akan energi bermacam-macam. Semakin majunya pembangunan disegala bidang, maka semakin meningkat pula kebutuhan energi salah satunya kebutuhan akan bahan bakar.Data dari SKKMigas menyebutkan potensi minyak di Indonesia adalah 321 miliar barel dimana produksi pertahunnya 300 juta barel sehingga diperkirakan jika tidak ditemukan cadangan lagi maka minyak bumi akan habis dalam 12 tahun lagi. Langkanya bahan bakar di Indonesia dan meningkatnya harga jual bahan bakar menyebabkan penduduk Indonesia sulit untuk mendapatkan bahan bakar jika krisis bahan bakar tersebut tidak diatasi dengan baik. Krisisnya bahan bakar tersebut menyebabkan sebagian besar masyarakat mencari energi alternatif.Sumber energi tersebut adalah arang, zat padat berwarna hitam yang terdiri dari senyawa karbon.Arang tersebut diperoleh dengan menggunakan teknik pirolisis degradasi termal dari bahan biomassa padat pada kondisi oksigen terbatas.Di Indonesia, arang banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar para penjual makanan, rumah tangga, bahkan industri kecil dan menengah karena besarnya energi yang terkandung dalam arang. Selain itu energi yang tersimpan di dalam arang tidak mudah lapuk atau rusak oleh mikroorganisme lain.Pembuatan arang melalui teknik pirolisis dapat dilakukan dari beragam bahan biomassa, seperti kayu, tempurung dan sabut kelapa, bambu, dedaunan, sekam padi, ampas tebu, dan serbuk gergaji. Namun, pada praktikum kali ini kami menggunakan ampas tebu sebagai bahan baku pembuatan arang dengan tujuan memanfaatkan biomassa yang tidak terpakai menjadi sesuatu yang bernilai tinggi d

2BAB IIPerumusan Masalah

Rumusan masalah untuk pirolisis kelompok 6 adalah:1. Apa yang menjadi pertimbangan dipilihnya ampas tebu dalam pembuatan arang?2. Apakah kuantitas dan kualitas arang yang dihasilkan memenuhi nilai kalor standar, nilai produksi serta nilai jual yang baik?3. Apa penyebab kurang sempurnanya pembuatan arang dengan bahan ampas tebu?

3BAB IIIAnalisis Kebutuhan Desain

3.1 KRITERIA ALTERNATIF DESAIN Dalam menentukan alternatif desain lainnya, kami membuat berberapa kriteria agar arang yang dihasilkan berkualitas bagus. Kriterianya adalah : Kriteria internal (dari bahan baku)

Kandungan karbonBahan baku yang dipilih dalam pirolisis ini sebaiknya memiliki persentase yang tinggi. Berkiblat kepada tempurung kelapa, salah satu bahan baku pembuatan arang yang berkualitas baik, bahan ini memiliki kandungan karbon sekitar 68.25 %. Maka dari itu kami meletak batas kandungan karbon 50%-68.25%. dengan tingginya kandungan karbon diharapkan produk yang dihasilkan berkualitas baik. Kandungan materi volatile Untuk menghasilkan arang berkualitas bagus dan dalam jumlah yang banyak, tentunya kami menghindari bahan baku yang materi volatile-nya tinggi. Ini disebabkan jika materi volatile-nya tinggi, maka akan banyak materi bahan baku yang terbuang. Ini tentunya sangat tidak bagus untuk produksi dalam skala besar Ash rendahTentunya bahan baku yang dipilih tidak memiliki kandungan karbon saja, tapi juga memiliki unsur lain seperti Oksigen (O), Nitrogen(N), Sulfur(S), dan Hidrogen(H). Senyawa-senyawa yang dibentuk masing-masingnya oleh N dan S dalam pirolisis akan menghasilkan abu. Karbon yang juga ada didalam bahan baku akan menjadi abu apabila fase karbonisasi tidak dilakukan dengan baik. Maka dari 4itu, bahan baku yang dipilih harus memiliki potensi pembentukan abu yang rendah. Ini bisa dilihat dari komposisi bahan baku. Bahan baku yang dipilih sebaiknya tidak mengandung unsur lain yang tidak penting. Sedangkan untuk proses karbonisasi yang baik akan dijelaskan di bab selanjutnya.

Kelembapan arang rendahArang dapat menyerap air dengan rata-rata 16% air (fleksibel, tergantung jenis larutan dan daya adsorbsi arang). Tingkat kelembapan arang berbanding terbalik dengan energy pembakaran yang dihasilkan. Pernyataan pada kalimat terakhir dapat dijelaskan pada gambar dibawah ini.Tabel 3.1 Tingkat Kelembapan BiomassaMaka dari itu pemilihan bahan baku harus didasari oleh kriteria ini juga. Kriteria eksternal (diluar bahan baku) Ketersediaan bahan bakuTentunya bahan baku yang dipilih harus melimpah. Sehingga produksi arang dari bahan baku tersebut tidak terhambat oleh kuantitas bahan baku. Go-greenLimbah bahan baku pada pirolisis serta arang yang dihasilkan diharapkan tidak menghasilkan limbah yang beracun sehingga tidak mengganggu kesetimbangan ekosistem .5BAB IVAlternatif Desain dan Pemilihan Desain Final

4.1 ALTERNATIF DARI USULAN DESAINAda usulan kombinasi tiga bahan pembuatan arang, yaitu biomassa, serbuk gergaji sebagai inisisator, dan koran sebagai insulator. Biomassa membutuhkan biaya pembelian Rp. 3.000 per kg, Serbuk gergaji dan Koran tidak membutuhkan biaya. Kelomopok 6 memiliki biaya Rp 30.000,- untuk diinvestasikan. Berdasarkan karakteristik biomassa, inisiator, maupun insulator, biomassa bersifat independen terhadap inisiator maupun insulator, namun inisiator dan insulator bersifat dependen terhadap biomassa. Alternatif do nothing dianggap tidak feasibel.

Tabel 4.1 Alternatif Usulan DesainAlternatifUsulanKeterangan

BiomassaInisiatorInsulator

1000Do nothing tidak feasible.

2001Melanggar aturan.

3010Melanggar aturan.

4100Feasible

5110Feasible

6101Feasible

7011Melanggar aturan

8111Feasible

6Empat alternatif yang didapat dari tabel alternatif usulan desain, yaitu: Pembuatan arang dengan menggunakan biomassa dengan inisiator. Pembuatan arang dengan menggunakan biomassa dengan insulator. Pembuatan arang dengan menggunakan biomassa dengan inisiator dan insulator.

4.2 PEMILIHAN BIOMASSA Ada usulan kombinasi tiga bahan biomassa untuk pembuatan arang, yaitu kulit kacang, kulit rambutan, dan rumput lapangan. Kulit kacang membutuhkan biaya pembelian Rp. 1.000 per kg, kulit rambutan membutuhkan biaya pembelian Rp. 3.000 per kg, dan rumput lapangan membutuhkan biaya pembelian Rp 0,- per kg. Kelomopok 6 memiliki biaya Rp 30.000,- untuk diinvestasikan. Berdasarkan karakteristik ketiga alternative biomassa di atas, masing-masing biomassa dapat berdiri sendiri maupun digabung dengan biomassa yang lain. Namun, pada pembuatan arang kali ini, akan dilihat hasil arang yang diperoleh dengan pirolisis satu jenis biomassa. Oleh karena itu, kombinasi biomassa menjadi tidak feasible. Alternatif do nothing dianggap tidak feasibel.

Tabel 4.2 Tabel Alternatif BiomassaAlternatifUsulanKeterangan

Kacang tanahKulit rambutanRumput lapangan

1000Do nothing tidak feasibel.

2001Feasible.

3010Feasible.

74100Feasible.

5110Tidak feasible.

6101Tidak feasible.

7011Tidak feasible.

8111Tidak feasible.

Empat alternatif yang didapat dari tabel alternatif pemilihan biomassa, yaitu: Pembuatan arang dengan menggunakan biomassa kulit kacang. Pembuatan arang dengan menggunakan biomassa kulit rambutan. Pembuatan arang dengan menggunakan biomassa rumput lapangan.

4.3 AHPPairwise Comparison Kriteria Pirolisis Kulit KacangKriteriaKandungan KarbonKolektabilitasKetersediaan Bahan Baku

Kandungan Karbon135

Kolektabilitas0.33312

Ketersediaan Bahan Baku0.20.51

JUMLAH1.

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended