Home >Documents >Pkl Sita New

Pkl Sita New

Date post:11-Jul-2015
Category:
View:449 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang PKL Saat ini dapat kita ketahui persaingan dalam dunia kerja maupun bisnis di Indonesia sangat tinggi. Banyak para lulusan sarjana yang mengganggur, bahkan yang mempunyai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di atas rata-rata juga belum mendapatkan pekerjaan hal ini di karenakan kurang persiapan mereka dalam dunia kerja. Setiap tahun dapat kita hitung berapa ribu jumlah mahasiswa yang telah menyelesaikan studinya di perguruan tinggi tempat mereka menempuh pendidikan, sedangkan jumlah Universitas di Indonesia begitu banyak. Hal ini tidak sesuai dengan lapangan pekerjaan yang ada. Kebutuhan tenaga kerja di negara kita tidak sebanding dengan lapangan pekerjaan yang tersedia. Oleh karena itu penting bagi mahasiswa untuk melaksanakan Praktek Keja Lapangan (PKL). PKL ini merupakan mata kuliah wajib yang harus ditempuh setiap mahasiswa UNESA khususnya program D3 Akuntansi yang kelulusannya dituntut untuk siap dalam dunia kerja. Untuk itu PKL ini bertujuan memberikan gambaran nyata bagaimana kondisi dunia kerja yang akan dihadapi oleh mahasiswa. Selain itu untuk menambaha wawasan di bidang kajian yang akan dijadikan kajian pokok masalah dalam Laporan PKL yaitu sistem dan prosedur akuntansi sekaligus untuk mengetahui cara-cara kerja di PT.TELKOM Kandatel Surabaya Timur, tempat dilaksanakannya PKL, khususnya di bidang akuntansi.

PT. TELKOM merupakan suatu bentuk perusahaan yang memberikan jasa telekomunikasi yang menurut pengertian perusahaan berarti jasa yang disediakan oleh TELKOM bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan bertelekomunikasi dengan menggunakan fasilitas telekomunkasi antara lain : sambungan telepon, telex, faksimili, sirkit sewa, komunikasi data, telepon antar daerah dan perkembangan jasa lainnya. Produk-produk PT. TELKOM antara lain: produk GSM, telepon pelanggan, telkom phon, telkom teleconference, telkom unicall, DID (Direct Inward Dialling), ISDN. Penjualan merupakan kegiatan utama dari suatu perusahaan atas produknya untuk memperoleh keuntungan, baik barang maupun jasa. Penjualan itu sendiri bisa dalakukan dengan berbagai cara salah satunya adalah penjualan kredit atau penjualan secara angsuran. Penjualan kredit adalah pejualan yang dilaksanakan oleh perusahaan dengan cara mengirimkan barang yang sesuai dengan order yang diterima dari pembeli dan untuk jangka waktu tertentu perusahaan mempunyai tagihan kepada pembeli tersebut. Penjualan kredit merupakan salah satu upaya perusahaan utnuk memasarkan produk-produknya. Terlebih dengan melihat kemampuan konsumen utuk membeli barang-barang yang diinginkan, dengan melihat keadaan ekonomi masyarakat Indonesia pada umumnya menggunakan pembelian secara kredit. dengan demikian penjualan kredit menjadi daya tarik tersendiri utnuk menarik konsumen. Dengan demikian, penjualan kredit merupakan salah satu unsur penting bagi perusahan, yaitu berpengaruh pada peningkatan pendapatan dalam mempertahankan eksistensi perusahaan agar dapat mewujudkan cita-cita, efektifitas, serta efisisen perusahaan, termasuk PT. TELKOM yang merupakan perusahan jasa dan pendapatan utama berasal dari penjualan secara kredit (paska bayar) . Oleh karena itu penulis

terdorong untuk mengangkat karya ilmiah dengan tema Sistem dan Prosedur Penjualan Kredit yang berjudul : Sistem dan Prosedur Penjualan Kredit (Paska Bayar) Produk Pemasangan Satuan Sambungan Baru (PSB) pada PT.TELKOM Kandatel Surabaya Timur.

1.2 Tujuan PKL1. Mengetahui sisitem dan prosedur penjualan kredit (paska bayar) di

PT.TELKOM Kandatel Surabaya Timur.2. Membuat flowchart penjualan kredit (paska bayar) di PT. TELKOM

Kandatel Surabaya Timur.3. Membantu tugas bagian penjualan kredit (paska bayar) di Operational

Manager Finance pada PT.TELKOM Kandatel Surabaya Timur agar menjadi lebih efektif dan efisien. 4. Menerapkan ilmu yang telah diterima selama bangku kuliah di PT.TELKOM Kandatel Surabaya Timur. 1.3 Manfaat PKL 1. Bagi perusahaan Memudahkan pengelolahan dalam sistem dan prosedur penjualan kredir (paska bayar)

Sebagai masukan dan sumbangan pemikiran untuk pertimbangan dalam pengelolahan penjualan kredit terutama sistem pengendalian dalam siklus penjualan kredit.

Sebagai sarana untuk menjalin hubungan antara perusahaan dan lembaga pendidikan Universitas Negeri Surabaya untuk dapat bekerja sama di masa mendatang.

2. Bagi penulis Sebagai sarana untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang telah diterima selama bangku kuliah sehingga hasil PKL dapat menambah pengetahuan dan wawasan mengenai sistem dan prosedur penjualan kredit (paska bayar) Memperdalam pengetahuan, kemampuan serta keterampilan dalam bidang sistem informasi akuntansi Menetahui kesenjangan antara teori yang diterima selama di bangku kuliah dengan kenyataan dalam PKL (magang kerja) 3. Bagi fakultas ekonomi

Sebagai bahan masukan untuk mengembangkan mata kuliah Sistem Informasi Akuntansi terutama sistem dan penjualan kredit di jurusan Akuntansi. prosedur

Sebagai referensi untuk meningkatkan

BAB II PELAKSANAAN KEGIATAN PKL

2.1 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1.1 Sejarah Singkat PT.TELKOM Kandatel Surabaya Timur PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. atau yang dikenal dengan nama PT. TELKOM adalah suatu badan usaha yang mempunyai sejarah panjang.

Pada awalnya PT. TELKOM bernama Post-en-Telegraafdiendt, suatu badan usaha milik swasta yang menyelenggarakan jasa-jasa pos dan telekomunikasi. Pada tahun 1882, Era kolonial didirikan sebuah badan usaha swasta penyedia layanan pos dan telegraf. Layanan komunikasi kemudian dikonsolidasikan oleh Pemerintah Hindia Belanda ke dalam jawatan Post Telegraaf Telefoon (PTT). Sebelumnya, pada tanggal 23 Oktober 1856, dimulai pengoperasian layanan jasa telegraf elektromagnetik pertama yang menghubungkan Jakarta (Batavia) dengan Bogor (Buitenzorg).[1] Pada tahun 2009 momen bersejarah tersebut dijadikan sebagai patokan hari lahir Telkom. Pada tahun 1961, status jawatan diubah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel). Kemudian pada tahun 1965, PN Postel dipecah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos & Giro) dan Perusahaan Negara Telekomunikasi (PN Telekomunikasi).Pada tahun 1974, PN Telekomunikasi diubah namanya menjadi Perusahaan Umum Telekomunikasi (Perumtel) yang

menyelenggarakan jasa telekomunikasi nasional maupun internasional. Tahun 1980 seluruh saham PT Indonesian Satellite Corporation Tbk. (Indosat) diambil alih oleh pemerintah RI menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menyelenggarakan jasa telekomunikasi internasional, terpisah dari Perumtel. Pada tahun 1989, ditetapkan Undang-undang Nomor 3 Tahun 1989 tentang Telekomunikasi, yang juga mengatur peran swasta dalam penyelenggaraan telekomunikasi.Pada tahun 1991 Perumtel berubah bentuk menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) Telekomunikasi Indonesia berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 1991.

Pada tanggal 14 November 1995 dilakukan Penawaran Umum Perdana saham Telkom. Sejak itu saham Telkom tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Jakarta (BEJ), Bursa Efek Surabaya (BES), Bursa Saham New York (NYSE) dan Bursa Saham London (LSE). Saham Telkom juga diperdagangkan tanpa pencatatan di Bursa Saham Tokyo.Tahun 1999 ditetapkan Undang-undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Penghapusan Monopoli Penyelenggaraan Telekomunikasi. Memasuki abad ke-21, Pemerintah Indonesia melakukan diregulasi di sektor telekomunikasi dengan membuka kompetisi pasar bebas. Dengan demikian, Telkom tidak lagi memonopoli telekomunikasi Indonesia.Tahun 2001 Telkom membeli 35% saham Telkomsel dari PT Indosat sebagai bagian dari implementasi restrukturisasi industri jasa telekomunikasi di Indonesia yang ditandai dengan penghapusan kepemilikan bersama dan kepemilikan silang antara Telkom dan Indosat. Sejak bulan Agustus 2002 terjadi duopoli penyelenggaraan telekomunikasi lokal.Pada 23 Oktober 2009, Telkom meluncurkan "New Telkom" ("Telkom baru") yang ditandai dengan penggantian identitas perusahaan PT Telkomsel adalah sebuah perusahaan operator telekomunikasi seluler di Indonesia.Telkomsel merupakan operator telekomunikasi seluler GSM kedua di Indonesia, dengan layanan paska bayarnya yang diluncurkan pada tanggal 26 Mei 1995. Waktu itu kepemilikan saham Telkomsel adalah PT Telkom (51%) dan PT Indosat (49%). Kemudian pada November 1997 Telkomsel menjadi operator seluler pertama di Asia yang menawarkan layanan prabayar GSM. Telkomsel ini mengklaim sebagai operator telekomunikasi seluler terbesar di Indonesia, dengan 51,3 juta pelanggan dan market share sebesar 51% pada (Maret 2008). 2.1.2 Bidang Usaha

Telkomsel memiliki tiga produk GSM, yaitu SimPATI (prabayar), KartuAS (prabayar), serta KartuHALO (paskabayar).Saat ini saham Telkomsel dimiliki oleh TELKOM (65%) dan perusahaan telekomunikasi Singapura SingTel (35%). TELKOM merupakan BUMN Indonesia yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia, sedang SingTel merupakan perusahaan yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Singapura.Sejak Januari 2009 Presiden Direkturnya dijabat oleh Sarwoto Atmosutarno yang menggantikan Kiskenda Suriadihardja yang telah menjabat sebagai Presdir sejak Maret 2005. Selain produk GSM, terdapat produk PT.TELKOM antara lain: TELEPON PELANGGAN Sambungan fasilitas telepon yang dapat digunakan untuk fungsi telepon, faksimile atau data/internet dengan penambahan modem oleh pelanggan. Untuk mempertegas komitmen Telkom dalam memberikan pelayanan untuk produk TELKOMPhone, maka Telkom memberikan konvensasi atas setiap keterlambatan (melebihi tolak ukur) pelayanan yang telah diperjanjikan. Fasilitas layanan sebagai pelengkap / supplementary service (fitur) yang ditawarkan bagi pelanggan telepon pelanggan meliputi : 1. Call Waiting / Nadasela, untuk dapat mengetahui dan menerima panggilan telepon tanpa memutus hubungan telepon yang sedang berjalan. 2. Call Forwarding / Lacak, untuk mengalihkan tujuan panggilan ke nomor yang diinginkan pelanggan. 3. Hotline / Andara, untuk menyambungkan hubungan telepon ke suatu nomor

tertentu tanpa perlu dilakukan dialing oleh pelanggan. 4. Three Party / Trimitra, untuk melakukan pembicaraan telepon dari 3 (tiga) pengguna/nomor yang berbeda. 5. Abbreviated Dialing / Sandinada, untuk memudahkan dialing dengan memberikan nomor sandi untuk beberapa nomor telepon tujuan. 6. Hunting, untuk memudahkan pengingatan nomor telepon dengan pemberian nomor panggil untuk beberapa nomor telepon yang dikelompokkan. 7. Keyword, untuk melakukan klasifikasi kemampuan telepon (incoming only, local only atau SLJJ) sesuai keinginan pelanggan dengan melakukan proses setting tertentu melalui terminal telepon. 8. Do Not Disturb, untuk menolak panggilan telepon pada saat pelanggan tidak ingin dihubungi. 9. Wake Up Call, untuk melakukan panggilan sebagai announcement pada waktu tertentu sesuai keinginan pelanggan. 10. CLIP Calling Line Identification Presentation, untuk mengetahui nomor pemanggil secara langsung melalui terminal khusus. 11. Voice Mail Box (TELKOMMemo), Fasilitas layanan yang diberikan bagi pelanggan telepon yang berguna untuk merekam pesan di saat telepon sedang digunakan, tidak ada yang menjawab atau pada saat telepon mengalami kerusakan. Pelanggan akan mendapat notifikasi apabila ada pesan di dalam mailboxnya. 12. TeleInfo, layanan jasa informasi dan hiburan yang dikemas secara interaktif untuk pelanggan dengan voice response system (VRS). Setiap wilayah pelayanan TELKOM menyediakan jasa informasi dan hiburan yang berbeda.

13. SMS (TELKOMSMS), layanan jasa pengiriman pesan dengan menggunakan media data dimana pelanggan dapat mengirim dan menerima pesan secara tertulis, dan dapat dikirim/diterima dalam waktu yang singkat. TELKOM-ISDN (Integrated Service Digital Network) Teknologi yang memungkinkan perpaduan jasa telekomunikasi dalam bentuk suara, gambar atau data, disalurkan melalui satu saluran. Berdasarkan kecepatannya, layanan dapat dikelompokkan mejadi 2 (dua) : 1. Micro Access / Basic Rate Access (BRA) Akses BRA mempunyai kecepatan total 144 Kbps, yang terdiri dari 2 kanal B dan 1 kanal D (2B @ 64 Kbps + 1D 16 Kbps). Satu kanal B dapat membawa informasi (suara, teks, data, gambar atau video) dengan kecepatan 64 Kbps, sedangkan kanal D membawa pensinyalan dan paket data sampai 16 Kbps. 2. Macro Access / Primary Rate Access (PRA) Akses PRA mempunyai kecepatan total 1984 Kbps, yang terdiri dari 30 kanal B dan 1 kanal D (30B @ 64 Kbps + 1D 64 Kbps). Satu kanal B dapat membawa informasi (suara, teks, data, gambar atau video) dengan kecepatan 64 Kbps, sedangkan kanal D membawa pensinyalan dan paket data sampai 64 Kbps. Fitur yang disediakan berupa : Calling Line Identification Presentation (CLIP), Calling Line Identification Restriction (CLIR), Connected Line Identification Presentation (COLP), Connected Line Identification Restriction (COLR), Close User

Group (CUG), Direct Dialing In (DDI), Multi Subscriber Number (MSN), Sub Adressing (SUB), User to User Signaling (UUS), Call Waiting dan Terminal Portability (TP). Produk ini menawarkan benefit yang beragam bagi pelanggan : Dapat digunakan untuk aplikasi layanan Video Conference, PC Multimedia (ISDN Phone), G4-Fax (Hi-Q Fax), Wide Voice, Tele-doctor, Tele-disket, Remote Security Control, PC Work Group, Inter-LAN dan Internet Access. Efisien, hanya dengan satu saluran dapat digunakan untuk mengirimkan suara, gambar dan data/teks sekaligus. Fleksibel, dalam pemilihan dan penggantian terminal sesuai dengan aplikasi yang dibutuhkan karena mempergunakan interface yang berlaku di seluruh dunia. Dapat digunakan untuk jenis jasa telekomunikasi digital atau non digital. TELKOM Unicall Layanan yang memberikan kemudahan bagi suatu perusahaan yang mempunyai banyak kantor cabang untuk dihubungi pelanggannya dengan hanya menghubungi satu nomor unik. Panggilan secara otomatis akan tersambung ke kantor/ kantor cabang dilokasi terdekat. Produk ini menawarkan beragam benefit bagi pelanggan : Perusahaan mudah diingat berdasarkan nomor akses yang dimilikinya Lebih cepat melayani pelanggan karena dihubungkan ke kantor terdekat. Beban komunikasi sebagian ditanggung oleh pemanggil.

Nomor akses tetap meskipun terjadi perubahan alamat kantor.

TELKOM Teleconference Layanan teleconference melalui telepon baik fixed maupun mobile (Audio Conference) yang mempunyai kemampuan untuk melayani percakapan sampai 30 pemanggil dalam satu konferensi. Jumlah peserta dapat diatur sesuai dengan keinginan penyelenggara konferensi. Sistim audio-conference dilengkapi dengan PIN (Personal Identification Number)

sehingga menjamin kerahasiaan suatu konferensi dari pemanggil yang tidak diundang. Produk ini menawarkan benefit bagi pelanggan : 1. Pertemuan dapat direncanakan dalam waktu yang singkat. 2. Pada umumnya dapat menghemat biaya pertemuan, khususnya untuk pertemuan yang dihadiri peserta dari beberapa lokasi. DID (Direct Inward Dialing) Fasilitas untuk PBX agar pelanggan di luar PBX dapat menghubungi sambungan cabang PBX tersebut secara langsung tanpa melalui operator. Fasilitas DID dapat diberikan kepada pelanggan yang mempunyai sambungan cabang (extention) paling sedikit 100 sambungan dengan komposisi minimal 10 sambungan pokok untuk digunakan sebagai fasilitas DID. Produk ini menawarkan benefit bagi pelanggan berupa : 1. Lebih hemat (tidak memerlukan operator PBX). 2. Privacy terjaga (tidak melalui operator PBX).

2.1.3 Struktur Organisasi 2.1.3.1 Bagan Organissasi 2.1.3.2 Job Discription 2.1.4 Visi, Misi dan Motto 2.1.4.1 Visi To Become a Dominant Infocom Player in the Region . maksud dari fungsi ini adalah TELKOM akan selalu berupaya untuk menempatkan diri sebagai perusahaan infokom yang mempunyai pengaruh dalam kawasan Asia dan terlabih lagi dikawasan AsiaPasifik. 2.1.4.2 MISI a. managing Business Through Best Practices, Optimizing Superior Human Resource, Competitive Technology and Synergizing Business Partners. Maksud dari misi tersebut adalah TELKOM akan selalu mengelolah bisnis melalui praktek-praktek terbaik dengan mengoptimalkan Sumber Daya Manusia yang unggul, penggunaan teknologi yang kompetitif serta akan berusaha membangu komitmen yang menguntungkan secara timbal balik dan saling mendukung secara sinergis. b. To Provide One Stop service with Exellent Quality and Competitive Price. Maksud dari misi tersebut adalah TELKOM akan selalu menjamin bahwa

pelanggan harus mendapatkan pelayanan terbaik yang berupa kemudahan, kualitas produk dan jaringan yang tentunya kesemuanya itu didapat dengan harga yang kompetitif pula.

2.1.4.3 Motto

2.2

PELAKSANAAN KEGIATAN PKL

2.2.1 Deskripsi Pelaksanaan PKL Praktek kerja lapangan adalah satu mata kuliah yang wajib ditempuh oleh mahasiswa DIII Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Surabaya sebagai syarat untuk menyusun laporan akhir PKL. Praktek kerja lapangan diawali dengan tahap persiapan yangterdiri dari kegiatan pembekalan oleh dosen pembimbing dengan cara memberikan pengarahan

tentangsegalah hal yangberhubungan dengan kegiatan PKL yang akan dilakukan oleh siswa.Pada tahap ini, mahasiswa diwajibkan menyusun laporan PKL yangdimaksudkan agarmahasiswa mempunyai pandangan tentang topic yangakan ditulis dalam Laporan PKL. Tahap selanjutnya, penulis melaksanakan PKL di PT.TELKOM KANDATEL Surabaya Timur selama 4 minggu sesuai dengan jam kerja di PT.TELKOM Surabaya Timur. PT.TELKOM Surabaya Timur melakukan kegiatan operasional dengan vendorvendor menggunakan suatu kontrak. Vendor yang bekerjasama dengan PT.TELKOM Surabaya Timur antara lain: 1. Kopegtel SBT 2. Kopegtel SDA 3. Kopegtel Mojokerto 4. Gaysa Karya Perkasa

5. CV.DD Jaya 6. Kopegtel jombang 7. CV. Indah Jaya 8. PT. Shandy Putra Makmur Sedangkan kegiatan yang dilakukan oleh PT. TELKOM Surabaya Timur dengan vendor-vendor tersebut antara lain: 1. melakukan pekerjaan perbaikan gangguan speedy 2. instalasi PSB saluran penanggal 3. Pekerjaan outsourching 4. Penjualan sales agency 5. Pembayaran air minum aqua dan sewa dispenser 6. Pengadaan modem 7. Pemasangan langsung dengan agency 8. Pengadaan Tel-2 speedy Kegiatan penulis selama PKL di PT. TELKOM Kandatel Surabaya Timur antara lain: 1. Cheklist PPN dan PPH 2. Mengagendakan berkas tagihan vendor ke buku registrasi tagihan vendor 3. Verifikasi berkas-berkas dan dokumen pajak 4. Verifikasi berkas-berkas pendapatan dari Plasa TELKOM atau pendapatan harian loket 5. Menginput pendapatan harian loket ke dalam rekap jurnal

Kegiatan operasional di PT.TELKOM Kandatel Surabaya Timur telah didukung dengabn teknologi IT dan system jaringan yang selalu online setiap waktu diseluruh Indonesia sehingga memudahkan sentralisasi dan meminimalisir manipulasi oleh karyawan. Pada bagian keuangan menggunaklan software system application and product in process (SAP) sehingga akan tercapai tujuan sebagai berikut: 1. meminimal kesalahan 2. mempercepat proses kerja (efisien) 3. memperoleh data yang lebih akurat 4. mempermudah dalam perhitungan pendapatan 5. online seluruh Indonesia, sehinggah memudahkan untuk sentralisasi Produk-produk penjualan kredit PT.TELKOM Kandatel Surabaya Timur antara lain: Pasang baru telepon pelanggan (PSB), wireless, fixed phone serta sambungan fasilitas telepon yang dapat digunakan untuk fungsi telepon, faksimile atau data/internet dengan penambahan modem oleh pelanggan. Tingkat pelayanan yang disediakan (mulai dari yang tertinggi): Layanan Platinium Layanan Gold Layanan Silver Layanan Standard

Tingkat Layanan Platinium :

-

Waktu pasang baru Mutasi sambungan Perbaikan gangguan Penyelesaian klaim pulsa

= = = =

24 jam 1 hari 12 jam 3 hari

Tingkat Layanan Gold : Waktu pasang baru Mutasi sambungan Perbaikan gangguan Penyelesaian klaim puls = = = = 36 jam 1 hari 24 jam 3 hari

Tingkat Layanan Silver : Waktu pasang baru Mutasi sambungan Perbaikan gangguan Penyelesaian klaim pulsa = = = = 2 hari 1 hari 2 hari 7 hari

Tingkat Layanan Standard : Waktu pasang baru = 3 hari

-

Mutasi sambungan Perbaikan gangguan Penyelesaian klaim pulsa

= = =

1 hari 3 hari 14 hari

Pengguna jasa telekomunikasi PT.TELKOM Kandatel Surabaya Timur adalah badan hokum atau perorangan yang menggunakan fasilitas telekomunuikasi atas nama pelanggan. Pelanggan PT.TELKOM dibedakan atas kategori konsumen (customer category) sebagai berikut: 1. Pelanggan Residensial / Perumahaan Pelanggan berdasarkan data kepelangganannya atas nama perorang yang menggunakan sambungan telekomunikasi untuk menunjangkegiatan sehari-hari. 2. Pelanggan Bisnis Pelanggan yang berdasarkan data kepelangganannya adalah atas nama organisasi bisnis yang berbentuk badan hokum, dimana pelanggan melakukan kegiatan pengerahan sumber daya secara komersial untuk mendapatkan pendapatan dan pendapatan tersebut digunakan untuk menjaga kelangsungan usahanya. 3. Pelanggan Sosial Pelanggan yang berdasarkan data kepelangganannya atas nama organisasi social yang berbentuk lembaga dan badan hokum yang melaksanakan usahanya bukan untuk mendapatkan laba melainkan untuk melaksanakan fungsi-fungsi social sesuai misinya. 4. Pelanggan Pemerintah/ABRI

Pelanggan

yang

berdasarkan

data

kepelangganannya

atas

nama

Pemerintah/ABRI. 5. Pelanggan Swasta/BUMN Pelanggan yang berbentuk badan hokum atau perorangan yang menggunakan sambungan telekomunikasi untuk kegiatan usaha atau bisnis. PT.TELKOM Kandatel Surabaya Timur menyediakan fasilitas pem,bayaran untuk jasa paska bayar telepon. PT.TELKOm menyediakan tempat-tempat yang dapat digunakan untuk memudahakan pelanggannya melakukan pembayaran tagihan telepon. Fasilitas tersebut antara lain: 1. Point to Host Pelanggan dapat langsung membayar tagihan telepon ke service center terdekat. Sevice center PT.TELKOM dikenal dengan Plasa TELKOM. Plasa Telkom yang masih aktif antara lain: (a) Plasa TELKOM Dinoyo, (b) Plasa TELKOM Manyar, (c) Plasa TELKOM Rungkut, (d) Plasa TELKOM Darmo. 2. Host to Host Pelanggan dapat dengan mudah melakukan transaksi pembayaran pada loket Bank yang telah ditunjuk oleh PT.TELKOM, yaitu (a) BRI, (b) BNI, (c) MANDIRI, (d) BUKOPIN. 3. Direct Transfer Pelanggan dapat membayar tagihan dengan menstransfer langsung ke rekening TELKOM. 2.2.2 Jadwal Kegiatan PKL

Praktek kerja lapangan dilaksanakan di PT.TELKOM Kandatel Surabaya Timur, wilayah DIVISI REGIONAL V Surabaya, selama kurang lebih 4 minggu . terhitung mulai tanggal 18 Januari 2019 sampai dengan tanggal 12 Februari 2010, sesuai jam kerja yang berlaku di PT.TELKOM Kandatel Surabaya Timur yaitu hari Senin sampai dengan hari Kamis pukul setengah 8 pagi sampai dengan pukul setengah 5 sore, untuk hari Jumat mulai pukul 8 pagi sampai dengan pukul 5 sore. bidang kajian yang diminati dan diangkat adalah Prosedur Penjualan Kredit (paska bayar) atas Pemasangan Satuan Sambungan Baru (PSB). 2.3 HASIL PELAKSANAAN PKL 2.3.1 Sistem penjualan kredit 2.3.1.1 Definisi Penjualan kredit Penjualan kredit adalah pejualan yang dilaksanakan oleh perusahaan dengan cara mengirimkan barang yang sesuai dengan order yang diterima dari pembeli dan untuk jangka waktu tertentu perusahaan mempunyai tagihan kepada pembeli tersebut. Untuk menghindari tidak tertagihnya piutang tersebut, setiap penjual kredit yang pertama kepada seorang pembeli selalu didahului dengan analisis terhadap dapat atau tidaknya pembeli tersebut diberi kredit. 2.3.1.2 Sistem Informasi yang digunakan kegiatan penjualan pada suatu perusahaan membutuhkan adanya sistem informasi yang memberikan bantuan terhadap kegiatan operasionalnya. PT.TELKOM

menggunakan sistem informasi yang disebut dengan SISKA ( System Customer) yaitu sistem informasi PT.TELKOM yang bersifat operasional dan diterapkan oleh customer service yang berfungsi untuk mengetahui data yang berkaitan langsung dengan data

pelanggan. Data dalam SISKA tersebut dapat digunakan oleh bagian keuangan untuk mengetahui pendapatan yang diterima setiap hari pada setiap loket. Bagian keuangan bertugas menerima rekapan pendapatan yang diterima dari bagian customer service kemudian membandingkan dengan data yang ada di SISKA online bagian keuangan dan selanjutnya meng-interface ke System Application And

Product in Process (SAP). Dalam SAP ini, bagian keuangan dapat melihat secara tidak langsung penerimaan yang diterima dari bagian customer service dan selanjutnya dapat digunakan untuk membuat jurnal dan mem-posting ke buku besar. Proghram SAP sangat membantu semua kegiatan transaksi keuangan pada PT.TELKOM karena dapat digunakan untuk melakukan pencatatan semua transaksi keuangan dan secara langsung dapat digunakan dalam penjurnalan terkomputerisasi (computerized). 2.3.1.3 Sistem Penjulan Kredit (Paska Bayar) Penjualan kredit (paska bayar) pada PT.TELKOM adalah Pemasangan Satuan Sambungan Baru (PSB) rumah baik fixed phone, ISDN maupun flexy. Pada saat terjadi permintaan Penambahan Satuan Sambungan Baru (PSB) terdapat biaya-biaya yang

dikenakan terhadap pelanggan. Biaya-biaya tersebut dibebankan pada saat terminal telepon telah terpasang dan berfungsi. Biaya tersebut akan dibebankan pada akhir periode pemakaian jasa telekomunikasi yang akan tertagihpada pelanggan nantinya. Biaya-biaya tersebut antara lain: 1. Biaya pemasangan sambungan satuan baru 2. Tagihan, terdiri dari: a. Biaya berlangganan bulanan (abonemen), biaya pemakaian berdsarkan volum pemakaian dikalikan tarif yang berlaku.

b. Biaya lainnya antara lain meliputi fasilitas (fitur telepon), informasi tagihan, biaya mutasi (ganti nomer, pindah alamat, balik nama), denda karena tunggakan (isolir) dan biaya jasa telekomunikasi dari

penyelenggara telekomunikasi lain yng ditagih oleh TELKOM. 2.3.1.4 .Prosedur Permintaan Penambahan Satuan sambungan Baru (PSB) Dalam layanan pasang baru ini, customer service melakukan suatu transaksi langsung dengan calon pelanggan. Baik pelanggan yang langsung mendatangi kantor pelayanan TELKOM untuk melakukan permintaan pasang baru ataupun dengan cara pendekatan door to door oleh pihak TELKOM dengan mendatangi rumah pelanggan pasang baru telepon. Adapun prosedur dari proses bisnis pelayanan penambahan satuan sambungan baru (PSB) tersebut dapat dijabarkan sebagi berikut: 1. Calon pelanggan melakukan permintaan pasang baru telepon baik itu dengan cara mendatangi langsung kantor pelayanan TELKOM atau dengan melakukan via telepon kepada TELKOM baru kemudian petugas TELKOM mendatangi rumah calon pelanggan yang bersangkutan. 2. Oleh bagian layanan telekomunikasi, dalam hal ini dipegang oleh customer service, dilakukan pemeriksaan berkas persyaratan untuk calon pelanggan yang akan melakukan permintaan pasang baru. Berkas persyaratan tersebut meliputi: a. Foto copy KTP b. Denah Lokasi c. Surat kontrak (untuk alamat yang instalasi yangberbeda dengan alamat di identitas) d. SITU/NPWP/Akte pendirian perusahaan usaha (untyuk pelanggan kategori bisnis)

e. Surat rekomendasi dari AM (asisten Manajemen) atau Kepala kandatel (untuk PSB yang tidak terbayar. 3. Kemudian apabila berkas persyaratan tersebut tidak dapat dipenuhi oleh calon pelanggan maka permintaan tidak dapat dipenuhi. 4. Akan tetapi apabila berkas persyaratan tersebut dapat dilengkapi oleh calon pelanggan, maka customer service dapat segera meng-input data dan permintaan pelanggan ke dalam SISKA (system customer). 5. Setelah itu bagian customer service memeriksa ketersediaan jaringan (study otomatis) dengan menggunakan SISKA. 6. Apabila jaringan tidak tersedia maka permintaan pelanggan tidak dapat dipenuhi, namun bila jaringan tersedia maka bagian customer service dapat mengalokasikan Directory Number (DN) dengan menggunakan SISKA. 7. Setelah DN tersedia, maka calon pelanggan dikenakan pembayaran yang dapat dilakukan secara lunas atau kredit (melalui L II/Tagihan). 8. Pada saat DN tersedia, bagian customer service menvalidasi status permintaan PSB dengan menggunakan SISKA, dan work order (WO/Tel25) terbentuk secara otomatis setelah validasi dan WO terkirim ke unit-unit terkait. Kontrak berlangganan (Tel2) pun tercetak. 9. Bagian customer service mengesahkan kontrak berlangganan dan

mengarsipkannya. 10. Kemudian customer service bagian administrasi melakukan kompulir berkas dan mengirimkannya ke Bagian Data Langganan. 2.4. Fungsi-fungsi Terkait

Fungsi-fungsi yang terkait dalam sistem penjualan kredit (paska bayar) Penambahan Satuan sambungan Baru (PSB) adalah; 1. Fungsi Penjualan (Customer service/CS) Dalam transaksi penjaulan kredit, fungsi ini bertanggungjawab menrima dan meng-input permintaan dari pelanggan, mengotorisasi permintaan pelanggan yang sesuai dengan ketentuan SISKA. Fungsi ini juga bertanggungjawab untuk memvalidasi status permintaan PSB dan membuat work order (WO/Tel 254) di SISKA bagi unit-unit terkait SISKA serta mencetak kontrak berlangganan (Tel 2). 2. Fungsi Data Langganan (DALANG) Fungsi ini bertanggungjawab untuk menerima berkas data pelanggan dan mengoreksinya dengan data yang ada di SISKA. apabila data sesuai disimpan sebagai arsip dan jika tidak sesuai maka akan dikoreksi kembali. 3. Fungsi Operator Jaringan Fungsi ini membaca dan mencetak WO yang ada di SISKA serta mengirimkannya ke teknisi dan MITRA. fungsi ini juga bertanggungjawab mengaktifkan terminal telepon dan fitur-fitur yang diminta. 4. Fungsi MITRA Bertanggungjawab menerima WO dan melakukan penyelesaian instalasi kabel (uji teknis) 5. Fungsi collecting Agent (Loket Pembayaran) Bertanggungjawab menerima pembayaran dari pelanggan saat terjadinya jatuh tempo pembayaran pada suatu periode tertentu. Dan menyetorkan penerimaan ke bank dan mengirimkan berkas penerimaan pembayaran dari pelanggan ke bagian UPMB Area/Divre.

6. Fungsi UPMB Area/Divre Fungsi ini bertanggungjawab untuk menerima semua berkas penerimaan pendapatan dari setiap collecting agent, kemudian mencetak ikhtisar penerimaan pendapatan dan memeriksa apakah telah sesuai dengan berkas penerimaan pendapatan tersebut dan rekening koran dari bank. fungsi ini juga

bertanggungjawab untuk meng-input tanggal dan total credit notes bank (bukti setoran bank) per collecting agent serta mencetak laporan pengawasan yang akan dikirimkan kebagian monitoring penerimaan pendapatan. 7. Fungsi Keuangan (Bagian akuntansi) Fungsi ini bertanggungjawab untuk menerima rekap penerimaan pendapatan harian loket dan meng-interfacenya dengan data penrimaan pendapatan dari SISIKA. Fungsi ini juga bertugas memposting jurnal penerimaan kas ke System Apalication and Product in Process (SAP). 8. Fungsi Keuangan (Bagian Perbendaharaan) Fungsi ini bertanggungjawab untuk menerima berkas penerimaan pembayaran dari pelanggan melalui transfer rekening TELKOM untuk kemudian

mengirimkannya ke fungsi UPMB Area. 9. Fungsi Keuangan (Bagian Anggaran dan Kas) Fungsi ini bertanggungjawab menerima berrkas pendapatan dari customer service dan membuat rekap peneerimaan pendapatan harian Datel. 2.3.1.5 Dokumen yang Digunakan 1. Work Order (WO/Tel 25) Dokumen ini adalah dokumen perintah yang pembuatannya secara komputerisasi (on-line0 juga merupakan dokumen sumber bagi fungsi operator jaringan untuk

melaksanakan permintaan pelanggan dalam pengaktifan telepon dan fitur-fitur yang diminta. 2. Kontrak Berlangganan dokumen ini digunakan oleh bagian data Langganan sebagai dokumen sumber untul memeriksa keakuratan nama dan alamat pelanggan anatara yang ada di berkas dengan data di SISKA. 3. Berita Acara Uji Teknis Dokumen ini merupakan dokumen pendukung oleh bagian Operator Jaringan dalam pengaktifan terminal telepon dan fitur-fitur yang diminta. 4. Kuitansi (L II) Dokumen ini dibuat oleh bagian collecting agent apabila pelanggan telah membayar tagihan jasa telekomunikasinya. dokumen ini merupakan dokumen sumber bagian CA untuk mencetak saldo harian loket untuk loket pembayaran dan untuk mencetak rekap saldo harian loket. 5. Saldo Harian Loket (Tel 75) dan rekapnya Dokumen ini dibuat oleh bagian customer service apabila terdapat pembayaran tunai oleh pelanggan dan merupakan dokumen sumber bagian Keuanagn untuk mencetak rekap penerimaan bagian Datel. Dan rekap Saldo Harian Loket untuk pembayaran tagihan telepon dikirimkan ke bagian UPMB Area/Divre untuk dibandingkan dengan rekening koran dari bank dan membuat ikhtisar penerimaan pendapatan per collecting agent/Loket Pembayaran. 6. Bukti Setor Bank Dokumen ini dibuat oleh bagian CA setelah menyetor penerimaan pendapatan ke bank operasional, dan bersama-sama dengan saldo harian loket dan rekapnya

dikiirimkan ke bagian UPMB. Dokumen ini digunakan sebagai dokumen sumber untuk mencatat pendapatan yang diterima ke dalam jurnal. 2.3.1.6 Catatan akuntansi yang Digunakan Catatan akuntansi yang digunakan dalam sisitem penjualan kredit (paska bayar) Pemasangan Satuan Sambungan Baru Telepon (PSB) dalam PT.TELKOM dilakukan secara komputerisasi (computerized) dan nantinya di-interface ka dalam System Application and Product in Process (SAP) adalah: 1. Jurnal Umum Catatan akuntansi ini digunakan untuk mencatat transaksi yang berkaitan dengaan penjualan kredit (paska bayar) PSB untuk mengakui adanya pendapatan yang dihasilkan saat penjualan jasa. jurnal yang lazim digunakan oleh PT.TELKOM untuk mengakui adanya pendapatan yaitu jurnal pengakuan pendapatan. 2. Bukuu Besar catatan akuntansi ini digunakan untuk memposting jurnal-jurnal yang ada pada jurnal umum. saldo akhir buku besar nantinya akan dimasukkan ke dalam neraca saldo. 2.3.1.7 Prosedur Yang Membentuk Sistem Penjualan Kredit Jaringan prosedur yang membentuk sistem penjualan kredit (paska bayar) Pasang Baruu Telepon (PSB) adalah: 1. Prosedur Order Penjualan/Permintaan Dalam prosedur ini, fungsi penjualan yaitu customer service menerima order permintaan dariu pelanggan. memeriksa kelengkapan berkas pelanggan dan meng-input permintaan dari pelanggan ke SISIKA,

selanjutnya memeriksa ketersediaan jaringan. Bila jaringan tersedia maka fungsi ini mengalokasikan directory number (DN) dan selanjutnya memvalidasi status permintaan PSB dan membut work order (WO) yang terkirim otomatis ke unit0unit terkait. Fungsi ini juga mencetak kontrak berlangganan yang dikirimkan ke bagian Data Langganan. Prosedur order penjualan /permintaan PSB dapat dilihat dari Gambar 2.3 flowchart permintaan pasang baru (PSB). 2. Prosedur Aktivasi Permintaan Dlam prosedur ini, fungsi Operator Jaringan melaksanakan tugasnya sesuai dengan WO yang diterima di bagian CS. Dan mengirimkannya ke fungsi MITRA untuk melakukan penarikan kabel penanngal dan IKR (Instalasi Kabel Rumah) serta membuat Berita Acara penyelesaian instalasi. selanjutnya fungsi operator memeriksa kondisi jaringan apakah kondisinya memungkinkan atau tidak. apabila kondisi jaringan baik maka teknisi jaringan dapat melakukan penjumperan Rumah Kabel dan

melakkan tes, kemudian memberitahukan fungsi Operator untuk menginput status RWO jaringan. FungsiOperator menggunakan WO untuk melakukan penjumperan dari kabel primer ke sentral. Dan mengaktifkan sentral serta fitur-fitur yang diminta dan meng-input status PS di SISKA. apabila kondisi jaringan tidak memungkinkan maka fungsi jarinagn menginput status RWO tidak bisa dilakukan. Prosedur ini dapat dilihat di Gambar 2.4 Flowchart Aktivasi PSB. 3. Prosedur Pemeliharaan Data Langganan

Dalam

prosedur

ini,

fungsi

DALANG

menerima

berkas

data

pelanggandari CS untuk memeriksa keakuratan nama dan alamat pelanggan dengan data di SISKA. Apabila sesuai, fungsi DALANG menyimpan berkas tersebut mengoreksi kembali data pelanggan tersebut. Prosedur ini dapat dilihat di Gambar 2.5 Flowchart Pemeliharaan Data Pelanggan. 4. Prosedur Penerimaan Pendapatan dan Pelaporan Loket Dalam prosedur ini, fungsi collecting agent atau Loket Pembayaran menerima pembayaran dari pelanggan baik itu melalui loket TELKOM, menstranfer ke rekening TELKOM, maupun lewat bank (ATM). untuk penerimaan lewat bank (ATM), piutang akan secara otomatis terkredit dan pada akhir hari petugas CA mencetak saldo harian loket. Penerimaan kas disetor ke bank operasional saat itu juga dan mengirim copy bukti setor CA dan saldo harian loket ke fungsi UPMB. Untuk penerimaan melalui transfer rekening TELKOM, fungsi UPMB menerima berkas penerimaan pembayaran (bukti transfer dan nomer jasa telekomunikasi yang dibayarkan) dari pelanggan. Selanjutnya fungsi UPMB meng-input nomer jasa telekomunikasi dan mengkredit piutang pelanggan. apabila pelanggan menginginkan kuitansi maka fungsi ini dapat mencetak kuitansi pembayaran piutang (L II). Berkaspenerimaan dari pelanggan untuk selanjutnya dikirimkan ke fungsi UPMB. Untuk penerimaan dari loket TELKOm, fungsi Ca menerima pembayaran kemudian meng-input nomer jasa telekomunikasi dan mengkredit piutang pelanggan, mencetak kuitansi (L II) dan akhir hari melakukan validasi. Kuitansi yang dibuat oleh fungsi

ini akan digunakan sebagai dokumen sumber pencetakan saldo harian loket (Tel 75) dan rekapannya. Kemudian fungsi CA menyetorkan penerimaan pendapatan ke bank operasional dan mengirimkan berkasberkas penerimaan ke UPMB. Di akhir hari fungsi UPMB menerima berkas-berkas dari setiap loketyang ada, kemudian membandingkannya dengan rekening koran dari bank operasional. Fungsi UPMB mencetak ikhtisar penerimaan pendapatan per Collecting Agent dan memeriksa

kesesuaian berkas dengan uang yang diterima UPMB, apabila tidak sesuai maka dilakukan rekonsisliasi dengan CA dan apabila sesuai maka fungsi UPMB meng-input tanggal dan total bukti setor per CA dan mencetak laporan pengawasan penerimaan pendapatan. Prosedur ini dapat dilihat di Gambar 2.6 Flowchart Penerimaan Pendapatan Pembayaran. Apabila CA terlambat menyetor maka fungsi UPMB mengenai denda dan membuat Surat Denda ke fungsi CA. Prosedur ini dapat dilihat di Gambar 2.7 Flowchart Monitoring Penerimaan Pendapatan. 5. Prosedur Pencatatan Piutang Dalam prosedur ini, fungsi collecting Agent mengkredit piutang pelanggan lewat SISKA pada saat pembayaran tagihan jasa telekomunikasi. Prosedur ini dapat dilihat di Gambar 2.6 Flowchart Penerimaan Pendapatan Pembayaran. 6. Prosedur Pencatatan Penerimaan Piutang Dalam prosedur ini, fungsi keuangan terutama bagian akuntansi menerima rekap penerimaan harian sub unit organisasi (Datel) dan meng-interface data penerimaan pendapatan dari SISKA. Kemudian mem-posting jurnal

ke System Application and Product in Process (SAP). Prosedur ini dapat dilihat di Gambar 2.8 Flowchart Pencatatan Penerimaan Pendapatan.

GAMBAR FLOWCART PSB2.4 Unsur Pengendalian Intern 2.4.1 Organisasi Dalam merancang organisasi yang berkaitan dengan sistem penjualan kredit (paska bayar) Pemasangan Satuan Sambungan Baru Telepon (PSB), unsur pokok sistem pengendalian intern dijabarkan sebagai berikut: 1. Fungsi Pnjualan (Customer Service) Harus Terpisah dengan Fungsi Data Langganan Dalam transaksi penjualan kredit (paska bayar) Pemasangan Satuan Sambungna Baru Telepon (PSB), fungsi customer service menerima order atau permintaan dari pelanggan. Kesempatan untuk menginput data fiktif atau tidak nyata, untuk itu diperlukan pemisahan fungsi dengan data Langganan (DALANG) agar fungsi DALANG dapat membandingkan berkas data pelanggan dari customer service dengan data yang ada di SISKA. 2. Fungsi Pnjualan (Customer Service) Harus Terpisah dengan Operator Harian Jaringan (OpHarJar) Akses Permintaan PSB yang diterima oleh fungsi customer service akan dilanjutkan dengan penginputan data dan pemeriksaan ketersediaan jaringan. Fungsi yang bertanggungjawab dalam penyediaan jaringan adalah Fungsi Operator Harian Jaringan (OpHarJar) Akses, sehingga fungsi customer service tidak akan memvalidasi permintaan PSB tanpa keputusan fungsi OpHarJar Akses tentang ketersedian jaringan.

3. Fungsi Loket Pembayaran (Collecting Agent) Harus Terpisah dengan Fungsi Keuangan (Bagian Anggaran dan Kas) Dalam penjualan kreit untuk PSB telepon, akan menghasilkan tagihan yang harus dibayar oleh pelanggan. Fungsi collecting agent bertanggung jawab dalam penerimaan pendapatan pembayaran pelanggan tersebut. Pemisahan Collecting Agent dengan Bagian Anggaran dan Kas dimaksudkan agar pembuatan pencatatan rekap penerimaan pendapatan pembayaran setiap Datel dapat terjamin ketelitian dan keandalannya serta kekayaan perusahan (piutang) dijamin keamanannya (piutang dapat tertagih). 4. Fungsi Collecting Agent Harus Terpisah dengan Fungsi Keuangan (Bagian Akuntansi) Fungsi akuntansi harus dipisahkan dari fungsi operasi dan fungsi penyimpanan, agar karyawan tidak dapat melakukan kecurangan atau manipulasi. Fungsi Collecting Agent berada di tangan bagian Kas yang bertanggung jawab atas penerimaan kas dari penulasan piutang. Sedangkan fungsi Akuntansi bertanggung jawab atas pencatatan piutang berada di tangan bagian piutang. 5. Transasksi Harus Dilaksanakan oleh Lebih dari 1 (satu) Orang atau Lebih dari I (satu) Fungsi Dalam sistem penjualan kredit dirancang unsur pengendalian intern dengan cara melibatkan lebih dari 1(satu) orang karyawan atau lebih dari 1 (satu) fungsi. Pada PSB telepon ini, pengendalian intern dapat dirancang dengan melibatkan lebih dari 1 (satu) fungsi, fungsi yang terlibat yaitu fungsi customer service, fungsi OpHarJar Akses, fungsi Data Langgana, fungsi Collecting Agent, fungsi keuangan

( bagian Perbendaharaan, Anggaran dan Kas, dan Akuntansi) dan fungsi UPMB Area. 2.4.2 Sistem Otorisasi dan Pencatatan Dalam organisasi setiap transaksi keuangan terjadi melalui sistem otorisasi tertentu. Tidak ada satu pun transaksi yang terjadi yang tidak di otorisasi oleh yang memiliki wewenang untuk itu. Otorisasi terjadinya transaksi dilakukan dengan membubuhkan tanda tangan oleh yang memiliki wewenang atau pejabat yang berwenang. setiap transaksi yang terjadi dicatat dalam catatan akuntansi melalaui prosedur pencatatan tertentu. 1. Penerimaan Order atau permintaan PSB Pelanggan Diotorisasi oleh Fungsi Customer Service dengan Menggunakan Work Order (WO/Tel 25) dan kontrak berlangganan (Tel 2) Transaksi penjualan dimulai dengan diterimanya permintan dari pelanggan. Sebagai awal kegiatan, fungsi Penjualan (Customer Service) menerima berkas persyaratan dari pelanggan untuk selanjutnya di-input ke SISKA untuk divalidasi. Work Order (WO/Tel 25) dan kontrak berlangganan (Tel 2) terbentuk secara otomatis dan terkirim ke unit-unit terkait 9fungsi OpHarJar dan fungsi DALANG) untuk memungkinkan unit-unit tersebut melaksanakan pemenuhan permintaan pelanggan. Persetujuan dimulainya kegiatan penjualan diwujudkan dalam bentuk otorisasi validasi pada SISIKA oleh orang yang berwenang, dan tanda tangan otorisasi pada kontrak berlangganan. Dengan demikian fungsi customer service bertanggung jawab atas perintah permintaan yang ditujukan pada pihak terkait dalam pemenuhan permintaan yang diterimanya dari pelanggan.

2. Aktivasi Permintaan PSB Diotorisasi oleh Fungsi OpHarJar Akses dengan Cara Meng-input Status RWO dan PS di SISKA Work Order yang telah dikirimkan oleh Bagian customer service dibaca dan dicetak oleh fungsi OpHarJar kemudian dikirimkan ke fungsi MITRA untuk melakukan fungsinya dan membuat Berita Acara penyelesaian instalasi. Kemudian fungsi OpHarJar meng-input status RWO (Read Work Order)

jaringan pada SISKA dikirimkan ke Sentral untuk mengaktifkan PSB dan selanjutnya meng-input status PS (pasang) di SISKA. Akses untuk meng-input status PS untuk permintaan PSB diberikan kepada orang yang berwenang. 3. Data Pelanggan Diotorisasi oleh Fungsi DALANG dengan Cara

Membubuhkan Paraf dan Tanggal Pada Cheklist dengan Data di SISKA Fungsi Data Langganan menerima semua berkas data pelanggan termasuk kontrak berlangganan dari fungsi Customer Service. Fungsi DALANG

memeriksa kelengkapan berkas data pelanggan apabila belum lengkap akan dikembalikan ke fungsi customer service. Bila data pelanggan telah lengkap maka fungsi DALANG akan meemeriksa keakuratan nama dan alamat pelanggan yang ada di berkas dengan data di SISIKA. Bila sesuai akan dibubuhkan paraf dan taanggal pada cheklist kemudian menyimpannya ke lemari penyimpanan. Bila tidak sesuai akan dikoreksi oleh fungsi DALANG. Akses untuk mengoreksi hanya diberikan kepada yang berwenang. 4. Pencatatan ke Dalam Catatan Akuntansi Harus Didasarkan atas Dokumen Sumber Yang Dilampiri dengan Dokumen Pendukung Yang Lengkap Catatan akuntansi harus diisi informasi yang berasl dari dokumen yang sahih (valid). Kesahihan dokumen sumber dibuktikan dengan dilampirkannya dokumen

pendukung yang lengkap, yang telah diotorisasi oleh pihak yang berwenang. Dalam sistem penjualan kredit PSB ini, pencatatan piutang didasarkan pada dokumen sumber dan dokumen pendukukng seperti dokumen sumber work order (WO/Tel 25) yang didukung dengan kontrak berlangganan dan berkas data pelanggan lainnya. 5. Pencatatan ke Dalam Catatan Akuntansi dan Peng-inputan Validasi Status dan Data Pada SAP dan SISKA Harus Dilakukan Oleh Karyawan Yang Diberi Wewenang Untuk Itu. Setiap pencatatan ke dalam catatan akuntansi harus dilakukan oleh karyawan yang diberi wewenang untuk mengubah catatan akuntansi tersebut. Setelah meng-update catatan akuntansi berdasarkan dokumen sumber, karyawan harus membubuhkan paraf dan tanggal pada dokumen sumber sebagai bukti telah melakukan pengubahan. Dan peng-inputan validasi status dan data pada SAP dan SISKA hanya dilakukan oleh olh karyawan tertentu dengan menggunakan individual users ID dan password.

Embed Size (px)
Recommended