Home >Documents >Prak Perwil New

Prak Perwil New

Date post:26-Jun-2015
Category:
View:134 times
Download:6 times
Share this document with a friend
Transcript:

MODUL PRAKTIKUM PERENCANAAN WILAYAH 1 SKS(4 jam) 1. Metode : Latihan Kelas dan diskusi panel, didampingi oleh dosen atau asisten, mahasiswa dibagi dalam kelompok-kelompok kecil yang beranggotakan 3 s.d 4 orang. 2. Tujuan Praktikum : Setelah mengikuti praktikum , mahasiswa dapat memahami materi perkuliahan yang telah diberikan secara mendalam, mampu dan terampil menggunakan analisis terapan untuk mengidentifikasi karakteristik dan potensi wilayah sehingga dapat memberikan arahan bagi pengembangan wilayah tersebut sesuai dengan keunggulannya baik secara komparatif maupun kompetitif. 3. Bahan Praktikum : Materi kuliah, data sekunder dari instansi terkait dan pustaka lain yang dianjurkan untuk dipelajari. 4. Jadwal Praktikum : Selama 1 semester dilaksanakan sekitar 12 kali ( minggu) praktikum 5. Penilaian/ evaluasi : Laporan kelompok setiap minggu, aktifitas diskusi dan laporan hasil kunjuangan lapangan baik secara perorangan maupun secara kelompok.

Modul Praktikum MK Perencanaan

Wilayah - TK

24

MATERI MINGGU I Konsep wilayah: Wilayah merupakan suatu unit geografis yang dibatasi oleh kriteria tertentu yang bagian-bagiannya saling tergantung secara internal. Tipologi suatu wilayah dapat digambarkan sebagai Gambaran Tunggal dan Gambaran Majemuk. Gambaran tunggal, yaitu persamaan suatu wilayah ditentukan oleh satu fenomena, misalnya jenis tanah, agama, budaya, jenis komoditas pertanian dan sebagainya. Wilayah ini merupakan unit terkecil dan dapat ditentukan batas-batas unit area atau unit atomistic ruang. Gambaran Majemuk, yaitu suatu wilayah dengan fenomena yang kompleks dengan beberapa persamaan di dalamnya. Gambaran ini dapat terdiri atas beberapa gambaran tunggal dari suatu wilayah, tetapi bila terdapat fenomena yang kompleks yang diperlukan oleh peneliti, maka wilayah ini dapat merupakan suatu wilayah yang kompak. Batasan wilayah Batasan wilayah dapat dibagi menjadi 4 jenis, yaitu: (1) Wilayah Homogen (2) Wilayah Nodal, (3) Wilayah Perencanaan dan (4 ) Wilayah Administratif. 1. Wilayah Homogen Ialah wilayah yang dipandang dari suatu aspek mempunyai sifat-sifat dan ciriciri yang relatif sama, misalnya dalam hal ekonomi (struktur produksi atau pola konsumsi sama, mata pencaharian sama, tingkat pendapatan masyarakat sama, dll), geografi (topografi atau iklim sama), agama, suku, budaya dan sebagainya yang sama. Menurut Richardson (1977) dan Hoover (1977) Wilayah homogen dibatasi berdasarkan keseragamannya secara internal (Internal Uniformity), contoh: Jalur Pantura dengan ciri homogenitas lumbung padi. Jika terjadi perubahan terhadap aktivitas usaha tani padi (teknologi, subsidi, harga) akan mempengaruhi bagian wilayah tersebut dengan proses yang sama. 2. Wilayah Nodal Ialah wilayah yang secara fungsional mempunyai ketergantungan antara pusat (center) dan daerah belakangnya (hinterland). Tingkat ketergantungan ini dapat dilihat dari arus penduduk, arus faktor produksi, arus barang dan jasa, ataupun arus komunikasi dan arus transportasi. Dalam konteks ini menurut allen dan MacLellan (dalam

