Home >Documents >POSTUR APBN INDONESIA - postur apbn.pdf · PDF filePengertian Postur APBN 1 b. Format dan...

POSTUR APBN INDONESIA - postur apbn.pdf · PDF filePengertian Postur APBN 1 b. Format dan...

Date post:02-Mar-2019
Category:
View:232 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:

POSTUR APBN INDONESIA

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL ANGGARAN

Postur APBN Indonesia ISBN 978-602-17675-4-2 Hak Cipta @ 2014 Direktorat Penyusunan APBN, Direktorat Jenderal Anggaran, Kementerian Keuangan

Penanggungjawab: Askolani

Editor:

Purwiyanto Kunta W.D. Nugraha

Pengarah:

Para Kasubdit di lingkungan Direktorat Penyusunan APBN

Tim Penulis: Yonathan Setianto Hadi , Wisynu Wardhana, Arie Yanwar

Kapriadi, Rachman Aptri Sapari, Ahmad Nawawi, Wurjanto Nopijantoro, Agung Lestanto , Lisno Setiawan,

I Made Sanjaya, Aries Setiadi, Waskito Prayogi, Melissa Candra Puspitasari

Disain Cover:

Kandha Aditya Sandjoyo

Hak Cipta dilindungi undang-undang Dilarang mengutip atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku tanpa izin

iii

DAFTAR ISI

Daftar Isi ii

Daftar Tabel v

Daftar Gambar vii

Daftar Grafik viii

Sambutan Menteri Keuangan ix

Kata Pengantar Direktur Jenderal Anggaran x

Kata Pengantar Tim Penyusun xi

Bab 1 PENGANTAR 1

a. Pengertian Postur APBN 1

b. Format dan Struktur APBN 2

c. Komponen Postur APBN 9

Bab 2 TAHAPAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG

MEMPENGARUHI PENYUSUNAN

POSTUR APBN 34

a. Postur APBN Dan Siklus APBN 34

b. Faktor Penentu Postur APBN 49

iv

Bab 3 PERHITUNGAN PENDAPATAN NEGARA 63

a. Perhitungan Penerimaan Perpajakan 63

b. Perhitungan Penerimaan Negara

Bukan Pajak 77

c. Perhitungan Penerimaan Hibah 90

Bab 4 PERHITUNGAN BELANJA NEGARA 94

a. Perhitungan Belanja Pemerintah Pusat

Menurut Jenis (Klasifikasi Ekonomi) 96

b. Perhitungan Transfer ke Daerah

dan Dana Desa 125

Bab 5 PERHITUNGAN PEMBIAYAAN ANGGARAN 137

a. Perhitungan Pembiayaan Dalam Negeri 138

b. Perhitungan Pembiayaan Luar Negeri 149

Bab 6 KETERKAITAN ANTAR KOMPONEN

APBN: RUANG FISKAL DAN POTENSI

INEFISIENSI 154

a. Belanja Wajib Amanat Konstitusi 156

b. Keterkaitan Alamiah 166

v

c. Ruang Fiskal Dalam Postur APBN 169

d. Konsekuensi Perencanaan Pendapatan

Negara yang tidak akurat dan Risiko

Inefisiensi Belanja Negara 174

e. Pelaksanaan Anggaran dan Risiko Inefisiensi

Belanja Negara 179

f. Mencermati Realisasi APBN: Implikasi

Akurasi Penerimaan Negara Terhadap Dana

Yang Ditransfer ke Daerah 180

Lampiran : Formula Belanja Pemerintah Pusat 185

Daftar Pustaka

vi

DAFTAR TABEL Tabel 1.1 Perkembangan Format dan Komponen Pendapatan Negara 14 Tabel 1.2 Perkembangan Format dan Komponen Belanja Negara 23 Tabel 1.3 Perkembangan Klasifikasi Belanja Negara Menurut Sektor dan Fungsi, 1969-1994 24 Tabel 1.4 Perkembangan Klasifikasi Belanja Negara Menurut Sektor dan Fungsi, 1995-2015 26 Tabel 2.1 Postur APBN 2012 48 Tabel 2.2 Dampak Perubahan Asumsi Terhadap Postur APBN 55 Tabel 3.1 Penerimaan Perpajakan, 2005-2015 92 Tabel 3.2 Penerimaan Negara Bukan Pajak, 2005-2015 93 Tabel 4.1 Belanja Pemerintah Pusat Berdasarkan Jenis dan Bagian Anggaran Pengelola 95 Tabel 4.2 Komponen Belanja Pegawai 97 Tabel 4.3 Belanja Pemerintah Pusat, 2005-2015 136 Tabel 5.1 Pembiayaan Anggaran, 2005-2015 152 Tabel 6.1 Jenis dan Besaran Pendapatan Negara yang Dibagihasilkan ke Daerah 158 Tabel 6.1 Formulasi Besaran Pendapatan Negara Terhadap Alokasi Transfer Ke Daerah 158 Tabel 6.2 Skema Transmisi Keterkaitan Perubahan Asumsi Ekonomi Makro dan Paramater dengan Anggaran Pendidikan 162

vii

Tabel 6.3 Asumsi Dasar Ekonomi Makro Tahun 2013 181 Tabel 6.4 Tabel Perhitungan Dau, Dana Otsus, Anggaran Pendidikan APBN 2013 182

viii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Perubahan Format Postur APBN 7

