Home >Documents >PLENO SKENARIO 3 KELOMPOK 2

PLENO SKENARIO 3 KELOMPOK 2

Date post:19-Oct-2015
Category:
View:89 times
Download:31 times
Share this document with a friend
Transcript:
  • TUTORIAL 3KELOMPOK 2

  • Cedera kepala ituSeorang wanita berusia 28 tahun penjaga toko tertabrak sepeda motor saat menyeberang jalan. Langsung dibawa ke UGD. Dokter jaga UGD mengatakan pasien mengalami trauma kapitis. Sesaat penderita mengalami koma sekitar 10 menit, tidak muntah, kemudian bangun kembali akan tetapi respon lambat dan tidak ada defisit neurologi fokal. Tidak ada kelainan di tempat lain. Kurang lebih 30 menit kemudian penderita cenderung mengantuk dan didapatkanlateralisasi tangan kiri dan ptosis dan midriasis pada mata kanan.oleh dokter jaga UGD penderita dilakukan CT scan kepala di rumah sakit.

  • KLARIFIKASI ISTILAHKoma tidak ada respon waktu diberi rangsangan nyeri (pmx klinis neurologi)Trauma kapitis : proses dimana terjadi trauma langsung atau deselerasi terhadap kepala yang menyebabkan kerusakan otak dan tengkorak (at a glance)trauma mekanik terhadap kepala baik secara langsung maupun tidak langsung yang menyebabkan gangguan fungsi neurologik yaitu ggn fisik, kognitif, psikososial baik termporer maupun permanen. (perdosi, 2008)

  • Ptosis : menerunynya atau jatuhnya kelopak mata atas (oftalmologi) tonus otot palpebra menurun atau terjadi kelumpuhan palpebra (skill neurologi)Midriasis : rangsangan saraf simpatis pd serabut radial iris dan menimbulkan dilatasi pupil (guyton) dilatasi fisiologis, abnormal atau yang dipengaruhi oleh obat. (dorland)

  • RUMUSAN MASALAHMengapa pasien mengalami koma sekitar 10 menit, tidak muntah kemudian bangun kembali serta tidak ada defisit neurologis?Mengapa setelah > 30 menit pasien mengantuk?Mengapa px mengalami ptosis dan midriasis mata kanan dan lateralisasi tangan kiri?Apa tujuan dilakukan CT Scan?Kemungkinan setinggi apa letak lesi pada px?Bagaimana Penatalaksanaan awal pda px tersebut?Apa kemungkinan komplikasi yang akan dialami px?Apa kemungkinan DD?Dari manifes klinis, kemungkinan pasien mengalami trauma kapitis derajat berapa?

  • HIPOTESISTrauma ggn autoregulasi hipoksia sementara perfusi membaik pulih kembaliTrauma perdarahan menekan pusat tidur px mengantukMidriasis dan ptosis kanan lesi mesensefalon nervus 3lateralisasi kiri lesi batang otakMencari etiologi dan mengetahui diagnosis pasti serta komplikasiPerdarahan hipodensSubdural konveksEpidural bikonkavIntra kranial ventrikel mengecil

  • Setinggi mesensefalonPenatalaksanaan:Penetalaksanaan umum: 5B + 1B (breath, blood, brain, bladder, bowel, Bone)Penatalaksanaan khusus sesuai derajat : Tirah baring dan Cairan tidak melampaui 2 liter dalam 24 jamKomplikasiKomplikasi:Infeksi (meningitis, ansefalitis)Epilepsi traumatikAbses otakHidrosefalusDemensia pasca traumaFistula karotiko kavernosusKomplikasi jangka panjang:Ggn neurologis (hemipareses, strabismus)Sindrom ggn pasca trauma (penurunan intelegensi)

  • DD : Kontusio serebri, komosio serebri, perdarahan epidural, subdural, laserasi serebri, diffuse axonal injury.Derajat ringan berlanjut derajat sedang

  • Wanita 28 tahunKecelakaan Lalu LintasMasuk UGDAnamnesaMengantuk setelah sadar dari koma pertamaPmx Fisik:Koma 10 mnitRespon lambatDefisit neurologis fokal (-)Kelainan tempat lain (-)KERANGKA KONSEPPmx Tambahan:Pemeriksaan LabDD

  • Kontusio serebriKomosio SerebriPerdarahan SubduralPmx Penunjang :

    Dx Pasti TerapIPerdarahan Subdural

  • LEARNING OBJECTIVEMahasiswa mampu memahami dan mengetahui:NeuroanatomiPenurunan kesadaranDefinisi, etiologi, patofisiologi, manifestasi klinis, pemeriksaan penunjang, penatalaksanaan, komplikasi, prognosis, pencegahan dari :Kontusio serebrikomosio serebriPerdarahan epiduralPerdarahan subduralLaserasi serebri (SAH)Herniasi Diffuse axonal injurySistem perujukan trauma kapitis

  • Neuro Anatomi

  • PEMBAGIAN SUSUNAN SARAF MANUSIA

    Anatomi 1. Susunan Saraf Pusat (SSP) : Otak (ensefalon) dan medula spinalis2. Susunan Saraf Tepi (SST) : Saraf saraf kranial dan spinal

    B. FisiologiSusunan Saraf Somatik : Mensarafi struktur dindingtubuh (otot,kult,membran mukosa)Susunan Saraf Otonom : Mengontrol aktivitas otot otot dan kelenjar kelenjar bagian dalam tubuh vsera) serta pembuluh darah

  • SSP

    Otak (ensefalon)SerebrumTelensefalonKorteksSubkorteksGanglia BasalisDiensefalonTalamusHipotalamusSubtalamusEpitalamusBatang OtakMesensefalonPonsMedula oblongataOtak Kecil (serebelum) PaleoserebelumNeoserebelumArkiserebelumSumsum tulang belakang (medula spinalis)ServikalTorakalLumbalSakralKoksigeal

  • pg 3484 PartsCerebrumDiencephalonBrain Stem PonsMedullaMidbrainCerebellumGray matter surrounded by White matterThe Brain

  • Frontal LobeThe frontal lobe bertanggung jawab terhadap fungsi cognitif antara lain : Problem solving Spontanitas Memory bahasa Motivation Judgment Social and sexual Kebiasaan

  • Temporal LobeLobus temporal mengatur emosi, bertanggung jawab pada penciuman, rasa , persepsi, memori, agresivitas dan kebiasaan sexual.Lobus temporalberhubungan dengan area bahasa didalam otak. Auditory AreaTemporal: smell, hearing, memory and abstract thought

  • Parietal LobeLobus parietal mengatur sensasi rasa, raba dan pembauan. Selain itu juga mengatur koordinasi dan gerakan.Lobus ini ada daerah yang disebut dengan area Wernicks yang bertanggung jawab pada masalah tulis menulis dan bahasa.Cutaneous Sensory AreaParietal: reception and evaluation of sensory info

  • Occipital LobeVisual AreaArea 17 18 19 VisualVisual19 17 18 RetinaTractus OpticusCorpus Genic.LateralRadiatio Optica

    Kortek Primer Area 17Tahu / Know

    Kortek Sekunder Area 18Kenal / Synthesis

    Kortek Tertier Area 19Faham / Analysis

  • The Limbic SystemCingulate gyrusFornixAnterior thalamic nucleiHypothalamusAmygdaloid nucleusHippocampusAdalah kumpulan sejumlah nucleus dan tractus diantara cerebrum dan diencephalonlSystem ini lebih merupakan kumpulan fungsional daripada kumpulan anatomis.Fungsi:Mengendalikan dorongan emosi dan perilaku.Menghubungkan fungsi kesadaran dan intelektual cortex dengan bagian bawah sadar dan pusat otonomMengatur penyimpanan memory.terdiri dari serebrum dan diensefalon yang terlibat dalam aktivitas emosional, terutama aktivitas perilaku tidak sadar

  • Brainstem DivisionsMidbrain / MesencephlalonPonsMedulla Oblongata

  • Brainstem: Midbrain, Pons, Medulla Passage of signals between spinal cord and cerebrum*Midbrain: contains cell bodies of CN III, IV*Pons: attachment of CN V, VI, VII*Medulla: attachment of CN VIII, IX, X, XI, XIIpg 366***

  • The Cranial NervesOlfactory nerveOptic nerveOculomotor nerveTrochlear nerveTrigeminal nerveAbducens nerveFacial nerveVestibulocochlear nerveGlossopharyngeal nerveVagus nerveAccessory nerveHypoglossal nerve

  • The MeningesThe meninges are layers of tissue that separate the skull and the brain.SkullDura mater

    Arachnoid LayerPia MaterBrain

  • The MeningesMeninges protect CNS three layers : dura mater arachnoid mater pia mater11-2

  • Cerebrospinal FluidCerebrospinal fluid is a colorless liquid that bathes the brain and spine.It is formed within the ventricles of the brain, and it circulates throughout the central nervous system.Cerebrospinal fluid fills the ventricles and meninges, allowing the brain to float within the skull.

  • PENURUNAN KESADARAN

  • Kesadaran merupakan fungsi utama susunan saraf pusat. Untuk mempertahankan fungsi kesadaran yang baik, perlu suatu interaksi yang konstan dan efektif antara hemisfer serebri yang intak dan formasio retikularis di batang otak. Gangguan pada hemisfer serebri atau formasio retikularis dapat menimbulkan gangguan kesadaran.

  • Bergantung pada beratnya kerusakan, gangguan kesadaran dapat berupa apati, delirium, somnolen, sopor atau koma. Koma sebagai kegawatan maksimal fungsi susunan saraf pusat memerlukan tindakan yang cepat dan tepat, sebab makin lama koma berlangsung makin parah keadaan susunan saraf pusat sehingga kemungkinan makin kecil terjadinya penyembuhan sempurna.

  • PATOFISIOLOGILesi Supratentorial

    Menjalar secara radial ke arah rostro kaudal sepanjang batang otak.Gangguan kesadaran dapat terjadi karena kerusakan ARAS baik oleh proses intrinsik pada batang otak maupun oleh proses ekstrinsik.Lesi infratentorialKerusakan langsung akibat penggeseran dan kompresi pada ARAS maupun gangguan vaskularisasi dan edema.Terdapat gangguan difus (metabolik) dan sirkulasi darah

  • Komosio serebriKomosio serebri merupakan bentuk trauma kapitis ringan dimana kesadaran menurun kurang dari 15 menit

  • Terjadi amnesia retrograd yaitu suatu keadaan dimana penderita tidak mengetahui apa yang terjadi sebelum trauma mis;dimana terjadi ,siapa yng menabrak

  • GejalaMuntahMualPucat & tidak ada gejala neurologi maupun gejala psikis

  • penatalaksaanMRS untuk observasi karena dengan penurunkan kesadaran yang singkat saja sudah ada gangguan diotak dapat diketahui bila ada perdarahan epiduralPemr intern dan neurologiTerapi gejala vegetatifMuntah diberi dimenhidrinat, sakit kepala diberi analgetikMobilisasi perlahanPendirita dipulang KRS dari 1minggu

  • Kontusio serebriKesadaran menurun lebih dari 15 menit (beberapa jam , hari , minggu)Penderita tidak dalam keadaan koma , tetapi penderita dapat bicara , gelisah , tetapi tidak sadarapa yang di ucapkan

  • Terdapatamnesia retrograd& amnesia post traumatikTerdapat gangguan neurologisTerdapat gangguan psikis, terutama trauma lobus temporalis CT SCAN:terdapat perdarahan kecil-kecil dijaringan otak

  • Perdarahan EpiduralEpidural hematoma (EDH)

  • Epidural HematomaAkumulasi darah di ruang antara duramater dan tulang tengkorakEpidural hematom adalah salah satu jenis perdarahan intracranial yang paling

Click here to load reader

Embed Size (px)
Recommended