Home >Documents >petunjuk praktikum(1)

petunjuk praktikum(1)

Date post:24-Oct-2015
Category:
View:37 times
Download:0 times
Share this document with a friend
Transcript:

LAMPIRAN 2. PETUNJUK PRAKTIKUMI. PRAKTIKUM HISTOLOGI SISTEM ENDOKRIN

II. PRAKTIKUM BIOKIMIA IDENTIFIKASI KARBOHIDRAT

III. PRAKTIKUM BIOKIMIA IDENTIFIKASI PROTEIN

IV. PRAKTIKUM BIOKIMIA IDENTIFIKASI GLUKOSA DAN PROTEIN URINE

V. PRAKTIKUM FISIOLOGI BASAL METABOLISME RATE (BMR)

VI. PRAKTIKUM HISTOLOGI SISTEM ENDOKRINTujuan Pembelajaran Umum:6.1 Mahasiswa mampu menggunakan mikroskop untuk pemeriksaan mikroskopis sistem endokrin

6.2 Mahasiswa mampu mengidentifikasi struktur mikroskopis sistem endokrin

6.3 Mahasiswa mampu menjelaskan sistem endokrin secara histologis

Tujuan Pembelajaran Khusus:

1.1 Mahasiswa mampu mengidentifikasi dan menjelaskan struktur mikroskopis kelenjar Hipofisis/ pituitari

1.2 Mahasiswa mampu mengidentifikasi dan menjelaskan struktur mikroskopis kelenjar Thyroid

1.3 Mahasiswa mampu mengidentifikasi dan menjelaskan struktur mikroskopis kelenjar Cortex Adrenal1.4 Mahasiswa mampu mengidentifikasi dan menjelaskan struktur mikroskopis kelenjar Parathyroid1.5 Mahasiswa mampu mengidentifikasi dan menjelaskan struktur mikroskopis kelenjar PancreasKELENJAR ENDOKRIN

Sekret kelenjar endokrin merupakan hormon dan dialirkan dalam aliran darah. Umumnya kelenjar endokrin menyimpan getahnya untuk sementara di intrasel, namun adapula yang menyimpannya didalam folikel seperti pada kelenjar thyroid. Kelenjar endokrin selalu dilengkapi dengan banyak pembuluh kapiler darah dan sinusoid.

1. KELENJAR HIPOFISIS/PITUITARI

Kelenjar hipofisis terletak di basis cranii, yaitu pada bagian tulang sphenoidalis yang disebut sella turcica. Hipofisis terdiri dari 2 subdivisi utama yaitu adenohipofisis dan neurohipofisis. Adenohipofisis dibagi lagi menjadi pars distalis (lobus anterior) dan pars intermedia. Sedangkan neurohipofisis termasuk dalam lobus posterior yang disebut juga pars nervosa.

Lobus anterior

Merupakan bagian terbesar hipofisis dan mengandung 2 jenis sel utama yaitu sel kromofil dan sel kromofob yang merupakan kelompokan sel dalam folikel-folikel dan sinusoid-sinusoid. Sel kromofil adalah sel yang menyerap warna. Sel ini terdiri dari sel Alfa (sel asidofil), sel Beta (sel basofil), dan sel Gamma. Berikut adalah tabel ciri mikroskopis dan hormon yang dihasilkan oleh sel kromafil.selCiri mikroskopishormon

Alfa Sitoplasma berwarna merah Merupakan jumlah terbesar dari seluruh sel kromafil, 37% dari seluruh sel lobus anterior Growth hormon Prolaktin

Beta Sitoplasma berwarna biru 11% dari seluruh sel lobus anterior TSH ACTH

Gamma Bagian dari sel basofil Sitoplasma warna biru muda FSH LH ICSH

Sel kromofob merupakan sel yang tidak menyerap warna, sehingga sel ini tampak pucat. Sel ini memiliki ciri sebagai berikut:

Merupakan sel folikuler

Bentuk seperti bintang, punya tonjolan sitoplasma yang banyak dan panjang

Membentuk rangkaian seperti jala-jala, dan menjembatani kapiler-kapiler Sitoplasma jernih

52% dari seluruh sel lobus anterior

Lobus posterior

Bagian ini terutama terdiri dari serabut saraf tak bermyelin dan sel-sel penyokong (pituisit), keduanya berwarna pucat. Sel Pituicite memiliki ciri:

Bentuk:

Irreguler

Punya banyak proccesus, yang ujungnya berakhir pada ruang perivaskular

Sitoplasma

Dengan HE tampak jernih Mengandung tetesan lipid

Tidak punya ultrastruktur sel sekretoris

Peranan: sama dengan neuroglia

Neurohipofisis juga memproduksi hormon. Neuron di nuclei supraopticus dan paraventrikular hipotalamus mensekresi 2 hormon yaitu oksitosin dan vasopresin. Hormon-hormon ini diangkut sepanjang mikrotubulus di akson tanpa myelin ke neurohipofisis tempat hormon itu disimpan di akson terminal sebagai badan Herring. Hormon ini kemudian dibebaskan sesuai engan kebutuhan dari akson terminal ke dalam pembuluh darah yang mendarahi neurohipofisis.2. KELENJAR THYROID

Secara makroskopis kelenjar thyroid berbentuk seperti kupu-kupu, dimana sayapnya disebut sebagai lobus dan bagaian yang menghubungkan kedua lobus disebut dengan isthmus. Kelenjar thyroid meluas dari annulus trachealis cervical V atau cervical VI, ke atas lobusnya menutupi sisi cartilago thyroid.

Secara mikroskopis akan terlihat bangunan-bangunan:

Folikel

Jaringan pada glandula thyroid tersusun atas folikel-folikel yang dilapisi epitel kuboid simpleks. Sitoplasma sel epitel bersifat asidofilik, sedangkan intinya bulat ditengah bersifat basofilik.

Lumen

Pada bagian lumen folikelnya mengandung zat gelatin berwarna merah yang disebut koloid. Di bagian tepi dari lumen sering nampak lubang-lubang jernih disebut vacuola, merupakan koloid yang telah diserap (retracted colloid)

Jaringan intersitial

Pada jaringan intersitial banyak ditemukan jaringan ikat retikuler, pembuluh darah dan jala-jala kapiler limfe, juga kumpulan sel-sel yang menyerupai sel folikel. Ukurannya lebih besar daripada sel folikel, sel ini disebut sel parafolikuler.

Hormon-hormon yang dihasilkan kelenjar thyroid adalah: Thyroxine

Triiodothyronine

Kalsitonin

3. KELENJAR PARATHYROIDMamalia umumnya memiliki empat kelenjar parathyroid. Kelenjar-kelenjar kecil ini terletak di permukaan posterior kel enjar thyroid, namun terpisah dari kelenjar tersebut melalui sebuah kapsul tipis jaringan ikat. Biasanya satu kelenjar parathyroid terdapat pada polus superior dan inferior setiap lobus kelenjar thyroid. Berbeda dengan kelenjar thyroid dan folikelnya, sel-sel kelenjar parathyroid tersusun dalam kelompok atau deretan. Ada 2 jenis sel pada kelenjar parathyroid, sel utama (principal/ chief cell) dan sel oksifil.

Sel utama/ principal jumlahnya paling banyak, sel ini berbentuk bulat dengan sitoplasma pucat dan asidofilik lemah. Sel oksifil lebih besar dan jumlahnya lebih sedikit dibandingkan sel utama,dengan sitoplasma lebih asidofilik, inti sel lebih gelap dan lebih kecil. Kadang-kadang terlihat folikel-folikel kecil berisi koloid di dalam kelenjar parathyroid, namun bukan merupakan ciri kelejar parathyroid. Sel utama/ principal menghasilkan hormon parathyroid (parahormone), yang berfungsi mempertahankan kadar kalsium normal dalam cairan tubuh. Hal ini terlaksana dengan menaikkan kadar kalsium darah, yaitu aktivitas yang berlawanan dengan kalsitonin kelenjar thyroid. Fungsi jenis sel lain, yaitu sel oksifil sampai sekarang belum diketahui dengan pasti.4. KELENJAR CORTEX ADRENAL (SUPRARENALIS)

Kelenjar suprarenalis terletak di retroperitoneum diatas ginjal. Kelenjar ini memiliki kapsul yang terdiri atas jaringan ikat fibrosa yang disebut kapsula fibrosa. Kadang-kadang simpai ini bercabang kedalam membentuk trabekulae adrenal, kelenjar ini terbagi 2 yaitu korteks dan medulla.

Korteks

Pembagian korteks sesuai dengan dasar embriologinya, yaitu

Zona glomerulusa

Bentuk bulat/ silinder sederhana

Susunan berkelompok

Sitoplasma pucat dengan butiran lemak

Zona fasikulata

Bentuk poligonal

Susunan berderet-deret ke medial, merupakan bagian paling tebal

Sitoplasma basofilik, mengandung glikogen dan sedikit lemak

Zona retikularis

Bagian ireguler (bulat/poligonal)

Tersusun seperti jala

Sitoplasma asidofilik

Medulla

Sel-sel bagian medial dekat dengan zona retikularis dapat dibedakan dengan melihat adanya butir-butir merang trengguli pada sitoplasmanya yang disebut sebagai sel phaechrom. Gambaran mikroskopis umum pada medulla:

Terdiri atas sel-sel epithel yang polihedral Tersusun membentuk jala-jala padat yang dikelilingi kapiler-kapiler dan sel-sel ganglion simpatis

Hormon yang dihasilkan medulla suprarenalis:

Adrenalin (ephinephrine)

Nor adrenalin

5. KELENJAR PANKREAS

Merupakan organ yang lunak, berlobus yang terletak retroperitoneum. Pancreas menyilang pada transpylorica. Kelenjar pankreas merupakan kelenjar ganda, terdiri atas bagian eksokrin yang terpulas gelap dan bagian endokrin yang terpulas lebih pucat. Bagian endokrin disebut juga dengan pulau-pulau Langerhans. Pulau Langerhans dikelilingi oleh suatu simpai jaringan ikat yang memisahkannya dari sel-sel pankreas yang lain. Pulau langerhans sangat vaskuler dengan banyak pembuluh kapiler. Dengan pulasan HE sulit membedakan sel alfa, beta, dan delta yang ada didalamnya.

Bagian eksokrin adalah bagian terbesar pankreas yang merupakan kelenjar tubuloasiner kompleks. Setiap asinus sekresi eksokrin terdiri atas kelompok sel berbentuk piramid, tersusun mengelilingi lumen kecil. Di pusat asini sekretorius terlihat satu sel atau lebih sel sentroasinar yang terpulas pucat yang merupakan sel pelapis terminal sistem duktus ekskretorius. Duktus ekskretorius terkecil dalam pancreas adalah duktus interkalaris yang dilapisi sel epitel kuboid. INSTRUKSI : Lakukan identifikasi terhadap struktur yang ada pada preparat dengan menggunakan mikroskop

Gambar hasil pengamatan anda pada lembar pengamatan, jangan lupa tambahkan keterangan hasil identifikasi masing-masing struktur

Mintalah bantuan dan bimbingan pada instruktur jika mengalami kesulitan

Referensi : Eroschenko,V.P. 2001. Atlas Histologi di Viore dengan Korelasi Fungsional. Edisi 9. EGC. Jakarta

Junquiera. 1997. Histologi Dasar. Edisi 8. EGC. Jakarta

Leeson. 1996. Buku Ajar Histologi. EGC. jakarta

VII. PRAKTIKUM BIOKIMIA IDENTIFIKASI KARBOHIDRAT

Tujuan Pembelajaran Umum:

7.1 Mahasiswa mampu melakukan analisa kualitatif terhadap karbohidrat

Tujuan Pembelajaran Khusus:

2.1 Mahasiswa mampu mengidentifikasi dan menjelaskan struktur karbohidrat

2.2 Mahasiswa mampu menjelaskan prinsip dasar reaksi pengujian kualitatif karbohidrat

2.3 Mahasiswa mam

Click here to load reader

Reader Image
Embed Size (px)
Recommended