Prak + Teo

Date post:27-Oct-2015
Category:
View:27 times
Download:4 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • 6

    BAB 2

    LANDASAN TEORI

    2.1 Basis Data

    Menurut Connolly dan Begg (2010, p65), basis data adalah suatu kumpulan data yang

    berhubungan secara logika dan secara deskripsi dari data-data yang dirancang untuk

    memenuhi kebutuhan informasi dalam suatu organisasi. Basis data menawarkan

    keuntungan penyimpanan data dengan format yang independen dan fleksibel. Hal ini

    dikarenakan basis data didefinisikan secara terpisah dari program aplikasi yang

    menggunakan basis data dan lingkup basis data dapat dikembangkan tanpa

    berdampak pada program-program yang menggunakan basis data tersebut.

    Penggunaan basis data yang mudah dipakai tidak lepas dari peranan komponen-

    komponen yang terkandung di dalamnya. Adapun komponen-komponen yang

    membentuk basis data adalah :

    Field merupakan satuan unit terkecil dari data untuk disimpan pada sebuah basis data. adapun tipe-tipe field secara umum adalah :

    o Primary Key (PK) merupakan sebuah field yang paling umum digunakan untuk mengidentifikasi record tunggal pada table dimana

    Primary Key (PK) memiliki value yang berbeda antara satu record

    dengan record lainnya. Contohnya adalah NIM yang secara unik

    memiliki value yang berbeda antara satu record dengan record lainnya

    yang terdapat pada table Mahasiswa.

    o Foreign Key (FK) merupakan sebuah primary key suatu table yang digunakan dalam table lain untuk mengidentifikasi record hubungan.

    Contohnya adalah pada table Pembayaran, berisi foreign key NIM

    untuk mengidentifikasikan record yang terdapat pada table Mahasiswa

    yang dihubungkan dengan table Pembayaran.

    o Descriptive field merupakan field-field non-key yang menyimpan data-data pendukung dari sebuah table. Contohnya adalah pada table

    Mahasiswa, terdapat field Nama dan field Alamat.

    Record merupakan kumpulan field yang dikelola dalam format yang ditentukan. Contohnya adalah record Mahasiswa dideskripsikan dengan

    kumpulan field yang berkaitan. Misalnya record Mahasiswa (NIM, Nama,

    Alamat). Field NIM digaris bawahi karena merupakan primary key.

    Table merupakan kumpulan record-record yang sama. Contohnya adalah table Mahasiswa yang memiliki kumpulan record berisi data Mahasiswa.

    Konsep logika basis data secara umum menggambarkan data yang tersimpan

    dalam sebuah table. Beberapa data yang tersimpan dalam sebuah table memiliki

    hubungan dengan data yang terdapat pada table lainnya.

    Diagram yang dipakai untuk menggambarkan konsep logika basis data adalah

    Entity Relationship Diagram (ERD). Penggunaan Entity Relationship Diagram (ERD)

    dimungkinkan untuk memberikan kemudahan di dalam melakukan pemodelan data,

    seperti yang disampaikan oleh Connolly dan Begg (2010, p473), Entity Relationship

    Diagram (ERD) digunakan untuk menggambarkan hubungan antara satu entitas

    dengan entitas yang lain. Sedangkan menurut Whitten dan Bentley (2007, p271),

    Entity Relationship Diagram (ERD) adalah model data yang menggunakan beberapa

    notasi untuk menggambarkan data dalam konteks entitas dan hubungan yang

    dideskripsikan oleh data tersebut.

    Dari pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa Entity Relationship Diagram

    (ERD) adalah model data yang menggunakan beberapa notasi untuk menggambarkan

    hubungan antara satu entitas dengan entitas yang lain.

    Adapun komponen-komponen yang membentuk Entity Relationship Diagram

    (ERD) adalah :

    Entitas merupakan kelompok orang, tempat, objek, kejadian, atau konsep tentang apa yang diperlukan untuk menangkap dan menyimpan data.

    Komponen dalam basis data yang mengacu kepada entitas adalah table.

  • 7

    Gambar 2.1 Contoh Entitas Mahasiswa

    Pada gambar 2.1, terdapat entitas Mahasiswa dimana pada entitas tersebut

    dapat mengandung banyak instance mahasiswa seperti : Thomas, Rudi, Kaka,

    Sonia, dll. Dalam pemodelan data, peranan entitas Mahasiswa dipakai untuk

    mengelompokkan kategori instance mahasiswa sehingga tidak perlu

    mendeskripsikan tiap-tiap instance mahasiswa satu per satu.

    Atribut merupakan sifat atau karakteristik deskriptif yang diidentifikasi untuk disimpan ke dalam suatu entitas. Komponen dalam basis data yang mengacu

    kepada atribut adalah record.

    Gambar 2.2 Contoh Atribut Pada Entitas Mahasiswa

    Pada gambar 2.2, pada entitas Mahasiswa terdapat atribut NIM (Primary Key),

    atribut Nama, dan atribut Alamat. Penggunaan atribut NIM, atribut Nama, dan

    atribut Alamat dipakai untuk mengidentifikasikan bagian data spesifik yang

    disimpan dari setiap instance mahasiswa.

    Hubungan merupakan hubungan bisnis alami yang ada di antara satu atau lebih entitas.

    Gambar 2.3 Contoh Hubungan Antara Entitas Mahasiswa Dengan Entitas

    Pembayaran

    Pada gambar 2.3, terdapat hubungan antara entitas Mahasiswa dengan entitas

    Pembayaran. Atribut yang menghubungi antara entitas Mahasiswa dengan

    entitas Pembayaran adalah NIM yang ditandai sebagai Foreign Key (FK) oleh

    entitas Pembayaran.

    2.2 Database Management System (DBMS)

    Menurut Connolly dan Begg (2010, p66), Database Management System (DBMS)

    adalah sebuah sistem perangkat lunak yang memungkinkan pengguna untuk

    mendefinisikan, membuat, memelihara dan mengatur kendali akses pada basis data.

    Sedangkan menurut Hoffer, Prescott, dan Topi (2009,p49), Database Management

    System (DBMS) adalah sebuah sistem perangkat lunak yang dipakai untuk membuat,

    merancang, dan menyediakan kendali akses untuk pengguna basis data.

    Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa Database Management System

    (DBMS) merupakan sistem perangkat lunak yang memiliki fungsi untuk

    mendefinisikan, membuat, merancang, dan menyediakan kendali akses untuk

    pengguna basis data. Inti dari Database Management System (DBMS) disebut

    database engine. Database engine berguna untuk me-respons perintah-perintah

    khusus untuk memanipulasi struktur basis data.

  • 8

    Adapun fasilitas-fasilitas umum yang dimiliki oleh sebuah Database Management

    System (DBMS) :

    Memungkinkan pengguna untuk melakukan proses Structured Query Language (SQL). Proses Structured Query Language (SQL) secara umum

    dipakai untuk mendefinisikan dan memanipulasi data untuk mendapatkan

    hasil output yang dikehendaki, seperti yang disampaikan Connolly dan Begg

    (2010, p184), Structured Query Language (SQL) adalah sebuah bahasa yang

    dirancang dalam penggunaan relasi untuk mengubah input menjadi output

    yang dikehendaki. Sedangkan menurut Ahmed et.al (2012, p85), Structured

    Query Language (SQL) adalah sebuah bahasa yang meliputi operasi pada

    table-table dan mengambil data-data spesifik dari media penyimpanan fisik.

    Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa Structured Query Language

    (SQL) merupakan sebuah bahasa untuk mengoperasikan table-table dalam

    penggunaan relasi untuk mengubah input dan output yang dikehendaki.

    Secara garis besar, perintah Structured Query Language (SQL) dapat

    dikelompokkan menjadi :

    Data Definition Language (DDL) adalah perintah untuk mendefinisikan struktur objek basis data seperti membuat table atau mengubah struktur table.

    Ada lima jenis perintah Data Definition Language (DDL) yaitu:

    o CREATE dipakai untuk membuat struktur objek basis data seperti table, view, index, sequence, dan synonym. Perintah CREATE pada

    umumnya digunakan untuk menentukan parameter parameter yang terdapat dalam struktur objek basis data.

    CREATE Table Sintaks penulisan CREATE Table :

    CREATE TABLE TABLE_NAME

    (COLUMNNAME DATATYPE [DEFAULT EXPR][, ...]);

    CREATE table

    merupakan perintah untuk membuat table baru. Dalam penulisan CREATE table,

    pengguna menentukan nama table, nama kolom, tipe data, dan size yang diinginkan.

    Contoh penulisan CREATE Table :

    CREATE TABLE EMPLOYEES

    (EMPLOYEE_ID NUMBER(2), LAST_NAME VARCHAR2(14));

    - CREATE View Sintaks penulisan CREATE View :

    CREATE [OR REPLACE] VIEW VIEW_NAME

    AS SUBQUERY;

    CREATE view

    merupakan perintah untuk membuat view baru. Dalam penulisan CREATE view,

    pengguna diwajibkan untuk mengisi SUBQUERY. Klausa SUBQUERY dalam

    sintaks penulisan CREATE view merupakan perintah SELECT yang berfungsi

    sebagai acuan untuk view yang di-create. Klausa OR REPLACE digunakan untuk

    mengganti konten sebuah view yang memiliki nama view yang sama dengan konten

    yang baru. Penggunaan klausa OR REPLACE bersifat opsional.

    Contoh penulisan CREATE View :

    CREATE VIEW EMPVIEW10

    AS SELECT EMPLOYEE_ID, LAST_NAME, SALARY

    FROM EMPLOYEES

    WHERE DEPARTMENT_ID = 10;

  • 9

    - CREATE Index Sintaks penulisan CREATE Index :

    CREATE INDEX INDEX_NAME

    ON TABLE_NAME (COLUMN_NAME[, COLUMN_NAME]...);

    - CREATE index merupakan perintah untuk membuat index baru. Pengguna diwajibkan untuk mengisi

    nama kolom yang ingin di-index. Nama kolom yang di-index boleh lebih dari 1

    asalkan berada pada table yang sama.

    Contoh penulisan CREATE Index :

    CREATE INDEX ID_EMP

    ON EMPLOYEES (EMPLOYEE_ID);

    - CREATE Sequence Sintaks penulisan CREATE Sequence :

    CREATE SEQUENCE SEQUENCE_NAME

    [INCREMENT BY N]

    [START WITH N]

    [{MAXVALUE N | NOMAXVALUE}]

    [{MINVALUE N | NOMINVALUE}];

    C

Embed Size (px)
Recommended