Modul Praktikum MK Perencanaan

Wilayah - TK

24

Sukirno, 1976), batasan wilayah nodal ditentukan oleh sejauhmana pengaruh dari suatu pusat kegiatan ekonomi terhadap kegiatan ekonomi di daerah lain (Centre Periphery). Wilayah nodal memperlihatkan hubungan saling ketergantungan secara fungsional antar pusat dan daerah belakangnya. Contoh: Jabotabek (Jakarta sebagai centre; Bogor, Tangerang, Bekasi; sebagai Hinterland) Berdasarkan bahasa perencanaan: Daerah: sebutan untuk lingkungan permukaan bumi dalam batas kewenangan Pemerintah Daerah. Dengan demikian pengertiannya berkaitan dengan batas administrasi misalnya Dati I, Dati II (Sekarang kabupaten, Propinsi) Wilayah: sebutan untuk lingkungan permukaan bumi yang berkaitan dengan pengertian kesatuan geografis seperti Wilayah Hutan, Wilayah Aliran Sungai (Jadi sebenarnya istilah DAS yang sering digunakan itu salah, oleh karena itu akhirnya sebagian orang menyebutnya sebagai Wilayah DAS) Kawasan: sebutan untuk wilayah dalam batas yang ditetapkan berdasarkan fungsi tertentu, misalnya kawasan perdagangan, kawasan permukiman, kawasan perkantoran, kawasan pendidikan. Praktikum Minggu ke-1 Topik : Tujuan : Bahan : Penetapan Deliniasi wilayah menurut konsep Homogenitas Memahami konsep wilayah dan batasn wilayah berdasarkan karakteritik fisik, sosial dan ekonomi. Data kepadatan penduduk per kecamatan/kabupaten dan data pendapatan perkapita per kecamatan/kabupaten (kondisi sosial ekonomi). Peta Wilayah Kecamatan atau Kabupaten dengan unit analisis wilayah lebih bawahnya bisa diidentifikasi dengan jelas

Pokok Bahasan : 1. Lakukan pengelompokkan wilayah berdasarkan kesamaan kondisi sosial ekonomi pada suatu wilayah atas 3 kelompok: tinggi, sedang dan rendah. 2. Buat peta wilayah berdasarkan pengelompokkan tersebut .Unit analisis kecamatan atau kabupaten. 3. Lakukan superimpose (overlaping map) atas kondisi sosial ekonomi yang dianalsisis berdasarkan konsep homogenitas analisislah hasil pemetaan tersebut.

Modul Praktikum MK Perencanaan

Wilayah - TK

24

MATERI MINGGU II

Topik :

Perancangan dan Perencanaan Wilayah

Tujuan : Memahami perbedaan antara perancangan dan Perencanaan wilayah dan produk-produknya. Bahan : Materi kuliah, pustaka lain dan data sekunder mengenai jenis-jenis produk perancangan dan perencanaan wilayah

Pokok Bahasan: 1.Cari produk perancangan dan perencanaan yang sudah dibuat oleh suatu pemda, departemen atau konsultan. 2.Apa perbedaan dan persamaan dari keduanya ditinjau dari faktor-faktor penentu dari kedua produk tersebut.

Modul Praktikum MK Perencanaan

Wilayah - TK

24

MATERI MINGGU III

Topik :

Pendekatan Perencanaan Wilayah

Tujuan : Memahami berbagai pendekatan Perencaaan Wilayah beserta produknya Bahan : Materi kuliah, pustaka lain dan data sekunder mengenai jenis-jenis produk perencanaan wilayah beserta jenjang dan kritik terhadap perencanaan tersebut

Pokok Bahasan: 1.Cari produk perencanaan yang sudah dibuat oleh suatu pemda, departemen atau konsultan. 2.Buat critical review terhadap produk perencanaan tersebut.

Modul Praktikum MK Perencanaan

Wilayah - TK

24

MATERI MINGGU IV Tekanan Penduduk Tekanan Penduduk (TP) ialah gaya yang mendorong petani untuk memperluas lahan garapannya atau untuk keluar dari lapangan kerja pertanian (Otto Soemarwoto, 1991) Analisis ini berguna untuk mengidentifikasi sejauhmana kemampuan daya dukung lahan pertanian masih dapat diandalkan sebagai sumber matapencaharian petani, dikaitkan dengan tekanan penduduk. Melalui analisis ini diperoleh indikasi terjadinya langkahlangkah alternatif keputusan dalam alokasi sumberdaya lahan pertanian. Gambaran luas lahan yang diperlukan (Ha/orang) menurut jenis komoditas yang diusahakan untuk hidup layak (960 kg/kap/th equivalen beras) Padi sawah : 0,5 Ha/orang; Kacang-kacangan: 0,44 Ha /org, Ikan kolam : 0,19 Ha/org ; Tanaman hias : 4-60X10-4 Ha/org, Ternak ayam petelur: 10 36 X 10 4 Ha/org Mina padi : 0,18 Ha/org Rumus analisis: F P0 (1 + r )t TPt = Z ---------------------------L

Keterangan: TP t = Tekanan penduduk pada tahun t Z = Luas lahan yang diperlukan untuk mendukung kehidupan seorang petani pada tingkat hidup layak (ha/orang) f = Persentase petani di dalam populasi penduduk (%) P = Besarnya populasi penduduk pada waktu acuan to (orang) r = Laju tahunan pertumbuhan penduduk t = Interval waktu perhitungan L = Luas lahan petani (ha) Penarikan kesimpulan: TP = 1 : kondisi tidak terjadi tekanan terhadap daya dukung lahan TP < 1 : sumberdaya lahan pertanian masih mampu menahan laju pertumbuhan penduduk TP > 1 : sumberdaya lahan pertanian berada pada tekanan/beban yang berat

Modul Praktikum MK Perencanaan

Wilayah - TK

24

Praktikum Minggu ke-4 Topik : Penentuan kemampuan daya dukung lahan pertanian dan tekanan penduduk (TP)

Tujuan : Memahami karakter alokasi sumberdaya lahan pertanian yang diusahakan guna memenuhi kebutuhan hidup petani secara layak. Bahan : Materi kuliah, pustaka lain dan data sekunder mengenai luas lahan pertanian, jumlah penduduk, mata pencaharian penduduk atas pertanian dan non pertanian, laju pertumbuhan penduduk tahunan atau data jumlah penduduk secara histories (beberapa tahun) serta tata guna lahan yang ada di suatu wilayah desa/ kecamatan.

Pokok Bahasan: 1.Bagaimana kondisi sumberdaya lahan dalam mendukung aktifitas penduduknya. 2.Bagaimana hubungan tekanan penduduk dengan pengembaangan wilayah.

Modul Praktikum MK Perencanaan

Wilayah - TK

24

MATERI MINGGU IV-b Indeks Produktivitas Relatif (IPR) IPR ini menunjukkan tingkat produktivitas tenaga kerja pada sektorsektor ekonomi di suatu wilayah yang sangat berguna dalam pengambilan kebijakan/strategi pembangunan, khususnya dalam memotret proses transformasi struktur ekonomi dari pertanian ke industri . IPR merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam konteks analisis pertumbuhan ekonomi di suatu wilayah, dengan menghubungkan kontribusi (share) suatu sektor terhadap PDRB dengan share tenaga kerja sektor ybs. Rumus: IPRi = % ten. kerja sektor i thd seluruh tenakersektor % share Sektor I terhadap PDRB

Contoh perhitungan: Dari data BPS diperoleh informasi, kontribusi /share pertanian terhadap PDRB Jawa Barat : tahun 1985 adalah :24,23% ,dan kontribusi kesempatan kerjanya : 34,9% Tahun 1988 : kontribusi : terhadap PDRB Kesempatan kerja Tahun 1993 : Kontribusi terhdap PDRB Kesempatan Kerja 24,23% IPR 1985 = 34,90 % IPR 1988 22,1 % = 53,3 % 20,6 % = = 0,41 = 0,69 = 22,1% = 53,3% = 20,6 % = 50,8 %

IPR 1993

= 0,40

Modul Praktikum MK Perencanaan

Wilayah - TK

24

50,8 %

Praktikum Minggu ke-4b Topik : Tujuan : Indeks Produktifitas Relatif (IPR) Memaham

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended