Home >Documents >PMMC News Edisi April Mei 2013

PMMC News Edisi April Mei 2013

Date post:31-Dec-2014
Category:
View:107 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Description:
Industri Farmasi , Bahan Baku Obat , Drugs , Industry , Pharmaceutical , Health , Indonesia , Research , PMMC , CPhI China, China ,
Transcript:

w w w. p m mc .or.i d

Tajuk Utama

PMMCM e d i a Ko m u n i k a s i P e n j ua l & P e m b e l i Fa r m a s iInfo 20th ACCSQ PPWG, Bali Info ISPE Seminar, Jakarta Dokter untuk Bangsa, Mengabdi untuk Rakyat Photo Gallery CPhI SEA 2013

News

Vol. XV. Apr - Mei 2013

1 - 3 Dari Anggota4 - 6 Siapa Kita 7 - 8Akuisisi Industri Farmasi Lokal Siapa Kita ? Info Kita ?

Pokjanas Penanggulangan OT mengandung BKO Seputar CPhI South East Asia 2013 Kick off Meeting 2013 PT. Actavis Indonesia

Pokjanas Penanggulangan Obat Tradisional Mengandung Bahan Kimia Obat

Tajuk Utama

Memantapkan peran masing-masing instansi terkait dalam mencegah beredarnya obat tradisional mengandung bahan kimia obatJakarta - Beberapa hari yang lalu tepatnya Senin 8 April 2013, BPOM RI mencanangkan Kelompok Kerja Nasional (POKJANAS) penanggulangan Obat Tradisional (OT) mengandung bahan kimia obat (BKO) yang bertempat di aula gedung C Badan POM RI. Program tersebut dibentuk karena permasalahan OT mengandung BKO di tanah air sampai saat ini belum berhenti. Dalam sambutannya Kepala Badan POM Hal itu disebabkan karena adanya demand masyarakat untuk mendapatkan obat tradisional yang cespleng. Kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh produsen untuk menyediakan (supply) OT mengandung BKO, yang pada akhirnya menghasilkan potret bahwa OT mengandung BKO selalu ada di peredaran disaat membuka acara POKJANAS. Gambaran masyarakat Indonesia mengenai OT yang mampu memberikan kesembuhan yang cepat, maka produsen berani untuk memproduksi OT mengandungbersambung hal. 2

Jakarta International Expo Kemayoran Jakarta, 20 - 22 Maret yang lalu digelar kembali Convention Pharmaceutical Ingredient South East Asia 2013. Peserta pameran yang terdiri dari negara China, India, Korea dan negara-negara Eropa yang melirik pasar bahan baku farmasi di Indonesia.Jakarta - Dengan kehadiran pengunjung dan partisipasi dari perusahaan-perusahaan dalam industri ini seperti ACG, Javaplant, BCN Peptides, Fuji Chemicals, Mensa Group, Procaps, Schott Pharma Packaging, Kalbe Group dan SKY Softgel. UBM juga menggandeng P-MEC untuk mechinery, perlengkapan laboratorium farmasi, dan teknologi analisis serta InnoPack SEA untuk packaging produk farmasi inovatif dan solusie-mail:[email protected]

Seputar CPhI South East Asia 2013penghantaran obat. CPhI SEA 2013 menghadirkan lebih banyak peluang pelatihan, workshop dan konferensi tingkat tinggi beserta penambahan dua kegiatan baru yang memperluas rangkaian pameran. CPhI SEA menggelar Pharmaceutical Summit 2013 yang menghadirkan perspektif dan informasi terkini industri farmasi di kawasan Asia Tenggara melalui pembicara global dan lokal yang

bersambung hal. 2

Pharma Materials Management Club

1

PMMC newsmenjadi pakar dalam bidangnya.

Vol. XV. Apr - Mei 2013

Seputar CPHI South East Asia 2013 - lanjutan halaman 1

Dimana sekitar 350 peserta pameran dan 7.500 profesional di Industri Farmasi berpartisipasi di CPhI SEA 2013. UBM berharap untuk terus menghadirkan kegiatan yang terfokus dan inovatif, khususnya di kawasan yang sedang berkembang pesat dari sisi infrasruktur Kementerian Republik Indonesia, Dra. Maura Linda Sitanggang, Apt, PhD. secara resmi membuka pameran niaga industri farmasi terkemuka ini. Indonesia berpeluang sangat besar untuk mengembangkan industri bahan baku lokalnya guna memenuhi kebutuhan regional, ungkap Dra. Maura Linda Sitanggang, Apt, PhD., usai pembukaan acara. dengan pertumbuhan investasi asing yang meningkat, di tahun 2013 ini. Penyelenggaraan kembali CPhI SEA 2013 lalu, dengan penambahan P-MEC dan InnoPack akan menjadi media yang efektif bagi para profesional industri farmasi untuk membuat koneksi bisnis dan meningkatkan ROI di Asia Tenggara dan seluruh dunia. Menteri Kesehatan Republik Indonesia yang diwakili oleh Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Menurut Ketua Umum GP. Farmasi Indonesia Johanes Setijono, CPhI SEA merupakan peluang bagi para pelaku industri farmasi dan penyedia bahan baku obat dari seluruh dunia untuk menjangkau pasar Asia Tenggara yang sedang tumbuh pesat. Ketua Umum PMMC dan Wakil Sekretaris Jenderal GP Farmasi Indonesia Kendrariadi Suhanda mengatakan, dari data IMS Health 2013, pertumbuhan industri farmasi di Indonesia mencapai 13,3% antara tahun 2011 hingga tahun

2016. Angka ini dua kali lipat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6%, katanya. Dalam press conference ini mengupas banyak hal terkait dunia farmasi, khususnya mengenai impor dan ekspor bahan baku obat. Menurut Johanes, Indonesia sebagai salah satu negara produsen bahan baku obat sudah siap untuk mengekspor ke negara-negara lain. Tetapi, barang impor pun masih juga kita butuhkan karena kualitas dari bahanbahan tertentu yang memang masih kurang cukup baik untuk di pasarkan. Dan dengan adanya pemalsuan bahan baku yang kerap terjadi membuat bahan-bahan tertentu tersebut harus kita impor dari negara lain, ujarnya. Menurut Kendrariadi, penyelenggaraan CPhI South East Asia tahun depan rencananya juga akan di adakan Jakarta International Expo, Jakarta. Ia berharap, pameran bisa diadakan lebih besar dari yang sekarang. Kalau tahun ini kan yang dari perusahaan mesin baru sedikit. Nah, kemarin saya juga akan meeting dengan teman-teman dari perusahaan yang jual mesin, mereka mau lihat bagaimana potensinya untuk event di tahun depan, ujarnya. (tph/kls)

Pokjanas Penanggulangan Obat Tradisional Mengandung Bahan Kimia Obat - lanjutan halaman 1

BKO tersebut. Dan target konsumen OT mengandung BKO biasanya kelas menengah ke bawah. Karena mereka kurang mendapatkan informasi mengenai bahaya OT mengandung BKO jika terlalu sering dikonsumsi oleh mereka. Dalam pencanangan POKJANAS tersebut telah hadir; Kepala Badan POM RI, Dra. Lucky S. Slamet, MSc.; anggota Komisi IX DPR RI, Endang Agustin Syarwan Hamid; Ketua GP Jamu, Charles Saerang; Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Kosmetik dan Produk Komplemen, Drs. T. Bahdar Johan H.,

Apt., M.Pharm., Pejabat dari Kementerian Kesehatan, Pengurus GP Farmasi Indonesia, Ketua Umum PMMC, Para Kepala Balai Besar/ Balai POM di seluruh Indonesia, serta pelaku usaha dibidang Obat Tradisional. Melalui pencanangan POKJANAS Penanggulangan OT mengandung BKO tersebut, dan dengan dukungan semua pihak, Badan POM menargetkan bahwa pada tahun 2015 tidak ada lagi OT mengandung BKO beredar di wilayah RI. (pom.go.id/tph)

