Home >Design >Portfolio.anjar

Portfolio.anjar

Date post:18-Nov-2014
Category:
View:723 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Description:
my cv and portfolio (in indonesian language)
Transcript:
  • 1. CV.portfolio.anjar.primasetra
  • 2. "Rumah Nuansa Islami" at 2013 by Griya Kreasi
  • 3. A B C D E D:Babak 4 perjalanan (masa labil peradaban) suasana perjalanan: terang- redup suara gaduh mesin- mesin motor menambahkan kesan kelabilan A: Awal Perjalanan (masa Pra Islam- Jaman H i n d u - B u d h a ) suasana perjalanan: terang B:Babak 2 perjalanan (Akhir masa, jatuhnya peradaban Hindu-Budha) suasana perjalanan: terang-redup lebar jalan menyempit C:Babak 3 perjalanan (masa kejayaan peradaban Islam) suasana perjalanan: terang-benderang jalan kembali melebar E:Akhir perjalanan (reformasi- masa depan?- jiwa baru?) suasana perjalanan: terang masjid Perak galeri akhir masjid agung Kotagede galeri masa pra-Islam entrance area "Museum Hidup di lorong-lorong Kotagede" Perancangan museum ini mengacu pada ide mendasar bahwa museum bukan hanya bangunan saja, melainkan juga lingkungan sekitar adalah museum sendiri. Berlokasi di Kampung Jagalan Kotagede yang memiliki lorong-lorong eksotis nan puitis, museum ini hadir berbentuk galeri- galeri yang terpecah di beberapa titik lokasi. Pemecahan itu kemudian dikolaborasikan dengan hirarki sejarah Islam Kotagede, yakni Masa Pra-Islam, masa pergerakan Islam di Kotagede, dan yang terakhir masa modern dalam penyebaran Islam. Galeri-galeri tersebut dihubungkan dengan lorong-lorong yang ada di Kampung jagalan, dan tentunya sudah "didekor" sedemikian rupa sehingga pengunjung dapat mengetahui sendiri "jalan yang mereka tuju menuju sebuah pencerahan" entrance area galeri pra-islam galeri pergerakan galeri akhir 2009
  • 4. ProposalRumahBapakHarry Jakarta 2009 (Proporsal project.lokasi: Jakarta) Pak Harry, teman saya di forum internet mengontak saya melalui email. Beliau meminta saya untuk merancangkan rumahnya. Yang unik dari permintaannya adalah beliau menginginkan sebuah rumah tinggal yang bernuansa Islami. Ide awal yang muncul adalah bagaimana memisahkan area publik dan privat secara tegas, dimana konsep Islami adalah konsep yang menegaskan pembagian zona privat dan zona publik. Ide tersebut diterjemahkan ke dalam penggunaan ruang perantara yang memisahkan area publik dengan area privat yang didekatnya terdapat kamar mandi, sehingga ketika ada tamu yang hendak ke kamar mandi, ia tidak perlu masuk ke dalam ruang-ruang privat dalam rumah. Konsep islami lainnya yang coba digunakan adalah konsep taman dalam yang merupakan ciri dari arsitektur Islam. taman dalam ini berusaha dileburkan dengan ruang-ruang publik seperti ruang amakn, dapur, mushola, dan ruang keluarga. Sehingga cahaya dan udara alami juga dapat akan mengalir dengan mudah. Rumah menjadi sehat dan kualitas hidup penghuninya juga semakin baik. Rumah ini juga merupakan rumah tumbuh, dimana rumah nanti dapat dikembangkan sendiri oleh pemiliknya di masa depan. luas lahan 120 m2, luas bangunan 125m2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 1. taman 2. carport 3. teras 4. r.tamu 5. r. perantara 6. KM/WC 7. r. makan 8. Dapur 9. mushola 10. taman 11. r. keluarga 12. r. tidur utama 13. KM/WC 14. taman 15. gudang 16. r. tidur anak 17. r. tidur anak 18. r. cuci jemur 19. KM/WC 20. taman atap 21. r. bermain " umah Islami nan natural" R
  • 5. Taman Kaki Lima Lempuyangan Melihat potensi daerah dekat stasiun Lempuyangan yang letaknya dekat jembatan layang lempuyangan yang selalu ramai oleh keluarga terutama keluarga yang memiliki anak kecil dan sekaligus mengedukasikan kereta kepada anak-anak mereka, sepertinya taman PKL akan menjadi konsep yang cocok yang ditawarkan kepada masyarakat Jogja. Selain itu, agaknya kebutuhan akan taman bagi masyarakat Jogja cukup tinggi. Terbukti dari selalu ramainya taman Pintar yang berada di dekat nol kilometer. Taman PKL ini selain memang difungsikan sebagai tempat jajan masyarakat, area ini nantinya akan menjadi lahan bermain bagi anak-anak maupun keluarga. Sambil menonton kereta yang lewat, masyarakat juga akan disuguhi dengan tampilan taman yang unik, gardu pandang kereta, tempat sampah yang berwarna-warni, juga lampu-lampu yang ditanam di tanah yang menarik. Dengan cara ini diharapkan tumbuh kembang anak menjadi lebih optimal.
  • 6. Rumah Sapen "rumah sosialis" Ini adalah desain yang diikutkan dalam sayembara desain rumah green yang diselenggarakan oleh Universitas Brawijaya Malang. Penekanan desain pada rumah ini adalah dengan menciptakan rumah yang berahabat dengan lingkungan sekitar, baik lingkungan sosial maupun lingkungan alam. Pada apek sosial, terdapat bangku ronda yang letaknya persis di depan rumah. Bangku tersebut berfungsi sebagai tempat beosialiasi dengan warga sekitar ketika ronda ataupun setiap harinya. Dinding depan merupakan rak dan dapat dibuka tutup. kalau ada hajatan, uang teras dapat menyatu dengan ruang tamu dan membentuk uang yang bear untuk diselenggarakannya hajatan. Suasana akan terasa menjadi begiutu intim. Pada aspek lingkungan alam, material yang digunakan adalah material ramah lingkungan. eperti bambu yang berfungsi sebagai dinding hidroponik yang letaknya berada di sebelah kiri teras. elain itu, material kayu bekas bekisting yang digunakan untuk mencetak beton juga digunakan sebagai ornamen bagi jendela rumah ini.
  • 7. "Ruang afe intim nan hangat bagi komunitas" K Kafe mungil ini hanya berukuran 5.5 x 5.5 m, dengan area outdoor berukuran 3 x 5.5 m. Segmentasi pasar dari kafe ini adalah orang-orang yang ingin mengadakan rapat, ulang tahun, ataupun acara-acara komunitas seperti workshop maupun talk show. Ide dasarnya adalah bagaimana menciptakan suasana se- hommie mungkin dan sehangtat mungkin. Proses penerjemahan desainnya adalah memisahkan area ruang dalam menjadi dua bagian. Area lesehan dan area sofa. Area lesehan ditujukan nantinya bagi orang- orang yang berasal dari komunitas-komunitas untuk mengadakan pertemuan dalam jumlah 10-15 orang. Sedangkan area sofa nantinya diproyeksikan bagi orang-orang yang mneginginkan pertemuan formal dengan jumlah 4- 6 orang saja. Area luar didesain dengan konsep avenue-avenue seperti kafe-kafe eropa. Dengan menggunakan kanopi kayu dan dikombinasikan dengan kain, memberikan kesan yang menyatu antara ruang dalam dan ruang luar. Dengan begini, orang-orang juga dapat tetap menikmati suasana kafe di sore hari walaupun matahari masih bersinar cukup terang. Keteduhan terbentuk, dan suasana akrab pun terjadi. Voila! (project interior.lokasi: Yogyakarta) luas ruangan : 45 m2
  • 8. Rumah Cukang Kawung Rumah Murah Eksperimental 2012 Lahan rumah relatif sempit dan tidak beraturan. Agar pemanfaatan lahan lebih efisien, bentuk rumah sejajar 3 sisi batas lahannya. akibatnya denah rumah berbentuk trapesium. Dari situ baru mulai menata ruang dan bentuk atapnya. Atap miring 1 sisi ke belakang karena pemandangannya cukup menarik ke sisi jalan di samping menghadap selatan. Agar tidak terlalu tinggi, atapnya ditekuk bagian sudutnya. Beruntung lahan memanjang menghadap selatan sehingga mengurangi panas matahari barat dan timur. tampak sisi barat itu akan lebih baik kalau nanti dirambati pohon. Struktur lantai 1 beton, lantai 2 baja C double, dinding banyak menggunakan fiber semen. struktur dan beban ringan di lantai 2 mengurangi beban struktur dan pondasi di bawahnya. tim desain:Studio Akanoma- Yu sing, Anjar Primasetra, Chandra T Adiputra, Iwan Gunawan. Status proyek: dalam proses pembangunan 2013 Rumah Cukang Kawung Bandung
  • 9. Rumah Kayu-Limasan Bekas Renovasi rumah berkonsep sustainable 2013 Renovasi, rumah kayu, jawa, loro blonyo, limasan bekas, sistem pengolahan air hujan. Tim desain: Yu Sing, Anjar Primasetra, Gata Mahardika, Romi Bramantyo, Iwan Gunawan. Lantai bawah merupakan rumah eksisting dan dijadikan dua lantai karena program ruang yang diminta memang mengharuskan untuk menjadi rumah dua lantai. Lantai dua nya adalah rumah limasan bekas yang dibeli klien di Jepara, lalu oleh tim studio akanoma dibongkar kembali dan di- bentuk sedemikian rupa menjadi rumah modern yang kontemporer Klien meminta untuk mengurug sampai 80 cm dari lahan eksistingnya. namun, kami mengusulkan bagaimana kalau lantainya saja yang dinaikkan, sedangkan "kolong" nya dipakai untuk penampungan air hujan. Keuntungannya ada 2: penghematan biaya (biaya urug jelaslah lebih mahal ketimbang membuat lantai panggung), dan memberikan kesempatan bagi air hujan untuk memberikan manfaatnya kepada manusia (jadi tidak hanya sekadar berakhir di pembuangan riol kota saja). Air hujan kemudian di tampung dan difilter, jadi bisa langsung diminum oleh penghuni rumah.. dan klien pun menyetujuinya... konsep hemat energi lainnya berupa penggunaan material papan bekas, pintu bekas, dan lantai cor semen tipis yang low embodied Renovasi Rumah Bekasi
  • 10. Rumah Sehat Intiyana Resto-Spa berkonsep natural 2012 Ini adalah Project restoran eksperimental saya ketika bekerja di studio akanoma. Konsep dari resto ini adalah makanan organik. Untuk itu, dari tim studio akanoma menyelaraskannya dengan mengekspresikan ide-ide material bekas di dalam nya, dalam rangka penghormatan kepada alam. Seperti keranjang bekas buah, roda sepeda bekas yang menjadi kaki meja, kayu-kayu bekas, dll. Resto-Spa Jakarta
  • 11.