Gambar 2.1 Siklus Postur APBN: Tahun Berjalan 2014 37

Gambar 2.2 Hubungan Antara Faktor-Faktor Penentu

APBN dengan Postur APBN 49

Gambar 2.3 Kesinambungan Fiskal 61

Gambar 4.1 Komponen Belanja Barang 100

Gambar 4.2 Komponen Belanja Modal 103

Gambar 6.1 Alur Alokasi DAU 159

Gambar 6.2 Alur Alokasi Dana Desa 165

Gambar 6.3 Matriks Hubungan Antar Akun di dalam

Postur APBN 168

Gambar 6.4 Implikasi Peningkatan PPh Migas

Terhadap Ruang Fiskal 164

Gambar 6.5 Implikasi Peningkatan PNBP Royalti Batubara Terhadap Ruang Fiskal 174

ix

DAFTAR GRAFIK

Grafik 1.1 Perkembangan Defisit APBN 8

x

SAMBUTAN

Menteri Keuangan Republik Indonesia Puji syukur senantiasa kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga kita masih diberi kesempatan untuk menunaikan bakti kepada negara yaitu melaksanakan tugas pemerintahan di bidang keuangan negara, khususnya di bidang penganggaran.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) merupakan cermin arah dan kebijakan Pemerintah dalam melaksanakan amanat dari Undang-Undang Dasar 1945. APBN disusun melalui beberapa tahapan-tahapan, mulai dari resource envelope, pagu indikatif, sampai dengan penetapan APBN. Inti dari tahapan-tahapan tersebut terangkum dalam suatu format yang disebut Postur APBN.

Pada hakikatnya, keseluruhan kerangka APBN menggambarkan kinerja kebijakan fiskal, kondisi keuangan, kesinambungan fiskal serta akuntabilitas Pemerintah. Setiap dinamika dari satu komponen APBN akan mempengaruhi komponen-komponen lainnya, baik dalam satu periode tahun anggaran maupun tahun-tahun anggaran berikutnya.

xi

Buku ini diharapkan dapat memberikan potret atas Postur APBN, khususnya mengenai komponen-komponen APBN dan keterkaitannya satu sama lain. Untuk itu saya menyambut baik upaya Direktorat Jenderal Anggaran untuk menyusun buku Postur APBN Indonesia sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan penyusunan APBN yang transparan, akuntabel, dan berkesinambungan yang menjadi harapan dari seluruh rakyat Indonesia.

Akhirnya, semoga keberadaan buku ini dapat memperkaya khasanah pengetahuan pembaca, serta meningkatkan kepedulian publik untuk lebih memahami kerangka APBN.

Jakarta, 15 Oktober 2014

Muhamad Chatib Basri

xii

KATA PENGANTAR Direktur Jenderal Anggaran

Salah satu fungsi anggaran adalah sebagai instrument kebijakan ekonomi. Anggaran berfungsi untuk mewujudkan pertumbuhan dan stabilitas perekonomian serta pemerataan pendapatan dalam rangka mencapai tujuan bernegara. Untuk mewujudkannya, setiap alokasi anggaran diharapkan memberikan sumbangsih positif atas pertumbuhan ekonomi dan kesinambungan fiskal.

Sesuai dengan bergulirnya reformasi di bidang Keuangan Negara, telah dilakukan perubahan format postur APBN dari waktu ke waktu. Perubahan tersebut bertujuan untuk memudahkan pelaksanaan anggaran berbasis kinerja, memberikan gambaran yang objektif dan proporsional mengenai kegiatan Pemerintah, dan menjaga konsistensi dengan standar akuntansi sektor publik. Selain itu, dinamika amanat konstitusi yang berkaitan dengan penyelenggaraan negara turut mewarnai perubahan wajah APBN.

Penyusunan buku Postur APBN menunjukkan bahwa Direktorat Jenderal Anggaran berupaya untuk mewujudkan proses penyusunan APBN yang dilakukan dengan

xiii

transparan, akuntabel dan prinsip prudent (kehati-hatian). Oleh karena itu, proses penyusunan postur APBN dan pola perhitungan, serta dampak fiskalnya dapat diketahui masyarakat luas melalui buku ini.

Akhirnya kami berharap bahwa keberadaan buku ini bermanfaat bagi masyarakat yang ingin mendapatkan pengetahuan mengenai praktek penyusunan Postur APBN di Indonesia. Untuk itu kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak yang telah berkontribusi dan mendukung penerbitan buku ini.

Jakarta, 15 Oktober 2014

Askolani

xiv

KATA PENGANTAR

Tim Penyusun

Postur APBN Indonesia merupakan salah satu upaya para

pegawai Direktorat Penyusunan dengan melaksanakan

sharing knowlegde sehingga tercapai transparansi APBN

khususnya proses penyusunan postur APBN.

Buku ini dapat terselesaikan dengan baik atas bantuan dan

kerja sama dari berbagai pihak. Oleh karena itu,

penghargaan dan terima kasih kami sampaikan kepada

Bapak Askolani selaku Direktur Jenderal Anggaran yang

selalu memberikan bimbingan dan arahan dalam

pelaksanaan tugas-tugas kita sebagai bagian dari pengelola

anggaran negara. Terima kasih juga atas arahan dari

Direktur dan Para Kasubdit di lingkungan Direktorat

Jenderal Anggaran, dan bagi seluruh rekan-rekan

Direktorat Penyusunan APBN yang telah membantu dan

mendukung ketersediaan data-data dan informasi, serta

rekan-rekan Sekretariat DJA yang mendukung atas

pencetakan buku ini.

Akhirnya buku ini tidak pernah akan terwujud t

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended