Home >Documents >Ppt Cr Metro

Ppt Cr Metro

Date post:25-Sep-2015
Category:
View:226 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Description:
HFGHG
Transcript:
  • Nama : Ny. MUmur: 78 tahunJenis Kelamin: PerempuanPekerjaan: Ibu Rumah TanggaSuku : JawaAlamat: Tulung Agung, MetroMasuk Poli RSAY: 6 April 2015

  • KeluhanUtama:Mata kanan terasa mengganjal sejak 2 tahun yang laluTambahan: Mata kanan berair, gatal disertai kotoran mata

    Riwayat pasien sekarangPasien datang ke poliklinik Rumah Sakit Ahmad Yani Metro dengan keluhan rasa mengganjal pada mata kanan sejak 2 tahun yang lalu. Pasien mengatakan sering berkedip karena ada rasa mengganjal, dan kadang menggosok-gosok matanya. Awalnya mata kanan tampak merah, semakin hari mata pasien gatal, berair dan disertai kotoran mata. Pasien mengakui sudah pernah berobat kedokter dan diberikan obat tetes mata namun keluhan dirasakan tidak berkurang. Pemakaian kacamata disangkal oleh pasien.

  • Riwayat Penyakit Dahulu : Hipertensi

    Penyakit dalam keluarga: -

  • Status Present

    Keadaan umum: Tampak kesakitanKesadaran: Compos MentisTekanan darah: 180/90 mmHgNadi: 78 x/menitPernafasan: 16 x/menitSuhu: 36,3oC

  • KepalaBentuk: NormochephalRambut: Putih dan tidak mudah dicabut, rontok (-)Mata: (Lihat status oftalmologis)Telinga: Normotia, nyeri tekan tragus (-)Hidung: Simetris, deviasi septum (-)Mulut: Dalam batas normal

    LeherInspeksi: Simetris, deviasi trackea (-)Palpasi: Nyeri tekan (-), pembesaran KGB (-), massa (-)JVP: Tidak terdapat peningkatan

  • PARUInspeksi: Normothorax, simetrisPalpasi: Nyeri tekan (-), taktil formitus/formitus vokal (-/-)Perkusi: Sonor pada kedua lapang paruAuskultasi: Vesikuler (+/+), Wheezing (-/-), Ronki (-/-)

    JANTUNGInspeksi: Ictus cordis tidak terlihatPalpasi: Ictus cordis tidak terabaPerkusi: RedupAuskultasi: BJ I/II Reguler

    AbdomenInspeksi: Cembung, lemas, darm counture (-), darm steifung (-)Palpasi: Nyeri tekan (-), rebound tenderness (-), massa (0)Perkusi: TimpaniAuskultasi: Bising usus (+) 5x/menit

    Genetalia EksternaKelamin: (Tidak dilakukan pemeriksaan)EkstremitasSuperior: Edem (-/-), sianosis (-/-)Inferior: Edem (-/-), sianosis(-/-)

  • Pasien datang ke poliklinik Rumah Sakit Ahmad Yani Metro dengan keluhan rasa mengganjal pada mata kanan sejak 2 tahun yang lalu. Pasien mengatakan sering berkedip karena ada rasa mengganjal, dan kadang menggosok-gosok matanya. Awalnya mata kanan tampak merah, semakin hari mata pasien gatal, berair dan disertai kotoran mata. Pasien mengakui sudah pernah berobat kedokter dan diberikan obat tetes mata namun keluhan dirasakan tidak berkurang. Pemakaian kacamata disangkal oleh pasien.Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tampak kesakitan, kesadaran compos mentis, tekanan darah 180/90 mmHg, Nadi 78x/menit, pernafasan 16x/menit, Suhu 36,3C. Pada pemeriksaan status oftalmologis ditemukan visus dextra /60, visus sinistra 1/60, palpebra inferior entropion (+).

  • Pemeriksaan AnjuranSlit lamp

    Diagnosis BandingTrikiasisDiagnosis KerjaEntropion Inferior OD

  • Medikamentosa :Statrol 6 x 2 gttAmoxicillin 3 x 1Antasida 3 x 1Metil prednison 3 x 1

    Non-Medikamentosa :Hindari menggosok-gosok mataMencegah terjadinya paparan debu dengan menggunakan kaca mata atau menggunakan perbanMencegah terjadinya infeksi pada mata

    Operatif (Rekonstruksi palpebra inferior):Tarsotomi (HOTZ Metode)

  • Quo ad vitam: Ad Bonam

    Quo ad functionam: Ad bonam

    Quo ad sanationam: Dubia ad bonam

  • TINJAUAN PUSTAKA

  • Entropion adalah suatu keadaan melipatnya kelopak mata bagian tepi atau margo palpebra ke arah dalam sehingga bulu mata menggeser jaringan konjungtiva dan kornea. Melipatnya kelopak mata bagian tepi ini dapat menyebabkan kelopak mata bagian lain ikut melipat dan biasanya kelopak mata bawah yang paling sering dikenai.

  • Entropion bisa ditemukan pada semua lapisan umur namun entropion khususnya entropion involusional lebih sering ditemukan pada orangtua. Entropion lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria. Hal ini mungkin disebabkan lempeng tarsal pada wanita rata-rata lebih kecil dibandingkan pada pria. Entropion involusional biasanya ditemukan lebih sering pada palpebra inferior sedangkan entropion sikatrik lebih sering pada palpebra superior dan paling sering didahului oleh trakhoma

  • Involusi akibat dari proses penuaan, paling sering ditemukan pada kelopak bawah dan merupakan akibat gabungan kelumpuhan otot-otot retraktor kelopak bawah, migrasi ke atas muskulus orbikularis preseptal, dan melipatnya tepi tarsus atas.

  • SikatrikDapat mengenai kelopak mata atas atau bawah dan disebabkan oleh jaringan parut di konjungtiva atau tarsus. KongenitalEntropion kongenital dapat menyebabkan erosi kornea kronik dan blefarospasm. Dapat terjadi trauma pada kornea yang menyebabkan terbentuknya ulkus pada bayi. Pada entropion kongenital, tepi kelopak mata memutar kearah kornea, sementara pada epiblefaron kulit dan otot pratarsalnya menyebabkan bulu mata memutari tepi tarsus.Entropion Spastik AkutEntropion spastik akut biasanya terjadi pada iritasi maupun inflamasi okuli dimana terjadi pembengkakan pada kelopak mata dan spasme otot orbikularis,setelah operasi intraokuler pada pasien dengan kelopak mata preoperatif tidak menyadari atau memiliki kelopak mata yang sedikit menekuk ke arah bola mata.

  • Keluhan yang sering timbul adalah rasa tidak nyaman seperti adanya sensasi benda asing, mata berair, mata merah, gatal, mata kabur dan fotofobia

  • Kerusakan pada epitel konjungtiva atau kornea akibat trauma.Hiperemia pada konjungtiva yang terlokalisasi.Kelemahan kelopak mata (involusional entropion).Jaringan parut pada konjungtiva (sikatrik entropion).Pertumbuhan kelopak mata bawah yang abnormal (kongenital entropion).

  • Sebagian besar pasien dengan entropion bermasalah dengan air mata yang terus mengalir, iritasi, terasa ada benda asing di dalam mata dan mata merah yang persisten. Pemeriksaan fisik pada kelopak mata meliputi test snapback yaitu dengan cara menarik kelopak mata dengan hati-hati ke arah luar lalu dilihat apakah kelopak mata dapat kembali ke posisi semula, dan biasanya tes ini tidak menimbulkan rasa sakit.Tanda klinis lainnya meliputi gambaran garis putih dalam ukuran milimeter di bawah tarsal inferior akibat dari pergeseran dari retraktor kelopak mata dan pergerakan yang sedikit atau tidak ada sama seklai dari kelopak bawah saat melihat ke bawah.

  • Retraksi kelopak mata (penyakit Grave).

    Distikiasis

    Trikiasis

    Dermatokalasis

    Epiblefaron

  • menarik kulit palpebra ke arah pipi sehingga menjauh dari bola mata dapat mengurangi gejala sementara terutama untuk involusi atau spastik entropionPencukuran bulu mata bisa dilakukan di tempat lokasi trichiasisTerapi kontak lensa (hidrogel, hidrogel silikon, yang memiliki diameter lebih besar dari kornea atau sklera) untuk melindungi korneaoperasi plastik atau suatu tindakan tarsotomi pada entropion akibat trakoma

  • Entropion kongenital : dapat diperbaiki dengan pemasangan kembali fasia kapsulopalpebraEntropion akut spastik : Suntikan toksin botulinum untuk paralisi orbikularisEntropion sikatrik : Prosedur Weis. Jika entropionnya asli sikatrik, blefarotomi dan rotasi merginal (prosedur Weis) efektif untuk memperbaiki kelopak mata atas atau bawah.

  • KonjungtivitisKeratitis

    Ulkus kornea

    Komplikasi bedah termasuk perdarahan, hematoma, infeksi, rasa sakit, dan posisi tarsal yang buruk.

  • Entropion pada umumnya memiliki prognosis yang baik. Keefektifan pengobatan entropion tergantung pada penyebab utama dan tingkat keparahan penyakitnya.

  • Entropion merupakan suatu keadaan melipatnya kelopak mata bagian tepi atau margo palpebra kearah dalam. Hal ini menyebabkan trichiasis dimana pada bulu mata yang biasanya mengarah keluar, menggosok pada bagian permukaan mata.Bulu mata yang mengikis kornea dan konjungtiva menyebabkan beberapa komplikasi berupa konjungtivitis, keratitis hingga ulkus kornea. Bila terjadi ulkus kornea kesembuhan akan lebih sulit dikarenakan rambut yang terus menggosok yang dapat menimbulkan jaringan parut dan gangguan penglihatan. Pada entropion dapat dilakukan penatalaksaan berupa tindakan tarsotomi. Pembedahan bertujuan untuk memutar keluar kelopak mata, intervensi bedah di indikasikan jika terdapat adanya iritasi okular yang berulang, konjungtivitis bakteri, refleks hipersekresi air mata, superfisial keratopati, resiko ulserasi dan keratitis mikroba.Untuk prognosis dari entropion memiliki prognosis yang baik.

  • PermasalahanApakah diagnosa kasus ini sudah tepat?Apakah penatalaksanaan pada kasus ini sudah tepat?

  • 1. Apakah diagnosa kasus ini sudah tepat?Sudah tepat, berdasarkan hasil anamnesa, os mengatakan dirinya hamil dengan HPHT 1 Desember 2013 sehingga usia kehamilan saat ini adalah 40 minggu atau sudah aterm. Os juga mengatakan sudah keluar darah disertai lendir sejak 1 hari sebelum masuk rumah sakit.

  • Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan bahwa terdapat dua janin dengan posisi memanjang serta bagian terbawah adalah kepala dan bokong. Dari hasil pemeriksaan dalam, didapatkan portio lunak, medial, pembukaan serviks 2 cm, ketuban utuh, bagian terbawah kaki dan berada di bidang Hodge I. Pasien juga mengalami darah tinggi pada kehamilan ini saat memasuki usia kehamilan 9 bulan dengan riwayat tekanan darah 160/110 mmHg.

  • 2. Apakah penatalaksanaan pada kasus ini sudah tepat?Sudah tepat, karena pada pasien Ny. SW mengalami kehamilan dengan darah tinggi dan presentasi janin yang ditemukan adalah presentasi kepala dan presentasi bokong, sehingga diputuskan untuk dilakukan terminasi perabdominan. Penatalaksanaan medikamentosa yang diberikan sudah tepat yakni dengan pemberian MgSO4 40% sesuai protokol untuk mencegah terjadinya kejang atau eklampsi saat kehamilan.

  • Ilyas

Embed Size (px)
Recommended