Pemimpin Umum: Kendrariadi , Pemimpin Redaksi: Aryo Baskoro , Redaktur Pelaksana: Budi P Editor & Foto: Teguh P Herlambang , Penanggung jawab kolom : Johanes, Franky, Fitri Design : [email protected]

2

Pharma Materials Management Club

e-mail:[email protected]

foto : herlambangDari kiri ke kanan: President Director PT Actavis Indonesia, Mr. Thomas Runkel; Senior VP MEAAP, Mr. Hordur Thorhallsson; Senior VP Human Resources, Mr. Gunnar Agust Beiteinsson memasuki gedung Pewayangan Dari kiri ke kanan: President Director PT Actavis Indonesia, Mr. Thomas Runkel; Senior VP MEAAP, Mr. Hordur Thorhallsson; Senior VP Human Resources, Mr. Gunnar Agust Beiteinsson menerima pedang untuk melepas penutup tirai logo Actavis baru sebagai tanda di bukanya acara Kick-off Meeting 2013

Pembawa acara Kick-off Meeting 2013 yang merupakan staf PT Actavis Indonesia. Diah Rinda, Customer Service Departemen dan Rio Fransetyadi, PPIC

Presiden Direktur PT Actavis Indonesia, Mr. Thomas Runkel memberikan pesan penting mengenai keberhasilan perusahaan di tahun 2012 & juga target perusahaan kedepan

Antusiasme karyawan/karyawati PT Actavis Indonesia dalam mengikuti jalannya rangkaian acara Kick-off Meeting 2013

Manajemen PT Actavis Indonesia beserta seluruh penari pendukung acara yang merupakan karyawan/ karyawati PT Actavis Indonesia dari berbagai departemen

Kick off Meeting 2013 PT. Actavis IndonesiaJakarta - PT Actavis Indonesia pada 19 Maret lalu mengadakan acara tahunan "Kick off Meeting" di Gedung Pewayangan Taman Mini Indonesia Indah , yang dihadiri lebih dari lima ratus karyawan dari berbagai departemen. Kick off Meeting 2013 kali ini sungguh berbeda dari biasanya, karena tidak saja dihadiri oleh dua orang senior Vice President yaitu Mr. Hordur Thorhallsson, Senior VP MEAAP dan Mr. Gunnar Agust Beiteinsson, Senior VP Human Resources yang khusus datang dari Zug, Switzerland untuk memberikan semangat dan dukungan kepada karyawan/karyawati PT Actavis Indonesia dalam memasuki tahun yang penuh tantangan ini. Acara ini juga menjadi luar biasa dengan adanya penampilan dari karyawan/karyawati PT Actavis Indonesia yang berpartisipasi dalam keseluruhan acara. Mereka menampilkan berbagai tarian tradisional moderen dan teatrikal yang dipelopori oleh Bapak Rendra Kuncoro selaku Regional HR Director. Adapun Kick-off Meeting kali ini mengambil tema jaman kejayaan kerajaan Majapahit yange-mail:[email protected]

mencapai masa keemasannya pada abad ke-14. Sebelum memasuki gedung Pewayangan, para direksi PT Actavis Indonesia dengan gagahnya menunggang kuda dengan didandani ala raja dan empu di jaman tersebut. Diiringi para penari yang mengenakan asesoris bulu unggas, krincingan dan muka yang dicat warna hitam putih, sungguh suatu penampilan yang sangat memukau! Satu demi satu acara bergulir. Inti acara adalah presentasi dari Presiden Direktur PT Actavis Indonesia, Mr. Thomas Runkel beserta jajaran manajemen PT Actavis Indonesia mengenai target perusahaan 2013 yang disampaikan kepada seluruh karyawan/karyawati tanpa terkecuali. Acara ini juga sekaligus memperkenalkan secara resmi kepada karyawan/karyawati PT Actavis Indonesia logo dan tagline baru perusahaan. Actavis Inc, dengan kantor pusat di New Jersey, USA tercatat sebagai perusahaan public di NYSE: ACT. Corporate Color yang dulu berwarna orange diganti dengan Hijau dan Biru.

Value baru tersebut terd

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended