Home >Documents >Policy Paper Menuju Sustainable Development (Solusi ... Menuju Sustainable  · Secara

Policy Paper Menuju Sustainable Development (Solusi ... Menuju Sustainable  · Secara

Date post:07-Mar-2019
Category:
View:214 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:

Policy Paper

Menuju Sustainable Development

(Solusi Sustainable Growth)

1. Pendahuluan

Pembangunan dan pertumbuhan yang berkelanjutan merupakan tren penting saat ini.

Hal ini nampak pada perhatian yang besar dari lembaga dunia seperti OECD (Organisation

for Economic Co-operation and Development) serta komisi dari PBB (Perserikatan Bangsa-

Bangsa) yaitu ESCAP (Economic and Social Comission for Asia and the pacific). Perhatian

yang umum adalah berupa perundingan, penyusunan program serta kerjasama kajian dan

riset dalam berbagai aspek. Semuanya ditujukan untuk mengalihkan arah pembangunan

dunia agar mempertimbangkan secara seimbang kondisi sosial, lingkungan dan pasar

sebagai satu kesatuan pandang. Hasil yang diharapkan adalah memperbaiki efek

lingkungan dan sosial pembangunan konvensional. Secara nyata ini menegaskan bahwa

tren kelanjutan pembangunan menuju pendekatan yang terintegrasi agar tercipta

keseimbangan.

Pola Pembangunan yang diterapkan berbagai negara saat iniberfokus pada pertumbuhan

outputterbukti tidak mampu menjaga keberlangsungan lingkungan dan sosial. Maknanya

adalah pembangunan konvensional atau optimalisasi penggunaan faktor-faktor produksi

(sumber daya alam, tenaga kerja, modal, keterampilan dan teknologi) terputus dari tujuan

pertumbuhan ekonomi yaitu penyediaan kesempatan kerja dan pengurangan kemiskinan.

Bahkan problem lingkungan menjadi hal yang terus dirasakan oleh penduduk dunia.

Pada tahun 2008 Gross Domestik Product (GDP) dunia mengalami peningkatan sebesar

89.02% dari jumlah di tahun 2000. Namun demikian, konsep pembangunan tersebut tidak

secara nyata mampu meningkatkan kesejahteraan sosial secara menyeluruh. Hal ini terbukti

dengan masih besarnya persentase masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Mereka ini adalah golongan yang tidak mampu atau masih sulit untuk mendapatkan akses

terhadap pendidikan, kesehatan, tempat tinggal yang layak serta daya beli yang stabil.

Masalah ini juga merupakan konsentrasi umum dari dunia dalam Perserikatan Bangsa-

Bangsa dengan program MDGs (Millennium Development Goals) atau The Eight Anti-

Poverty Goal (delapan tujuan anti kemiskinan). Ini memberi arti bahwa kemiskinan masih

merupakan problem dunia yang membutuhkan penanganan segera, bersama dan

terintegrasi secara global.

Ekploitasi berlebihan juga terjadi sebagai akibat dari konsep Pembangunan Konvensional.

Transformasi hutan untuk kepentingan pertanian, pertambangan, jalan dan pembangunan

perkotaan memberikan tekanan yang berlebihan terhadap perubahan lingkungan. Sumber

daya publik seperti sungai, danau dan laut, mengalami over eksploitasi karena sumber daya

tersebut diperlakukan sebagai free resources, di mana semua pihak berhak untuk

mengelolanya. Sehingga, kenyataan menunjukkan telah terjadi pemanasan global yang

disebabkan emisi karbon dari industri pemacu ekonomi. Pemanasan global inilah yang

menyebabkan perubahan mekanisme iklim dan daerah yang penting untuk keseimbangan

ekosistem seperti daerah es kutub serta hutan. Fungsi penting untuk keberlangsungan

kehidupan yaitu mengantisipasi radiasi panas matahari dan penyeimbang pasokan oksigen

menjadi hilang. Dengan kata lain, Pembangunan konvensional menurunkan kemampuan

dunia untuk bertahan.

Sustainable Development and Growth merupakan konsep yang secara umum menjadi

pondasi dasar tren perbaikan ini. Sustainable development (SD) adalah penggunaan

sumber daya untuk memenuhi kebutuhan namun dengan tetap menjaga agar nasib generasi

ke depan tidak terkorbankan (Strange and Bayley, 2008). Sustainable Growth bermakna

secara singkat menjadi lebih besar (Daly and Townsend, 1993). Terlepas dari kontradiksi

dua konsep tersebut (Korten, 1996, p1; Ulhoi & Madsen, 1999), semangat untuk tetap

tumbuh dan tetap membangun dengan memperhatikan generasi ke depan baik lingkungan

maupun sosial adalah esensinya (Strange & Bayley, 2008; Ravago, Raumasset &

Balisacan, 2009). Sehingga, model dan kebijakan yang mengarah pada pencapaian

sustainable development menjadi keperluan medesak.

Model dan kebijakan tersebut haruslah memperhatikan tren dunia serta keterkaitannya

dengan keunikan dalam negeri. Perhatian terhadap lingkungan internasional dapat membuat

kita sensitif terhadap aspek modern dari pembangunan. Namun penyesuaian perlu

dilakukan berkaitan dengan perbedaan kondisi dan situasi nasional dengan berbagai tren

terkait. Untuk memperkuat menuju arah perubahan, kelemahan model pembangunan

konvensional perlu dipertegas dan diuraikan. Sehingga dimensi yang perlu di sajikan adalah

pertumbuhan ekonomi dan keseimbangan, model sustainable development, trend terbaru

berkaitan sustainable development pada beberapa aspek penting ekonomi serta berbagai

rekomendasi praktis dan kebijakan implementasi yang diperlukan. Harapannya, model yang

relevan dengan kepentingan nasional dapat dihasilkan dengan tetap menyadari berbagai

tren penting dunia yang perlu diperhatikan.

2. Pertumbuhan Ekonomi dan Keseimbangan

Mengacu pada latar belakang dapat terlihat bahwa pertumbuhan ekonomi dapat

menyisakan masalah sosial dan lingkungan yang akan menurunkan pertumbuhan itu sendiri.

Pertumbuhan ekonomi akan tersedot pada perbaikan lingkungan serta perbaikan akibat

penyakit sosial. Hal ini terjadi karena pertumbuhan terjadi dengan dasar pengerukan

sumberdaya yang berlebihan. Dari sisi sosial kecemburuan sosial serta daerah kumuh akan

menyebabkan kekerasan dan kriminalitas (BBCIndoneisa, 2005; Denker et al, 2007).

Sehingga, nilai pertumbuhan yang tidak mempertimbangkan keseimbangan akan

menghancurkan diri sendiri.

Secara empiris Dasgupta (2007) menemukan -setelah mengkaji negara-negara di Benua

India serta Cina, Inggris dan Amerika- bahwa produk domestik bruto sebagai ukuran

pertumbuhan ekonomi berbagai negara akan menurun ketika memperhitungkan kerusakan

yang diakibatkan oleh perubahan iklim terutama drastis terjadi pada negara miskin. Polusi

meningkat menjadi global karena pergerakan polusi dari negara maju ke negara

berkembang serta ketiadaan peran langsung dari lingkungan lokal dan juga teknologi yang

memperbaiki. Artinya menurut Cole (1999) Pertumbuhan ekonomi akan aman bagi

lingkungan apabila didukung oleh kerjasama internasional-insentif internasional, inisiatif

kebijakan dan investasi.

Pertumbuhan ekonomi pada dasarnya dapat berfungsi untuk penciptaan kesejahteraan bila

diikuti dengan berbagai faktor pendukung. Human development report menegaskan bahwa

pertumbuhan ekonomi (aspek keuangan) akan terputus dengan aspek non keuangan

(kesehatan dan pendidikan) masyarakat secara nasional-sebagai penentu kesejahteraan

dan pemerataan-bila tidak didukung dengan intervensi pemerintah atau kebijakan nasional,

keterlibatan internasional, serta akses terhadap inovasi dan teknologi murah (Klugman,

Rodriguez & Kovacevic, 2010)

Fenomena kurva lingkungan kuznet berbentuk U- (Environmental Kuznet Curve (EKC))

menegaskan tentang pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap kondisi lingkungan. Secara

umum negara yang tinggi tingkat pertumbuhan ekonominya akan menaikkan derajat

lingkungannya. Hasil riset menunjukkan (Stern, 2003) bahwa hal ini tidak terjadi otomatis.

Beberapa fakta menunjukkan adanya kebijakan dan peraturan yang mengarahkan

perbaikan lingkungan yaitu regulasi lingkungan, kesadaran, pendidikan, perubahan teknologi

dan inovasi.

Dari uraian sebelumnya jelas bahwa pertumbuhan ekonomi dapat menciptakan

keseimbangan dengan berbagai syarat. Keseimbangan terjadi tidak selalu otomatis terjadi.

Syarat penting itu adalah intervensi kebijakan, inovasi baik pada teknologi maupun proses

produksi, keterlibatan internasional serta aksesibilitas masyarakat pada berbagai faktor

penting lain yang mendukung keberlanjutan pembangunan (sustainable development).

Syarat tersebut memiliki dimensi luas yang akan diterjemahkan sesuai keunikan nasional.

Keunikan Indonesia tentu saja membutuhkan investigasi lebih lanjut tentang model dan

kebijakan yang penting bagi sustainable development.

3. Kondisi Indonesia dan Isu Sustainable Development

Pentingnya keberlanjutan pembangunan yang tercermin pada konsep Sustainable

Development (SD) perlu diturunkan kedalam model yang sesuai. Kesesuaian model ini

membutuhkan pertimbangan akan situasi umum yang ada di Indonesia. Kondisi tersebut

akan menjadi pijakan dalam pemilihan dan penyesuaian model. Langkah ini dipilih

karena karakteristik model sustainable yang memiliki kesamaan umum yaitu fleksibel,

keseimbangan (ekonomi, sosial dan lingkungan), keterlibatan internasional serta

memiliki pola adaptasi yang sama yaitu berbasis data dan riset yang mendalam serta

berkelanjutan lintas bidang (multi field) (Benecke, 2008; Strange and Bayley, 2008;

Unescap, 2010).

Pada sisi lain distorsi arah pembangunan yang hanya sekedar modernisasi ekologi

(Ecological Modernization/EM) juga harus dihindari. Hal ini dapat terjadi karena

kemiripan EM dan SD pada beberapa nilai normatifnya. Namun, EM lebih kearah

teknokratik (sebatas c

Embed Size (px)
Recommended