Home >Documents >Prak Mikro 1

Prak Mikro 1

Date post:19-Oct-2015
Category:
View:20 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Description:
mikrobiologi
Transcript:

BAB IPENDAHULUAN1.1 Dasar TeoriMikrobiologi berasal dari bahasa Yunani yaitu Mikros yang berarti kecil dan Bios yang berarti hidup dan Logos yang berarti Ilmu. Mikrobiologi merupakan ilmu yang mempelajari makhluk hidup yang sangat kecil (diameter kurang dari 0,1 mm) yang tidak bisa dilihat dengan mata secara langsung tetapi dengan bantuan suatu peralatan khusus. Makhluk hidup yang kecil itu disebut dengan mikroorganisme, mikroba, protista dan jasad renik (Volk dan Wheeler, 1990).Mikrobiologi adalah bagian dari ilmu pengetahuan alam yang mempelajari tentang jasad renik dan mencakup bentuk, kehidupan, diversitas & evolusi, aktivitas yang berkaitan dengan manusia, serta perannya sebagai dasar basic biological sience. Bidang Mikrobiologi terbagi atas 2 yaitu Mikrobiologi dasar dan Mikrobiologi terapan. Mikrobiologi dasar mengarah pada pengetahuan dasar tentang sel dan populasi seperti klasifikasi, morfologi, fisiologi, ekologi, genetika dan Biokimia yang berkaitan dengan jasad renik. Sedangkan Mikrobiologi terapan mencakup bidang yang tidak terbatas, dapat meliputi tanah, air, udara, lingkungan, pangan, kedokteran, laut, industri dan sebagainya (Dwidjoseputro, 1994).Salah satu hal yang menunjang dalam pembelajaran mikrobiologi adalah laboratorium. Laboratorium digunakan untuk melakukan berbagai macam percobaan dengan tujuan untuk lebih memahami perihal segala sesuatu yang berkaitan dengan jasad renik. Bekerja di laboratorium selalu memungkinkan terjadinya suatu kecelakaan. Untuk menghindari hal tersebut maka praktikan diharuskan untuk dapat bekerja secara cermat dan hati-hati. Hal yang dapat dilakukan untuk mengecilkan terjadinya suatu kecelakaan, salah satunya adalah memiliki pengetahuan perihal bahan yang umum digunakan di ruang praktik mikrobiologi (jasad renik) dan alat-alat khususnya yang berkaitan bahan yang digunakan (Fujiati, 2004).Objek studi dari mikrobiologi adalah mikroba yang juga dikenal dengan istilah jasad renik dan mikroorganisme. Ciri khas dari mikroba adalah sifatnya yang mikroskopis sehingga penguasaan dalam penggunaaan mikroskop sangatlah mutlak diperhatikan. Berdasarkan sumber pencahayaannya (Iluminasi), mikroskop dibagi menjadi dua kelompok yaitu : Mikroskop Cahaya dan mikroskop elektron. Mikroskop cahaya menggunakan gelombang cahaya sebagai sumber iluminasinya dimana pada mikroskop ini digunakan sistem lensa dan sinar dengan panjang gelombang tertentu. Beberapa jenis mikroskop cahaya adalah Mikroskop medan terang (Brightfield), Mikroskop medan gelap(Darkfield), Mikroskop kontras fase (Phase contrast) dan Mikroskop pendar flour (Fluorescence). Mikroskop Elektron menggunakan elektron sebagai sumber iluminasinya. Contoh dari Mikroskop elektron adalah Mikroskop Elektron Transmisi dan mikroskop elektron Scanning ( Hadioetomo, 1993).Ruang laboratorium mikrobiologi merupakan tempat berpraktikum bagi mahasiswa maupun para peneliti lainnya. Bekerja di dalamnya sangat perlu penguasaan yang lebih terutama tentang penggunaan dan pemeliharaan alat atau bahan dengan baik Dengan demikian dalam pelaksanaannya dapat terhindar dari kerusakan alat, kesalahan-kesalahan dalam prosedur kerja, dan diperoleh hasil yang baik, tidak terkontaminasi oleh bahan lain (Penn. 1991).1.2TujuanTujuan praktikum ini adalah untuk memperkenalkan kepada Mahasiswa prinsip-prinsip berpraktikum, alat dan bahan, serta cara penggunaan dan pemeliharaan yang baik.

BAB IIMETODE PRAKTIKUM2.1Waktu dan TempatPraktikum ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 6 Maret 2012 dari pukul 14.45 16.30 WITA, bertempat di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru.2.2Alat dan BahanAlat alat yang digunakan adalah mikroskop, tabung reaksi, gelas beaker, labu ukur, gelas ukur, cawan petri, pipet volumetrik, buret, jarum inokulasi atau ose, oven, autoclave, lampu spiritus dan pembakar gas bunsen, neraca analitik, pH meter, inkubator, waterbath, refrigerator inkubator, freezer, hemasitometer, spectronic 20D, colony counter, hot plate, dan vortex mixer.2.3Cara Kerja1. Di amati alat-alat laboratorium yang telah disediakan.2. Di dokumentasikan alat-alat tersebut.3. Di catat nama alat beserta fungsinya.4. Di berikan keterangan pada gambar alat yang telah di dokumentasikan.

BAB IIIHASIL DAN PEMBAHASAN3.1 HasilNoNama AlatGambarFungsi

1.

Autoclave

Untuk sterilisasi alat dan medium dengan menggunakan uap panas bertekanan, dengan suhu 1210C selama 20-30 menit untuk alat dan 15 menit untuk medium. Sterilisasi menggunakan autoclave dilakukan pada pembuatan media dan larutan.

2.Refrigenerator Inkubator 4oCCUntuk menyimpan berbagai media, inokulan, dan bahan sintetis maupun kompleks pada suhu tertentu.

3.Laminar air flow cabinet

Sebagai tempat kerja dan membuat biakan agar tetap steril.

4.Spectronic 20 D

Peralatan yang digunakan untuk penghitungan mikrobia berdasarkan kekeruhan atau turbidimetri dan juga digunakan untuk mengukur absorbansi larutan berwarna dalam proses spektrofotometri.

5.Neraca Analitik

Untuk menimbang bahan secara teliti.

6.Vortex Mixer

Untuk pengenceran dan proses penghomogenan sampel/larutan.

7.Pipet Eppendorf (mikropipet)

Digunakan untuk mengambil bahan dengan volume yang sangat sedikit / mikro, dan mengeluarkan cairan dengan volume yang tepat.

8.Jarum Inokulasi

Untuk mengambil bakteri dari medium pada waktu inokulasi.

9.Lampu spiritus dan Pembakar gas Bunsen

Untuk sterilisasi dengan insinerasi dan membuat kondisi sekitarnya steril dan juga digunakan untuk memanaskan bahan kimia.

10.Cawan Petri

Untuk tempat medium menumbuhkan mikroba, wadah menimbang dan menyimpan bahan kimia, mikrobiologi.

11.Labu ErlenmeyerUntuk menyimpan dan memanaskan larutan, menampung filtrate hasil penyaringan, menampung titran (larutan yang dititrasi) pada proses titrasi.

12.Labu UkurUntuk menghomogenkan larutan secara manual, serta untuk penyimpan larutan contoh.

13.Pipet VolumetrikUntuk mengukur serta memindahkan larutan (cairan) dengan ketelitian maksimal.

14.Tip PipetUkuran 1 ml : untuk mengencerkan bahan.Ukuran 0,5 ml : untuk memasukan biakan ke media.

15.Gelas Ukur

Untuk mengeluarkan dan mengukur volume larutan yang tidak memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi dalam jumlah tertentu.

16.

Tabung Reaksi

Untuk membuat biakan mikroba dan sebagai tempat mereaksikan berbagai macam larutan.

17.Haemocytometer

Untuk menentukan kepadatan sel mikroba (sel/ml) dan dapat digunakan dalam mementukan laju pertumbuhan sel mikoba.

18.Destilator

Untuk membuat air destilasi atau menyaring air kotor agar menjadi bersih dan jernih.

19.Colony Counter

Untuk menghitung jumlah koloni dengan satuan.

20.Shaker WaterbathMenghomogenkan larutan dalam jumlah kapasitas besar. Biasanya untuk ukuran larutan dalam erlemnyer.

21.Mikroskop Cahaya Binokuler

1. Untuk mengamati morfologi mikroba atau benda- benda yang sangat kecil, memvisualisasi detail yang sangat kecil dalam struktur suatu obyek, menampilkan gambar dari obyek yang diperbesar, mengukur panjang, sudut, area, dll pada suatu obyekBagian-bagian mikroskop: lensa okuler, penjepit, pengatur meja, revolver, makrometer, lensa objektif, mikrometer, meja, badan , kondensor, pengatur, diafragma.

22.Hot plate

Memanaskan air dan bahan kimia lainnya.

23.FermentorUntuk memproduksi enzim.

24.Oven

Untuk sterilisasi alat-alat gelas atau yang tidak boleh basah waktu sterilisasi, menggunakan udara panas kering dengan suhu 170-1800C selama 2-3 jam. Disamping itu oven dapat juga digunakan untuk analisa lain misalnya analisa kadar air dan preparasi sampel untuk penentuan kadar lemak. Oven juga digunakan untuk mengeringkan peralatan gelas yang telah digunakan.

25.Sentrifuge

Mengendapkan dan memisahkan molekul-molekul yang ada pada biakan atau padatan dari larutan.

3.2 PembahasanAlat alat yang diamati berupa mikroskop, tabung reaksi, gelas beaker, labu ukur, gelas ukur, cawan petri, pipet volumetrik, buret, jarum inokulasi atau ose, oven, autoclave, lampu spiritus dan pembakar gas bunsen, neraca analitik, pH meter, inkubator, waterbath, refrigerator inkubator, freezer, haemocytometer, spectronic 20D, colony counter, hot plate, dan vortex mixer.Mikroskop adalah alat optik yang digunakan untuk mengamati morfologi mikroba atau benda- benda yang sangat kecil, memvisualisasi detail yang sangat kecil dalam struktur suatu obyek, untuk menampilkan gambar dari obyek yang diperbesar, untuk mengukur panjang, sudut, area, dll pada suatu obyek. Cara menggunakan mikroskop adalah benda yang akan diamati diletakkan di antara F dan 2F dari lensa objektif. Bayangan yang dihasilkan bersifat nyata, diperbesar, dan terbalik. Bayangan ini akan menjadi benda bagi lensa okuler. Sifat bayangan yang yang dihasilkan lensa okuler ini adalah maya, diperbesar dan terbalik dari aslinya. Bayangan ini merupakan bayangan akhir dari mikroskop yang kita lihat. Hal yang perlu diperhatikan adalah cara penggunaan mikroskop maupun mengakhiri penggunaan mikroskop serta meletakkan ke posisi semula.Pemeliharaan mikroskop adalah dengan membersihkan dari debu, terutama pada lensa. Sebaiknya mikroskop selalu dimasukkan ke dalam kotaknya atau ke dalam kabinet dan senantiasa ditutup. Bila kelembaban tempat menyimpan mikroskop tinggi, dianjurkan alat-alat optik disimpan dalam ruangan yang ditutup dengan memakai dessicant untuk menghindarkan jamur atau ruangannya dipanaskan dengan lampu, sehingga udara mencapai suhu 40-50oC. Hal-hal yang perlu diperhatikan saat penggunaan mikroskop antara lain : pastikan kabel tidak membelit badan mikroskop saat terhubung sumber listrik, bagian-bagian op

Embed Size (px)
Recommended